Anda di halaman 1dari 23

ANALISIS DATA DESKRIPTIF, ANALISIS DATA UNIVARIAT

DAN ANALISIS DATA BIVARIAT

MAKALAH

Disusun untuk memenuhi salah satu tugas kelompok matrikulasi pada mata
kuliah Statistika Terapan Semester gasal tahun akademik 2018/2019 dengan
dosen pengampu Dr. Nurul Anriani, M.Pd.

oleh:

Kelompok 2

Agus Rifa’i (18030059)

Ana Suryana (18020020)

Hujjatul Muslimah (18010087)

Ilma Nurfadilah (18010025)

Wangsit Rigusti (18030051)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA PASCASARJANA


UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
2018
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberikan
rahmat serta karunia-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah yang
berjudul Analisi data deskriptif, analisis data univariat, analisis data bivariat.
Makalah ini diajukan untuk memenuhi salahsatu tugas pada matakuliah Statistika
Terapan tahun akademik 2018/2019 dengan dosen pengampu Dr. Nurul Anriani,
M.Pd. Makalah ini membahas mengenai pengolahan data yang menggunakan
analisis data.
Dengan segala kerendahan hati, kami ingin menyampaikan terima kasih
kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini. Makalah
ini mungkin saja masih banyak kekurangan baik dari segi materi maupun
penyusunnya. Oleh karena itu kami menerima kritik dan saran yang bersifat
membangundari pembaca untuk kesempurnaan makalah yang kami susun ini di
masa yang akan datang. Semoga makalah ini bermanfaat khususnya bagi penulis
dan umumnya bagi pembaca.

Serang, 27 Juli 2018

Penyusun

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ........................................................................................... i

DAFTAR ISI.......................................................................................................... ii

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ............................................................................................ 1
B. Rumusan Masalah ....................................................................................... 1
C. Tujuan ........................................................................................................ 2
D. Sistematika Penulisan ................................................................................. 2
E. Manfaat ....................................................................................................... 2

BAB II PEMBAHASAN
A. Analisis Data Deskriptif .............................................................................. 3
B. Analisis Data Univariat ............................................................................ 15
C. Analisis Data Bivariat ............................................................................ ...16

BAB III SIMPULAN DAN SARAN


A. Simpulan ................................................................................................... 18
B. Saran ........................................................................................................ 18

DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................... 19

ii
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Matematika merupakan disiplin ilmu yang bersifat abstrak, logika dan
berupa teori-teori yang memerlukan pemahaman yang mendalam. James (dalam
Suwangsih & Tiurlina, 2006, hlm. 4) mengemukakan, matematika adalah ilmu
tentang logika mengenai bentuk, susunan, besaran, dan konsep-konsep yang
berhubung satu dengan yang lainnya dengan jumlah yang banyak yang terbagi ke
dalam tiga bidang yaitu, aljabar, geometri, dan analisis. Jadi dapat dipahami bahwa
matematika merupakan ilmu yang memerlukan pemikiran yang bersifat kreatif juga
pemahaman yang mendalam dalam mempelajarinya.
Pembelajaran matemtika merupakan suatu tantangan bagi seorang guru,
karena sifat-sifat ilmu matematika yang memang memerlukan pemahaman dan
bimbingan dalam pembelajarannya. Salah satunya pembelajaran matematika adalah
sebagai simbol bahasa. Dalam kegiatannya siswa harus mampu memahami simbol
yang terdapat di dalam pembelajaran matematika. Simbol ini bersifat universal
dimana siswa tidak bisa dengan semena-mena mengartikan simbol tersebut. Maka,
dalam kegiatannya diperlukan pembelajaran yang mampu meningkatkan
pemahaman dan pemikiran siswa terhadap simbol matematika yaitu dengan
meningkatkan pemikiran kreatif karena simbol matematika yang beragam. Selain
itu, kepercayaan diri siswa perlu ditingkatkan karena ketika pemahamannya tidak
mampu disampaikan, maka guru kesulitan mengetahui pemahaman siswa.
Pembelajaran yang dilakukan pun harus benar-benar dirasakan dan dialami oleh
siswa agar siswa mampu memahami dengan jelas pembelajarannya.

B. Rumusan Masalah
1. Apakah yang di maksud dengan analisis data deskriptif?
2. Apakah kegunaan analisis data deskriptif?
3. Apakah yang dimaksud dengan anaisis data bivariat?
4. Apakah kegunaan analisis data bivariat?
5. Apakah yang dimaksud dengan analisis data univariat?
6. Apakah kegunaan analisis data univariat?

1
C. Tujuan Penulisan
Tujuan dari pembahasan makalah ini di antaranya sebagai berikut:
1. Sebagai referensi bagi mahasiswa yang akan menyusun laporan.
2. Sebagai bahan untuk mengolah data penelitian.
3. Mengetahui apa yang dimaksud dengan analisis data deskriptif.
4. Mengetahui kegunaan analisis data deskriptif.
5. Mengetahui apa yang dimaksud dengan anaisis data bivariate.
6. Mengetahui kegunaan analisis data bivariate.
7. Mengetahui apa yang dimaksud dengan analisis data univariate.
8. Mengetahui kegunaan analisis data univariate.

D. Sistematika Penulisan
Makalah ini terdiri dari tiga bab utama, yaitu Bab I Pendahuluan, Bab II
Pembahasan, dan Bab III Simpulan dan Saran. Bab I memaparkan mengenai latar
belakang penulisan makalah, rumusan masalah, tujuan, manfaat, dan sistematika
penulisan.Pada latar belakang diuraikan mengenai masalah yang melatarbelakangi
pembuatan makalah, penyebab masalah, gambaran solusi terhadap masalah, dan
alasan singkat pemilihan solusi tersebut. Adapun pada subbab rumusan dan tujuan
dipaparkan mengenai pokok masalah yang akan dibahas pada bab selanjutnya.
Bab II terdiri dari tiga subbab utama meliputi: Analisis data deskriptif,
analisis data univariat, dan analisis data bivariat. Adapun Bab III Simpulan dan
Saran terdiri dari dua subbab utama, yaitu simpulan dan saran.

E. Manfaat
1. Untuk menambah wawasan mahasiswa dalam bidang sttistika
2. Sebagai referensi dalam menyusun laporan ilmiah
3. Sebagai pengalaman belajar dalam bidang statistika

2
BAB II
PEMBAHASAN

A. Analisis Data Deskriptif

Analisis Deskriftip bertujuan untuk memberikan deskripsi mengenai subjek


penelitian berdasarkan data dari variable yang diperoleh dari kelompok subjek yang
diteliti dan tidak dimaksudkan untuk pengujian hipoteis. Sekalipun penelitian yang
dilakukan bersifat inferensial, sajian keadaan subjek dan data penelitian secara
deskriptif tetap perlu diketengahkan lebih dahulu sebelum pengujian hipotesis
dilakukan.
Apalagi dalam penelitian yang pendekatannya lebih bersifat kualitatif, tentu
deskripsi tersebut lebih penting lagi. Penyejian hasil analisis deskriptif biasanya
berupa frekuansi dan persentase, tabulasi silang, serta berbagai bentuk grafik dan
chart pada data yang bersifat kategorikal, serta berupa statistic-statistik kelompok
(antara lain mean dan varians) pada data yang bukan kategorikal.

1. Definisi Metode Deskriptif


Metode deskriptif dapat diartikan sebagai prosedur pemecahan masalah
yang diselidiki dengan menggambarkan keadaan subjek atau objek dalam
penelitian dapat berupa orang, lembaga, masyarakat dan yang lainnya yang
pada saat sekarang berdasarkan fakta-fakta yang tampak atau apa adanya.
Menurut Nazir (1988: 63) dalam Buku Contoh Metode
Penelitian, metode deskriptif merupakan suatu metode dalam meneliti status
sekelompok manusia, suatu objek, suatu set kondisi, suatu sistem pemikiran
ataupun suatu kelas peristiwa pada masa sekarang. Tujuan dari penelitian
deskriptif ini adalah untuk membuat deskripsi, gambaran, atau lukisan secara
sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta hubungan
antarfenomena yang diselidiki.
Menurut Sugiyono (2005: 21) metode deskriptif adalah suatu metode
yang digunakan untuk menggambarkan atau menganalisis suatu hasil penelitian
tetapi tidak digunakan untuk membuat kesimpulan yang lebih luas. Sedangkan
menurut Whitney (1960: 160) metode deskriptif adalah pencarian fakta dengan
interpretasi yang tepat.

3
Dapat dikatakan bahwa penelitian deskriptif merupakan penelitian yang
berusaha mendeskripsikan suatu gejala, peristiwa yang terjadi pada saat
sekarang atau masalah aktual.

2. Ciri-ciri Metode Deskriptif


Terdapat ciri-ciri yang pokok pada metode deskriptif, antara lain adalah:
a. Memusatkan perhatian pada permasalahan yang ada pada saat penelitian
dilakukan atau permasalahan yang bersifat actual
b. Menggambarkan fakta tentang permasalahan yang diselidiki sebagaimana
adanya, diiringi dengan interpretasi rasional yang seimbang.
c. Pekerjaan peneliti bukan saja memberika gambaran terhadap fenomena-
fenomena, tetapi juga menerangkan hubungan, menguji hipotesis, membuat
prediksi, serta mendapatkan makna dan implikasi dari suatu masalah.
3. Jenis Penelitian Deskriptif
Nazir (1988: 64-65) mengemukakan bahwa ditinjau dari jenis masalah
yang diselidiki, teknik dan alat yang digunakan, serta tempat dan waktu, maka
penelitian dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu:
a. Metode survei
Metode survei adalah penyelidikan yang diadakan untuk
memperoleh fakta-fakta dari gejala-gejala yang ada dan mencari
keterangan-keterangan secara faktual, baik tentang institusi sosial,
ekonomi, atau politik dari suatu kelompok ataupun suatu daerah. (Nazir,
1988: 65) Kerlinger mengemukakan bahwa metode survei adalah penelitian
yang dilakukan pada populasi besar maupun kecil, tetapi data yang
dipelajari adalah data dari sampel yang diambil dari populasi tersebut,
sehingga ditemukan kejadian-kejadian relatif distribusi, dan hubungan antar
variabel. Sosiologi, maupun psikologis. Survei pada dasarnya tidak berbeda
dengan research (penelitian). Pemakaian kedua istilah ini kerap kali hanya
dimaksudkan untuk memberikan penekanan mengenai ruang lingkup.
Research memusatkan diri pada salah satu atau beberapa aspek dari
objeknya. Sedangkan survei bersifat menyeluruh yang kemudian akan
dilanjutkan secara khusus pada aspek tertentu bilamana diperlukan studi
yang lebih mendalam (Zulnaidi, 2007: 11).

4
Lebih lanjut lagi Zulnaidi (2007: 11-12) mengemukakan beberapa
studi yang termasuk dalam metode survei yakni:
1) Survei kelembagaan (institutional survei)
2) Analisis jabatan/ pekerjaan (job analysis)
3) Analisis dokumen (documentary analysis)
4) Analisis isi (content analysis)
5) Survei pendapat umum (public oppinion survey)
6) Survey kemasyarakatan (community survey)
Nazir (1988: 65) dalam bukunya Metode Penelitian, mengemukan
terdapat banyak sekali penelitian yang dapat dilakukan dengan
menggunakan metode survei, diantaranya adalah survei masalah
kemasyarakatan, survei komunikasi dan pendapat umum, survei masalah
politik, survei masalah pendidikan, dan lain sebagainya.
b. Metode deskriptif kesinambungan
Metode deskriptif dapat diartikan sebagai penelitian yang dilakukan
secara terus menerus atau berkesinambungan sehingga diperoleh
pengetahuan yang menyeluruh mengenai masalah, fenomena, dan
kekuatan-kekuatan sosial yang diperoleh jika hubungan-hubungan
fenomena dikaji dalam suatu periode yang lama.
Menurut Nazir (1988: 65) mendefinisikan metode deskriptif
berkesinambungan atau continuity descriptive research sebagai kerja
meneliti secara deskriptif yang dilakukan secara terus menerus atas suatu
objek penelitian. Salah satu contoh metode penelitian deskriptif
berkesinambungan ini dilakukan oleh Whitney dan Milholland (1930) yang
mempelajari status akademis dari mahasiswa tingkat persiapan
dari Colorado State College of Education pada tahun 1930. Penelitian
dilakukan dalam waktu empat tahun, dengan menelusuri status akademis
sejak tingkat persiapan sampai dengan lulus sarjana muda.
c. Penelitian studi kasus
Penelitian studi kasus memusatkan diri secara intensive terhadap
satu objek tertentu, dengan cara mempelajari sebagai suatu kasus. Berbagai
unit sosial seperti seorang murid menunjukkan kelainan, sebuah kelompok

5
keluarga, sebuah kelompok anak nakal, sebuah desa, sebuah lembaga sosial
dan lain-lain dapat diselidiki secara intensive, baik secara menyeluruh
maupun mengenai aspek-aspek tertentu yang mendapat perhatian khusus.
(Zulnaidi, 2007: 13)
Menurut Bogdan dan Bikien (1982) merupakan pengujian secara
rinci terhadap satu latar atau satu orang subjek atau satu tempat
penyimpanan dokumen atau satu peristiwa tertentu.
Menurut Maxfield (1930: 117-122) dalam Nazir (1988: 66)
mendefinisikan penelitian studi kasus adalah penelitian tentang status
subjek penelitian yang berkenan dengan suatu fase spesifik atau khas dari
keseluruhan personalitas. Tujuan studi kasus adalah untuk memberikan
gambaran secara mendetail tentang latar belakang, sifat-sifat serta karakter-
karakter yang khas dari kasus, ataupun status dari individu, yang kemudian,
dari sifat-sifat khas akan dijadikan suatu hal yang bersifat umum.
Penelitian studi kasus menurut Stake (2005) terdapat 3 jenis
penelitian studi kasus yang dibagi berdasarkan karakteristik dan fungsinya,
yakni:
1) Penelitian studi kasus mendalam
2) Penelitian studi kasus instrumental
3) Penelitian studi kasus jamak
Tidak berbeda jauh, Creswell (2007) juga membagi penelitian studi
kasus menjadi 3 jenis. Dalam penelitian studi kasus tentunya terdapat
langkah-langkahnya. Menurut Yin (1994), terdapat langkah-langkah dalam
melakukan penelitian studi kasus yakni secara singkat seperti di bawah ini:
1) Merancang studi kasus
Dalam merancang studi kasus, terdapat dua langkah yakni
melakukan pembekalan pengetahuan dan keterampilan serta
melakukan pengembangan dan pengkajian ulang penelitian.
2) Melakukan studi kasus
Dalam langkah kedua ini terdapat tiga langkah yakni :
a) penentuan teknik pengumpulan data;
b) penyebaran alat pengumpulan data;

6
c) penganalisisan bukti studi kasus yang terkumpul.
3) Melakukan pengembangan, implikasi, dan saran
Tahap ini merupakan tahap akhir dari setiap penelitian
sebagai upaya melaporkan hasil penelitiannya kepada semua orang.
Nazir (1988: 68) mengemukakan bahwa langkah-langkah pokok
dalam meneliti kasus adalah sebagai berikut:
a) Menemukan rumusan tujuan penelitian;
b) Tentukan unit-unit studi, sifat-sifat serta proses-proses apa yang
akan menuntun penelitian;
c) Tentukan rancangan serta pendekatan dalam memilih unit-unit
dan teknik pengumpulan data mana yang digunakan. Sumber-
sumber data apa yang tersedia;
d) Kumpulkan data;
e) Organisasikan informasi serta data yang terkumpul dan analisa
untuk membuat interpretasi serta generalisasi;
f) Susun laporan dengan memberikan kesimpulan serta implikasi
dari hasil penelitian.
d. Penelitian analisa pekerjaan dan aktivitas
Menurut Nazir (1988: 71) dalam buku Metode Penelitian
mengemukakan bahwa penelitian analisa pekerjaan dan aktivitas
merupakan penelitian yang ditujukan untuk menyelidiki secara terperinci
aktivitas dan pekerjaan manusia, dan hasil penelitian tersebut dapat
memberikan rekomendasi-rekomendasi untuk keperluan masa yang akan
datang.
Lebih lanjut Nazir mengemukakan bahwa studi yang mendalam
dilakukan terhadap kelakuan-kelakuan pekerja, buruh, petani, guru, dan lain
sebagainya terhadap gerak-gerik mereka dalam melakukan tugas,
penggunaan waktu secara efisien dan efektif.
e. Penelitian tindakan (action research)
Penelitian tindakan merupakan penelitian yang berfokus pada
penerapan tindakan yang dengan tujuan meningkatkan mutu atau
memecahkan permasalahan pada suatu kelompok subjek yang diteliti dan

7
diamati tingkat keberhasilannya atau dampak dari tindakannya. Menurut
Grundy dan Kemmis (1990: 322) mengemukakan bahwa penelitian
tindakan memiliki dua tujuan pokok, yaitu meningkatkan (improve) dan
melibatkan (involve). Maksudnya, penelitian tindakan bertujuan
meningkatkan bidang praktik, meningkatkan pemahaman praktik yang
dilakukan oleh praktisi, dan meningkatkan situasi tempat praktik
dilaksanakan. Penelitian tindakan juga berusaha melibatkan pihak-pihak
terkait, jika penelitian tindakan dilaksanakan di sekolah, maka pihak terkait
antara lain adalah kepala sekolah, guru, siswa, karyawan, dan orang tua
siswa.
Penelitian ini sering digunakan oleh para peneliti di bidang
pendidikan yang sering disebut sebagai penelitian tindakan kelas
(Classroom Action Research).
Menurut Kemmis dan McTaggart (1982) mengungkapkan bahwa
dalam penelitian tindakan kelas ini terdapat model yang digunakan yakni
siklus yang akan selalu berputar, seperti pada gambar berikut ini:

Dari gambar tersebut dapat kita ketahui bahwa model di atas


merupakan model siklus yang akan selalu berputar. Di awali oleh langkah
perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Bilamana peneliti
belum puas dengan hasil yang diperoleh, maka dapat dilanjutkan pada siklus
yang kedua,
ketiga, dan
seterusnya
dengan
langkah-langkah yang sama sampai peneliti tersebut puas dengan hasil yang
diperoleh.
f. Penelitian Perpustakaan

8
Penelitian perpustakaan merupakan kegiatan mengamati berbagai
literatur yagn berhubungan dengan pokok permasalahan yang diangkat baik
itu berupa buku, makalah ataupun tulisan yang sifatnya membantu sehingga
dapat dijadikan sebagai pedoman dalam proses penelitian. Menurut Kartini
Kartono (1986: 28) dalam buku Pengantar Metodologi Research Sosial
mengemukakan bahwa tujuan penelitian perpustakaan adalah untuk
mengumpulkan data dan informasi dengan bantuan bermacam-macam
material yang ada di perpustakaan, hasilnya dijadikan fungsi dasar dan alat
utama bagi praktek penelitian di lapangan.
g. Penelitian Komparatif
Menurut Sugiono (2005: 11) penelitian komparatif adalah suatu
penelitian yang bersifat membandingkan.
Dalam buku metode penelitian karangan Nazir (1988: 69-70)
terdapat keunggulan dan kelemahan dari metode penelitian komparatif.
Keunggulannya adalah sebagai berikut:
1) Metode komparatif dapat mensubtitusikan metode eksperimental karena
beberapa alasan:
a) Jika sukar diadakan kontrol terhadap salah satu faktor yang ingin
diketahui atau diselidiki hubungan sebab akibatnya
b) Apabila teknik untuk mengadakan variabel kontrol dapat
menghalangi penampilan fenomena secara normal ataupun tidak
memungkinkan adanya interaksi secara normal
c) Penggunaan laboratorium untuk penelitian untuk dimungkinkan,
baik karena kendala teknik, keuangan, maupun etika dan moral.
2) Dengan adanya teknik yang lebih mutakhir serta alat statistik yang lebih
maju, membuat penelitian komparatif dapat mengadakan estimasi
terhadap parameter-parameter hubungan kausal secara lebih efektif.
3) Sedangkan kelemahannya adalah sebagai berikut:
4) Penelitian komparatif yang bersifat ex post facto, mengakibatkan
penelitian tersebut tidak mempunyai kontrol terhadap variabel bebas.
5) Sukar memperoleh kepastian, apakah faktor-faktor penyebab suatu
hubungan kausal yang diselidiki benar-benar relevan.

9
6) Interaksi antarfaktor-faktor tunggal sebagai penyebab atau akibat
terjadinya suatu fenomena menjadi sukar untuk diketahui.
7) Ada kalanya dua atau lebih faktor memperlihatkan adanya hubungan,
tetapi belum tentu bahwa hubungan yang diperlihatkan adalah hubungan
sebab akibat.
8) Mengkategorisasikan subjek dalam dikhotomi untuk tujuan
perbandingan dapat menjurus pada pengambilan keputusan dan
kesimpulan yang salah, akibatnya kategori dikhotomi yang dibuat
mempunyai sifat kabur, bervariasi, samar, menghendaki value
judgement dan tidak kokoh.
Lebih lanjut lagi Nazir (1988: 70) menjabarkan beberpa langkah
pokok dalam studi komparatif, yaitu:
1) Rumuskan dan definisikan masalah
2) Jajaki dan teliti literatur yang ada
3) Rumuskan kerangka teoritis dan hipotesa-hipotesa serta asumsi-asumsi
yang dipakai
4) Buatlah rancangan penelitian dengan cara memilih subjek yang
digunakn dengan teknik pengumpulan data yang diinginkan, dan
mengkategorikan sifat-sifat atau atribut-atribut atau hal-hal lain yang
sesuai dengan masalah yang ingin dipecahkan, untuk mempermudah
analisa sebab akibat
5) Uji hipotesa, membuat interpretasi terhadap hubungan dengan teknik
statistik yang tepat
6) Membuat generalisasi, kesimpulan, serta implikasi kebijakan
7) Menyusun laporan dengan cara penulisan ilmiah.
4. Kriteria Pokok Metode Deskriptif
Nazir (1988: 72-73) dalam buku Metode Penelitian, menyebutkan
terdapat dua kriteria pokok dalam metode penelitian deskriptif, yakni kriteria
umum dan kriteria khusus.
a. Kriteria umum Penelitan Metode Deskriptif
Kriteria umum dari penelitan dengan metode deskriptif adalah:

10
1) Masalah yang dirumuskan harus patut, ada nilai ilmiah serta tidak terlalu
luas.
2) Tujuan penelitian harus dinyatakan dengan tegas dan tidak terlalu
umum.
3) Data yang digunakan harus fakta-fakta yang terpercaya dan bukan
merupakan opini.
4) Standar yang digunakan untuk membuat perbandingan harus
mempunyai validitas.
5) Harus ada deskripsi yang terang tentang tempat serta waktu penelitian
dilakukan.
6) Hasil penelitian harus berisi secara detail yang digunakan baik dalam
mengumpulkan data maupun dalam menganalisa data serta studi
kepustakaan yang dilakukan. Deduksi logis harus jelas hubungannya
dengan kerangka teoritis yang digunakan, jika kerangka teoritis untuk
itu telah dikembangkan.
b. Kriteria khusus Penelitan Metode Deskriptif
Kriteria khusus dari penelitian dengan metode deskriptif adalah:
1) Prinsip-prinsip ataupun data yang digunakan dinyatakan dalam nilai
(value).
2) Fakta-fakta ataupun prinsip-prinsip yang digunakan adalah mengenai
masalah status
3) Sifat penelitian adalah ex post facto, karena itu tidak ada kontrol
terhadap variabel, dan peneliti tidak mengadakan pengaturan atau
manipulasi terhadap variabel. Variabel dilihat sebagaimana adanya.
5. Langkah-langkah Umum dalam Metode Deskriptif
Secara singkat dapat diketahui terdapat beberapa langkah-langkah
dalama metode penelitian deskriptif, yaitu:
a. Mengidentifikasi adanya permasalahan yang signifikan untuk dipecahkan
melalui metode deskriptif
b. Membatasi dan merumuskan permasalahan secara jelas
c. Menentukan tujuan dan manfaat penelitian
d. Melakukan studi pustaka yang berkaitan dengan permasalahan

11
e. Menentukan kerangka berfikir dan pertanyaan penelitian dan atau hipotesis
penelitian
f. Mendesain metode penelitian yang hendak digunakan termasuk
menentukan populasi, sampel, teknik sampling, instrument pengumpulan
data, dan menganalisis data
g. Mengumpulkan, mengorganisasi, dan menganalisis data dengan
menggunakan teknik statistik yang relevan; dan 8) membuat laporan
penelitian.
Untuk lebih rincinya, Nazir (1988: 73-74) mengungkapakan terdapat
berbagai langkah yang sering diikuti adalah sebagai berikut:
a. Memilih dan merumuskan masalah yang menghendaki konsepsi ada
kegunaan masalah tersebut serta dapat diselidiki dengan sumber yang ada.
b. Menentukan tujuan dari penelitian yang akan dikerjakan. Tujuan dari
penelitian harus konsisten dengan rumusan dan definisi dari masalah.
c. Memberikan limitasi dari area atau scope atau sejauh mana penelitian
deskriptif tersebut akan dilaksanakan. Termasuk di dalamnya daerah
geografis di mana penelitian akan dilakukan, batasan-batasan kronologis,
ukuran tentang dalam dangkal serta sebarapa utuh daerah penelitian tersebut
akan dijangkau.
d. Pada bidang ilmu yang telah mempunyai teori-teori yang kuat, maka perlu
dirumuskan kerangka teori atau kerangka konseptual yang kemudian
diturunkan dalam bentuk hipotesa-hipotesa untuk diverifikasikan. Bagi
ilmu sosial yang telah berkembang baik, maka kerangka analisa dapat
dijabarkan dalam bentuk-bentuk model matematika.
e. Menelusuri sumber-sumber kepustakaan yang ada hubungannya dengan
masalah yang ingin dipecahkan.
f. Merumuskan hipotesa-hipotesa yang ingin diuji, baik secara eksplisit
maupun secara implisit.
g. Melakukan kerja lapangan untuk mengumpulkan data, gunakan teknik
pengumpulan data yang cocok untuk penelitian.

12
h. Membuat tabulasi serta analisa statistik dilakukan terhadap data yang telah
dikumpulkan. Kurangi penggunaan statistik sampai kepada batas-batas
yang dapat dikerjakan dengan unit-unit pengukuran sepadan.
i. Memberikan interpretasi dari hasil dalam hubungannya dengan kondisi
sosial yang ingin diselidiki serta dari data yang diperoleh serta referensi
khas terhadap masalah yang ingin dipecahkan.
j. Mengadakan generalisasi serta deduksi dari penemuan serta hipotesa-
hipotesa yang ingin diuji. Berikan rekomendasi-rekomendasi untuk
kebijakan-kebijakan yang dapat ditarik dari penelitian/
k. Membuat laporan penelitian dengan cara ilmiah.
Adapun contoh metode penelitian ataupun penerapannya dalam skripsi
/ tesis dapat di lihat dari link berikut:
a. Beberapa produk IDTesis.
Pengertian Penelitian Deskriptif. Apa itu penelitian Deskriptif..?
penelitian ini tidak hanya teratas pada masalah pengumpulan atau
penyusunan data tetapi juga meliputi analisis dan interprestasi tentang arti
data tersebut. Oleh karena itu penelitian deskriptif mungkin saja mengambil
bentuk penelitian komparatif yaitu suatu penelitian yang membandingkan
suatu gejala dengan gejala lain. Berikut adalah penjelasan seputar
pengertian Deskriptif, tujuan pengertian Deskriptif serta Langkah Langkah
Penelitian deskriptif.
Definisi Penelitian Deskriptif Penelitian deskriptif adalah penelitian
yang berusaha mendeskripsikan suatu gejala, peristiwa, kejadian yang
terjadi saat sekarang. Penelitian deskriptif memusatkan perhatian kepada
masalah-masalah actual sebagaimana adanya pada saat penelitian
berlangsung. Dengan penelitian deskriptif, peneliti berusaha
mendeskripsikan peristiwa dan kejadian yang menjadi pusat perhatian tanpa
memberikan perlakukan khusus terhadap peristiwa tersebut. Variabel yang
diteliti bisa tunggal (satu variabel) bisa juga lebih dan satu variabel.
Seperti dikutip dari wikipedia Penelitian deskriptif adalah salah satu
jenis penelitian yang tujuannya untuk menyajikan gambaran lengkap
mengenai setting sosial atau dimaksudkan untuk eksplorasi dan klarifikasi

13
mengenai suatu fenomena atau kenyataan sosial dengan jalan
mendiskripsikan sejumlah variabel yang berkenaan dengan masalah dan
unit yang diteliti antara fenomena yang diuji.
Menurut Hidayat Syah Penelitian Deskriptif adalah metode
penelitian yang digunakan untuk menemukan pengetahuan yang seluas-
luasnya terhadap objek penelitian pada suatu masa tertentu.
Menurut sukmadinata penelitian Deskriptif adalah suatu bentuk penelitian
yang ditujukan untuk mendeskripsikan fenomena-fenomena yang ada baik
fenomena alamiah, ataupun fenomena buatan manusia fenomena itu dapat
berupa bentuk, aktivitas karakteristik, perubahan, hubungan, kesamaan, dan
perbedaan antara fenomena, yang satu dengan fenomena yang lain.

6. Tujuan Penelitian Deskriptif


Tujuan penelitian deskriptif yaitu:
a. Menghasilkan gambaran yang akurat tentang sebuah kelompok,
b. Menggambarkan mekanisme dalam sebuah proses atau hubungan,
c. Memberikan gambaran lengkap dalam bentuk verbal atau numerikal,
d. Menyajikan informasi dasar akan suatu hubungan,
e. Menciptakan seperangkat kategori dan mengklasifikasikan subjek
penelitian,
f. Menjelaskan seperangkat tahapan atau proses,
g. Menyimpan informasi bersifat kontradiktif mengenai subjek penelitian.

7. Langkah Langkah Penelitian Deskriptif


a. Perumusan masalah. Metode penelitian manapun harus diawali dengan
adanya masalah, yakni pengajuan pertanyaan-pertanyaan penelitian yang
jawabannya harus dicari menggunakan data dari lapangan. Pertanyaan
masalah mengandung variabel-variabel yang menjadi kajian dalam studi ini.
Dalam penelitian deskriptif peneliti dapat menentukan status variabel atau
mempelajari hubungan antara variabel.
b. Menentukan jenis informasi yang diperlukan. Dalam hal ini peneliti perlu
menetapkan informasi apa yang diperlukan untuk menjawab pertanyaan
atau masalah yang telah dirumuskan. Apakah informasi kuantitatif ataukah

14
kualitatif. Informasi kuantitatif berkenaan dengan data atau informasi dalam
bentuk bilangan/angka.
c. Menentukan prosedur pengumpulan data. Ada dua unsur penelitian yang
diperlukan, yakni instrumen atau alat pengumpul data dan sumber data atau
sampel yakni dari mana informasi itu sebaiknya diperoleh. Dalam penelitian
ada sejumlah alat pengumpul data antara lain tes, wawancara, observasi,
kuesioner, sosiometri. Alat-alat tersebut lazim digunakan dalam penelitian
deskriptif.
d. Menentukan prosedur pengolahan informasi atau data. Data dan informasi
yang telah diperoleh dengan instrumen yang dipilih dan sumber data atau
sampel tertentu masih merupakan informasi atau data kasar. Informasi dan
data tersebut perlu diolah agar dapat dijadikan bahan untuk menjawab
pertanyaan penelitian.
e. Menarik kesimpulan penelitian. Berdasarkan hasil pengolahan data di atas,
peneliti menyimpulkan hasil penelitian deskriptif dengan cara menjawab
pertanyaan-pertanyaan penelitian dan mensintesiskan semua jawaban
tersebut dalam satu kesimpulan yang merangkum permasalahan penelitian
secara keseluruhan.

B. Analisis Data Univariat

Penelitian analisis univariate adalah analisa yang dilakukan menganalisis


tiap variabel dari hasil penelitian (Notoadmodjo, 2005 : 188). Analisis ini dilakukan
terhadap sebuah variabel. Analisis univariat ini dilakukan untuk memperoleh
gambaran/deskripsi pada masing-masing variabel tidak terikat maupun varibel
terikat. Bentuknya berbagai macam, seperti distribusi frekuensi, tendensi sentral
seperti : rata-rata dan ukuran penyebaran dari variabel seperti standar deviasi
ataupun melihat gambaran histogram dari variabel tersebut. Dengan analisis
univariat kita dapat mengetahui : apakah konsep yang kita ukur berada dalam
kondisi yang siap untuk dianalisis lebih lanjut, bagaimana gambaran konsep itu
secara rinci, bagaimana sebaiknya menyiapkan ukuran dan bentuk konsep untuk
analisis berikutnya.
Analisa univariat berfungsi untuk meringkas kumpulan data hasil
pengukuran sedemikian rupa sehingga kumpulan data tersebut berubah menjadi
informasi yang berguna. peringkasan tersebut dapat berupa ukuran statistik, t

15
penelabel, grafik. Analisa univariat dilakukan masing–masing variabel yang
diteliti. Analisis univariat dilakukan untuk memperoleh gambaran setiap variabel,
distribusi frekuensi berbagai variabel yang diteliti baik variabel dependen maupun
variabel independen. Dengan melihat distribusi frekuensi dapat diketahui deskripsi
masing-masing variabel dalam penelitian .Adapun Manfaat dari analisa univariat
yaitu:
1. Untuk mengetahui apakah data yang akan digunakan untuk analisis sudah layak
atau belum.
2. Untuk mengetahui gambaran data yang dikumpulkan
3. Untuk mengetahui apakah data telah optimal jika akan dipakai untuk analisis
berikutnya.
Contoh univariat tingkat kepuasan masyarakat dalam menerima pelayanan
Puskesmas di Kabupaten Banyumas:
1. Rata-rata tingkat kepuasan tiap puskesmas
2. Puskesmas mana yang paling memuaskan masyarkat
3. Aspek-aspek apa saja yang paling memuaskan
4. Aspek-aspek apa saja yang paling mengecewakan
5. Aspek apa saja yang paling urgen untuk dibenahi
6. Pasien yang mempunyai karakteristik seperti apa yang paling puas
Contoh univariat penerimaan masyarkat terhadap program Kelauarga
Berencana:
1. Berapa persen pasangan usia subur di Kabupaten Banyumas yang menjadi
akseptor KB
2. Distribusi frekuensi akseptor KB menurut jenis kontrasepsi
3. Perbadingan antara target akseptor KB dengan jumlah akseptor KB

C. Analisis Data Bivariat


Analisis Bivariate adalah analisis secara simultan dari dua variabel. Hal ini
biasanya dilakukan untuk melihat apakah satu variabel, seperti jenis kelamin,
adalah terkait dengan variabel lain, mungkin sikap terhadap pria maupun wanita
kesetaraan. Analisis bivariate terdiri atas metode-metode statistik inferensial yang
digunakan untuk menganalisis data dua variabel penelitian. Penelitian terhadap dua
variabel biasanya mempunyai tujuan untuk mendiskripsikan distribusi data, meguji
perbedaan dan mengukur hubungan antara dua variabel yang diteliti.
Analisis Bivariate yaitu hipotesis yang diuji biasanya kelompok yang berbeda
dalam ciri khas tertentu dengan koefisien kontigensi yang diberi simbol C.Analisis
bivariat menggunakan tabel silang untuk menyoroti dan menganalisis perbedaan atau
hubungan antara dua variabel, contohnya menguji ada tidaknya perbedaan/hubungan

16
antara variabel kondisi pemukian, umur, agama, status migrasi, pendidikan,
penghasilan, umur pekkawinan pertama, status kerja dan kematian bayi/balita dengan
persepsi nilai anak digunakan analisis chi square, dengan tingkat kemaknaan a=0,05.
Hasil yang diperoleh pada analisis chi square, dengan menggunakan program SPSS
yaitu nilai p, kemudian dibandingkan dengan a=0,05. Apabila nilai p< dari a=0,05
maka ada hubungan atau perbedaan antara dua variabel tersebut. (Agung, 1993).
Untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara variabel independen
(katagorik) dengan variabel independen (katagorik) dapat digunakan Uji Kai
Kuadrat aatau Chi Square.
Untuk mengetahui ada tidaknya hubungan variabel independen (numerik)
dengan variabel dependen (katagorik) dapat digunakan uji T atau Uji Mann-
Whitney U. Untuk menentukan kemaknaan hasil perhitungan statistik digunakan
batas kemaknaan 0,05. Dengan demikian jika p value < 0,05 maka hasil perhitungan
secara statistik bermakna dan jika p ≥ 0,05 maka hasil perhitungan statistik tidak
bermakna. Untuk mengetahui besar/kekuatan hubungan antara variabel dependen
dengan variabel independen digunakan Prevalence Ratio (PR) atau OR (odd ratio)
dengan 95% CI (Confidence Interval).
Analisis bivariat bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara
variabel-variabel independen (X1-X3) dengan variabel dependen (Y1). Untuk
membuktikan adanya tidaknya hubungan tersebut, dilakukan tatistik uji Chi-Square
dengan derajat kepercayaan 95% (α = 0,05). Pada penelitian ini pengolahan data
menggunakan program software pengolahan data statistik, yang nantinya akan
diperoleh nilai p. Nilai p akan dibandingkan dengan nilai α. Dengan ketentuan
sebagai berikut:
a. Jika nilai p ≤ α (p ≤ 0,05), maka hipotesis (Ho) ditolak, berarti data sampel
mendukung adanya perbedaan yang signifikan.
b. Jika nilai p > α (p > 0,05), maka hipotesis (Ho) diterima, berarti sampel tidak
mendukung adanya perubahan yang bermakna.

17
BAB III

SIMPULAN DAN SARAN

A. Simpulan
Berdasarkan pembahasan pada bab sebelumnya, dapat disimpulkan
statistika merupakan disiplin ilmu yang mengkaji tentang metode atau teknik
mengumpulkan, mengolah, dan menganalisa serta menyajikan data secara ilmiah
sedangkan statistik adalah kumpulan data yang didapat dari pengumpulan data yang
sudah dikelola pada proses statistika.

B. Saran
Diharapkan para pembaca khususnya seorang guru ataupun seorang calon
guru dapat menggunakannya dalam kegiatan penelitian ilmiah.

18
DAFTAR PUSTAKA

Dewi Liza., 2016, Pengertian analisis Univariate, Bivariate dan Multivariate,


Mata Kuliah Biostatistik (https://lizafisioterapi.blogspot.com/2016/05/
pengertian -analisis-univariate.html, di akses tanggal 31 Mei 2016).
Prasko, S.Si.T, M.H., 2017, Analisis Data Deskriptif, (http://prasko17.
blogspot.com/2017/06/analisis-data-deskriptif.html, diakses pada Juni
2017).
Idtesis.com, 2012, Pengertian dan Jenis Metode Deskriptif,
(https://idtesis.com/metode-deskriptif/, di askes pada tanggal 4 Januari
2012).
Ipah ipeh, 2011., Analisis Bivariat (http://ipahipeh.blog.fisip.uns.ac.id/2011/12/15/
analisis-bivariat/, di askes pada tanggal 15 Desember 2011).

19