Anda di halaman 1dari 11

Pengertian Manajemen Kelas (Pengelolaan Kelas)

Labels: lingkungan sekolah

Pengertian Manajemen Kelas

Pengertian Manajemen Kelas (Pengelolaan Kelas)


Sebelumnya di blog penelitian tindakan kelas ini telah dibahas tentang tinjauan umum
manajemen kelas dalam kaitannya dengan guru. Kali ini pembahasan akan kita lanjutkan
kepada pengertian manajemen kelas.

Manajemen kelas adalah sinonim dengan pengelolaan kelas. Dilihat dari kata penyusunnya,
manajemen kelas terdiri dari dua kata, yaitu manajemen dan kelas. Sebelum kita masuk
kepada pengertian utuh tentang manajemen kelas, ada baiknya kita perhatikan terlebih dahulu
apa itu manajemen dan apa itu kelas.

Pengertian Manajemen

 Menurut wikipedia, Mary Parker Follet mendefinisikan manajemen sebagai seni


menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Dari pengertian tentang manajemen oleh
Mary Parker Follet ini berarti bahwa seorang manajer bertugas mengatur dan
mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi. Manajemen dalam
pelaksanaannya dilakukan sesuai proses. Paling tidak ada 4 proses yang dilakukan
untuk melakukan suatu manajemen, yaitu: perencanaan, pengorganisasian,
pengarahan dan pengendalian.
 Ricky W. Griffin mendefinisikan manajemen sebagai sebuah proses perencanaan,
pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai
sasaran secara efektif dan efesien. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai
dengan perencanaan, sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan
secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal.
 Dalam bukunya yang berjudul “Principles of Management”George R Terry (1994)
mendefinisikan manajemen sebagai suatu proses yang membedakan atas perencanaan,
pengorganisasian, penggerakkan, pelaksanaan dan pengawasan, dengan
memanfaatkan baik ilmu maupun seni, agar dapat menyelesaikan tujuan yang telah
ditetapkan sebelumnya. Manajemen merupakan pencapaian tujuan yang ditetapkan
terlebih dahulu dengan mempergunakan kegiatan orang lain.
 Menurut Lyndak F. Urwick Manajemen adalah forecasting (meramalkan), planning-
organizing (perencanaan-pengorganisiran), commanding (memerintahklan),
coordinating (pengkoordinasian) dan controlling (pengontrolan)
 Sedangkan menurut Oey Liang Lee, manajemen adalah seni dan ilmu perencanaan
pengorganisasian, penyusunan, pengarahan dan pengawasan daripada sumberdaya
manusia untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Pengertian Kelas

 Dalam dunia pendidikan, kelas dapat mempunyai beragam makna, yaitu: (1) kelas
adalah sekelompok siswa yang sedang mengikuti suatu pembelajaran atau kuliah
tertentu; (2) kelas dapat juga diartikan sebagai proses belajar mengajar; (3) kelas
adalah bangunan fisik atau ruang kelas, tempat di mana proses belajar mengajar
dilakukan; (4) kelas adalah tingkatan sekolah di mana seorang anak belajar.
 Menurut Oemar Hamalik, kelas adalah suatu kelompok orang yang melakukan
kegiatan belajar bersama yang mendapatkan pengajaran dari guru.
 Sudirman dkk, dalam bukunya Ilmu Pendidikan:Kurikulum, Program pengajaran,
Efek Intruksional dan pengiring, CBSA, Metode mengajar, Media pendidikan,
Pengelolaan kelas dan Evaluasi hasil belajar (Bandung: Remaja Rosdakarya, 1991),
menyebutkan bahwa Nawawi membedakan kelas dalam artian sempit dan kelas
dalamian luas. Kelas dalam arti sempit menurutnya adalah ruangan yang dibatasi oleh
empat dinding tempat sejumlah siswa berkumpul untuk mengikuti proses belajar
mengajar. Pada pengertian ini kita dapat melihat bahwa kelas sekedar menunjuk
pengelompokan siswa menurut tingkat perkembangannya yang didasarkan pada batas
umur kronologis masing-masing. Sedangkan kelas dalam arti luas menurutnya adalah
suatu masyarakat kecil yang merupakan bagian dari masyarakat sekolah yang sebagai
kesatuan diorganisir menjadi unit kerja secara dinamis menyelenggarakan berbagai
kegiatan belajar-mengajar yang kreatif untuk mencapai suatu tujuan.
 Menurut Suharsini Arikunto, kelas adalah sekelompok siswa yang pada waktu yang
sama menerima pelajaran yang sama.

Pengertian Manajemen Kelas

Berikut ini beberapa pengertian atau definisi manajemen kelas:

 Manajemen kelas adalah beragam tingkah laku guru yang kompleks agar
pengajarannya menjadi efektif dan efisien. Manajemen merupakan suatu hal dapat
membuat siswa terlihat sangat aktif dalam aktivitas pembelajaran di kelas dan
mereduksi tingkah laku-tingkah laku yang kontraproduktif dengan proses
pembelajaran sehingga guru dan siswa dapat melakukan proses belajar mengajar
dengan efisien jika dilihat dari segi waktu. Tanpa manajemen kelas yang efektif
proses pembelajaran siswa akan terganggu selama pengajaran berlangsung.
 Manajemen kelas merupakan keterampilan guru untuk menciptakan iklim
pembelajaran kondusif dan mengendalikannya jika terjadi gangguan dalam
pembelajaran
 Manajemen kelas adalah suatu usaha yang dilakukan penanggung jawab kegiatan
belajar mengajar apa yang membantu dengan maksud agar dicapai kondisi yang
optimal,sehingga dapat terlaksana kegiatan belajar seperti yang diharapkan
 Manajemen kelas merupakan keterampilan yang harus dimiliki guru dalam
memutuskan, memahami, mendiagnosis dan kemampuan bertindak menuju perbaikan
suasan kelas terhadap aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam manajemen kelas
adalah: sifat kelas, pendorong kekuatan kelas, situasi kelas, tindakan seleksi dan
kreatif.
 Manajemen kelas merupakan serangkaian perilaku guru dalam upaya menciptakan
dan memelihara kondisi kelas yang memungkinkan peserta didik mencapai tujuan
belajr mencapai tujuan belajar secara efesien atau memungkinkan pesrta didik belajar
dengan baik.
 Syaiful Bahri Djamarah dan Azwan Zain dalam sebuah bukunya yang berjudul “Guru
dan Anak Didik dalam Interaksi Edukatif” (Jakarta: Rineka Cipta, 2006) bahwa,
manajemen kelas adalah suatu upaya memperdayagunakan potensi kelas yang ada
seoptimal mungkin untuk mendukung proses interaksi edukatif mencapai tujuan
pembelajaran.
 Suharsimi Arikunto (1988) dalam buku Pengelolaan Kelas dan Siswa yang diterbitkan
oleh Rineka Cipta, Jakarta, menyebutkan bahwa manajemen kelas adalah usaha yang
dilakukan guru untuk membantu menciptakan kondisi belajar yang optimal.
Pengertian lain dikemukaan: manajemen kelas adalah proses seleksi tindakan yang
dilaljukan guru dalam funsinya sebagai penanggung jawab kelas dan seleksi
penggunaan alat-alat belajar yang tepat sesuai masalah yang ada dan karakteristik
kelas yang dihadapi.

BAB I
KONSEP DASAR MANAJEMEN KELAS
A. DESKRIPSI

Manajemen kelas merupakan aspek pendidikan yang sering dijadikan perhatian utama
oleh para calon guru, guru baru, dan bahkan guru yang telah berpengalaman. Karena calon
guru, guru baru, dan guru yang telah berpengalaman berkeinginan agar para peserta didik
dapat belajar dengan optimal. Dalam artian guru mampu menyampaikan bahan pelajaran dan
dapat diterima oleh peserta didik dengan baik.
Penciptaan kelas yang nyaman merupakan kajian dari manajemen kelas. Sebab
manajemen kelas merupakan serangkaian perilaku guru dalam uapayanya menciptakan dan
memelihara kondisi kelas yang memungkinkan peserta didik untuk belajar dengan baik.
Dalam kelas segala aspek pembelajaran bertemu dan berproses; guru dengan segala
kemampuannya; murid dengan segala latar belakang dan potensinya; kurikulum dengan
segala komponennya; metode dengan segala pendekatannya; media dengan segala
perangkatnya; materi dengan segala sumber belajarnya bertemu dan berinteraksi di dalam
kelas. Sementara itu, hasil pembelajaran ditentukan pula segala sesuatu yang terjadi di kelas.
Oleh karena itu, selayaknyalah kelas dimanajemeni secara baik, profesional, dan
berkelanjutan. Untuk sampai pada tujuan yang dimaksud terlebih dahulu diperlukan
pemahaman akan hal-hal umum/prinsip-prinsip manajemen kelas sebelum sampai kepada
pemahaman yang lebih khusus. Bab ini adalah bab yang mengulas tentang konsep dasar,
prinsip-prinsip manajemen kelas yang bahasannya meliputi:; pengertian manajemen kelas;
tujuan, dan masalah manajemn kelas, ruang lingkup manajemen kelas. Pemahaman akan
konsep dasar manajemen kelas ini penting dikuasai sebelum hal-hal khusus diketahui.

B. Tujuan Pembelajaran

Setelah Anda memelajari materi pembelajaran pada kegiatan pertama ini, Anda dapat
menjelaskan konsep dasar pengertian manajemen; pengertian kelas; pengertian manajemen
kelas; tujuan manajemen kelas; dan ruang lingkup manajemen kelas.

C. Uraian Materi Pembelajaran

1. Pengertian Manajemen

Kata manajemen berasal dari bahasa Latin, yaitu dari kata manus yang berarti tangan
dan agree berarti melakukan. Kata-kata itu digabung menjadi kata kerja manager yang
artinya menangani. Managere diterjemahkan ke dalam bahasa Inggeris dalam bentuk kata
kerja to manage, dengan kata benda management, dan manager untuk melakukan kegiatan
manajemen. Akhirnya, management diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi
manajemen atau pengelolaan (Usman, 2004).
Sebagaimana yang diuraikan oleh Usman, bahwa manajemen menurut Mary Parker,
adalah suatu seni untuk melaksanakan suatu pekerjaan melalui orang lain. Definisi dari Mary
ini mengandung perhatian pada kenyataan bahwa para manajer mencapai suatu tujuan
organisasi dengan cara mengatur orang-orang lain untuk melaksanakan apa saja yang pelu
dalam pekerjaan itu, bukan dengan cara melaksanakan pekerjaan itu oleh dirinya sendiri.
Itulah manajemen,
Sejathi menguraikan bahwa, “arti dari manajemen adalah pengelolaan,
penyelenggaraan, ketatalaksanaan penggunaaan sumber daya secara efektif untuk mencapai
tujuan/ sasaran yang diinginkan”. Dengan begitu, pengelolaan/ manajemen adalah
penyelenggaraan atau pengurusan agar sesuatu yang dikelola dapat berjalan dengan lancar,
efektif dan efisien. Sementara itu, pengertian manajemen menurut Terry adalah suatu proses
atau kerangka kerja, yang melibatkan bimbingan atau pengarahan suatu kelompok orang-
orang ke arah tujuan-tujuan organisasional atau maksud-maksud yang nyata. Manajemen juga
adalah suatu ilmu pengetahuan maupun seni. Seni adalah suatu pengetahuan kecakapan yang
diperoleh dari pengalaman, pengamatan dan pelajaran serta kemampuan untuk menggunakan
pengetahuan manajemen.
Lain halnya menurut Stoner & Freeman, manajemen adalah suatu proses
perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian upaya anggota organisasi
dan menggunakan semua sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan yang telah
ditetapkan.
Dengan demikian, manajemen adalah suatu kegiatan untuk menciptakan dan
memertahankan kondisi yang optimal bagi terjadinya proses belajar di dalamnya mencakup
pengaturan orang (siswa) dan fasilitas, yang dikerjakan mulai terjadinya kegiatan
pembelajaran di dalam kelas sampai berakhirnya pembelajaran di dalam kelas.
2. Pengertian Kelas
Pengertian umum mengenai kelas, yaitu sekelompok siswa pada waktu yang sama
menerima pelajaran yang sama dari guru yang sama pula. Sementara, kelas menurut
pengertian umum dapat dibedakan atas dua pandangan, yaitu pandangan dari segi fisik dan
pandangan dari segi siswa. Nawawi memandang kelas dari dua sudut, (a) Kelas dalam arti
sempit yaitu, ruangan yang dibatasi oleh empat dinding, tempat sejumlah siswa berkumpul
untuk mengikuti proses belajar mengajar. Kelas dalam pengertian ini, mengandung sifat statis
karena sekedar menunjuk pengelompokan siswa menurut tingkat perkembangannya, antara
lain berdasarkan pada batas umur kronologis masing-masing. (b) Kelas dalam arti luas yaitu
suatu masyarakat kecil yang merupakan bagian dari masyarakat sekolah, yang sebagai satu
kesatuan diorganisir menjadi unit kerja yang secara dinamis menyelenggarakan kegiatan
belajar mengajar yang kreatif untuk mencapai suatu tujuan.
Sementara iru, menurut Hamalik ”kelas adalah suatu kelompok orang yang melakukan
kegiatan belajar bersama yang mendapat pengajaran dari guru” . Sedangkan menurut Ahmad
(1995:1) “kelas ialah ruangan belajar dan atau rombongan belajar”. Sulaeman (2009)
mengartikan bahwa kelas dalam arti umum menunjukkan kepada pengertian sekelompok
siswa yang ada pada waktu yang sama menerima pelajaran yang sama dan dari guru yang
sama pula. Kelas dalam arti luas merupakan bagian dari masyarakat kecil yang sebagian
adalah suatu masyarakat sekolah yang sebagian suatu kesatuan di organisasi menjadi unit
kerja secara dinamis menyelenggarakan kegiatan-kegiatan.
Menurut Hamiseno (2009) kelas adalah ruangan yang digunakan untuk proses belajar
mengajar yang efektif dan menguntungkan serta dapat memotivasi siswa untuk belajar
dengan baik sesuai kemampuan. Kelas merupakan taman belajar bagi siswa. Kelas adalah
tempat bagi para siswa untuk tumbuh dan berkembangnya potensi intelektual dan omosional.
Mengingat kelas hendaknya dimanajemen sedemikian rupa sehingga benar-benar merupakan
belajar yang nyaman dan menyenangkan. Sedangkan syarat-syarat kelas yang baik (a)
rapi,bersih,sehat, tidak lembab, (b) cukup cahaya yang meneranginya, (c) sirkulasi udara
cukup, (d) perabot dalam keadaan baik,cukup jumlah dan ditata dengan rapi, dan (e) jumlah
siswa tidak lebih dari 40 orang

3. Pengertian Manajemen Kelas


Pengertian manajemen kelas dari beberapa pakar antara lain, Weber .W.A. (1988),
mendefenisikan manajemen kelas sebagai ompleks of teaching behavior of teacher efficient
instruction” yang mengandung pengertian bahwa segala usaha yang diarahkan untuk
mewujudkan suasana belajar yang efektif dan menyenangkan serta memotivasi murid agar
dapat belajar dengan baik. Eferstson dan Emmer mendeskripsikan manajemen sebagai “those
teacher behavior that produceshigh levels of student infolfoment classroom activities and
minimize student behaviors that interfiris with dan pencapaianthe teachers or other students
work and efficient use of instructional time (1998). Houston at al (1988), menegaskan bahwa
“ Without effective mamanagement the learning process student for interfering with
instruction“, yang mengandung pengertian bahwa tanpa manajemen yang efektif proses
belajar mengajar menjadi kacau sehingga guru akan menegur murid-muridnya yang
menggagu proses belajar mengajar.
Johson dan Bany, (1970) menguraikan bahwa manajemen kelas adalah merupakan
keterampilan yang harus dimiliki guru dalam memutuskan, memahami, mendiagnosis dan
kemampuan bertindak menuju perbaikan suasan kelas terhadap aspek-aspek yang perlu
diperhatikan dalam manajemen kelas adalah: sifat kelas, pendorong kekuatan kelas, situasi
kelas, tindakan seleksi dan kreatif. Sementara Adnan Sulaeman (2009) mendefinisikan
manajemen kelas merupakan serangkaian perilaku guru dalam upaya menciptakan dan
memelihara kondisi kelas yang memungkinkan peserta didik mencapai tujuan belajar
mencapai tujuan belajar secara efesien atau memungkinkan pesrta didik belajar dengan baik.
Ahmad Sulaiman, (1995) mendefinisikan manajemen kelas adalah segala usaha yang
diarahkan untuk mewujudkan suasana belajar mengajar yang efektif yang menyenangkan
serta dapat memotivasi siswa untuk belajar dengan baik sesuai kemampuan.
Arikunto, (2006) mendefinisikan manajemen kelas adalah suatu usaha yang
dilakukan penanggung jawab kegiatan belajar mengajar apa yang membantu dengan maksud
agar dicapai kondisi yang optimal,sehingga dapat terlaksana kegiatan belajar seperti yang
diharapkan. Muliyasa (2006) mendefinisikan manajemen kelas merupakan keterampilan
guru untuk menciptakan iklim pembelajaran kondusif dan mengendalikannya jika terjadi
gangguan dalam pembelajaran.”
Berdasarkan pandangan pendekatan operasional tertentu (Disarikan dari Wiford A.
Weber, 1986) manajemen kelas adalah seperangkat kegiatan guru untuk menciptakan dan
memertahankan ketertiban suasana kelas melalui penggunaan disiplin (pendekatan otoriter),
yang terdiri atas perangkat-perangkat, yakni (1) Seperangkat kegiatan guru untuk
menciptakan dan mempertahankan ketertiban suasana kelas melalui intimidasi (pendekatan
intimidasi). (2) Seperangkat kegiatan guru untuk memaksimalkan kebebasan siswa
(pendekatan permisif). (3) Seperangkat kegiatan guru untuk menciptakan suasana kelas
dengan cara mengikuti petunjuk/ resep yang telah di sajikan (pendekatan buku masak). (4)
Seperangkat kegiatan guru untuk menciptakan suasana kelas yang efektif melalui
perencanaan pembelajaran yang bermutu dan dilaksanakan dengan baik (pendekatan
instruksional). (5) Seperangkat kegiatan guru untuk mengembangkan tingkah laku peserta
didik yang diinginkan dengan mengurangi tingkah laku yang tidak diinginkan (pendekatan
pengubahan tingkah laku). (6) Seperangkat kegiatan guru untuk mengembangkan hubungan
interpersonal yang baik dan iklim sosio emosional kelas yang positif (pendekatan penciptaan
iklim sosioemosional). (7) Seperangkat kegiatan guru untuk menumbuhkan
dan memertahankan organisasi kelas yang efektif (pendekatan sistem sosial) Arikunto,
(2004).
Selaian definisi di atas, definisi manajemen kelas atau pengelolaan kelas yang dipetik
dari informasi Pendidikan Nasional bahwa ada lima definisi pengelolaan kelas sebagaimana
berikut ini.
1. Pengelolaan kelas yang bersifat otoritatif, yakni seperangkat kegiatan guru untuk
menciptakan dan memertahankan ketertiban suasana kelas, disiplin sangat diutamakan.
2. Pengelolan kelas yang bersifat permisif, yakni pandangan ini menekankan bahwa tugas guru
ialah memaksimalkan perwujudan kebebasan siswa. Dalam hal ini guru membantu siswa
untuk merasa bebas melakukan hal yang ingin dilakukannya. Berbuat sebaliknya berarti guru
menghambat atau menghalangi perkembangan anak secara alamiah.
3. Pengelolaan kelas yang berdasarkan prinsip-prinsip pengubahan tingkah laku (behavioral
modification), yaitu seperangkat kegiatan guru untuk mengembangkan tingkah laku siswa
yang diinginkan dan mengurangi atau meniadakan tingkah laku yang tidak diinginkan. Secara
singkat, guru membantu siswa dalam memelajari tingkah laku yang tepat melalui penerapan
prinsip-prinsip yang diambil dari teori penguatan (reinforcement).
4. Pengelolaan kelas sebagai proses penciptaan iklim sosio-emosional yang positif di dalam
kelas. Pandangan ini mempunyai anggaran dasar bahwa kegiatan belajar akan berkembang
secara maksimal di dalam kelas yang beriklim positif, yaitu suasana hubungan interpersonal
yang baik antara guru dengan siswa dan siswa dengan siswa. Untuk terciptanya suasana
seperti ini guru memegang peranan kunci. Peranan guru ialah mengembangkan iklim sosio-
emosional kelas yang positif melalui pertumbuhan hubungan interpersonal yang sehat.
Dengan demikian, pengelolaan kelas ialah seperangkat kegiatan guru untuk mengembangkan
hubungan interpersonal yang baik dan iklim sosio-emosional kelas yang positif.
5. Pengelolaan kelas yang bertolak dari anggapan bahwa kelas merupakan sistem sosial dengan
proses kelompok (group process) sebagai intinya. Dalam kaitan ini dipakailah anggapan dasar
bahwa pengajaran berlangsung dalam kaitannya dengan suatu kelompok. Dengan demikian,
kehidupan kelas sebagai kelompok dipandang mempunyai pengaruh yang amat berarti
terhadap kegiatan belajar, meskipun belajar dianggap sebagai proses individual. Peranan guru
ialah mendorong berkembangnya dan berprestasinya sistem kelas yang efektif. Dengan
demikian, pengelolaan kelas ialah seperangkat kegiatan guru untuk menumbuhkan dan
memertahankan organisasi kelas yang efektif (Depdikbud, 1982).
4. Tujuan Manajemen Kelas
Tujuan manajemen Kelas pada hakekatnya sudah terkandung pada tujuan pendidikan
secara umum. Menurut Sudirman (2000), tujuan manajemen kelas adalah penyediaan
pasilitas bagi macam-macam kegiatan belajar siswa dalam lingkungan sosial, emosional, dan
intelektual dalam kelas. Fasilitas yang disediakan itu memungkinkan siswa belajar dan
bekerja, terciptanya suasana sosial yang memberikan kepuasan, suasana disiplin,
perkembangan intelektual, emosional, dan sikap serta apresiasi pada siswa.
Suharsimi Arikunto,(2004), berpendapat bahwa tujuan manajemen kelas adalah agar
setiap anak di kelas dapat bekerja dengan tertib sehingga segera tercapai tujuan pengajaran
secara efektif dan efisien. Untuk lebih jelasnya Arikuno menguraikan rincian tujuan
Manajemen Kelas, sebagaimana berikut ini.
1. Mewujudkan situasi dan kondisi kelas, baik sebagai lingkungan belajar maupun sebagai
kelompok belajar, yang memungkinkan peserta didik untuk mengembangkan kemampuan
semaksimal mungkin.
2. Menghilangkan berbagai hambatan yang dapat menghalangi terwujudnya interaksi
pembelajaran.
3. Menyediakan dan mengatur fasilitas serta perabot belajar yang mendukung dan
memungkinkan siswa belajar sesuai dengan lingkungan siaoal, emosional dan intelek siswa
dalam belajar.
4. Membina dan membimbing siswa sesuai dengan latar belakang sosial,ekonomi,budaya,serta
sifat-sifat individunya. Dirjen PUOD dan Dirjen Dikdasmen, (1996).

5. Ruang Lingkup Manajemen Kelas

a. Manajemen kurikulum
Kurikulum adalah suatu cakupan kerja yang digunakan oleh seorang guru sebagai
pedoman yang akan dicapai di dalam proses belajar mengajar. Jadi manajemen kurikulum
adalah sebuah perencanaan atau pengarahan untuk menyelesaikan kurukulum tersebut.
b. Manajemen peserta didik
Peserta didik adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi diri
melalui proses pembelajaran yang tersedia baik dari jalur jenjang dan jenis pendidikan
tertentu. Jadi, manajemen peserta didik adalah suatu proses kegiatan yang rencanakan dan
diusahakan secara sengaja serta pembinaan secara kontinu terhadap seluruh peserta didik
(dalam lembaga pendidikan yang bersangkutan) agar dapat mengikuti PBM dengan efektif
dan efesien, UUSPN (2003 ).
c. Kegiatan akademik
Kegiatan akademik dikategorikan sebagai kegiatan PBM (teaching), diantaranya
membuat persiapan sebelum mengajar, melaksanakan pengajaran yang telah dipersiapkan,
dan menilai sejauh mana pelajaran yang sudah disajikan itu berhasil dan dikuasai peserta
didik
d. Kegiatan administratif
Kegiatan administratif dikategorikan sebagai kiegiatan "non teaching" sebagai kondisi-
kondisi yang perlu diperhatikan guru bagi kelancaran mengajarnya seperti kegiatan-kegiatan
procedural, dan kegiatan organisasional.
Berdasarkan uraian di atas, selanjutnya ruang lingkup manajemen kelas dapat
diklasifikasikan menjadi dua yaitu :
a. Fisik, pengelolaan kelas yang memfokuskan pada hal-hal yang bersifat fisik mencakup
pengaturan siswa dalam belajar, ruang belajar, dan perabot kelas.
b. Nonfisik pengelolaan kelas yang memfokuskan pada aspek interaksi siswa dengan siswa
lainnya, siswa dengan guru dan lingkungan kelas atau sekolahnya sebelum, selama, dan
setelah pembelajaran. Atas dasar ini aspek psikologis, social, dan hubungan interpersonal
perlu diperhatikan. Imam gunawan.

D. Rangkuman
Manajemen kelas adalah seperangkat kegiatan guru untuk menciptakan situasi kelas
yang kondusif dalam rangka pencapaian tujuan pembelajaran yang optimal. Tujuan
manajemen kelas adalah untuk menciptakan lingkungan belajar yang nyaman,
menyenangkan, sehingga pembelajaran dapat berjalan dengan tenang, memungkinkan peserta
didik untuk mengembangkan kemampuannya semaksimal mungkin dan membentuk prilaku
berbudaya dan berakhlak muliya.
Masalah yang sering timbul dalam aplikasi manajemen kelas disebabkan karena kelas
yang kurang kohesif, perbedaan suku, jenis kelamin, adanya penyimpangan tingkah laku.
Dan yang menjadi ruang lingkup manajemen kelas adalah kegiatan akademik dan kegiatan
administrasi, serta pembentukan perilaku yang bermoral bagi peserta didik.

E. Latihan
1. Jelaskan dengan singkat pengertian manajemen kelas menurut konsep lama dan modern.
2. Tuliskan empat tujuan manajemen kelas di SD
3. Jelaskan 4 macam pemicu yang menyebabkan terjadinya masalah manajemen kelas.
4. Tuliskan ruang lingkup manajemen kelas

Diposkan oleh Muliani Blog di 14.09 1 komentar:


Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookBagikan ke
Pinterest

prakata

“Manajemen kelas adalah merupakan mata kuliah keguruan yang harus dipahami oleh calon
guru dan guru mulai dari tingkat dasar, sampai ke jenjang pendidikan tinggi”.
Sementara itu, manajemen kelas, merupakan salah satu pengetahuan dan
keterampilan guru yang menyangkut, penciptaan kondisi kelas yang kondusif, efektif guna
mencapai tujuan pembelajaran yang optimal. Mengingat, sekolah dasar merupakan jenjang
pendidikan yang pertama untuk penanaman pundasi ilmu pengetahuan yang kokoh untuk
selanjutnya ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Oleh karena itu, untuk menciptakan
pundasi yang kokoh para guru dan calon guru perlu dibekali berbagai ilmu keguruan antara
lain manajemen kelas yang merupakan ilmu keguruan yang sangat penting, di samping ilmu
keguruan yang lain

Diposkan oleh Muliani Blog di 14.00 Tidak ada komentar:


Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookBagikan ke
Pinterest