Anda di halaman 1dari 5

KERANGKA ACUAN

PROGRAM GIZI UKP


TAHUN2016 DIWILAYAH KERJA PUSKESMAS SUKARAMI

I. Pendahuluan
Puskesmas Sukarami merupakan Puskesmas Rawat Jalan yang berada di wilayah
kerja Dinas Kesehatan Kota Palembang. Puskesmas ini memiliki jumlah pegawai sebanyak
47 orang yang terdiri dari tenaga PNS sebanyak 33 orang, tenaga TKS sebanyak 4 orang dan
tenaga BLUD sebanyak 10 orang. Puskesmas Suka ami mempunyai wilayah kerja meliputi 2
kelurahan dengan wilayah yang padat penduduk dan terdiri dari sebagian dataran tinggi.
Dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat, Puskesmas Sukarami menyediakan
pelayanan kesehatan masyarakat dan pelayanan kesehatan perorangan. Salah satu jenis
pelayanan yang diberikan di Puskesmas Sukarami adalah Program Perbaikan Gizi
Masyarakat dan Perorangan. Tingginya masalah gizi dan penyakit yang terkait dengan gizi di
masyarakat memerlukan penanganan yang paripurna dan berkualitas pada individu dan
masyarakat mengingat gizi merupakan faktor penting yang secara langsung berpengaruh
terhadap kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

II. Latar Belakang

Gizi berperan penting dalam kesehatan. Gizi mempengaruhi proses tumbuh kembang
pada anak, memelihara kesehatan umum, mendukung aktivitas kehidupan sehari-hari dan
melindungi tubuh terhadap penyakit. Bagi orang sakit gizi dapat mempengaruhi proses
penyembuhan penyakit, timbulnya komplikasi, lamanya hari rawat dan mortalitas. Oleh
karena itu asupan makanan dalam jumlah dan jenis zat gizi yang sesuai kebutuhan sangat
penting bagi orang sehat maupun orang sakit. Problem gizi timbul bila terjadi ketidaksesuaian
antara asupan dan kebutuhan tubuh akan zat gizi.
Masalah gizi dan penyakit yang terkait dengan gizi yang sering muncul di
masyarakat seperti masalah pada anak (diare, malnutrisi, dll), masalah ibu hamil dan
menyusui (anemia gizi, kurang energi kronis, toksemia kehamilan yaitu preeklampsia dan
eklampsia), penyakit infeksi (diare, tuberkulosis, dll), dan penyakit degeneratif (hipertensi,
diabetes melitus, dll).
Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) merupakan fasilitas pelayanan kesehatan
primer, yang melayani pasien dengan berbagai masalah kesehatan termasuk masalah gizi.
Tingginya masalah gizi dan penyakit yang terkait dengan gizi di masyarakat memerlukan
penanganan yang paripurna. Untuk itu diperlukan kompetensi petugas yang handal dan
profesional dalam manajemen pelayanan kesehatan dan gizi di puskesmas. Pelaksanaan
pelayanan klinik yang bermutu di puskesmas merupakan salah satu indikator penting dalam
kinerja puskesmas.
III. Tata Nilai Pusksmas
S : Senyum : Senantiasa menampilkan keramahan dalam memberikan pelayanan
U : Usaha Terbaik : Melakukan Pelayanan Kesehatan
K : Komunikatif : Mampu memberikan informasi kesehatan kepada masyarakat dengan
benar
A : Aman : Dalam memberikan pelayanan selalu mengutamakan keamanan baik
untuk diri petugas , pasien dan lingkungan kerja
R : Rapi : Berpenampilan rapi diri dan rapi lingkungan tempat kerja
A : Aktif : Dalm melaksanakan tugas selalu didasari atas keyakinan dan penuh
percaya diri bahwa apa yang dilaksanakan akan membawa kemajuan
dan manfaat baik ke intern maupun ke ekstern
M : Melayani : Memberikan pelayanan kesehatan yang merata anpa membedakan
status sosial, suku,ras,serta agama
I : Inovatif : Usaha untuk mendayagunakan pemikiran dan kemampuan imajinasi
dalam menghasilkan pelayanan yang baik bagi pasien

Dalam upaya kuratif dan rehabilitatif yang paripurna untuk asuhan pasien/klien di
puskesmas diperlukan 3 jenis layanan yaitu :
a. Pelayanan/asuhan medis (medical care)
b. Pelayanan/asuhan keperawatan (nursing care)
c. Pelayanan/asuhan gizi (nutrition care)

Ketiga jenis pelayanan tersebut mempunyai peranan masing-masing, akan tetapi saling terkait
dan berkesinambungan, karenanya perlu sinkronisasi secara serasi dan terpadu. Agar kegiatan
asuhan gizi di puskesmas berjalan lebih optimal perlu didukung sistem administrasi yang
mapan dan pembagian tugas yang jelas. Untuk itu diperlukan pendekatan tim yang terdiri dari
dokter, perawat/bidan dan nutrisionis/dietisien (Tim Asuhan Gizi), dengan rincian tugas
pokok dan fungsi sebagai berikut :

1. Dokter
a. Melakukan anamnesis dan pemeriksaan fisik, serta menegakkan diagnosa medis
b. Menentukan pilihan tindakan, pemeriksaan laboratorium dan perawatan
c. Menentukan terapi obat dan preskipsi diet awal berkolaborasi dengan petugas gizi
(Ahli Gizi)
d. Melakukan pemantauan dan evaluasi tindakan
e. Melakukan konseling penyakit
f. Melakukan rujukan
2. Perawat/Bidan
a. Bertanggung jawab pada asuhan keperawatan bagi pasien
b. Melaksanakan tindakan dan perawatan (pengukuran berat badan dan tinggi badan,
infus, Naso Gastric Tube/NGT) sesuai instruksi dokter
c. Memotivasi anak dan keluarga agar anak mau makan
d. Melakukan pemantauan dan evaluasi pemberian makan kepada penderita

3. Nutrisionis/Dietisien
a. Bertanggung jawab memberikan asuhan gizi
b. Melakukan pengkajian gizi dengan anamnesis gizi
c. Menentukan diagnosa gizi melalui kolaborasi dengan dokter
d. Menerjemahkan preskipsi diet kedalam jumlah dan jenis makanan
e. Melakukan penyuluhan dan konseling gizi
f. Monitoring dan evaluasi gizi : pemantauan dan evaluasi sttaus gizi dengan
melakukan pengukuran antropometri dan asupan gizi

IV. Maksud dan Tujuan

4.1 Maksud : Untuk menanamkan dan meningkatkan pengertian , sikap, dan prilaku
pasien dalam mengenali dan mengatasi masalah gizi
4.2. Tujuan
Tujuan Umum
Memberikan pelayanan asuhan gizi yang bermutu guna mempertahankan status gizi yang
optimal dan untuk mempercepat penyembuhan.
Tujuan Khusus
1. Memberikan pelayanan kepada klien/pasien rawat jalan dengan membantu mencari
solusi masalah gizinya
2. Memberikan nasihat gizi mengenai jumlah asupan makanan yang sesuai, jenis diet yang
tepat, jadwal makan dan cara makan, dll
3. Memberikan makanan tambahan kepada ibu hamil kurang energi kronis (KEK), bayi dan
balita (6-59 bulan) sebagai upaya mempertahankan/meningkatkan status gizi
V. Kegiatan Pokok dan Rincian Kegiatan

NO KEGIATAN POKOK RINCIAN KEGIATAN


1 Konseling Gizi - Mengumpulkan data gizi (nutrition
asessment)
- Menetapkan diagnosa (nutrition
diagnosis)
- Merencanakan dan menetapkan intervensi
gizi (nutrition intervention)
- Monitoring dan evaluasi intervensi gizi
(nutrition monitoring and evaluation)

VI. Cara Melaksanakan Kegiatan dan sasaran


6.1 Cara melaksanakn kegiatan
1. Pasien datang ke ruang konseling gizi dengan membawa surat rujukan dari dokter dari
poli yang ada di puskesmas
2. Mencatat data pasien dalam buku registrasi
3. Melaksanakan rangkaian kegiatan asuhan gizi (assessment, diagnosis, intervention,
monitoring, evaluation)
4. Mencatat hasil konseling
6.2 Sasaran
Semua pasien anak dan dewasa yang mempunyai masalah gizi

VII. Jadwal Pelaksanaan Kegiatan


No Kegiatan Pelaksanaan Hari
Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu
1 Konseling Gizi x x x x

VIII. Monitoring, Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan dan Pelaporan


Kegiatan monitoring dan evaluasi pelaksanaan konseling gizi dilakukan setiap bulan.

IX. Pencatatan, Pelaporan dan Evaluasi Kegiatan


9.1 Pencatatan
Dalam pelaksanaan kegiatan program gizi dilakukan pencatatan dengan menggunakan
beberapa buku register, yaitu :
- Buku Register konseling gizi balita
- Buku Register konseling gizi ibu hamil
- Buku Register konseling gizi dewasa
- Buku tanda terima pemberian PMT
9.2 Pelaporan
Untuk pelaporan hasil kegiatan digunakan blanko pelaporan berupa :
- Blanko surveilans gizi
- Blanko laporan pemberian MP-ASI/PMT pada balita dan ibu hamil

9.3 Evaluasi kegiatan


Setelah dilakukan pencatatan dan pelaporan hasil pelaksanaan kegiatan dilakukan
evaluasi oleh pimpinan puskesmas melalui Lokakarya Mini di puskesmas.

Kepala Puskesmas Penanggung Jawab Program

Drg Purnamawati Mariani, AMG,SKM


NIP. 196809071999032001 NIP. 196610201988032006