Anda di halaman 1dari 3

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Pemberdayaan masyarakat adalah upaya meningkatkan kemampuan dan
potensi yang dimiliki masyarakat, sehingga masyarakat dapat mewujudkan jati
diri, harkat, dan martabatnya secara maksimal untuk bertahan dan
mengembangkan diri secara mandiri baik di bidang ekonomi, sosial, agama dan
budaya (Widjaja, 2003).
Ada 3 tujuan utama dalam pemberdayaan masyarakat yaitu mengembangkan
kemampuan masyarakat, mengubah perilaku masyarakat, dan mengorganisir diri
masyarakat. Kemampuan masyarakat yang dapat dikembangkan tentunya banyak
sekali seperti kemampuan untuk berusaha, kemampuan untuk mencari informasi,
kemampuan untuk mengelola kegiatan, kemampuan dalam pertanian dan masih
banyak lagi sesuai dengan kebutuhan atau permasalahan yang dihadapi oleh
masyarakat. Perilaku masyarakat yang perlu diubah tentunya perilaku yang
merugikan masyarakat atau yang menghambat peningkatan kesejahteraan
masyarakat. Pengorganisasian masyarakat dapat dijelaskan sebagai suatu upaya
masyarakat untuk saling mengatur dalam mengelola kegiatan atau program yang
mereka kembangkan. Disini masyarakat dapat membentuk panitia kerja,
melakukan pembagian tugas, saling mengawasi, merencanakan kegiatan, dan lain-
lain.
Pemberdayaan masyarakat memiliki keterkaitan erat dengan sustainable
development dimana pemberdayaan masyarakat merupakan suatu prasyarat utama
serta dapat diibaratkan sebagai gerbong yang akan membawa masyarakat menuju
suatukeberlanjutan secara ekonomi, sosial dan ekologi yang dinamis. Lingkungan
strategis yang dimiliki oleh masyarakat lokal antara lain mencakup lingkungan
produksi, ekonomi, sosial dan ekologi. Melalui upaya pemberdayaan, warga
masyarakat didorong agar memiliki kemampuan untuk memanfaatkan
sumberdaya yang dimilikinya secara optimal serta terlibat secara penuh dalam
mekanisme produksi, ekonomi, sosial dan ekologinya.
Pemberdayaan masyarakat salah satunya bertujuan untuk meningkatkan
kemampuan ekonomi masyarakat. Salah satu sektor yang dapat diberdayakan
sebagai cara untuk meningkatkan kemampuan ekonomi masyarakat yaitu dengan
adanya pemberdayaan UMKM. Berbicara masalah menggerakkan ekonomi rakyat
sesungguhnya tidak terlepas dari pembicaraan terhadap usaha memberdayakan
UMKM. Hal tersebut akan mengurangi tingkat pengangguran, baik pada tingkat
lokal pun nasional, produk-produk UMKM setidaknya telah memberikan
kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi dan pendapatan nasional karena tidak
sedikit produk-produk UMKM itu mampu menembus pasar internasional.
Konkretnya, kehadiran UMKM telah membantu program pemerintah untuk
menyerap tenaga kerja sebanyak-banyaknya dan mampu meningkatkan PDB
secara signifikan. Selain berpotensi meciptakan kesempatan kerja dan
meningkatkan PDB, UMKM juga dapat memiliki sumbangan kepada devisa
nagara dengan nilai ekspor yang cukup tinggi.
Ada 3 produk UMKM unggulan Kelurahan Burengan yang akan
dikembangkan agar lebih dikenal oleh masyarakat di Kediri bahkan seluruh
Indonesia yakni UMKM Kerupuk Puli, UMKM Bakpao Kimyen, dan UMKM
Bandeng Presto. Dimana dengan mengandalkan ketiga UMKM tersebut, Lurah
Burengan beserta perangkat dan bersama masyarakat di Kelurahan Burengan akan
membangun Kelurahan Burengan menjadi Kelurahan UMKM PUPAODENG di
tahun 2025. Hal ini akan mendatangkan wisatawan serta warga di Kelurahan
Burengan bisa mendapatkan pekerjaan dan angka pengangguran dapat berkurang.

1.2. Tujuan
Adapun tujuan dari dibuatnya makalah dengan judul Transformasi
Kelurahan Burengan Menjadi Kelurahan UMKM PUPAODENG Di Tahun 2025
adalah :
1. Mengetahui pengertian pemberdayaan masyarakat.
2. Mengetahui deskripsi serta potensi yang ada di Kelurahan Burengan.
3. Mengetahui goal atau tujuan utama yang akan dicapai Kelurahan Burengan di
tahun 2025.
4. Mengetahui keterkaitan teori pemberdayaan masyarakat dengan Kelurahan
Burengan
Daftar Pustaka
Widjaja, HAW. 2003. Otonomi Desa Merupakan Otonomi Asli Bulat dan Utuh.
PT. Raja Grafindo Persada. Jakarta.