Anda di halaman 1dari 2

ERITEM dan EFLORESENSI

Bila terdapat warna kemerahan pada kulit ada 3 kemungkinan yaitu


eritema, purpura, dan teleangiektasis. Eritema yaitu kemerahan pada kulit yang
disebabkan pelebaran pembuluh darah kapiler yang reversibel (bila ditekan warna
kemerahan akan hilang dan warna akan kembali jika jari dilepaskan). Hal tersebut
untuk membedakan dengan purpura dan teleangiektasis karena bila ditekan warna
kemerahan tidak akan hilang. Purpura terjadi karena perdarahan di kulit,
sedangkan teleangiektasis terjadi akibat pelebaran kapiler yang menetap.
Lesi kulit atau eflorensi atau ujud kelainan kulit (ukk) dibedakan menjadi
primer dan sekunder. Eflorensi primer yaitu lesi kulit yang pertama kali terjadi
pada sebuah penyakit. Eflorensi sekunder yaitu lesi kulit akibat perubahan yang
terjadi pada eflorensi primer.

● Eflorensi Primer
1. Makula: perubahan warna pada kulit tanpa disertai perubahan bentuk
2. Papula: penonjolan padat di atas permukaan kulit, diameter <0.5 cm
3. Nodul: penonjolan padat di atas permukaan kulit, diameter >0.5 cm
4. Plak: peninggian di atas permukaan kulit seperti dataran tinggi atau
mendatar (plateau-like) yang biasanya terbentuk dari bersatunya beberapa
papul, diameter >0.5 cm
5. Urtikaria: penonjolan yang ditimbulkan akibat edema setempat yang
timbul mendadak dan menghilang perlahan
6. Vesikel: lepuh berisi cairan serum, diameter <0.5 cm
7. Bula: vesikel yang berukuran >0.5 cm
8. Pustula: vesikel berisi nanah
9. Kista: ruangan/kantong berdinding & berisi cairan/semisolid (sel/sisa sel)
biasanya pada dermis
10. Purpura: warna merah dengan batas tegas tidak hilang jika ditekan terjadi
karena adanya ekstravasasi pembuluh darah ke jaringan

● Eflorensi Sekunder
1. Skuama: sisik berupa lapisan stratum korneum yang terlepas dari kulit
2. Krusta: kerak/keropeng yang menunjukkan adanya cairan serum/darah
yang mengering
3. Erosi: lecet kulit diakibatkan kehilangan lapisan kulit sebelum stratum
basalis, bisa ditandai dengan keluarnya serum
4. Ekskoriasi: lecet kulit yang disebabkan kehilangan lapisan kulit
melampaui stratum basalis (sampai stratum papilare) ditandai adanya
bintik perdarahan dan bisa juga serum
5. Ulkus: tukak/borok disebabkan hilangnya jaringan lebih dalam dari
ekskoriasi, memiliki tepi, dinding, dasar , isi
6. Likenifikasi: penebalan lapisan epidermis disertai guratan garis kulit yang
makin jelas, akibat garukan/usapan yang bersifat kronis
7. Fisura: hilangnya epidermis & dermis yang berbatas tegas berbentuk
linear
8. Atropi: penipisan lapisan epidermis/dermis
9. Skar: digantinya jaringan normal kulit dengan jaringan fibrotik pada
tempat penyembuhan luka
10. Komedo: infundibulum folikel rambut yang melebar & tersumbat keratin
dan lipid
- Terbuka: unit pilosebasea terbuka pada permukaan kulit dan
terlihat sumbatan keratin berwarna hitam
- Tertutup: unit pilosebasea tertutup pada permukaan kulit dan
terlihat berwarna putih
11. Poikiloderma: kombinasi dari atropi, hiperpigmentasi, hipopigmentasi,
dan teleangiektasi yang memberi gambaran belang (mottled)
12. Teleangiektasi: dilatasi pembuluh darah superfisial