Anda di halaman 1dari 9

Standarisasi Install Wifi

Latar belakang

Pada prakteknya, penggunaan wifi adalah sesuatu hal yang sangat biasa saat ini. Hal ini menyebabkan
kepadatan pada band dan channel yang digunakan pada jaringan wireless. Jika hanya untuk sekedar
melakukan instalasi wifi di rumah pelanggan, banyak installer yang bisa melakukannya. Namun dengan
kondisi ramainya penggunaan channel pada band 2.4 Ghz dan 5 Ghz, maka sebagai installer kita harus
memperhatikan banyak hal agar wifi yang dipasang di rumah pelanggan lebih optimal dan tidak
mengalami degradasi yang signifikan.

Objective & Goal

Memahami dasar-dasar prinsip kerja dan technology wifi, untuk kemudian mengimplementasi
konfigurasi yang tepat pada jaringan rumah pelanggan.

Tools

1. Aplikasi wifi analyzer bisa di download di playstore:


https://play.google.com/store/apps/details?id=com.farproc.wifi.analyzer
2. Atau jika menggunakan PC, bisa menggunakan Acrylic Home Wifi:
https://www.acrylicwifi.com/en/downloads/download-wifi-scanner-windows/

Materi

1. Memahami pembacaan output yang didapat dari wifi analyzer.


2. Memahami spesifikasi wireless router dan wireless adapter.
Memahami pembacaan output yang didapat dari wifi analyzer.

Di bawah ini merupakan aplikasi Wifi Analyzer dari Acrylic:

b c d e f
a

h
g

a. SSID (Service Set Identifier) Info, atau biasa disebut ‘nama wifi’. Menunjukkan nama wireless
yang di broadcast oleh satu atau banyak wireless router.
b. MAC Address Info. Setiap Wireless adapter mempunyai MAC Address sebagai Access control.
Tab ini menunjukkan MAC Address yang dimiliki oleh wireless adapter yang men-transmit signal
wifi.
c. RSSI (Received Signal Strength Indicator) Info. Menunjukkan transmit power level dari masing-
masing wireless yang ada pada jaringan wireless.
d. Chan (Channel), menunjukkan penggunaan channel oleh satu atau lebih wireless router yang
ada pada jaringan wireless.
e. Max Speed, menunjukkan maximum throughput yang diberikan oleh Wifi.
f. WEP, WPA, WPA2, menunjukkan security mode dan algoritma yang digunakan oleh sebuah wifi.
g. Signal Strength Measurement, pengukur transmit power level sebuah wifi dalam bentuk grafik
pada point h.
h. Channel Spectrum, menunjukkan spectrum channel yang available dan sudah terpakai pada
jaringan wireless (dalam capture di atas adalah band 2,4 Ghz).
i. AP Channel 2.4 Ghz & AP Channel 5 Ghz, pilihan untuk menampilkan spectrum pada channel
2.4 Ghz atau 5 Ghz.
Tips dan fakta:

- Transmit Power Level wireless dalam kondisi acceptable adalah > -70 pada channel 2.4 Ghz.
- Hanya ada 3 Channel yang tidak overlapping pada band 2.4 Ghz, yaitu channel 1, 6, 11.

- Lebar Channel yang digunakan pada band 2.4 Ghz harus 20 Mhz.
- Beberapa device lama (legacy devices) terkadang tidak bisa terkoneksi ke wifi, dikarenakan
Wireless Adapter-nya tidak men-support jenis wifi security WPA2.

Do and Don’t :

- Pada band 2.4 Ghz, gunakan channel 1, 6, atau 11. Meskipun 3 channel tersebut sudah dalam
kondisi yang crowded, hal tersebut tidak menjadi masalah karena wifi dan wireless adapter
mempunyai fitur wait and listen, di mana jika ada 1 wireless router yang sedang ‘berbicara’ ke
client-nya, maka wireless router lain akan ‘mendengarkan’ dan ‘menunggu' sampai
‘pembicaraan’ tersebut selesai dan akan meng-initiate session ‘bicara’ nya sendiri. Di bawah ini
adalah contoh spectrum wireless channel yang ideal:

Pada contoh di atas, menunjukkan wifi dengan SSID SPOTLINK, di set pada channel 11 dengan
transmit power level -52 db. Alasan penggunaan channel 11 karena channel 1 sudah digunakan
oleh wireless dengan power level yang lebih kuat atau sama dengan SPOTLINK. Channel 11
digunakan oleh wireless router dengan transmit power level yang lebih kecil daripada channel 1
dan 6, sehingga channel 11 adalah channel yang ideal untuk SSID Spotlink. So, be a good
neighbor.
- Pada band 2.4 Ghz, selalu gunakan lebar Channel 20 Mhz, untuk mencegah terjadinya co-
interference dengan wifi lain. Penggunaan lebar channel pada 40 Mhz akan menciptakan co-
interference pada channel yang digunakan oleh wireless router lain. Lihat contoh di bawah ini;
Pada gambar di atas terlihat wifi dengan SSID Spotlink menggunakan lebar channel 40 Mhz, dan
berjalan pada channel 11 yang menyebabkan co-interference pada channel 6. Again, be a good
neighbors.
- Selalu set security menjadi WPA/WPA2 PSK, karena jika wifi di set menjadi WPA2 Only, akan
menyebabkan legacy device tidak bisa terkoneksi karena algoritma keamanannya tidak
compatible. So, please be nice with legacy devices.
Memahami Spesifikasi Wireless Router dan Wireless Adapter

Wireless adapter pada setiap devices dan router selalu berkembang. Pada awal teknologi wireless data
diperkenalkan wireless adapter hanya mampu menghantarkan data dengan kecepatan 1-2 Mbps.
Namun seiring perkembangan teknologi, wireless router juga mengalami pengembangan dan kemajuan
pesat. Wireless Router dituntut untuk bisa bersaing dengan konektivitas dan skalabilitas teknologi
Ethernet. Berikut ini adalah table perkembangan teknologi wireless router.

Standard Tahun Band yang Channel Lebar channel yang bisa Maximum
Protocol rilis digunakan digunakan data rate
802.11 1997 2.4 Ghz 1 – 13 20 Mhz 2 Mbps
802.11b 1999 2.4 Ghz 1 – 13 20 Mhz 11 Mbps
802.11a 1999 5 Ghz 36 – 48 20 Mhz 54 Mbps
802.11g 2003 2.4 Ghz 1 – 13 20 Mhz 54 Mbps
802.11n 2009 2.4 & 5 Ghz 1-13 (2.4) & 36 – 161 (5) 20 Mhz & 40 Mhz (di kedua band) 600 Mbps
802.11ac 2013 5 Ghz 36 – 161. 40 Mhz, 80 Mhz, & 160 Mhz 6.9 Gbps

Pada saat modul ini dibuat, standard protocol wireless yang paling banyak digunakan adalah 802.11g
(selanjutnya disebut sebagai Wireless-G), dan 802.11n (selanjutnya disebut sebagai Wireless-N). Namun
beberapa pelanggan juga sudah menggunakan 802.11ac (selanjutnya disebut sebagai Wireless-AC).

Untuk mencapai Maximum data rate yang tinggi, disarankan untuk menggunakan Wireless-AC. Namun
ada beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu;

- Pastikan Wireless Router sudah mempunyai teknologi Wireless-AC.


- Wireless-AC mempunya ‘kasta’, tidak semua Wireless-AC mampu mencapai Maximum data rate
yang tinggi. Silahkan lihat spesifikasi router untuk detailnya.
- Biasanya pabrikan akan menyertakan spesifikasi. Misalnya Wireless AC-750, Wireless-AC 1300,
Wireless AC-2600, dan seterusnya. Wireless-AC 750 artinya lebar channel yang bisa disediakan
oleh wireless router tersebut 750 Mbps dengan pembagian 300 Mbps pada band 2.4 Ghz dan
450 Mbps pada band 5 Ghz.
- Client device juga harus mempunyai wireless adapter yang compatible, berikut ini cara
melakukan pengecekan pada PC, buka command prompt, ketik command netsh wlan show
drivers :
hasil dari command tersebut seperti tampak pada gambar di atas. Perhatikan pada baris Radio
Types Supported ada bagian yang disorot yaitu 802.11ac, ini mengartikan bahwa wireless
adapter pada laptop yang digunakan sudah compatible dengan teknologi wireless AC. Untuk
pengecekan smartphone, harus diketahui terlebih dahulu type smartphone nya dan dicek
spesifikasinya pada website www.gsmarena.com , contoh:

perhatikan pada baris WLAN, pada baris yang disorot tertulis WiFi 802.11a/b/g/n/ac. Ini berarti
bahwa smartphone tersebut sudah mempunyai wireless adapter AC dan compatible dengan
Router Wireless-AC.
- Jika pra-syarat di atas sudah terpenuhi, maka yang tersisa hanya konfigurasi yang tepat saja.
Mengacu pada table di halaman sebelumnya, Wireless-AC hanya bisa beroperasi di band 5Ghz.
Pada band 5Ghz, lebar channel harus di set menjadi 40Mhz, 80 Mhz, atau 160 Mhz (tergantung
spesifikasi Wireless Router). Setting ini bisa ditemukan pada tab Wireless – Advanced – 5Ghz
Wireless. Di bawah ini adalah contoh Wireless Router AC Dlink-880L:
Perhatikan baris pada channel width yang disorot, “Auto 20/40/80 Mhz”, maka router akan
menggunakan semua maksimal 80 Mhz lebar channel pada band 5 Ghz, jika dilihat dari Wifi
Analyzer maka akan tampak seperti di bawah ini:

Perhatikan SSID SPOTLINK-5G, diatas terlihat menggunakan semua high channel yang available
pada band 5Ghz yaitu 149+153+157+161 = 80 Mhz (karena 1 channel di 5Ghz mempunyai lebar
20 Mhz). Jika sudah di set seperti kondisi di atas, maka koneksikan perangkat yang sudah
mendukung wireless-AC, dan maximum throughput yang akan didapatkan pada perangkat
tersebut adalah seperti gambar di bawah ini:
Pada gambar di atas, menunjukkan maximum data rate yang diperoleh kedua device sudah 433
Mbps dan 866 Mbps, jika seperti ini maka akan sangat mungkin untuk mencapai speed internet
yang tinggi, misalnya fastnet 250 Mbps.

Kesimpulan, Do & Don’t:

- Wireless Router dan Wireless Adapter mempunyai spesifikasi, pahami spesifikasi dan
sesuaikan dengan service yang di subscribe pelanggan, salah dalam memilih spesifikasi yang
sesuai dengan service akan menyebabkan service yang dinikmati tidak optimal.
- Untuk service > 100 Mbps, disarankan untuk menggunakan Wireless-N dengan kapabilitas Dual
band (2.4 Ghz dan 5 Ghz simultan) atau menggunakan Wireless-AC.
- Jika melakukan setting pada Wireless-AC selalu gunakan lebar channel yang maksimal yaitu 80
Mhz untuk mendapatkan throughput yang maksimal juga.
- Selalu bedakan SSID pada router dual band atau triple band, proses analisa dan
troubleshooting akan menjadi lebih mudah jika SSID kedua band tersebut dibedakan. Misalnya
pada band 2.4 Ghz menggunakan SSID SPOTLINK, maka pada band 5 Ghz gunakan SSID
SPOTLINK-5G.
Rangkuman Standarisasi Install Wifi

Dari penjelasan di atas, maka bisa disimpulkan dengan rangkuman di bawah ini:

1. Untuk mengetahui channel yang mana yang baik untuk dipakai, gunakan wifi analyzer untuk
melihat dan menganalisa channel pada band 2.4 Ghz
2. Selalu gunakan channel 1, 6, 11, pada band 2.4 Ghz.
3. Pada band 2.4 Ghz, selalu gunakan lebar channel 20 Mhz. Jika ingin menggunakan lebar channel
40 atau lebih, silahkan gunakan band 5 Ghz.
4. Selalu set security menjadi WPA/WPA2 Personal.
5. Jika menggunakan Wireless Router Dual Band, atau Tri Band, selalu bedakan SSID antara 2.4 Ghz
dan 5 Ghz, karena akan memudahkan dalam analisa dan troubleshooting.