Anda di halaman 1dari 40

LAMPIRAN V

PERATURAN DAERAH
DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
NOMOR ___ TAHUN 2016
TENTANG
RENCANA TATA RUANG WILAYAH DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA TAHUN 2009–2029

INDIKASI ARAHAN PERATURAN ZONASI SISTEM PROVINSI

A. Indikasi Arahan Peraturan Zonasi Struktur Ruang


1. Indikasi Arahan Peraturan Zonasi untuk Sistem Perkotaan Provinsi
Ketentuan Umum Ketentuan Teknis
Klasifikasi Pusat Ketentuan Kegiatan dan Penggunaan Lahan Ketentuan Ketentuan Prasarana dan Ketentuan Khusus
No
Pelayanan Kegiatan Diperbolehkan Kegiatan Tidak Intensitas Sarana Minimum
Kegiatan yang Diperbolehkan
dengan Syarat Diperbolehkan Pemanfaatan Ruang
1. Pusat Kegiatan Nasional  Kegiatan layanan skala  Kegiatan komersial  Kegiatan industri,  Intensitas  Ketentuan prasarana dan
(PKN) meliputi Kawasan nasional dan provinsi berupa perdagangan dan perdagangan dan jasa pemanfaatan sarana pendukung lain
Perkotaan Yogyakarta (Kota berkepadatan tinggi jasa layanan skala dengan intensitas rendah ruang mengikuti sebagai upaya
Yogyakarta, Kecematan sampai sedang; nasional dan provinsi dan berorientasi langsung intensitas pengembangan fasilitas
Depok, sebagian  Pengembangan RTH yang dengan intensitas tinggi pada jalan; pemanfaatan layanan skala nasional
Kecamatan Ngaglik, mempunyai fungsi sampai sedang dan  Perumahan dengan ruang masing- dan provinsi yang ramah
sebagian Kecamatan Mlati, konservasi dan penyediaan menyediakan prasarana kepadatan rendah yang masing lingkungan dan
sebagian Kecamatan oksigen tersendiri yang tidak berorientasi langsung peruntukan disesuaikan dengan
Godean, sebagian menimbulkan parkir di pada jalan; kawasan karakter dan lokasi yang
Kecamatan Gamping, badan jalan  Kegiatan lain yang akan dikembangkan
sebagian Kecamatan  Perumahan dengan berpotensi
Ngemplak, sebagian kepadatan tinggi sampai membahayakan
Kecamatan Kasihan, sedang dengan syarat lingkungan perkotaan;
sebagian Kecamatan tidak berorientasi  Alih fungsi lahan yang
Sewon, dan sebagian langsung pada jalan telah ditetapkan sebagai
Kecamatan Banguntapan) yang tidak menimbulkan kawasan lindung atau
parkir di badan jalan fungsi-fungsi lain yang
 Kegiatan lain berupa ditetapkan sebagai fungsi
pariwisata, pendidikan, lindung.
kesehatan, olahraga
dengan layanan skala
nasional dan provinsi
dengan syarat
menyediakan sarana dan
prasarana yang
memenuhi standar
keamanan dan tidak
menimbulkan parkir di
badan jalan arteri.

1
Ketentuan Umum Ketentuan Teknis
Klasifikasi Pusat Ketentuan Kegiatan dan Penggunaan Lahan Ketentuan Ketentuan Prasarana dan Ketentuan Khusus
No
Pelayanan Kegiatan Diperbolehkan Kegiatan Tidak Intensitas Sarana Minimum
Kegiatan yang Diperbolehkan
dengan Syarat Diperbolehkan Pemanfaatan Ruang
2. Pusat Kegiatan Wilayah  Kegiatan layanan skala  Kegiatan komersial  Kegiatan industri,  Intensitas  Ketentuan prasarana dan
(PKW) meliputi Kawasan provinsi dan berupa perdagangan dan perdagangan dan jasa pemanfaatan sarana pendukung lain
Perkotaan Sleman dan kabupaten/kota jasa layanan skala dengan intensitas tinggi ruang mengikuti sebagai upaya
Kawasan Perkotaan Bantul berkepadatan sedang provinsi dan dan berorientasi langsung intensitas pengembangan fasilitas
sampai rendah; kabupaten/kota dengan pada jalan; pemanfaatan layanan skala provinsi dan
 Pengembangan RTH yang intensitas sedang sampai  Perumahan dengan ruang masing- kabupaten/kota yang
mempunyai fungsi rendah dan menyediakan kepadatan tinggi yang masing ramah lingkungan dan
konservasi dan penyediaan prasarana tersendiri berorientasi langsung peruntukan disesuaikan dengan
oksigen yang tidak menimbulkan pada jalan; kawasan karakter dan lokasi yang
parkir di badan jalan;  Kegiatan lain berupa akan dikembangkan
 Perumahan dengan pariwisata, pendidikan,
kepadatan sedang kesehatan, olahraga yang
sampai rendah dengan berorientasi langsung
syarat tidak berorientasi pada jalan;
langsung pada jalan  Kegiatan lain yang
yang tidak menimbulkan berpotensi
parkir di badan jalan; membahayakan
 Kegiatan lain berupa lingkungan perkotaan;
pariwisata, pendidikan,  Alih fungsi lahan yang
kesehatan, olahraga telah ditetapkan sebagai
skala provinsi dan kawasan lindung atau
kabupaten/kota dengan fungsi-fungsi lain yang
syarat menyediakan ditetapkan sebagai fungsi
sarana dan prasarana lindung.
yang memenuhi standar
keamanan dan tidak
menimbulkan parkir di
badan jalan arteri.
3. Pusat Kegiatan Lokal  Kegiatan layanan skala  Kegiatan perdagangan  Kegiatan industri,  Intensitas  Ketentuan prasarana dan
(PKL) meliputi Perkotaan kecamatan/ lokal dan jasa layanan skala perdagangan dan jasa pemanfaatan sarana pendukung lain
Temon-Wates, Perkotaan berkepadatan sedang kecamatan dengan dengan intensitas tinggi ruang mengikuti sebagai upaya
Wonosari, Ibukota sampai rendah; intensitas sedang sampai dan berorientasi langsung intensitas pengembangan fasilitas
Kecamatan (IKK) Galur, IKK  Pengembangan RTH yang rendah dan menyediakan pada jalan; pemanfaatan layanan skala kecamatan
Nanggulan, IKK Sentolo, mempunyai fungsi prasarana tersendiri  Perumahan dengan ruang masing- yang ramah lingkungan
Satuan Permukiman (SP) konservasi dan penyediaan yang tidak menimbulkan kepadatan tinggi yang masing dan disesuaikan dengan
Dekso, IKK Piyungan, IKK oksigen parkir di badan jalan; berorientasi langsung peruntukan karakter dan lokasi yang
Kretek, IKK Imogiri, IKK  Perumahan dengan pada jalan; kawasan akan dikembangkan
Sedayu, IKK Srandakan, kepadatan sedang  Kegiatan lain yang  Intensitas
IKK Sanden, IKK sampai rendah dengan berpotensi pemanfaatan
Prambanan, IKK Godean, syarat tidak berorientasi membahayakan ruang pada PKL
IKK Pakem, IKK Tempel, langsung pada jalan lingkungan; yang masuk
IKK Semin, IKK Playen, IKK Kawasan

2
Ketentuan Umum Ketentuan Teknis
Klasifikasi Pusat Ketentuan Kegiatan dan Penggunaan Lahan Ketentuan Ketentuan Prasarana dan Ketentuan Khusus
No
Pelayanan Kegiatan Diperbolehkan Kegiatan Tidak Intensitas Sarana Minimum
Kegiatan yang Diperbolehkan
dengan Syarat Diperbolehkan Pemanfaatan Ruang
Panggang, Satuan yang tidak menimbulkan  Alih fungsi lahan yang Bentang Alam
Permukiman (SP) parkir di badan jalan; telah ditetapkan sebagai Karst (KBAK)
Sambipitu, IKK Karangmojo,  Kegiatan lain berupa kawasan lindung atau dilakukan
IKK Tepus, Girisubo pariwisata, pendidikan, fungsi-fungsi lain yang dengan
kesehatan, olahraga ditetapkan sebagai fungsi intensitas
skala kecamatan dengan lindung. rendah.
syarat menyediakan
sarana dan prasarana
yang memenuhi standar
keamanan dan yang
tidak menimbulkan parkir
di badan jalan arteri.

2. Arahan Ketentuan Pengendalian Sistem Jaringan Prasarana Provinsi

No Ketentuan Umum Ketentuan Teknis


Klasifikasi Sistem Ketentuan Kegiatan dan Penggunaan Lahan Ketentuan Ketentuan Prasarana dan Ketentuan Khusus
Jaringan Kegiatan Diperbolehkan Kegiatan Tidak Diperbolehkan Intensitas Sarana Minimum
Kegiatan yang Diperbolehkan
dengan Syarat Pemanfaatan Ruang
A. SISTEM JARINGAN TRANSPORTASI
A.1 SISTEM JARINGAN TRANSPORTASI DARAT
4. Jalan Bebas  Pagar pembatas (baik alami  Kegiatan komersial berupa  Intensitas KDB,  Sarana komunikasi, sarana  Mengacu PP No. 15
Hambatan maupun buatan) antara industri, perdagangan dan KLB dan KDH deteksi pengamanan lain Tahun 2005 tentang
Rumija jalan tol dengan jasa yang berorientasi menyesuaikan yang memungkinkan Jalan Tol dan PP
fungsi kawasan budidaya, langsung pada jalan bebas dengan jenis pertolongan dengan segera No.44 Tahun 2009
sebagai salah satu bentuk hambatan; dan peruntukan yang sampai ke tempat kejadian, tentang Perubahan
perlindungan keselamatan  Perumahan, perdagangan, memenuhi serta upaya pengamanan Atas Peraturan
dan peredam kebisingan jasa, industi dan ketentuan ruang terhadap pelanggaran, Pemerintah Nomor
suara kendaraan; peruntukan bangunan pengawasan kecelakaan, dan gangguan 15 Tahun 2005
 Pengembangan RTH lainnya yang berorientasi jalan. keamanan lainnya. Tentang Jalan Tol
sepanjang jaringan jalan langsung pada jalan bebas  Tempat istirahat dan
yang mempunyai fungsi hambatan. pelayanan untuk
konservasi dan penyediaan  Bangunan dan atau kepentingan pengguna
oksigen; reklame yang menutupi jalan tol setiap 50 km yang
 Kawasan penyangga (buffer ruas jalan yang memiliki meliputi pelayanan
zone) scenic view pengisian bahan bakar,
restoran, toko kecil, dan
bengkel.
5. Jalan Arteri Primer  Pengembangan RTH  Perumahan dengan  Kegiatan komersial berupa  Intensitas KDB,  Prasarana dan sarana  Mengacu UU No. 38
sepanjang jaringan jalan kepadatan sedang industri, perdagangan dan KLB dan KDH minimum berupa rambu lalu Tahun 2004 tentang

3
No Ketentuan Umum Ketentuan Teknis
Klasifikasi Sistem Ketentuan Kegiatan dan Penggunaan Lahan Ketentuan Ketentuan Prasarana dan Ketentuan Khusus
Jaringan Kegiatan Diperbolehkan Kegiatan Tidak Diperbolehkan Intensitas Sarana Minimum
Kegiatan yang Diperbolehkan
dengan Syarat Pemanfaatan Ruang
yang mempunyai fungsi sampai rendah dengan jasa dengan intensitas menyesuaikan lintas, marka jalan, alat Jalan dan PP No.
konservasi dan penyediaan syarat tidak berorientasi tinggi dan berorientasi dengan jenis pemberi isyarat lalu lintas, 34 Tahun 2006
oksigen langsung pada jalan langsung pada jalan arteri peruntukan yang alat penerangan jalan, alat tentang Jalan
 Transportasi orang dan arteri primer yang tidak primer; memenuhi pengendali dan pengaman  Mengacu Peraturan
barang dengan berbagai menimbulkan parkir di  perumahan dengan ketentuan ruang pengguna jalan, alat Menteri Pekerjaan
jenis moda transportasi badan jalan arteri ; kepadatan tinggi yang pengawasan pengawasan dan Umum Nomor:
yang menyesuaikan kelas  Kegiatan lain berupa berorientasi langsung pada jalan. pengamanan jalan, dan 20/PRT/M/2010
jalan arteri primer dari pariwisata, pendidikan, jalan arteri primer;  Bangunan harus fasilitas pendukung Tentang Pedoman
masing-masing ruas jalan kesehatan, olahraga  Kegiatan lain berupa memiliki kegiatan lalu lintas dan Pemanfaatan Dan
disediakan secara pariwisata, pendidikan, sempadan angkutan jalan yang berada Penggunaan
terbatas melalui kesehatan, olahraga yang bangunan di jalan dan di luar badan Bagian-Bagian
penyediaan sarana dan berorientasi langsung pada dengan jalan. Jalan
prasarana dengan jalan arteri primer; ketentuan  Penyediaan tempat
memenuhi standar  Kegiatan lain yang sekurang- pemberhentian angkutan
keamanan dan yang berpotensi membahayakan kurangnya yang sesuai dengan tipe
tidak menimbulkan pengguna jalan arteri setengah ruang penggunaan lahan dan
parkir di badan jalan primer; dan milik jalan pengguna jalan.
arteri;  Pemanfaataan jalan yang (rumija)  Tempat istirahat mimimum
 Pemasangan utilitas melebihi ketentuan muatan, ditambah 1 setiap 25 km.
prasarana umum; dimensi, muatan sumbu (satu) meter
kelengkapan jalan terberat, dan/atau beban;  Bangunan tidak
(street furniture); dan  Penggunaan ruang boleh memiliki
pemasangan reklame pengawasan jalan yang akses langsung,
sepanjang tidak mengganggu keselamatan harus memiliki
mengganggu fungsi pengguna jalan dan jalan akses
jalan dan keamanan keamanan konstruksi jalan; khusus dari dan
pengguna jalan. dan ke jalan arteri
 Penutupan jalan tanpa primer
mendapatkan izin dari
instansi yang berwenang.
 Bangunan dan atau
reklame yang menutupi
ruas jalan yang memiliki
scenic view.
6. Jalan Kolektor  Pengembangan RTH  Kegiatan komersial  kegiatan komersial berupa  Intensitas KDB,  Prasarana dan sarana  Mengacu UU No. 38
Primer 1 sepanjang jaringan jalan berupa industri, industri, perdagangan dan KLB dan KDH minimum berupa rambu lalu Tahun 2004 tentang
yang mempunyai fungsi perdagangan dan jasa jasa dengan intensitas menyesuaikan lintas, marka jalan, alat Jalan dan PP No.
konservasi dan penyediaan dengan intensitas tinggi dan berorientasi dengan jenis pemberi isyarat lalu lintas, 34 Tahun 2006
oksigen sedang dan langsung pada jalan peruntukan yang alat penerangan jalan, alat tentang Jalan
 Transportasi orang dan menyediakan prasarana kolektor primer; memenuhi pengendali dan pengaman  Mengacu Peraturan
barang dengan berbagai tersendiri dengan  perumahan dengan ketentuan ruang pengguna jalan, alat Menteri Pekerjaan
jenis moda transportasi memenuhi standar kepadatan tinggi yang pengawasan dan Umum Nomor:

4
No Ketentuan Umum Ketentuan Teknis
Klasifikasi Sistem Ketentuan Kegiatan dan Penggunaan Lahan Ketentuan Ketentuan Prasarana dan Ketentuan Khusus
Jaringan Kegiatan Diperbolehkan Kegiatan Tidak Diperbolehkan Intensitas Sarana Minimum
Kegiatan yang Diperbolehkan
dengan Syarat Pemanfaatan Ruang
yang menyesuaikan kelas keamanan dan yang langsung berorientasi pengawasan pengamanan jalan, fasilitas 20/PRT/M/2010
jalan kolektor primer dari tidak menimbulkan langsung pada jalan jalan. untuk sepeda, , dan fasilitas Tentang Pedoman
masing-masing ruas jalan parkir di badan jalan kolektor primer; pendukung kegiatan lalu Pemanfaatan Dan
kolektor;  Kegiatan lain berupa lintas dan angkutan jalan Penggunaan
 Perumahan dengan pariwisata, pendidikan, yang berada di jalan dan di Bagian-Bagian
kepadatan rendah dan kesehatan, olahraga yang luar badan jalan. Jalan
sedang dengan syarat berorientasi langsung pada  Penyediaan tempat
tidak berorientasi jalan kolektor primer; pemberhentian angkutan
langsung pada jalan  Kegiatan lain yang yang sesuai dengan tipe
kolektor primer dengan berpotensi membahayakan penggunaan lahan dan
memenuhi standar pengguna jalan kolektor pengguna jalan.
keamanan dan yang primer; dan
tidak menimbulkan  Pemanfaataan jalan yang
parkir di badan jalan melebihi ketentuan muatan,
kolektor; dimensi, muatan sumbu
 Kegiatan lain berupa terberat, dan/atau beban;
pariwisata, pendidikan,  Penggunaan ruang
kesehatan, olahraga pengawasan jalan yang
disediakan secara mengganggu keselamatan
terbatas melalui pengguna jalan dan
penyediaan sarana dan keamanan konstruksi jalan;
prasarana dengan dan
memenuhi standar  Penutupan jalan tanpa
keamanan dan yang mendapatkan izin dari
tidak menimbulkan instansi yang berwenang.
parkir di badan jalan  Bangunan dan atau
kolektor. reklame yang menutupi
 Pemasangan utilitas ruas jalan yang memiliki
prasarana umum; scenic view
kelengkapan jalan
(street furniture); dan
pemasangan reklame
sepanjang tidak
mengganggu fungsi
jalan dan keamanan
pengguna jalan.
7. Jalan Kolektor  Pengembangan RTH  Kegiatan komersial  kegiatan komersial berupa  Intensitas KDB,  Prasarana dan sarana  Mengacu UU No. 38
Primer 2, Jalan sepanjang jaringan jalan berupa industri, industri, perdagangan dan KLB dan KDH minimum berupa rambu lalu Tahun 2004 tentang
Kolektor Primer 3, yang mempunyai fungsi perdagangan dan jasa jasa dengan intensitas menyesuaikan lintas, marka jalan, alat Jalan dan PP No.
dan Jalan Strategis konservasi dan penyediaan dengan intensitas tinggi dan berorientasi dengan jenis pemberi isyarat lalu lintas, 34 Tahun 2006
Provinsi oksigen. sedang dan langsung pada jalan peruntukan yang alat penerangan jalan, alat tentang Jalan
menyediakan prasarana kolektor primer; memenuhi pengendali dan pengaman

5
No Ketentuan Umum Ketentuan Teknis
Klasifikasi Sistem Ketentuan Kegiatan dan Penggunaan Lahan Ketentuan Ketentuan Prasarana dan Ketentuan Khusus
Jaringan Kegiatan Diperbolehkan Kegiatan Tidak Diperbolehkan Intensitas Sarana Minimum
Kegiatan yang Diperbolehkan
dengan Syarat Pemanfaatan Ruang
 Transportasi orang dan tersendiri dengan  perumahan dengan ketentuan ruang pengguna jalan, alat  Mengacu Peraturan
barang dengan berbagai memenuhi standar kepadatan tinggi yang pengawasan pengawasan dan Menteri Pekerjaan
jenis moda transportasi keamanan dan yang langsung berorientasi jalan pengamanan jalan, fasilitas Umum Nomor:
yang menyesuaikan kelas tidak menimbulkan langsung pada jalan untuk sepeda, dan fasilitas 20/PRT/M/2010
jalan kolektor primer dari parkir di badan jalan kolektor primer; pendukung kegiatan lalu Tentang Pedoman
masing-masing ruas jalan kolektor.  kegiatan lain berupa lintas dan angkutan jalan Pemanfaatan Dan
 Perumahan dengan pariwisata, pendidikan, yang berada di jalan dan di Penggunaan
kepadatan rendah dan kesehatan, olahraga yang luar badan jalan. Bagian-Bagian
sedang dengan syarat langsung berorientasi  Penyediaan penempatan Jalan
tidak berorientasi langsung pada jalan rambu yang sesuai dengan
langsung pada jalan kolektor primer; tipe penggunaan lahan dan
kolektor primer dengan  kegiatan lain yang pengguna jalan;
memenuhi standar berpotensi membahayakan  Penyediaan penempatan
keamanan dan yang pengguna jalan kolektor iklan yang sesuai dengan
tidak menimbulkan primer; tipe penggunaan lahan dan
parkir di badan jalan  Pemanfaataan jalan yang pengguna jalan; dan
kolektor. melebihi ketentuan muatan,  Penyediaan tempat
 Kegiatan lain berupa dimensi, muatan sumbu pemberhentian angkutan
pariwisata, pendidikan, terberat, dan/atau beban; yang sesuai dengan tipe
kesehatan, olahraga  Penggunaan ruang penggunaan lahan dan
disediakan secara pengawasan jalan yang pengguna jalan.
terbatas melalui mengganggu keselamatan
penyediaan sarana dan pengguna jalan dan
prasarana dengan keamanan konstruksi jalan;
memenuhi standar dan
keamanan dan yang  Penutupan jalan tanpa
tidak menimbulkan mendapatkan izin dari
parkir di badan jalan instansi yang berwenang.
kolektor.  Bangunan dan atau
 Pemasangan utilitas reklame yang menutupi
prasarana umum; ruas jalan yang memiliki
pelengkap jalan dan scenic view
kelengkapan jalan
(street furniture); dan
pemasangan reklame.
8. Jalur Pedestrian  Pemanfaatan jalur  Pemanfaatan jalur  Kegiatan perdagangan,  Intensitas KDB,  Adanya fasilitas pejalan
dan Pesepeda pedestrian dan pesepeda pedestrian dan jasa, hunian, dan segala KLB dan KDH kaki yang ramah difabel
untuk sirkulasi pejalan kaki, pesepeda untuk becak, jenis kegiatan budidaya menyesuaikan  Fasilitas peneduh dan
kaum difabel, kursi roda, dokar, andong, sepeda tetap ataupun temporer dengan jenis tempat istirahat bagi pejalan
dan sepeda dengan kereta samping,  Pemanfaatan jalur pejalan peruntukan yang kaki pada jarak paling jauh
 Jalur hijau dan kendaraan tidak kaki untuk segala jenis memenuhi setiap 400 meter
bermotor lainnya kendaraan bermotor ketentuan ruang

6
No Ketentuan Umum Ketentuan Teknis
Klasifikasi Sistem Ketentuan Kegiatan dan Penggunaan Lahan Ketentuan Ketentuan Prasarana dan Ketentuan Khusus
Jaringan Kegiatan Diperbolehkan Kegiatan Tidak Diperbolehkan Intensitas Sarana Minimum
Kegiatan yang Diperbolehkan
dengan Syarat Pemanfaatan Ruang
dengan jumlah roda  Parkir kendaraan bermotor pengawasan
lebih dari 2. jalan
9. Jalur khusus  Pemanfaatan jalur khusus  Pemanfaatan jalur  Pemanfaatan jalur khusus  tensitas KDB,  Adanya fasilitas pejalan
kendaraan umum kendaraan umum untuk khusus kendaraan kendaraan umum untuk KLB dan KDH kaki yang ramah difabel
operasional kendaraan umum untuk kendaraan kendaraan pribadi menyesuaikan 
umum pelayanan darurat dengan jenis
 Ruang naik turun peruntukan yang
penumpang memenuhi
ketentuan ruang
pengawasan
jalan
10. Terminal Tipe A  Kegiatan naik dan turun  Kegiatan komersial  Kegiatan naik dan turun  Intensitas KDB,  Fasilitas pelayanan Peraturan Menteri
penumpang; berupa perdagangan penumpang di luar terminal KLB dan KDH keselamatan meliputi lajur Perhubungan PM.
 Kegiatan operasional dan jasa dengan  Kegiatan bongkar muat menyesuaikan pejalan kaki, fasilitas No. 40 Tahun 2015
angkutan penumpang menyediakan prasarana barang dengan jenis keselamatan jalan, jalur Tentang Standar
 Kegiatan pelayanan jasa tersendiri dengan  Kegiatan komersial berupa peruntukan yang evakuasi, alat pemadam Pelayanan
lainnya yang mendukung memenuhi standar industri, perdagangan dan memenuhi kebakaran, pos fasilitas dan Penyelenggaraan
langsung sistem terminal keamanan dan tidak jasa, dan perumahan yang ketentuan ruang petugas kesehatan, pos Terminal
tipe A menimbulkan gangguan ada di radius 500 meter di di terminal tipe A fasilitas dan petugas Penumpang
 Pengembangan RTH di terhadap akses terminal sekitar terminal tipe A dan radius pemeriksa kelaikan Angkutan Jalan
internal maupun di sekitar dan gangguan terhadap dengan kepadatan tinggi, sekitarnya kendaraan umum, fasilitas
kawasan terminal yang parkir di badan jalan. berpotensi mengganggu perbaikan ringan kendaraan
mempunyai fungsi akses keluar masuk umum, informasi fasilitas
konservasi dan penyediaan terminal dan berorientasi keselamatan, informasi
oksigen. langsung pada jalan. fasilitas kesehatan,
informasi fasilitas
pemeriksaan dan perbaikan
ringan kendaraan bermotor
 Fasiiltas keamanan meliputi
media pengaduan
gangguan keamanan,
petugas keamanan dan
fasilitas keamanan lainnya
 Fasilitas pendukung
kehandalan/keteraturan
meliputi jadwal kedatangan
dan keberangkatan beserta
besaran tarif, jadwal
kendaraan umum dalam
trayek lanjutan, loket
penjualan tiket, kantor
penyelenggara terminal,

7
No Ketentuan Umum Ketentuan Teknis
Klasifikasi Sistem Ketentuan Kegiatan dan Penggunaan Lahan Ketentuan Ketentuan Prasarana dan Ketentuan Khusus
Jaringan Kegiatan Diperbolehkan Kegiatan Tidak Diperbolehkan Intensitas Sarana Minimum
Kegiatan yang Diperbolehkan
dengan Syarat Pemanfaatan Ruang
ruang kendali dan
menajemen sistem
informasi terminal, petugas
operasional terminal
 Fasilitas kenyamanan
meliputi ruang tunggu,
toilet, fasilitas
peribadatan/mushola, ruang
terbuka hijau, rumah
makan, fasilitas dan
petugas kebersihan, tempat
istirahat awak kendaraan,
area merokok, drainase,
lampu penerangan ruangan
 Fasilitas
kemudahan/keterjangkauan
meliputi letak jalur
pemberangkatan, letak jalur
kedatangan, informasi
pelayanan, informasi
angkutan lanjutan, informasi
gangguan perjalanan
kendaraan angkutan,
tempat penitipan barang,
fasilitas pengisian baterai,
tempat naik dan turun
penumpang, tempat parkir
kendaraan umum dan
pribadi
 Fasilitas kesetaraan
meliputi fasilitas
penyandang cacat dan
ruang ibu menyusui
11. Terminal Tipe B  Kegiatan naik dan turun  Kegiatan komersial  Kegiatan naik dan turun  Intensitas KDB,  Fasilitas pelayanan
penumpang; berupa perdagangan penumpang di luar terminal KLB dan KDH keselamatan meliputi lajur
 Kegiatan operasional dan jasa dengan  Kegiatan bongkar muat menyesuaikan pejalan kaki, fasilitas
angkutan penumpang menyediakan prasarana barang dengan jenis keselamatan jalan, jalur
 Kegiatan pelayanan jasa tersendiri dengan  Kegiatan komersial berupa peruntukan yang evakuasi, alat pemadam
lainnya yang mendukung memenuhi standar industri, perdagangan dan memenuhi kebakaran, pos fasilitas dan
langsung sistem terminal keamanan dan yang jasa dan perumahan yang ketentuan ruang petugas kesehatan, pos
tipe B tidak menimbulkan ada di radius 500 meter di terminal tipe B fasilitas dan petugas
gangguan terhadap disekitar terminal tipe B pemeriksa kelaikan

8
No Ketentuan Umum Ketentuan Teknis
Klasifikasi Sistem Ketentuan Kegiatan dan Penggunaan Lahan Ketentuan Ketentuan Prasarana dan Ketentuan Khusus
Jaringan Kegiatan Diperbolehkan Kegiatan Tidak Diperbolehkan Intensitas Sarana Minimum
Kegiatan yang Diperbolehkan
dengan Syarat Pemanfaatan Ruang
 Pengembangan RTH di akses terminal dan dengan kepadatan tinggi, dan radius kendaraan umum, fasilitas
internal maupun di sekitar gangguan terhadap berpotensi mengganggu sekitarnya perbaikan ringan kendaraan
kawasan terminal yang parkir di badan jalan. akses keluar masuk umum, informasi fasilitas
mempunyai fungsi terminal dan berorientasi keselamatan, informasi
konservasi dan penyediaan langsung pada jalan; fasilitas kesehatan,
oksigen. informasi fasilitas
pemeriksaan dan perbaikan
ringan kendaraan bermotor
 Fasiiltas keamanan meliputi
media pengaduan
gangguan keamanan,
petugas keamanan dan
fasilitas keamanan lainnya
 Fasilitas pendukung
kehandalan/keteraturan
meliputi jadwal kedatangan
dan keberangkatan beserta
besaran tarif, jadwal
kendaraan umum dalam
trayek lanjutan, loket
penjualan tiket, kantor
penyelenggara terminal,
ruang kendali dan
menajemen sistem
informasi terminal, petugas
operasional terminal
 Fasilitas kenyamanan
meliputi ruang tunggu,
toilet, fasilitas
peribadatan/mushola, ruang
terbuka hijau, rumah
makan, fasilitas dan
petugas kebersihan, tempat
istirahat awak kendaraan,
area merokok, drainase,
lampu penerangan ruangan
 Fasilitas
kemudahan/keterjangkauan
meliputi letak jalur
pemberangkatan, letak jalur
kedatangan, informasi
pelayanan, informasi

9
No Ketentuan Umum Ketentuan Teknis
Klasifikasi Sistem Ketentuan Kegiatan dan Penggunaan Lahan Ketentuan Ketentuan Prasarana dan Ketentuan Khusus
Jaringan Kegiatan Diperbolehkan Kegiatan Tidak Diperbolehkan Intensitas Sarana Minimum
Kegiatan yang Diperbolehkan
dengan Syarat Pemanfaatan Ruang
angkutan lanjutan, informasi
gangguan perjalanan
kendaraan angkutan,
tempat penitipan barang,
fasilitas pengisian baterai,
tempat naik dan turun
penumpang, tempat parkir
kendaraan umum dan
pribadi
 Fasilitas kesetaraan
meliputi fasilitas
penyandang cacat dan
ruang ibu menyusui
12. Tempat Parkir  Pelayanan Parkir  Kegiatan perdagangan  Kegiatan yang  Intensitas KDB,  Ruang sirkulasi keluar  Mengikuti
Umum  Tempat naik turun dan jasa temporer yang mengganggu sirkulasi KLB dan KDH masuk tempat parker Permenhub No 66
penumpang tidak mengganggu kendaraan keluar masuk menyesuaikan  Akses pejalan kaki Tahun 1993 tentang
 Pemberhentian kendaraan sirkulasi kendaraan dan tempat parkir dengan jenis  Fasilitas ramah difabel Fasilitas Parkir untuk
umum dan angkutan massal daya tampung tempat  Kegiatan yang mengurangi peruntukan yang Umum
 Pool kendaraan umum dan parkir kapasitas daya tampung memenuhi
paratransit tempat parkir ketentuan ruang
 Stasiun perpindahan antar di tempat parkir
moda dan radius
 Pengembangan RTH di sekitarnya
internal maupun di sekitar
kawasan tempat parkir yang
mempunyai fungsi
konservasi dan penyediaan
oksigen.
13. Terminal Barang  Pelayanan parkir angkutan  Perdagangan dan jasa  Kegiatan yang  Intensitas KDB,  Ruang sirkulasi truk dan 
barang yang tidak mengganggu mengganggu sirkulasi dan KLB dan KDH mobil barang
 Pelayanan bongkar muat fungsi utama terminal parkir angkutan barang menyesuaikan  Ruang parkir truk dan mobil
barang barang  Kegiatan yang dengan jenis barang
 Pelayanan pergudangan meningkatkan risiko peruntukan yang  Fasilitas dan alat bongkar
sementara kerusakan barang di dalam memenuhi muat barang
 Fasilitas istirahat terminal barang ketentuan ruang  Tempat penyimpanan
pengemudi angkutan di terminal barang yang aman dan
barang barang dan dapat meminimalisasi
 SPBU / depot bahan bakar radius kerusakan barang
 Tempat reparasi kendaraan sekitarnya
angkutan barang
14. Jaringan jalur  Pengembangan RTH  Kegiatan penunjang  Kegiatan di sepanjang jalur  Bebas  Jaringan komunikasi  Mengacu PP No. 56
kereta api sepanjang jaringan jalur angkutan kereta api kereta api yang berorientasi bangunan sepanjang jalur kereta api Tahun 2009 tentang

10
No Ketentuan Umum Ketentuan Teknis
Klasifikasi Sistem Ketentuan Kegiatan dan Penggunaan Lahan Ketentuan Ketentuan Prasarana dan Ketentuan Khusus
Jaringan Kegiatan Diperbolehkan Kegiatan Tidak Diperbolehkan Intensitas Sarana Minimum
Kegiatan yang Diperbolehkan
dengan Syarat Pemanfaatan Ruang
kereta api yang mempunyai selama tidak langsung tanpa ada dengan jarak  Rambu-rambu; Penyelenggaraan
fungsi konservasi dan mengganggu perjalanan pembatas dalam sempadan minimum 100 m  Bangunan pengaman jalur Perkeretaapian
penyediaan oksigen. kereta api; rel kereta api; dan  Intensitas kereta api.
 Kawasan lindung dan  Perlintasan jalan  Kegiatan yang tidak pemanfaatan
budidaya yang tertata dengan rel kereta api memiliki hubungan ruang berupa
dengan baik dan tidak harus disertai palang langsung dengan jalur penentuan KDB,
mengganggu fungsi jaringan pintu, rambu-rambu dan kereta api dan mengganggu KLB dan KDH
jalur kereta api; jalur pengaman dengan keselamatan lalu lintas menyesuaikan
 Pagar pembatas (baik alami mengikuti ketentuan perkeretaapian. dengan jenis
maupun buatan) antara yang berlaku. peruntukan yang
jaringan jalur kereta api  Pemasangan utilitas memenuhi
dengan fungsi kawasan prasarana umum ketentuan
budidaya, sebagai salah sepanjang tidak sistem jaringan
satu bentuk perlindungan mengganggu fungsi dan kereta api
keselamatan dan peredam keamanan jalur kereta
kebisingan suara kereta api api

15. Stasiun kereta api  Kegiatan naik dan turun  Kegiatan komersial Kegiatan yang tidak  Intensitas  Fasilitas naik turun  Mengacu PP No. 56
besar penumpang; berupa perdagangan berhubungan dengan fungsi pemanfaatan penumpang; Tahun 2009 tentang
 Kegiatan bongkar muat dan jasa dengan stasiun serta mengganggu ruang berupa  Fasilitas penyandang cacat Penyelenggaraan
barang; intensitas sedang dan fungsi dan pelayanan penentuan KDB, dan berkebutuhan khusus; Perkeretaapian
 Kegiatan operasional kereta rendah serta stasiun. KLB dan KDH  Fasilitas kesehatan;  Mengacu Peraturan
api menyediakan prasarana menyesuaikan  Fasilitas umum; menteri
 Kegiatan pelayanan jasa tersendiri dengan dengan jenis  Fasilitas pembuangan perhubungan
lainnya yang berkaitan dan memenuhi standar peruntukan yang sampah; Nomor: PM. 33
mendukung langsung keamanan dan yang memenuhi  Fasilitas informasi; tahun 2011 Jenis,
sistem jaringan kereta api tidak menimbulkan ketentuan  Fasilitas pendukung stasiun Kelas dan Kegiatan
 Pengembangan RTH yang gangguan terhadap stasiun kereta lainnya. Stasiun Kereta Api
mempunyai fungsi akses stasiun dan api besar
konservasi dan penyediaan gangguan terhadap
oksigen. parkir di badan jalan.

16. Stasiun kereta api  Kegiatan naik dan turun  Kegiatan komersial Kegiatan yang tidak  Intensitas  Fasilitas naik turun  Mengacu PP No. 56
sedang penumpang; berupa perdagangan berhubungan dengan fungsi pemanfaatan penumpang; Tahun 2009 tentang
 Kegiatan bongkar muat dan jasa dengan stasiun serta mengganggu ruang berupa  Fasilitas penyandang cacat Penyelenggaraan
barang; intensitas sedang dan fungsi dan pelayanan penentuan KDB, dan berkebutuhan khusus; Perkeretaapian
 Kegiatan operasional kereta rendah serta stasiun. KLB dan KDH  Fasilitas kesehatan;  Mengacu Peraturan
api menyediakan prasarana menyesuaikan  Fasilitas umum; menteri
 Kegiatan pelayanan jasa tersendiri dengan dengan jenis  Fasilitas pembuangan perhubungan
lainnya yang mendukung memenuhi standar peruntukan yang sampah; Nomor: PM. 33
langsung sistem jaringan keamanan dan yang memenuhi  Fasilitas informasi; tahun 2011 Jenis,
kereta api tidak menimbulkan ketentuan

11
No Ketentuan Umum Ketentuan Teknis
Klasifikasi Sistem Ketentuan Kegiatan dan Penggunaan Lahan Ketentuan Ketentuan Prasarana dan Ketentuan Khusus
Jaringan Kegiatan Diperbolehkan Kegiatan Tidak Diperbolehkan Intensitas Sarana Minimum
Kegiatan yang Diperbolehkan
dengan Syarat Pemanfaatan Ruang
 Pengembangan RTH yang gangguan terhadap stasiun kereta  Fasilitas pendukung stasiun Kelas dan Kegiatan
mempunyai fungsi akses stasiun dan api sedang lainnya. Stasiun Kereta Api
konservasi dan penyediaan gangguan terhadap
oksigen. parkir di badan jalan.
17. Stasiun kereta api  Kegiatan naik dan turun  Kegiatan komersial Kegiatan yang tidak  Intensitas  Fasilitas naik turun  Mengacu PP No. 56
kecil penumpang; berupa perdagangan berhubungan dengan fungsi pemanfaatan penumpang; Tahun 2009 tentang
 Kegiatan bongkar muat dan jasa dengan stasiun serta mengganggu ruang berupa  Fasilitas penyandang cacat Penyelenggaraan
barang; intensitas sedang dan fungsi dan pelayanan penentuan KDB, dan berkebutuhan khusus; Perkeretaapian
 Kegiatan operasional kereta rendah serta stasiun. KLB dan KDH  Fasilitas kesehatan;  Mengacu Peraturan
api menyediakan prasarana menyesuaikan  Fasilitas umum; menteri
 Kegiatan pelayanan jasa tersendiri dengan dengan jenis  Fasilitas pembuangan perhubungan
lainnya yang mendukung memenuhi standar peruntukan yang sampah; Nomor: PM. 33
langsung sistem jaringan keamanan dan yang memenuhi  Fasilitas informasi; tahun 2011 Jenis,
kereta api tidak menimbulkan ketentuan  Fasilitas pendukung stasiun Kelas dan Kegiatan
 Pengembangan RTH yang gangguan terhadap stasiun kereta lainnya. Stasiun Kereta Api
mempunyai fungsi akses stasiun dan api kecil
konservasi dan penyediaan gangguan terhadap
oksigen. parkir di badan jalan.

18. Transit Oriented  Permukiman kepadatan  Pertanian dengan  Industri  Intensitas  Prasarana dan sarana 
Development (TOD) sedang sampai tinggi produktivitas tinggi atau  Pertambangan pengembangan minimum berupa jaringan
 Perdagangan dan jasa berfungsi sebagai RTH Permukiman/bangunan kawasan jalan, jaringan listrik,
 RTH berkepadatan rendah terbangun jaringan air bersih, jaringan
 kecuali bangunan cagar dengan pembuangan limbah, RTH,
budaya ketentuan KDB dan jaringan pelayan
70%, KLB 2,1, minimal permukiman sesuai
dan KDH 30% dengan Kepmen
Permukiman dan Prasarana
Wilayah No.
534/KPTS/M/2011 tentang
Pedoman Penentuan
Standar Pelayanan Minimal
Bidang Penataan Ruang,
Perumahan, dan
Permukiman dan Pekerjaan
Umum
A.2 SISTEM JARINGAN TRANSPORTASI LAUT
19. Pelabuhan LANAL  Instalasi dan aktivitas  Kegiatan pendukung  Kegiatan permukiman,  Intensitas  Memiliki fasilitas tambat
TNI Angkatan Laut pertahanan dan keamanan aktivitas pertahanan komersial, pariwisata dan pemanfaatan labuh untuk kapal perang
negara dan keamanan negara kegiatan lainnya yang ruang berupa dan kapal patroli;
 Aktivitas keluar masuk kapal dengan memperhatikan berpotensi mengganggu penentuan KDB,  Panjang dermaga sekurang-
dan perbaikan ringan kapal. aktivitas pelabuhan. KLB dan KDH kurangnya 100 (seratus)
12
No Ketentuan Umum Ketentuan Teknis
Klasifikasi Sistem Ketentuan Kegiatan dan Penggunaan Lahan Ketentuan Ketentuan Prasarana dan Ketentuan Khusus
Jaringan Kegiatan Diperbolehkan Kegiatan Tidak Diperbolehkan Intensitas Sarana Minimum
Kegiatan yang Diperbolehkan
dengan Syarat Pemanfaatan Ruang
daya dukung dan daya menyesuaikan meter, dengan kedalaman
tampung kawasan. dengan kriteria kolam sekurang-kurangnya
Lantamal TNI minus 2 (dua) meter;
AL  Mampu menampung kapal
perang dan kapal patroli TNI
sekurang-kurangnya 300
(tiga ratus) GT
A.3 SISTEM JARINGAN TRANSPORTASI UDARA
20. Bandar Udara  Kegiatan naik turun  Kegiatan komersial  Kegiatan yang tidak  Intensitas  Keterpaduan intermoda dan  Pemanfaatan
Umum penumpang dan bongkar berupa perdagangan berkaitan dengan fungsi pemanfaatan antarmoda teknologi ramah
muat barang; dan jasa dengan pelayanan kebandar ruang berupa  Fasilitas sisi udara meliputi lingkungan
 Fasilitas pendukung menyediakan prasarana udaraan dan berpotensi penentuan KDB, landas pacu; runway strip,  Mengacu Permen
aktivitas kebandarudaraan; tersendiri yang mengganggu fungsi bandar KLB dan KDH runway end safety area Perhubungan No.
 Fasilitas pergantian moda. memenuhi standar udara menyesuaikan (RESA) stopway dan 11 Tahun 2010
 Jalur hijau dan pertanian keamanan KKOP dan dengan jenis clearway; landas hubung; tentang Tatanan
yang tidak mengundang tidak menimbulkan peruntukan yang landas parkir; serta marka Kebandarudaraan
burung gangguan terhadap memenuhi dan rambu sisi udara Nasional
bandar udara dan ketentuan  Fasilitas sisi darat meliputi
gangguan terhadap bandar udara bangunan terminal
parkir di badan jalan. umum penumpang dan kargo,
 Ketinggian menara pengawas lalu
fasilitas bandara lintas penerbangan,
maupun bangunan operasional
bangunan di penerbangan, bangunan
sekitar bandara gedung genset, bangunan
dibatasi sesuai administrasi/perkantoran
dengan dan hangar; jalan masuk;
ketentuan KKOP tempat parkir kendaraan
bermotor; serta marka dan
rambu sisi darat

13
No Ketentuan Umum Ketentuan Teknis
Klasifikasi Sistem Ketentuan Kegiatan dan Penggunaan Lahan Ketentuan Ketentuan Prasarana dan Ketentuan Khusus
Jaringan Kegiatan Diperbolehkan Kegiatan Tidak Diperbolehkan Intensitas Sarana Minimum
Kegiatan yang Diperbolehkan
dengan Syarat Pemanfaatan Ruang
21. Bandar udara  Kegiatan naik turun  Kegiatan komersial  Kegiatan yang tidak  Intensitas  Fasilitas sisi udara meliputi  Mengacu Permen
khusus penumpang dan bongkar berupa perdagangan berkaitan dengan fungsi pemanfaatan landas pacu; runway strip, Perhubungan No.
muat barang; dan jasa dengan pelayanan kebandar ruang berupa runway end safety area 69 Tahun 2013
 Kegiatan pertahanan dan intensitas rendah serta udaraan dan berpotensi penentuan KDB, (RESA) stopway dan tentang Tatanan
keamanan negara. menyediakan prasarana mengganggu fungsi bandar KLB dan KDH clearway; landas hubung; Kebandarudaraan
 Jalur hijau dan pertanian tersendiri dengan udara menyesuaikan landas parkir; dan marka Nasional
yang tidak mengundang memenuhi standar dengan jenis dan rambu sisi udara
burung keamanan dan tidak peruntukan yang  Fasilitas sisi darat meliputi
menimbulkan gangguan memenuhi bangunan terminal
terhadap bandar udara ketentuan penumpang dan kargo,
dan gangguan terhadap bandar udara menara pengawas lalu
parkir di badan jalan. khusus lintas penerbangan,
 Ketinggian bangunan operasional
fasilitas bandara penerbangan, bangunan
maupun PK-PPK, bangunan gedung
bangunan di genset, bangunan
sekitar bandara administrasi/perkantoran
dibatasi sesuai dan hangar; jalan masuk;
dengan tempat parkir kendaraan
ketentuan KKOP bermotor; dan marka dan
rambu sisi darat
B. RENCANA SISTEM JARINGAN ENERGI
22. Sistem Jaringan  Pengembangan jaringan  Pada kawasan yang  Kegiatan budidaya yang  Intensitas  Prasarana dan sarana Mengacu UU No. 30
Energi dan dan instalasi energi dilewati jaringan listrik dapat mengganggu fungsi pemanfaatan minimum berupa pengaman Tahun 2009 tentang
Kelistrikan kelistrikan diperbolehkan kegiatan dan pelayanan energi listrik ruang berupa pada pembangkit energi Ketenagalistrikan
 Pengembangan jaringan budidaya yang tidak dan BBM penentuan KDB, listrik, depo BBM dan pipa
dan instalasi BBM mengganggu fungsi dan  Fasilitas umum, komersial, KLB dan KDH distribusi BBM
 RTH berupa taman dan pelayanan energi listrik dan perumahan dengan menyesuaikan
pertanian tanaman pangan. jarak kurang dari 500 meter dengan jenis
dari Depo BBM. peruntukan yang
 Fasilitas umum, komersial, memenuhi
dan perumahan yang ketentuan energi
berada di atas pipa dan kelistrikan
distribusi BBM.
C. RENCANA SISTEM JARINGAN TELEKOMUNIKASI
23. Sistem Jaringan  Pengembangan jaringan  Pengembangan menara  Kegiatan yang dapat  Ketinggian • Mengacu pada
Telematika telematika berupa fiber optic microcell dengan mengganggu fungsi dan bangunan Permen kominfo
di bawah tanah sesuai memperhatikan pelayanan jaringan terbatas 01/PER/M/01/2010
peraturan perundangan keamanan dan telematika  Bebas Tentang
yang berlaku karakteristik kawasan. interferensi Penyelengaraan

14
No Ketentuan Umum Ketentuan Teknis
Klasifikasi Sistem Ketentuan Kegiatan dan Penggunaan Lahan Ketentuan Ketentuan Prasarana dan Ketentuan Khusus
Jaringan Kegiatan Diperbolehkan Kegiatan Tidak Diperbolehkan Intensitas Sarana Minimum
Kegiatan yang Diperbolehkan
dengan Syarat Pemanfaatan Ruang
 Pengembangan jaringan Jaringan
telematika sesuai peraturan Telekomunikasi
perundangan yang berlaku

24. BTS  Instalasi menara  Kegiatan yang tidak  Ketinggian  Pagar pengaman/pembatas Mengacu Peraturan
telekomunikasi (BTS) berhubungan dengan bangunan dengan guna lahan di Bersama Menteri
dengan memperhatikan instalasi BTS dan terbatas sekitarnya Dalam Negeri, Menteri
kebutuhan dan karakteristik mengganggu fungsi dan  Bebas Pekerjaan Umum,
kawasan. layanan BTS interferensi Menteri Komunikasi
 RTH berupa taman dan Informatika dan
Kepala Badan
Koordinasi Penanaman
Modal Nomor 18 Th
2009, Nomor
07/PRT/M/2009, Nomor
19/PER/M.Kominfo/03/
2009, Nomor: 3/P/2009
tentang Pedoman
Pemabangunan dan
Penggunaan Bersama
Menara
Telekomunikasi
D. RENCANA SISTEM JARINGAN SUMBER DAYA AIR
25. Jaringan sumber  Pengembangan jaringan  Bangunan pengolahan  Kegiatan baik berupa  Intensitas  Prasarana dan sarana  Mengacu UU No. 11
daya air untuk irigasi; limbah dan bahan bangunan maupun bukan pemanfaatan minimum berupa pelindung Tahun 1974 tentang
mendukung air  Pembangunan jalan pencemar lainnya. bangunan yang berpotensi ruang berupa jaringan berupa jalan Pengairan
baku pertanian inspeksi;  bangunan instalasi/unit mencemari dan merusak KDB yang setapak, kelengkapan  Permen PUPR No
 Pemasangan papan pengolahan dan jaringan sumber daya air diijinkan 10%, bangunan yang diijinkan, 8/PRT/M/2015
pengumuman/larangan produksi air bersih pendukung pertanian dan KLB 10%, KDH dan bangunan pelindung tentang Penetapan
 Pemasangan fondasi, tiang  Bangunan pembangkit kegiatan yang dapat 90%; terhadap kemungkinan Garis Sempadan
dan rentangan kabel listrik; listrik mikro hidro mengganggu fungsi banjir; Irigasi
 Fondasi jembatan/jalan;  Sarana prasarana saluran, bangunan dan  dan Perda DIY No.
 Bangunan pendukung pariwisata drainase 6 Tahun 2010
bendung/bendungan dan  Pengembangan tentang Irigasi
bangunan lalu lintas air jaringan pipa air  Pergub DIY No 9
seperti dermaga, gardu minum/PDAM; Tahun 2012 tentang
listrik, bangunan  Pengembangan Sempadan Jaringan
telekomunikasi,dan jaringan pipa gas; Irigasi
pengontrol/pengukur debit  Fondasi jembatan/jalan,  Pergub DIY No 114
air/pencatat hidrologi/kantor pembangunan jalan Tahun 2014 tentang
pengamat pengairan. pendekat/oprit jembatan Tata Cara
melintasi jaringan Pemberian Izin
15
No Ketentuan Umum Ketentuan Teknis
Klasifikasi Sistem Ketentuan Kegiatan dan Penggunaan Lahan Ketentuan Ketentuan Prasarana dan Ketentuan Khusus
Jaringan Kegiatan Diperbolehkan Kegiatan Tidak Diperbolehkan Intensitas Sarana Minimum
Kegiatan yang Diperbolehkan
dengan Syarat Pemanfaatan Ruang
irigasi; dan atau Pengembangan
pengembangan jalan Jaringan Irigasi,
Pengubahan pada
Jaringan Irigasi dan
Kegiatan Konstruksi
di Sempadan
Jaringan Irigasi
 Sepanjang ruang
sempadan dapat
dikembangkan RTH
produktif;
 Penyediaan rambu
dan peringatan
keselamatan terkait
dengan badan air

26. Jaringan sumber  Bangunan pengambilan air  Bangunan pengolahan  Bangunan yang tidak  Intensitas  Prasarana dan sarana  Sepanjang ruang
daya air untuk baku, bangunan instalasi limbah dan bahan berhubungan secara pemanfaatan pelindung terhadap sempadan dapat
kebutuhan air baku pengolahan air minum, pencemar lainnya. langsung dengan fungsi ruang berupa kemungkinan banjir dan dikembangkan RTH
industri untuk reservoir dan bangunan jaringan sumber daya air KDB yang pencemaran sumber air produktif; dan
mendukung pendukung SPAM (sistem pendukung kawasan diijinkan 10%,  Penyediaan rambu
kawasan industri penyediaan air minum) industri; KLB 10%, KDH dan peringatan
lainnya, serta jaringan  Kegiatan baik berupa 90%; keselamatan terkait
perpipaan SPAM. bangunan maupun bukan dengan sumber air.
 Pemasangan fondasi dan yang potensi mencemari  Mengacu UU No. 11
rentangan kabel listrik; jaringan sumber daya air Tahun 1974 tentang
 Fondasi jembatan/jalan; pendukung kawasan Pengairan
 Bangunan industri.
bendung/bendungan dan
bangunan lalu lintas air
seperti dermaga, gardu
listrik, bangunan
telekomunikasi dan
pengontrol/pengukur debit
air/ pencatat hidrologi/kantor
pengamat pengairan.
27. Jaringan air baku  Bangunan pengambilan air  Bangunan penunjang  Bangunan yang tidak  Intensitas  Prasarana dan sarana  Sepanjang ruang
untuk kebutuhan baku, bangunan instalasi pariwisata; berhubungan secara bangunan pelindung terhadap sempadan dapat
air minum pengolahan air minum,  Bangunan pengontrol langsung dengan fungsi berupa KDB kemungkinan banjir dan dikembangkan RTH
reservoir dan bangunan debit dan kualitas air. mata air dan sumber air yang diijinkan pencemaran sumber air produktif; dan
pendukung SPAM (sistem lainnya; dan 10%, KLB 10%,  Penyediaan rambu
penyediaan air minum) KDH 90% dan peringatan

16
No Ketentuan Umum Ketentuan Teknis
Klasifikasi Sistem Ketentuan Kegiatan dan Penggunaan Lahan Ketentuan Ketentuan Prasarana dan Ketentuan Khusus
Jaringan Kegiatan Diperbolehkan Kegiatan Tidak Diperbolehkan Intensitas Sarana Minimum
Kegiatan yang Diperbolehkan
dengan Syarat Pemanfaatan Ruang
lainnya, serta jaringan  Kegiatan baik berupa sesuai keselamatan terkait
perpipaan SPAM. bangunan maupun bukan ketentuan dengan sumber air.
 Penanaman tanaman keras, yang potensi mencemari bangunan yang  Mengacu UU No. 11
perdu, tanaman pelindung mata air dan sumber air dimaksud Tahun 1974 tentang
mata air. lainnya. Pengairan

28. Sistem 
Bangunan struktural dan  Kegiatan yang  Kegiatan budidaya  Intensitas KDB,  Prasarana dan sarana Mengacu UU No. 11
pengendalian banjir
non struktural pengendali mendukung terbangun yang tidak KLB dan KDH minimum berupa pelindung Tahun 1974 tentang
sungai banjir pengendalian banjir meresapkan air tanah disesuaikan terhadap kemungkinan Pengairan

Pengembangan embung  Bangunan penunjang  Kegiatan yang berpotensi dengan banjir  Mengacu Permen
dan sarana/prasarana kegiatan pariwisata merusak prasarana dan peraturan yang PUPR No. 28 tahun
pengendali banjir lain sarana pengendali banjir. berlaku 2015 tentang
sebagai penahan air hujan; Penetapan Garis
 Bangunan penunjang Sempadan Sungai
pengendali banjir; dan Garis
 Pemasangan Sistem Sempadan Danau
Peringatan Dini (Early
warning system)
E. RENCANA PENGEMBANGAN SISTEM PENGOLAHAN AIR LIMBAH
29. Sistem Jaringan  Kegiatan budidaya di atas  Pembangunan  Kegiatan yang berpotensi  Intensitas KDB,
Pengelolaan Air jaringan limbah yang tidak jalan/fasilitas publik di merusak jaringan sistem air KLB dan KDH
Limbah mengganggu fungsi dan atas jaringan air limbah limbah disesuaikan
layanan jaringan  Kegiatan pembuangan dengan
sampah ke dalam jaringan peraturan yang
air limbah berlaku
 Kegiatan mengalirkan air ke
dalam jaringan air limbah
30. Instalasi Pengolah  Kegiatan pemrosesan air  Kegiatan pendidikan  Kegiatan yang tidak terkait  Intensitas KDB,  Bak pengumpul, bak
Air Limbah (IPAL) limbah menjadi air baku dan penelitian yang dengan pemrosesan air KLB dan KDH penangkap pasir, kolam
atau sisa lainnya terkait dengan limbah disesuaikan fakultatif dan kolam
 Bangunan pendukung IPAL pengolahan air limbah  Kegiatan fungsi budidaya di dengan maturasi
 Pembangunan IPLT sekitar kawasan yang peraturan yang
berpotensi mengganggu berlaku
instalasi air limbah
 Kegiatan yang berpotensi
merusak prasarana dan
sarana di IPAL
31. Instalasi  Kegiatan pengolahan  Kegiatan pendidikan  Kegiatan yang tidak terkait  Intensitas KDB,  Bak pemisah padatan dan
Pengolahan lumpur tinja menjadi dan penelitian yang dengan pemrosesan lumpur KLB dan KDH cairan (SSC, imhof tank,
Lumpur Tinja (IPLT) material yang ramah terkait dengan tinja disesuaikan SAP)
lingkungan pengolahan lumpur tinja  Kegiatan fungsi budidaya di dengan  Kolam anaerobic, kolam
sekitar kawasan yang fakultatif, kolam maturasi
17
No Ketentuan Umum Ketentuan Teknis
Klasifikasi Sistem Ketentuan Kegiatan dan Penggunaan Lahan Ketentuan Ketentuan Prasarana dan Ketentuan Khusus
Jaringan Kegiatan Diperbolehkan Kegiatan Tidak Diperbolehkan Intensitas Sarana Minimum
Kegiatan yang Diperbolehkan
dengan Syarat Pemanfaatan Ruang
berpotensi mengganggu peraturan yang
instalasi lumpur tinja berlaku
 Kegiatan yang berpotensi
merusak prasarana dan
sarana di IPLT
F. RENCANA PENGEMBANGAN SISTEM PERSAMPAHAN
32. Sistem Jaringan  Kegiatan pemilihan,  Kegiatan penelitian.  Seluruh kegiatan yang tidak  Intensitas KDB,  Prasarana dan sarana  Ketentuan lain-lain
Persampahan pemilahan, dan berhubungan dengan KLB dan KDH minimum berupa unit berupa kerjasama
pengangkutan sampah; pengelolaan sampah disesuaikan pengumpulan dan antara pelaku
 Pengembangan fasilitas dengan pengangkutan sampah pengolah sampah
Intermediate Transfer peraturan yang dilakukan melalui
Facilities (ITF) berlaku kerjasama tersendiri
 RTH produktif maupun non sesuai dengan
produktif; dan perundang-undangan
 Bangunan pendukung yang berlaku.
pengangkutan dan  Mengacu Permen PU
pengolahan sampah. No. 3 Tahun 2013
tentang
Penyelenggaraan
Prasarana dan
Sarana
Persampahan dalam
Penanganan
Sampah Rumah
Tangga dan Sampah
Sejenis Sampah
Rumah Tangga)
33. TPA  Bangunan pendukung  Kegiatan penelitian.  Seluruh kegiatan yang tidak  Saringan  Fasilitas dasar berupa jalan  Ketentuan lain-lain
pengolah sampah. berhubungan dengan alamiah/sistem masuk, jalan operasional, berupa kerjasama
 Kegiatan pemilahan, daur pengelolaan sampah angkutan listrik atau genset, antara pelaku
ulang, pengumpulan, dan terjadwal drainase, air bersih, pagar pengolah sampah
pengurugan  Lokasi Tempat dan kantor. dilakukan melalui
Pemrosesan kerjasama tersendiri
Akhir jauh dari
 Fasilitas perlindungan
sesuai dengan
lingkungan berupa lapisan
permukiman perundang-undangan
kedap air; saluran
 KDB setinggi- yang berlaku.
pengumpul lindi, instalasi
tingginya 30%  Mengacu Permen PU
pengolahan lindi; zona
(tiga puluh No. 3 Tahun 2013
penyangga; sumur uji atau
persen) tentang
pantau; dan penanganan
Penyelenggaraan
gas
Prasarana dan
Sarana
18
No Ketentuan Umum Ketentuan Teknis
Klasifikasi Sistem Ketentuan Kegiatan dan Penggunaan Lahan Ketentuan Ketentuan Prasarana dan Ketentuan Khusus
Jaringan Kegiatan Diperbolehkan Kegiatan Tidak Diperbolehkan Intensitas Sarana Minimum
Kegiatan yang Diperbolehkan
dengan Syarat Pemanfaatan Ruang
 Fasilitas operasional berupa Persampahan dalam
alat berat dan truk Penanganan
pengangkut tanah Sampah Rumah
Tangga dan Sampah
Sejenis Sampah
Rumah Tangga)

G. SISTEM JARINGAN DRAINASE


34. Sistem Jaringan  Pengembangan jaringan  Bangunan pengontrol  Penutupan saluran  Saluran dapat Mengacu Permen
Drainase drainase; debit air drainase tanpa izin; mengalirkan air PU No
 Pengembangan kolam  Pembuangan sampah dan hujan ke sungai 12/PRT/M/2014
retensi dan lubang limbah pada saluran lintas Penyelenggaraan
penyerapan air hujan; drainase; kabupaten/kota Sistem Drainase
 Pengembangan jalur  Semua kegiatan yang dan lintas Perkotaan
inspeksi untuk mengganggu fungsi provinsi
pemeliharaan sistem jaringan drainase
jaringan drainase.
H. SISTEM JARINGAN PRASARANA LAINNYA
35. Jalur Evakuasi  Pemanfaatan jalan umum   Menutup, membatasi, atau  Ruang milik Terdapat bahu jalan  Mengacu UU No. 38
Bencana sebagai jalur dan ruang menghalangi akses jalan jalan sebagai akses jalur Tahun 2004 tentang
evakuasi bencana pada umum kendaraan pelayanan Jalan dan PP No.
saat tanggap darurat darurat 34 Tahun 2006
tentang Jalan
 Mengacu Peraturan
Menteri Pekerjaan
Umum Nomor:
20/PRT/M/2010
Tentang Pedoman
Pemanfaatan Dan
Penggunaan
Bagian-Bagian
Jalan

B. Indikasi Arahan Peraturan Zonasi Pola Ruang


1. Indikasi Arahan Peraturan Zonasi Kawasan Lindung

19
No Ketentuan Umum Ketentuan Teknis
Ketentuan Kegiatan dan Penggunaan Lahan
Klasifikasi Fungsi Ketentuan Intensitas Ketentuan Prasarana dan
Kegiatan Diperbolehkan Kegiatan Tidak Diperbolehkan Ketentuan Khusus
Kegiatan yang Diperbolehkan Pemanfaatan Ruang Sarana Minimum
dengan Syarat
POLA RUANG KAWASAN LINDUNG
Kawasan yang Memberikan Perlindungan terhadap Kawasan Bawahannya
36. Hutan lindung  Kegiatan konservasi dan  Diperbolehkan untuk  Kegiatan yang berpotensi  Intensitas berupa  Prasarana dan sarana Mengacu UU No. 41
perlindungan hutan; wisata alam, penelitian mengurangi luas kawasan kegiatan minimum berupa Tahun 1999 tentang
 Pemungutan hasil hutan dan pengembangan ilmu hutan; pembangunan di penyediaan sarana dan Kehutanan, PP No. 24
bukan kayu terbatas; pengetahuan dengan  Kegiatan yang berpotensi kawasan hutan prasarana penunjang Tahun 2010 tentang
syarat tidak merubah menimbulkan kerusakan lindung disertai pelestarian hutan Penggunaan Kawasan
bentang alam tanaman dan tanda-tanda ketentuan lindung tanpa merubah Hutan dan Permen
 Penggunaan kawasan batas; pembanguan bentang alam hutan Kehutanan No.
hutan dapat dilakukan  Penambangan dengan pola dengan besaran lindung, antara lain P.22/Menhut-II/2012
tanpa mengubah fungsi penambangan terbuka; dan KDB yang dengan penyediaan tentang Pedoman
pokok kawasan hutan  Kegiatan budidaya baru diijinkan ≤ 5%, jalan setapak, bangunan Kegiatan Usaha
dan budidaya yang telah KLB ≤ 0,05, dan non permanen yang Pemanfaatan Jasa
ada di kawasan lindung KDH ≥ 95%. tidak merusak Lingkungan Wisata
yang dapat mengganggu lingkungan Alam pada Hutan
fungsi lindung dan Lindung
kelestarian lingkungan
hidup.
37. Kawasan Resapan  Hutan dan wisata alam; dan  Pengembangan  Kegiatan terbangun, kecuali  intensitas berupa  Prasarana dan sarana  Aturan Kawasan
Air  Kegiatan mitigasi bencana. prasarana kawasan yang bangunan yang sudah kegiatan minimum berupa Resapan Air di
dengan sistem ada dan/atau mendukung pembangunan penyediaan sarana dan dalam kolom ini
peresapan di sekitarnya fungsi kawasan resapan air dengan besaran prasarana jalan tanpa berlaku bagi
 Kegiatan budidaya tidak  Penambangan terbuka KDB yang merubah bentang alam kawasan
terbangun yang memiliki yang potensial merubah diijinkan ≤10%, kawasan resapan air peruntukan
kemampuan tinggi bentang alam KLB ≤ 0,1, dan primer permukiman dan
menahan limpasan air KDH ≥ 90% kawasan
 Penyediaan sumur  Untuk Kawasan peruntukan
resapan dan/atau waduk Peruntukan industri yang
pada lahan terbangun Permukiman dan bersinggungan
yang sudah ada Kawasan dengan kawasan
 Kegiatan permukiman Peruntukan resapan air
kepadatan rendah Industri, KDB,
(eksisting) KLB dan KDH
 Kegiatan budidaya ditentukan dengan
terbatas untuk penduduk memperhatikan
asli prinsip zero delta
 Sarana prasarana umum Q policy.
Kawasan Perlindungan Setempat
38. Sempadan Pantai  Bangunan pengendali air, dan  Kegiatan penelitian dan  Bangunan yang berpotensi  Besaran intensitas  Ketentuan prasarana  Mengacu UU No.
sistem peringatan dini (early pariwisata tanpa merusak ekosistem pantai KDB yang dan sarana minimum 01 Tahun 2014
warning system) diijinkan ≤10%, berupa penyediaan tentang

20
No Ketentuan Umum Ketentuan Teknis
Ketentuan Kegiatan dan Penggunaan Lahan
Klasifikasi Fungsi Ketentuan Intensitas Ketentuan Prasarana dan
Kegiatan Diperbolehkan Kegiatan Tidak Diperbolehkan Ketentuan Khusus
Kegiatan yang Diperbolehkan Pemanfaatan Ruang Sarana Minimum
dengan Syarat
POLA RUANG KAWASAN LINDUNG
 Sistem pertahanan dan merubah bentang alam KLB ≤ 0,1, dan sarana dan prasarana Perubahan Atas
keamanan. pantai KDH ≥ 90% bangunan pemantauan UU No. 27 Tahun
 Bangunan pelindung pantai  Tempat Pelelangan Ikan bencana, sistem 2007 tentang
 Penangkapan hasil laut  Pelabuhan peringatan dini (early Pengelolaan
 Pangkalan Pendaratan Ikan warning system), dan Wilayah Pesisir
jalur evakuasi bencana dan Pulau-Pulau
Kecil
39. Sempadan Sungai  Bangunan pengendali air dan  Sarana dan prasarana  mendirikan bangunan  Besaran intensitas  Prasarana dan sarana  Mengacu Permen
banjir, dan sistem peringatan Pariwisata yang tidak  mengurangi dimensi KDB yang minimum berupa PUPR No. 28
dini (early warning system) berpotensi merusak tanggul diijinkan ≤10%, pelindung sungai, jalan tahun 2015
 penanaman tanaman keras, ekosistem sungai;  menanam tanaman selain KLB ≤ 0,1, dan setapak, kelengkapan tentang
perdu, tanaman pelindung  Bangunan pengolahan rumput pada badan tanggul KDH ≥ 90% bangunan yang diijinkan, Penetapan Garis
sungai limbah dan bahan yang berada pada dan bangunan Sempadan Sungai
 Fondasi sarana dan prasarana pencemar yang tidak sempadan sungai pengendali banjir dan Garis
publik (seperti: jalan dan berpotensi merusak  Kegiatan bukan bangunan Sempadan Danau
jembatan) ekosistem sungai yang berpotensi mencemari
 Bangunan pengontrol/  Bangunan pembangkit sungai
pengukur debit air listrik mikro hidro
 Bangunan pengambilan air  Pengembangan bibit ikan
baku, bangunan instalasi non komersil dengan
pengolahan air minum, syarat tidak merusak
reservoir dan bangunan ekosistem sungai dan
pendukung SPAM (sistem mengganggu fungsi
penyediaan air minum) sungai
lainnya, serta jaringan
perpipaan SPAM.
 Bangunan ketenagalistrikan
serta rentangan kabel listrik
dan telekomunikasi
40. Kawasan Sekitar  Pertanian berupa tanaman  Bangunan penunjang  Kegiatan berupa bangunan  Besaran intensitas  Prasarana dan sarana  Bangunan terbuka
Danau atau Waduk keras, perdu, tanaman pariwisata dan olahraga maupun bukan bangunan KDB yang minimum berupa rekreasi, minimum
pelindung danau/waduk yang tidak berpotensi yang berpotensi mencemari diijinkan ≤10%, pelindung danau/waduk, 6 m dari tepi
 Bangunan pengambilan air merusak danau/waduk danau/waduk. KLB ≤ 0,1, dan jalan setapak, danau/ waduk
baku, bangunan instalasi  Penangkapan ikan  Mengubah aliran air masuk KDH ≥ 90% kelengkapan bangunan  Mengacu Permen
pengolahan air dan dengan tidak atau ke luar danau. yang diijinkan, dan PUPR No. 28
pendukungnya, serta jaringan menimbulkan bangunan pelindung tahun 2015
perpipaan air minum pencemaran terhadap terhadap kemungkinan tentang
 Bangunan pengontrol debit danau/waduk banjir Penetapan Garis
dan kualitas air Sempadan Sungai
 jalan akses, jembatan, dan dan Garis
dermaga; Sempadan Danau
21
No Ketentuan Umum Ketentuan Teknis
Ketentuan Kegiatan dan Penggunaan Lahan
Klasifikasi Fungsi Ketentuan Intensitas Ketentuan Prasarana dan
Kegiatan Diperbolehkan Kegiatan Tidak Diperbolehkan Ketentuan Khusus
Kegiatan yang Diperbolehkan Pemanfaatan Ruang Sarana Minimum
dengan Syarat
POLA RUANG KAWASAN LINDUNG
 rentangan kabel listrik dan  Mengacu Permen
telekomunikasi; PUPR No. 27
 bangunan ketenagalistrikan. tahun 2015
 Ruang Terbuka Hijau tentang
Bendungan

Kawasan Konservasi
41. Kawasan Cagar  Kegiatan konservasi  Kegiatan yang berpotensi  Besaran intensitas  Prasarana dan sarana
Alam kawasan. mengurangi luas cagar KDB yang minimum berupa
 Bangunan pendukung alam; diijinkan ≤10%, penyediaan sarana dan
fungsi kawasan cagar  Kegiatan yang dapat KLB ≤ 0,1, dan prasarana yang
alam mengganggu fungsi KDH ≥ 90% menunjang pelestarian
 Kegiatan wisata alam kawasan cagar alam. cagar alam, wisata alam,
terbatas pada blok penelitian, dan
peruntukan pengembangan ilmu
 Kegiatan penelitian dan pengetahuan dengan
pengembangan ilmu tanpa merubah bentang
pengetahuan dengan alam
syarat tidak mengganggu
kelestarian alam

42. Suaka Margasatwa  Bangunan pendukung fungsi  Wisata pendidikan dan  Kegiatan budidaya yang  Besaran intensitas  Prasarana dan sarana Mengacu UU No. 41
kawasan suaka margasatwa konservasi terbatas pada berpotensi mengurangi luas KDB yang minimum berupa Tahun 1999 tentang
blok peruntukan, kawasan suaka diijinkan ≤10%, penyediaan sarana dan Kehutanan, PP No.
penelitian dan margasatwa KLB ≤ 0,1, dan prasarana yang 28 Tahun 2011
pengembangan ilmu  Kegiatan perburuan dan KDH ≥ 90% menunjang pelestarian tentang Pengelolaan
pengetahuan dengan menangkap satwa, suaka margasatwa dan Kawasan Suaka
syarat tidak merubah menembak satwa, dan wisata alam dengan Alam dan Kawasan
bentang alam merusak habitat satwa tanpa merubah bentang Pelestarian Alam,
alam dan PP No. 36
Tahun 2010 tentang
Pengusahaan
Pariwisata Alam di
Suaka Margasatwa,
Taman Nasional,
Taman Hutan Raya,
dan Taman Wisata
Alam

22
No Ketentuan Umum Ketentuan Teknis
Ketentuan Kegiatan dan Penggunaan Lahan
Klasifikasi Fungsi Ketentuan Intensitas Ketentuan Prasarana dan
Kegiatan Diperbolehkan Kegiatan Tidak Diperbolehkan Ketentuan Khusus
Kegiatan yang Diperbolehkan Pemanfaatan Ruang Sarana Minimum
dengan Syarat
POLA RUANG KAWASAN LINDUNG
43. Taman Nasional  Bangunan pendukung fungsi  Diperbolehkan untuk  Kegiatan yang berpotensi  Besaran intensitas  Prasarana dan sarana Mengacu UU No. 41
kawasan Taman Nasional wisata alam, penelitian mengurangi luas Taman KDB yang minimum berupa Tahun 1999 tentang
Gunung Merapi dan pengembangan ilmu Nasional Gunung Merapi diijinkan ≤10%, penyediaan sarana dan Kehutanan, PP No.
pengetahuan dengan  Kegiatan budidaya yang KLB ≤ 0,1, dan prasarana bangunan 36 Tahun 2010
syarat tidak merubah dapat mengganggu fungsi KDH ≥ 90% pemantauan bencana, tentang
bentang alam lindung Taman Nasional sistem peringatan dini Pengusahaan
 Bangunan pemantauan Gunung Merapi (early warning system), Pariwisata Alam di
bencana dan sistem dan jalur evakuasi Suaka Margasatwa,
peringatan dini (early bencana Taman Nasional,
warning system) Taman Hutan Raya,
dan Taman Wisata
Alam, serta Perpres
No. 70 Tahun 2014
tentang Rencana
Tata Ruang
Kawasan Taman
Nasional Gunung
Merapi
41 Taman Wisata  Bangunan pendukung fungsi  Diperbolehkan untuk  Kegiatan yang berpotensi  Besaran intensitas  Prasarana dan sarana Mengacu UU No. 41
Alam kawasan Taman Wisata Alam wisata alam, penelitian mengurangi luas Taman KDB yang minimum berupa Tahun 1999 tentang
dan pengembangan ilmu Wisata Alam diijinkan ≤10%, penyediaan sarana dan Kehutanan, PP No.
pengetahuan dengan  Kegiatan budidaya yang KLB ≤ 0,1, dan prasarana yang 36 Tahun 2010
syarat tidak merubah dapat mengganggu fungsi KDH ≥ 90% menunjang pelestarian tentang
bentang alam lindung Taman Wisata Alam taman wisata alam Pengusahaan
dengan tanpa merubah Pariwisata Alam di
bentang alam Suaka Margasatwa,
Taman Nasional,
Taman Hutan Raya,
dan Taman Wisata
Alam
44. Taman Hutan Raya  Bangunan pendukung fungsi  Wisata alam, penelitian  Kegiatan yang berpotensi  besaran KDB  Prasarana dan sarana Mengacu UU No. 41
kawasan taman hutan raya dan pengembangan ilmu mengurangi luas taman yang diijinkan minimum berupa Tahun 1999 tentang
pengetahuan dengan hutan raya ≤10%, KLB ≤ 0,1, penyediaan sarana dan Kehutanan, PP No.
syarat tidak merubah  Kegiatan budidaya yang dan KDH ≥ 90% prasarana yang 36 Tahun 2010
bentang alam dapat mengganggu fungsi menunjang pelestarian tentang
lindung taman hutan raya taman hutan raya, Pengusahaan
wisata alam, penelitian, Pariwisata Alam di
dan pengembangan ilmu Suaka Margasatwa,
pengetahuan dengan Taman Nasional,
tanpa merubah bentang Taman Hutan Raya,
alam
23
No Ketentuan Umum Ketentuan Teknis
Ketentuan Kegiatan dan Penggunaan Lahan
Klasifikasi Fungsi Ketentuan Intensitas Ketentuan Prasarana dan
Kegiatan Diperbolehkan Kegiatan Tidak Diperbolehkan Ketentuan Khusus
Kegiatan yang Diperbolehkan Pemanfaatan Ruang Sarana Minimum
dengan Syarat
POLA RUANG KAWASAN LINDUNG
dan Taman Wisata
Alam
Kawasan Lindung Geologi
45. Kawasan Cagar  Kegiatan pariwisata yang tidak  Kegiatan pendidikan,  Segala kegiatan budidaya  Kegiatan  Sarana prasarana bagi 
Alam Geologi mengganggu kelestarian penelitian dan yang menyebabkan pembangunan pengunjung yang tidak
kawasan pengembangan ilmu perubahan bentang alam. dengan besaran merusak keaslian
pengetahuan yang tidak KDB yang diijinkan bentang alam.
merubah bentang alam. 5%, KLB 0,05,
 Bangunan pendukung KDH 95%
kegiatan pariwisata.
46. Kawasan Gumuk  Pariwisata terbatas dan  Segala jenis kegiatan yang  Tidak ada   Bebas bangunan
Pasir Parangtritis minat khusus berpotensi merusak gumuk bangunan
 Kegiatan penelitian pasir
 Sarana prasarana umum
terbatas pada zona
penunjang dan zona
terbatas
47. Kawasan  Tanaman hijau alamiah  Wisata alam, penelitian  Pertambangan  Intensitas KDB,  Disesuaikan dengan  Bebas bangunan
Perlindungan Air dan pengembangan ilmu  Bangunan dan KLB dan KDH prasarana dan sarana potensial merusak
Tanah pengetahuan dengan pengembangan kegiatan menyesuaikan minimal perumahan bentang alam
syarat tidak merubah baru yang berpotensi dengan jenis perdesaan  Mengacu Kepmen
bentang alam merusak bentang alam peruntukan yang ESDM No. 1456
 Kegiatan permukiman karst memenuhi K/20/MEM/2000
kepadatan rendah ketentuan ruang tentang Pedoman
(eksisting) per kawasan yang Pengelolaan
 Kegiatan budidaya diatur dengan Kawasan Kars
terbatas untuk penduduk peraturan rinci tata
asli ruang
 Sarana prasarana umum
48. Kawasan Sekitar  Bangunan pengambilan air  Pertanian dengan tidak  Kegiatan budidaya yang  Intensitas  Prasarana dan sarana
Mata Air baku, bangunan instalasi menimbulkan berpotensi mencemari dan bangunan berupa minimum berupa
pengolahan air dan pencemaran dan merusak mata air KDB yang pelindung mata air
pendukungnya, serta jaringan kerusakan terhadap mata  Kegiatan struktural yang diijinkan 5%, KLB
perpipaan air minum air berpotensi mencemari dan 0,05, KDH 95%
 Bangunan pengontrol debit merusak mata air
dan kualitas air
49. Ruang Terbuka  Pada RTH publik  Tempat parkir, gedung  Permukiman, perdagangan  intensitas berupa  Sarana prasarana bagi Mengacu pada
Hijau diperbolehkan untuk kegiatan pertemuan dan jasa yang bersifat kegiatan masyarakat/pengunjung Permen PU No.5 th
sosial, wisata, olahraga, tetap/permanen pembangunan RTH seperti jalan 2008 tentang Ruang
dengan besaran setapak, sarana olah Terbuka Hijau

24
No Ketentuan Umum Ketentuan Teknis
Ketentuan Kegiatan dan Penggunaan Lahan
Klasifikasi Fungsi Ketentuan Intensitas Ketentuan Prasarana dan
Kegiatan Diperbolehkan Kegiatan Tidak Diperbolehkan Ketentuan Khusus
Kegiatan yang Diperbolehkan Pemanfaatan Ruang Sarana Minimum
dengan Syarat
POLA RUANG KAWASAN LINDUNG
kegiatan pendidikan dan KDB yang diijinkan raga/lapangan terbuka,
penelitian ≤30%, KLB ≤ 0,1, kursi taman, toilet umum
dan KDH ≥ 60%; dan tempat parkir
Kawasan Rawan Bencana Alam
50. Kawasan Rawan  Hutan, perkebunan, dan  Wisata alam, penelitian  Kegiatan berupa kawasan  KDB yang  ketentuan prasarana dan  Mengacu Perpres
Bencana Alam pertanian tanaman tahunan dan pengembangan ilmu terbangun, khususnya diijinkan ≤5%, sarana minimum berupa No. 70 Tahun
Geologi  Bangunan pemantauan pengetahuan dengan permukiman. KLB ≤ 0,05%, dan penyediaan sarana dan 2014 tentang
(Kerawanan bencana dan sistem syarat tidak merubah KDH ≥ 95% prasarana bangunan Rencana Tata
Tinggi) peringatan dini (early warning bentang alam pemantauan bencana, Ruang Kawasan
system)  Normalisasi material sistem peringatan dini Taman Nasional
 Kegiatan mitigasi bencana. pasca erupsi (early warning system), Gunung Merapi
dan jalur evakuasi
bencana

51. Kawasan Rawan  Hutan, perkebunan, dan  Wisata alam, penelitian  Kegiatan berupa kawasan  KDB yang  ketentuan prasarana dan  Mengacu Perpres
Bencana Alam pertanian tanaman tahunan dan pengembangan ilmu terbangun, khususnya diijinkan ≤5%, sarana minimum berupa No. 70 Tahun
Geologi  Bangunan pemantauan pengetahuan dengan permukiman. KLB ≤ 0,05%, dan penyediaan sarana dan 2014 tentang
(Kerawanan bencana dan sistem syarat tidak merubah KDH ≥ 95% prasarana bangunan Rencana Tata
Sedang dan peringatan dini (early warning bentang alam pemantauan bencana, Ruang Kawasan
Rendah) system)  Normalisasi material sistem peringatan dini Taman Nasional
 Kegiatan mitigasi bencana. pasca erupsi (early warning system), Gunung Merapi
 Kegiatan permukiman dan jalur evakuasi
perdesaan dan kegiatan bencana
pertanian yang telah ada  Tempat Evakuasi
Sementara (TES) dan
Tempat Evakuasi Akhir
(TEA)
52. Kawasan Rawan  Hutan, tanaman hijau alamiah  Penelitian dan Kegiatan berupa kawasan  Intensitas KDB,  Ketentuan prasarana  Bebas
Tanah Longsor  Bangunan pemantauan pengembangan ilmu terbangun, khususnya KLB dan KDH dan sarana minimum permukiman
bencana dan sistem pengetahuan dengan permukiman baru (untuk menyesuaikan berupa penyediaan  Mengacu UU No.
peringatan dini (early warning syarat tidak merubah kawasan yang telah terbangun, dengan jenis sarana dan prasarana 24 Tahun 2007
system) bentang alam secara bertahap dan terencana peruntukan yang bangunan pemantauan tentang
 pertanian tanaman kegiatan permukiman memenuhi bencana, sistem Penanggulangan
tahunan ketentuan ruang peringatan dini (early Bencana
dipindahkan)
 Permukiman eksisting per kawasan yang warning system), dan
yang telah dilengkapi diatur dengan jalur evakuasi bencana
dengan sistem peraturan detail  Penyediaan sarana dan
kesiapsiagaan bencana tata ruang prasarana kegiatan
penunjang hutan,
perkebunan dan

25
No Ketentuan Umum Ketentuan Teknis
Ketentuan Kegiatan dan Penggunaan Lahan
Klasifikasi Fungsi Ketentuan Intensitas Ketentuan Prasarana dan
Kegiatan Diperbolehkan Kegiatan Tidak Diperbolehkan Ketentuan Khusus
Kegiatan yang Diperbolehkan Pemanfaatan Ruang Sarana Minimum
dengan Syarat
POLA RUANG KAWASAN LINDUNG
pertanian tanaman
pangan
 Konstruksi penahan
tanah seperti tanggul,
talud, turap
53. Kawasan Rawan  Bangunan pengendali air, dan  Kegiatan penelitian dan  Bangunan yang berpotensi  Intensitas KDB,  Ketentuan prasarana  Bebas
Tsunami sistem peringatan dini (early pariwisata tanpa merusak ekosistem dan KLB dan KDH dan sarana minimum permukiman
warning system) dan SAR merubah bentang alam kelestarian kawasan menyesuaikan berupa penyediaan  Mengacu UU No.
 Penangkapan hasil laut sempadan pantai dengan jenis sarana dan prasarana 24 Tahun 2007
peruntukan yang bangunan pemantauan tentang
memenuhi bencana, sistem Penanggulangan
ketentuan ruang peringatan dini (early Bencana dan PP
per kawasan yang warning system), dan No. 64 Tahun
diatur dengan jalur evakuasi bencana 2010 tentang
peraturan detail  Tempat Evakuasi Mitigasi Bencana
tata ruang Sementara (TES) dan di Wilayah Pesisir
Tempat Evakuasi Akhir dan Pulau-Pulau
(TEA) Kecil
54. Kawasan Rawan  Bangunan pengendali air, dan  Kegiatan penelitian dan  Bangunan yang berpotensi  Intensitas KDB,  Ketentuan prasarana  Bebas
Gelombang sistem peringatan dini (early pariwisata tanpa merusak ekosistem dan KLB dan KDH dan sarana minimum permukiman
Pasang warning system) dan SAR merubah bentang alam kelestarian kawasan menyesuaikan berupa penyediaan  Mengacu UU No.
 Penangkapan hasil laut sempadan pantai dengan jenis sarana dan prasarana 24 Tahun 2007
peruntukan yang bangunan pemantauan tentang
memenuhi bencana, sistem Penanggulangan
ketentuan ruang peringatan dini (early Bencana dan PP
per kawasan yang warning system), dan No. 64 Tahun
diatur dengan jalur evakuasi bencana 2010 tentang
peraturan detail Mitigasi Bencana
tata ruang di Wilayah Pesisir
dan Pulau-Pulau
Kecil
55. Kawasan Rawan  Hutan, perkebunan, dan  Kegiatan budidaya tidak  Kegiatan berupa kawasan  Intensitas KDB,  Ketentuan prasarana Mengacu UU No. 24
Banjir pertanian tanaman tahunan, terbangun terbangun, khususnya KLB dan KDH dan sarana minimum Tahun 2007 tentang
tanaman hijau alamiah  Permukiman eksisting permukiman menyesuaikan berupa penyediaan Penanggulangan
 Bangunan penahan banjir yang telah dilengkapi (untuk kawasan yang telah dengan jenis sarana dan prasarana Bencana
sistem peringatan dini (early dengan sistem terbangun, secara bertahap peruntukan yang bangunan pemantauan
warning system) kesiapsiagaan bencana dan terencana kegiatan memenuhi bencana, sistem
permukiman dipindahkan) ketentuan ruang peringatan dini (early
per kawasan yang warning system), dan
diatur dengan jalur evakuasi bencana

26
No Ketentuan Umum Ketentuan Teknis
Ketentuan Kegiatan dan Penggunaan Lahan
Klasifikasi Fungsi Ketentuan Intensitas Ketentuan Prasarana dan
Kegiatan Diperbolehkan Kegiatan Tidak Diperbolehkan Ketentuan Khusus
Kegiatan yang Diperbolehkan Pemanfaatan Ruang Sarana Minimum
dengan Syarat
POLA RUANG KAWASAN LINDUNG
peraturan detail  Penyediaan sarana dan
tata ruang prasarana kegiatan
penunjang hutan,
perkebunan dan
pertanian tanaman
pangan
 Tempat Evakuasi
Sementara (TES)
56. Kawasan Rawan  Kegiatan budidaya tidak  Kegiatan budidaya  Industri berat  Intensitas KDB,  Ketentuan prasarana  Mengacu UU No.
Gempa Bumi terbangun seperti pertanian, terbangun berupa industri KLB dan KDH dan sarana minimum 24 Tahun 2007
perkebunan, dan peternakan dan permukiman dengan menyesuaikan berupa penyediaan tentang
 Kegiatan terbangun yang telah intensitas tinggi atau dengan jenis sarana dan prasarana Penanggulangan
menerapkan persyaratan sangat tinggi peruntukan yang bangunan pemantauan Bencana
teknis tahan gempa memenuhi bencana, sistem  Sesuai Aturan
 Sistem peringatan dini (early ketentuan ruang peringatan dini (early Bangunan Tahan
warning system) per kawasan yang warning system), dan Gempa
 Lokasi evakuasi bencana diatur dengan jalur evakuasi bencana
peraturan detail  Tempat Evakuasi
tata ruang Sementara (TES) dan
Tempat Evakuasi Akhir
(TEA)
57. Kawasan Rawan  Bangunan tadah hujan  Kegiatan budidaya yang  Intensitas KDB,  Ketentuan prasarana Mengacu UU No. 24
Kekeringan  Permukiman yang telah menambah tingkat KLB dan KDH dan sarana minimum Tahun 2007 tentang
dilayani oleh jaringan air kerawanan bencana menyesuaikan berupa penyediaan Penanggulangan
bersih/ telah menerapkan dengan jenis sarana dan prasarana Bencana
teknologi penangkap air hujan peruntukan yang mitigasi bencana
yang memadahi memenuhi kekeringan.
ketentuan ruang  Penyediaan sarana dan
per kawasan yang prasarana kegiatan
diatur dengan penunjang pertanian
peraturan detail lahan kering dan
tata ruang permukiman
Kawasan Lindung Lainnya
58. Kawasan Cagar  Wisata budaya dan sejarah,  Faslitas penunjang  Kegiatan yang berpotensi  Pada bangunan  Prasarana dan sarana Mengacu UU No. 11
Budaya dan Ilmu penelitian dan pengembangan kegiatan wisata dengan mengurangi luas kawasan cagar budaya minimum berupa Tahun 2010 tentang
Pengetahuan ilmu pengetahuan syarat tidak berpotensi cagar budaya dan ilmu mengikuti penyediaan sarana dan Cagar Budaya
 Bangunan pendukung fungsi merusak kawasan cagar pengetahuan intensitas prasarana yang
kawasan cagar budaya dan budaya dan ilmu  Pencegahan kegiatan bangunan menunjang kelestarian
ilmu pengetahuan pengetahuan budidaya yang dapat eksisting cagar budaya dan ilmu
mengganggu fungsi lindung pengetahuan

27
No Ketentuan Umum Ketentuan Teknis
Ketentuan Kegiatan dan Penggunaan Lahan
Klasifikasi Fungsi Ketentuan Intensitas Ketentuan Prasarana dan
Kegiatan Diperbolehkan Kegiatan Tidak Diperbolehkan Ketentuan Khusus
Kegiatan yang Diperbolehkan Pemanfaatan Ruang Sarana Minimum
dengan Syarat
POLA RUANG KAWASAN LINDUNG
kawasan cagar budaya dan
ilmu pengetahuan

2. Indikasi Arahan Peraturan Zonasi Kawasan Budidaya


No Ketentuan Umum Ketentuan Teknis
Ketentuan Kegiatan dan Penggunaan Lahan
Klasifikasi Fungsi Ketentuan Intensitas Ketentuan Prasarana dan
Kegiatan Diperbolehkan Kegiatan Tidak Diperbolehkan Ketentuan Khusus
Kegiatan yang Diperbolehkan Pemanfaatan Ruang Sarana Minimum
dengan Syarat
POLA RUANG KAWASAN BUDIDAYA
Kawasan Peruntukan Hutan Produksi
59. Hutan Produksi  Pemanfaatan kawasan  Kegiatan budidaya  Kegiatan yang dapat  KDB yang diijinkan  Prasarana dan sarana  Mengacu UU No. 41
hutan, jasa lingkungan, hasil pada kawasan hutan merusak ekosistem yang ≤5%, KLB ≤ 0,05%, minimum berupa Tahun 1999 tentang
hutan kayu dan bukan kayu produksi dengan tidak dilindungi dan KDH ≥ 95% pembangunan Kehutanan dan PP No.
dan pemungutan hasil hutan mengolah tanah  Kegiatan penebangan infrastruktur yang 24 Tahun 2010
kayu dan kayu. secara intensif atau pohon dalam radius/ jarak menunjang kegiatan tentang Penggunaan
 Pemanfaatan hutan produksi merubah bentang alam tertentu dari mata air, tepi pemanfaatan hasil Kawasan Hutan
sesuai pengatuan hasil yang dapat menjadi jurang, waduk, sungai, dan hutan
setiap jenis siklus biologi tiap penyebab bencana anak sungai yang terletak
spesies tanaman alam di dalam kawasan hutan
 kegiatan budidaya di  Tidak diperbolehkan
hutan produksi dengan perbuatan hukum yang
syarat kelestarian potensial merusak
sumber air dan kelestarian hayati, seperti
kekayaan hayati di pewarisan untuk
dalam kawasan hutan permukiman, atau jual beli
produksi pada pihak yang ingin
dipertahankan mengolah tanah secara
 Pendirian bangunan intensif atau membangun
hanya untuk bangunan fisik
menunjang kegiatan  Kegiatan eksplorasi dan
pemanfaatan hasil eksploitasi tanpa ada izin
hutan dari pihak terkait
 Pemanfaatan hasil
hutan dengan
memperhatikan
kestabilan neraca
sumber daya
kehutanan

28
No Ketentuan Umum Ketentuan Teknis
Ketentuan Kegiatan dan Penggunaan Lahan
Klasifikasi Fungsi Ketentuan Intensitas Ketentuan Prasarana dan
Kegiatan Diperbolehkan Kegiatan Tidak Diperbolehkan Ketentuan Khusus
Kegiatan yang Diperbolehkan Pemanfaatan Ruang Sarana Minimum
dengan Syarat
60. Hutan Rakyat Pemanfaatan hasil hutan kayu  Pemungutan hasil  Kegiatan yang dapat Intensitas KDB, KLB dan Prasarana dan sarana  Mengacu UU No. 41
dan bukan kayu dan pemungutan hutan kayu di kawasan mengganggu fungsi hutan KDH menyesuaikan minimum berupa Tahun 1999 tentang
hasil hutan kayu dan bukan kayu, lindung dilakukan rakyat dengan jenis peruntukan pembangunan infrastruktur Kehutanan dan PP No.
dan jasa lingkungan. secara tebang pilih yang memenuhi yang menunjang kegiatan 24 Tahun 2010
diikuti penanaman ketentuan ruang per hutan rakyat tentang Penggunaan
kembali kawasan yang diatur Kawasan Hutan
 Pemanfaatan jasa dengan peraturan detail  Permenhut no
lingkungan dengan tata ruang P.9/Menhut-II/2013 jo.
tetap menjaga PermenLHK no
kelestarian fungsi P.39/Menlhk/Setjen/Ku
lindung m.1/4/2016
 Kegiatan pertanian
tanaman pangan
diperbolehkan selama
tidak mengganggu
fungsi utama hutan
rakyat
Kawasan Peruntukan Pertanian
61. Kawasan Budidaya  Bangunan prasarana  Kegiatan wisata alam  Pengembangan kawasan  Intensitas KDB, KLB  Prasarana dan sarana Mengacu Permen
Pertanian Pangan penunjang pertanian lahan berbasis ekowisata terbangun pada lahan dan KDH minimum berupa Pertanian No.
basah seperti irigasi dan tanpa merusak fungsi beririgasi menyesuaikan pemanfaatan untuk 41/Permentan/OT.
seed center kawasan pertanian  Alih fungsi lahan pertanian dengan jenis pembangunan 140/9/2009 tentang
lahan basah beririgasi yang telah peruntukan yang infrastruktur penunjang Kriteria Teknis Kawasan
 Permukiman petani ditetapkan sebagai Lahan memenuhi kegiatan pertanian Peruntukan Pertanian
pemilik lahan yang Pertanian Pangan ketentuan ruang per (irigasi) dan
berdekatan dengan Berkelanjutan; kawasan yang diatur UU Nomor 41 Tahun
permukiman lainnya  Kegiatan terbangun dengan peraturan 2009 tentang
maupun tidak terbangun detail tata ruang Perlindungan Lahan
yang memutus jaringan Pertanian Pangan
irigasi (tanpa adanya Berkelanjutan
pemindahan jaringan
irigasi)
62. Kawasan Budidaya  Kawasan terbangun baik  Kegiatan wisata alam  Pengembangan kawasan  Intensitas KDB, KLB  prasarana dan sarana Mengacu UU No. 39
Perkebunan permukiman, maupun berbasis ekowisata terbangun pada lahan yang dan KDH minimum berupa Tahun 2014 tentang
fasilitas sosial ekonomi yang tanpa merusak fungsi ditetapkan sebagai lahan menyesuaikan infrastruktur penunjang Perkebunan
menunjang pengembangan kawasan perkebunan perkebunan yang dengan jenis perkebunan
perkebunan  Pengembangan produktivitasnya tinggi peruntukan yang
 Industri penunjang perkebunan dengan  Kegiatan yang memiliki memenuhi
perkebunan hortikultura dan potensi pencemaran ketentuan ruang per
 Sentra perkebunan berbasis peternakan secara kawasan yang diatur
bisnis yang didukung terpadu tanpa saling dengan peraturan
teknologi lingkungan detail tata ruang
29
No Ketentuan Umum Ketentuan Teknis
Ketentuan Kegiatan dan Penggunaan Lahan
Klasifikasi Fungsi Ketentuan Intensitas Ketentuan Prasarana dan
Kegiatan Diperbolehkan Kegiatan Tidak Diperbolehkan Ketentuan Khusus
Kegiatan yang Diperbolehkan Pemanfaatan Ruang Sarana Minimum
dengan Syarat
merugikan satu
dengan lainnya
 Permukiman petani
dan/atau pemilik lahan
yang berada di dalam
kawasan perkebunan
    
Kawasan Peruntukan Perikanan
63. Kawasan Peruntukan  Sarana dan prasarana  Kegiatan wisata alam,  Bangunan yang berpotensi  Prasarana dan sarana Mengacu UU No. 45
Perikanan Tangkap pendukung kegiatan penelitian dan merusak ekosistem minimum berupa Tahun 2009 tentang
penangkapan hasil laut yang pendidikan yang tidak kawasan sarana dan prasarana Perikanan dan UU No. 27
didukung teknologi ramah merusak ekosistem  Penangkapan ikan dengan pendukung kegiatan Tahun 2007 tentang
lingkungan menggunakan peralatan penangkapan hasil laut Pengelolaan Wilayah
dan metode yang merusak Pesisir dan Pulau-Pulau
ekosistem laut. Kecil
64. Pangkalan  Aktivitas bongkar muat ikan  Kegiatan komersial  Kegiatan komersial berupa  Intensitas  Memiliki fasilitas Mengacu Keputusan
Pendaratan Ikan dan pemasaran hasil berupa perdagangan industri, perdagangan dan pemanfaatan ruang tambat labuh untuk Menteri Kelautan dan
(PPI) perikanan rata-rata 2 (dua) dan jasa dengan jasa, dan perumahan yang berupa penentuan kapal perikanan Perikanan Republik
ton per hari intensitas sedang dan ada di radius 500 meter KDB, KLB dan KDH berukuran sekurang- Indonesia Nomor
rendah serta disekitar PPI dengan menyesuaikan kurangnya 5 (lima) GT; 45/kepmen-kp/2014
menyediakan kepadatan tinggi, dengan jenis  Panjang dermaga tentang Rencana induk
prasarana tersendiri berpotensi mengganggu peruntukan yang sekurang-kurangnya pelabuhan perikanan
dengan memenuhi akses keluar masuk PPI memenuhi 50 (lima puluh) meter, nasional
standar keamanan dan ketentuan PPI dengan kedalaman
yang tidak kolam sekurang-
menimbulkan kurangnya minus 1
gangguan terhadap (satu) meter;
akses PPI  Mampu menampung
 Permukiman nelayan kapal perikanan
dengan intensitas sekurang-kurangnya
sedang dan rendah 15 (lima belas) unit
 Kegiatan lain berupa atau jumlah
pariwisata, pendidikan, keseluruhan sekurang-
kesehatan, olahraga kurangnya 75 (tujuh
disediakan secara puluh lima) GT; dan
terbatas dengan  Memanfaatkan dan
memenuhi standar mengelola lahan
keamanan dan yang sekurang-kurangnya 1
tidak menimbulkan (satu) Ha.
gangguan terhadap
akses PPI

30
No Ketentuan Umum Ketentuan Teknis
Ketentuan Kegiatan dan Penggunaan Lahan
Klasifikasi Fungsi Ketentuan Intensitas Ketentuan Prasarana dan
Kegiatan Diperbolehkan Kegiatan Tidak Diperbolehkan Ketentuan Khusus
Kegiatan yang Diperbolehkan Pemanfaatan Ruang Sarana Minimum
dengan Syarat
65. Pelabuhan Perikanan  Aktivitas bongkar muat ikan  Kegiatan komersial  Kegiatan komersial berupa  Intensitas  Memiliki fasilitas tambat Mengacu Keputusan
Pantai (PPP) dan pemasaran hasil berupa perdagangan industri, perdagangan dan pemanfaatan ruang labuh untuk kapal Menteri Kelautan dan
perikanan rata-rata 5 (lima) dan jasa dengan jasa, dan perumahan yang berupa penentuan perikanan berukuran Perikanan Republik
ton per hari; intensitas sedang dan ada di radius 500 meter KDB, KLB dan KDH sekurang-kurangnya 10 Indonesia Nomor
 Aktivitas bongkar muat rendah serta disekitar PPP dengan menyesuaikan (sepuluh) GT; 45/kepmen-kp/2014
barang menyediakan kepadatan tinggi, dengan jenis  Panjang dermaga tentang Rencana Induk
 Terdapat industri prasarana tersendiri berpotensi mengganggu peruntukan yang sekurang-kurangnya Pelabuhan Perikanan
pengolahan ikan dan industri dengan memenuhi akses keluar masuk PPP. memenuhi 100 (seratus) meter, Nasional
penunjang lainnya. standar keamanan dan  Kegiatan yang berpotensi ketentuan PPP dengan kedalaman
yang tidak mengganggu aktivitas dan kolam sekurang-
menimbulkan keamanan pelabuhan. kurangnya minus 2
gangguan terhadap (dua) meter;
akses PPP  Mampu menampung
 Permukiman pekerja kapal sekurang-
dan nelayan dengan kurangnya 30 (tiga
intensitas sedang dan puluh) unit atau jumlah
rendah keseluruhan sekurang-
I kurangnya 300 (tiga
ratus) GT; dan
 Memanfaatkan dan
mengelola lahan
sekurang-kurangnya 5
(lima) Ha.
66. Kawasan Peruntukan  Sarana dan prasarana  Kegiatan wisata alam,  Permukiman, fasilitas sosial Intensitas KDB, KLB  Prasarana dan sarana  Penanganan limbah
Perikanan Budidaya pendukung budidaya penelitian dan dan ekonomi dan industri dan KDH minimum berupa perikanan ramah
perikanan (bangunan pendidikan secara yang berdampak negatif menyesuaikan sarana dan prasarana lingkungan
pendukung pemijahan dan terbatas terhadap perikanan dengan jenis pendukung budidaya  Mengacu UU No. 45
pemeliharaan)  Permukiman, fasilitas peruntukan yang ikan dan kegiatan Tahun 2009 tentang
 Kegiatan penunjang sosial dan ekonomi memenuhi lainnya Perikanan
minapolitan secara terbatas ketentuan ruang per
 Permukiman petani dengan  Industri pengolahan kawasan yang diatur
kepadatan rendah hasil perikanan serta dengan peraturan
prasarana dan sarana detail tata ruang
yang ramah
lingkungan (dengan
pengolahan limbah)

Kawasan Peruntukan Pertambangan


67. Kawasan Peruntukan  Kegiatan pertambangan dan  Bangunan penunjang  Permukiman dan industri  Kawasan terbangun  Prasarana dan sarana  Mengacu UU No. 4
Pertambangan sarana prasarana kegiatan yang tidak berhubungan pada kawasan minimum berupa Tahun 2009 tentang
pendukung kegiatan pertambangan (kantor, dengan kegiatan pertambangan bangunan penunjang Pertambangan Mineral
gudang bahan pertambangan dengan intensitas pertambangan, fasilitas dan Batu Bara
31
No Ketentuan Umum Ketentuan Teknis
Ketentuan Kegiatan dan Penggunaan Lahan
Klasifikasi Fungsi Ketentuan Intensitas Ketentuan Prasarana dan
Kegiatan Diperbolehkan Kegiatan Tidak Diperbolehkan Ketentuan Khusus
Kegiatan yang Diperbolehkan Pemanfaatan Ruang Sarana Minimum
dengan Syarat
pertambangan sesuai jenis peledak, stockpille,  Bangunan di sekitar KDB yang diijinkan pengangkutan dan
penambangan stonecrusher) instalasi dan peralatan 30%, KLB 0,3 dan penunjangnya, pos
 Kegiatan reklamasi dan  Permukiman kegiatan pertambangan KDH 30% pengawasan dan
pasca tambang yang penunjang yang berpotensi kantor pengelola
mengacu pada dokumen pertambangan menimbulkan bahaya
lingkungan  Bangunan penunjang  Penambangan secara
 Sarana dan prasarana pengolahan terbuka pada kawasan
pengangkut dan penjualan pertambangan (industri lindung
hasil tambang pengolahan yang
berdaya saing dan
ramah lingkungan
berbasis pengelolaan
pertambangan yang
baik dan benar)
Kawasan Peruntukan Industri
68. Kawasan Peruntukan  Permukiman pekerja  Fasilitas umum dan  Pemanfaatan lahan untuk  Intensitas  Prasarana dan sarana  Penanganan limbah
Industri  Sarana dan prasarana ekonomi penunjang fungsi-fungsi yang pemanfaatan minimum berupa industri ramah
penunjang industri permukiman pada berdampak negatif permukiman, bangunan produksi, lingkungan
 Ruang Terbuka Hijau kawasan peruntukan terhadap perkembangan perdagangan, dan pengolahan dan  Sistem Daur ulang air
 Kegiatan bongkar muat industri industri dan berdampak jasa serta fasilitas penunjang,  Konsep Green
barang  Penyediaan ruang negatif pada lingkungan umum KDB yang infrastruktur building
 Bangunan pengolahan khusus pada sekitar diijinkan 50%, KLB pengangkutan dan  Mengacu UU No. 3
limbah dengan teknologi kawasan industri 0,5 dan KDH 25% penunjangnya, pos Tahun 2014 tentang
ramah lingkungan terkait dengan pengawasan dan Perindustrian
permukiman dan kantor pengelola
fasilitas umum yang 
ada
 Industri dengan
buangan limbah B3
dipersyaratkan
memiliki pengolahan
limbah
 Bangunan pada
kawasan rawan
longsor wajib
membangun bangunan
pengaman gerakan
tanah
 Bangunan pada
kawasan rawan gempa
bumi wajib mengikuti

32
No Ketentuan Umum Ketentuan Teknis
Ketentuan Kegiatan dan Penggunaan Lahan
Klasifikasi Fungsi Ketentuan Intensitas Ketentuan Prasarana dan
Kegiatan Diperbolehkan Kegiatan Tidak Diperbolehkan Ketentuan Khusus
Kegiatan yang Diperbolehkan Pemanfaatan Ruang Sarana Minimum
dengan Syarat
ketentuan bangunan
tahan gempa
 Kawasan Peruntukan
Industri Temon
diizinkan dengan
syarat penerapan
prinsip zero delta Q
policy (setiap
bangunan tidak
diperkenankan
mengakibatkan
pertambahan debit air
ke sistem saluran
drainase maupun
sistem aliran sungai)
Kawasan Peruntukan Pariwisata
69. Kawasan Peruntukan  Kegiatan pariwisata dan  Faslitas penunjang  Bangunan yang tidak  Intensitas  Prasarana dan sarana  Pembatasan
Pariwisata atraksi wisata. kegiatan wisata berhubungan dengan pengembangan minimum berupa bangunan
dengan syarat tidak pariwisata kawasan terbangun bangunan yang dapat  Mengacu UU No. 10
berpotensi merusak  Industri dan pertambangan KDB 30%, KLB 0,6, mendukung upaya Tahun 2009 tentang
bentang alam (untuk yang berpotensi yang dan KDH 40%. pengembangan wisata Kepariwisataan
pariwisata di kawasan mencemari lingkungan yang ramah lingkungan
lindung) disesuaikan dengan
 Fasilitas pendukung karakter dan lokasi
pariwisata dan fasilitas wisata yang akan
ekonomi, seperti gardu dikembangkan
pandang, restoran,
fasilitas rekreasi,
olahraga, tempat
pertunjukan, pasar,
pertokoan wisata,
fasilitas parkir, fasilitas
pertemuan, hotel,
cottage, kantor
pengelola dan pusat
informasi serta
bangunan pendukung
lainnya yang tidak
merusak dan
mencemari bentang
alam pada pariwisata
di kawasan lindung.
33
No Ketentuan Umum Ketentuan Teknis
Ketentuan Kegiatan dan Penggunaan Lahan
Klasifikasi Fungsi Ketentuan Intensitas Ketentuan Prasarana dan
Kegiatan Diperbolehkan Kegiatan Tidak Diperbolehkan Ketentuan Khusus
Kegiatan yang Diperbolehkan Pemanfaatan Ruang Sarana Minimum
dengan Syarat
Kawasan Peruntukan Permukiman
70. Kawasan Peruntukan  Ruang Terbuka Hijau  Kegiatan perdagangan  Kegiatan yang mempunyai  Intensitas  Prasarana dan sarana  Pengembangan
Permukiman  Sarana dan prasarana dan jasa skala lokal intensitas besar yang pengembangan minimum berupa permukiman kompak
Perkotaan permukiman  Kegiatan industri mengganggu fungsi kawasan terbangun jaringan jalan ke arah vertikal
 Fasilitas sosial ekonomi rumah tangga kawasan permukiman dengan ketentuan lingkungan, jaringan mengacu pada UU No.
yang merupakan bagian dari  Pariwisata budaya  Industri besar yang KDB 70%, KLB 5,6, listrik, jaringan air 20/2011 tentang
permukiman maupun buatan seperti berpotensi mencemari 7,0 dan KDH 30% bersih, jaringan Rumah Susun
 Jalur evakuasi bencana kampung wisata yang lingkungan KLB minimum pembuangan limbah,  Fasilitas permukiman
bersinergis dengan  Prasarana wilayah yang perumahan formal : RTH, dan jaringan (mengacu Kepmen
kawasan permukiman mengganggu fungsi 1,4 pelayan minimal Kimpraswil No.
(tidak mengganggu kawasan permukiman  permukiman perkotaan 534/KPTS/M/2011
masyarakat) seperti pengolah limbah sesuai dengan tentang Pedoman
 Bangunan pada dan sampah skala regional Kepmen Permukiman Penentuan Standar
kawasan rawan dan Prasarana Wilayah Pelayanan Minimal
longsor wajib No. 534/KPTS/M/2011 Bidang Penataan
membangun bangunan tentang Pedoman Ruang, Perumahan
pengaman gerakan Penentuan Standar dan Permukiman dan
tanah Pelayanan Minimal Pekerjaan Umum)
 Bangunan pada Bidang Penataan  Mengacu UU No. 1
kawasan rawan gempa Ruang, Perumahan, Tahun 2011 tentang
bumi wajib mengikuti dan Permukiman dan Perumahan dan
ketentuan bangunan Pekerjaan Umum Kawasan Permukiman
tahan gempa  Ketersediaan dan  Ketersediaan dan
 Kawasan peruntukan keterjangkuan rumah keterjangkuan rumah
permukiman perkotaan layak huni dan PSU layak huni dan PSU
yang bertampalan mengacu Permen Pera mengacu Permen
dengan Kawasan No. 22/ 2008 Tentang Pera No. 22/ 2008
resapan air diizinkan SPM Bidang Tentang SPM Bidang
dengan syarat Perumahan Rakyat Perumahan Rakyat
penerapan prinsip zero Daerah Provinsi Dan Daerah Provinsi Dan
delta Q policy (setiap Daerah Daerah
bangunan tidak Kabupaten/Kota Kabupaten/Kota
diperkenankan
mengakibatkan
pertambahan debit air
ke sistem saluran
drainase maupun
sistem aliran sungai)

71. Kawasan Peruntukan  Pertanian, perkebunan,  Peternakan;  Kegiatan yang mempunyai  Intensitas  Prasarana dan sarana  Fasilitas permukiman
Permukiman perikanan;  Kegiatan industri skala intensitas besar yang pengembangan minimum berupa (mengacu Kepmen
Perdesaan kecil dan menengah; kawasan terbangun jaringan jalan Kimpraswil No.
34
No Ketentuan Umum Ketentuan Teknis
Ketentuan Kegiatan dan Penggunaan Lahan
Klasifikasi Fungsi Ketentuan Intensitas Ketentuan Prasarana dan
Kegiatan Diperbolehkan Kegiatan Tidak Diperbolehkan Ketentuan Khusus
Kegiatan yang Diperbolehkan Pemanfaatan Ruang Sarana Minimum
dengan Syarat
 Sarana dan prasarana  Pariwisata budaya mengganggu fungsi dengan ketentuan lingkungan, jaringan 534/KPTS/M/2011
permukiman maupun buatan seperti kawasan permukiman KDB 60%, KLB 2,4, listrik, jaringan air tentang Pedoman
 Fasilitas sosial ekonomi desa wisata yang  Industri dan pertambangan dan KDH 40% bersih, jaringan Penentuan Standar
yang merupakan bagian dari bersinergis dengan yang berpotensi mencemari pembuangan limbah, Pelayanan Minimal
permukiman kawasan permukiman lingkungan RTH, dan jaringan Bidang Penataan
 Jalur evakuasi bencana (tidak mengganggu pelayan minimal Ruang, Perumahan
masyarakat) permukiman dan Permukiman dan
 Budidaya permukiman perdesaan sesuai Pekerjaan Umum)
di Kecamatan Mlati, dengan  Ketersediaan dan
Kecamatan Kalasan, KepmenPermukiman keterjangkuan rumah
Kecamatan Ngemplak, dan Prasarana Wilayah layak huni dan PSU
Kecamatan Ngaglik, No. 534/KPTS/M/2011 mengacu Permen
Kecamatan Sleman, tentang Pedoman Pera No. 22/ 2008
Kecamatan Tempel, Penentuan Standar Tentang SPM Bidang
Kecamatan Turi, Pelayanan Minimal Perumahan Rakyat
Kecamatan Pakem, Bidang Penataan Daerah Provinsi Dan
Kecamatan Seyegan, Ruang, Perumahan, Daerah
dan Kecamatan dan Permukiman dan Kabupaten/Kota
Cangkringan di Pekerjaan Umum  Mengacu UU No. 1
Kabupaten Sleman  Ketersediaan dan Tahun 2011 tentang
dengan syarat keterjangkuan rumah Perumahan dan
penerapan prinsip zero layak huni dan PSU Kawasan Permukiman
delta Q policy (setiap mengacu Permen Pera
bangunan tidak No. 22/ 2008 Tentang
diperkenankan SPM Bidang
mengakibatkan Perumahan Rakyat
pertambahan debit air Daerah Provinsi Dan
ke sistem saluran Daerah
drainase maupun Kabupaten/Kota
sistem aliran sungai) 
 Penerapan teknologi
yang mampu
mengganti daya resap
air ke permukaan
tanah untuk setiap
kegiatan budidaya
terbangun
 Kawasan peruntukan
permukiman
perdesaan yang
bertampalan dengan
Kawasan resapan air

35
No Ketentuan Umum Ketentuan Teknis
Ketentuan Kegiatan dan Penggunaan Lahan
Klasifikasi Fungsi Ketentuan Intensitas Ketentuan Prasarana dan
Kegiatan Diperbolehkan Kegiatan Tidak Diperbolehkan Ketentuan Khusus
Kegiatan yang Diperbolehkan Pemanfaatan Ruang Sarana Minimum
dengan Syarat
diizinkan dengan
syarat penerapan
prinsip zero delta Q
policy (setiap
bangunan tidak
diperkenankan
mengakibatkan
pertambahan debit air
ke sistem saluran
drainase maupun
sistem aliran sungai)
 Bangunan pada
kawasan perlindungan
air tanah
memperhatikan arahan
peraturan zonasi
kawasan perlindungan
air tanah
Kawasan Budidaya Lainnya
72. Kawasan Peruntukan  Kegiatan pertahanan dan  Permukiman  Kegiatan budidaya yang  Intensitas  Sarana dan prasarana  Kegiatan yang tidak
Pertahanan keamanan berupa basis pendukung instalasi mengganggu fungsi pengembangan pendukung kegiatan membahayakan
Keamanan militer, daerah latihan militer, militer kawasan peruntukan kawasan terbangun pertahanan dan masyarakat sekitar
daerah pembuangan instalasi militer; dengan ketentuan keamanan seperti  Mengacu PP No. 68
amunisi dan peralatan  Kegiatan yang KDB 50%, KLB 1,5, infrastruktur Tahun 2014 tentang
pertahanan lainnya, gudang membahayakan dan KDH 50% transportasi dan Penataan Wilayah
amunisi, daerah uji coba masyarakat sekitar pengamanan untuk Pertahanan
sistem persenjataan, kawasan daerah pembuangan
dan/atau kawasan industri amunisi, uji coba
sistem pertahanan sistem persenjataan,
 Sarana dan prasarana atau industri sistem
pendukung kegiatan pertahanan
pertahanan dan keamanan
di kawasan peruntukan
instalasi militer
73. Kawasan Peruntukan  Kegiatan penegakan hukum  Kegiatan pendidikan  Kegiatan budidaya yang  Intensitas  Sarana dan prasarana
Instalasi Kepolisian dan pengayoman dan pelatihan mengganggu fungsi pengembangan pendukung kegiatan
masyarakat kepolisian kawasan peruntukan kawasan terbangun penegakan hukum dan
 Sarana dan prasarana instalasi kepolisian; dengan ketentuan pengayoman
pendukung kegiatan  Kegiatan yang KDB 60%, KLB 1,5, masyarakat
penegakan hukum dan membahayakan dan KDH 40%
pengayoman masyarakat masyarakat sekitar
kawasan
36
No Ketentuan Umum Ketentuan Teknis
Ketentuan Kegiatan dan Penggunaan Lahan
Klasifikasi Fungsi Ketentuan Intensitas Ketentuan Prasarana dan
Kegiatan Diperbolehkan Kegiatan Tidak Diperbolehkan Ketentuan Khusus
Kegiatan yang Diperbolehkan Pemanfaatan Ruang Sarana Minimum
dengan Syarat
74. Kawasan Peruntukan  Sarana dan prasarana  Permukiman di sekitar  Kegiatan industri dan  Intensitas KDB, KLB  Sarana dan prasarana  Pembatasan
Riset dan Pendidikan penunjang kawasan secara kawasan peruntukan pertambangan dan KDH pendukung kegiatan bangunan
Tinggi terpadu antar kawasan pendidikan tinggi yang  Kegiatan perdagangan dan menyesuaikan pendidikan tinggi  Pelarangan
peruntukan pendidikan tinggi tidak mengganggu jasa skala besar dengan jenis seperti perpustakan, pengembangan di
seperti perpustakan, asrama kegiatan belajar peruntukan yang asrama mahasiswa, kawasan lindung
mahasiswa, perumahan mengajar memenuhi perumahan dosen,  Mengacu UU No. 12
dosen, restoran, klinik ketentuan ruang per restoran, klinik Tahun 2012 tentang
kesehatan dan lain kawasan kesehatan dan lain Pendidikan Tinggi dan
sebagainya sebagainya PP No. 4 Tahun 2014
tentang
Penyelenggaraan
Pendidikan TInggi dan
Pengelolaan
Perguruan Tinggi

75. Kawasan Pesisir dan  Bangunan pengendali air,  Kegiatan penelitian  Bangunan yang berpotensi  Kegiatan  Ketentuan prasarana  Bebas bangunan
Pulau-Pulau Kecil dan sistem peringatan dini dan pariwisata tanpa merusak wilayah pesisir pembangunan dan sarana minimum potensial merusak
(early warning system) merubah bentang alam dan pulau-pulau kecil dengan besaran berupa penyediaan ekosistem pesisir dan
 Penangkapan hasil laut pantai KDB 10%, KLB 0,1, sarana dan prasarana pulau-pulau kecil
 Sarana dan prasarana KDH 90% bangunan pemantauan  Mengacu UU No. 27
pendukung pariwisata bencana, sistem Tahun 2007 tentang
bahari tanpa peringatan dini (early Pengelolaan Wilayah
mengubah bentang warning system), dan Pesisir dan Pulau-
alam jalur evakuasi bencana Pulau Kecil
 Hutan mangrove di
wilayah pesisir pantai
76. Kawasan Peruntukan  Sistem jaringan utilitas dan  Sistem angkutan  Kegiatan yang  Diatur lebih rinci  Sesuai dengan  Mengacu Permen PU
Pemanfaatan Ruang pondasi bangunan gedung di massal berbasis rel, membahayakan dalam rencana detil pemanfaatan ruang No. 02/PRT/M/2014
di Dalam Bumi atasnya sistem jaringan pemanfaatan ruang di tata ruang kawasan yang akan tentang Pedoman
prasarana jalan, sistem atasnya diatur lebih rinci dalam Pemanfaatan Ruang
jaringan utilitas, rencana detil tata di Dalam Bumi
fasilitas parkir, ruang
perdagangan dan jasa
pendukung kegiatan
gedung di atasnya dan
pondasi bangunan
gedung di atasnya
dengan studi
kelayakan dan studi
teknis

37
No Ketentuan Umum Ketentuan Teknis
Ketentuan Kegiatan dan Penggunaan Lahan
Klasifikasi Fungsi Ketentuan Intensitas Ketentuan Prasarana dan
Kegiatan Diperbolehkan Kegiatan Tidak Diperbolehkan Ketentuan Khusus
Kegiatan yang Diperbolehkan Pemanfaatan Ruang Sarana Minimum
dengan Syarat
 Ruang bawah tanah
pada bangunan
komersial/privat

77. Kawasan Pelabuhan  Aktivitas keluar, masuk, dan  Kegiatan yang  Kegiatan yang  Intensitas  Memiliki fasilitas tambat
dan berlabuh kapal. mendukung mengganggu operasional pemanfaatan ruang labuh untuk kapal;
 Fasilitas pendukung operasional pelabuhan pelabuhan. berupa penentuan 
kegiatan pelabuhan  Kegiatan yang KDB, KLB dan KDH
mengganggu keselamatan menyesuaikan
pelayaran dengan kriteria
Pelabuhan
78. Kawasan Bandar  Kegiatan naik turun  Kegiatan komersial  Kegiatan yang tidak  Intensitas  Fasilitas sisi udara  Mengacu Permen
Udara penumpang dan bongkar berupa perdagangan berkaitan dengan fungsi pemanfaatan ruang meliputi landas pacu; Perhubungan No. 69
muat barang; dan jasa dengan pelayanan kebandar berupa penentuan runway strip, runway Tahun 2013 tentang
 Kegiatan pertahanan dan intensitas rendah serta udaraan dan berpotensi KDB, KLB dan KDH end safety area Tatanan
keamanan negara. menyediakan mengganggu fungsi bandar menyesuaikan (RESA) stopway dan Kebandarudaraan
 Jalur hijau dan pertanian prasarana tersendiri udara dengan jenis clearway; landas Nasional
yang tidak mengundang dengan memenuhi peruntukan yang hubung; landas parkir;
burung standar keamanan dan memenuhi dan marka dan rambu
tidak menimbulkan ketentuan bandar sisi udara
gangguan terhadap udara  Fasilitas sisi darat
bandar udara.  Ketinggian fasilitas meliputi bangunan
bandara maupun terminal penumpang
bangunan di sekitar dan kargo, menara
bandara dibatasi pengawas lalu lintas
sesuai dengan penerbangan,
ketentuan KKOP bangunan operasional
penerbangan,
bangunan PK-PPK,
bangunan gedung
genset, bangunan
administrasi/perkantora
n dan hangar; jalan
masuk; tempat parkir
kendaraan bermotor;
dan marka dan rambu
sisi darat
 Fasiltas tanggap
darurat

I. Indikasi Arahan Peraturan Zonasi Kawasan Strategis Provinsi

38
No Ketentuan Umum Ketentuan Teknis

Ketentuan Kegiatan dan Penggunaan Lahan


Klasifikasi Fungsi Ketentuan Intensitas Ketentuan Prasarana
Kegiatan Diperbolehkan Kegiatan Tidak Diperbolehkan Ketentuan Khusus
Kegiatan yang Diperbolehkan Pemanfaatan Ruang dan Sarana Minimum
dengan Syarat

79. Kawasan Strategis  Kegiatan pariwisata budaya  Kegiatan penelitian  Kegiatan yang berpotensi  Intensitas KDB, KLB  Disesuaikan dengan  Pendirian bangunan
Kepentingan dan minat khusus tanpa merusak merusak nilai dan ciri dan KDH prasarana dan tidak boleh merusak
Sosial Budaya  Pengembangan RTH di kawasan keistimewaan pada kawasan menyesuaikan sarana minimal citra visual kawasan
sekitar area kawasan yang keistimewaan dengan jenis sesuai karakteristik  Mengacu UU No. 13
mempunyai fungsi konservasi  Kegiatan budidaya peruntukan yang kawasan dan Tahun 2012 dan UU No.
dan penyediaan oksigen yang disesuaikan memenuhi menurut peraturan 11 Tahun 2010 tentang
 Kegiatan konservasi pada dengan peraturan ketentuan ruang per yang berlaku Cagar Budaya
kawasan dengan nilai historis perundangan yang kawasan.  Diatur lebih lanjut dalam
tinggi berlaku  Pendirian bangunan Rencana Tata Ruang
tidak boleh merusak Kawasan Strategis
citra visual kawasan Provinsi (mengacu
Pedoman Penyusunan
Rencana Tata Ruang
Kawasan Strategis
Provinsi)
80. Kawasan Strategis  Kegiatan ekonomi skala  Kegiatan budidaya  Kegiatan yang berpotensi  Intensitas KDB, KLB  Disesuaikan dengan  Diatur lebih lanjut dalam
Kepentingan regional dan kawasan yang disesuaikan mengganggu kegiatan dan KDH prasarana dan Rencana Tata Ruang
Ekonomi  Pengembangan TOD di dengan peraturan ekonomi strategis menyesuaikan sarana minimal Kawasan Strategis
kawasan strategis ekonomi perundangan yang dengan jenis sesuai karakteristik Provinsi (mengacu
 Pengembangan permukiman berlaku peruntukan yang kawasan dan Pedoman Penyusunan
vertikal memenuhi menurut peraturan Rencana Tata Ruang
 Pengembangan fasilitas ketentuan ruang per yang berlaku Kawasan Strategis
pendukung supply chain kawasan. Provinsi)
 Pendirian bangunan
tidak boleh merusak
citra visual kawasan
81. Kawasan Strategis  Kegiatan pariwisata alam  Pembuatan sumur  Kegiatan perubahan yang  Intensitas kegiatan
Kepentingan  Rehabilitasi lahan resapan pada dapat menganggu fungsi tidak boleh melebihi
Fungsi dan Daya kawasan yang di lindung kapasitas dan
Dukung dalamnya terdapat  Bila terlanjur untuk kegiatan kemampuan
Lingkungan Hidup zona terkait budidaya khususnya  Pendirian bangunan
kemampuan permukiman dan budidaya tidak boleh merusak
tanahnya untuk tanaman semusim, tidak boleh citra visual dan
peresapan air dikembangkan lebih lanjut atau fungsi lindung
 Pemanfaatan pada dibatasi, dan secara bertahap
kawasan yang dialihfungsikan kembali ke
memiliki nilai ekonomi zona lindung
tinggi atau fungsi

39
No Ketentuan Umum Ketentuan Teknis

Ketentuan Kegiatan dan Penggunaan Lahan


Klasifikasi Fungsi Ketentuan Intensitas Ketentuan Prasarana
Kegiatan Diperbolehkan Kegiatan Tidak Diperbolehkan Ketentuan Khusus
Kegiatan yang Diperbolehkan Pemanfaatan Ruang dan Sarana Minimum
dengan Syarat

produksi tertentu
tetapi tidak boleh
mengambil kayu yang
mengakibatkan
kerusakan fungsi
lindung
82. Kawasan Strategis  Kegiatan kajian awal potensi  Kegiatan kajian  Kegiatan yang berpotensi  Intensitas  Penyediaan sarana  Pendirian bangunan
Kepentingan angin di sekitar kawasan teknologi merusak biota laut dan pemanfaatan ruang teknologi pembangkit tidak boleh merusak
Sumber Daya Alam pengembangan mengganggu ekosistem pantai berupa penentuan listrik yang sesuai citra visual kawasan
dan Teknologi energi baru KDB, KLB dan KDH potensi  Diatur lebih lanjut dalam
terbarukan tanpa menyesuaikan  Penyediaan Rencana Tata Ruang
merusak kawasan dengan jenis prasarana Kawasan Strategis
 Kegiatan peruntukan yang pengamanan Provinsi (mengacu
pembangunan untuk memenuhi teknologi pebangkit Pedoman Penyusunan
pengembangan ketentuan listrik Rencana Tata Ruang
energi baru bangunan teknologi Kawasan Strategis
terbarukan yang pembangkit listrik Provinsi)
sesuai dengan RKL,
RPL
 Kegiatan perawatan
teknologi pembangkit
listrik

Keterangan:
 Pada pola ruang yang terkena kawasan resapan air, Kawasan perlindungan air tanah, dan kawasan rawan bencana, arahan peraturan zonasi yang dibaca terlebih dahulu adalah zonasi untuk
kawasan resapan air, Kawasan perlindungan air tanah, dan kawasan rawan bencana. .

40