Anda di halaman 1dari 6

Pencegahan dan Pengobatan Penyakit Tropis

Beberapa strategi untuk mengendalikan penyakit tropis meliputi:


1) Pengeringan lahan basah untuk mengurangi populasi serangga dan vektor lainnya.
2) Aplikasi insektisida dan / atau penolak serangga) pada permukaan strategis seperti: pakaian,
kulit, bangunan, habitat serangga, dan kelambu.
3) Penggunaan kelambu tempat tidur atas (juga dikenal sebagai "kelambu") untuk mengurangi
penularan malam hari, karena spesies tertentu dari nyamuk tropis pakan terutama di malam hari.
4) Penggunaan air sumur, dan / atau penyaringan air, filter air, atau air pengobatan dengan tablet
air untuk menghasilkan air minum bebas dari parasit.
5) Pengembangan dan penggunaan vaksin untuk mempromosikan kekebalan penyakit.
6) Farmakologis pra-pajanan (untuk mencegah penyakit sebelum pajanan terhadap lingkungan
dan / atau vektor).
7) Farmakologis profilaksis pasca pajanan (untuk mencegah penyakit setelah terpapar
lingkungan dan / atau vektor).
8) Terapi farmakologis (untuk mengobati penyakit setelah infeksi atau infestasi).
9) Meningkatkan sanitasi lingkungan
10) Membantu dengan pembangunan ekonomi di daerah endemik. Misalnya dengan memberikan
kredit mikro untuk memungkinkan investasi di bidang pertanian lebih efisien dan produktif. Hal
ini pada gilirannya dapat membantu subsistempertanian menjadi lebih menguntungkan,
dan keuntungan ini dapat digunakan oleh penduduk setempat untuk pencegahan penyakit dan
pengobatan, dengan manfaat tambahan mengurangi angka kemiskinan.

PENYAKIT YANG DISEBABKAN BAKTERI

1. Diphteria

Penyebab : Corynebacterium Diphteriae

Masa inkubasi : 2-5 hari tergantung berat ringannya penyakit.

Patogenesis :kuman difteri masuk ke hidung atau mulut dimana baksil akan menempel pada
mukosa saluran nafas bagian atas,kadang-kadang kulit,mata,mukosa genital.Setelah masa
inkubasi kuman dgn corynephage akan menghasilkan toksin yang mula-mula diabsorbsi oleh
membran sel dan beredar di darah.Terjadi selaput yang putih/keabu -abuan / membran dan bila
diangkat terjadi perdarahan

Cara penularan:

dari manusia lewat droplet infection atau percikan air liur atau nafas (direct=langsung)

atau indirect=tidak langsung lewat air susu (jarang).

Pengendalian (control) :

-Immunisasi aktif dengan toxoid


-Pengobatan dengan ADS (=anti diphteri serum)

dan dengan suntikan Penicillin.

2. PERTUSSIS (BATUK REJAN) (BATUK 100 HARI)

• Terdapat diseluruh dunia tetapi yang paling banyak didaerah tropis.

• Penyebab: Bordetella Pertussis.

• Masa inkubasi : 6-10 hari

• Gejala :batuk sampai kesulitan bernafas

• Penularan: dari manusia biasanya lewat airborne dan kontak langsung.

• Pencegahan : imunisasi aktif dengan killed vaccine.

• Pengobatan: macrolides seperti Erythromycine,

Rovamycine,dll

3. TETANUS ( LOCK JAW).

Penyebab:

Tetanus merupakan penyakit akut yang menyerang susunan saraf pusat yangdisebabkan oleh
racun yang disebut tetanospasmin yang dihasilkan olehkuman Clostridium Tetani.

Penularan: lewat luka misalnya gigitan serangga, infeksi gigi, infeksi telinga,pemotongan

tali pusat dll.

Masa inkubasi :3-21 hari tetapi kadang-kadang bisa lebih cepat misalnya 1 hari

Gejala:

kaku dari otot bergaris,misalnya kaku pada kuduk, pada rahang sehingga mulut sukar
dibuka(lock jaw),muka meringis kesakitan(Rhisus sardonicus),tetapi kesadaran tetap baik.

Komplikasi :

bisa menyerang saluran pernafasan,jantung perdarahan pada otot,pada tulang bisa terjadi
fraktur,lidah tergigit dsb.

Kematian : cukup tinggi


Pengobatan : dengan antibiotika, ATS, sedativa.

Pencegahan :

perawatan luka dan dengan imunisasi TT (aktif) :

-DPT pada bayi (immunisasi dasar)

-DT pada anak umur 5 tahun(booster)

-TT pada ibu hamil dan anak usia 13tahun keatas

4. TUBERCULOSIS

• Penyakit ini melanda seluruh dunia dan banyak terdapat didaerah tropis.Akhir-akhir ini
muncul kembali dan semakin banyak karena adanya HIV/AIDS.

• Penyebab :mycobacterium tuberculosa.

• Gejala: batuk > 2 minggu.nafsu makan berkurang,berkeringat malam hari,batuk darah.

• Komplikasi : dapat menyerang diluar paru-paru misalnya kulit,tulang sampai ke otak.

• Pengobatan :dengan short term therapy.

STRATEGI DOTS (DIRECT OBSERVED TREATMENT SHORTCOURSE)

Komitmen politik dari para pengambil keputusan.

1. Pemeriksaan dengan mikroskop binokuler dan ditemukan bakteri tahan asam.


2. Ketersediaan obat anti tb
3. Adanya PMO (=pengawas menelan/minum obat)
4. Recording dan reporting yang tepat

Penemuan Kasus Tuberculosa.

1. Dari masyarakat : Batuk > 3 minggu, nafsu makan kurang.


2. Dari Puskesmas : Ditemukan Basil Tahan Asam + (BTA).

Puskesmas Rujukan Mikroskop ( PRM)

Puskesmas Satelit (PS)

Puskesmas Mandiri (PM).


3. Dari Rumah Sakit.

Pengobatan.

1. Kategori I Utk pasien Tbc baru.

2. Kategori II Utk pasien ulangan ( pasien yg kategori I gagal atau pasien yg kambuh.

3. Kategori III, pasien baru yg BTA – dan Ro +.

4. Sisipan bila pada phase intensif pengobatan dgn kategori I atau II selesai, BTA masih
+

Pemberantasan Tbc.

• Acuan : Strategi DOTS.

• Tujuan: Umum, Memutus rantai penulara, shg tdk menjadi masalah kesmas lagi.

Tujuan Khusus:

1. Cakupan penemuan kasus BTA + ( CDR): 70%.


2. Kesembuhan minimal 85%.
3. Mencegah Multiple Drugs Resisten (MDR).

5. TYPHOID FEVER =DEMAM TIFOID=TYPHUS ABDOMINALIS

Penyebab :Salmonela typhosa

Masa inkubasi :7-20 hari.

Penularan :

lewat makanan dan minuman yang terkontaminasi.

Gejala :

demam, lidah typhoid (kotor),gangguan saluran pencernaan dan gangguan kesadaran.

Diagnosa pasti : Lab.Widal >1/ 200

Komplikasi:

perdarahan usus,perforasi usus dan kematian,bisa sampai ke otak,jantung dsb

Pencegahan : menjaga kebersihan makan minum


6. Cholera (kolera,muntah-berak)

Kejadian : India,Pakistan,Asia tenggara,Afrika dan sebagian Eropa.

Penyebab : Vibrio cholerae.

Gejala :

sedikit panas,muntah dan berak2 seperti air tajin dengan bau khas sekali.Timbul kekurangan
cairan (dehydrasi) dari ringan sampai berat.

Penyebaran : melalui makanan,air dan lalat.

Pencegahan:

diagnosis yang cepat,isolasi, pelacakan sumber penularan,desinfeksi, kaporisasi dan


kebersihan lingkungan serta perorangan,KIE dan kerjasama lintas sektor.

Pengobatan:Tetracycline,infus kalau perlu.

7. Dysenteri :- basiler - amoeba

· Dysenteri basiler.

Kejadian :

diseluruh dunia lebih2 didaerah tropis.

Penyebab:

Shigella sp.

Gejala:

berak2 demam tinggi,kadang2 berak darah.Bisa sampai dehydrasi.

Penularan :

kontaminasi makanan oleh feces/vomitus,serangga,lalat.

Pencegahan :

Air yang bersih,pembuangan feces di jamban,pengawasan makanan dari lalat


dsb,pengobatan terhadap penderita yang baik.

· Dysenteri amoeba.
Kejadian :

diseluruh dunia,terutama didaerah tropis.

Penyebab :

Entamoeba histolytica.

Gejala :

diare ringan tidak bercampur darah/bercampur darah sedikit,tidak begitu

panas.

Penularan :

makanan yang terkontaminasi,lalat dsb.,tangan penjamah makanan.

Pencegahan :

kebersihan perorangan yang baik,pembuangan feces yang aman,air minum

yang baik,pengendalian vektor dan tikus, pencucian bahan makanan,

8. Plague ( “Pest , Pes ).

Kejadian :

seluruh dunia.Ada di Jateng,Jatim dan Jabar(lereng gunung Merapi,Bromo dan Burangrang).

Penyebab :

Yersinia Pestis.

Gejala :

Pembesaran kelenjar lymphe di pangkal paha,panas dan bisa meninggal karena menyerang
paru2 & otak.

Sumber penularan :

Tikus dan pinjalnya.

Penularan : lewat gigitan pinjal.

Pencegahan :Pemberantasan tikus. Pengendalian pinjal dengan pestisida.