Anda di halaman 1dari 6

PROFIL BLKI BANDA ACEH

Riwayat Singkat (Concise History)


Balai Latihan Kerja Industri (BLKI) merupakan lembaga pelatihan yang direncanakan dan
dibentuk oleh pemerintah untuk membantu mengatasi beberapa masalah terkait dengan
ketenagakerjaan dan pengangguran serta masalah lapangan pekerjaan di dalam negeri, terutama
bagi anak putus sekolah yang tidak bisa melanjutkan sekolah karena faktor ekonomi, bagi anak
yang sulit mendapatkan lapangan pekerjaan setelah menyelesaikan bangku pendidikan serta untuk
angkatan pengangguran yang terjadi, mereka dapat mengikuti pelatihan keterampilan di BLKI di
berbagai bidang kejuruan yang ada, mereka dapat bekerja di perusahaan-perusahaan atau berusaha
mandiri.
Balai Latihan Kerja Industri (BLKI) Banda Aceh, didirikan pada tahun 1978 atas bantuan
Bank Dunia (IBRD) melalui Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi R.I. pembangunan
BLK-BLK pada waktu itu meliputi 7 (tujuh) BLK yaitu : Banda Aceh, Jambi, Padang, Semarang,
Surabaya, Pontianak dan Denpasar Bali. Peresmian pemakaian BLKI Banda Aceh, diresmikan
pada tanggal 04 Januari 1985 oleh Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi R.I bapak Sudomo.
Pada tahun 2004 dengan surat dari Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi R.I
Nomor :120/2490/SJ/2004, tanggal 16 September 2004 yang ditujukan kepada Presiden Republik
Indonesia mengenai Rekomendasi Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah (DPOP), sesuai dengan
fungsinya sebagaimana diamanatkan pasal 11 Undang-Undang Nomor: 22 Tahun 1999 tentang
pemerintah daerah, yaitu memberikan pertimbangan kepada presiden mengenai penataan daerah,
pertimbangan keuangan pusat dan daerah, serta kemampuan daerah Kabupaten dan Kota untuk
melaksanakan kewenangannya.
Atas dasar itu maka status BLKI Banda Aceh yang semula merupakan Unit Pelaksanaan
Teknis Pusat (UPTP) berubah menjadi Unit Pelaksanaan Teknis Daerah (UPTD) dengan
nomenkelatur Balai Latihan dan Pengembangan Produktivitas Tenaga Kerja (BLP2TK) Banda
Aceh dibawah Kantor Dinas Tenaga Kerja Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Kemudian pada
tahun 2006 Balai Latihan dan Pengembangan Produktivitas Tenaga Kerja (BLP2TK)
dikembalikan ke pusat, ini sebagai akibat dari tidak berfungsinya dengan baik fungsi dari BLKI
sewaktu berada di daerah (UPTD). Dengan dikembalikannya BLP2TK ke pusat, maka statusnya
menjadi Unit Pelaksanaan teknis Pusat (UPTP) dengan nomenkelatur BLKI Banda Aceh yang
seluruh kebijakan di BLKI mengacu kepada kebijakan yang ada di pusat.

Berdasarkan Kepmen Nomor :06/PER.MEN/III/2006 tentang organisasi dan tata kerja unit
pelaksanaan teknis di lingkungan Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, tugas pokok BLKI
adalah melaksanakan program pelatihan tenaga kerja, uji coba program pelatihan, uji kompetensi
serta pemberdayaan lembaga pelatihan di bidang industri. BLKI Banda Aceh juga meraih berbagai
prestasi di bidangnya. Prestasi yang berhasil diraih BLKI Banda Aceh antara lain adalah :

1. Sertifikat ISO
2. Piagam Penghargaan sebagai peserta pameran pelayanan publik
3. Piagam penghargaan IKM
4. Sertifikat Letak

Geografis (Geographic Location)


Balai Latihan Kerja Industri (BLKI) Banda Aceh, terletak di: Desa Geuceu Komplek jalan
Kesatria Geuceu Komplek Banda Aceh Sekitar 3 Km dari pusat kota Banda Aceh, dan dapat
dijangkau dengan mudah oleh masyarakat yang ingin ikut pelatihan karena ditunjang dengan
transportasi yang lancar dan baik untuk menuju dan kembali dari BLKI. BLKI Banda Aceh
dibangun diatas tanah seluas 3 Ha yang dilengkapi dengan fasilitas:

1. Ruang perkantoran
3. Laboratorium
4. Workshop untuk kegiatan praktek
5. Gedung TUK Garment
6. Gedung TUK Air Conditioner
7. Gedung TUK Las Listrik
8. Gedung TUK Otomotif
9. Ruang Rapat
10. Gedung serbaguna
11. Kios 3in1
12. Mushalla
13. Ruang Genset
14. Asrama siswa 2 lantai
15. Perpustakaan
16. Garasi MTU (Mobile Training Unit)

Visi, Misi & Strategi (Vision, Mission & Strategies)


BLKI Banda Aceh memiliki visi "Menjadi Pusat Unggulan Pengembangan dan
Pemberdayaan Pelatihan Kerja Wilayah Aceh" BLKI Banda Aceh memiliki misi "Kami akan
membantu pelanggan kami menjadi kompeten dengan menyediakan jasa pelatihan kerja kelas
dunia dan kami akan menggunakan keunggulan keahlian kami untuk membantu lulusan kami
berdaya saing di pasar kerja"

1. Membangun Kompetensi Sumber Daya Manusia Aceh dengan Program Pelatihan Kerja
berbasis Kompetensi seiring Perkembangan IPTEK di Lingkungan Industri.
2. Meningkatkan Sertifikasi Kompetensi Tenaga Kerja Untuk Keunggulan Kinerja. 3.
Meningkatkan Jejaring Kerjasama dengan Para Stakeholder.
4. Mengembangkan Kriteria Daya Kompetitif Lulusan BLKI Banda Aceh.
5. Berkomitment Untuk Berhasil dan Continuos Improvement Untuk Pengguna Layanan
Pelatihan Kerja.

Peningkatan pembinaan yang mempunyai daya saing seperti yang diharapkan, maka
kebijakan yang ditempuh adalah :
1. Meningkatkan penyelenggaraan pelatihan berbasis kompetensi dan penyerapan
berstandar khusus, nasional dan internasional;
2. Meningkatkan penyelenggaraan pelatihan berbasis kompetensi melalui program 3in1
(pelatihan, sertifikasi, dan penempatan)
3. Mendukung kebijakan Provinsi Aceh
4. Pelaksanaan pelatihan berdasarkan TNA

Berdasarkan landasan kebijakan sebagaimana disebut di atas, maka strategi pembinaan


pelatihan yang di lakukan adalah melalui revitalisasi pelatihan untuk meningkatkan daya saing
BLKI Banda Aceh tahun 2014 s/d 2018, yaitu :

1. Pengembangan program pelatihan


2. Pengembangan instruktur dan tenaga pelatihan
3. Pengembangan fasilitas pelatihan
4. Pengembangan kerjasama pelatihan
5. Peningkatan kualitas peserta pelatihan
6. Pemberdayaan lembaga pelatihan
7. Mengembangkan kemampuan tenaga pelatih yang berkualitas sesuai tuntutan teknologi

Program Pelatihan Training program Balai Latihan Kerja Industri (BLKI) Banda Aceh
sebagai lembaga pelatihan melaksanakan program pelatihan sebagai berikut :

1. Program pelatihan berbasis kompetensi (PBK), yaitu program pelatihan yang


memungkinkan setiap peserta pelatihan mengikuti pelatihan berdasarkan unit kompetensi yang
ingin diikutinya, kemudian selesai pelatihan diakhiri dengan uji kompetensi (sertifikasi)
kompetensi.

2. Program pelatihan berbasis masyarakat (PBM), yaitu program pelatihan yang sebagian
besar diarahkan ke daerah Kabupaten/Kota diseluruh wilayah Provinsi Aceh, dimana untuk
pelatihan berbasis masyarakat (PBM) ini diakhir pelatihan tidak dilakukan uji kompetensi
(sertifikasi) kompetensi.

3. Program pelatihan pemagangan dalam negeri, yaitu penyelenggaraan terpadu antara


pelatihan dilembaga pelatihan dengan bekerja langsung dibimbing oleh instruktur.

4. Program pelatihan swadana, adalah program pelatihan kepada masyarakat/perusahaan


untuk meningkatkan keterampilannya dengan dana sendiri/perusahaan.

5. Program pelatihan/pembinaan untuk unit pelatihan BLK (UPTD) yang ada diseluruh
Kabupaten/Kota di Provinsi Aceh.

Program Kejuruan (Vocational Program)


Pelatihan kejuruan saat ini yang ada di BLKI Banda Aceh ada 7 (tujuh) induk kejuruan
yang dilaksanakan. Baik pelatihan berbasis kompetensi (PBK) maupun pelatihan berbasis
masyarakat (PBM) yaitu :

Aneka Kejuruan
1. Kejuruan Teknisi Mesin Jahit
2. Kejuruan Menjahit
3. Kejuruan Bordier

Departemen Pertanian
1. Kejuruan Pengolahan Hasil Pertanian (PHP)
2. Kejuruan Mekanisasi Pertanian
3. Kejuruan Budidaya Tanaman Cabe
4. Kejuruan Budidaya Ikan Air Tawar

Departemen Bangunan
1. Kejuruan Bangunan Kayu (Konstruksi dan Meuble)
2. Kejuruan Bangunan Batu
3. Kejuruan Gambar Bangunan (Autocad)
4. Kejuruan Pembesian Konstruksi
5. Kejuruan Pembuatan Bekesting Konstruksi

Departemen Teknologi Informasi dan Komunikasi


1. Kejuruan Operator Komputer
2. Kejuruan Teknisi Komputer dan Jaringan

Departemen Listrik
1. Kejuruan Instalasi Listrik (Instalasi Penerangan dan Instalasi Tenaga)
2. Kejuruan Teknik Pendingin (AC)
3. Kejuruan Elektronika (Radio, TV, Audio)
4. Kejuruan Wekel/Gulung Dinamo
5. Kejuruan Teknisi Handphone
6. Kejuruan Program Logic Control (PLC)

Departemen Teknologi Mekanik


1. Kejuruan Operator Mesin Bubut/CNC
2. Kejuruan Las (Las Listrik dan Las Karbid)
3. Kejuruan Kerja Plat

Departemen Otomotif
1. Kejuruan Bodi Repair/Ketok Duco
2. Kejuruan Mesin Diesel
3. Kejuruan Mesin Bensin (Mobil Bensin dan Sepeda Motor)