Anda di halaman 1dari 2

MOLUSKUM KONTAGIOSUM

No.Dokumen : SOP/249/UKP-NGT
No.Revisi :
SOP
Tanggal terbit : 26 Mei 2018
Halaman :
PUSKESMAS YUPITA
NANGA NIP.19670703
TAYAP 1989012 003

1. Pengertian Moluskum kontagiosum adalah penyakit yang disebabkan oleh


virus poks, yang menginfeksi sel epidermal. Secara klinis, lesi
tampak sebagai papul yang berbentuk kubah dengan permukaan
halus dan seringkali terdapat umbilikasi.
Kode ICD X : B08.1 Molluscum contagiosum
Tingkat kemampuan 4A
1. Tujuan Sebagai acuan bagi tenaga medis untuk melakukan identifikasi
dan penatalaksanaan moluskum kontagiosum
2. Kebijakan Surat Keputusan Kepala Puskesmas No. 30/KAPUS/IV/2018
Tentang Penetapan Dokumen Esternal Yang Menjadi Acuan
Dalam Penyusunan Standar Pelayanan Klinis
3. Referensi Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor
Hk.02.02/Menkes/514/2015 Tentang Panduan Praktik Klinis
Bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama
4. Prosedur 1. Petugas menerima pasien
2. Petugas melakukan anamnesa keluhan pasien yang
disesuaikan dengan gejala moluskum kontagiosum, yaitu
Adanya kelainan kulit berupa papul miliar. Masa inkubasi
berlangsung satu sampai beberapa minggu. Lokasi predileksi
penyakit ini adalah di daerah muka, badan, dan
ekstremitas, sedang pada orang dewasa di daerah pubis dan
genitalia eksterna.
Faktor resiko:
a. Terutama menyerang anak dan kadang-kadang juga orang
dewasa.
b. Imunodefisiensi.
3. Petugas melakukan pemeriksaan vital sign yang diperlukan.
4. Petugas melakukan pemeriksaan fisik sebagai berikut:
Papul miliar, kadang-kadang lentikular dan berwarna putih
seperti lilin, berbentuk kubah yang kemudian di tengahnya
terdapat lekukan (delle). Jika dipijat akan tampak keluar
massa yang berwarna putih seperti nasi. Lokasi predileksi
adalah daerah muka, badan, dan ekstremitas, sedangkan
pada orang dewasa di daerah pubis dan genitalia eksterna.
Kadang-kadang dapat timbul infeksi sekunder sehingga timbul
supurasi.
Bila diperlukan, dapat dilakukan tindakan enukliasi pada
papul untuk menemukan badan moluskum.
5. Petugas menegakkan diagnosis berdasarkan anamnesis dan
pemeriksaan fisik.
Diagnosis Banding:
a. Komedo.
b. Miliaria
c. Karsinoma sel basal nodular.
6. Petugas melakukan penatalaksanaan yaitu:
a. Pasien perlu menjaga hygiene kulit.
b. Terapi dilakukan dengan mengeluarkan massa yang
mengandung badan moluskum dengan menggunakan alat
seperti ekstraktor komedo, jarum suntik, atau alat kuret
kulit.
7. Petugas memberikan konseling dan edukasi berupa:
Penyebaran dalam keluarga sangat jarang terjadi. Dengan
demikian, anggota keluarga tidak perlu terlalu khawatir
terhadap anak/individu dengan penyakit ini.
8. Petugas melakukan rujukan ke pelayanan kesehatan yang
lebih tinggi (Rumah Sakit) apabila Tidak ditemukan badan
moluskum, Terdapat penyakit komorbiditas yang terkait
dengan kelainan hematologi dan Pasien HIV/AIDS.
9. Petugas mendokumentasikan semua hasil anamnesa,
pemeriksaan fisik, diagnosa dan penatalaksanaan yang telah
dilakukan dalam rekam medis pasien.
10. Petugas menyerahkan rekam medis ke petugas rekam medis.
5. Unit 1. Pendaftaran dan Rekam Medis
Terkait 2. Poli Umum
3. laboratorium
4. Apotik