Anda di halaman 1dari 11

MATEMATIKA DASAR 1B

Modul 4 : Turunan

Tim Matematika

TAHAP PERSIAPAN BERSAMA


INSTITUT TEKNOLOGI SUMATERA - LAMPUNG SELATAN
2018
Matematika Dasar 1B Turunan

PENDAHULUAN
Modul ini berisikan konsep dasar dalam mempelajari Matematika Dasar (Kalkulus). Pada
modul ini akan dijelaskan mengenai turunan yang merupakan lanjutan dari pemahaman limit
materi sebelumnya. Materi meliputi aturan turunan, aturan rantai, turunan tingkat tinggi,
turunan implisit serta laju terkait.

Setelah mempelajari modul ini, diharapkan Mahasiswa dapat:


1. Memahami dan dapat menggunakan aturan turunan
2. Memahami dan dapat menggunakan aturan rantai
3. Menentukan turunan tingkat tinggi dari suatu fungsi
4. Memahami dan menggunakan turunan implisit
5. Menghitung laju terkait

TAHAP PERSIAPAN BERSAMA | 2018/2019 1


Matematika Dasar 1B Turunan

TURUNAN

Definisi Turunan dan Aturan Turunan


dy
Turunan dari sebuah fungsi f(x) yang dinotasikan f (x ) atau atau Dx f , didefinisikan:
dx

f ( x  h)  f ( x )
f ' ( x )  lim
h0 h

Dengan definisi tersebut, dapat diperoleh aturan-aturan yang dapat digunakan untuk
menghitung turunan suatu fungsi.

Aturan Turunan
Diberikan f(x) dan g(x) adalah fungsi yang diferensiabel dan k konstanta, maka

1) f ( x)  k  f ( x)  0 4)  f ( x )  g ( x )  f ( x )  g ( x )

2) f ( x )  x n  f ( x )  nx n 1 5)  f ( x) g ( x )  f ( x) g ( x)  f ( x ) g ( x )

  f ( x)  f ( x) g ( x)  f ( x) g ( x)
3) kf ( x)  kf ( x) 6)   
 g ( x)  g 2 ( x)

Pembuktian Aturan Turunan di atas tidak akan dibahas lebih lanjut dalam Mata Kuliah ini.
Berikut penerapan dari aturan-aturan turunan.

Contoh 4.1 Hitunglah turunan dari fungsi-fungsi berikut.

2x
 
a) f ( x)  3x 2  x  2 , b) f ( x)  x 2  1 x 4  x  3 , c) f ( x )  2
x 1
Penyelesaian

a) f ( x)  3x 2  x  2
f ( x )  3  2 x  1  0  6 x  1

b)  
f ( x)  x 2  1 x 4  x  3 
Untuk menyelsaikan soal ini, boleh saja mengalikan terlebih dahulu kemudian
menyelesaikannya seperti soal bagian (a), tetapi kita dapat juga menyelesaikannya
dengan Aturan 5:

   
f ( x)  2 x  x 4  x  3  x 2  1 4 x3  1 
  
 2 x5  2 x 2  6 x  4 x 5  x 2  4 x 3  1 

TAHAP PERSIAPAN BERSAMA | 2018/219 2


Matematika Dasar 1B Turunan

 6 x5  4 x3  3x 2  6 x  1

2x
c) f ( x)  2
, dengan Aturan 6 :
x 1

f ( x ) 
2 x 2  1  2 x 2 x   2 x 2  2  4 x 2 
2  2x 2
x 2

1
2
x 2

1
2
x 2

1
2

Aturan Rantai
Diberikan fungsi komposisi
y   f  g (x) atau y  f g (x) 
Untuk mencari turunan dari fungsi komposisi dapat digunakan aturan rantai. Misalkan,
y  f (u ) dan u  g (x )
Jika g terturunkan di x dan f terturunkan di u (dengan u = g(x)), maka fungsi komposisi
(f ◦g)(x) = f(g(x)) terturunkan di x . Turunan (f ◦g)(x) dari dinyatakan sebagai:

 f  g  ( x)  f ( g ( x ))  g ( x )

Dalam notasi Leibniz, jika y = f(u) dan u = g(x), maka bentuk di atas dapat dituliskan:
dy dy du

dx du dx

7
Contoh 4.2 Diberikan f ( x)  4 x  5 . Tentukan u = g(x) dan h(u) agar f(x) = h(g(x)),
kemudian tentukan f’(x).

Penyelesaian

f ( x)  ( 4 x  5) 7 , u  g ( x )  4 x  5 , dan h(u )  u 7 .

Dengan aturan rantai,


df dh du

dx du dx


 
d u 7 d (4 x  5)
du dx

 
 7u 6 4

 28u 6  28(4 x  5) 6

Contoh 4.3 Diberikan f (x )  . Tentukan u = g(x), h(u) dan r(h) agar f(x) = r(h(g(x))),
kemudian tentukan f’(x).
Penyelesaian

TAHAP PERSIAPAN BERSAMA | 2018/219 3


Matematika Dasar 1B Turunan

 
f ( x)  sin 3 x 2  1 , u  g ( x)  x 2  1 , h (u )  sin u , dan r (h)  h 3 .

Dengan aturan rantai,

 
 
df dr dh du d h 3 d sin u  d ( x 2  1)
  
 3h 2  cos u  2 x   6 x sin 2 x 2  1 cos x 2  1 
dx dh du dx dh du dx

Turunan Tingkat Tinggi


Pada bagian sebelumnya, telah dibahas turunan dari fungsi f dinotasikan f’. Notasi tersebut
disebut sebagai turunan pertama dari fungsi f. Jika f’ diturunkan sekali lagi, maka akan
diperoleh turunan kedua dari fungsi f yang dinotasikan f”. Demikian seterusnya dapat
dihitung turunan dari f sampai turunan ke-n (untuk notasi dapat dilihat Tabel 4.1). Turunan
mulai dari turunan pertama sampai turunan ke-n disebut turunan tingkat tinggi.

Tabel 4.1 Notasi turunan tingkat tinggi

Turunan Notasi f’ Notasi y’ Notasi D Notasi Leibniz

pertama f’(x) y’ Dx y dy/dx

kedua f”(x) y” Dx2 y d2y/dx2

ketiga f’’’(x) y’’’ Dx3 y d3y/dx3

keempat f(4)(x) y(4) Dx4 y d4y/dx4

⁞ ⁞ ⁞ ⁞ ⁞

ke-n f(n)(x) y(n) Dxn y dny/dxn

Untuk mencari turunan ke-n dari sebuah fungsi, harus dicari turunan pertama, kedua sampai
turunan tertentu sehingga diperoleh pola yang dapat digunakan dalam menentukan turunan
ke-n.

Contoh 4.4 Carilah f’, f”, f’’’ dan f(4) dari fungsi f ( x )  x 3 .

Penyelesaian
Turunan pertama : f ( x)  3 x 2

Turunan kedua : f ( x )   f ( x )   3 x 2   3  2 x  6 x

TAHAP PERSIAPAN BERSAMA | 2018/219 4


Matematika Dasar 1B Turunan

 
Turunan ketiga : f ( x )   f ( x )   6 x   6  1  6
 
Turunan keempat : f ( 4 ) ( x )   f ( x )   6   0
Diperoleh f ( x)  3 x 2 , f ( x )  6 x , f ( x )  6 dan f ( 4 ) ( x)  0 .

1
Contoh 4.5 Carilah turunan ke-n dari f ( x )  .
x
Penyelesaian
1
Diberikan y  ,
x
1 1 1
Turunan pertama : Dx y  2
  1 2
x x
  1   1  (2) 2 1 2
Turunan kedua : Dx2 y  Dx  2   3
  1 3
x  x x
  1  (2)   1  (2)  (3) 3 1 2  3
Turunan ketiga : Dx3 y  Dx  3  4
  1
 x  x x4
Dari turunan pertama sampai ketiga, sudah dapat dilihat polanya. Sehingga diperoleh turunan
1
ke-n dari f ( x )  ,
x

1 n n!
Dxn     1 n 1 ; n  1, 2, 3, ...
 x x

Turunan Implisit
Pada bagian sebelumnya, telah dipelajari definisi turunan dan aturan turunan yang dapat
digunakan untuk menyelesaikan turunan dari sebuah persamaan atau fungsi yang diberikan.
Persamaan-persamaan atau fungsi-fungsi yang kita turunkan secara umum berbentuk:

y  f (x)
yang merupakan bentuk eksplisit. Bagaimana cara mencari turunan sebuah persamaan tidak
dalam bentuk eksplisit, seperti x2 + xy + xy2 = 5?

Kita tidak harus merubah bentuk tersebut menjadi bentuk eksplisit y = f(x), karena hal ini
tidak selalu mudah dilakukan.

Berikut hal yang perlu dilakukan :

d
• Terapkan operator pada tiap suku di kedua ruas,
dx

TAHAP PERSIAPAN BERSAMA | 2018/219 5


Matematika Dasar 1B Turunan

dy
• Kelompokkan suku-suku yang mengandung ,
dx
• Analisis dan sederhanakan

dy
Contoh 4.6 Carilah dari x 2 y  2 xy  1  x .
dx

Penyelesaian

x 2 y  2 xy  1  x
d 2 d
dx

x y  2 xy  1 
dx
x  
d 2 d
dx
x y   
dx
2 xy   0  1

dy dy
2 xy  x 2  2 y  2x 1
dx dx

x 2
 2x  dy
dx
 1  2 y  2 xy

dy 1  2 y  2 xy

dx x2  2x

d2y
Contoh 4.7 Carilah 2
dari 4 x3  3 y 2  10 .
dx

Penyelesaian

dy
Pertama kita cari ,
dx

d d
dx

4 x3  3 y 2 
dx
10 
dy
12 x 2  6 y 0
dx

dy 2 x 2

dx y

d
Terapkan kembali pada persamaan terakhir di atas,
dx

d  dy  d  2 x 2 
   
dx  dx  dx  y 

TAHAP PERSIAPAN BERSAMA | 2018/219 6


Matematika Dasar 1B Turunan

d (2 x 2 ) dy
y  2x 2
d2y
 dx dx
dx 2 y2
dy
2 4 xy  2 x 2
d y dx

dx 2 y2
2x2
4 xy  2 x 2 
d2y y

dx 2 y2


d 2 y 4 x y 2  x3


dx 2 y3

Laju Terkait
Berikut akan dibahas kasus laju dengan perubahan variabel terhadap waktu.

Strategi
1. Buatlah gambar atau sketsa dari permasalahan yang diberikan dengan beserta
variabel-variabel terkait.
2. Tuliskan informasi numerik dari soal dengan variabel-variabel yang telah
dipilih.
3. Tuliskan apa yang ditanyakan.
4. Tuliskan sebuah persamaan yang mengaitkan variabel-variabel yang telah
dipilih.
5. Turunkan persamaan yang diperoleh tersebut terhadap waktu, t.
6. Lanjutkan analisis.

Contoh 4.8
Sebuah balon berbentuk bola terus diisi udara sehingga terus
mengembang. Jika pada saat jari-jari bola r = 4 cm, laju perubahan
jari-jari sebesar 3 cm/s. Seberapa cepat pertambahan volume balon
terhadap waktu pada kondisi tersebut?

Penyelesaian
Gambar 4.1 Gambar Contoh 4.8
Misal V adalah balon (bola),

dr
 3 cm/s
dt r 4

TAHAP PERSIAPAN BERSAMA | 2018/219 7


Matematika Dasar 1B Turunan

dV
 ... ?
dt

Dari rumus volume,


4 3
V  r
3
kemudian,
dV dr
 4r 2
dt dt

Pada saat r = 4 m,

dV
 4 (4 cm) 2 3 cm/s  192 cm 3 /s
dt

Jadi, laju volume balon saat jari-jari balon 4 cm adalah 192π cm3/s.

TAHAP PERSIAPAN BERSAMA | 2018/219 8


Matematika Dasar 1B Turunan

LATIHAN
1. Gunakan aturan turunan untuk mencari turunan dari fungsi-fungsi berikut.
1
a) f ( x)  2 x  6 c) g (t )  2t 5  t 3  5t e) f ( x )  2
x 1
2 x  3 1
b) f ( x)  3x 2  x  2 d) f ( x )  f) f ( x )  ( x 5  )( x 5  2)
x5 x
2. Hitunglah f’(x) dari fungsi-fungsi berikut.
7
 x2  1

a) f ( x)  2 x  x 
2 17
b) f ( x)    5  c) f ( x) 
 3  x 3
2 
4

dy d 2 y d 3 y
3. Carilah , , dari persamaan-persamaan berikut.
dx dx 2 dx 3
1
a) y  2 b) y  2x 3
x
dy
4. Carilah dari fungsi-fungsi berikut.
dx
a) x 2 y  xy 2  6 b) 2 xy  y 2  x  y c) xy  y 3  1

d2y
5. Carilah dari persamaan-persamaan berikut.
dx 2
a) x 2  y 2  1 b) y 2  2 x  1  2 y

6. Sebuah lingkaran yang mempunyai jari-jari r mempunyai luas penampang A  r 2 .


Tentukan pertambahan luas terhadap waktu t, nyatakan hasilnya dalam dr/dt.

7. Sebuah kubus dengan panjang sisi x mempunyai volume V  x 3 . Tentukan pertambahan


volume terhadap waktu t, nyatakan hasilnya dalam dx/dt.

8. Volume sebuah kubus membesar dengan laju 10 cm3/menit. Berapakah laju perubahan
permukaannya saat sisinya 30 cm?

TAHAP PERSIAPAN BERSAMA | 2018/219 9


Matematika Dasar 1B Turunan

REFERENSI
1. Claudia Neuhauser 2011, Calculus for Biology and Medicine 3th Ed, United States of
America : Pearson Education.
2. Dale Verberg, Edwin Purcel and Steve Rigdon 2007, Calculus 9th Ed., Prentice Hall.
3. Thomas 2005, Calculus 11th Ed., Pearson Education.

TAHAP PERSIAPAN BERSAMA | 2018/219 10