Anda di halaman 1dari 47

Lecture Note

TEKNOLOGI MEMBRAN DALAM


PENGOLAHAN LIMBAH

I G. Wenten, P.T.P. Aryanti, Khoiruddin

Diktat TEKNIK KIMIA INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG 2014


Daftar Isi

Pendahuluan

Proses-proses berbasis membran

Aplikasi

Wenten dkk., Institut Teknologi Bandung, 2014


2
Pendahuluan

Krisis Air

Kecenderungan yang terlihat saat ini menunjukkan bahwa kebutuhan air baik untuk
kebutuhan domestik ataupun untuk industri terus meningkat dari tahun ke tahun. Peningkatan
ini antara lain disebabkan oleh pertambahan populasi penduduk dan juga laju pertumbuhan
industri. Di lain sisi, ketersediaan sumber-sumber air khususnya air tawar semakin menipis.
Hal ini sebagian besar disebabkan oleh pencemaran serta kerusakan lingkungan yang
semakin parah. Air laut yang di lain pihak berada dalam jumlah berlimpah, tidak dapat
langsung digunakan tanpa terlebih dahulu diolah secara khusus.

Masalah Pengolahan Limbah

Krisis air yang dihadapi juga tidak terlepas dari


permasalahan penanganan limbah. Tidak
sedikit pencemaran lingkungan yang terjadi
disebabkan oleh pembuangan limbah industri
yang tidak melewati proses pengolahan
terlebih dahulu. Industri sendiri dalam
menjalankan aktivitasnya menggunakan air
dalam jumlah yang signifikan, air bahkan
menjadi komponen utama dan penentu
kualitas produk.

[water-technology.net]

Pada situasi seperti ini, reklamasi


merupakan cara untuk mengatasi
permasalahan pemenuhan kebutuhan akan
air. Sistem pengolahan limbah dengan
konsep “re-use” (guna-ulang) merupakan
salah satu cara untuk mengatasi
ketersediaan air. Teknologi membran
merupakan pilihan yang tepat dengan
kemampuannya sebagai proses pemisahan
yang sangat selektif untuk menghasilkan
produk berkualitas tinggi. Penggunaan
teknologi membran bahkan dalam beberapa
pengolahan limbah menggeser anggapan
“limbah sebagai cost” menjadi “limbah
sebagai profit” (Wenten, 2005).

Wenten dkk., Institut Teknologi Bandung, 2014


3
Pendahuluan

Reklamasi air
Semakin berkurangnya persediaan air tawar yang disertai dengan penurunan kualitas air
permukaan yang salah satunya diakibatkan oleh pencemaran limbah merupakan alasan utama
yang mendorong untuk dilakukannya reklamasi. Reklamasi dapat diartikan sebagai perlakuan
atau pemrosesan yang dilakukan terhadap air limbah untuk membuatnya dapat digunakan
kembali. Air limbah merupakan sumber air yang tidak terbatas dan hendaknya dijadikan sebagai
alternatif sumber air yang baru selain air permukaan. Kemampuan untuk memanfaatkan air
limbah ini akan sangat membantu terhadap kelestarian lingkungan dan sustainable development.

Aplikasi membran dalam minimasi dan pemanfaatan kembali limbah industry (Wenten, 2005)

Salah satu contoh pemanfaatan air limbah adalah dengan mengambil (recovery) air yang terdapat
di dalam air limbah untuk digunakan kembali sekaligus dengan cara ini meminimumkan volume
limbah yang dihasilkan. Hal ini dapat dilakukan dengan menerapkan proses pemisahan berbasis
membran. Air limbah dilewatkan pada membran, kontaminan akan terejeksi menjadi konsentrat
sementara air yang telah terpisah dari kontaminan limbah akan lolos melewati membran dan keluar
dalam bentuk permeat. Permeat yang berasal dari limbah ini dapat digunakan kembali sebagai air
proses sehingga mengurangi kebutuhan pemakaian air baku. Hal ini dimungkinkan karena proses
membran yang digunakan mampu merejeksi kontaminan-kontaminan berukuran mikron hingga
ionik dari air sehingga menghasilkan air berkualitas yang tidak saja memenuhi standar baku mutu
tapi juga dapat dipergunakan kembali.

Wenten dkk., Institut Teknologi Bandung, 2014


4
Teknologi Membran untuk Pengolahan Air Limbah

Pasar Filtrasi Membran untuk Pengolahan Air Limbah

Meningkatnya regulasi tentang penyediaan pengolahan air limbah yang lebih baik,
meningkatnya kebutuhan air, desakan pasar untuk pengembangan dan komersialisasi teknologi
membran juga industri air itu sendiri, serta biaya teknologi membran yang terus menurun akibat
pengembangan intensif teknologi membran, menjadi faktor-faktor pendorong penggunaan
membran untuk pengolahan air limbah.

Saat ini metode yang paling


umum digunakan untuk
pengolahan air limbah oleh kota
dan industri di China adalah
klarifikasi, filtrasi, desinfeksi, dan
metode filtrasi membran, dan tren
metode filtrasi membran condong
ke arah tersier (Sunitha Mysore
Gopal, 2004)

Pasar Teknologi Pengolahan Air Limbah (China) 2003


Sumber: Sunitha Mysore Gopal, 2004,
https://www.frost.com/sublib/display-market insight.do?id=23554784

Total Membrane Technologies Market Revenue Forecast by End-User Vertical (Southeast Asia), 2009-2007
Sumber: Frost & Sullivan dalam , http://www.frost.com/prod/servlet/market-insight-print.pag?docid=265741364

Wenten dkk., Institut Teknologi Bandung, 2014


5
Proses Membran Bergaya Dorong Tekanan

Pendahuluan

Klasifikasi
Membran dengan gaya dorong tekanan (pressure
driven) terdiri dari: NF RO
• Mikrofiltrasi (MF)
• Ultrafiltrasi (UF) Pressure
• Nanofiltrasi (NF) Driven
• Reverse Osmosis (RO)
UF
MF

Pada proses membran berbasis gaya


dorong tekanan, masing-masing
proses dapat dikelompokkan
berdasarkan ukuran pori, dimana
ukuran pori masing-masing mengikuti
urutan berikut:
MF > UF > NF > RO

Perbandingan proses membran berbasis gaya dorong tekanan (Mulder, 1996)


Parameter RO NF UF MF
Membran Asimetris Asimetris Asimetris Simetris
Asimetris
Ketebalan 150 µm 150 µm 10-150 µm 150 µm
Thin Film 1 µm 1 µm 1 µm
Ukuran pori < 0.002 µm < 0.002 µm 0.2-0.02 µm 4-0.02 µm
Merejeksi HMWC, LMWC HMWC Makro molekul, Partikel,
NaCl, Glukosa, Mono-, di dan Protein, Lempung,
Asam amino oligosaccharides , Polisakarida, Bakteri
Ion negatif Polivalen Vira
Material CA Keramik Keramik
membran Poliamida lapis Poliamida PSO, PVDF,CA PP, PSO, PVDF
tipis Thin film
Modul Tubular, spiral Tubular, spiral Tubular, Hollow fiber, Tubular,
membran wound, plate and wound, Spiral wound, Hollow fiber
frame plate and frame Plate and frame
Tekanan 15-150 bar 5-35 bar 1-10 bar <2 bar
operasi

Wenten dkk., Institut Teknologi Bandung, 2014


6
Proses Membran Bergaya Dorong Tekanan

Mikrofiltrasi

Mikrofiltrasi (MF) mengacu pada proses


filtrasi yang menggunakan membran Membran Simetrik berpori

berpori untuk memisahkan partikel Ketebalan ≈ 10 – 150 μm


tersuspensi dengan diameter antara
0,1 dan 10 μm. (Mulder, 1996) Ukuran Pori ≈ 0.05 – 10 μm

Driving force Tekanan (< 2 bar)


Membran MF terletak diantara
membran ultrafiltrasi dan filter Prinsip Pemisahan Mekanisme Sieving
konvensional Material Membran Polimer, keramik

Produksi cartridge sekali pakai berbiaya rendah,


untuk proses obat-obatan dan elektronik kini
merupakan bagian terbesar dalam industri
mikrofiltrasi. Pada kebanyakan aplikasi di industri
ini, sejumlah kecil partikel dihilangkan dari larutan
yang telah cukup bersih. Waktu operasi membran
mikrofiltrasi biasanya diukur dalam satuan jam.
[Baker, 2005]
Pengolahan
limbah kota
pertama
dipasang
Filtrasi Cross-
Flow
dijelaskan Aplikasi skala besar membran
Kontaktor mikrofiltrasi adalah untuk
Membran untuk mengolah mikroorganisme di
pengolahan gas air minum; hal ini masih
asam
diaplikasikan. Tes ini
dikembangkan di Jerman
selama Perang Dunia II,
Tes Membran untuk sebagai metode cepat untuk
menyaring air untuk mengamati suplai air dari
pengembangan kontaminasi kontaminasi.
bakteri di Jerman
Paten Membran CalTech memproduksi
Collodion membran mikrofiltrasi
Zsigmondy and sellulosa asetat-sellulosa
Bachmann nitrat

Wenten dkk., Institut Teknologi Bandung, 2014


7
Proses Membran Bergaya Dorong Tekanan

Mikrofiltrasi

• Pori kecil di permukaan atas • Pori besar di permukaan


• Partikel besar tertahan di permukaan • Partikel tertangkap pada
• Cepat tersumbat konstriksi yang teradsorb pada
• Disukai untuk mikrofiltrasi cross-flow dinding pori
(Mulder, 1996) • Disukai untuk filtrasi in-line

 Biaya modal rendah  Biaya modal tinggi

 Biaya operasi tinggi – membran harus  Biaya operasi tidak terlalu tinggi –
diganti setelah digunakan dan membran memiliki umur yang
pembuangannya dapat menjadi panjang jika sering dibersihkan
masalah
 Operasi kompleks – filter
 Operasi sederhana – tidak ada membutuhkan pembersihan berkala
komponen bergerak
 Cocok digunakan untuk larutan
 Cocok digunakan untuk dengan kandungan padatan tinggi
mengencerkan larutan dan ongkos dan biaya operasi relatif tidak
penggantian membran meningkat berpengaruh terhadap konsentrasi
dengan konsentrasi partikel di larutan partikel di larutan umpan
umpan
 Aplikasi: daur ulang kultur/sel
 Aplikasi: filtrasi steril/sterilisasi bir dan kontinu, filtrasi produced water di
wine ladang minyak
(Mulder, 1996)
Wenten dkk., Institut Teknologi Bandung, 2014
8
Proses Membran Bergaya Dorong Tekanan

Ultrafiltrasi

Ultrafiltrasi (UF) adalah varian dari


Membrane Asimetris berpori
filtrasi membran dimana tekanan
hidrostatik memaksa cairan menembus Ketebalan ≈ 150 μm (atau monolitik
membran semipermeabel. Padatan untuk beberapa keramik)
tersuspensi dan pelarut dengan berat
molekul tinggi tertahan, sedangkan air Ukuran Pori ≈ 1 – 100 nm
dan pelarut dengan berat molekul Driving force Tekanan (1 - 10 bar)
rendah melewati membran (Mulder,
1996) Prinsip Pemisahan Mekanisme Sieving

Material Membran Polimer (contoh polisulfon


Proses pemisahan ini digunakan dalam
[PS] , polyacrylonitrile [PAN])
skala industri dan laboratorium untuk
purifikasi dan pemekatan larutan Keramik (contoh zirconium
makromolekul (103-106 Da), terutama oksida, aluminium oksida)
larutan protein.

Amicon membuat hollow fiber UF


pertama

Abcor memasang pabrik


KINI
tubular UF komersial
1990an Pengembangan
1960an membran
Abcor ultrafiltrasi
mengkomersialisas untuk ginjal
1920an i modul UF spiral buatan yang
wound dapat dipakai
Komersialisasi
Membran UF
1907
Bechhold menggunakan
istilah “ultra filter” dan
mengukur titik gelembung

Kini, sejumlah penelitian yang telah dilaksanakan memperlihatkan hasil yang menarik dan
menjanjikan akan aplikasi sistem ultrafiltrasi wearable (WUF) dan ginjal buatan wearable (WAK).
(Ronco, dkk, 2008)

Wenten dkk., Institut Teknologi Bandung, 2014


9
Proses Membran Bergaya Dorong Tekanan

Ultrafiltrasi

Pengolahan Air

Klarifikasi
Wine

Whey Keju
Kaldu
Fermentasi
Cat
Elektroforesis

Aplikasi dari Proses Ultrafiltrasi (Ho dan Sirkar, 1992)

Proses Pemisahan

Pemekatan sebelum sludge dewatering. Menahan silika koloidal dan bakteri


Pengolahan air
di pre treatment RO

Klarifikasi Wine Penghilangan komponen kabut dari red dan white wine

Whey keju Pemekatan / fraksionasi protein dari laktosa dan komponen anorganik

Memisahkan zat organik dan agen terapeutik berberat molekul rendah dari
Kaldu Fermentasi
sel atau sisa sel

Memproses air bilasan, daur ulang cat ke tangki dip, memungkinkan


Cat Elektroforesis
penggunaan kembali air bilasan

Pada 1960an dan awal 1970an, ultrafiltrasi diproyeksikan untuk mengolah air limbah industrial.
Aplikasi ini tidak terwujud. Ultrafiltrasi sangat mahal untuk digunakan bagi aplikasi ini, namun, ia
digunakan untuk mengolah aliran limbah terkonsentrasi yang kecil dari sumber titik tertentu sebeum
dicampurkan dengan aliran selokan. Ultrafiltrasi juga digunakan jika nilai komponen yang
dipisahkan cukup tinggi untuk membayar biaya proses ini. Contoh dari aplikasi di atas adalah
pemrosesan makanan, dimana konsentrat digunakan untuk produksi produk bernilai tinggi, atau
produksi air ultra murni dalam industri elektronik. [Baker, 2005]

Wenten dkk., Institut Teknologi Bandung, 2014


10
Proses Membran Bergaya Dorong Tekanan

Nanofiltrasi

Nanofiltrasi adalah proses filtrasi


Membrane Komposit
membran yang relatif baru yang
seringkali digunakan dengan air Ketebalan Sublayer ≈ 150 μm; toplayer
dengan jumlah total padatan terlarut
yang sedikit seperti air permukaan dan ≈ 1 μm
air tanah, dengan tujuan untuk
Ukuran pori <2 nm
softening (penghilangan kation
polivalen) dan penghilangan produk Driving force Tekanan (10 – 25 bar)
samping desinfektan seperti zat
organik alam dan sintetik (Mulder, Prinsip pemisahan Solution diffusion
1996)
Material membran Poliamida (polimerisasi
interfasa)
Nanofiltrasi juga banyak digunakan
pada aplikasi pengolahan makanan
seperti produk susu, untuk pemekatan
dan demineralisasi parsial secara
bersamaan

http://www.kochmembrane.com/Landing/SR3D-Nanofiltration.aspx

Aplikasi Permeat Konsentrat (retentat) Manfaat NF


Whey / Memungkinkan recovery laktosa dan
Air limbah Konsentrat whey bebas
Permeat konsentrat whey protein dengan kadar
asin garam
Whey garam yang lebih rendah
NF digunakan untuk penghilangan garam
Air, garam, BOD, COD
Tekstil Pewarna untuk mendapat produk yang bernilai lebih
dan warna
tinggi
Larutan Larutan BOD, COD, padatan
Memungkinkan daur ulang larutan kaustik
pembersih pembersih tersuspensi, pembersih
sehingga mengurangi biaya bahan kimia
kaustik kaustik kaustik
BOD, COD, Kalsium,
Daur ulang Memungkinkan daur ulang larutan asam
Larutan asam padatan tersuspensi,
larutan asam sehingga mengurangi biaya bahan kimia
air asam
Produksi air minum. Softened water
Softened
Air Air sadah mengurangi scaling pada peralatan dan
water
permukaan penukar panas
Konsentrat antibiotik NF memproduksi produk farmasi bernilai
Antibiotik Limbah asin
bebas garam tinggi

Wenten dkk., Institut Teknologi Bandung, 2014


11
Proses Membran Bergaya Dorong Tekanan

Reverse Osmosis

Reverse osmosis (RO) adalah Membran Asimetris atau komposit


sebuah metode filtrasi yang
Ketebalan Sublayer ≈ 150 μm; toplayer ≈ 1
mampu menyisihkan banyak jenis
molekul dan ion besar dari μm
larutan dengan memberikan
Ukuran pori <2 nm
tekanan pada larutan yang berada
pada salah satu sisi membran Driving force Tekanan: air payau (15 – 25 bar)
selektif (Mulder, 1996).
air laut (40 – 80 bar)

Tekanan eksternal diaplikasikan Prinsip pemisahan Solution diffusion


pada larutan untuk melawan
tekanan osmotiknya. Sehingga Material membran Selulos triasetat, poliamida
hasilnya adalah perpindahan air
aromatik, Poliamida & polieterurea
dari larutan hipertonik ke larutan
hipotonik. (polimerisasi interfasa)

Tipe Pemisahan Contoh

Pengolahan air Desalinasi air laut


Pre – treatment dari boiler
water, Water softening dan
daur ulang air proses Pengolahan air
Pemekatan
limbah

Pemekatan Pemekatan jus buah, air


dari pemrosesan ikan,
Recovery susu dan
pemekatan sirup Maple Persiapan
boiler feed Fraksionasi
water
Fraksionasi Klarifikasi jus buah,
recovery rasa, bau, dsb.
Penghilangan alkohol dari
wine Recovery
produk dan
Recovery Recovery gula dan asam bahan kimia
produk dan dari air bilasan dari fruit
bahan kimia cocktail dicer. Regenerasi
dari larutan pembersih dan
sanitizer

Mulder, 1996
Wenten dkk., Institut Teknologi Bandung, 2014
12
Proses Membran Bergaya Dorong Elektrik

Pendahuluan

Proses membran dimana perbedaan potensi listrik berperan sebagai gaya dorong dan
membran bermuatan mengatur perpindahan ion.

Membran bermuatan:
1. Membran penukar kation, memungkinkan perpindahan kation bermuatan positif
2. Membran penukar anion, memungkinkan perpindahan anion bermuatan negatif

• Gaya dorong yang sangat kuat dibandingkan tekanan


Perbedaan (sangat lemah)
potensial elektrik • Perbedaan potensial elektrik ¼ V = kebutuhan tekanan
1200 bar untuk gaya dorong yang sama

[Mulder, 1996]

Diagram berikut mengilustrasikan sejarah proses membran bergaya dorong elektrik.

Antara 1880 dan1900 –


Ostwald menemukan bahwa Akhir 1950an –
membran tidak dapat ditembus skala industri
elektrolit Pada 1940 – Meyer pertama
dan Strauga, proses Awal 1960an –
elektrodialisis multi untuk desalinasi
sel air payau

In1903 – Morse dan


Pierce, elektrolit Around about 1940 –
dapat dihilangkan more effective
lebih cepat dari synthetic ion-
larutan umpan exchange
dengan bantuan membranes
potensi elektrik
[Strathmann, 2004]

Wenten dkk., Institut Teknologi Bandung, 2014


Proses Membran Bergaya Dorong Elektrik

Elektrodialisis

Elektrodialisis Membran penukar kation dan penukar


Membrane
anion
Sebuah proses dimana
ion dipindahkan melalui Ketebalan ≈ beberapa ratus µm (100 – 500 µm)
membran karena Ukuran pori Tak berpori
perbedaan potensi elektrik
yang diberikan dan Driving
Perbedaan potensial elektrik
sebagai konsekuensi dari force
aliran arus listrik Prinsip
Mekanisme eksklusi Donnan
(Mulder, 1996) Pemisahan
Material Kopolimer Crosslinked berbasis
Membran divinylbenzene (DVB) dengan kopolimer
polystyrene atau polyvinylpyridine PTFE dan
poly (sulfonyl fluoride-vinyl ether),
(Strathmann, 2004)

Untuk membuat membran selektif untuk ion, membran penukar ion yang dapat
melewatkan anion atau kation digunakan (Mulder, 1996)

Aplikasi industrial dari


1. Aplikasi industrial pertama dari membran penukar ion,
membran penukar ion
Click to add Title pengembangan teori fundamental,
2. Menyebabkan berawal pada
elektrodialisis (ED)
3. Menyebabkan
Click to add Title pengembangan teknologi lanjutan, dan menyebabkan
perkembangan teori
Electrodialysis Reversal (EDR) fundamental.

Bipolar membrane electrodiaysis (BP) Pengembangan teori


fundamental
Electrodeionization (EDI) menyebabkan
pengembangan
Electrolysis (EL)
lanjutan dari teknologi
Fuel cell (FC), ED.
[Tanaka, 2007]

Wenten dkk., Institut Teknologi Bandung, 2014


14
Proses Membran Bergaya Dorong Elektrik

Elektrodialisis

Prinsip operasi elektrodialisis diilustrasikan sebagai berikut:

Concentrat
Diluat Membran
penukar
anion
+ +
- + +
-
+ - +
-
Katoda
- - + - + Anoda
- - + - - +
+
- + - - +
- + + + - +
-
-
+
-
- +

Membran
- +
- + +

penukar Larutan
kation Umpan

Prinsip elektrodialisis (Mulder, 1996)


Pasangan sel
Unit yang terdiri dari membran penukar kation, kompartemen diluat, membran penukar
anion, dan kompartemen konsentrat
Stack
Pasangan sel disusun antara dua elektroda, biasanya hingga 200 pasangan sel dalam
satu tumpukan. (Strathmann, 2004)

Konstruksi dari tumpukan lembaran elektrodialisis (Strathmann,2004) Stack elektrodialisis Industrial. Ref:
www.ameridia.com/html/elea.html

Wenten dkk., Institut Teknologi Bandung, 2014


15
Proses Membran Bergaya Dorong Elektrik

Elektrodeionisasi
Elektrodeionisasi
Kombinasi dari elektrodialisis dan proses penukar ion konvensional.
Proses campuran yang tidak memerlukan regenerasi kimia. (Li, dkk, 2008)

1955 - Walters dkk


menerapkannya pada limbah
konsentrat radioaktif
1957 – Kollsman melakukan 1987
eksperimen untuk deionisasi air Komersialisasi pertama
1959 – Glueckauf, perlakukan (Thin cell) oleh
terhadap limbah radioaktif encer Millipore

1971 – Matejka
melaporkan
perkembangan akan 1990s
teori perpindahan ion Banyak tulisan teknis
dipublikasikan

(ref: www.ameridia.com/html/elea.html; Gifford dan Atnoor, 2000; Smith, dkk, 2000; Bouhidel
dan Lakehal, 2006; Wood, dkk, 2010)

Keuntungan, (Strathmann, 2004)


Dibandingkan resin penukar ion:
 Proses kontinu
 Tanpa regenerasi, yang sangat butuh pekerja dan mahal
Dibandingkan elektrodialisis konvensional:
 Konduktivitas dari sel yang diisi diluat meningkat lebih dari dua kali lipat

Kerugian (Strathmann, 2004)


 Penggunaan arus yang relatif buruk

Wenten dkk., Institut Teknologi Bandung, 2014


16
Proses Membran Bergaya Dorong Elektrik

Elektrodeionisasi

Prinsip elektrodeionisasi diilustrasikan sebagai berikut

Potensial listrik:
• Menciptakan gaya dorong untuk
perpindahan ion
• Memecah molekul air menjadi ion
hidrogen dan hidroksil. (Li, dkk, 2008)

Membran penukar ion:


• Berguna sebagai pembatas antara aliran
curah air
• Menetapkan wilayah kompartemen.
(Tanaka, 2007)

Resin penukar ion:


• Meningkatkan konduktivitas dari
kompartemen dilut
• Menambah laju perpindahan ion Prinsip perpindahan ion dalam sel diluat yang dipenuhi
(Tanaka, 2007) resin penukar ion dari EDI (Strathmann, 2004)

Moda operasi EDI


(Ganzi, 1988)

Moda Elektrodeionisasi Moda Elektroregenerasi


Ketika salinitas umpan Ketika salinitas air umpan
tinggi, (Ganzi dan Parise, sangat rendah karena
1990) lewatnya spesi bermuatan
kuat ke kamar konsentrat

Wenten dkk., Institut Teknologi Bandung, 2014


17
Bioreaktor Membran

Teknologi membran sebagai sebuah proses pemisahan dapat menjadi alternatif untuk
meningkatkan kinerja pengolahan air limbah konvensional. Penggunaan membran untuk
mengganti klarifier sekunder pada activated sludge konvensional, yang dikenal sebagai
bioreaktor membran, memiliki luas area pengolahan yang kecil dengan kualitas keluaran
yang sangat baik. Akan tetapi, fouling masih menjadi kekurangan utama. Untuk
meminimalkan fouling membran, beberapa konfigurasi bioreaktor membran
dikembangkan.

Penggantian klarifier sekunder pada pabrik pengolahan air limbah konvensional dengan unit membran

Wenten (2009) telah mengembangkan


sebuah konfigurasi baru bioreaktor
membran terendam untuk pengolahan air
limbah industrial aerobik. Untuk konfigurasi
baru ini, membran ultrafiltrasi ends-free
terendam ditutupi dengan suatu unggun
partikel berpori. Analisis fouling
menunjukkan bahwa konfigurasi baru ini
memiliki tahanan irreversibel lebih rendah
daripada konfigurasi terendam lainnya.
Selain itu, uji kinerja sistem skala pilot
menunjukkan bahwa fluks yang dihasilkan
sekitar 8 l/m2.jam dan efisiensi penyisihan
COD lebih dari 99%. Skema sistem submerged ends-free MBR

Wenten dkk., Institut Teknologi Bandung, 2014


18
Bioreaktor Membran

Pengembangan Konfigurasi Bioreaktor Membran

Proses:
 Aplikasi tunggal
 Apliasi terkombinasi (physic
conv.-, membrane-,
biological-process )
Tipe air limbah: domestik,
perkotaan, industrial

Membrane

(MBR)

Primary Secondary Tertiary


Treatment Treatment Treatment

Membran Sebagai Pengolahan Tersier Membran Bioreaktor Eksternal

Feed
Concentrate

Clari  Kualitas Efluen


Biore
fier  Konsentrasi Tinggi
Aerati Permeate actor Biomassa
on
Tanpa Produksi
Tank
Lumpur
Membrane
Return Membran
Sludge

Wenten dkk., Institut Teknologi Bandung, 2014


19
Bioreaktor Membran

Membran Reaktor Enzimatik Membran Bioreaktor Sel Utuh


Membran reaktor enzimatik memiliki Membran bioreaktor untuk sel utuh diam
beberapa keuntungan (mode kontiynu, memiliki keuntungan dapat meningkatkan
retensi dan reuse dari katalis, densitas sel. Sel melalui membran dengan
pengurangan inhibisi substrat/produk, aliran tunak kontinyu dari medium yang
produk bebas enzim, proses mengandung oksigen dan nutrien lain
terintegrasi, dsb.) (Drioli, 2008). (Drioli, 2008)

MBR dengan adsorpsi


Enzim

Skema dari konversi olive oil enzimatik pada bioreaktor hollow-fiber


(Marcano, 2002)

MBR dengan Enzim diam MBR dengan daur ulang enzim


• Membran dapat memisahkan enzim
dan substrat dari produk reaksi untuk
didaur ulang.
• Dengan sistem ini, enzim dapat didaur
ulang dan digunakan lebih dari sekali.
• Aplikasi:
o Hidrolisis enzimatik dari polisakarida
(Selulosa, pati) atau oligosakarida
(maltosa, sukrosa, laktosa).
o Klarifikasi jus buah dengan ektinase
dan selulase.
Marcano (2002)
Efek loading papain pada membran polisulfon
termodifikasi pada aktivitas.
D : aktifitas terkoreksi oleh adsorpsi produk
reaksi, /»-nitroaniline.
O : Aktivitas
(Marcano, 2002)
Wenten dkk., Institut Teknologi Bandung, 2014
20
Bioreaktor Membran

Konfigurasi Bioreaktor Membran

Ion-Exchange MBR (Mc Adam dan Judd, 2006)

Konfigurasi ini identik dengan proses ekstraktif namun teknologi membran mikropori
digantikan dengan teknologi membran penukar ion padat. Keuntungannya adalah membran
tak berpori memfasilitasi lebih spesifik ekstraksi nitrat dari air mentah dan secara prinsip
menghindari perpindahan polutan organik dan anorganik yang terdapat pada biomedium.
Proses ini bergantung pada konsentrasi dan gradien muatan dari spesi ion yang hadir sebagai
gaya dorong.

Biofilm electrode reactor (Mc Adam dan Judd, 2006)

Dibandingkan menggunakan membran gas permeabel untuk mengatasi kekurangan dari


pelarutan standar gas hidrogen, gas hidrogen dapat diproduksi secara in situ untuk memasok
pertumbuhan biofilm di katoda, prosesnya disebut reaktor elektroda biofilm (biofilm electrode
reactor, BER). Untuk meningkatkan luas permukaan untuk pertumbuhan biofilm, granular
activated carbon (GAC) dijejalkan secara tumpat pada permukaan katoda dan teknologi
membran terendam digunakan pada ruang terpisah

[McAdam dan Judd, 2006]


Wenten dkk., Institut Teknologi Bandung, 2014
21
Bioreaktor Membran

Konfigurasi Bioreaktor Membran

MBR memiliki konfigurasi proses berbeda,


termasuk sistem ekstraktif dan difusif. Pada sistem
ekstraktif, membran digunakan untuk mengekstrak
komponen spesifik di sepanjang membran baik
untuk biotreatment diskrit atau untuk pengolahan
biologis dari efluen yang tersisa.

Ekstraksi Nitrat (eMBR)

Pada MBR difusif, membran digunakan untuk


melewatkan gas ke dalam bioreaktor dalam
bentuk molekular. Hal ini berarti gas
dimasukkan langsung ke biofilm, terbentuk
secara langsung pada permukaan membran,
tanpa melalui pelarutan. Oleh karena itu
hampir 100% gas termanfaatkan, dibandingkan
sparging udara konvensional (30%). Meskipun
memiliki performa yang sangat baik, Difusi Hidrogen (dMBR)
perkembangan sistem difusif dan ekstraktif
belum dikomersialisasikan.

Konfigurasi konvensional MBR


rejeksi (rMBR) mengkombinasikan
biotreatment dengan pemisahan
membran dengan mikrofiltrasi (MF)
atau ultrafiltrasi (UF), dengan
membran yang ditempatkan di luar
atau dalam bioreaktor. Membran
yang digunakan biasanya flat sheet
(FS) atau hollow fibre (HF) jika
ditempatkan dalam bioreaktor atau
multi0tube (MT) jika ditempatkan di
luar.

[Judd, 2008]

Rejeksi Biomassa (rMBR)


Wenten dkk., Institut Teknologi Bandung, 2014
22
Bioreaktor Membran

Bioreaktor Membran Forward Osmosis


Membran Bioreaktor (MBR) mengkombinasikan proses membran seperti mikrofiltrasi atau ultrafiltrasi dan
bioreaktor suspended growth.

en.wikipedia.org
• Pengolahan air limbah
• Penggunaan kembali air minum
– FO sebagai pretreatment

Keuntungan MBR Forward Osmosis


Rejeksi tinggi pada tekanan hidraulik lebih
rendah

Degradasi biologis yang ditingkatkan dari


senyawa organik

Mengurangi kadar senyawa organik


terlarut  mengurangi fouling sistem RO

Fouling lebih rendah  pemadatan foulant


Skema dari peralatan MBR skala laboratorium yang lebih rendah
(kontinyu)

Achilli, dkk, 2009


Wenten dkk., Institut Teknologi Bandung, 2014
23
Bioreaktor Membran

Bioreaktor Membran Forward Osmosis


Perbandingan kualitas permeat MBR dan OMBR.

Parameter Unit Parameter MBR Permeat OMBR

Ammonium mg/l as N 0.09-0.6 <0.01-0.1


Boron mg/l 0.06-0.11 0.03-0.07
Kalsium mg/l 26.5-28.5 0.3-0.9
Fluorida mg/l 0.3-0.47 0.01-0.1
Besi mg/l 0.005-0.017 <0.003
N-Nitrat mg/l 11.2-14.3 3.36-6.8
pH - 6.1-6.9 5.7-6.7
PO4 mg/l 14-21 0.08-0.14
Silika mg/l as SiO2 9.6-10.4 1.7-1.9
Strontium mg/l 0.066-1.35 0.007-0.06
TKN mg/l 0.9-5.0 0.2-0.7
TOC mg/l 5.65-7.13 <0.5-1.6

Fluks FO lebih rendah 18%


dari fluks air murni.
Sementara itu, fluks MBR
konvensional lebih rendah
75%. (Achili, 2008).

Siklus Filtrasi-
Ukuran Fluks, pencucian Fluks neto,
Membran Material Siklus/hari
pori, μm L(m2.h) Filtrasi Backwash L/(m2.h)
(min) (min)
Hollow fiber Polyethylene- 0.1 20 5-45 0.25-15 24-274 15-18
polysulfone
Tubular Polypropylene 0.2 8-22 30 0.25 48 -

Flat sheet C-PVC-stainless 0.2-0.4 17-22 3-8 1-4 120 8.7-11


steel
OsMBR CTA _ 9.0 10,200 60 0.14 8.9

[Achili, 2008]
Wenten dkk., Institut Teknologi Bandung, 2014
24
Bioreaktor Membran

Bioreaktor Distilasi Membran

Bioreaktor membran konvensional Pengolahan air limbah

Proses MBR dapat memproduksi efluen berkualitas cukup tinggi untuk dibuang ke air pesisir,
permukaan, payau, atau dimanfaatkan kembali untuk irigasi. Manfaat lain MBR dibandingkan
prose konvensional termasuk luas area yang sedikit, kemudahan retrofit dan upgrade dari pabrik
pengolahan air limbah tua.
Namun, MBR dan pengolahan limbah menggunakan MBR konvensional memiliki beberapa
kerugian. Sebagai contoh, ketika membran MF dan UF dapat menghilangkan flok bakterial dari
permeat, membran ini hanya memberikan retensi terbatas untuk senyawa organik residual
termasuk senyawa organik umpan yang belum terdegradasi dan produk samping metabolit,
karena senyawa organik residual terlarut dalam air dan dapat melewati membran.

MDBR adalah teknologi baru yang menggabungkan


bioreaktor untuk pengolahan air limbah dengan
Bioreaktor membran distilasi (MD).
membran
Kebaruan membran distillation bioreactor (MDBR)
didasarkan pada proses MD yang digerakkan oleh
termal yang menggunakan membran hidrofobik
Bioreaktor distilasi mikropori seperti polypropylene (PP), polyvinylidene
membran fluoride (PVDF) atau polytetrafluoroethylene
(PTFE).
MDBR terutama cocok untuk skenario dimana
Distilasi produk air kualitas tinggi dibutuhkan dan/atau pada
membran situasi dimana waktu tinggal yang tinggi dibutuhkan
untuk penghilangan efektif senyawa organik
refraktori.

Air-gap MD

Sweep-gas
Vacuum MD
MD

Direct
MDBR Osmotic MD
Contact MD

Teknik MD ini dapat langsung diimplementasikan oleh salah satu Phattaranawik, dkk, 2008
keterampilan dalam MDBR.
Wenten dkk., Institut Teknologi Bandung, 2014
25
Bioreaktor Membran

Bioreaktor Distilasi Membran

Membrane distillation bioreactor– Membrane Distillation Bioreactor Skala Kecil


Susunan konseptuan.

Perbedaan utama antara MF/UF-MBR dan MDBR

Parameter MF/UF-MBR MDBR

Termal (perbedaan temperatur), pada tekanan


Driving Force Diutamakan penyedotan tekanan
atmosferik

Porous, hydrophobic MF such as PTFE and PVDF


Membran UF atau MF, terutama hidrofilik
(preferred)

Fasa di pori membran Cair Uap, gas

Bergantung aktivitas biologis; TOC Tidak tergantung aktivitas biologis, sebanding


Kualitas Permeat
3–10 ppm dengan produk distilasi; TOC < 0.8 ppm

Waktu Start up Lambat Lebih Cepat

Fluks 10–30 L/m2 h (tipikal) 2–15 L/m2 h (~fluks RO) at 55°C

Manfaat potensial dari MDBR

• Kualitas permeat sebanding dengan proses RO dan tidak bergantung aktivitas biologis.
• Bisa mencapai kualitas air yang mirip dengan lumpur aktif konvensional dengan MF dan RO
atau MBR konvensional dalam RO dalam tahap tunggal.
• Waktu start-up lebih singkat
• Zat yang belum terdegradasi atau membandel dapat ditahan dengan waktu tinggal lebih lama
sehingga mengalami degradasi bertahap.
• Proses atmosferik dan berpotensi tidak banyak bergantung pada sumber listrik

Phattaranawik, dkk, 2008


Wenten dkk., Institut Teknologi Bandung, 2014
26
Industri Pangan

MEMBRAN KERAMIK UNTUK TOTAL SOLID RECOVERY


PENGOLAHAN MINYAK SAWIT TANPA LIMBAH

Instalasi Membran Keramik


PT Agricinal - Bengkulu

Pada pengolahan minyak sawit, teknologi


membran juga memunculkan peluang untuk
mewujudkan konsep “Zero Sludge Palm Oil
Milling Plant”. sistem integrasi kebun-ternak atau
dikenal sebagai sistem integrasi kelapa sawit-sapi
(SISS). Limbah industri CPO merupakan limbah
berat dengan kuantitas besar dan kandungan
mencapai 20.000-60.000 mg/l BOD dan 40.000-
120.000 mg/l COD. Membran keramik dapat
digunakan untuk pengutipan (recovery) seluruh
solid dari heavy phase sementara pengolahan
limbah kondensat dilakukan dengan
menggunakan kombinasi teknologi DAF
(dissolved air flotation) dengan proses membran
UF.

Proses filtrasi terhadap heavy phase


menggunakan membran keramik dapat
mengutip seluruh solid. Selama ini cake yang
berasal dari dekanter telah terbukti dapat
digunakan sebagai pakan ternak. Uji coba
pemberian pakan pada ternak sapi dengan
menggunakan cake yang berasal dari
dekanter telah dilakukan di Sumatera Utara
dan telah mencapai hingga empat generasi.
Proses ini juga menghasilkan air yang dapat
dipergunakan kembali sebagai air proses.

Wenten dkk., Institut Teknologi Bandung, 2014


27
Industri Pangan

Produksi Bersih di Industri Pati

Pati merupakan produk serbaguna, baik dalam bentuk


bahan dasarnya maupun dalam bentuk turunannya.
Secara alami, pati tersedia dalam jumlah berlimpah,
yang jumlahnya hanya bisa dilampaui oleh selulosa.

Satu-satunya masalah besar yang dihadapi industri


tapioka adalah permasalahan limbah cair. Setiap satu
ton produk tapioka dihasilkan sekitar 35 m3 limbah cair
dengan COD yang dapat mencapai 25.000 mg/l.

Proses produksi tepung tapioka modern terdiri atas tahap pengolahan air dengan UF
(ultrafiltrasi), tahap pengolahan awal bahan baku, tahap ekstraksi, tahap pengendapan
(settling), dan tahap pemisahan dengan NF (nanofiltrasi). Sementara produk yang dihasilkan
terdiri atas onggok kualitas tinggi, pati, soluble starch, dan alcohol.

Wenten dkk., Institut Teknologi Bandung, 2014


28
Industri Pangan

Pengolahan Whey

[Tamime, 2013]

Whey (air dadih) yang dahulu dikenal sebagai polutan utama perairan, kini merupakan sumber
dari berbagai bahan berharga. Whey merupakan produk samping pembuatan keju dan caseinate.
Whey memiliki kualitas nutrisi dan biologis yang superior dan karakteristik unik fungsional dari
protein whey. Bertambahnya pengetahuan akan fungsi biologis dari konstituen whey menarik
perhatian peneliti, pembuat, dan konsumen. Kini, pemrosesan whey untuk mengambil
konsituennya menjadi lebih disukai dibandingkan pengolahan whey untuk pembuangan.

Aplikasi pertama membran dalam pemrosesan whey berada pada pemekatan whey. RO (kini
lebih banyak NF) diaplikasikan pada pemekatan whey dan berbagai filtrat UF. Pemekatan
dilakukan untuk mengurangi volume produk sebelum dikirim atau evaporasi vakum dan spray-
drying untuk menghemat energi. Pemekatan filtrat UF, mengandung 5% total padatan (utamanya
laktosa, garam dan komponen larut minor susu lainnya) bertujuan untuk meningkatkan nilai
seperti pakan ternak, pengambilan laktosa setelah kristalisasi, fermentasi laktosa menjadi
glukosa dan galaktosa sebagai pemanis industri penganan, alkohol, asam laktat.

[Baker, 2005]

Wenten dkk., Institut Teknologi Bandung, 2014


29
Industri Pangan

Pengolahan Brine Keju


Penggaraman keju dengan larutan brine adalah
salah satu tahap penting dalam operasi pembuatan
keju. Karakteristik brine merupakan dasar untuk
memungkinkan proses drainase dadih akan
berlangsung dengan baik. Pengambilan NaCl oleh
keju diimbangi dengan difusi kelembaban dan
komponen larut air seperti kalsium dan phospor dari
keju ke brine. Ditambah lagi, mikroflora dapat luluh
dari permukaan keju ke brine, dan mikroflora brine
dapat mengkontaminasi keju lainnya. Untuk
[cheesetique.com]
menstandarisasi proses penggaraman keju dan
untuk menghindari kontaminasi mikroorganisme,
brine harus diolah.
Umumnya, penggaraman keju dilangsungkan pada
5-10oC dengan pengaturan pH dekat dengan keju
yang diolah seperti ~5,3 untuk mozzarella dengan
asam kualitas pangan seperti asam asetat. Kalsium
juga seringkali ditambahkan dalam bentuk kalsium
klorida. Perlakuan ini dilakukan untuk mendapatkan
karakteristik produk yang optimum. Jika kalsium tidak
ditambahkan, peluruhan kalsium dari keju akan
terjadi dan menyebabkan pelunakan tubuh dan
[cheeseforum.org]
tekstur keju yang menyulitkan berbagai aplikasi keju
seperti pembuatan pizza.
Brine tersebut dapat dimurnikan
dengan membran menggunakan MF
atau UF. Pada sistem brine besar,
kanal brine langsung terhubung
dengan finessavers untuk
menghilangkan partikel keju padat.
Proses dilanjutkan dengan purifikasi
dengan sistem membran dimana
padatan keju seperti lemak dan
protein, juga bakteri dihilangkan.
Permeat (brine murni) kemudian
didinginkan dan dipompakan ke
tangki buffer brine untuk diatur pH
dan kadar garam dan kalsiumnya.
Dari sana, brine dikembalikan ke
kanal. Prosedur ini memungkinkan
pemeliharaan ekonomis dari sistem
brine dan membuatnya tidak perlu
[synderfiltration.com] dibuang terlalu sering.

Wenten dkk., Institut Teknologi Bandung, 2014


30
Pengolahan Air Terproduksi

Pengolahan Air Terproduksi

Limbah industri migas yang dibuang ke air:


– Fragmen batuan pada lumpur pengeboran
– Air terproduksi yang terekstrak dengan minyak dari reservoir
– Air pendingin pada temperatur lebih tinggi
– Air limbah dari proses pemabrikan
– Air pemberat dari pengapalan produk

Pengolahan air terproduksi (produced water) merupakan salah satu masalah besar dalam
pengolahan migas. Isu lingkungan terkait air terproduksi kian meningkat karena volume air
terproduksi semakin meningkat seiring dengan umur sumur. Penanganan air terproduksi
beragam jenisnya dari mulai penggunaan kembali seperti untuk proses, pembuangan ke
lingkungan, juga reinjeksi ke dalam sumur untuk menjaga tekanan sumur. Ketiga
penanganan tersebut membutuhkan teknologi yang berbeda pula. Penggunaan kembali air
terproduksi umumnya memiliki spesifikasi yang lebih tinggi sehingga membutuhkan
gabungan proses MBR dan RO untuk menghilangkan zat organik di dalamnya juga ion-ion
terutama jika digunakan sebagai air umpan boiler. Pembuangan air terproduksi sendiri
memiliki spesifikasi yang lebih rendah sehingga MBR saja dapat mengurangi tingkat
kebutuhan oksigen di dalam air. Untuk reinjeksi, spesifikasi yang dibutuhkan lebih rendah
lagi karena hanya perlu memenuhi kriteria perpipaan sehingga penghilangan padatan
dengan UF dirasa sudah cukup.

Wenten dkk., Institut Teknologi Bandung, 2014


31
Pengolahan Air Terproduksi

Mekanisme Produksi Limbah pada Produksi Migas

Wenten dkk., Institut Teknologi Bandung, 2014


32
Pengolahan Air Terproduksi

Pengolahan Air Terproduksi di Indonesia

Diagram Blok Sederhana

Ultrafiltration Unit Incinerator Unit Chemical Injection Unit Deaerator

Power Consumption : 1625 kWH/m3


Wenten dkk., Institut Teknologi Bandung, 2014
33
Pengolahan Air Terproduksi

Pengolahan Air Terproduksi di Indonesia

RAW WATER
PABRIK TAMBUN (PRODUCED WATER)
LABORATORY SCALE

PILOT SCALE

FULL SCALE

SKALA PILOT

Wenten dkk., Institut Teknologi Bandung, 2014


34
Pengolahan Air Terproduksi

Pada proses hulu pemrosesan minyak, fasilitas pengolahan air terproduksi di


permukaan umumnya memiliki pemisahan minyak, air, dan gas; sistem pemoles
air; sistem penyaring padatan; dan unit pengolahan kimia. Fasilitas ini mengolah
air terproduksi untuk memenuri standar yang dibutuhkan untuk reinjeksi atau
pembuangan. Pada proses ini, mengelola satu barrel air terproduksi
mengeluarkan biaya sebesar $0,5. kini, beberapa aplikasi dari teknoloogi
membran dimanfaatkan pada fasilitas permukaan untuk pengolahan air
terproduksi. Sebaliknya, prosis hilir pada fasa pengilangan minyak, kilang minyak
mengkonsumsi sejumlah besar air untuk pemroses berbagai operasi selama
pengilangan. Menurut survey global terbaru yang dilaksanakan pada 2011, 662
kilang memiliki kapasitas pemrosesan lebih dari 88 juta bbl/hari menggunakan
berbagai variasi proses untuk mendapatkan kuantitas besar dari air terproduksi.

[Alzahrani dan Mohammad, 2014]

Wenten dkk., Institut Teknologi Bandung, 2014


35
Aplikasi Lain

Pemurnian Pelumas Bekas dengan Membran Keramik

Minyak pelumas pada kondisi normal


tidak mudah terdegradasi. Minyak
pelumas hanya menjadi kotor ketika
digunakan karena terkontaminasi
padatan atau pelarut lain. Hal inilah
yang menyebabkan warna pelumas
bekas menjadi hitam keruh dari coklat
jernih ketika dibeli. Hal ini pula yang
membuat limbah pelumas menjadi
bahan B3 yang harus ditangani secara
khusus dan tidak boleh terlepas bebas
ke lingkungan.

Pemurnian minyak pelumas bekas dapat dilakukan dengan teknologi membran. Padatan
serta pengotor lainnya terejeksi dan minyak beserta beberapa aditif dapat melewati
membran. Hasilnya, minyak pelumas jernih didapatkan dengan kualitas seperti minyak
baru dan dapat digunakan kembali. Untuk proses ini, membran keramik bersifat hidrofobik
digunakan pada temperatur tinggi sehingga minyak pelumas bekas yang baru digunakan
mesin-mesin pabrik dapat langsung diproses. Ditambah lagi, hal hal di atas meningkatkan
fluks dari membran sehingga proses dapat lebih ekonomis.

Wenten dkk., Institut Teknologi Bandung, 2014


36
Aplikasi Lain

Industri Pulp dan Kertas


Meskipun ada peningkatan populatiras penggunaan internet dan jurnal elektronik, produksi pulp dan
kertas global terus menerus meningkat dengan laju yang sama dengan Gross Domestic Product (GDP)
dunia. Pulp yang digunakan untuk produk kertas dapat berupa pulp kimia, mekanik, atau kertas
recover.

[EIPPCB, 2001]

Pada pabrik produksi linerboard zero effluent Ketertarikan pada aplikasi filtrasi membran pada
discharge (ZLD) di McKinley Paper plant di industri pulp dan kertas pada 25 tahun belakangan
New Mexico, aliran limbah dibersihkan semakin meningkat. Proses-proses berbasis
menggunakan membran dengan membran menawarkan pemisahan tingkat tinggi
pretreatment ekstensif termasuk dissolved air dibarengi dengan jejak yang rendah dan konsumsi
flotation (DAF) dan lumpur aktif. Setelah energi yang relatif rendah terutama jika
lumpur aktif, air yang jernih diolah dengan dibandingkan teknologi saingan yaitu evaporasi.
mikrofiltrasi kontinyu (CMF) menggunakan
modul hollow fiber. Partikel atau foulant yang
menempel pada permukaan luar hollow fiber
kemudian dihilangkan dengan kombinasi
siklus backflus dengan semburan udara.
Hanya pretreatment keras yang
memungkinkan penggunaan modul HF, yang
biasanya tidak cocok karena padatan yang
tinggi. Permeat MF kemudian diolah dengan
reverse osmosis (RO) menggunakan elemen
air payau. Proses selanjutnya melibatkan
rekompresi, MVR, dan evaporasi. Hal ini
membuat pabrik hanya butuh 0,8 m3air/ton
produk sebagai air makeup.

[Judd dan Jefferson, 2003] [Webb,1999]


Wenten dkk., Institut Teknologi Bandung, 2014
37
Aplikasi Lain

Industri Pulp dan Kertas

Wenten dkk., Institut Teknologi Bandung, 2014


38
Aplikasi Lain

Industri Tekstil

Proses industri tekstil meliputi konversi serat natural


(katun, wol, sutra,dll) dan sintetis (viskos, poliester, akrilik)
menjadi kain dan produk lainnya. Empat aktivitas utama
yang dapat dikenali dari proses ini antara lain (Mattioli,
dkk, 2002):
• Pengolahan bahan baku (persiapan/produksi
serat/benang tekstil)
• Produksi kain tenunan/rajutan
• Finishing dari kain (penggantian beberapa sifat fisik dari
kain untuk memenuhi kebutuhan kegunaan)
• Produksi produk dari kain (garmen, karpet, dkk) [solvay.com]

Industri tekstil telah menyebabkan masalah lingkungan


yang serius akibat air limbah yang diproduksi.
Kebanyakan industri tekstil memproduksi air limbah
dengan BOD, COD, padatan tersuspensi dan warna yang
relatif tinggi. Air limbah juga dapat mengandung logam
berat bergantung pada agen pewarna yang digunakan.
Secara umum, tujuan pengolahan air limbah industri tekstil
adalah untuk mengurangi kadar polutan organik, logam
berat, padatan tersuspensi dan warna sebelum dibuang ke
[Correia, dkk, 1995]
sungai. Agen pewarna digunakan untuk proses
pewarnaan dan percetakan. Air limbah dari kedua proses
ini adalah yang paling berpolusi pada industri tekstil.
[Judd dan Jefferson, 2003]

Kebanyakan operasi sistem perolehan dan pemakaian kembali limbah pewarna berbasis membran
menggunakan reverse osmosis atau nanofiltrasi untuk menghilangkan warna. Masalah yang
dihadapi antara lain biaya yang cukup tinggi yang diindikasi dengan payback period yang tinggi
bahkan dengan biaya air bersih yang tinggi. Dua studi bench scale menunjukkan biaya operasi
pada $0,5 dan $1 tiap m3 produk. Meskipun begitu, teknologi membran dapat memenuhi syarat
lingkungan pencemaran limbah tekstil sehingga penggunaannya di masa mendatang dapat lebih
tinggi karena kebutuhan regulasi yang semakin ketat, biaya air bersih yang semakin tinggi dan
biaya membran yang cenderung berkurang.

Wenten dkk., Institut Teknologi Bandung, 2014


39
Aplikasi Lain

Air Limbah Perkotaan

Reklamasi Limbah Perkotaan [kingcounty.gov]

Reklamasi dan penggunaan kembali air limbah perkotaan merupakan praktik yang umum di dunia.
Dengan reklamasi air limbah, sirkulasi air melalui siklus air alami dapat diputus, dimana kontribusi air
yang diambil dari alam bagi kebutuhan manusia dan dampak lingkungan terbatas. Karakteristik utama
dari air limbah yang direklamasi adalah produksinya relatif konstan sepanjang tahun karena
sumbernya tidak bergantung pada air hujan namun pada produksi limbah perkotaan. Sehingga air
yang direklamasi dapat meningkatkan reliabilitas suplai air yang sebanding dengan sumber air yang
digunakan. Demikian pula, air daur ulang dapat dipandang sebagai sumber air independen yang
mampu meningkatkan reliabilitas suplai air.

Proses Berbasis Membran


Proses berbasis membran kebanyakan diaplikasikan sebagai tahap pemolesan efluen dari pabrik
pengolahan air limbah perkotaan, menggunakan efluen sekuder atau tersier sebagai umpan dengan
konten padatan tersuspensi yang relatif rendah. Alternatif dari aplikasi ini adalah MBR sebagai
kombinasi dari proses pengolahan biologis dan retensi biomassa dengan membran MF atau UF. MF
atau UF didedikasikan untuk menghilangkan padatan tersuspensi, material organik, dan untuk
disinfeksi, hingga mendapatkan efluen final berkualitas tinggi dengan berbagai kemungkinan
penggunaan. Proses fisik seperti ini sangat diminati untuk pengolahan air limbah karena teknologi
yang digunakan harus dapat memproduksi air dengan kualitas seragam dari umpan dengan variasi
pengotor dan sifat yang tinggi.

[Wintgens, dkk, 2005]

Wenten dkk., Institut Teknologi Bandung, 2014


40
Aplikasi Lain

Penggunaan Kembali Air Cucian

Mencuci adalah kebutuhan sehari-hari.


Kain yang telah dipakai harus sering dicuci
agar penggunaannya optimal dan tidak
menggangu kesehatan dalam pemakainya.
Penggunaan air cucian pada rumah tangga
seringkali diabaikan karena relatif sedikit.
Salah satu industri yang menggunakan air
cucian dalam jumlah besar adalah industri
perhotelan. Semakin banyak kamar,
semakin banyak pula kain yang harus
dicuci untuk menjamin kualitas dan
memuaskan pelanggan. Karena
penggunaan air yang cukup banyak,
penggunaan kembali air cucian menjadi
satu hal yang dapat mengurangi biaya
penyediaan air bersih untuk mencuci.
Teknologi membran dapat digunakan untuk
menyaring kembali air bekas cucian yang
mengandung kotoran dan detergen hingga
menghasilkan air bersih yang siap
digunakan kembali untuk mencuci.

Wenten dkk., Institut Teknologi Bandung, 2014


41
Aplikasi Lain

Pengolahan Air Limbah dengan Elektrodialisis untuk Industri Electroplating

Pada aplikasi ini, recovery air tidak perlu menjadi tujuan utama. Seringkali komponen
beracun atau berharga yang harus dihilangkan dari efluen industri untuk mencegah polusi
lingkungan. Salah satu sumber utama polusi adalah efluen dari industri pemrosesan
logam.

Perolehan kembali logam berat berharga atau beracun seperti nikel, tembaga, zink, atau
kadmium dari efluen proses elektroplating adalah kepentingan utama untuk pengendalian
polusi lingkungan dan untuk alasan ekonomis [Korngold, dkk, 1978].

Daur ulang ion logam dari larutan pembilas elektroplating adalah sebuah aplikasi menarik
dari elektrodialisis pada industri galvanik. Contoh umum adalah perolehan kembali dan
pemekatan sisa bilasan.

Integrasi dari unit elektrodialisis pada proses pembilasan bagian logam yang dilapisi untuk daur ulang air
bilasan dan perolehan kembali ion logam.

 Konsentrasi dari tangki bilas dapat dijaga pada tingkat rendah untuk periode waktu
yang panjang
 Elektrodialisis memiliki “fungsi ginjal” dalam susunan proses ini.
 Proses ini menghasilkan pengurangan substansial dari ion yang harus dihilangkan oleh
resin penukar ion.
 Karena daur ulang air, perolehan kembali dari ion logam, dan pengurangan sludge,
maka pengurangan ongkos pengolahan air limbah substansial dapat dicapai.
[Strathmann, 2004]

Wenten dkk., Institut Teknologi Bandung, 2014


42
Aplikasi Lain

Industri Electroplating

Wenten dkk., Institut Teknologi Bandung, 2014


43
Aplikasi Lain

Perolehan Kembali Asam dari Larutan Pengawet dengan Dialisis Difusi

Sebagai contoh untuk aplikasi skala besar yang sukses dari dialisis difusi adalah pabrik
yang berlokasi di Nippon Stainless Co. Ltd. Sekitar 0.9 m3h-1 dari sisa bak pengawetan
stainless steel diolah kembali [Kobuchi, 1983; Kobuchi, dkk, 1987;Kobuchi, dkk, 1986].

Untuk meningkatkan recovery dan untuk mengurangi


pelepasan udara dari air ketika proses dialisis.

Padatan tersuspensi
dihilangkan
40 oC
45-50 oC

Pabrik dialisis difusi untuk mengambil kembali HNO3 dan HF dari 0.9 m3d-1 sisa bak pengawetan stainless steel.
[Strathmann, 2004]

Data spesifikasi dan performa dari unit dialisis difusi dari sisa larutan bak pengawetan
stainless steel. [Strathmann, 2004]
Peralatan Spesifikasi
Dializer difusi TSD 50-2000
Membran Neosepta AFN
Kapasitas pabrik 0.9 m3h-1
Permukaan membran 950 m2
Larutan Pengawet Sisa Konsentrasi [g L-1]
HNO3 55
HF 11
Ion Fe3+ 21
Laju Recovery Asam Recovery [%]
HNO3 97
HF 50
Laju penghilangan ion Fe3+ 95

Wenten dkk., Institut Teknologi Bandung, 2014


44
Aplikasi Lain

Distilasi Membran untuk Penggunaan Kembali Multi-Stage Waste Brine

Distilasi multi stage flash (MSF) adalah teknik berbasis


termal yang telah digunakan untuk desalinasi air laut.
Secara umum, teknik ini memproduksi brine dalam
jumlah besar dengan temperatur sekitar 90oC. Brine
yang dihasilkan dapat memberikan dampak yang buruk
bagi lingkungan.

Direct contact membrane distillation (DCMD)


memiliki potensi untuk digunakan dalam proses
recovery brine MSF. DCMD diproyeksikan untuk
diintegrasikan dengan plant MSF untuk
memproduksi air dan garam. Dari tinjuan teknis
menunjukkan bahwa kecepatan linier dan
temperatur sanga mempengaruhi fluks. Sebaliknya,
kehadiran zat terlarut pada konsentrasi rendah dan
menengah tidak memiliki efek signifikan terhadap
fluks dan kualitas produk. Pengamatan jangka
panjang juga mengindikasikan bahwa sistem DCMD
sangat stabil selama 120 jam operasi.

Wenten dkk., Institut Teknologi Bandung, 2014


45
Achilli, A., Cath, T.Y., Marchand, E.A. & Childress, A.E. (2009) The forward osmosis membrane
bioreactor: A low fouling alternative to MBR processes. Desalination. 239(1–3), 10-21.
Alzahrani, S. & Mohammad, A.W. (2014) Challenges and trends in membrane technology
implementation for produced water treatment: A review. Journal of Water Process
Engineering. 4, 107-133.
B. Bailey, M. Crabtree, J. Tyrie, J. Elphick, F. Kuchuk, C. Romano, L. Roodhart, Water control,
Oilfield Rev. 12 (2000) 30–51.
B. Smith et al, 2000. Short-Bed Demineralization: An Alternative to Electrodeionization. Eco-Tec
Inc.
Baker, R.W. (2005) Membrane Technology and Applications. 2nd Edition edn. John Wiley & Sons,
Ltd. ,
Bouhidel, K.E. and A. Lakehal, 2006. Influence of voltage and flow rate on electrodeionization
(EDI) process efficiency. Desalination 193: 411–421
Claudio RONCO,1 Andrew DAVENPORT,2 Victor GURA., Journal of Artificial Kidney., 2008; 12:S40–
S47.
David Lee, 2012, Membrane Filtration in Southeast Asia Water and Wastewater Treatment, Frost
& Sullivan, http://www.frost.com/prod/servlet/market-insight.print.pag?docid=265741364
Diaper, C., Correia, V.M. and Judd, S.J. (1996). The use of membranes for the recycling of water
and chemicals from dyehouse effluents: an economic assessment. J. Soc. Dyers and
Colourists, 112,2 73-282.
EIPPCB (European Integrated Pollution and Prevention Control Bureau) (2001). Integrated
pollution prevention and control (ICCP). Best available techniques in the pulp and paper
industry. http://eippcb.jrc.es/pages/Factivities.htm
Ganzi,G.C.,and Parise,P.L.(1990).The production of pharmaceutical grades of water using
Continuous deionization post-reverse osmosis. .Parenter .Sci.Technol .Parenter .Drug
Assoc.,Volume 44,Issue 4, pp.231–241.
Ganzi,G.C.1988. Electrodeionization for High-purity Water Production. InK.K.Sirkarand
D.R.Lloyd(Eds.),New membrane materials and processes for separation. AIChE Symposium
series,No.261,Vol.84,pp.73–83.
http://cheeseforum.org/articles/wiki-brine-bathing-cheeses/
http://cheesetique.com/2010/05/fromage-a-thon/
http://synderfiltration.com/applications/industries/dairy-industry/brine-clarification/
http://www.kingcounty.gov/environment/wtd/Construction/North/Brightwater/Description/mbr.
aspx
http://www.solvay.com/en/markets-and-products/markets/consumer-goods-and-healthcare/our-
solutions-for-fibers-textile.html
http://www.water-technology.net/news/newsworld-bank-approves-funds-wastewater-treatment-
regulations-vietnam
J. M. Wong, Y. T. Hung, Treatment of oil field and refinery wastes, in: L. K. Wang, Y. T. Hung, H. H.
Lo, C. Yapijakis (Eds.), Handbook of Industrial and Hazardous Wastes Treatment, CRC Press,
2004, pp. 144–216.

Wenten dkk., Institut Teknologi Bandung, 2014


46
J. Wood et al, 2010. Production of ultrapure water by continuous electrodeionization.
Desalination 250: 973–976
J.D. Gifford and D. Atnoor, 2000. An Innovative Approach to Continuous Electrodeionization
Module and System Design for Power Applications. International Water Conference,
October 22-26
Judd, S. & Jefferson, B. (2003) Membranes for Industrial Wastewater Recovery and Re-use.
Elsevier, Oxford
Judd, S. (2008). The status of membrane bioreactor technology. Trends in biotechnology, 26(2),
109-116.
Li, Norman, A.G. Fane, W.S.W. Ho, T. Matsuura. 2008. Advanced Membrane Technology and
Application, John Wiley & Sons, Inc, Hoboken, New Jersey.
McAdam, E. J., & Judd, S. J. (2006). A review of membrane bioreactor potential for nitrate removal
from drinking water. Desalination, 196(1), 135-148.
Mulder, Marcel. 1996. Basic Principle of Membrane Technology, Kluwer Academic Publishers,
Netherlands.
Phattaranawik, J., Fane, A.G., Pasquier, A.C.S. & Bing, W. (2008) A novel membrane bioreactor
based on membrane distillation. Desalination. 223, 386-395.
Sanchez Marcano, J.G. & Tsotsis, T.T. (2000) Membrane Reactors. In: Ullmann's Encyclopedia of
Industrial Chemistry. p^pp. Wiley-VCH Verlag GmbH & Co. KGaA.
Sata, Toshikatsu. 2004. Ion Exchange Membranes Preparation, Characterization, Modification and
Application. The Royal society of chemistry.
Strathmann, Heinrich. 2004. Ion-Exchange Membrane Separation Process. Elsevier.
Sunitha Mysore Gopal. 2004. Treating The Troubled Waters In China.
https://www.frost.com/sublib/display-market insight.do?id=23554784
Tamime, A.Y. (2013) Membrane Processing: Dairy and Beverage Application. John Wiley & Sons,
Oxford
Tanaka, Yoshinobu. 2007. Ion Exchange Membranes: Fundamentals and Applications. Elsevier.
W. R. True, L. Koottungal, Global capacity growth reverses; Asian, Mideast refineries progress, Oil
Gas J. 109 (December(19)) (2011) 30–43.
Webb,L. (1999).IPPCstepsuptoBAT. PulpPap. Int., 41(4), 29.
Wenten, IG. (2005). Teknologi membran dalam pengolahan air dan limbah. PII, 27 Juli 2005.
Winston Ho and Sirkar, Kamalesh K, Membrane Handbook, Van Nostrand Reinhold, New York,
1992
Wintgens, T., Melin, T., Schäfer, A., Khan, S., Muston, M., Bixio, D. & Thoeye, C. (2005) The role of
membrane processes in municipal wastewater reclamation and reuse. Desalination. 178(1–
3), 1-11.
www.ameridia.com/html/elea.html
water-technology.net

Wenten dkk., Institut Teknologi Bandung, 2014


47