Anda di halaman 1dari 3

Solusi Kuis 2 II2092 Probabilitas dan Statistik

Kamis, 26 November 2010


Waktu: 70 menit
Dosen: Dr. Rinaldi Munir

1. Di suatu daerah sebanyak 10% dari penduduknya bergolongan darah AB. Suatu sampel acak terdiri atas 400
penduduk telah diambil. Tentukan peluang akan mendapat:
(a) paling banyak 30 orang bergolongan darah AB
(b) antara 30 sampai 50 orang bergolongan darah AB
(c) 55 orang atau lebih bergolongan darah AB

Jawaban: Misalkan X adalah banyaknya penduduk yang bergolongan darah AB


n = 400
p = 10% = 0.1
Ini adalah persoalan binomial, tetapi karena sampel berukuran besar, maka didekati dengan distribusi normal
dengan
 = n p = (400)(0.1) = 40
 = √𝑛𝑝𝑞 = √(400)(0.1)(0.9) = 36 = 6

(a) Paling banyak 30 orang bergolongan darah AB  X  30

𝑋−𝜇 30.5−40
Z= = =-1.58
𝜎 6

Dari table normal diperoleh bahwa luas daerah di sebelah kiri Z = -1.58 adalah 0.0571, jadi
P(X  30) = 0.0571

(b) Antara 30 dan 50 orang bergolongan AB  P(30  X  50), maka titik kritis yang diambil adalah X1=29.5
dan X2=50.5

Z1= (29.5 – 40)/6 = -1.75


Z2=(50.5 – 40)/6 = 1.75

P( 30  X  50) = P(-1.75  Z  1.75) = 0.9599 – 0.0401 = 0.9198

(c) 55 orang atau lebih bergolongan darah AB  P(X  55)


Titik kritis adalah X = 54.5

Z = (54.5 – 40)/6 = 2.42

P(X  55) = 1 – P(X < 55) = 1 – 0.9922 = 0.0078

2. Nilai rataan tes kepribadian mahasiswa baru adalah 450 dengan simpangan baku 50. Bila dambil dua kelompok
sampel dengan masing-masing berukuran 32 dan 50, tentukan peluang perbedaan rataan dari kedua kelompok
tersebut berbeda:
(a) Lebih dari 20 poin
(b) Antara 5 sampai 10 poin

Jawaban:  = 450 dan  = 50


n1 = 32 dan n2 = 50
(a) Peluang perbedaan rataan kedua kelompok lebih dari 20 poin  P( X 1  X 2  20)

( X 1  X 2 )  ( X   X ) 20  0 20
Z 1 2
= =  1.77
 X1  X 2 50 2 50 2 11.32

32 50

maka

P( X 1  X 2  20) = P(Z > 1.77) = 1 – P(Z 1.77) = 1 – 0.9616 = 0.0384

(b) Peluang rataan berbeda 5 sampai 10 poin

( X 1  X 2 )  ( X   X ) 50 5
Z1  1 2
   0.44
 X1  X 2 502
50 2 11.32

32 50
( X 1  X 2 )  ( X   X ) 10  0 10
Z2  1 2
   0.88
 X1  X 2 50 2 50 2 11.32

32 50

maka

P(5  X 1  X 2  20) = P(0.44  Z  0.88) = 0.8106 – 0.6700 = 0.1406

3. Untuk suatu distribusi–F , hitunglah nilai f dengan derajat kebebasan 8 dan 10 sehingga luas sebelah kanannya
0.90.

(Soal 3 dibatalkan karena tidak tersedia table dengan luas sebelah kanannya 0.90)

4. Hitunglah:
(a) P(t 0.005  T  t 0.01 )
(b) P(T  t 0.025 )

Jawaban:
(a) t0.01 memiliki luas dis ebelah kanan sebesar 0.01
-t0.005= t1 – 0.005= t0.995 memiliki luas di sebelah kanan sebesar 0.995

P(-t0.005 < T < t0.01) = 0.995 – 0.01 = 0.985

(b ) -t0.025= t1 – 0.025= t0.975

P(T > t0.975 ) = 0.975


5. Perusahaan batere mengklaim bahwa produknya mempunyai umur rata-rata 30 jam. Untuk mempertahankan
rataan ini maka sebanyak 16 sampel diuji setiap bulannya. Jika nila t yang diuji teletak antara –t0.025 dan t0.025,
maka perusahaan merasa puas dengan klaimnya. Kesimpulan apa yang diambil oleh perusahaan jika ternyata dari
hasil sampel mempunyai rataan x = 27.5 jam dan simpangan baku s = 5 jam. Asumsikan distribusi umur batere
adalah normal.
Jawaban:
 = 30
n = 16
s=5
x  27.5

27.5  30  2.5
t   2
16 1.25

n = 16  v = 16 – 1 = 15

Pada selang t.-0.025 < T < t0.025 sampel akan memuaskan jika nilai t dari sampel berada diantara -2.131 < t < 2.131

Karena nilai t = -2 berada dalam selang -2.131 < t < 2.131 maka perusahan puas dengan klaimnya sehingga rataan
tidka perlu diubah, tetapi dipertahankan.