Anda di halaman 1dari 8

Teknik Dasar Pencak Silat

1. Kuda-kuda

2. Sikap Pasang

3. Arah

4. Pola Langkah

5. Pukulan

6. Tendangan

7. Tangkisan

8. Guntingan

9. Kuncian

Setelah mengetahui aspek apa saja yang harus dipelajari, yuk kita kupas satu per satu mengenai

teknik dasar pencak silat ini.

1. Kuda-kuda dalam Pencak Silat

ipapedia.web.id
Teknik dasar pencak silat yang wajib dikuasai yang pertama ialah kuda-kuda. Mengapa demikian?

Karena kuda-kuda merupakan sebuah sikap menapakkan kaki yang berfungsi untuk persiapan

menyerang lawan sekaligus mempertahahankan posisi agar tidak mudah dijatuhkan ketika berada

dalam posisi bertahan.

Di dalam pencak silat ada 6 jenis sikap kuda-kuda yang harus kita tahu, antara lain:

 Kuda-kuda Tengah
Kuda-kuda ini dilakukan dengan membuka dan menekuk kedua lutut dengan tumpuan berat bedan
berada di tengah.
 Kuda-kuda Depan
Dibentuk dengan posisi kaki bagian depan ditekuk dengan telapak kaki lurus mengarah ke depan dan
kaki yang belakang lurus, kuda-kuda ini menumpukan berat badan di kaki depan.
 Kuda-kuda Belakang
Ada dua versi untuk kuda-kuda jenis ini, yang pertama yakni posisi sama dengan kuda-kuda depan
hanya saja kaki yang ditekuk dan tumpuan dipindah ke kaki belakang.
 Jenis yang kedua adalah menaruh berat badan pada kaki belakang dengan tumit tumpuan tegak
dengan panggul, badan cenderung condong ke depan dan kaki depan jinjit dengan menapakkan tumit
atau ujung kaki.

 Kuda-kuda Samping
Sama halnya dengan kuda-kuda depan, kuda-kuda ini dilakukan dengan menekuk satu kaki dan kaki
yang lain lurus mengarah ke samping. Tumpuan berat badan diletakkan di kaki yang ditekuk dan
bahu segaris atau sejajar dengan kaki.
 Kuda-kuda Silang Depan
Kuda-kuda silang depan dibentuk dengan menginjakkan satu kaki ke depan atau kebelakang kaki
yang lain, berat badan ditumpukan pada satu kaki, kaki yang lain ringan sentuhan dengan ibu atau
ujung jari kaki.
 Kuda-kuda Silang Belakang
Kuda-kuda silang belakang yakni kuda-kuda dengan salah satu kaki berada di belakang dengan
keadaan menyilang dan kaki di tumpukan ke belakang, badan tetap lurus agar tidak jatuh saat
melakukan gerakan tersebut.
2. Sikap Pasang
foto.tempo.co

Sikap pasang merupakan sebuah posisi yang biasanya dikombinasikan dengan kuda-kuda dan posisi

ini bersifat fleksibel. Disaat seorang pesilat bergerak ketika bertarung, sikap dan gerakannya akan

selalu berubah sering dengan perubahan posisi lawan.

Setelah menangkap sebuah titik celah pertahanan lawan, selanjutnya pesilat akan mencoba

menyerang dengan serangan cepat, tepat dan tentunya terukur.

Ada banyak sikap pasang dalam teknik dasar pencak silat, karena posisi ini merupakan ciri khas dari

setiap aliran atau perguruan yang bisa membedakan antara satu dengan yang lainnya.

Namun secara umum ada empat sikap pasang yang sudah dikenal secara luas, antara lain:

 Pasang Satu
Sikap pasang dengan posisi badan tegak dan kedua tangan disamping dalam keaadaan siap silat dan
kedua kaki di buka selebar bahu.
 Pasang Dua
Sikap pasang dengan badan tetap pada posisi tegak, kaki dibuka selebar bahu, kedua tangan
mengepal dan sejajar dengan pinggang.
 Pasang Tiga
Sikap pasang dengan badan pada posisi tegak lurus, kaki di buka selebar bahu, tangan diangkat
sejajar mata, dan posisi menyilang dengan tangan terbuka.
 Pasang Empat
Sikap pasang dengan kaki di buka selebar bahu, tangan diangkat sejajar mata, dengan posisi
menyilang dan tangan mengepal.
3. Arah
Selain kuda-kuda dan sikap pasang, pemahaman tentang arah juga sangat penting. Hal ini

berhubungan kemana pesilat akan melangkah ketika dalam posisi menyerang atau bertahan.

Dalam dunia persilatan arah dikenal dengan depalan penjuru mata angin. Dan cara melatihnya adalah

dengan menggeser kuda-kuda dan sikap pasang sesuai gambar mata angin yang ada.

4. Pola Langkah
pshtlandak.wordpress.com

Nah ini dia teknik dasar yang menjadi ciri khas pencak silat. Pola langkah atau penggunaan langkah

ialah perubahan injakan kaki dari sudut tempat ke tempat yang lain.

Intinya pencak silat itu adalah gabungan dari kekokohan kuda-kuda yang dikombinasikan dengan

fleksibel atau luwesnya pergerakan langkah dan disempurkanan dengan pemahaman arah yang benar.

Kalau pesilat sudah mengusai hal itu, serangannya akan sulit dibaca dan pertahanannya akan sulit

ditembus oleh lawan.

Berbicara mengenai pola langkah, ada 6 jenis yang sudah dikenal dan digunakan dalam banyak

perguruan pencak silat, antara lain:

Pola Langkah Pencak Silat


 Pola langkah lurus

 Pola langkah zig zag

 Pola langkah segitiga

 Pola langkah segiempat

 Pola langkah U

 Pola langkah S
5. Pukulan

satujam.com

Pukulan merupakan usaha yang dilakukan baik dalam menyerang atau bertahan dengan

menggunakan lengan tangan. Dalam teknik dasar pencak silat ada empat jenis pukulan yang harus

dikuasai, antara lain:

Pukulan dalam Pencak Silat


 Pukulan Lurus
Sebuah pukulan yang dilakukan dengan fokus ke arah depan, sasarannya ialah dada lawan. Dan
tangan yang lain ditekuk didepan dada kita dengan tujuan menutup arah point sebagai bentuk
pertahanan.
 Pukulan Tegak
Seperti halnya pukulan lurus, jenis pukulan ini mempunyai sasaran yaitu bahu. Biasanya pukulan ini
dilakukan ketika pesilat saling berhadapan dalam kondisi bahu lawan yang terbuka.
 Pukulan Bandul
Jika memakai bahasa modern pukulan ini dikenal dengan uppercut, yakni satu mengayunkan tangan
kearah ulu hati lawan. Dan tangan yang lain menutup celah serangan lawan di dada kita.
 Pukulan Melingkar
Mungkin pukulan jenis ini yang jarang digunakan pada beladiri pada umumnya. Seperti halnya
pukulan bandul, hanya saja gerakan pukulan melingkar lebih melebar dengan target sasaran pinggang
lawan.
6. Tendangan
sidomi.com

Ada banyak sekali ragam tendangan dalam pencak silat. Namun karena kita belajar teknik dasarnya,

empat jenis inilah yang mungkin bisa dengan mudah untuk dipelajari.

Tendangan dalam Teknik Dasar Pencak Silat


 Tendangan A. Tendangan lurus ke depan dengan menggunakan cocor kaki yang mengarah ke ulu
hati lawan.
 Tendangan C atau Sabit. Tendangan dari samping dengan menggunakan cocor atau pungggung
kaki yang mengarah ke tulang rusuk lawan.
 Tendangan T Tendagan samping dengan menggunakan pedang kaki (telapak kaki) atau tumit yang
mengarah ke tulang rusuk atau dada lawan. Jika dilihat, tendangan ini sepintas membentuk huruf T.
 Tendangan Melingkar. Tendangan yang dilakukan dengan memutarkan kaki dengan hentakan yang
memakai tumit. Sasaran tendangan ini biasanya dada dan punggung lawan tergantung dengan kondisi
yang ada.
7. Tangkisan

antarafoto.com
Tangkisan merupakan usaha pertahanan dari setiap serangan lawan, baik berupa tendangan maupun

pukulan. Ada empat jenis tangkisan yang dapat kita pelajari dengan mudah, antara lain:

Tangkisan
 Tangkisan Dalam. Tangkisan yang dilakukan dengan menggerakkan tangan dari luar ke arah dalam
sejajar dengan bahu.
 Tangkisan Luar. Kebalikan dengan tangkisan dalam, tangkisan ini membuang tendangan atau
pukulan lawan ke arah kiri maupun kanan.
 Tangkisan Atas. Tangkisan yang dilakukan untuk melindungi kepala dari serangan lawan.
Gerakannya yakni membentuk tangan dalam posisi siku dan mengayunkannya dari bawah ke atas.
 Tangkisan Bawah. Tangkisan ini berfungsi untuk melindungi kemaluan, dilakukan dengan
menyilangkan tangan seperti huruf X dengan jari terbuka namun rapat dan mengayunkannya dari atas
ke bawah.
8. Guntingan

cdamediamedia.com

Teknik ini dilakukan dengan cara tendangan dan jepitan seperti menggunting bagian tubuh lawan

yang bertujuan untuh menjatuhkan sekaligus menguncinya. Ada tiga jenis teknik guntingan, yaitu

guntingan bawah dengan sasaran kaki, guntingan tengah dengan sasaran dada dan guntingan atas

dengan sasaran leher.

Walaupun dikatakan teknik dasar dalam pencak silat, namun teknik ini tidak disarankan untuk

pemula karena memiliki resiko kegagalan yang cukup tinggi.

9. Kuncian
wenwu.fr

Nah, teknik dasar pencak silat yang terakhir adalah kuncian. Kuncian merupakan suatu teknik untuk

melumpuhkan agar tidak dapat melanjutkan pergerakannya. Teknik ini menyasar bagian vital tubuh

seperti leher, pergelangan tangan, lengan, dagu, selangkangan kaki dan bahu musuh.