Anda di halaman 1dari 3

Keluarnya Ya’juj dan Ma’juj

Dalam surah al-Kahfi, Allah menyebutkan bahwa ketika Dzulqarnain mengelilingi bumi, dia
sampai diantara dua buah gunung. Didapatinya dibelakang kedua gunung itu suatu kaum yang hampir
tidak memahami pembicaraan. Kepada Dzulqarnain, mereka mengadukan kejahatan Ya’juj dan Ma’juj,
dan mereka juga memintanya membuat sebuah dinding yang membentengi mereka dari kerusakan yang
ditimbulkan oleh Ya’juj dan Ma’juj. Maka Dzulqarnain menyanggupinya. QS; 18 (al-Kahfi) ayat 92-99 :

ُ َ‫اَُل ُ َي َكادونَ ُ َي ْف َقهون‬َ ‫ُم ْن ُدو ِن ِه َماُ َق ْو ًم‬ِ َ‫ُو َجد‬ َ ‫سدَّي ِْن‬َّ ‫)ُ َحتَّىُ ِإذَاُ َبلَ َغ ُبَيْنَ ُال‬۹٢(ُ‫س َببًا‬ َ ُ ‫ثُ َّم ُأَتْبَ َع‬
ُ‫ضُفَ َه ْلُن َْج َعلُلَ َك‬ ْ ِ‫ُو َمأْجو َجُم ْفسِدونَ ُف‬
ِ ‫يُاْل َ ْر‬ َ ‫اُالقَ ْرنَي ِْنُ ِإ َّنُيَأْجو َج‬
ْ َ‫)ُقَالواُيَاُذ‬۹۳(ُ‫قَ ْو ًَل‬
ٍُ‫ُربِيُ َخي ٌْرُفَأ َ ِعينونِيُبِق َّوة‬ َ ‫)ُقَا َلُ َماُ َم َّكنِيُفِي ِه‬۹۶(ُ‫سدًّا‬ َ ‫خ َْر ًجاُ َعلَىُأ َ ْنُت َ ْجعَ َلُبَ ْينَن‬
َ ُ‫َاُوبَ ْينَه ْم‬
ُ‫صدَفَي ِْن ُقَا َل‬ َّ ‫س َاوىُ َبيْنَ ُال‬ َ ُ‫ُال َحدِي ِد ُ َحتَّىُ ِإذَا‬ْ ‫)ُآَتونِيُز َب َر‬۹۵(ُ‫ُر ْد ًما‬ َ ‫أ َ ْج َع ْل ُ َب ْينَك ْم‬
َ ‫ُو َب ْينَه ْم‬
ُ‫ظ َهروه‬ ْ َ‫طاعواُأ َ ْنُي‬ َ ‫)ُفَ َماُا ْس‬۹٦(ُ‫ط ًرا‬ ْ ِ‫علَ ْي ِهُق‬
َ ُ‫َاراُقَا َلُآَتونِيُأ ْف ِر ْغ‬ ً ‫ا ْنفخواُ َحتَّىُ ِإذَاُ َج َعلَهُن‬
ُ‫ُر ِبيُ َج َعلَه ُدَ َّكا َء‬
َ ‫ُوعْد‬ َ ‫ُر ِبيُفَإِذَاُ َجا َء‬ َ ‫ُم ْن‬ِ ٌ‫اُر ْح َمة‬ َ َ‫)ُقَا َل ُ َهذ‬۹۷(ُ‫طاعواُلَه ُنَ ْقبًا‬ َ َ ‫َو َماُا ْست‬
ُ‫ور‬ِ ‫ص‬ ُّ ‫ُون ِف َخ ُفِيُال‬ َ ‫ض‬ ٍ ‫ضه ْم ُيَ ْو َمئِ ٍذ ُيَموج ُفِيُبَ ْع‬ َ ‫)ُوت َ َر ْكنَاُبَ ْع‬ َ ۹٨(ُ‫ُر ِبيُ َحقًّا‬ َ ‫ُوعْد‬ َ َ‫َو َكان‬
ُ)۹۹(ُ‫فَ َج َم ْعنَاه ْمُ َج ْمعًا‬
92. Kemudian dia (Dzulqarnain) menempuh suatu jalan (yang lain lagi).

93. Hingga apabila dia telah sampai di antara dua buah gunung, dia mendapati di hadapan kedua bukit
itu suatu kaum yang hampir tidak mengerti pembicaraan.

94. Mereka berkata: “Hai Dzulqarnain, sesungguhnya Ya’juj dan Ma’juj itu orang-orang yang membuat
kerusakan di muka bumi, maka dapatkah kami memberikan sesuatu pembayaran kepadamu, supaya kamu
membuat dinding antara kami dan mereka?”

95. Dzulqarnain berkata: “Apa yang telah dikuasakan oleh Tuhanku kepadaku terhadapnya adalah lebih
baik, maka tolonglah aku dengan kekuatan (manusia dan alat-alat), agar aku membuatkan dinding antara
kamu dan mereka,

96. berilah aku potongan-potongan besi.” Hingga apabila besi itu telah sama rata dengan kedua (puncak)
gunung itu, berkatalah Dzulqarnain: “Tiuplah (api itu).” Hingga apabila besi itu sudah menjadi (merah
seperti) api, diapun berkata: “Berilah aku tembaga (yang mendidih) agar aku kutuangkan ke atas besi panas
itu.”

97. Maka mereka (Ya’juj dan Ma’juj) tidak bisa mendakinya dan mereka tidak bisa (pula) melubanginya.

98. Dzulqarnain berkata: “Ini (dinding) adalah rahmat dari Tuhanku, maka apabila sudah datang janji
Rabbku, Dia akan menjadikannya hancur luluh; dan janji Rabb itu adalah benar.”

99. Kami biarkan mereka (Ya’juj dan Ma’juj) di hari itu berbaur antara satu dengan yang lain, kemudian
ditiup lagi sangkakala, lalu Kami kumpulkan mereka itu semuanya.”

Ya’juj dan Ma’juj adalah umat yang jumlahnya sangat besar. Keduanya merupakan keturunan
Nabi Adam Alaihis Salam.

ُ:ُ ‫سلَّ َُم‬ َُّ ُ ‫صلَّى‬


َ ‫ّللا ُ َعلَ ْي ُِه ُ َو‬ َُّ ُ ُ‫ل ُ َرسول‬
َ ُ ِ‫ّللا‬ َُ ‫ُقَا‬:ُ ‫ل‬ َُ ‫ ُقَا‬،ُ ُ‫ّللا ُ َع ْنه‬
َُّ ُ ‫ي‬َُ ‫ض‬ ُ ‫س ِعي ٍُد ُ ْالخ ْد ِر‬
ِ ‫ي ُِ َر‬ َ ُ ‫ن ُأَبِي‬
ُْ ‫َع‬
ُ‫ُ َو َما‬:ُ ‫ل‬ َُ ‫ُقَا‬.ُ‫ار‬ ُِ َّ‫ث ُالن‬ ُْ ‫ُا ْب َع‬:ُُ‫ ُفَ َيقول‬،ُ ‫ْك‬
َُ ‫ثُ َب ْع‬ َُ ‫س ْعدَي‬ َ ‫ْك ُ َو‬َُ ‫ُفَ َيقولُ ُلَبَّي‬،ُ ُ‫ُ َيا ُآدَم‬:ُ ‫ّللاُت َ َعالَى‬
َُّ ُُ‫َيقول‬
ْ َ‫اح ُدٌُإِل‬
ُ‫ىُال َجنَّ ُِة‬ ِ ‫ُو َو‬َ ‫ار‬ ِ َّ‫لُأ َ ْلفٍُُتِ ْسعُ ِمائ َ ٍُةُ َوتِ ْسعَ ُةٌُ َوتِ ْسعونَُُإِلَىُالن‬
ُِ ‫نُك‬ ُْ ‫ُ ِم‬:ُُ‫ارُ؟ُفَيَقول‬ ُِ َّ‫بَ ْعثُُالن‬

1
ُ‫ْن ُ َما ُ َكانَتَا‬
ُِ ‫ن ُفِيك ُْم ُأ َّمتي‬ َُ ‫ ُفَقَا‬،ُ ‫ل ُ َح ْملَ َها‬
َُّ ِ‫ُإ‬:‫ل‬ ُِ ‫ل ُذَا‬
ٍُ ‫ت ُ َح ْم‬ ُُّ ‫ضعُ ُك‬ َّ ‫ ُفَ ِحينَئِ ٍذ ُيَشِيب ُال‬،
َ َ ‫ ُ َوت‬،ُ ُ‫ص ِغير‬
)ُ‫َارى‬ َ ُ.ُ‫ُيَأْجوجُُ َو َمأْجوج‬، ُ‫َلُ َكث َّ َرتَاه‬
ِ ‫(ر َواهُُ ْالبخ‬ ُ َّ ‫َيءٍُُ ِإ‬
ْ ‫ِفيُش‬
Dari Abu Sa’id al-Khudry Radliyallahu ‘Anhu, ia berkata : Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam
bersabda: “Sesungguhnya Allah berfirman : ‘Wahai Adam.’ Adam menyahut : ‘Aku penuhi panggilanmu
dengan penuh kesediaan untuk menunaikan perintah-Mu.’ Allah berfirman : ‘Kirimkanlah utusan
Neraka.’ Adam bertanya : ‘Apa itu utusan Neraka?’ Allah berfirman : ‘Dari setiap 1.000 orang, 999 ke
Neraka, dan satu ke Surga.’ Saat itulah rambut anak kecil mendadak beruban, dan setiap wanita yang
hamil keguguran kandungannya.’ Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam kemudian bersabda :
“Sesungguhnya diantara kalian ada dua umat. Tidaklah keduanya berada pada sesuatu, melainkan jumlah
keduanya lebih banyak darinya. Yaitu Ya’juj dan Ma’juj.” [HR. Bukhari]

Allah Subhanahu wa Ta’ala mengabarkan kepada kita bahwa dinding yang dibangun oleh
Dzulqarnain itu dapat menghalangi Ya’juj Ma’juj keluar. Allah berfirman : “Maka mereka (Ya’juj dan
Ma’juj) tidak bisa mendakinya dan mereka tidak bisa (pula) melubanginya.” [QS; 18 (al-Kahfi) ayat 97].
Dan Allah mengabarkan bahwa hal itu akan berlaku sampai akhir zaman, tepatnya sampai janji Allah
datang, dan Dia mengizinkan mereka untuk keluar.

Allah berfirman : “…maka apabila sudah datang janji Rabbku, Dia akan menjadikannya hancur
luluh; dan janji Rabb itu adalah benar.” [QS; 18 (al-Kahfi) ayat 98].

Pada saat itulah, mereka keluar secara bergelombang, layaknya ombak lautan. Allah berfirman :
Kami biarkan mereka (Ya’juj dan Ma’juj) di hari itu berbaur antara satu dengan yang lain… [QS; 18 (al-
Kahfi) ayat 99]. Peristiwa itu terjadi menjelang Kiamat dan ditiupnya sangkakala. Allah berfirman :
“…kemudian ditiup lagi sangkakala, lalu Kami kumpulkan mereka itu semuanya.” [QS; 18 (al-Kahfi) ayat
99].

Pada ayat lain, Allah mengabarkan tentang bagaimana mereka menggali dinding itu hingga
akhirnya dapat keluar. QS; 21 (al-Anbiya’) ayat 96-97 :

ْ ‫ُال َوعْد‬
ُ‫ُال َح ُّق‬ ْ ‫ب‬ َ ‫)ُوا ْقت َ َر‬
َ ۹٦(ُ َ‫بُيَ ْنسِلون‬ ٍ َ‫ُم ْنُك ِلُ َحد‬ َ ‫ُو َمأْجوج‬
ِ ‫ُوه ْم‬ َ ‫تُيَأْجوج‬ ْ ‫َحتَّىُ ِإذَاُفتِ َح‬
َ ُ‫ٍُم ْنُ َهذَاُبَ ْلُكنَّا‬
ُ َ‫ظا ِل ِمين‬ َ َ‫صارُالَّذِينَ ُ َكفَرواُي‬
ِ ‫اُو ْيلَنَاُقَ ْدُكنَّاُفِيُ َغ ْفلَة‬ َ ‫صةٌُأ َ ْب‬
َ ‫َاخ‬
ِ ‫ي ُش‬ َ ‫فَإِذَاُ ِه‬
)۹۷(
96. Hingga apabila dibukakan (tembok) Ya’juj dan Ma’juj, dan mereka turun dengan cepat dari seluruh
tempat yang tinggi.

97. Dan telah dekatlah kedatangan janji yang benar (hari berbangkit), maka tiba-tiba terbelalaklah mata
orang-orang yang kafir. (Mereka berkata): “Aduhai, celakalah kami, sesungguhnya kami adalah dalam
kelalaian tentang ini, bahkan kami benar-benar orang-orang yang zhalim.”

Peristiwa itu akan terjadi pada akhir zaman. Adapun firman-Nya َُ‫ب ُ َي ْنسِلون‬
ٍ َ‫ِم ْن ُك ِل ُ َحد‬
“…mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi….” Maksudnya , Ya’juj dan Ma’juj
bergerak dengan cepat dalam menebar kerusakan di bumi. Kata ‫ب‬ ٍُ َ‫ َحد‬artinya tempat yang tinggi.
Demikianlah cara bagaimana mereka keluar dari tempatnya. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam telah
mengabarkan bahwa pada zaman beliau dinding penahan Ya’juj dan Ma’juj itu telah terlubangi seukuran
lingkara ibu jari dan telunjuk.

َُّ ُ‫ي‬
ُ‫ّللا‬ َُ ‫ض‬ِ ‫شُ َر‬ ُ ٍ ‫تُ َج ْح‬ ُِ ‫َبُبِ ْن‬ َُ ‫نُزَ ْين‬ ُْ ‫ت أَبِىُسُُْفيَُانَُُ َع‬ ُِ ‫نُأ ُِمُ َحبِيبَ ُةَُبِ ْن‬ َ ُ‫تُُأ َبِى‬
ُْ ‫سلَ َم ُةَُ َع‬ ُِ ‫َبُبِ ْن‬
َُ ‫نُزَ ْين‬ ُْ ‫َع‬
ُ َ ُ:ُ‫عا ُ َيقول‬
ُ‫َل‬ ًُ ‫عُلَُْي َُها َُُي ُْو ًُما ُفَُ ُِز‬
َُ ُ ‫ل‬ َُ َ‫ُ ُد‬:‫سلَّ َُم‬
َُ ‫خ‬ َُّ ُ ‫صلَّى‬
َ ‫ّللا ُ َعلَ ْي ُِه ُ َو‬ َُّ ُ ‫ل‬
َ ُ ِ‫ّللا‬ َُّ َ ‫ُُأ‬:‫ت‬
َُ ‫ن ُ َُرسُ ُْو‬ ُْ َ‫ن ُأَنَّ َها ُقَال‬
َُّ ُ‫َع ْنه‬
َُ ‫جُ َو َمأْجو‬
ُ.‫جُ ِمثْلُُ َه ِذُِه‬ َُ ‫نُ َر ْد ُِمُيَأْجو‬ ُْ ‫حُ ْاليَ ْو َُمُ ِم‬
َُ ِ‫ُفت‬،‫ب‬ َ ‫َرُقَ ُِدُا ْقت َ َر‬ٍُ ‫نُش‬ ُْ ‫بُ ِم‬ُِ ‫لُ ُِل ْل َع َر‬ٌُ ‫ُ َو ْي‬،‫ّللا‬ ُ َّ ‫ِإلَ ُهَُ ِإ‬
َُّ ُ‫َل‬

2
ُُ‫ّللاِ ُأَنَ ْه ِلك‬ َُ ‫ش ُفَق ْلتُ ُيَا ُ َرسو‬
َُّ ُ ‫ل‬ ُْ َ‫ ُقَال‬.‫ام ُ َوالَّتِي ُت َ ِلي َها‬
ُ ٍ ‫ت ُزَ ْينَبُ ُبِ ْنتُ ُ َج ْح‬ ْ ِ ‫َو َحلَّقَُ ُبِإ‬
ِ ْ ُ ‫صبَعَ ْي ُِه‬
ُِ ‫اْل ْب َه‬
) ُ‫ُوُم ْس ِلم‬
َ ‫َارى‬ ِ ‫(ر َواهُُ ْالبخ‬
َ ُ.ُ‫خ َبث‬ َ ‫ُنَ َع ُْمُ ِإذَاُ َكث َُرُ ْال‬:‫ل‬َُ ‫صا ِلحونَ ؟ُقَا‬ َّ ‫َو ِفينَاُال‬
Dari Zainab binti Abu Salamah, dari Ummu Habibah binti Abu Sufyan dari Zainab binti Jahsy
Radliyallahu ‘Anhunna, sesungguhnya dia (Zainab binti Jahsy) berkata : bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi
wasallam masuk (ke rumah) Zainab dengan cemas sambil berkata: Laa ilaaha illallah, celakalah bangsa
Arab karena keburukan yang telah dekat, pada hari ini telah dibuka benteng Ya’juj dan Ma’juj seukuran
ini. seraya beliau melingkarkan kedua jarinya, yaitu jari telunjuk dan ibu jari. Zainab binti Jahsy berkata,
maka aku bertanya; Wahai Rasulullah, apakah kita juga akan dibinasakan sedangkan di tengah-tengah kita
banyak orang-orang yang shalih?. Beliau menjawab: Ya, benar jika kejahatan telah merajalela.” [HR.
Bukhari dan Muslim]

Ya’juj dan Ma’juj akan keluar setelah Nabi Isa Alaishis Salam turun ke bumi dan membunuh Dajjal.

ُ‫ُث َُّم‬...:ُ‫سلَّ َم‬ َ ‫صلَّىُللاُُ َعلَ ْي ُِهُ َُو‬ َ ُِ‫للا‬ ُ ُُ‫لُ َرسول‬ َُ ‫ُقَا‬:‫ُقَا َل‬،‫ّللاُ َع ْنه‬ َُّ ُ‫ي‬ َُ ‫ض‬ ِ ‫س ْم َعانَُُ َر‬ َ ُ‫ْن‬ ُِ ‫اسُب‬ ُ ِ ‫نُالنَّ َّو‬ ُِ ‫َع‬
ُ،‫نُوجو ِه ِه ُْمُ َوي َحدِثه ُْمُ ِبدَ َر َجا ِت ِه ُْمُ ِفيُال َجنَّ ِة‬ ُْ ‫ع‬
َ ُُ‫سح‬ َ ‫ص َمهمُُللاُُ ِم ْنهُُفَ َي ْم‬ َ ‫ع‬ َ ُ‫سىُابْنَُُ َم ْر َي َُمُ َق ْو ٌُمُقَ ُْد‬ َ ‫َيأ ْ ِتيُ ِعي‬
ُ‫ان ُْل َ َح ٍُد ُ ِب ِقتَا ِل ِه ُْم ُفَ َح ِر ُْز‬ ُ ُ ‫ُ ِإ ِني ُقَ ُْد ُأ َ ْخ َر ْجتُ ُ ِع َبادُا ًُ ِلي‬:‫سى‬
ُِ َ‫َلَ ُ َيد‬ َ ‫ك ُ ِإ ُْذ ُأ َ ْو َحى ُللاُ ُ ِإلَى ُ ِعي‬ َُ ‫فَ َب ْي َن َما ُه َُو ُ َكذَ ِل‬
ُ‫علَى‬ َ ُ ‫ُفَ َيم ُُّر ُأَ َوائِله ُْم‬،َُ‫ب ُ َي ْنسِلون‬ ٍُ َ‫ل ُ َحد‬ ُِ ‫ن ُك‬ ُْ ‫ُ َوه ُْم ُ ِم‬:‫ج‬ َُ ‫ج ُ َو َمأْجو‬ َُ ‫ ُ َو َي ْب َعثُ ُللاُ ُ َيأْجو‬،‫ور‬ ُِ ‫الط‬ ُّ ُ ‫ِع َبادِي ُ ِإلَى‬
َُِّ ُ ‫ي‬
ُ‫ّللا‬ ُُّ ‫صرُُ َن ِب‬ َ ‫ُ َوي ْح‬،‫ُفَ َيقولونَُُلَقَ ُْدُ َكانَُ ُ ِب َه ِذ ُِهُ َم َّر ُة ًُ َما ٌُء‬،‫آخره ُْم‬ ِ ُ‫ ُ َو َيم ُُّر‬،‫ط َب ِريَّ ُةَُ َف َي ْش َربونَُ ُ َماُفِي َها‬ َ ُ‫ب َحي َْر ُِة‬
ُ‫ي‬ ُُّ ‫ُ َف َي ْرغَبُُنَ ِب‬،‫َارُ ِْل َ َحدِك ُْمُ ْال َي ْو َُم‬ ٍُ ‫نُ ِمائ َ ُِةُدِين‬ ُْ ‫ُ َحتَّىُ َيكونَُُ َرأْسُُالث َّ ْو ُِرُ ِْل َ َح ِد ِه ُْمُ َخي ًْراُ ِم‬،ُ‫ص َحابه‬ ْ َ ‫سىُ َوأ‬ َ ‫ِعي‬
ُ،ٍُ‫احدَة‬ ِ ‫سُ َو‬ ُ ٍ ‫تُنَ ْف‬
ُِ ‫سىُ َك َم ْو‬ َ ‫ص ِبحونَُُفَ ْر‬ ْ ‫ُفَي‬،‫َفُ ِفيُ ِرقَا ِب ِه ُْم‬ َُ ‫علَ ْي ِه ُْمُالنَّغ‬ َُّ ُُ‫ُ َفي ْر ِسل‬،ُ‫ص َحابه‬
َ ُ‫ّللا‬ ْ َ ‫سىُ َوأ‬ َ ‫ّللاُ ِعي‬َُِّ
ُُ‫َل ُ َم ََلَه‬ ُ َّ ‫ْر ُ ِإ‬
ٍُ ‫ض َُع ُ ِشب‬ ِ ‫ض ُ َم ْو‬ُ ِ ‫ل ُ َي ِجدونَُ ُفِي ُ ْاْل َ ْر‬ ُ َ َ‫ ُف‬،‫ض‬ُ ِ ‫ص َحابهُ ُ ِإلَى ُ ْاْل َ ْر‬ ْ َ ‫سى ُ َوأ‬ َُّ ُ ‫ي‬
َ ‫ّللاِ ُ ِعي‬ ُُّ ‫ث َُّم ُ َي ْه ِبطُ ُ َن ِب‬
ُ‫ُ َفت َ ْح ِمله ُْم‬،‫ت‬ ُِ ‫قُ ْالب ْخ‬ ُِ ‫طي ًْراُ َكأ َ ْعنَا‬َ ُ‫ّللا‬
َُّ ُُ‫ُفَي ْر ِسل‬،ِ‫ّللا‬ َُّ ُ‫ص َحابهُُ ِإلَى‬ ْ َ ‫سىُ َوأ‬ َُِّ ُ‫ي‬
َ ‫ّللاُ ِعي‬ ُُّ ‫ُفَ َي ْرغَبُُ َن ِب‬،‫زَ هَمه ُْمُ َو َنتْنه ُْم‬
ُ‫ض ُ َحتَّى‬ َُ ‫ُفَ َي ْغسِلُُ ْاْل َ ْر‬،‫َل ُ َوبَ ٍُر‬ ُ َ ‫نُ ِم ْنهُُ َبيْتُ ُ َمدَ ٍُر ُ َو‬ ُ َ ُ‫ط ًرا‬
ُُّ ‫َل ُيَك‬ َ ‫ّللاُ َم‬
َُّ ُُ‫ّللاُث َُّمُي ْر ِسل‬ َُّ ُ‫ط َرحه ُْم ُ َحيْثُُشَا َُء‬ ْ َ ‫فَت‬
) ُ‫(ر َواهُُم ْس ِلم‬ َ ُ....‫الزلَفَ ُِة‬ َّ ‫َيتْر َك َهاُ َك‬
Dari Nawwas bin Sam’an Radliyallahu ‘Anhu, berkata : Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam
bersabda : “…kemudian Isa didatangi oleh suatu kaum yang dilindungi oleh Allah dari Dajjal. Isa
mengusap wajah mereka dan mengabarkan derajat yang akan mereka dapatkan di Surga. Ketika mereka
seperti itu, Allah mewahyukan padanya: 'Sesungguhnya Aku telah mengeluarkan hamba-hambaKu, yang
tidak ada yang bisa memerangi mereka, karena itu giringlah hamba-hambaKu ke Thur. Allah mengirim
Ya'juj dan Ma'juj, 'Dari segala penjuru mereka datang dengan cepat.' (Al Anbiyaa`: 96) Lalu yang
terdepan melintasi danau Thabari dan minum (sampai habis airnya), kemudian yang belakang melintasi,
mereka berkata: 'Tadi disini ada airnya.' Nabiyullah Isa dan para sahabatnya terkepung hingga kepala
kerbau milik salah seorang dari mereka lebih baik dari seratus dinar milik salah seorang dari kalian saat
ini, lalu Nabiyullah Isa dan para sahabatnya berdo’a kepada Allah, maka Allah mengirimkan cacing di
leher mereka lalu mereka mati seperti matinya satu jiwa, lalu Nabiyullah Isa dan para sahabatnya turun
(dari thur) ke bumi, namun tidak ada satu sejengkal tempat pun melainkan telah dipenuhi oleh bangkai
dan bau busuk darah mereka. Lalu Nabiyullah Isa dan para sahabatnya berdoa kepada Allah, lalu Allah
mengirim burung seperti leher unta. Burung itu membawa mereka dan melemparkan bangkai mereka ke
tempat yang dikehendaki Allah, lalu Allah mengirim hujan deras kepada mereka, tidak ada rumah yang
terbuat dari bulu binatang atau rumah yang terbuat dari tanah yang menghalangi turunnya hujan
melainkan diguyurnya, hujan itu membersihkan bumi hingga bersih seperti cermin yang berkilauan ….”
[HR. Muslim]