Anda di halaman 1dari 14

Birokrasi dan Kebijakan Pemerintahan Kota Batu

Padabab ini akan dibahas beberapa hal mengenai seluk-beluk birokrasi Kota Batu. Adapun
hal-hal yang akan dipaparkan dalam bab ini antara lain, makna lambang Kota Batu, visi dan misi
Kota Batu, struktur organisasi pemerintahan Kota Batu dan strategi kebijakan pemrintah Kota
Batu. Berikut pembabarannya:

1. Makna Lambang Kota Batu

Lambang merupakan identitas pengenal sekaligus sebagai pembeda dari satu instansi
dengan instansi yang lain.Lambang memiliki fungsi sebagai simbol dari tujuan instansi yang
menggunakannya.Setiap tujuan dari instansi tersebut disimbolkan melalui warna, bentuk dan
huruf dari lambangnya masing-masing.Begitu juga dengan Kota Batu yang memiliki lambang
kotanya sendiri.Lambang Kota Batu dominan dengan warna hijau, hitam, biru, merah, kuning
dan putih.Dan tiap bentuk dari lambang Kota Batu tersebut memiliki makna sesuai dengan tujuan
Kota Batu.Berikut ini pemaparannya.

Gambar 01: Lambang Kota Batu

1
Makna dari Lambang:

1. Gambar Bintang

Melambangkan Ketuhanan Yang Maha Esa, yang bermakna meskipun berbeda suku,
agama, dan pandangan hidup tetap menjunjung tinggi kerukunan umat beragama.

2. Gambar Padi dan Kapas

Melambangkan pangan dan sandang yang terdiri dari padi berjumlah 17 dan kapas
berjumlah 10 mempunyai makna tanggal dan bulan peresmian Kota Batu.

3. Gambar Gunung

Melambangkan kekuatan dan kebesaran yaitu Kota Batu berada pada lereng Gunung
Panderman, gunung Arjuno, dan Gunung Welirang yang memiliki kekayaan alam yang cukup
besar terutama mata air yang menyatu menjadi sungai brantas, serta keanekaragaman flora dan
fauna sehingga menjadi daya tarik wisata.

4. Gambar Keris

Berwarna keemasan dengan posisi tegak yang melambangkan jiwa ksatria, kekuatan,
ketajaman pikir, batin dan perjuangan yang pantang menyerah serta kepribadian yang berbudaya
untuk mencapai Kota Batu kedepan.

5. Gambar Rantai

Warna hitam yang melambangkan Persatuan dan Kesatuan dalam Negara Republik
Indonesia.Rantai berjumlah tiga diartikan bahwa hubungan antara Manusia dengan Tuhan serta
alam dan sesamanya adalah unsur yang tidak terpisahkan.

6. Gambar Candi

Melambangkan sistem pemerintahan Kota Batu yang tertib, rapi, dan teratur.

2
7. Warna Dasar Hijau

Dengan gambar filosofi petak-petak sawah melambangkan Kota batu adalah daerah Agraris,
mengandung arti filosofi “Gemah Ripah Loh Jinawi” (Daerah subur) dan sebagian besar
masyarakatnya bertani.

8. Gambar Air

Melambangkan suber kehidupan yang lestari.

9. Bentuk Perisai

Memiliki 5 sisi yang melambangkan pemerintah Kota Batu berdasarkan Pancasila


sebagai Dasar negara Republik Indonesia.

10. Warna Merah Putih

Melambangkan Bendera Indonesia.

11. Tulisan Kota Batu

Menunjukkan sebutan bagi Kota dan Pemerintah Kota Batu.

12. Hakaryo Guno Mamayu Bawono

Merupakan makna Condro Sengkolo yang mengandung arti Berkarya Guna Membangun
Negara. Condro Sengkolo 1934 adalah Tahun Jawa yang merupakan peresmian Pemerintah Kota
Batu dengan nilai kata : Hakaryo = 4, Guno = 3, Mamayu = 9, Bawono = 1 berjumlah 17,
sebagai tanggal peresmian Kota Batu, dengan jumlah suku kata 11 bermakna dasar Hukum
peresmian Kota Batu diatur dalam UUN 11 Th 2001.

3
2. Visi dan Misi Kota Batu

Visi adalah suatu pandangan jauh tentang instansi, tujuan-tujuan instansi dan apa yang
harus dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut pada masa yang akan datang. Visi itu tidak dapat
dituliskan secara lebih jelas menerangkan detail gambaran sistem yang ditujunya, dikarenakan
perubahan ilmu serta situasi yang sulit diprediksi selama masa yang panjang tersebut.Misi adalah
pernyataan tentang apa yang harus dikerjakan oleh instansi dalam usahanya mewujudkan Visi.
Misi instansi adalah tujuan dan alasan mengapa instansi itu ada.Begitu juga dengan Kota Batu
yang memiliki visi dan misi untuk mewujudkan tujuannya. Berikut ini pemaparan visi dan misi
Kota Batu:

Gambar 02: Lambang Shining Batu Sebagai Icon Visi dan Misi Kota Batu

A. VISI KOTA BATU

KOTA BATU sebagai SENTRA PERTANIAN, PARIWISATA dan PENDIDIKAN


DITOPANG SDM (Sumber Daya Manusia), SDA (Sumber Daya Alam) dan SDB (Sumber Daya
Buatan) yang DIDAYAGUNAKAN SECARA OPTIMAL, TERKENDALI dengan
PEMERINTAHAN KREATIF INOVATIF BERSIH BAGI SELURUH RAKYAT.

4
1. Panca Manggala
- Target Kota Batu ke depan : Sentra pertanian, wisata dan pendidikan.
- Unsur penopang pencapaian target : SDM, SDA dan SDB.
- Pendayagunaan unsur penopang : Optimal – Terkendali.
- Pengelolaan Pemerintahan : Kreatif – Inovatif – Bersih.
- Khalayak sasaran : Keseluruhan Warga Kota Batu.

2. Tri Asa Kota Batu


- Batu sebagai sentra pertanian.
- Batu sebagai sentra wisata.
- Batu sebagai sentra pendidikan pertanian dan pariwisata.

3. Penopang Tri Asa Kota Batu


- Sumber Daya Internal
- Sumber Daya Manusia (SDM)
- Sumber Daya Alam (SDA)
- Sumber Daya Budaya (SDB)
- Sumber Daya Eksternal
- Investasi Swasta Nasional
- Investasi Swasta Asing

4. Pendayagunaan Unsur Penopang: Optimal – Terkendali


- Eksplorasi sumber daya secara arif dan bijak, senantiasa disertai AMDAL untuk
pengendalian dampak negatif.
- Eksplorasi bukan eksploitasi: Menjadikan unsur potensial menjadi unsur berdayaguna.
- Kemanfaatan lintas generasi: Bukan keberlimpahan dan kemewahan sesaat, melainkan
kecukuan dan kesejahteraan berkelanjutan.

5. Pengelolaan Pemerintahan: Kreatif – Inovatif – Bersih


- Kreatif dan inovayif adalah kata kunci bagi pengembangan daerah, terlebih dengan makin
kuatnya kompetisi antar daerah sejak era Otoda.
- Pemerintahan yang berwibawa dan besih dari KKN (good governance).

5
6. Khalayak Pasaran
- Segala hasil pembangunan di Kota Batu tentang berbagai aspek kehidupan diarahkan
kepada warga masyarakat Kota Batu sebagai keseluruhan.

7. Prinsip
- Pemerataan hasil pembangunan.

B. MISI KOTA BATU


- Mendayagunakan SDM, SDA dan SDB secara optimal an terkendali sebagai unsur
internal pengembangan Kota Mandiri.
- Mengoptimalkan investasi swasta nasional dan swasta asing sebagai unsur eksternal
untuk beragam bidang usaha yang potensial dan prospektif.
- Merevitalisasi aparatur pemerintah dan menjalankan roda Pemerintah Daerah secara
kreatif, inovatif dan bersih dari KKN guna mengoptimalkan pelayanan publik.
- Meningkatkan posisi dan peran Kota Batu dari:
1. Kota Pertanian menjadi Sentra Pertanian
2. Kota Wisata menjadi Sentra Wisata
- Menjadikan Kota Batu sebagai Kota Pendidikan, secara bertahap dan berkelanjutan
ditingkatkan menjadi Sentra Pendidikan Pertanian.
- Akselerasi pembangunan sektor fisik
- Penataan ruang kota secara menyeluruh dengan mngedepankan keseimbangan ekosistem.
Menjamin berlangsungnya kehidupan keagamaan yang didasari azas toleransi.
- Menciptakan kehidupan politik demokratis.

1. Kota Batu Sebagai Sentra Pertanian


- Utama : Hortikultura.
- Program : Pengembangan perdagangan hasil pertanian dan Penguatan industri
pertanian (agro-industri).
- Tujuan : Memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis pertanian.

6
2. Batu Sebagai Sentra Wisata
- Program :
- Penambahan ragam obyek dan atraksi wisata.
- Dukungan sarana, prasarana dan unsur penunjang wisata memadai.
- Tujuan :
- Memperluas lapangan pekerjaan untuk mengatasi pengangguran.
- Meningkatkan pendapatan warga.
- Meningkatkan PAD dari sector Pariwisata.

3. Membangun Sekaligus (Secara Simultan dalam 5 Tahun)


- Berbagai jenis kegiatan atau tujuan Wisata yang spektakuler, sehingga Kota Batu bias
tampil sebagai sebuah “Jagad Wisata” atau kawasan “Mega Wisata”.
- Selain pengolah kekayaan alam, berbagai jenis wisata lain perlu disuguhkan sehingga
tercipta kawasan wisata serba ada “hypertourism”, termasuk kegiatan kesenian dan
menciptakan event internasional sesering mungkin.
- Perlu dilontarkan semboyan sensasional: “Batu Sentral Wisata”.

4. Batu Sebagai Sentral Pendidikan


- Meningkatkan kapabilitas SDM Kota Batu melalui jalur pendidikan.
- Membentuk sekolah unggulan bertaraf nasional bahkan internasional, khususnya yang
sesuai karakteristik Kota Batu dalam Ilmu Pertanian, Pariwisata dan Kerajinan.
- Meningkatkan jumlah, Mutu (Kualifikasi akademik dan profesionalitas) dan
kesejahteraan tenaga pendidik.
- Memberikan jaminan social lewat pendidikan gratis hingga jenjang sekolah menengah.

7
3. Struktur Organisasi dan Data Pemerintahan Kota Batu
3.1. Struktur Organisasi Pemerintahan Kota Batu

Struktur organisasi adalah suatu susunan komponen-komponen atau unit-unit kerja dalam
sebuah organisasi. Strukturorganisasi juga menunjukan bahwa adanya pembagian kerja dan
bagaimana fungsi atau kegiatan-kegiatan berbeda yang dikoordinasikan. Dan selain itu struktur
organisasi juga menunjukkan mengenai spesialisasi-spesialisasi dari pekerjaan, saluran perintah
maupun penyampaian laporan.Dalam menjalankan roda pemerintahannya Kota Batu memiliki
struktur organisasinya sendiri. Berikut ini adalah bagan tentang struktur organisasi Kota Batu
tersebut:

Gambar 03:Bagan Struktur Organisasi Pemerintahan Kota Batu

8
3.2. Data Statistik Pemerintahan Kota Batu

Kota Batusendiri dipimpin oleh seorang Walikotayang dipilih secara langsung oleh
rakyat pada tahun2012. Pada pemilihan tersebut terpilih Bapak Eddy Rumpoko sebagai Walikota
Batu untuk yang kedua kalinya dengan masa bakti 2012-2017.Kemudian, pada Pemilu tahun
2014, dari 15 partai yang ada di Kota Batu hanya 9 partai yang terwakili di DPRD.DPRD Kota
Batu memiliki anggota 25 orang. Dari 9 partai yang mempunyai wakil di DPRD, PDI-P yang
mempunyai wakil terbanyak yaitu 5 orang. Jumlah terbanyak kedua adalah Partai Gerindra dan
PKB yaitu 4 orang. Ada 3 partai yang mempunyai wakil 3 orang dan 3 partai sisanya hanya
mempunyai wakil 1orang. Dari 25 anggota DPRD Kota Batu 20 orangdiantaranya berjenis
kelamin laki-laki atau sebesar 80 persen, anggota DPRD Kota Batu yang berjenis kelamin
perempuan hanya 5 orang atau sekitar 20 persen.
Menurut data “Kota Batu Dalam Angka Tahun 2016”, pada tahun 2015, Kota
Batuterbagi habis menjadi 3 kecamatan, 19 desa, 5 kelurahan, 238 RW dan 1.127 RT. Dilihat
komposisi jumlah Desa/Kelurahan, Kecamatan Bumiaji memilikijumlah desa terbanyak
yaitumasing-masing 9 desa. Banyaknya jumlah desa/kelurahan yang dimiliki tidakotomatis
menjadi daerah denganjumlah RW dan RT terbanyak pula. Terbukti jumlah RW dan RT
terbanyak di Kecamatan Batu yaitu masing-masing 96 RW dan 457 RT.
Berikutnya Kecamatan Bumiaji 59RW dan 240 RT dan sisanya beradadi Kecamatan
Junrejo.Pembangunan nasional yang telah dilaksanakan selama ini tidak akan berhasil apabila
Desa/Kelurahan sebagai satuan terkecil pemerintahan tidak pernah tersentuh pembangunan. Pada
tahun2015, hasil pembangunan di Kota Batu telah dapat dirasakan. Hal ini ditengarai dari jumlah
status desa di Kota Batu yang telah mencapai tingkat swasembada yaitu sebanyak
24desa/kelurahan. Hal ini menunjukkan bahwa semua desa kelurahan di Kota Batu memiliki
partisipasi yang baik dan kemandirian dalam menyelenggarakan pemerintahan desanya.
Jumlah pegawai negeri yang mengabdi di Kota Batu dapat dilihat pada tabel 2.5 sampai
tabel2.8. Pada tabel tersebut terlihat bahwa jumlah pegawai negeri sipil yang ada di Kota Batu
pada tahun 2015 adalah sebanyak 4.879 orang. Sekitar 54 persen PNS merupakan lulusan
Sarjana (S1) dan sisanya lulusan SMA ke bawah dan hanya 8,9 persen yang merupakan lulusan
S2/S3. Sebagian besar PNS yang bertugas di Kota Batu adalah PNS dengan golongan III.
Sementara itu berdasarkan data dari “Badan Statistik Daerah Kota Batu tahun 2016”,
yang memuat informasi mengenai anggaran pendapatan asli daerah, anggaran yang diperoleh

9
Kota Batu pada tahun 2015 sebesar 725,75 milyar meningkat dibandingkan tahun 2014 yang
hanya sebesar 701,74 milyar. Paling besar penerimaan pendapatan daerah bersumber dari bagian
dana perimbangan dari pemerintah pusat yang terdiri dari bagi hasil pajak, bagi hasil bukan pajak
(sumber daya alam), dana alokasi umum dan dana alokasi khusus. Dibandingkan tahun 2014
dana perimbangan dari pemerintah pusat mengalami peningkatan padatahun 2015. Tahun2014
dana perimbangan hanya sebesar 489,84 milyar sedangkan tahun 2014 mencapai 503,75 milyar.
Dari ketiga komponen dana perimbangan dana alokasi umum (DAU) mempunyai nilai yang
paling besar yaitu 413,2 milyar diikuti dana dari PAD sebesar 104,2 milyar kemudian dana bagi
hasil sebesar 47,11 sedangkan dana penyesuaian otonomi khusus sebesar 62,6 milyar.
Untuk membiayai pembangunan, pemerintah Kota Batu pada tahun 2015 menghabiskan
anggaran sebesar 752,75 milyar rupiah seperti yang tercatat pada realisasi APBD, jumlah ini
mengalami kenaikan dibandingkan tahun 2014 yang sebesar 701,47 milyar rupiah. Sumber
Pendapatan lain dari Kota Batu adalah Pendapatan Asli Daerah yang terdiri dari Pajak Daerah,
Retribusi Daerah, dan Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah. Total Pendapatan Asli Daerah Kota
Batu pada tahun 2015 adalah 104,23 milyar. Dari beberapa sumber Pendapatan Asli Daerah
yangnilainya paling besar pada tahun 2015 adalah penerimaan pajak daerah sebesar 83,69
milyar, kemudian diikuti pendapatan lain-lain sebesar 13,15 milyar, retribusi daerah 5,2 milyar
dan yang terkecil disumbang dari hasil pengelolaan kekayaan daerah sebesar 2,17 milyar.
Pada tahun 2015, untuk pendapatan pajak daerah yang paling besar sumbangannya adalah
pajak bea perolehan hak atas tanah sebesar 30,52 milyar kemudian diikuti oleh pajak hotel
sebesar 16,53 lalu diikuti pajak bumi dan bangunan sebesar 11,28milyar. Sedangkan retribusi
yang paling besar diperoleh dari retribusi jasa umum sebesar 2,39 milyar diikuti oleh retribusi
perijinan tertentu sebesar 2,10 milyar. Selama periode 2013-2015, grafik belanja aparatur
menunjukkan trend kenaikan yang dialami setiap tahun cukup konstan. Sebagian besar belanja
aparatur pada tahun 2015 digunakan untuk membiayai gaji pegawai yaitu sebesar 263,49 milyar,
belanja hibah sebesar 54,52 milyar, belanja bantuan sosial sebesar 15,16 milyar, belanja bantuan
keuangan sebesar 22,78 milyar. Dari total APBD pada tahun 2015, Pendapatan Asli Daerah
(PAD) hanya berkontribusi sebesar 104,23 milyar atau sekitar 14,36 persen, sementara dana
perimbangan berkontribusi sebesar 503,75 milyar rupiah atau 69,4 persen. Dana perimbangan
yang dimaksud terdiri dari Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana
Bagi Hasil (DBH).

10
4. Strategi Kebijakan Pemerintahan Kota Batu dalam Konsep Wirausaha Birokrasi

Gambar 04:Kantor WalikotaBatu Sebagai Tempat Pusat Pemerintahan.

Dalam menjalankan semua rencana pembangunan di Kota Batu, pemerintah Kota Batu
memiliki strategi kebijakannya sendiri untuk memuluskan rencana tersebut.Adapun strategi
tersebut oleh pemerintah disebut sebagai “Wirausaha Birokrasi” yang bertujuan untuk
meningkatkan daya saing daerah. Wirausaha Birokrasi diwujudkan dalam bentuk kebijakan-
kebijakan pemerintah Kota Batu dalam ‘Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah
(RPJMD) Kota Batu tahun 2013-2017’.Latar belakang munculnya konsep “Wirausaha
Birokrasi” adalah adanya ‘Otonomi Daerah’ di Indonesia.
Otonomi daerah tersebut menciptakan ruang gerak yang lebih bagi daerah otonom untuk
membuat kebijakan danperaturan di tingkat daerah yang melibatkan pihak-pihak terkait
yangsesuai dengan pemahaman dan kebutuhan masyarakat masingmasing daerah, dalam rangka
peningkatan Kesejahteraan Hidup Masyarakat Tuntutan dunia yang semakin kontemporer,dan
kuatnya pengaruh globalisasi, menuntut adanya Reformasi Birokrasi, mengarah pada
pemerintahan yang berdaya saing (competitiveness) dan mempunyai kecepatan, ketepatan
dankeakuratan (effectiveness) dalam penyelenggaraan tugas pemerintahan danpembangunan.

11
Dari pemerintahan birokratis perlu digiring dan diarahkan kepada “Pemerintahan Wirausaha”.
Dalam konsep ini, pemerintahan wirausaha mendorong kompetisi antar pemberi jasa.
Mereka memberi wewenang kepada warga dengan mendorong adanya kontrol dari
birokrasi kedalam lapisan masyarakat. Mereka mengukur kinerja perwakilannya dengan
memusatkan pada hasil, bukan masukan. Mereka digerakkan oleh tujuannya–
missi mereka – bukan oleh ketentuan dan peraturan. Dalam kerangka “Wirausaha Birokrasi”,
tentu memerlukan reformasi manajerial birokrat dan birokrasinya, yang diimplementasikan
dengan menginternalisasi 4 cara berpikir kepada jajaran birokrasi dilingkungan Pemerintah Kota
Batu, dan kemudian implementasi dari 4 cara berpikir tersebut nantinya akan dituangkan dalam
kebijakan-kebijakan pemerintah Kota Batu dalam ‘Rencana Pembangunan Jangka Menengah
Daerah (RPJMD) Kota Batu tahun 2013-2017’. Berikut ini adalah 4 konsep cara berpikir yang
dimaksud:

 From top down to partnership/participatory


Prinsip ini berarti menekankan partisipasi stakeholder dibandingkan perintah dari
pemerintah saja;

 From bureaucratic style to entrepreneurial mindset


Cara berpikir ini menekankan pola berpikir kreatif diantara para SKPD dan pro
aktif mengembangkan kerjasama dengan pihak swasta dan masyarakat;

 From procedural attitude to end-result oriented


Perubahan dari cara berpikir yang lambat dan berbelit, kepada pola pikir yang
responsif terhadap peluang dan berorientasi pada hasil dan kemanfaatan yang
diterima masyarakat;

 From partial handling to integrative solution


Perubahan dari cara berpikir yang sektoral, parsial, kepada pemikiran yang
komprehensif, sinergis.
Dalam visi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Batu
tahun 2013-2017, tujuan utama yang hendak dicapai Kota Batu yaitu “Sentra Pertanian
Organik Berbasis Kepariwisataan Internasional”. Adapun gambaran umum Kota Batu saat
ini sebagai dasar Kota Batu dalam mewujudkan visi RPJMD 2013-2017 adalah:

 Satu-satunya daerah pemekaran di Propinsi Jawa Timur, berdiri 17 Oktober 2001;


 Daerah agropolitan yang sejuk, dengan sektor Pertanian dan Pariwisata berkembang
menjadi potensi Unggulan Daerah;

12
 “City Branding = Kota Wisata Batu” yang sangat kuat sebagai destinasi kunjungan
WISATA regional maupun Nasional;
 Dalam rentang 10 tahun terakhir, terjadi peningkatan EKONOMI yang pesat di sektor
Pariwisata, UMKM, Konstruksi, Akomodasi Hotel dan Restoran;
 Investasi Daerah ± 3,2 trilyun;
 APBD = 906 milyar dengan PAD 106 milyar;

Lalu, untuk mewujudkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah


(RPJMD) Kota Batu tahun 2013-2017, pemerintah Kota Batu membuat “Program Kebijakan
Daerah” sebagai langkah pelaksanaanya. Pelaksanaannya adalah sebagai berikut ini:

- Pemerintahan berbentuk katalis: Derap laju pembangunan di Kota Batu selama ini
terutama di sektor pariwisata dan usaha pendukungnya, tidak terlepas dari peran serta
pihak swasta, pemerintah Kota Batu berusaha mengembangkan iklim yang kondusif
untuk iklim investasi, melalui regulasi-regulasi yang mempermudah masuknya
penanaman modal, mendorong terjadinya bentuk-bentuk kemitraan antara masyarakat
dan sektor privat pemilik modal dalam mengembangkan usaha pariwisata semisal melalui
konsesi ataupun kepemilikan saham bersama atas suatu usaha pariwisata. Pada tahun
2015 investasi daerah Kota Batu sendiri untuk melaksanakan program RPJMK 2013-
2017 mencapai 22,44% (1,402,072.00 Triliun).
- Menggunakan model yang sudah ada: Yang dimaksud dengan menggunakan model
yang sudah ada tersebut yaitu melanjutkan hubungan kerjasama mutualisme antara
Pemerintah Desa dengan Perusahaan Swasta Nasional.
- Model kemitraan pengembangan destinasi wisata: Dalam hal ini pemerintah Kota
Batu berusaha mengadakan pembangunan “Kereta Gantung Batu Cabel Car”, untuk
memudahkan transportasi wisata.
- Model pengembangan destinasi wisata berbasis potensi lokal: Potensi lokal dalam
destinasi wisata ini yaitu berfokus pada sektor: Desa Wisata, Petik Bunga, dan Atraksi
Seni Budaya Lokal.
- Pemerintahan milik masyarakat: Model pemerintahan yang dimiliki secara koletif
bersama masyarakat ini dilakukan melalui kegiatan pelaksanaan “MUSRENBANG”

13
(Musyawarah Perencanaan Pembangunan) berjenjang yang partisipatif, efektif dan
produktif melibatkan seluruh pemangku kepentingan dan seluruh unsur masyarakat.
- Perencanaan pembangunan teknokratik terpadu.
- Pemerintahan digerakan oleh ‘Visi’ yang sudah dicanangkan oleh pemerintahan
Kota Batu: Visi tersebut yaitu ‘Sentra Pertanian Organik Berbasis Kepariwisataan
Internasional, ditunjang oleh Pendidikan yang tepat guna dan berdaya saing, ditopang
oleh Sumber Daya Alam, Manusia, dan Budaya yang tangguh, diselenggarakan oleh
Pemerintah yang baik, Kreatif, Inovatif, dijiwai oleh Keimanan dan Ketaqwaan pada
Tuhan Yang Maha Esa’.
- Pemerintahan digerakan oleh ‘Misi-Inovasi Kreatif’ yang sudah dicanangkan oleh
pemerintahan Kota Batu: Antara lain melalui program ‘Inovasi Program Pembangunan
Peratanian Organik melalui Go-Organik’; ‘Inovasi Program Pembangunan Wisata
Pertanian dan Budaya’; ‘Inovasi Program Pembangunan Wisata Olahraga dan
Adventure’ dan ‘Inovasi Program Pembangunan Reformasi Mental Aparatur Sipil
Negara Melalui Bela Negara’.

***

14