Anda di halaman 1dari 42

Materi UTS

Matematika Ekonomi
Semester Gasal 2016-2017

Pengajar: Hazrul Iswadi


Daftar Isi

Pendahuluan......................hal 1 - 2

Pertemuan 1......................hal 3 - 7

Pertemuan 2....................hal 8 - 13

Pertemuan 3..................hal 14 - 20

Pertemuan 4..................hal 21 - 24

Pertemuan 5..................hal 25 - 29

Pertemuan 6..................hal 30 - 34

Pertemuan 7..................hal 35 - 40
Materi Kuliah Sebelum UTS

Matematika Ekonomi Konsep dasar matematika, arti Matematika,


1 Tujuan dan Manfaat matematika, Persamaan ,
Pendahuluan Logaritma dan eksponen.
Pertidaksamaan; Himpunan, Jenis Bilangan,
2
Jenis Himpunan dan Operasi himpunan.
Relasi & Fungsi, Jenis fungsi, Fungsi komposisi
dan Invers fungsi
3 Fungsi linier dari Fungsi biaya (TC) dan
penerimaan (TR), BEP dan perhitungan
laba/rugi ;
1 2

Buku Rujukan

Fungsi Demand dan Supply, ME, perhitungan Excess Pengantar Matematika Ekonomi, Edisi ke-13
4
D dan S dan perhitungan beban pajak & Subsidi Ernerst F. Haeussler dkk, Jilid 1 dan 2, Penerbit
Perhitungan limit : berbagai bentuk Tak Tentu & Erlangga.
5 perhitungan nilai limit dan pengertian turunan
fungsi; rumus-rumus turunan Fundamental Methods of Mathematics for
Aplikasi Turunan fungsi dalam perhitungan Gradien Business and Economic, Vol. 1&2, Alpha C.
6 garis singgung, titik Stasioner, nilai ekstrim, titik Chiang dkk., Penerbit Salemba Empat, Mc Graw
Belok dan titik Sadel Hill (dpt dibeli di Uranus).
Matriks, jenis matriks, Operasi matriks : tambah,  Matematika Ekonomi: Hussain Bumulo dkk
7 kurang perkalian dan perpangkatan matriks,
perhitungan Determinan, dan invers matriks  Matematika Keuangan, Edisi 3 Revisi, Budi
3
Frensidy, Penerbit salemba empat.
4

Sumber slide matematika ekonomi


Penilaian:

 Beberapa sumber untuk mendapat slide:


 http://www.hazrul-iswadi.com
30% Asisten +  http://uls.ubaya.ac.id
10 % tes/kuis +  Pastikan akun gooaya anda telah aktif,
pengumuman dan komunikasi dilakukan melalui e-
60% Ujian mail gooaya anda.

Jadwal tes/kuis akan ditentukan


kemudian.

5 6

1 1
Info tentang UTS

• Sifat : tertutup, rumus diberikan, boleh menggunakan


kalkulator (tidak boleh HP).
• Bentuk dan jumlah soal :
Benar / salah : 10 nomor
Essay : kerjakan 5 dari 7 soal
• Untuk jawaban soal B/S,
 Jika jawaban benar (B), cukup ditulis benar saja
tidak perlu diberi alasan.
Jika jawaban salah (S) maka harus dilengkapi
dengan alasan. Apabila hasil akhir salah tapi
konsep benar maka dapat nilai 50%
7

2 2
Matematika Ekonomi

Konsep Dasar

1 2

What is Math ?
Bab I: Konsep Dasar Matematika

• Pengertian Matematika • MATEMATIKA berasal dari :


kata benda : Mathema = pengetahuan
• Manfaat belajar matematika kata kerja : Manthanein = Belajar
• Peranan matematika dalam ilmu ekonomi Belajar : upaya atau kegiatan yang dilakukan
• Pengertian dasar dalam matematika secara SADAR/ teratur / terencana untuk
mendapatkan pengetahun / ketrampilan
• Model matematika • Ilmu tentang cara mempelajari pengetahuan
• Tahapan penyelesaian masalah • Ilmu tentang bilangan, bentuk serta terapannya
matematika • Ilmu tentang himpunan
3 4

Tujuan dan Manfaat Matematika Tujuan dan Manfaat Matematika

Tujuan pendidikan Matematika : Manfaat belajar Matematika:

a). Mempersiapkan mahasiswa agar sanggup menghadapi 1). Sebagai salah satu pola berfikir yang jelas, objektif dan
perubahan-perubahan keadaan dalam dunia nyata yang efektif, sehingga melatih daya ingat dan daya pikir.
selalu berubah,melalui latihan bertindak secara logis,
analitis-sintesis, kritis, objektif dan kreatif, cermat,
konsisten dan tangkas. 2). Sebagai alat bantu yang sangat berguna untuk melaku-
kan perhitungan dan pertimbangan dalam menetapkan
keputusan
b). Mempersiapkan mahasiswa agar dapat menggunakan
matematika secara fungsional di dalam kehidupan sehari-
hari dan dalam menghadapi pengembangan ilmu 3). Sebagai ilmu pengetahuan untuk dikembangkan lebih
pengetahuan. lanjut.

5 6

3
Peranan matematika dalam ilmu Beberapa pengertian dasar matematika
Ekonomi

• Hubungan-hubungan antara berbagai faktor ekonomi  Tetapan: simbol objek tertentu


dapat dinyatakan secara lebih singkat dan jelas  Variabel: simbol sembarang objek
• Perubahan-perubahan dari faktor-faktor kuantitatif • Diskrit
mudah dihitung dan dilukiskan dalam bentuk • Kontinu
tabel/diagram
• Bebas
• Definisi dan asumsi dapat dirumuskan secara tegas
• Tak bebas
• Penarikan kesimpulan lebih sistematis
• Endogen
• Memperlihatkan secara gamblang keterbatasan dan
• Eksogen
kemungkinan penggunaan analisis ilmu ekonomi
7  Parameter: konstan yang belum diberi nilai 8

Model Matematika Model Matematika

Contoh:
Model ialah struktur atau bentuk hubungan yang
merupakan perwujudan dari alam pikiran terhadap Ada tiga orang A, B dan C yang harus membagi
suatu masalah. uang sejumlah Rp. 28 juta dengan syarat:
bahwa uang A : uang B = 2 : 3 sedangkan uang B :
uang C = 4 : 5, maka hitunglah masing-masing
Dalam model matematika terdapat himpunan uang yang akan diterima A , B dan C.
persamaan atau pertidaksamaan yang mengandung Buatkan dulu model matematika dan
variabel dan konstan. penyelesaiannya.

9 10

Contoh Model Matematika


Tahapan penyelesaian masalah Seorang pembuat furnitur mengumpulkan data, seperti yang
matematika terlihat pada Tabel 1, yang memberikan besarnya biaya C dalam
memproduksi x buah kursi.

 Memahami persoalan
• Konstanta, variabel, atau parameter?
• Hubungan antara objek di atas
 Apa yang ditanyakan?
 Menyelesaikan masalah
• Cara/rumus apa?
• Model penyelesaian
• Solusi (a) Tentukan model linear untuk biaya C dalam membuat x kursi.
(b) Gambarkan grafik persamaan yang diperoleh dari (a).
 Memeriksa atau mengevaluasi Solusi 11
(c) Apa bentuk grafik yang dihasilkan di (b). 12

4
(a) Hubungan antara biaya dengan jumlah kursi yang diproduksi

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam


menyelesaikan soal :

(b) Dengan menggambar pasangan terurut titik diperoleh plot 1). Perhatikan urutan tingkatan operasi hitung :
berikut mulai dari yang ada dalam kurung, lalu
pangkat, kali/ bagi dan tambah/ kurang

2). Mana variabel dan bagaimana hubungannya

3). Gunakan rumus yang tepat pada soal yang


sesuai.

(c) Biaya pembuatan kursi bertambah secara tetap ketika jumlah


kursi yang diproduksi bertambah.
13 14

Jenis-jenis persamaan : Persamaan Linier

Antara lain Bentuk umum :


 Persamaan linier ; Persamaan kuadrat ax + b = 0
 Persamaan rasional ; Persamaan eksponen dengan a dan b konstanta.
 Persamaan logaritma

Contoh :
Tentukan x yang memenuhi
3x = 24 + x
15 16

Persamaan Kuadrat (PK) D disebut diskriminan, yakni penentu akar PK

Bentuk umum : D  b2  4ac


ax2 + bx + c = 0
b  D  Rumus ABC
dengan a, b, dan c adalah konstanta
x1, 2 
2a
Akar persamaan kuadrat adalah x1 dan x2 • Jika D > 0 maka akar persamaan kuadrat
adalah dua akar riil berlainan
yang memenuhi persamaan tersebut. • Jika D = 0, maka akar persamaan adalah akar
riil kembar ;kalau D = suatu kuadrat, akar-
 Sifat Akar : akarnya akan RASIONAL
• Jika D < 0 maka akar persamaan adalah tidak
b c riil (Tidak ada akar RIIL / nyata)
x1  x 2   , x1 x 2 
a a 17 18

5
Soal
Persamaan eksponen
Selesaikan soal-soal berikut :
1. Jika salah satu akar PK : 3x2 = ax + 12 adalah 3,
maka hitung harga a dan akar lainnya. Persamaan yang melibatkan bentuk eksponen atau
2. Mana diantara PK berikut ini yang tidak mempunyai perpangkatan.
akar REAL :
a). 3x2 =4x + 5 ; b). 2x2 =7x -1; c). x2 = 12 Contoh : 1) 32x = 81
d). 2x2 = 6x -7 ; e). 4x2 + 3 = 7x 2) 2(x+2) = 123/71
3. Hitung x yang memenuhi :
2 x  3 3x  4
a. 
x 1 x4
b. 2x 2  9  6  x
19 20

Soal
Beberapa rumus perpangkatan
Hitung x yang memenuhi :

1
1) 52x = 125
pq
1. a a a
p q
5. n
a  a n
2) 16 x  4 
1
3
64
ap
2.
q
 a pq 6. ambm  (ab)m 1
3) 2(43 x )   
x2

a 8
3. a0  1 4) 2 (4 x 6 )  8 x  4
7. ( a p ) q  a pq 3 x  2
1 1
5) 92 x  4   
4.
m
 a m 3
a
21 22

Persamaan Logaritma
Pupolasi Ikan

Banyaknya ikan dalam danau Minnesota dimodelkan dengan fungsi Persamaan yang melibatkan bentuk logaritma
f(t) =12e0,012t , dengan t diukur dalam tahun dan f(t) diukur dalam
jutaan. Contoh : 3log (2x + 1) = 2
xlog (4x - 3) = 2

Hubungan eksponen dan logaritma

Jika alog b = c maka b = ac

dengan syarat : a > 0, b > 0 dan a ≠ 1

23 24

6
Beberapa rumus logaritma
a
Soal
log b
1) a =b
1 1) Hitung x dari :
2) a
log b  b
log a a. 2log x=3
p
log b b. x log (x+2) = 2
3 ) a log b  c. 3log2x - 3log x4 + 3log 81 = 0
p
log a
d. x log (x+12) – 3 xlog 4 + 1 = 0
4) log a n  n log a
e. (3x + 1)5 = 100
5) log a  log b  log (ab )
2) Jika 3log 7 = a dan 5log 9 = b, maka nyatakan dalam a dan
a
6) log a  log b  log   b nilai dari 7log 125
b 25 26

7
Matematika Ekonomi
Pertidaksamaan;
Bilangan dan Himpunan

1 2

Pertidaksamaan Bentuk Pertidaksamaan

1. Linier : 3x  9  x  15
1. Bentuk pertidaksamaan 2. Non linier
: 3x  x  3x - 8
2
2. Sifat pertidaksamaan ~ kuadratis
3. Harga mutlak ~ pecahan : 3x - 4  x - 2
x
4. Penyelesaian pertidaksamaan
~ irasional : x2  2x  x  3

~logaritma :
(2 x -3)
log 5  0

3. Dua variabel atau lebih


3 4

Sifat-sifat pertidaksamaan :
Nilai mutlak
1. Kalau a < b dan b < c , maka a < c
2. Ruas kiri dan kanan pertidaksamaan boleh
Definisi Nilai Mutlak
ditambah / dikurangi dengan bilangan yang
 x, x  0
sama. x 
a>b→ a±p >b±p  x , x  0

3. Kalau a > b dan p > 0 → a p > b p Sifat-sifat Nilai Mutlak


1. x  0 4. x  y  x2 = y2  x =  y
4. Kalau a > b dan p < 0 → a p < b p
(karena dikali bilangan negatif, maka tanda 2.  x  x 5. x  a   a  x  a
2
pertidaksamaan dibalik) 3. x  x2  x2 6. x  a  a  x atau x   a
Contoh : -½x > 3 (kedua ruas dikalikan -2)
x < -6 5 6

8
Langkah Umum Penyelesaian Langkah Umum Penyelesaian
A( x) C ( x) A( x) C ( x)
Pertidaksamaan yang berbentuk  Pertidaksamaan yang berbentuk 
B( x) D( x) B( x) D( x)

1. Tentukan lebih dahulu pada daerah mana saja 3. R(x) dan S(x) diuraikan atas faktor linier atau
pertidaksamaan dapat terdefinisi. kuadrat definit positif.
2. Buat salah satu ruas (biasanya kanan) sama dengan 4. Menentukan nilai batas.
nol, dan tidak menghilangkan bagian penyebut yang
5. Menggambarkan selang dengan nilai batas
mengandung x, sehingga bentuk umum
dan tanda selang.
pertidaksamaan berubah bentuk menjadi
6. Menentukan Himpunan Penyelesaian
R ( x)
0
S ( x)

7 8

Soal: dapatkan HP dari :


Himpunan penyelesaian (HP) pertidaksamaan
x2  7
Misalkan diketahui pertidaksamaan A( x)  0  3
2x  4
Maka himpunan penyelesaian pertidaksamaan ini ada Jawab:
5 kemungkinan :
Daerah definisi : x ≠ 2
1). Satu interval
x2  7
2). Beberapa interval Kedua ruas dikurangi 3 3 0
3). Himpunan kosong (tidak ada jawaban) 2x  4
misalnya : 2x2 < 3x – 6 Samakan penyebutnya x 2  7  3(2 x  4)
4). Semua bilangan real x memenuhi 0
2x  4
misalnya : 3x2 > 2x – 5
5). Semua bilangan real x kecuali x tertentu Sederhanakan x2  6 x  5
0
misalnya x2 > 4x – 4 2x  4
9 10

Uraikan menjadi faktor- ( x  5)( x  1)


0
faktor linier 2( x  2)

Tentukan nilai batas x = 5, x = 1, x = 2

Gambar garis bilangan beserta tandanya

_ + _ +

1 2 5

Sehingga HP  x | x  1 atau 2  x  5

11 12

9
Hal-hal yang harus diperhatikan
dalam pertidaksamaan logaritma

Jika blog x > 0 , maka yang mungkin terjadi :


( b > 1 dan x > 1 ) atau ( 0 < b < 1 dan 0 < x < 1 )

Jika blog x < 0 , maka yang mungkin terjadi :


( b > 1 dan 0 < x < 1 ) atau ( 0 < b < 1 dan x > 1 )

13 14

Soal Latihan
Soal
Tentukan HP Pertidaksamaan berikut

3x 2 2 x
Hitung batas-batas x jika : 1. 2x 3  3x 2 7.  1
4 3
1) (2x-3)log 5>0 x2 – 12  4 x
2.
( x  5)2
 1
2) (2x+1)log (6-2x) < 0 3. x 2  2 x  2 8.
 3  4x
4.  4 x  5  3x2
x2  3
5. | 3x  9 |  3 9.  3
2x  4
6. |2x  6 |  4 x
2x2  x
10. 3
x2
15 16

Bilangan dan Himpunan

11. Agar PK : 2x2 = a - ax akan mempunyai 2 akar • Bilangan real


yang berlainan, maka dapatkan batas-batas harga a. • Pengertian himpunan
• Jenis-jenis himpunan
12. Agar PK 2x2 = (a – 2) x + a mempunyai dua akar • Operasi himpunan
yang berlainan, maka dapatkan batas harga a
• Hubungan antara dua himpunan
• Aturan dalam himpunan
• Anggota himpunan

17 18

10
Pohon Bilangan Himpunan
Bilangan Real  Dua cara menyatakan himpunan

Bil. Rasional Bil. Irasional


1. Daftar atau tabulasi
2. Rumusan atau deskriptif
Bil. Pecahan Bil. Bulat
 Jenis-jenis himpunan

Bil. Bulat Negatif Bil. Cacah 1. Berhingga 2. Tak berhingga


3. Semesta 4. Kosong
5. Komplemen 6. Kuasa
Bil. Asli Nol

7. Bagian 8. Penyelesaian
Bil. Genap Bil. Gasal Bil. Prima

19 20

Hubungan antara dua himpunan


Operasi Himpunan
1. Operasi gabungan 1. A = B berlaku
A  B = C berarti jika x C maka x A atau x B a. A  B dan B  A
2. Operasi irisan b. A – B =  (himpunan kosong)
A  B = C berarti jika x C maka x A dan x B c. A  B = A atau A  B = B
3. Operasi Selisih
2. A ekivalen dengan B ( A  B )
A – B = C berarti jika x C maka x A dan x B
berarti n(A) = n(B) , tetapi A ≠ B
A – B = A  B’
21 22

Hubungan antara dua himpunan Aturan/hukum dalam Himpunan

3. A ≠ B, ada tiga kemungkinan : • Komutatif


a. A  B dan B  A, berlaku :
A B  B  A
(i) A  B = B
A B  B  A
(ii) A  B = A
(iii) A – B = 
• Asosiatif
b. A disjoint B akan berlaku :
(i) A  B =  A  ( B  C )  ( A  B)  C  ( A  C )  B
(ii) A – B = A
A  ( B  C )  ( A  B)  C  ( A  C )  B
(iii) B – A = B
c. A  B ≠ 
23 24

11
Aturan/hukum dalam Himpunan Aturan dalam menghitung jumlah
anggota dalam himpunan
• Distributif 1). n(A  B) = n(A) + n(B)
A  ( B  C )  ( A  B)  ( A  C ) – n(A  B)
A  ( B  C )  ( A  B)  ( A  C )

• Absorbsi :
A  ( A  B)  A
A  ( A  B)  A
2). n(P  Q  R) = n(P)+ n(Q)+ n(R)
• De Morgan + n(PQR)
– n(PQ) – n(PQ)
 A  B   A  B  dan  A  B   A  B  – n(QR)
25 26

Aturan dalam menghitung jumlah Aturan dalam menghitung jumlah


anggota dalam himpunan anggota dalam himpunan

3). n(A – B) = n(A) – n(AB) 5). n(Ac ) = n(U) – n(A)  Ac = komplemen A

4). n(A – (B  C) = n(A)


+ n(ABC)
– n(AB)
– n(AC)

27 28

Menghitung batas maksimum dan minimum


Hal-hal yang harus diperhatikan dalam Jika diketahui n(A) = p dan n(B) = q, maka
menghitung banyaknya anggota himpunan : batas maksimum dan minimum dari jumlah
anggota himpunan dari hasil operasi berikut :
Banyaknya anggota himpunan yang dihitung paling
rendah nol (tidak boleh pecahan dan negatif) Operasi maksimum minimum
Hendaknya gunakan diagram Venn n(AB) p+q p kalau p > q
Anggota himpunan yang dihitung terletak di bagian
q kalau q > p
mana dari diagran Venn n(AB) p kalau p < q 0
q kalau q < p
Kalau diketahui himpunan Universal U, maka
anggota himpunan yang dihitung harus < n(U)
n(A-B) p p – q kalau p >q
0 kalau p ≤ q
Kalau dketahui misalnya n(A) = p, maka p ini akan n(B-A) q q - p kalau q >p
terbagi dalam beberapa bagian.
Jika perlu gunakan rumus.
0 kalau q ≤ p
29 30

12
Contoh :

Diketahui n(A) = 56 ; n(B) = 34, maka :


Diagram Ven
batas maksimum dan minimum dari :
untuk max. min
n(AB)= 56 + 34 = 90 dan 56
n(AB) n(AB)= 34 dan 0
n(A-B)= 56 dan 56-34 = 22
n(B-A)= 34 dan 0 (sebab
34 < 56)

31 32

Soal Soal-soal latihan Himpunan :

Jika n(A) = 22 ; n(B) = 67; n(C) = 39, maka 1. Jika diketahui himpunan semesta
U = {x : bilangan bulat -4 < x < 9} dan
dapatkan batas maksimum dan minimum dari
himpunan bagiannya A ={0 < x < 6} dan
operasi :
B = { x < 2 atau x >4}, maka dapatkan :
1). n(B – (A  C))
a). A U B
2). n((A  C) – B)
b). A’ – B

c). A U B’

d). A’  B
33 34

Soal-soal latihan Himpunan :

2. Dari 400 responden karyawan perusahaan PQR yang ditanyai


terhadap pemakaian 3 jenis barang A, B dan C, diperoleh data
: ada 30% responden yang tidak mengenal ketiga barang ini.
Jika diketahui bahwa ada 125 resp.yang senang barang A,
150 resp. yang senang barang B dan 130 resp.yang senang
barang C dan diantara resp.ini ternyata ada 65 resp. yang
senang barang A dan B, 50 resp. yang senang barang A dan C
dan 45 resp. yang senang barang B dan C, maka dengan
menggunakan Diagram Venn :
a). Berapa resp. yang senang ketiga jenis barang ini ?
b). Berapa resp. yang hanya senang dua jenis barang ini.
c). Berapa resp. yang TIDAK senang barang A atau C saja
35

13
Matematika Ekonomi

FUNGSI

Definisi Fungsi (1) Definisi Fungsi (2)

Sedangkan pengertian dalam Matematika :


Dalam kehidupan sehari-hari, fungsi berarti : Fungsi dari himpunan A ke himpunan B adalah
1. tugas seseorang
aturan yang mengkaitkan setiap unsur dalam
himpunan A dengan suatu unsur unik/tunggal di
2. cara sesuatu bekerja himpunan B
3. cara sesuatu digunakan Secara simbol, fungsi ditulis dengan
4. tujuan dibuatnya sesuatu f : A  B atau y = f(x).
Himpunan semua nilai x di A disebut domain dan
himpunan semua nilai fungsi yang dihasilkan
3 disebut range. 4

Jenis-jenis Fungsi (1) Jenis-jenis Fungsi (2)

5. Fungsi Aljabar : fungsi yang variabel-variabelnya


1. Fungsi konstan, f (x) = 10 dihubungkan oleh +, - , x , : , pangkat, dan atau
akar
2. Fungsi tunggal, y = 2x + 3
Macam-macamnya :
3. Fungsi berkorespondensi satu-satu, • fungsi polinomial, y = x +3, y = x3 + 2x2 +5
n(A) = n(B) • fungsi pecahan,
x 3x  2
y ,y 2
4. Fungsi identitas, f(x) = x x 1 x 1
• fungsi irasional,

5 y  3x  4 6

14
Jenis-jenis Fungsi (3) Jenis-jenis Fungsi (4)

6. Fungsi transenden : fungsi yang tidak tergolong


fungsi aljabar 7. Fungsi berdasarkan hubungan antar variabel
Macamnya : a. Fungsi eksplisit : y = x2 - 4x +5
– Goniometri, y = sin x
b. Fungsi implisit : f (x,y) = x3 - 2xy2 + 3xy + 5
– Eksponen, y = 3x
– logaritma, y = log x c. Fungsi dalam bentuk parameter
– Syklometris, y = arccos x  x  t 2  3t

– Hiperbolis , y = sinh x  y  4t  2

7 8

Jenis-jenis Fungsi (5) Fungsi linier

8. Fungsi berdasarkan banyaknya variabel Beberapa bentuk fungsi


Gambar: linier:
a. Fungsi satu variabel : x = 8
1. y  mx  b
b. Fungsi dua variabel : y = x2 + 3x px  qy  r
2.
c. Fungsi lebih dari 2 variabel (multivariable) b x y
3.   1
z = x2 + 3xy + y3 +5x – 2y +8 f(x) = mx+b m n

9. Fungsi berbentuk interval

0
9 10

Tentukan persamaan garis yang melalui titik


Fungsi linier A(1,-3) dan B(4,6)

Persamaan garis dari 2 titik 7 Terlebih dahulu hitung gradien


A(x1,y1) dan B(x2,y2) 6
B
Cara I : y  y 1  x  x 1
5 6-(-3)
4
m 3
y 2  y1 x 2  x1 4-1
3
2
Cara II : sehingga persamaan
1
hitung dulu gradien m A garis AB adalah :
0
y y 0 2 4 6 y = 3(x-1)+(-3)
m 2 1
-1

x2  x1 B -2 = 3x-3-3
-3
A
= 3x- 6
sehingga y  m( x  x1 )  y1 -4

0 11 12

15
Fungsi kuadrat Beberapa fakta seputar fungsi kuadrat :
y = ax2 + bx +c

Bentuk umum fungsi  Jika D > 0 maka kurva memotong sumbu x di


kuadrat: dua tempat
f ( x)  ax 2  bx  c  Jika D = 0 maka kurva menyinggung sumbu x
Nilai yang penting dari  Jika D < 0 maka kurva tidak akan
fungsi kuadrat adalah:
memotong sumbu x
D  b 2  4ac b
 Sumbu simetri adalah x = 
D disebut diskriminan 2a
Grafik y = x2
13 14

Beberapa fakta seputar fungsi


kuadrat-lanjutan

 Nilai a menyatakan arah kecekungan


• a > 0, cekung ke atas
• a < 0, cekung ke bawah

 Titik potong dengan sumbu y adalah (0, c)

 Titik puncak adalah P   , 


b D
 2a 4a 

15 16

Fungsi eksponensial Fungsi logaritma

Bentuk umum fungsi y


Bentuk umum fungsi
a>1
0<a<1
logaritma: a
1< a
eksponensial:
f ( x)  a log x >
f ( x)  ka x 1
Dengan a disebut basis
Dengan a dan k konstanta. logaritma.
a sering disebut basis
Hubungan logaritma dengan
eksponen (0,1)
x
eksponen : 0<a<1
Sifat eksponen pada Jika a log b  c maka b  a c
0<a<1

pertemuan I bisa dipakai pada


(a dan b positif dan a  1) Grafik fungsi logaritma
fungsi eksponensial ini Grafik fungsi eksponen
17 18

16
Fungsi rasional Komposisi fungsi

P( x)
Bentuk umum fungsi rasional: f ( x)  Fungsi komposisi dari fungsi f dan g, ditulis f  g ,
Q( x) adalah fungsi yang memiliki aturan
Dengan P(x) dan Q(x) berbentuk suku banyak
 f  g  ( x )  f ( g ( x )),
asalkan R f  Dg  

1 1
Grafik y  Grafik y  19 20
x x2

Contoh : Invers fungsi

Diketahui : f(x) = 4x – 2 dan g(x) = x2+3, maka Andaikan y = f (x) adalah fungsi yang berkorespondensi
tentukan : satu-satu.
1
a. (f o g)(x) Invers fungsi f, ditulis f atau y = f -1(x), adalah fungsi
yang memenuhi aturan
b. (g o f)(x)
f ( f 1 ( x))  f 1 ( f ( x))  I ( x)  x,
c. (f o g)(2)
untuk setiap x  D f
d. (g o f)(2)
e. hitung x agar (g o f)(x) = 7 Ini berarti jika a = f (b) maka berlaku b = f -1(a)

21 22

Grafik Invers Fungsi


Invers fungsi rasional

Invers dari fungsi :


ax  b
y  f ( x) 
px  q
adalah :
 qx  b
y  f 1 ( x) 
px  a

(Buktikan !)
24

17
Beberapa jenis fungsi pada ilmu ekonomi
Soal
Diketahui f ( x)  5 x  2 dan g ( x)  2x 1
2
1. • Fungsi penerimaan (total revenue/TR) adalah
Tentukan f(g(1))
hubungan fungsional antara jumlah uang yang
2x
2. Diketahui f ( x)  dan g ( x)  2 x  1 diterima penjual barang dengan banyaknya
3x  2
suatu jenis barang yang terjual
Jika g( f ( x )) = 3, maka tentukan nilai x
TR(x), dengan x adalah banyaknya barang
3x  2
3. Jika f ( x)  maka nilai f 1 ( x) TR(x) tidak mengandung faktor konstan
2x  3
saat x = 3 adalah 4 (betul / salah) Contoh : TR(x) = 5000x
25 26

Beberapa jenis fungsi pada ilmu ekonomi (2)

• Fungsi biaya (total cost/TC) adalah hubungan


fungsional antara jumlah seluruh biaya untuk
membuat suatu jenis barang dengan banyaknya
barang yang diproduksi dalam suatu jangka
waktu tertentu.
TC(x), dengan x adalah banyaknya barang
Contoh : TC(x) = 3000x + 600.000

27 28

Tidak ada biaya tetap, biaya berubah besar


Biaya tetap (fixed cost) besar, biaya berubah (variable cost) kecil
29 30

18
Hubungan antara TR(x) dan TC(x)

Jika diketahui TR(x) dan TC(x) dengan x adalah


jumlah suatu jenis barang dalam suatu periode tertentu,
maka pada x tertentu dapat terjadi hubungan sbb :
• TR(x) = TC(x)  breakeven point (BEP)
• TR(x) > TC(x)  LABA,
besarnya laba = TR(x) – TC(x)
• TR(x) < TC(x)  RUGI

31 32

Contoh :
Jawab :
1. Diketahui data : 1. TC(x) sebagai fungsi linier  TC(x) = mx + b
Produk (x) Biaya (TC(x)) hitung gradiennya (m)
100 800.000
1.200.000  800.000 400.000
300 1.200.000 m   2000
300 100 200
Dapatkan fungsi biaya TC(x) sebagai fungsi linier
Jadi TC(x) = 2000( x - 100) + 800.000
= 2000x + 600.000

33 34

Jawab :
2. Jika diketahui harga jual barang pada contoh 1 adalah
Rp. 5.000 per unit maka : 2. Dari contoh 1, diperoleh TC(x) = 2000x + 600000
a. dapatkan fungsi TR(x)
a. Karena harga jual barang per unit adalah p = 5000
b. Berapa unit barang yang harus terjual agar
tercapai BEP maka TR(x) = px = 5000x
a. jika ingin mencapai Laba Rp. 2 juta,
maka berapa unit barang yang harus b. BEP (breakeven point) terjadi saat
terjual ? TR(x) = TC(x)
5000x= 2000x + 600000
3000x = 600000
x = 200 unit
35 36

19
3. Jika fungsi biaya untuk x unit barang adalah TC(x) =
c. Agar laba Rp. 2 juta, maka : 4000x +800.000 dan kalau harga jual barang ini tiap
TR(x) – TC(x) = 2000000 unit adalah Rp 9.000, maka BEP akan terjadi bila
5000x – (2000x + 600000) = 2000000 barang tersebut terjual sebanyak 160 unit (B/S)
3000x = 2600000
x = 866,7 4. Diketahui TC untuk x unit barang adalah
Jadi untuk mencapai laba Rp. 2 juta banyaknya TC(x) = 6000x + 1.200.000, kalau pada saat
barang yang harus terjual adalah 867 unit penjualan barang ini sejumlah 500 unit
diharapkan diperoleh laba Rp 800.000
maka harga jual tiap unit barang harus
sama dengan Rp 20.000 (B/S)

37 38

20
Matematika Ekonomi

Fungsi Demand dan Supply

1 2

FUNGSI DEMAND & SUPPLY


Pokok Bahasan
Fungsi ini adalah hubungan antara banyaknya
1. Jenis Fungsi Demand dan Supply barang yang diminta (Demand) atau yang
2. Perhitungan Market Equilibrium (ME)
ditawarkan (Supply) dengan tingkat harga
(Price), bentuknya bisa linier atau non-linier.
3. Excess Demand dan Excess Supply
4. Pengaruh beban pajak t dan r%
5. Pengaruh Subsidi Bentuk : Demand (D) Supply (S)
6. Fungsi Konsumsi dan Tabungan Linier p = 1400-2x p = 400+2x
x = 700-0,5p x = 0,5p -200
Non linier p =0,5x2 -50x +1200 p = 0,1x2 + 60

3 4

Fungsi permintaan kuadratis

1. D: x  a p 2  b p  c , a < 0, b  0, c > 0
2. D: p  a x 2  b x  c ,
Kalau a > 0, maka b < 0, c > 0 dan D  0
Kalau a < 0, maka b  0 dan c > 0
p
Ilustrasi fungsi
permintaan bentuk
kuadratis
untuk a < 0
5 x 6

21
Market Equilibrium (ME)
Fungsi Penawaran Kuadratis
Market Equilibrium (ME = keseimbangan pasar)

1. S: x  a p 2  b p  c , a > 0, b sebarang, c > 0 terjadi pada saat D = S, yakni saat


2. S: p  a x 2  b x  c , a > 0, b  0, c > 0 • pD = pS (untuk menghitung xE) atau
p • xD = xS (untuk menghitung pE)
Ilustrasi fungsi
penawaran
bentuk kuadratis

x
7 8

Contoh
Diketahui fungsi :
Grafik Demand dan Supply

1600
1400
Demand : p = 1400 – 2x
P (harga barang)

1200
1000

Supply : p = 400 + 2x
Demand
800
600 Supply
400
200
0
0 100 200 300 400 500 600
X (banyaknya barang)

ME terjadi saat D = S
1400 – 2x = 400 + 2x price equilibrium
-4x = -1000 pE = 1400 – 2(250)
xE = 250 unit = 900

Jadi ME = (250, 900)


9 10

Excess Demand dan Excess Contoh


Supply Diketahui : D : p = 1400 – 2x ,
S : p = 400 + 2x
Excess Demand: Jika pada tingkat harga p1 < pE , Dari contoh sebelumnya, diperoleh ME = (250, 900)
terjadi xs < xD ; ED = sebesar xD - xS
Kalau p = 1000, maka
Excess Supply: Jika pada tingkat harga p2 > pE , D : 1000 = 1400 – 2x
akan terjadi xs > xD ; ES = sebesar xS - xD 2x = 400
p
S xD = 200
M N
p2
S : 1000 = 400 + 2x
E 2x = 600
p1 xS = 300
K L
D
x
11 Ternyata xS > xD → Exc. Supply = xS – xD = 100 12

22
Contoh
Sebaliknya kalau p = 700 Pengaruh Beban Pajak terhadap
Fungsi Supply
D : 700 = 1400 – 2x 1. Beban Pajak t satuan rupiah per unit barang
2x = 700 Fungsi D diassumsikan TIDAK berubah, hanya S berubah
xD = 350 menjadi St
a. S: p = f(x), maka St: p = f(x) + t
S : 700 = 400 + 2x b. S: x = f(p), maka St: x = f(p-t)
2x = 300 p St
xS = 150 S
E2
Peq baru
Ternyata xD > xS → Exc. Demand = xD – xS = 200 E1 Grafik St sejajar S
peq

Soal
Hitung p kalau terjadi Exc. Supply = 60 unit. D
13 14
Xeq baru xeq x

Pengaruh Beban Pajak terhadap Fungsi Perhitungan Total Tax dan beban pajak
Supply-lanjutan
Pajak t Pajak r %
2. Beban Pajak r % dari harga barang per unit
 r  Total tax T = xt t r
a). S : p  f ( x )  S r : p   1   . f ( x) T pr xr
 100 
100  r
 p   100 p 
b). S : x  f ( p )  S r : x  f   f   Beban pajak yang Td = (pt – pE) xt Td = (pr – pE) xr
 1  r %   100  r 
p ditanggung
Sr S konsumen
E2
Peq baru
E1 Grafik Sr tidak
peq
sejajar S, makin ke Beban pajak yang
kanan makin melebar ditanggung Ts = T – Td Ts = T – Td
D supplier
15 16
Xeq baru xeq x

Pengaruh Subsidi terhadap Fungsi Konsumsi dan Fungsi


Market Equilibrium Tabungan
Pengaruh subsidi akan membuat ME berubah Fungsi konsumsi
dengan turunnya harga, karena S setelah subsidi Notasi : C = f(Y), jika linier C = ay + b
sebesar s menjadi Ss : p= f(x) – s
p
Marginal Propensity to consume (MPC):
S C
MPC 
Y
E1 Fungsi tabungan : S = Y - C
peq Ss
Peq baru E2 Marginal Propensity to save (MPS):
D MPS = 1 – MPC;
xeq Xeq baru x Soal : Jika MPC = 3 MPS, hitung MPC dan MPS
17 18

23
19 20

Grafik Fungsi Konsumsi dan SOAL


Fungsi Tabungan 1. Diketahui fungsi Supply : p = 0,25x2+2x+160, dan
Demand : x =80 - 0,2p, maka ME terjadi pada saat p = 240.
(B/S) Alasan :
2. Diketahui fungsi D : x = 700 – 0,5p dan
S: p = 2x + 400;
C a). Hitung ME
b). Kalau terhadap barang ini pemerintah membebani
pajak 25% dari harga barang,
maka dapatkan ME baru dan berapa % beban pajak yang
ditanggung konsumen
c). Kalau terhadap barang ini pemerintah memberi subsidi
Y Rp. 40 tiap unit barang, hitung ME baru dan jumlah
S subsidi yang harus pemerintah berikan.
21 22

3. Diketahui fungsi D dan S terhadap suatu jenis barang :


D: x = 180 - p dan S : p = 0,5x +60
a). Hitung ME
b). Jika p = 90, hitung apa yang terjadi ?
c). Jika barang ini dibebani pajak t = 30,
hitung ME baru setelah tax dan berapa %
beban pajak yang ditanggung konsumen.
4. Diketahui fungsi D dan S terhadap suatu jenis barang :
D : p = -0,5x2 - 200x +2400 dan S : x = 0,2p -240
a). Hitung ME
b). Jika p = 1800, hitung apa yang terjadi ?
c). Jika barang ini dibebani pajak t = 500,
hitung ME baru setelah tax dan berapa %
beban pajak yang ditanggung konsumen. 23

24
Matematika Ekonomi

Limit & Turunan Fungsi

Definisi Limit Definisi Limit-lanjutan


2
Perhatikan fungsi f ( x)  2 x  5 x  3 , x 3. lim f ( x )  L berarti jika x semakin dekat ke a, tapi
x a
x3
tidak sama dengan a, maka nilai f(x) semakin dekat
Berapa nilai fungsi f saat nilai x mendekati 3?
dengan L.
Nilai fungsi f di sekitar x = 3
x 2,9 2,99 2,999 .….. 3 .…… 3,001 3,01 3,1

f (x) 6,9 6,98 6,998 .….. ? .…... 7,002 7,02 7,2

2 x2  5x  3
Ditulis, lim f ( x)  7 atau lim 7
x 3 x 3 x3

Sifat-sifat Limit Sifat-sifat Limit-lanjutan

1. Jika q konstanta maka lim q  q 4. lim  f ( x) g ( x)  lim f ( x) lim g ( x)  LM


xa xa xa xa
2. lim xa lim f ( x)
x a
f ( x) L
5. lim  xa  , asalkan M  0
Jika lim f ( x )  L dan lim g ( x)  M maka x  a g ( x) lim g ( x) M
xa xa xa
6. lim n f ( x)  n lim f ( x)  L
n
3. lim  f ( x)  g ( x)  lim f ( x)  lim g ( x)  L  M xa xa
xa xa xa
dimana L  0 untuk n genap.

25
Penyelesaian Limit Contoh

1. substitusi langsung, jika nilainya tertentu, bukan bentuk


Hitung 1.
TAK TENTU lim 5 x 4  3 x 2  2 x  15
x 1
Jika nilainya merupakan salah satu bentuk tak tentu, maka 5
diselesaikan dengan cara : 2. 2x2  4x  1
lim
3
2. memfaktorkan x 2 2x  2x2
3. mengalikan dengan bentuk satu
4. dalil L’Hopital

Limit bentuk tak tentu Tahapan Penyelesaian Limit bentuk


tak tentu
Ada empat jenis bentuk tak tentu:  Mengubah limit bentuk tak tentu menjadi
1. 0 limit bentuk tertentu.
Pengubahan limit bentuk tak tentu seringkali
0 dilakukan dengan cara:
2.  • mengalikan dengan bentuk sekawan
• menghilangkan faktor penyebab bentuk
 tak tentu dengan memfaktorkan.
3.    Lalu substitusikan nilai x pada bentuk terakhir
• khusus bentuk 1∞ gunakan sifat bilangan e
 Gunakan cara L’Hopital, memakai turunan
4. 1  fungsi pada pembilang & penyebut

Contoh 1 : Contoh 2 :
2x2  4x  6  0 
2 x  3 x  2 18  9  2
2 lim   faktorkan
lim  x3 4 x  12  0 
x 3 4 x  10 12  10
11 ( x  3)(2 x  2) hilangkan faktor
  lim
2
x 3 4( x  3) penyebab tak tentu
 5,5 2x  2
 lim substitusikan nilai x = 3
x 3 4
2(3)  2
 2
4

26
Contoh 3 : Contoh 4 :
3x
6 x2  4 x  8    Kalikan dgn bentuk satu  4x  2 
lim
x 
 
4 x 2  10    (seperpangkat tertinggi)
lim 
x 

 4x  6 
 1 

Ingat bentuk :
f ( x)
 1 
6x2  4x  8 1
 8 
3x
e  lim 1  
 lim x2 sederhanakan  lim 1  
x 
 f ( x) 
x  4 x 2  10 1 x 
 4x  6 
x2
Untuk lim f ( x)  
 4 x  6  8  x 
4 8    3 x 
..

6  2 Hitung untuk x  8   8  4 x  6 


x x  lim 1  
 lim x 
 4x  6 
x  10
4 2
x 24 x
lim

600 3  e x 4 x 6  e 24 / 4  e6
 
40 2

Soal Limit
Contoh 5 :
Hitung
x  3x  4  0
lim   Kalikan bentuk satu
2x2  5x  3
x4 2x  8  0 (1  2 x)3
(sekawan) 1. lim 5. lim
x  3x  4 x  3x  4
x3 x3 x 1 ( x  5) 2
 lim sederhanakan
x4 2 x  8 x  3x  4
x 3 ( y  k )  y2
2
x 2  (3 x  4) 2. lim 6. lim
 lim faktorkan x3 x 9 k 0 k
x  4 (2 x  8)( x  3 x  4)

( x  4)( x  1) 2x2  3x  2
 lim Hilangkan pembuat taktentu
3. li m 7. lim  x 2  3 x  x 2  2 x 
x  4 2( x  4)( x  3 x  4) x 2 3x  6 x   
( x  1) 3x
 lim substitusikan 6 x  16  4  x2  2x 
x42( x  3 x  4) 4. lim 8. lim  
 x 1 
x  2
5 5 x0 5x
 
2(4  16) 16

Kekontinuan fungsi di satu titik Contoh :


tertentu
Diketahui fungsi f didefinisikan sebagai :
Syarat kekontinuan fungsi y = f(x) di titik dengan
absis x = c   x  2, x0
1. f(c) = ada , misalkan = L 
f ( x)  2ax  b, 0  x  1
  1, x 1

2. lim f ( x ) ada, misalkan = M
x c
Hitung a dan b agar fungsi f kontinu di x = 0 dan
di x = 1
3. L = M

27
Hasil Bagi Differensi
Jawab :

di x = 0 : di x =1 : Hasil bagi differensi dari y = f(x) kalau x berubah dari


1. f(0) = 2 1. f(1) = -1 x1 ke x2 adalah
2. lim f ( x)  lim ( x  2)  2 2. xlim f ( x)  lim(2ax  b)
x  0 x  0 
1 
x 1

 2a  2
y y2  y1
lim f ( x)  lim (2ax  b)  b =
x 0 x 0
lim f ( x)  1 x x2  x1
x 1
Agar lim f ( x) ada, haruslah : Agar lim f ( x) ada, haruslah :
x 0 x 1

lim f ( x)  lim f ( x) lim f ( x)  lim f ( x)


x 1 x 1
x 0 x 0

b2 2a  2  1
a   32

Contoh
Definisi Turunan
Jika y = f(x) = 3x2 – 4x + 6 dan kita ingin menghitung
besarnya perubahan rata-rata harga y kalau x berubah Turunan fungsi f adalah fungsi yang diperoleh
dari 3 menjadi 5, maka kita hitung dulu : melalui proses limit berikut :
y1 =f(3)= 27 – 12+6 = 21 dan f ( x  x)  f ( x)
y2 = f(5)= 75 – 20+ 6 = 61, f '  x   lim
x 0 x
sehingga besarnya perubahan rata-rata :
Hasil ini disebut turunan pertama y = f(x)
(jika limitnya ada)
y y2  y1 61  21
= = = 20 Notasi yang sering digunakan:
x x2  x1 53
Ini berarti mulai dari 3 sampai dengan 5, harga y naik df dy
rata-rata sebesar 20 unit. f '(x) atau y’, atau , Dx(f)
dx dx

Rumus-rumus Turunan
Fungsi Turunannya Turunan fungsi bentuk Parameter &
y=c y’= 0 Fungsi Implisit
y = ax +b y’= a
 x  f (t )
y = xn y’= n x n-1 Fungsi bentuk Parameter
:
y=U+V  y  g (t )
y’ = U’ + V’
y = UV dy dy / dt g ' (t )
y’ = U’V + UV’ maka y'  
y = U/V dx dx / dt f ' (t )
y’ =(U’V –UV’)/V2
y = ex y’ = ex Fungsi Im plisit : F ( x , y )  c
y = eu y’ = eu u’ dy Fx
y = ax maka y '   
y’ = ax ln a dx Fy
y = ln x y’ = 1/x
y = ln U Dimana Fx adalah turunan parsial F(x,y) ke x
y’ = U’/U dan Fy adalah turunan parsial F(x,y) ke y
y = alog x y’ = 1/(x ln a)

28
Turunan kedua dan seterusnya

dy
Jika turunan pertama y  f ( x) 
dx
d  dy  d 2 y
maka turunan kedua y  f ( x)   
dx  dx  dx 2
dan seterusnya untuk turunan ketiga, keempat,…
Contoh : y = f(x) = x3 - 6x2 + 5x + 10, maka
y’ = 3x2 -12x + 5
y” = 6x -12
y(3) = 6
y(4) = 0

29
Matematika Ekonomi

Aplikasi Turunan Fungsi

Aplikasi Turunan 1. Gradien Garis


pertama fungsi Singgung

1. Menghitung gradien garis singgung Langkah menentukan persamaan garis singgung


2. Menentukan titik Stationer
fungsi y = f(x) di titik P dengan absis x = a :
3. Menentukan arah grafik yang monoton naik atau
monoton turun • hitung y = f(a) = b
4. Menghitung fungsi Marginal pada fungsi Revenue • hitung gradien m = f ’(a)
dan Biaya.
• buat persamaan garis singgung : y = m(x – a) + b

3
4

Contoh 2. Titik Stationer


y’ = 0 (ada akar real)
Tentukan persamaan singgung kurva f ( x)  x 2  3x  2
di titik P(2,0) Langkah menentukan titik stationer fungsi y = f(x)
1. hitung x dari f ’(x)= 0, apakah ada akar real ? Jika
Persamaan kurva: f ( x)  x 2  3x  2
ada x = c
Turunan pertama : f ( x)  2 x  3
2. hitung y = f(c)= d
Gradien di titik P(2,0) adalah:
3. Titik Stationer A(c,d)
f (2)  2(2)  3  1
Garis singgung kurva di P Catatan: Jika f ‘(x) = 0 tidak ada akar real maka
y  0  1( x  2)  y  x  2 y = f(x) tidak mempunyai titik stationer
5 6

30
Contoh
3. Grafik monoton
Tentukan titik stationer fungsi f(x) = x2-5x
• Grafik fungsi f(x) akan monoton NAIK pada
Turunan pertama : f’(x) = 2x -5
interval x jika f ‘(x) > 0
Akar turunan pertama:
2x – 5 = 0 • Grafik fungsi f(x) akan monoton TURUN pada
x = 2,5 interval x jika f ‘(x) < 0
y = f(2,5) = 2,52 – 5(2,5)= -6,25
Jadi titik stationer kurva adalah
A(2,5; -6,25)
8
7

Contoh
Grafik monoton turun pada
Diketahui fungsi: y = x2 - 5x. Tentukan pada interval saat y’ < 0
mana grafik fungsi tersebut monoton naik dan turun ! 2x – 5 < 0
Jawab : x < 2,5

y’ = 2x – 5

Grafik monoton naik pada


saat y’ > 0
2x – 5 > 0
x > 2,5

9 10

4. Fungsi marginal Aplikasi Turunan


Kedua fungsi

Pada fungsi biaya atau Revenue : 1. Menentukan bagian grafik yang terbuka ke atas atau
Marginal = turunan fungsi biaya atau revenue ke bawah (kecekungan grafik fungsi)

2. Menghitung titik ekstrim Maksimum dan Minimum


Contoh :
Jika diketahui TC(x) = x2 + 40x + 5000,
3. Menghitung titik Belok
maka marginal cost : MC(x) = TC’(x) = 2x + 40

11 12

31
2. Menghitung Titik
1. Kecekungan
Ekstrim: Maksimum
dan Minimum
Langkah-langkah :
• Bagian grafik yang terbuka ke atas (cekung ke
1. Tentukan nilai x yang memenuhi y’ = f ’(x) = 0,
atas) : syaratnya : y” >0 → hitung interval x
(kalau ada); misalkan x = a;
2. Hitung y”(a) = f ”(a), jika :
Bagian grafik yang terbuka ke bawah (cekung ke – f ”(a) > 0 maka (a, f(a)) adalah titik Minimum
ke bawah) : syaratnya : y” <0 → hitung interval x – f ”(a) < 0 maka (a, f(a)) adalah titik Maksimum
(kalau ada);
– f ”(a) = 0 maka tidak ada titik ekstrim, hanya
13 TITIK SADEL. 14

3. Titik Belok

• Titik Belok → y” = f ”(x) = 0 → Hitung x (kalau


ada); misalkan x = c; syarat y’ = f(c) ≠ 0

15

Contoh
Cekung ke atas saat:
Diketahui fungsi: f ( x)  x  3x  9 x  22
3 2 y” > 0 → 6x - 6 > 0 → x > 1
Tentukan pada interval mana grafik fungsi tersebut Cekung ke bawah saat:
cekung keatas dan cekung kebawah. y”< 0 → 6x - 6 < 0 → x < 1
Jawab :
Turunan pertama :
f '( x)  3 x 2  6 x  9
Turunan kedua :
f ( x)  6 x  6

17 18

32
Contoh
untuk x = -1
Diketahui y = x3 - 3x2 - 9x + 22. Tentukan nilai ekstrim y” = -12 < 0 → ymax = -1-3+9+22 = 27
fungsi tersebut Titik maksimum P(-1,27)
Jawab
untuk x = 3
Akar turunan pertama: y” = 12 > 0 → ymin=-5
y’ = 3x2 - 6x - 9 = 0 ialah Titik minimum Q(3,-5)
x1 = -1 dan x2 = 3

Sedangkan turunan kedua adalah


y” = 6x - 6

19 20

Menghitung titik Belok Contoh

Diketahui fungsi : f ( x)  x3  3x 2  9 x  22
Cara menentukan titik belok: Tentukan koordinat titik belok fungsi tersebut !
– y” = f ”(x) = 0
Jawab:
– Hitung x (kalau ada); misalkan x = c;
Syarat Titik Belok :
– Titik (c, f(c)) adalah titik belok jika y’ = f’(c) ≠ 0
• f ’(x) ≠ 0
• f ’’(x) = 0

21
22

Latihan

f ’(x) = y’ = 3x2 - 6x - 9
f ’’(x) = y” = 6x - 6 = 0  x = 1 Tentukan titik ekstrim, titik sadel dan titik belok (jika ada)
untuk x = 1; y = 11 dan y’ ≠ 0; dari : y = x3 – 6x2 +12x – 5
sehingga titik belok R(1,11)

24
23

33
Latihan Menggambar grafik

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam


Diketahui G ( x)  3 x5  5 x3  1 menggambar grafik fungsi:
Batas-batas interval
Tentukan (jika ada)
Titik potong sumbu x atau y
a. titik ekstrim
Kemonotonan
b. titik sadel dan titik belok
Kecekungan
c. Interval grafik monoton naik dan turun
Titik Ekstrim
d. Interval grafik fungsi cekung atas dan cekung bawah Titik belok atau sadel
Garis asimtot
25 26

Aplikasi diferensial Aplikasi diferensial-


lanjutan
1. Perhitungan laju
2. Nilai ekstrim 4. Tingkat pertumbuhan
3. Elastisitas Jika y = f(t), maka tingkat pertumbuhan adalah
Jika y = f(x), maka elastisitas fungsi dari y ke x dy
f (t )
adalah  
ry  dt 
f ( x) xf ( x) y f (t )
Eyx  
f ( x) f ( x)
x Dalam bentuk persentase
Jika x = f(p) adalah fungsi permintaan atau  f (t ) 
ry   100%
penawaran, maka f ( p ) pf ( p) pf ( p )  f (t ) 
Ex  p   
x x f ( p)
p 27 28

34
Matematika Ekonomi

MATRIKS

Definisi Matriks
Notasi Matriks Jenis-jenis Matriks
 a11 a12 . . a1n 
a a 22 . . a 2 n 
A   21 1. Matriks baris  matriks yang terdiri dari satu baris saja
 . . . . .  Contoh :
  1 2 0 3
 a m1 am 2 . . a mn 
2. Matriks kolom  matriks yang terdiri dari satu kolom saja
Matriks ini berdimensi m x n. Contoh :
Matriks ini dapat ditulis sebagai A = (aij),  3
i = 1, 2, …., m dan j = 1, 2, ……., n. 1
 
aij adalah elemen baris ke-i kolom ke-j 4
 
5
3
 1 4

Jenis-jenis Matriks (3)


Jenis-jenis Matriks (2)
5. Matriks transpose  matriks yang diperoleh dengan
mempertukarkan baris dengan kolom
3. Matriks nol  matriks yang semua elemennya nol Contoh :
 1 2 5 1 1 2 4 
Contoh : 2 3 1 
0 0 0 0   
0 0 0 0  A   2 3 4 1 A 
T 
  5 4 0 
0 0 0 0   4 1 0 8  
1 1 8 
4. Matriks bujur sangkar (BS) matriks yang jumlah baris dan 6. Matriks negatif  suatu matriks yang diperoleh dengan
kolomnya sama mengalikan semua elemennya dengan -1
Contoh : 1 5 1 Contoh :  1 2 5 1
   1 2 5 1
 4 6 3 a11, a22, a33 disebut sebagai
A   2 3 4 1  A   2 3 4 1
  elemen diagonal
 23 3 9   4 1 0 8  4 1 0 8

5 6

35
Jenis-jenis Matriks (5)
Jenis-jenis Matriks (4)
9. Matriks satuan  matriks diagonal yang semua elemen
7. Matriks diagonal matriks BS yang semua elemennya nol diagonalnya 1
kecuali elemen diagonalnya. Contoh : 1 0 0 0 
Contoh : 1 0 0  0 1 0 0
D  0 1 0  I  
0 0 1 0
0 0 3   
0 0 0 1 
8. Matriks skalar  matriks diagonal yang semua elemen
10. Matriks simetris  matriks BS yang mempunyai sifat
diagonalnya sama
A = AT
Contoh :
2 0 0 Contoh :  1 3 2
S   0 2 0  A   3 2 3
 0 0 2   2 3 4

7 8

Jenis-jenis Matriks (5) Jenis-jenis Matriks (6)

11. Matriks silang  matriks BS yang mempunyai sifat -A = 13. Matriks nonsingular  matriks BS yang determinannya tidak
AT sama dengan nol
Contoh : Contoh :
0 2 4
  2 1 2
A   2 0 3 A   2 2 1 

 4 3 0   3 6 1

12. Matriks singular  matriks BS yang determinannya sama 14. Invers matriks  matriks bujursangkar yang memenuhi
dengan nol A A-1 = I
Contoh :  2 1 2  Contoh :  2 1
2 2  3 
A   6 3 6 
1
A   A 
3 4  1
 1 1 0  2 

9 10

Jenis-jenis Matriks (7) Jenis-jenis Matriks (8)


15. Matriks idempoten  matriks BS yang mempunyai sifat A2 17. Matriks ortogonal : matriks BS yang inversnya = matriks
=A semula atau kuadrat matriks ini = I
Contoh :  1 Contoh :
2  5
A 2 4
  A
 4 1 3  4 
16. Matriks nilpoten matriks BS yang mempunyai sifat A2 = 0; 18. Matriks triangular  matriks BS yang semua elemen
|A|=0 diatas / dibawah elemen diagonal = 0
Contoh : Contoh :
3 9
A 
 1 3 2 6 2 2 0 0
U   0 1 3  L   3 1 0
 0 0 1   4 0 5
11 Matriks segitiga atas Matriks segitiga bawah 12

36
KEGUNAAN MATRIKS
Jenis-jenis Matriks (9)
1). Untuk menyajikan data agar lebih mudah dihitung.
19. Minor Matriks diperoleh dari matriks BS yang dihapus 2). Memudahkan pembuatan analisa tentang hubungan antara
satu baris dan satu kolom variabel-variabel dan mengolah nilai variabel-variabel ini dalam
Contoh :  2 1 2  persamaan matriks.
A   6 3 6 
3). Untuk menyelesaikan masalah Multiple-Regression, Linear
 1 1 0  Programming dan masalah lainnya dalam Riset Operasional.
Minor baris ke-3 kolom ke-1 dihitung dari matriks yang diperoleh
dengan menghapus baris ke-3 dan kolom ke-1 dari matriks A, yaitu 4). Untuk menyelesaikan persamaan linier yang
simultan.
 1 2 
 3 6  5). Dapat dipakai untuk memanipulasi tampilan data
 
agar dapat dirahasiakan sehingga tidak mudah
13
data asli disalahgunakan oleh pihak lain. 14

Operasi-operasi Matriks Operasi-operasi Matriks-lanjutan

 1 2 5 1 3 3 1 3 2. Pengurangan dua matriks


A   2 3 4 1 B   4 3 4 7   1 3 23 5 1 1  3   2 1 4  2 
 
 4 1 0 8  0 2 3 4  A  B   2  4 3  ( 3) 4  ( 4) 1  7    2 6 8 6 
 4  0 1 2 03 8  4   4 1 3 4 
1. Penjumlahan dua matriks
3. Perkalian dengan bilangan
 1 3 23 5 1 1 3  4 5 6 4 
 2(1) 2(2) 2(5) 2(1)   2 4 10 2 
A  B   2  4 3  (3) 4  (4) 1  7    6 0 0 8 
2 A   2(2) 2(3) 2(4) 2(1)    4 6 8 2 
 4  0 1  2 03 8  4   4 3 3 12 
 2(4) 2(1) 2(0) 2(8)   8 2 0 16 

15 16

Perpangkatan matriks bujur sangkar :


Operasi-operasi Matriks-lanjutan 1
An dimana n = 2, 3 …. n bilangan bulat; Hasil perpangkatannya
4. Perkalian dua matriks A x B hanya dapat bukan matriks yang elemennya perpangkatan dari tiap elemen
dikalikan, kalau semula, kecuali A adalah matriks diagonal
banyaknya kolom A = banyaknya baris B;
perkalian matriks tidak komutatif; AB ≠ BA
2 3 1
3 2
5 3  2 B8  1
Jika diketahui A   0 4 2  , maka dapatkan A 2

A      3 1 5 
1 2 4   0 5  2 3 1  2 3 1
3 2  A 2
 A . A   0 4 2  .  0 4 2  
5 3  2
Ax B   x  8  1    3 1 5   3 1 5 
1 2 4 
 0 5 
 2x2  3x0  1x3 2x3  3x4  1x1 2 x1  3 x 2  1x 5 
 5x3  3x8  (-2)x0 5x2  3x(-1)  (-2)x5   0x2  4 x0  2 x3 0x3  4 x4  2 x1 0 x 1  4 x 2  2 x 5  
 1x3  2 x8  4 x0 1x2  2 x(-1)  4 x5   
   3x2  1 x0  5 x3 3x3  1 x4  5 x1 3 x 1  1 x 2  5 x 5 
 39  3
 19  7 19 13 
 20   6
17  18 18   hasilnya bukan kuadrat elemen A 18
 21 18 30 

37
Determinan : Perhitungan Determinan hanya ada
pada matriks bujur sangkar
yang hasilnya : Pos., Negatif atau Nol Determinan-lanjutan 1

Notasi: ◊ matriks 3x3 (aturan Sarrus):


a11 a12 . . a1n
a a . . a2n a11 a12 a13 a11 a12
DetA | A| 12 22 det ( A)  a 21 a22 a23 a21 a22
. . . . .
a31 a32 a33 a31 a32
am1 am2 . . amn
◊ matriks 2x2:
= a 11 a 22 a 33  a 12 a 23 a 31  a 13 a 21 a 32
a11 a12  a 13 a 22 a 31  a 11 a 23 a 32  a 12 a 21 a 33
 a11a22  a12 a21
a21 a22
19 20

Determinan dapat digunakan untuk :


Determinan-lanjutan 2
•Untuk menilai apakah suatu matriks bujursangkar adalah matriks
◊ Matriks ukuran 4x4 atau lebih dihitung singular (determinannya = 0) ataukah matriks Non-singular (det.
dengan cara Laplace atau cara CHI’OS:  0)
Cara Laplace : diuraikan menurut elemen
salah satu baris (kolom) •Untuk menghitung Invers matriks Non-singular dengan cara
A  a11C11  a12C12    a1nC1n Adjoint.

dihitung menurut elemen baris pertama •Untuk menyelesaikan persamaan Linier Simultan (PLS) dengan
aij: unsur/elemen matriks pada baris aturan CRAMER .

ke-i dan kolom ke-j


Cij   1
i j
M ij = kofaktor dari aij
Mij = Minor dari aij = Determinan dari sub matriks yang
dihapus baris ke-i dan kolom ke-j 21 22

Determinan-lanjutan 3
◊ Cara Chi’os: dihitung berdasarkan determinan Invers Matriks
2 x 2 sebanyak (n – 1)2
Contoh dan penjelasan dapat dilihat di buku teks Jika terdapat matriks non Singular Anxn dan Bnxn sedemikian
hingga
AB = BA = In
Sifat-sifat Determinan
Maka matriks B disebut invers dari A dan sebaliknya A
◊ det(A) = 0, jika: adalah invers B
a. semua elemen baris/kolom = 0 Seringkali ditulis B = A-1 → A = B-1
◊ Untuk matriks 2x2:
b. dua baris/kolom sama nilai dan susunannya  d b 
c. satu baris(kolom) adalah kelipatan a b  1 1  d  b   ad  bc ad  bc 
A   A  ad  bc  c a    c 
baris (kolom) yang lainnya.  c d     a 
Sifat-sifat lainnya baca dari buku Teks  ad  bc ad  bc 
23 24

38
CARA MENDAPATKAN INVERS MATRIKS A
Invers Matriks-lanjutan
3 2 4
◊ matriks dimensi 3x3 atau lebih, gunakan cara
Adjoint : Jika A   5 3 1  , dapatkan A -1
adj( A)  2 1 2 
A1 
det( A) 1). H itung dulu |A |   5 (cara S A R R U S )
dengan:
adj(A) = CT, 2). M atriks kofaktor C
dimana CT = transpose dari matriks kofaktor  M 11  M 12 M 13 
 
A (matriks yang berisi semua C    M 21 M 22  M 23 
kofaktor-kofaktor dari matriks A)  M 31  M 32 M 33 
 
25 26

 3 1 5 1 5 3 
  
 1 2 2 2 2 1  1
3). Invers A  A -1  x A djoint A
|A|
 2 4 3 4 3 2
C     A djoint A  transpose C
 1 2 2 2 2 1  5 0  10 
  Jadi A  -11
x  8  2 17 

 2 4 
3 4 3 2  5 
  1 1  1 
 3 1 5 1 5 3 
 1 0 2 
 5  8  1 
=  1, 6 0,4  3 , 4 
 0  2 1   0 , 2  0 , 2 0 , 2 

  10 17  1 27 28

Sifat – sifat Invers


Sifat – sifat Invers
Diketahui A dan C ; A adalah non singular
dan kalau A B = C, Jika A dan B adalah matriks non singular,
maka
A-1 A B = A-1 C
1. (A-1)-1= A
B = A-1 C
2. (AB)-1= B-1A-1
Diketahui P dan R ; R adalah Non singular 3. (AT)-1 =(A-1)T
dan kalau : D R = P, 4. Jika |A| = p, maka |A-1| = 1/p
D R R-1 = P R-1
D = P R-1

29 30

39
Dari operasi matriks : A x B = C,
diketahui B dan C dan B adalah
matriks non singular, yakni :
 27 20 
5 4 
B  dan C  15 10 
3 2   36 28 
maka dapatkan matriks A
Jawab : Hitung dulu Invers B 
1  2  4  1 2 
B -1  . 
10 - 12   3 5  1,5  2,5

 27 20 
 1 2 
maka A  C x B -1  15 10  x  
1,5  2,5
 36 28  
- 27  30 54 - 50   3 4
 - 15  15 30 - 25   0 5 
  
 - 36  42 72 - 70  6 2 
31

40