Anda di halaman 1dari 27

BAB 1

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Arsitektur adalah bagian dari kebudayaan manusia, berkaitan dengan berbagai segi
kehidupan, antara lain: seni, teknik, ruang/tata ruang, geografi dan sejarah. Dari segi
seni, arsitektur adalah seni bangunan termasuk di dalamnya adalah bentuk. Dari segi
teknik, arsitektur adalah sistem mendirikan bangunan termasuk proses perancangan,
konstruksi, struktur dan menyangkut aspek dekorasi dan keindahan. Dari segi ruang,
arsitektur adalah pemenuhan kebutuhan ruang oleh manusia atau kelompok manusia
untuk melaksanakan aktifitas tertentu. Dari segi sejarah, kebudayaan dan geografi,
arsitektur adalah ungkapan fisik dan peninggalan budaya dari suatu masyarakat dalam
batasan tempat dan waktu tertentu.

Arsitektur Modern mulai berkembang pada abad XVI di Eropa dimulai dengan
Eklektisme. Dalam sejarah perkembangan arsitektur, istilah eklektisme dipakai untuk
menandai gejala pemilihan atau percampuran gaya-gaya pada abad XIX. Eklektik
sendiri berarti memilih terbaik dari yang sudah ada sebelumnya. Arsitektur Eklektisme
adalah aliran memilih, memadukan unsur-unsur atau gaya ke dalam bentuk tersendiri.

Pada akhir abad XIX, Arsitektur Modern Skandinavia (Norwegia, Swedia) dan
Finlandia masih didominasi oleh Neo-Klasikisme dan eklektikisme. Hal ini dipengaruhi
oleh budaya dan iklim politik National Romantic. Bila di Perancis dikenal Le Corbusier
yang cenderung merancang dalam bentuk-bentuk flat, kotak dan tanpa ornamen, di
Jerman dikenal Mies Van Der Rohe yang masih konsisten dengan ciri khas clear dan
simple, di Amerika dikenal Frank Lloyd Wright yang berkarya dengan gaya arsitektur
kesederhanaan, ketenangan dan menyatu dengan alam, maka tokoh penting yang dapat
disejajarkan dengan nama-nama tersebut dalam sejarah arsitektur modern Finlandia
adalah Hugo Alvar Henrik Aalto.

Modernisme pada Abad ke-20 pertengahan akhir dan seterusnya

Dimulai pada tahun 1928, sebuah organisasi CIAM (Congres Internationaux


d'Architecture Moderne) mempromosikan Arsitektur Modern dan menangani
penekanan desain bangunan dan isu-isu perencanaan kota. Le Corbusier adalah seorang

Ayu Indah 1105702 - Mei Adilah 1105155 | Alvar Aalto dalam Dunia Arsitektur Modern 1
tokoh utama, tetapi sebagian besar tokoh-tokoh modernis berpartisipasi, seperti Walter
Gropius dan Alvar Aalto.

Alvar Aalto adalah salah satu arsitek pertama dan paling berpengaruh dari gerakan
modern Skandinavia karena karyanya menunjukkan keseimbangan yang dibuat dengan
bentuk yang rumit dan kompleks, ruang dan elemen mengungkapkan tradisionalisme
berakar pada warisan budaya dan lingkungan fisik finlandia. Aalto membuat Jyvaskyla
di Finlandia Tengah menjadi sebuah kota terkemuka untuk arsitektur, dengan banyak
gedung-gedung yang dirancang olehnya dibanding di kota-kota lain.

Alvar Aalto memanifestasikan pemahaman tentang kebutuhan psikologi masyarakat


modern, kualitas tertentu dari lingkungan finlandia dan tradisi, teknis dan budaya
arsitektur skandinavia. Alvar Aalto adalah anggota dari Congres Internationaux
d'Architecture Moderne. Karya arsitektur utama meliputi Hall Finlandia di Helsinki,
Finlandia, dan kampus Helsinki University of Technology.

B. Tujuan Penulisan
 Untuk memahami gagasan dan pemikiran dari arsitek Alvar Aalto.
 Untuk memahami konsep yang diterapkan arsitek Alvar Aalto terhadap
karyanya pada Arsitektur Modern.
 Untuk memahami pendekatan perancangan yang digunakan arsitek Alvar Aalto
terhadap karyanya pada Arsitektur Modern.
 Untuk mengetahui kontribusi arsitek Alvar Aalto terhadap Arsitektur Modern.

C. Urgensi Pemilihan Judul

Di dalam pemilihan judul untuk penulisan makalah ini, kami memiliki beberapa
pertimbangan mengapa kami memilih arsitek Alvar Aalto yang berkebangsaan asli
Finlandia sebagai objek untuk dikaji dalam pembahasan tentang arsitektur modern,
yakni diantaranya:
1. Karena Aalto menjadi arsitek pertama yang tidak lagi terikat pada pengaruh
National Romantic yang pada saat itu pengaruhnya masih sangat besar. Itu
terlihat pada karyanya yakni gedung perkumpulan pekerja (Wokers Club) di
Jyvaskyla.

Ayu Indah 1105702 - Mei Adilah 1105155 | Alvar Aalto dalam Dunia Arsitektur Modern 2
2. Alvar Aalto adalah seorang arsitek sekaligus sebagai seorang desainer yang
cukup populer namanya di dalam arsitektur modern terutama di Finlandia.
3. Alvar Aalto tidak hanya mendesain bangunan dengan skala yang kecil tapi
mencakup skala yang besar seperti perencanaan kota.
4. Sebagai Desainer, desain dari Alvar Aalto mencakup interior, furniture dan desain
kaca.
5. Karakter desain Alvar Aalto di ekspresikan melalui karateristik kepribadiannya
yang cenderung santai dan mengalir.
6. Saat mendisain dia meresapi karyanya dengan suasana hati, intensitas suasana
dan identitas nasionalnya.

Alvar Aalto pernah berkata “We should work for simple, good, undecorated things,
but things which are in harmony with the human being and organically suited to the
little man on the street.” Alvar Aalto, speech in London 1957

Dari beberapa pertimbangan di atas mengenai Aalto kami memberikan alasan kami
mengapa Alvar Aalto sangat penting untuk dikaji dalam pembahasan tentang arsitektur
modern. Diantaranya:

- Dilihat dari kepribadiannya yang cenderung santai dan mengalir, karakter pada
desainnya pun mengikuti karakteristik kepribadiannya yang menentukan desain
Aalto menjadi sederhana, tanpa ornamen-ornamen. Seperti halnya karakteristik
pada arsitektur modern sendiri yakni:
1. Menolak adanya bordiran atau ukiran dalam bangunan.
2. Menyederhanakan bangunan sehingga format detail menjadi tidak perlu.
Terlihat pada hasil karya Aalto yang sederhana tanpa ornamen dan juga bahwa
arsitektur modern adalah sebagai bentuk penolakan terhadap gaya lama.
- Aalto juga memiliki kepribadian yang berani dan percaya diri. Karena, Aalto
adalah salah seorang arsitek Finlandia yang menjadi arsitek pertama yang tidak
lagi terikat pada pengaruh National Romantic, yang masih cukup besar
pengaruhnya pada masa itu.

Kontribusinya terhadap pengembangan arsitektur dimasa kini adalah dengan


mengambil pelajaran dari Aalto, bahwasannya ilmu yang kita pelajari ini sangat luas
cakupannya tidak hanya arsitektur sebatas mendesain bangunan, landscape, interior,
tapi bisa berinovasi mendesain furniture seperti halnya Aalto.

Ayu Indah 1105702 - Mei Adilah 1105155 | Alvar Aalto dalam Dunia Arsitektur Modern 3
BAB II
PEMBAHASAN

A. Deskripsi

Alvar Aalto bernama asli Hugo Alvar


Henrik Aalto adalah salah seorang arsitek
dan designer dari Finlandia. Di dilahirkan
pada 3 Februari 1898 di Kuortane, sebuah
kota di Finlandia dan meninggal pada 11
Mei 1976 di Helsinki. Semasa hidupnya,
Alvar Aalto tidak hanya mendisain rumah
dan bangunan, tapi ia juga mendisain
furniture dan glassware. ayahnya, Johan Henrik Aalto adalah seorang surveyor tanah-
tanah di Finlandia, ibunya Selly Matilda adalah seorang kepala kantor pos. Pada tahun
1916, ia mendaftarkan diri untuk belajar arsitektur di Universitas Teknologi Helsinki,
dan lulus pada tahun 1921. Kemudian pada tahun 1923, ia membuka kantor arsitektur
pertamanya di Jyvaskyla, Finlandia Tengah. Pada tahun berikutnya, ia menikah dengan
arsitek bernama Aino Marsio dan telah memiliki dua orang anak. Anak pertamanya,
Johanna “Hanni” Alanen Aalto, seorang wanita, lahir pada tahun 1925. Anak kedua
mereka seorang laki-laki bernama Hamilkar Aalto yang lahir pada tahun 1928. Aino
juga seorang arsitek, tapi ia lebih berkonsentrasi pada rancangan-rancangan yang detail
seperti interior design, furniture, lampu, glassware, dan lain sebagainya.

B. Gagasan, Pemikiran dan Konsep


- Pada Tahun 1920, pada masa awal kariernya Alvar Aalto menjadi arsitek
pertama yang tidak lagi terikat pada pengaruh budaya National Romantic
dalam karyanya. Hal itu terlihat pada gedung yang dirancangnya yakni
gedung perkumpulan pekerja (Wokers Club) di Jyvaskyla (1924-1925).
- Tahun 1930, berkembang dengan rancangan yang disebut International
Style dan menerapkan konsep Form Follow Function dari arsitektur
Functionalism.

Ayu Indah 1105702 - Mei Adilah 1105155 | Alvar Aalto dalam Dunia Arsitektur Modern 4
- Pada tahun 40-an Aalto cenderung bergaya Modern Kontemporer, terlihat
pada karya-karyanya yakni Baker House, Cambridge, Massachusetts
(1947-1951).
- Pada tahun 1948 Aalto menggunakan konsep keharmonisan dalam bentuk
dan komposisi pada karya rancangannya National Pension Bank.
- Pengaruh Frank Lloyd Wright dan Le Corbusier cukup besar pada
rancangan Aalto. Hal ini terlihat pada penggunaan bata merah exposed
pada hampir semua bangunannya. Dan dalam penggunaan jendela
berbentuk pita (ribbon window) pada beberapa karya rancangannya.

Masa antara tahun 1950 hingga meninggal (1976), merupakan masa puncak
kariernya sebagai arsitek, merancang sejumlah bangunan penting dengan berbagai
fungsi antara lain gereja, kampus, kantor, perumahan, pusat kebudayaan, pabrik dan
lain-lain di berbagai Negara. Aalto mendesain 500 gedung-gedung individu, tepatnya
300 untuk yang telah dibangun, terutama di Finlandia. Ia juga membangun beberapa
bangunan di USA, Jerman, Italia dan Perancis.

Alvar Aalto, Arsitek sekaligus Desainer ini, ia lebih mengusung tema dan gaya
modern dan minimalis. Gaya desainnya juga tidak lepas dari peran istrinya yang
berprofesi sebagai arsitek yang lebih berkonsentrasi pada rancangan-rancangan yang
detail seperti interior design, furniture, lampu, glassware, dan lain sebagainya.

Alvar Aalto terkenal dengan pendekatan humanistic untuk modernism ia berusaha


memuaskan kriteria sosial dan psikologi. Aalto juga mengembangkan sendiri
pendekatan fungsional yang erat sejajar dengan arsitek Deutscher Werkbund dari
periode yang sama. Alvar Aalto mempunyai konsep dualistis mengenai penciptaan
arsitektur. Menurutnya, arsitektur memerlukan waktu yang lama untuk berkembang dan
perkembangannya dapat terjadi pada dua tempat yang berbeda.

Ayu Indah 1105702 - Mei Adilah 1105155 | Alvar Aalto dalam Dunia Arsitektur Modern 5
C. Karya-karya Alvar Aalto

Karir Alvar Aalto dimulai dari gaya Classicism. Saat Alvar Aalto kembali ke
Jyväskylä di tahun 1923 untuk membangun sendiri kantor pribadinya, Aalto juga
berkonsentrasi pada rancangan rumah tinggal. Hampir semuanya ternyata didisain
dengan gaya klasik, seperti Manor House untuk sepupu ibunya, Terho Manner di
Toysa pada tahun 1923,

Gambar: Potongan Terho Manner in Tosya (1923) Gambar: Terho Manner in Tosya (1923)
http://file.alvaraalto.fi/search.php?id=455 http://www.trianglemodernisthouses.com/aalto.htm

sebuah villa musim panas untuk kepala suku di Jyväskylä pada tahun 1923, dan Alatalo
Farmhouse in Tarvaala pada tahun 1924.

Gambar: Alatalo Farmhouse in Tarvaala (1924)


http://www.trianglemodernisthouses.com/aalto.htm

Ayu Indah 1105702 - Mei Adilah 1105155 | Alvar Aalto dalam Dunia Arsitektur Modern 6
Selama beberapa periode inilah Alvar Aalto juga menyelesaikan gedung publik
pertamanya, pada gedung perkumpulan pekerja Worker’s Club di Jyväskylä pada tahun
1924-1925.

Gambar: Tampak Depan Worker’s Club di Jyväskylä Gambar: Tampak Samping Worker’s Club
GreatBuildings.com GreatBuildings.com

Gambar: Lantai Dasar Worker’s Club di Jyväskylä Gambar: Lantai 1 Worker’s Club di Jyväskylä
GreatBuildings.com GreatBuildings.com

Gambar: Lantai 2 Worker’s Club di Jyväskylä Gambar: Potongan Worker’s Club di Jyväskylä
GreatBuildings.com GreatBuildings.com

Ayu Indah 1105702 - Mei Adilah 1105155 | Alvar Aalto dalam Dunia Arsitektur Modern 7
Gedung perkumpulan pekerja (Worker’s Club) di Jyväskylä, rancangan Aalto pada
gedung Worker’s Club tidak lagi menggunakan atap berkemiringan tajam tetapi datar
seperti pada arsitektur International Style. Dindingnya berwarna cerah rata, bagian
bawah dari gedung ini untuk restoran, bidang luar dibuat dengan kolom-kolom silindris
dan deretan pintu jendela kaca memenuhi bidang antara kolom-kolom tersebut.
Perbedaan fungsi dibuat dengan perbedaan bentuk ini, merupakan penerapan konsep
form follow function dari arsitektur functionalism, demikian pula kesederhanaan bentuk
dan tidak adanya elemen-elemen dekorasi.

Gedung Southwestern Agricultural Cooperative, Turki. Gaya arsitekturnya identik


dengan Worker’s Club, ke luar dari National Romantic beratap datar, dinding putih
tanpa ornamen, berirama monoton dengan deretan jendela ke atas dan kesamping. Pada
dinding-dinding lantai dasar, jendelanya dibuat lebih lebar dari yang di atas.

Gambar: Southwestern Agricultural Cooperative, Turki


http://www.docomomo-fi.com

Gambar: Denah Southwestern Agricultural Cooperative, Turki


http://file.alvaraalto.fi/search.php?id=208

Ayu Indah 1105702 - Mei Adilah 1105155 | Alvar Aalto dalam Dunia Arsitektur Modern 8
Proyek Alvar Aalto terbesar selama berada di Turki, adalah Tuberculosis
Sanatorium di Paimio, (1929-1933). Dibuat mendasarkan pada efisiensi hubungan dan
orientasi rasional antar unit, topografi lahan dan terhadap alam terutama matahari.
Konstruksi, struktur, bentuk maupun detail-detail bagian bangunan mencerminkan
modern Cubism, Rationalism, Functionalism ataupun International Style lepas bebas
dari elemen klasik maupun National Romantic. Hasil penerapan konsep modern
tersebut berupa susunan unit yang masing-masing sederhana tanpa elemen dekorasi.
Yang menjadi unsur dekorasi dalam komposisi adalah elemen-elemen bangunannya
sendiri: jendela memanjang (ribbon window), lantai, balustrade, atap datar digunakan
untuk teras berjemur, di mana pada saat cuaca cerah dapat ditaruh tempat tidur dan
dindingnya berwarna cerah.

Gambar: Tuberculosis Sanatorium in Paimio (1929-1933)


http://file.alvaraalto.fi/search.php?id=208

Ayu Indah 1105702 - Mei Adilah 1105155 | Alvar Aalto dalam Dunia Arsitektur Modern 9
Kompleks rumah sakit terletak di atas tanah berbukit-bukit, unit perawatan berupa
bangunan blok sangat panjang terdiri dari tujuh lantai, menghadap ke selatan di mana
bersinar matahari pagi, berpemandangan hijau luas terbuka dan udara segar, di mana
merupakan aspek penting dalam proses penyembuhan penyakit TBC.

Aalto membawa arsitektur modern dengan analisis permasalahan secara detail,


berkonsentrasi pada penggunaan dan fungsinya secara total dalam lingkungan rumah
sakit, untuk pemulihan kesehatan dari berbagai aspek termasuk: ruang dalam (furniture),
lavatories, tempat tidur, lampu-lampu, warna, ventilasi, pemandangan (view), privacy
dan kenyamanan-kenyamanan lainnya.

Kembali pada awal karir Alvar Aalto dengan gaya yang lebih fungsional. Gaya
rancangan Alvar Aalto yang meraup dari model klasik sampai modern ditunjukkan oleh
karyanya City Library di Viipuri, Finlandia (1933-1935). Gaya Humanistic yang ia
miliki sangat terlihat pada bangunan ini. Hal ini dapat ditemukan dari material yang
digunakan, warna yang hangat, dan garis-garis yang khas.

Gambar: Denah Lantai Dasar, City Library Viipuri


GreatBuildings.com

Gambar: Denah Lantai 1, City Library Viipuri


GreatBuildings.com

Ayu Indah 1105702 - Mei Adilah 1105155 | Alvar Aalto dalam Dunia Arsitektur Modern 10
Gambar: Denah Lantai 2, City Library Viipuri
GreatBuildings.com

Gambar: Potongan, City Library Viipuri


GreatBuildings.com

Aalto mempunyai konsep dualistis mengenai penciptaan arstitektur. Menurut Aalto


aristektur memerlukan waktu yang lama untuk berkembang dan perkembangannya
dapat terjadi pada dua tempat yang berbeda. Penerapannya ada pada rancangannya
yakni, Villa Mairea di Noormarku, Finlandia (1937-1938). Karya Aalto untuk rumah
peristirahatan pedesaan di tengah hutan, berdenah L, seperti kebanyakan bangunan
Aalto, sederhana tanpa hiasan terdiri dari susunan blok-blok bertingkat dua.

Ayu Indah 1105702 - Mei Adilah 1105155 | Alvar Aalto dalam Dunia Arsitektur Modern 11
Gambar: Denah Lantai Dasar, Villa Mairea di Noormarku, Finlandia
http://alanapeddie.blogspot.com/2011/03/arch1201-project-one-villa-mairea-alvar.html

Gambar: Denah Lantai 1, Villa Mairea di Noormarku, Finlandia


http://alanapeddie.blogspot.com/2011/03/arch1201-project-one-villa-mairea-alvar.html

Gambar: Potongan, Villa Mairea di Noormarku, Finlandia


http://alanapeddie.blogspot.com/2011/03/arch1201-project-one-villa-mairea-alvar.html

Ayu Indah 1105702 - Mei Adilah 1105155 | Alvar Aalto dalam Dunia Arsitektur Modern 12
Gambar: Perspektif, Villa Mairea di Noormarku, Finlandia
http://alanapeddie.blogspot.com/2011/03/arch1201-project-one-villa-mairea-alvar.html

Pada masa akhir perang dunia II, Aalto berusia 47 tahun, pindah ke Amerika Serikat
sehubungan dengan kondisi ekonomi Finlandia yang mengalami stagnasi akibat perang
dan kurang menguntungkan baginya. Di Amerika, Aalto mengajar di M.I.T
(Massachusetts Institute of Technology) Cambridge. Proyeknya yang cukup penting
dibuat pada masa itu, adalah Baker House, (1947-1951) di Cambridge, Massachusetts,
sebuah asrama untuk mahasiswa senior. Lokasinya di dalam kampus pinggiran sungai
Charles, dengan pemandangan kearah sungai. Bangunan ini sederhana, tanpa
penonjolan elemen struktur (kolom, balok dan lain-lain), seperti pada arsitektur
fungsionalisme.

Gambar: Baker House, in Cambridge (1947-1951)


http://rachaelcharlottebrown.blogspot.com201011nature-and-space.html

Ayu Indah 1105702 - Mei Adilah 1105155 | Alvar Aalto dalam Dunia Arsitektur Modern 13
Antara tahun 1950-1952, Aalto terlibat dalam perancangan dan pembangunan Balai
Kota (Town Hall) Saynatsallo di Finlandia. Secara keseluruhan konstruksi bangunan
menggunakan bata exposed, tidak diplester sehingga dinding-dindingnya berwarna
merah termasuk pada ruang dalamnya.
Atapnya kombinasi datar dan miring cukup
tajam tanpa tritisan, sehingga dari luar
bentuknya kontras, terdiri dari blok di atasnya
datar dan runcing-runcing. Konstruksi bata ini
dikombinasikan dengan konstruksi kayu yang
juga exposed menjadi elemen dekorasi pada
ruang dalam. Lingkungan permukiman gedung
Balai Kota Saynatsallo, dikelilingi oleh hutan
dan berbukit-bukit termasuk lahan di mana
kompleks berdiri, dengan tidak banyak
mengubah bentuk permukaan unit-unitnya
disusun berteras-teras tinggi rendah.
Gambar: Balai Kota (Town Hall) Saynatsallo di Finlandia
www.GreatBuildings.com

Gambar: Tampak Kanan, Balai Kota (Town Hall) Saynatsallo di Finlandia

Gambar: Tampak Kiri, Balai Kota (Town Hall) Saynatsallo di Finlandia

Ayu Indah 1105702 - Mei Adilah 1105155 | Alvar Aalto dalam Dunia Arsitektur Modern 14
Gambar: Main Floor, Town Hall Saynatsallo in Finlandia

Gambar: Roof Plan, Town Hall Saynatsallo in Finlandia

Gambar: Section A, Town Hall Saynatsallo in Finlandia


GreatBuildings.com

Gambar: Section B, Town Hall Saynatsallo in Finlandia


GreatBuildings.com

Ayu Indah 1105702 - Mei Adilah 1105155 | Alvar Aalto dalam Dunia Arsitektur Modern 15
Salah satu proyeknya yang sangat besar adalah komplek Civic Center di Finlandia
(1952-1966), terdiri dari gereja, balai kota, balai pertemuan dan perpustakaan. Seperti
pada bangunan rancangannya, unit-unit dalam lingkungan Civic Center, mempunyai
tujuan praktis, mengacu pada fungsi dan kebutuhan ruang sesuai dengan kegiatannya.
Kontras dalam bentuk maupun warna yang menjadi ciri dalam arsitektur modern.

Gambar: Site Plan, Civic Center in Finlandia


http://en.wikiarquitectura.com/index.php/Sein%C3%A4joki_Town_Hall

http://en.wikiarquitectura.com/index.php/Sein%C3%A4joki_Town_Hall

http://en.wikiarquitectura.com/index.php/Sein%C3%A4joki_Town_Hall

Ayu Indah 1105702 - Mei Adilah 1105155 | Alvar Aalto dalam Dunia Arsitektur Modern 16
http://en.wikiarquitectura.com/index.php/Sein%C3%A4joki_Town_Hall

http://en.wikiarquitectura.com/index.php/Sein%C3%A4joki_Town_Hall

http://en.wikiarquitectura.com/index.php/Sein%C3%A4joki_Town_Hall

Lecture Theatre utama di Finnish Institute of Technology, Otaniemi Helsinki,


Finlandia (1955-1964) rancangan Aalto. Denahnya merupakan seperempat lingkaran,
pada garis keliling lingkaran dindingnya sangat tinggi. Atapnya miring makin ke titik
pusat makin rendah. Pada bagian ujung atapnya dibuat dari beton berteras-teras
digunakan untuk teater terbuka (amphitheatre), mendapat inspirasi dari berbagai
amphitheatre kuno di Yunani.

Ayu Indah 1105702 - Mei Adilah 1105155 | Alvar Aalto dalam Dunia Arsitektur Modern 17
Gambar: Lecture Theatre Finnish Institute of Technology, Otaniemi Helsinki, Finlandia
http://en.wikipedia.org/wiki/File:Helsinki_University_of_Technology_auditorium.jpg

Gedung ini mengungkap kemampuan Aalto berkreasi dalam bentuk dikaitkan


dengan fungsinya, dalam hal ini mempunyai fungsi ganda yaitu lecture theatre di dalam
dan amphitheatre di luar (pada atapnya). Kesukaan Aalto menggunakan bata exposed
kembali terlihat pada main lecture theatre, yang secara keseluruhan sederhana, tanpa
ornamen.

Pada tahun 1948 Aalto memenangkan sayembara perancangan National Pension


Bank, Helsinki, Finlandia. Proyek baru mulai dilaksanakan pada tahun 1952 dan selesai
tahun 1956.

Gambar: National Pension Bank, Helsinki Finlandia, Plan 1

Ayu Indah 1105702 - Mei Adilah 1105155 | Alvar Aalto dalam Dunia Arsitektur Modern 18
Gambar: National Pension Bank, Helsinki Finlandia, Plan 2

Konsep umum Aalto dalam perancangan gedung ini, adalah keharmonisan dalam
bentuk dan komposisi, antara kantor atau bank dengan perumahan disekelilingnya.

Gambar: Tampak, National Pension Bank, Helsinki Finlandia

Pengaruh Frank Lloyd Wright cukup besar pada rancangan Aalto, terutama setelah
ia bertemu dan mengikuti ceramah Wright, mengenai penggunaan bata sebagai “alat
untuk membangun”. Sejak saat itu, hampir semua bangunannya termasuk Bank yang
telah diuraikan di atas dan National Pension Bank, Helsinki, ini menggunakan bata
merah exposed.

Sebagai arsitek besar, Alvar Aalto telah menerima banyak penghargaan, termasuk
dari AIA, yaitu sebuah Gold Medal. Penghargaan Aalto sudah termasuk Medali Emas
Royal untuk Arsitektur dari Royal Institute of British Architects (1957) dan Medali
Emas dari American Institute of Architects (1963). Ia terpilih menjadi Anggota

Ayu Indah 1105702 - Mei Adilah 1105155 | Alvar Aalto dalam Dunia Arsitektur Modern 19
Kehormatan Luar Negeri dari American Academy of Arts dan Ilmu Pengetahuan pada
tahun 1957. Semasa hidupnya, Alvar Aalto tidak hanya mendisain rumah dan bangunan,
tapi ia juga mendisain berbagai bentuk furniture dan glassware, serta merancang
interior dari sejumlah bangunan yang dirancangnya.

 Furniture dan Glassware


1. Paimio Chair (1932)
Dibuat dari bahan kayu ‘Beech’, yang diolah dengan cara pemanasan dan
pembentukan, disebut dengan teknik ‘bentwood’. Munculnya teknik
‘bentwood’ yang diperlihatkan oleh ‘Paimio chair’ telah mengubah
pandangan pada saat itu, bahwa bentuk-bentuk ‘elegan’ dari sebuah kursi,
hanya dapat diproses dengan teknik yang dilakukan oleh mesin para era
industry saat itu (’Machine age’).

Sumber: http://www.disenoyarquitectura.net

2. Three-legged stacking Stool 60, Four-legged Stool E60 (1933)


Dirancang oleh Alvar Aalto dan diproduksi oleh Artek, yakni perusahaan
yang didirikan Aalto yang bergerak dalam bidang furniture.

Gambar: Three-legged stacking Stool 60 Gambar: Four-legged Stool E60


http://www.wkworks.com/stools/model-60 http://www.smow.com

Ayu Indah 1105702 - Mei Adilah 1105155 | Alvar Aalto dalam Dunia Arsitektur Modern 20
3. Armchair 400 Tank Chair (1936)
Adalah salah satu potongan klasik Aalto. Kerangka kursi terdiri dari
kantilever dilaminasi kayu ‘Beech’, desain mengesankan yang
menawarkan kenyamanan. Kursi 400 tersedia dalam berbagai kain atau
kulit.

Sumber: http://hivemodern.com

Sumber: http://hivemodern.com

4. Floor Lamp A805 (1954), Floor Lamp A810 (1959)

Gambar: Floor Lamp A805 Gambar: Floor Lamp A810


http://www.aram.co.uk http://www.architonic.com

Ayu Indah 1105702 - Mei Adilah 1105155 | Alvar Aalto dalam Dunia Arsitektur Modern 21
5. IITTALA Alvar Aalto Vase (1936)

Sumber: http://www.design-3000.com Sumber: http://vasekino.net

Ukuran : Panjang 20 cm, Lebar 18,5 cm, Tinggi 16 cm


Berat : 1,245 kg
Kategori : Vas
Warna : putih
Bahan : kaca
Designer : Alvar Aalto

6. Alvar Aalto Flower Vase Set (1936)

Sumber: http://hivemodern.com

Bentuk legendaris. Alvar Aalto menciptakan vas Aalto dalam berbagai


bentuk, ukuran dan warna untuk littala dan World Fair di Paris pada
tahun 1937. Aalto vas telah menjadi salah satu objek kaca yang paling
terkenal di dunia, hal ini dipamerkan di beberapa museum desain yang
paling penting di dunia.

Ayu Indah 1105702 - Mei Adilah 1105155 | Alvar Aalto dalam Dunia Arsitektur Modern 22
 Rancangan Interior
1. 1939: Villa Mairea

Sumber: http://www.trianglemodernisthouses.com/aalto.htm

2. 1952: The Alvar and Elissa Aalto Summer House

Sumber: http://www.trianglemodernisthouses.com/aalto.htm

3. 1959: Maison Louis and Olga Carre

Sumber: http://www.trianglemodernisthouses.com/aalto.htm

Ayu Indah 1105702 - Mei Adilah 1105155 | Alvar Aalto dalam Dunia Arsitektur Modern 23
BAB III
ANALISIS EKSPLORATIF

A. Analisis Gagasan dan Pemikiran Arsitek

Alvar Aalto adalah arsitek modernism yang berasal dari Finlandia. Gagasan dan
pemikirannya berawal dari pendekatan humanistic yang dilakukannya untuk
modernism. Aalto berusaha memuaskan kriteria sosial dan psikologi masyarakat
modern, kualitas tertentu dari lingkungan finlandia dan tradisi, teknis dan budaya
arsitektur skandinavia. Pemikirannya yakni perencanaan suatu karya arsitektur yang
memperhatikan keadaan alam dan lingkungan, menghargai tradisi alam beserta isinya
dan tidak tergantung kepada bahan-bahan buatan pabrik.
Menurut Aalto, masalah arsitektural yang paling sulit adalah membentuk
lingkungan sekitar bangunan ke dalam skala manusia. Lahan yang tersisa sebaiknya
tidak diolah hanya sebagai taman melainkan sebagai pergerakan organik dari manusia
dan dapat bersesuaian dengan bentuk, sehingga didapat hubungan yang erat antara
manusia dan arsitektur. Dalam 'Paris Pavillion' masalah ini dapat diselesaikan.
Pendekatan organik dari manusia diterapkan Aalto pada detailnya. Viipuri Library dan
Paimio Sanatorium, meskipun dibangun dengan beton bertulang, Aalto tetap
memberikan waktu untuk memperluasnya dengan aturan fungsional dengan tujuan
untuk mencukupi kebutuhan fisik maupun psikis.

B. Analisis Konsep Rancangan Arsitek

Konsep rancangan Aalto adalah mengakumulasikan konsep form follow function


dari arsitektur functionalism dan konsep modern cubism dengan mengedepankan
kedekatan dengan alam, menjadi salah satu pola piker yang mendasari Aalto dalam
konsep rancangannya. Aalto juga menggunakan konsep keharmonisan dalam bentuk
dan komposisi pada karya rancangannya yakni, National Pension Bank.
Salah satu ciri konsep modern cubism ialah menyatukan ruang luar dan ruang
dalam dengan bukaan pintu dan jendela selebar bidang dengan berbagai bentuk. Hal
ini terlihat dari beberapa karya Aalto yang banyak menggunakan ribbon window,
yang mengadopsi dari Le Corbusier. Selain itu, konsep arsitektur fungsionalisme yang

Ayu Indah 1105702 - Mei Adilah 1105155 | Alvar Aalto dalam Dunia Arsitektur Modern 24
digunakan oleh Aalto dalam rancangannya ialah tidak adanya ornamen-ornamen pada
bangunan yang digunakan.

C. Analisis Karya Arsitek

Alvar Aalto dalam merancang karya-karyanya sangat memperhatikan kebutuhan


fisik maupun psikis dari masyarakat. Aalto lebih berkonsentrasi pada aspek manusia
di dalam merancang karyanya. Aalto menyatakan bahwa membuat arsitektur yang
lebih baik lebih fungsional daripada hanya sekedar teknikal, hal ini dapat mencapai
kehidupan yang harmonis bagi manusia. Aalto juga memuaskan perhatiannya pada
kreasi lingkungan yang akan menghasilkan kebaikan manusiawi (human well being).
Dalam beberapa karya, misalnya Tuberculosis Sanatorium di Paimio. Dibuat
mendasarkan pada efisiensi hubungan dan orientasi rasional antar unit, topografi lahan
dan terhadap alam terutama matahari. Pada karyanya ini, Aalto sangat memperhatikan
bagaimana aspek-aspek penting dalam proses penyembuhan penyakit TBC, yakni
bangunan dibuat menghadap ke selatan di mana bersinar matahari pagi,
berpemandangan hijau luas terbuka dan udara segar, ruang dalam (furniture),
lavatories, tempat tidur, lampu-lampu, warna, ventilasi, pemandangan (view), privacy
dan kenyamanan-kenyamanan lainnya.

D. Analisis Kontribusi Arsitek dalam Dunia Arsitektur Modern

Dalam konsep perancangannya, Alvar Aalto memberikan warna beda untuk


arsitektur modern. Aalto memadukan aspek modern yang kental dengan fungsionalitas
ruang, bangunan tanpa ornamen, bentuk geometris dan kontras antara ruang kolektif
yang besar dan ruang individu dengan keharmonisan dan kedinamisan ruang dalam
yang tidak terlalu kaku dengan material beton ciri khas dari bangunan modern. Aalto
merancang interior bangunan karyanya dengan material serba kayu, mulai dari
furniture, penutup lantai, plafond dan aksen-aksen bagian ruangan lainnya yang
dibalut dengan nuansa material kayu, sehingga menimbulkan kesan yang santai dan
nyaman saat berada didalam bangunan tersebut, serta menghilangkan kesan kaku pada
bagian eksterior bangunannya.

Ayu Indah 1105702 - Mei Adilah 1105155 | Alvar Aalto dalam Dunia Arsitektur Modern 25
BAB IV
PENUTUP

A. Kesimpulan

• Alvar Aalto terkenal dengan pendekatan humanistic-nya untuk modernism, Ia


berusaha memuaskan kriteria sosial dan psikologi masyarakat.

• Dalam perjalanan hidupnya sebagai seorang arsitek dan designer, Aalto banyak
belajar dari profesional-profesional arsitek lainnya, yang kemudian ia terapkan
dalam beberapa konsep rancangannya.

• Alvar Aalto adalah seorang arsitek sekaligus designer yang memiliki kepribadian
yang santai dan mengalir. Kepribadiannya ini dapat dilihat dari karya-karyanya
yang simpel (tanpa ornamen) pada bangunannya dan lebih mengutamakan efisien
ruang dan kenyamanan.

Ayu Indah 1105702 - Mei Adilah 1105155 | Alvar Aalto dalam Dunia Arsitektur Modern 26
DAFTAR PUSTAKA
- Sumalyo, Yulianto, (1997), Arsitektur Modern, Yogyakarta: Gadjah Mada
University Press.
- A World History of Architecture, Michael Fazio, Mariam Maffet, Lawrence
Wodehouse (2008)
- http://anisavitri.wordpress.com/2009/07/10/arsitektur-modern-setelah-tahun-1940-
bag-5/
- http://www.aalto.com/about-alvar-aalto.html
- http://architect.architecture.sk/alvar-aalto-architect/alvar-aalto-architect.php
- http://www.styleture.com/2011/04/18/modern-masters-series-alvar-aalto/
- http://www.tjoret.net/2011/01/alvar-aalto-sang-bapak-modernisme.html
- http://excooldesign.blogspot.com/2013/01/bio-alvar-aalto.html
- http://www.articlesphere.com/Article/Alvar-Aalto--A-Master-of-Timeless-
Design/126863
- CREATED by kotonogo on Friday, May 06, 2011
- http://kotonogo.blogspot.com/2011/05/alvar-aalto.html
- http://www.trianglemodernisthouses.com/aalto.htm
- http://lifestyle.kompasiana.com/urban/2011/01/10/arsitek-dari-hutan-finland-
332044.html
- http://www.aalto.com/natural-aalto-3leg-stool.html

Ayu Indah 1105702 - Mei Adilah 1105155 | Alvar Aalto dalam Dunia Arsitektur Modern 27