Anda di halaman 1dari 5

PENUTUPAN AREA OPERASI (DRAPPING)

DI INSTALASI BEDAH SENTRAL

RSUP Dr. Hasan Sadikin


Bandung No. Dokumen No. Revisi Halaman
HS.06.B08.1.0012 1 1/5
Ditetapkan,
Direktur Utama,
STANDAR
Tanggal terbit
PROSEDUR
20 Desember 2010
OPERASIONAL
dr. H. Bayu Wahyudi, MPHM, Sp.OG
NIP 19620301 199003 1 004
PENGERTIAN Suatu kegiatan untuk menciptakan area operasi yang
bebas kontaminasi dengan menggunakan/menutupkan
linen operasi steril, pada area luar insisi/sayatan operasi
yang dilakukan di meja operasi setelah dilakukan prosedur
persiapan area operasi (pencucian dan antisepsis kulit)
TUJUAN Sebagai acuan bagi tim bedah dalam membuat
pembatas/barier area operasi terhadap kemungkinan
kontaminasi dari area sekitar yang tidak dilakukan
pencucian dan antisepsis kulit
KEBIJAKAN Setiap Tim Operasi harus memiliki kewajiban melaksanan
prosedur Drapping sesuai peraturan dalam tata kerja di
kamar operasi
PROSEDUR A. Prosedur Persiapan
1. Bahan dari kain katun/linen
a. Disusun/disiapkan di meja persiapan peralatan
steril.
 Susun sesuai urutan jenis/ukuran yang
terlebih dahulu akan digunakan:
- Gaun operasi
- TPA/TPB
- Linen lain
- Seprei/laken lobang
 Tempatkan agar mudah saat mengambil
b. Disiapkan dalam kontainer linen
 Hati-hati karena biasanya agak sulit untuk
menarik/mengeluarkan untuk yang pertama
 Perhatikan jangan sampai terkontaminasi
karena menyentuh sisi-sisi kontainer yang
tidak steril
c. Dalam pak/bungkusan linen
 Tempatkan pak/bungkusan pada permukaan
meja yang bersih dan kering
 Buka dengan mengikuti tatacara/langkah
membuka pak steril
 Jangan biarkan pembungkus pak menyentuh
lantai
2. Bahan kertas (non woven)/disposable
a. Pastikan jenis dan jumlah alat tenun yang
disiapkan sudah sesuai kebutuhan operasi
PENUTUPAN AREA OPERASI (DRAPPING)
DI INSTALASI BEDAH SENTRAL

RSUP Dr. Hasan Sadikin


Bandung No. Dokumen No. Revisi Halaman
HS.06.B08.1.0012 1 1/5
Ditetapkan,
Direktur Utama,
STANDAR
Tanggal terbit
PROSEDUR
20 Desember 2010
OPERASIONAL
dr. H. Bayu Wahyudi, MPHM, Sp.OG
NIP 19620301 199003 1 004
b. Ikuti petunjuk penggunaan dari pabrik
3. Towel forceps/Duk klem (4 buah)
4. Atau perban gulung/roll-verban untuk draping
ekstremitas
B. Prosedur Pelaksanaan
1. Keringkan terlebih dahulu Jika pada area yang akan
ditutup linen terdapat cairan yang
menggenang/basah
2. Tutup terlebih dahulu area/bagian yang
kemungkinan akan tersentuh/tersenggol oleh
petugas yang bergaun steril
3. Lakukan oleh 2 (dua) orang petugas saat
membuka/memasangkan, jika linen berukuran
besar/lebar. Jangan mengibaskan linen saat
membuka lipatannya
4. Towel forceps dalam keadaan siap pakai
5. Prosedur Pemasangan:
Kolaborasi tentang expose area yang diinginkan
dokter pembedah, luas atau posisi yang
sesungguhnya, kemudian atur sesuai jenis/area
operasi yang akan dilakukan:
a. Operasi Abdomen/Thorax/Punggung
 Tutup bagian bawah tubuh pasien (TPB)
 Tutup bagian atas tubuh pasien (TPA)
 Tutup kedua sisi tubuh dengan linen/duk kecil
 Fixasi dengan towel forceps di ke-4 sudut
pertemuan TPA/TPB/duk kecil
 Tutup dengan seprei/laken lobang
b. Operasi Ekstremitas Atas
 Angkat/tinggikan tangan atau lengan pasien,
hingga memungkinkan memasangkan linen 2
(dua) rangkap pada permukaan meja, tanpa
menyentuh tangan/lengan
 Jika area operasi adalah bagian distal lengan,
maka bagian proximal ditutup linen melingkari
lengan dan fixasi towel forceps pada bagian
medial/dalam lengan
 Dan sebaliknya, jika bagian/area operasi di
proximal lengan, maka bagian distal
PENUTUPAN AREA OPERASI (DRAPPING)
DI INSTALASI BEDAH SENTRAL

RSUP Dr. Hasan Sadikin


Bandung No. Dokumen No. Revisi Halaman
HS.06.B08.1.0012 1 1/5
Ditetapkan,
Direktur Utama,
STANDAR
Tanggal terbit
PROSEDUR
20 Desember 2010
OPERASIONAL
dr. H. Bayu Wahyudi, MPHM, Sp.OG
NIP 19620301 199003 1 004
lengan/tangan harus terbungkus linen,
gunakan fixasi dengan perban gulung/roll-
verban
c. Operasi Ekstremitas Bawah
 Angkat atau tinggikan posisi kaki pasien,
hingga memungkinkan memasangkan linen 2
(dua) rangkap pada permukaan meja, tanpa
menyentuh kaki yang sudah dicuci dan
diantisepsis
 Jika area operasi adalah bagian distal kaki,
maka bagian proximal ditutup linen melingkari
kaki dan fixasi towel forceps pada
medial/dalam kaki
 Dan sebaliknya, jika bagian/area operasi di
proximal kaki, maka bagian distal kaki/pedis
harus terbungkus linen, gunakan fixasi dengan
perban gulung/roll-verban
d. Operasi Leher dan Wajah
 Satukan 2 buah linen, sebagai alas (hanya
dilipat dua seperti biasa) dan pembungkus
kepala (dibentuk seperti segitiga/mitela)
 Angkat bagian kepala dan leher, sisipkan
kedua linen tadi dengan linen berbentuk
segitiga diatas
 Bungkus sampai batas bagian rambut atau
wajah/dagu, sesuai kebutuhan operasi, fiksasi
atau jepit dengan towel forceps
 Pasangkan TPB pada daerah leher bawah
sampai menutup dada
 Pasangkan linen pada kedua sisi leher, untuk
menghindari terbukanya area sisi kiri dan
kanan leher, dapat digunakan/ditambahkan
kasa yang agak tebal sebelum melakukan
fiksasi dengan towel forceps
 Jika diperlukan dapat dipasang linen/seprei
lobang
e. Operasi daerah kepala
 Angkat bagian kepala, sisipkan linen sampai
bahu
PENUTUPAN AREA OPERASI (DRAPPING)
DI INSTALASI BEDAH SENTRAL

RSUP Dr. Hasan Sadikin


Bandung No. Dokumen No. Revisi Halaman
HS.06.B08.1.0012 1 1/5
Ditetapkan,
Direktur Utama,
STANDAR
Tanggal terbit
PROSEDUR
20 Desember 2010
OPERASIONAL
dr. H. Bayu Wahyudi, MPHM, Sp.OG
NIP 19620301 199003 1 004
 Tutup melingkar area diluar area sayatan atau
expose operasi, fiksasi dengan towel forceps
atau jahitan gantung
 4órceps4ea lain (dada/bahu) dengan TPA/TPB
f. Operasi Perineal/Perianal dan sekitarnya
 Sisipkan linen dengan
mengangkat/meninggikan bagian
panggul/bokong
 Tutup seluruh tungkai dan kaki (kanan dan
kiri) sampai lipat paha
 Tutup bagian atas simphisis dan perut
 Pasangkan towel forceps di keempat sudut
pertemuan/bertemunya linen
 Jika perlu, gunakan seprei/laken lobang
2. Setelah kegiatan operasi
a. Bereskan dengan memilah linen bekas menjadi:
 Linen terkontaminasi (cairan tubuh/darah
pasien)
 Linen kotor/bekas pakai
b. Alat tenun disposable bekas langsung
ditempatkan di tempat sampah medis
Perhatian
1. Jika akan melakukan penutupan linen pada area
mulut dan hidung, informasikan kepada tim anestesi
untuk mengamankan tube/ETT jika perlu lakukan
fiksasi extra
2. Fasilitasi agar pengecekan dan tatalaksana
pemasangan tourniquet pada extremitas tetap dapat
dilakukan tanpa menyebabkan kontaminasi
3. Jika linen pada area operas dan meja operasi basah,
segera ganti dengan linen yang baru
4. Linen yang terlalu besar/panjang harus
dilipat/diamankan, sehingga tidak
menjuntai/menyentuh lantai.
UNIT TERKAIT 1. Seluruh UPF/Bagian yang menggunakan/bekerja di
IBS
2. Perawat Kamar Bedah
3. Sub Instalasi CSSD
4. Depo Instalasi Binatu
PENUTUPAN AREA OPERASI (DRAPPING)
DI INSTALASI BEDAH SENTRAL

RSUP Dr. Hasan Sadikin


Bandung No. Dokumen No. Revisi Halaman
HS.06.B08.1.0012 1 1/5
Ditetapkan,
Direktur Utama,
STANDAR
Tanggal terbit
PROSEDUR
20 Desember 2010
OPERASIONAL
dr. H. Bayu Wahyudi, MPHM, Sp.OG
NIP 19620301 199003 1 004
5. Depo Farmasi IBS
DOKUMEN 1. Standar Pelayanan Bedah Rumah Sakit Di Indonesia,
TERKAIT Depkes RI 2010
2. SPO Tata Kerja di Kamar Bedah
3. Standar Pelayanan Instalasi Bedah Sentral
PENUTUP FLOW CHART

Tim Op

Persiapan
alat tenun

Pelaksanaan
Drapping

Pemilahan
tenun post
operasi