Anda di halaman 1dari 4

PELAYANAN PASIEN TERMINAL

Nomor Dokumen Nomor Revisi Halaman


1/2

RSUD KOTA
MADIUN

Jl. Campursari No.


12B Madiun

Ditetapkan,
STANDART Tanggal Terbit Direktur Rumah Sakit Umum Daerah
PROSEDUR Kota Madiun
OPERASIONAL
(SPO)

dr. RESTI LESTANTINI, M.Kes


Pembina
NIP. 19650824 200212 2 002
Pengertian Keadaan terminal adalah suatu keadaan sakit dimana menurut akal sehat
tidak ada harapan lagi bagi si sakit untuk sembuh. Keadaan sakit ini
dapat disebabkan oleh suatu penyakit atau suatu kecelakaan. Kematian
adalah suatu keadaan terputusnya hubungan tubuh dengan dunia luar
yang ditandai dengan tidak adanya denyut nadi, tidak bernafas selama
beberapa menit dan ketiadaan segala reflek, serta ketiadaan kegiatan
otak dan sudah dinyatakan oleh dokter yang berwenang.
Tujuan Agar pasien mendapatkan ketenangan dalam proses menuju kematian.
Kebijakan Memberikan pelayanan yang profesional agar pasien terminal mendapat
ketenangan sampai akhir hayat.
Prosedur Melakukan asesmen tanda-tanda klinis menjelang kematian.
1. Kehilangan tonus otot, yang ditandai dengan:
- Relaksasi otot muka, sehingga dagu menjadi turun
- Kesulitan dalam berbicara, proses menelan dan hilangnya reflek
menelan
- Penurunan kegiatan traktus gastrointestinal, ditandai nausea,
muntah, perut kembung, obstipasi
- Penurunan control spinkter urinary dan rectal
- Gerakan tubuh yang terbatas
2. Kelambatan dalam sirkulasi, yang ditandai dengan:
- Kemunduran dalam sensasi
- Cyanosis pada daerah ekstremitas
- Kulit dingin, pertama kali pada daerah kaki, kemudian tangan,
telinga, dan hidung
3. Perubahan-perubahan dalam tanda vital, yang ditandai dengan:
- Nadi kecil dan lemah
- Tekanan darah turun
- Pernafasan cepat, cepat dangkal, dan tidak teratur
4. Gangguan sensori, yang ditandai dengan:
- Penglihatan kabur
- Gangguan penciuman dan perabahan
Tanda-tanda klinis saat meninggal:
1. Pupil mata lebar
2. Tidak mampu untuk bergerak
3. Kehilangan reflek
4. Nadi cepat dan kecil

5. Pernafasan chyene-stoke dan ngorok


6. Tekanan darah sangat rendah
7. Mata dapat tertutup atau agak terbuka

Tanda-tanda meninggal secara klinis:


1. Tidak ada respon rangsangan dari luar secara total
2. Tidak adanya gerak dari otot, khususnya pernafasan
3. Tidak ada reflek
4. Gambaran mendatar pada EKG

Tindakan pada pasien tahap terminal atau menjelang kematian


A. (airways): memastikan bahwa jalan nafas paten
- Pasang oropharyngeal tube
- Pasang nasopharyngeal tube
- Pasang endotracheal tube
B. (breathing): memastikan dada bisa mengembang simetris dan
adekuat
- Pemberian oksigen lewat selang maupun masker
- Pemberian nafas bantuan bila ada apneu
C. (circulation): memastikan bahwa sirkulasi cukup akral hangat
produksi urin cukup
- Pemberian cairan infuse
- Pemberian obat-obatan jantung
- Pemberian obat-obatan vasoconstrictor
- Pemantauan produksi urin lewat kateter kencing
Selain itu pasien juga berhak untuk:
Kebutuhan-kebutuhan jasmaniah
- Menghilangkan rasa nyeri dengan memberikan anti nyeri,
mengubah posisi tidur dan perawatan fisik
- Memenuhi kebutuhan nutrisi melalui cairan infuse, sonde
Kebutuhan-kebutuhan emosi
- Menenagkan pasien apabila mengalami ketakutan yang hebat
(ketakutan yang timbul akibat menyadari bahwa dirinya tidak
mampu mencegah kematian)
- Mendampingi pasien yang ingin memperbincangkan tentang
kehidupannya
Memberikan kesempatan kepada keluarga pasien untuk memberikan
tuntutan menjelang ajal sesuai agama dan kebudayaan setempat bersama
pemuka agama yang dianut
UNIT TERKAIT Rawat Inap, DPJP, Rekam Medis
PANDUAN PELAYANAN KEROHANIAN

Pengertian
Pelayanan kerohanian adalah suatu usaha bimbingan yang diberikan oleh pihak
RSUD Kota Madiun yang bekerja sama dengan pihak luar di bidang kerohanian, untuk
mendampingi dan menemui pasien rawat inap, agar mampu memahami arti dan makna hidup
sesuai dengan keyakinan dan agama yang dianut masing-masing. Pelayanan ini sangat berarti
sebagai upaya meningkatkan rasa percaya diri kepada Tuhan Yang Maha Esa yang menetukan
kehidupan manusia, sehingga motivasi ini dapat menjadi pendorong dalam proses
penyembuhan.
Pelayanan bimbingan rohani dilakukan oleh pihak luar yang bekerja sama dengan
RSUD Kota Madiun dengan menggunakan tanda pengenal khusus.
Pelayanan bimbingan rohani dapat diselenggarakan atas permintaan pasien/keluarga
pasien dengan mengisi formulir yang diberikan dari rekam medis, dan ditindaklanjuti oleh
bagian Customer Service.

Ruang lingkup khusus


Ruang lingkup kegiatan pelayanan kerohanian hanya untuk pasien rawat inap di RSUD Kota
Madiun.

Tujuan umum
Agar pasien mendapatkan pelayanan kerohanian RSUD Kota Madiun

Tujuan khusus
Agar pasien bias mendapatkan ketenangan batin dan mempercepat kesembuhannya

Tata laksana
1. Perawat memberikan informasi kepada pasien tentang pelayanan kerohanian di RSUD
Kota Madiun, serta membantu mengisikan formulir request permintaan tersebut.
2. Pasien meminta pelayanan kerohanian kepada perawat dan perawat mengisikan form
tersebut. Setelah formulir tersebut diisi oleh perawat, maka segera formulir tersebut
diberikan ke petugas rohani untuk ditindaklanjuti.
3. Petugas rohani akan koordinasi dari daftar yang tersedia berdasarkan permintaan di
formulir tersebut.
4. Petugas rohani akan konfirmasi nama dan waktu patugas pelayanan ini kepada pasien
dan keluarga pasien penanggung jawab. Setelah itu formulir akan diserahkan kepada
perawat jaga.
5. Di nurse station petugas kerohanian akan tanda tangan di formulir untuk diarsip di rekam
medis pasien, setelah itu petugas kerohanian akan diantar oleh perawat ke kamar pasien.