Anda di halaman 1dari 4

RANCANG BANGUN APLIKASI SISTEM PAKAR

IDENTIFIKASI KERUSAKAN HARDWARE


SMARTPHONE DENGAN MENGGUNAKAN METODE
BAYES
I. PENDAHULUAN
1.1. Latar belakang
Dewasa kini, kehidupan manusia tak bisa dipisahkan dari teknologi dan
informasi yang kian hari berkembang pesat tanpa bisa dibendung
perkembangannya. Kebutuhan akan informasi oleh setiap orang menjadikan
teknologi menjadi pilihan agar perkembangan informasi bisa diikuti setiap
saat. Kebutuhan akan informasi yang tidak mengenal waktu serta tempat
membuat setiap orang memerlukan teknologi yang bisa diakses kapanpun
dimanapun, yang mana oleh karena hal tersebut, smartphone menjadi
pilihan terbaik bagi tiap orang yang ingin selalu tersambung dengan
perkembangan informasi yang ada.
Smartphone, atau ponsel pintar mempermudah akses seseorang dalam
menggali informasi terbaru. Pemakaian yang tidak rumit dan efisien
menjadikan smartphone tidak bisa dijauhkan dari kehidupan manusia
modern kini. Akses dunia maya, mailing, serta multimedia bisa diakses
sekaligus hanya dengan sebuah ponsel pintar. Tidak seperti laptop yang
cukup memakan tempat secara ukuran fisik, samrtphone bisa dikatakan
memiliki fitur sebanding dengan laptop dengan akses penggunaan cukup
sebesar genggaman tangan.
Kecanggihan ponsel pintar tidak serta merta membuat benda tersebut
lepas dari yang namanya “cacat” ataupun “termakan usia”. Setiap
kecanggihan teknologi jika tidak disertai pengguna yang “melek” akan
teknologi ataupun semacam guide, maka kemungkinan adanya kerusakan
pada perangkat teknologi bisa tidak disadari keberadaannya. Permasalahan
tersebut memerlukan ahli untuk memberikan solusi terbaik untuk
penanganannya, tetapi tidak banyak ahli yang mungkin sesuai dengan
kerusakan pada perangkat, sehingga solusi lain diperlukan, yaitu seperti
penerapan sistem pakar untuk meggantikan sementara peran manusia dalam
memeriksa kendala perangkat untuk baru kemudian menentukan dan
menyerahkannya pada pihak ahli.
1.2. Rumusan Masalah
a. Apakah sistem bisa menjadi solusi murah bagi masyarakat dalam
menentukan kerusakan pada smartphone
b. Bagaimana ketepatan sistem dalam menentukan kerusakan pada
smartphone
1.3. Tujuan Penelitian
a. Memberikan solusi murah dalam menentukan kerusakan pada smartphone
sebelum benar-benar menyerahkan perangkat pada pihak ahli
b. Memberikan informasi yang tepat mengenai kerusakan pada smartphone
1.4. Manfaat Penelitian
a. Menjadi referensi dalam mencari cara menentukan gejala kerusakan pada
smatphone
b. Mengurangi kecemasan dalam menangani perangkat yang mengalami
kendala, dengan demikian memungkinkan pihak pemilik bisa mencari
cara sendiri memperbaiki perangkat sebelum akhirnya diserahkan pada
pihak ahli

II. Dasar Teori


2.1. Sistem Pakar
Sistem pakar adalah suatu sistem yang dirancang untuk dapat
menirukan keahlian seseorang pakar dalam menjawab pertanyaan dan
menyelesaikan suatu masalah. Sistem pakar akan memberikan pecahan
suatu masalah yang didapat dari dialog dengan pengguna. Dengan
bantuan sistem pakar seorang bukan pakar/ahli dapat menjawab
pertanyaan, menyelesaikan masalah serta mengambil keputusan yang
biasanya dilakukan oleh seorang pakar
2.2. Keuntungan Sistem Pakar
Kusrini (Aplikasi Sistem Pakar, 2008), Sistem pakar merupakan
paket perangkat lunak atau paket program komputer yang ditujukan
sebagai penyedia nasehat dan sarana bantu dalam menyelesaikan
masalah pada bidang spesialisasi tertentu. Ada beberapa keunggulan
dari sistem pakar, diantaranya dapat :
1. Menghimpun data dalam jumlah yang sangat besar.
2. Menyimpan data tersebut untuk jangka waktu yang panjang
dalam suatu bentuk tertentu.
3. Mengerjakan perhitungan secara cepat dan tepat dan tanpa jemu
mencari kembali data yang tersimpan dengan kecepatan tinggi.
Ada banyak keuntungan yang dapat diperoleh dengan adanya
sistem pakar antara lain sebagai berikut :
1. Memungkinkan orang awam dapat mengerjakan pekerjaan para
ahli.
2. Dapat melakukan proses berulang secara otomatis.
3. Menyimpan pengetahuan dan keahlian para pakar.
4. Meningkat output dan produktivitas.
5. Meningkatkan kualitas.
6. Mampu mengambil dan melestarikan keahlian para pakar.
7. Mampu beroperasi dalam lingkungan yang berbahaya.
8. Memiliki kemampuan untuk mengakses pengetahuan.
9. Memiliki reliabilitas.
10. Meningkatkan kapabilitas sistem komputer.
11. Memiliki kemampuan untuk bekerja dengan informasi yang
tidak lengkap dan mengandung ketidakpastian.
2.3. Metode Bayes
Metode Bayes merupakan metode yang baik di dalam mesin
pembelajaran berdasarkan data training , dengan menggunakan
probabilitas bersyarat sebagai dasarnya. Metode Bayes merupakan satu
metode yang digunakan untuk menghitung ketidakpastian data menjadi
data yang pasti dengan membandingkan antara ya dan tidak
III. Kesimpulan
3.1. Analisa Sistem
Kerusakan hardware dapat dideteksi dari jenis gejala atau ciri-ciri
yang ditimbulkan akibat kerusakan hardware yang digunakan, hal
tersebut biasanya selalu berhubungan dengan terjadi eror terhadap
smartphone yang digunakan maupun masalah yang ditimbulkan oleh
smartphone. maka dibutuhkan suatu program sistem pakar, dimana
sistem tersebut dapat menganalisa kerusakan komponen hardware,
berdasarkan gejala-gejala yang ditimbulkan oleh komponen hardware
smartphone.
Program sistem pakar merupakan program dengan basis
pengetahuan yang dinamis, dengan kata lain, pengetahuan yang ada
pada program ini harus dapat bertambah atau bisa diperbaiki tanpa
harus mengubah isi dari program secara keseluruhan. Dengan
demikian, diperlukan pengetahuan yang akuisisi menjadi basis
pengetahuan dengan mengetahui terlebih dahulu bagaimana mengenali
suatu kerusakan komponen hardware yang digunakan berdasarkan ciri-
ciri yang ditimbulkan akibat pengguna smartphone.
Pada aplikasi sistem pakar identifikasi kerusakan komponen
hardware smartphone ini dengan menggunakan metode Bayes yaitu
metode pengukur peluang dari setiap keputusan yang diambil, dimana
program mengambil kesimpulan dari jawaban “Ya” atau “Tidak” atas
pertanyaan yang digunakan dari program dan perhitungan probabilitas
dari gejala-gejala yang timbul kemampuan Sistem Pakar memecahkan
masalah tergantung pada seberapa luas basis pengetahuannya. Basis
pengetahuan ini terutama berasal dari pengalaman para Pakar, yang
mana keluarannya hanya bersifat anjuran. Basis pengetahuan ini
bersifat dinamis artinya dapat diubah secara terus-menerus. Sehingga
pada akhirnya analisa didapatkan hasil berupa sebuah sistem yang
strukturnya dapat didefenisikan dengan baik dan jelas

Daftar Pustaka
1. Syahputra, Irvan; 2013, PERANCANGAN APLIKASI SISTEM
PAKAR IDENTIFIKASI KERUSAKAN KOMPONEN HARDWARE
KOMPUTER DENGAN MENGGUNAKAN METODE BAYES,
Medan, Pelita Informatika Budi Darma.
LAMPIRAN
Cek plagiarisme latar belakang, plagiarisma.net