Anda di halaman 1dari 15

LAPORAN HASIL KERJA PEMIPAAN

Disusun Oleh :

Nama : Defy Zuni Arrahma

Kelas : 2. EGB

Mata Kuliah : PERBENGKELAN

Instruktur : Indra Gunawan, S.T., M.T.

POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA


Tahun Akademik 2018

1
KATA PENGANTAR

Alhamdulillahirabbil ‘alamin, puji syukur saya panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa
karena berkat rahmat dan karunianya saya dapat menyelesaikan tugas ini. Pada kesempatan
kali ini saya akan membahas tentang “Pembuatan Penyambung Pipa”.

Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah terlibat dalam proses
pembuatan kliping ini, semoga semua jasa-jasa yang telah diberikan akan mendapakan balasan
dari Tuhan YME.

Saya juga memohon maaf apabila terdapat kesalahan-kesalahan baik yang besar maupun yang
kecil di dalam karya saya . Semoga karya yang telah saya buat ini dapat berguna bagi
pembacanya.

Palembang, 03 Juli 2018

Penyusun

2
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ............................................................................................... 2


DAFTAR ISI.............................................................................................................. 3

BAB I. PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang ......................................................................................... 4
1.2.Tujuan dan Manfaat................................................................................... 4

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA


2.1. Pengertian Sambungan Pipa Elbow ......................................................... 5
2.2. Sambungan Pipa ....................................................................................... 6
2.2.1. Welded Component ....................................................................... 6
2.2.2. Threaded Component .................................................................... 7
2.3. Jenis-Jenis Fitting Pipa ............................................................................. 7

BAB III. PEMBAHASAN


1.1. Proses Pembuatan ..................................................................................... 11
1.1.1. Proses Pembuatan Elbow .............................................................. 11

BAB IV. PENUTUP


4.1. Kesimpulan............................................................................................... 13
4.2. Saran ......................................................................................................... 13

DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................ 13


LAMPIRAN GAMBAR I .......................................................................................... 14
LAMPIRAN GAMBAR II ........................................................................................ 15

3
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Di era saat ini bentuk-bentuk dari bentuk instalasi terus menerus berkembang guna
memudahkan kebutuhan manusia. Penyaluran dari sumber utama menuju ke tempat akhir atau
rumah konsumen yang jaraknya tidak terbilang dekat menyebabkan instalasi juga harus
memiliki standarnya tersendiri. Seperti contohnya dalam penyaluran air, diperlukan instalasi
pipa agar konsumen air dapat menggunakannya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Salah satu bentuk pipa adalah elbow, guna mengubungkan pipa yang bentuknya datar agar
dapat tersambung meski dengan arah yang berbeda. Sehingga penulis berharap agar pembaca
dapat memanfaatkan makalah yang merupakan laporan hasil kerja penulis dalam pemipaan.

1.2 Tujuan

Tujuan penulis adalah :

1. Mengetahui bagaimana pembuatan pipa elbow secara manual


2. Mengetahui bentuk dan ukuran pipa yang sering digunakan
3. Mengetahui alat-alat yang digunakan dalam proses pemipaan

Manfaat dari kerja praktik ini adalah :


a. Dapat membuat elbow secara manual
b. Dapat memahami fungsi dan kegunaan setiap sambungan pipa

BAB II

4
LANDASAN TEORI

2.1. Pengertian Sambungan Pipa Elbow

Sebuah pipa elbow adalah jenis pipa yang membungkuk pada sudut atau kurva
untuk memungkinkan pipa menjadi lurus sehingga memudahkan bergabung pada sudut.
Pipa siku dapat dibuat dari berbagai bahan, dari kuningan atau besi cor untuk PVC atau
plastik, dan mereka sering threaded untuk memungkinkan pipa lain yang akan bergabung
dengan mereka. Fitting sudut ini sering digunakan dalam aplikasi pipa, tetapi mereka dapat
digunakan untuk aplikasi lain juga. Ukuran dan bentuk dari siku pipa tergantung
sepenuhnya pada kebutuhan pengguna, dan bahan yang digunakan tergantung pada fungsi
unit pipa.
Aplikasi pipa sering memerlukan penggunaan pipa elbow. Karena pipa tidak selalu
berjalan lurus, pipa elbow mungkin diperlukan untuk memungkinkan air mengalir sekitar
penghalang, melalui dinding, atau bahkan ke luar rumah. Pipa elbow bisa datang dalam
satuan derajat yang berbeda tikungan untuk memungkinkan fleksibilitas yang lebih besar
dalam pilihan pipa. Dalam aplikasi pipa, elbow sering bergabung dengan potongan pipa
lainnya dengan bersatu dengan potongan dengan benang yang diperlakukan dengan pita
tukang ledeng. Rekaman ini membantu mencegah kebocoran pada sendi dan juga
membantu mencegah sendi dari melonggarkan. Kuningan adalah pilihan umum bahan
untuk aplikasi pipa.
Lain alat kelengkapan pipa siku dapat dilas ke pipa lain untuk fixture yang lebih
permanen. Hal ini biasa terjadi bila digunakan pada mobil atau mesin berat. Siku dapat
dipotong memanjang dan kemudian dilas ke potongan lurus untuk membentuk bentuk yang
diinginkan. Sistem pembuangan pada kendaraan sering membutuhkan pipa untuk
menjalankan di antara atau sekitar bagian lain dari mobil, sehingga siku pipa yang
digunakan untuk mencapai sirkuit yang diinginkan. Stainless steel atau jenis baja adalah
pilihan umum untuk aplikasi otomotif.
PVC pipa dapat dimodifikasi dengan menggunakan pipa siku juga. Jenis pipa dapat
digunakan untuk aplikasi pipa serta sistem ventilasi di rumah. PVC mudah untuk
memotong, dan sangat ringan, sehingga kadang-kadang digunakan untuk tujuan lain seperti
rekreasi: pipa lurus dapat bergabung dengan siku pipa untuk membuat hoki atau sepak bola
tujuan, misalnya. Pipa elbom menambah fleksibilitas dari bahan yang ringan,
menjadikannya pilihan yang baik untuk hampir semua aplikasi ringan. PVC pipa dan siku

5
biasanya tidak memerlukan jenis benang mengunci seperti tape tukang ledeng; sendi dapat
baik sekrup ke satu sama lain atau tekan-fit satu sama lain

2.2. Sambungan Pipa

Pipe Fitting (sambungan pipa) adalah sebuah benda yang dipergunakan untuk
menyambung dua buah pipa atau lebih dan bisa berbentuk elbow,tee,reducer dan lain-
lain.Dalam proses menyambung pipa baja menggunakan fitting, tentunya akan di pelajari
terlebih dahulu apakah sambungan yang akan dibuat tersebut bersifat tetap dan tidak bisa
dibuka atau sambungan tersebut diinginkan sewaktu-waktu dapat dibuka untuk keperluan
maintenance atau perbaikan. Oleh karena itulah sambungan pipa atau fitting ini secara
garis besar terbagi menjadi 2, yaitu:

2.2.1. Welded Component

Welded component yaitu fitting yang disambung pada pipa dengan dengan
cara di las (welding), sehingga sambungannya menjadi tetap dan tidak dapat dibuka.
Fitting ini biasa digunakan pada main line pipe. Fitting jenis ini terbagi lagi menjadi 2,
yaitu:

a. Butt welded component

Yaitu proses pengelasannya langsung pada butt dari pipa dan fitting.
Bentuk fittingnya seperti gambar di bawah ini:

b. Socket welded component

6
Yaitu fitting yang disambung dengan cara memasukkan socket fitting pada
pipa kemudian dilakukan pengelasan pada bagian fillet dari pertemuan antara pipa
dan fitting. Bentuk fittingnya seperti berikut :

2.2.2. Threaded Component

Threaded Component yaitu fitting yang disambung pada pipa dengan cara
diulir sehingga jika diperlukan suatu saat bisa dilepas. Dengan menggunakan fitting
jenis ini pipa yang disambung dapat di buka kembali. Dan ini memudahkan untuk
proses perbaikan atau maintenance. Fitting jenis ini biasa digunakan pada perpipaan
mesin,compressor,pipa perhotelan dan lain-lain. Bentuk threaded component seperti
tampak pada gambar di bawah ini :

2.3. Jenis-Jenis Fitting Pipa

Fitting dibagi dalam berbagai jenis, fitting-fitting tersebut akan sangat berperan
dalam sebuah sistem pemipaan. Lalu apakah fitting itu? Fitting adalah salah satu
komponen pemipaan yang memiliki fungsi untuk merubah aliran, menyebarkan aliran,
membesar atau mengecilkan aliran. Fitting merupakan salah satu pemain utama dalam
pemipaan, karenanya kita akan selalu menggunakan komponen ini.
Fitting bukanlah nama untuk individu, melainkan nama yang digunakan untuk
pengelompokan. Karena di dalam fitting sendiri terdapat berbagai macam komponen

7
lain pemipaan, yang anda harus memahaminya satu persatu fungsi dan kegunaanya.
Adapun jenis dari fitting Antara lain adalah :

1. Fitting Ebow

Elbow adalah jenis fitting yang pertama, elbow merupakan komponen


pemipaan yang berfungsi untuk membelokan arah aliran. Layaknya tikungan kalau
kita sedang berada di jalan, tikungan tersebut mau tidak mau membuat kita
berbelok arah ketika melaluinya, begitu pula elbow yang bertugas untuk
membelokan aliran fluida. Elbow terdiri dari dua jenis yang paling umum yaitu 45
dan 90 derajat. Untuk memperoleh sudut di selain sudut diatas, terkadang elbow
tersebut di potong. Atau bisa juga dengan mengunakan dua elbow yang disatukan
untuk memperoleh sudut tertentu.
Dipasaran, elbow dibagi menjadi dua tipe, tipe sort radius dan long radius.
Namum umumnya digunakan long radius, yang memiliki diameter belokan 1.5 kali
NPS (nominal Pipe size)nya. Ada pula yang sampai dengan 3D atau bahkan 6D,
yang biasa digunakan untu flare.

2. Fitting Tee

Tee dalam fitting bertugas untuk membagi aliran, adalah koneksi fitting
yang memiliki cabang. Biasanya cabangnya ini ukurannya sama dengan ukuran
pipa utamanya, kita menyebutnya dengan straight tee. Sedangkan kalau berbeda,
kita menyebutnya dengan reducing tee.

8
Seperti kalau di jalan, kalau tee ini kita analogikan sebagai pertigaan.
Ngomong tentang pertigaan, berarti tidak semua nya harus tegak lurus dong?
Benar, memang ada tee yang tidak tegak lurus, ia membentuk sudut 45 derajat. Kita
mengenalnya dengan lateral Tee, yang penggunaanya biasanya untuk pressure
yang rendah.

3. Fitting Reducer
Reducer, sesuai namanya fitting jenis ini bertugas untuk me-reduce
(mengurangi) aliran fluida. Mengurangi disini bukan seperti valve, tapi ukuran
pipanya saja yang berkurang. Jadi reducer ini akan bertugas untuk mengabungkan
dari diameter yang lebih besar ke yang kecil, atau sebaliknya.

Dalam reducer ini, kita akan mengenal dua jenis reducer yaitu concentrik
reducer dan satu lagi adalah eccentrik reducer. Keduanya memiliki peran yang
berbeda, kita akan membahasnya lebih dalam di artikel perbedaan eccentrik dan
concentrik reducer.

4. Stub-in

Stub-in, adalah jenis fitting yang fungsinya mirip dengan tee, yaitu
membagi aliran. Bedanya dengan tee, kalau tee adalah item yang terpisah, ia

9
mengabungkan beberapa pipa. namun kalau stub-in, percabangan langsung dari
pipa utamanya yang fungsinya mengantikan reducing tee.

5. Fitting Cap

Pipe caps fitting berfungsi untuk menghentikan aliran pada ujung pipa,
fitting ini di las langsung pada pipa utama. Ada juga penutup aliran fluida yang
dapat di bongkar dan dilepas, namun biasanya menggunakan sambungan flange,
lebih tepatnya blind flange.

10
BAB III
PEMBAHASAN

2.1. Proses Pembuatan

2.1.1. Proses Pembuatan Elbow

A. Keselamatan kerja

1. Fokuskan perhatian pada pekerjaan dan bersihkan dari hal-hal yang


mengganggu kelancaran kerja.
2. Simpan potongan-potongan pipa yang tidak di pakai di tempat yang aman, sebab
kalau terinjak bisa tergelincir.
3. Perhatikan dan ikuti petunjuk dari instruktur.
4. Hati-hatilah bila memotong pipa dengan pemotong pipa, karena mata pemotong
pipa mudah patah.
5. Aturlah penempatan peralatan dengan baik dan teratur.

B. Alat dan Bahan

1. Mistar Baja
2. Gergaji Besi
3. Spidol
4. Kikir
5. Pipa berjari-jari 60 mm
6. Lem Pipa
7. Amplas dan lap basah

C. Langkah kerja

1. Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan.


2. Pipa Ø 2½″ yang panjang, dibagi sebanyak 21 bagian pipa. Didapatkan pipa
dengan panjang masing-masing 18,75 cm.

11
3. Mengikir ujung pipa bekas pemotongan dengan kikir agar permukaannya
halus.
4. Menarik garis lurus dari ujung atas hingga ujung bawah pipa dengan spidol
dan penggaris.
5. Menentukan titik tengah dari gari tersebut lalu dengan meteran, menggaris
keliling pipa pada titik tersebut.
6. Menentukan sudut 45 o dari titik tengah, kemudian menarik garis untuk awal
penggergajian.
7. Memotong/menggergaji pipa dengan kemiringan 45 o.
8. Setelah dipotong, bagian yang dipisahkan tadi dikikir agar lebih halus
permukaannya. (jika saat menyatukan pipa tidak membentuk sudut 90 o maka
lakukan pemotongaan atau pengkikiran kembali).
9. Lakukan pengeleman pada kedua pipa agar menyatu. Jika diperlukan, gunakan
amplas halus dan lap basah untuk membersihkan permukaan pipa yang kotor.
10. Pengerjaan pipa elbow telah selesai.

12
BAB IV
PENUTUP

4.1. Kesimpulan

Dari kerja praktik yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa :

- Pembentukan pipa elbow secara manual membentuk 90o sulit dilakukan karena
pemotongan dengan gergaji yang sulit diukur ketepatannya.
- Keselamatan pekerja dan prosedur pengerjaannya harus diperhatikan dengan hati-
hati.
- Jika sudut tidak terbentuk 90o , maka dapat diatasi dengan pengikiran atau
pemotongan kembali sisi miring pipa. Namun harus diperhatikan diamaternya yang
akan berubah.
4.2. Saran

Saran saya sebaiknya pendalaman mata kuliah perbengkelan dan pemipaan lebih
ditambah lagi sehingga mahasiswa dapat mempraktikkan pembelajaran dalam kegiatan
sehari-hari jika diperlukan. Kemudian, mahasiswa lebih diajarkan kembali jenis-jenis
pipa yang belum awam diketahui masyarakat agar dapat dikembangkan kelak.

DAFTAR PUSTAKA

http://eprints.polsri.ac.id/1990/3/BAB%20II.pdf

http://eprints.polsri.ac.id/301/1/Cover.pdf

https://id.wikipedia.org/wiki/Pipa_(saluran)

https://www.academia.edu/21686104/LAPORAN_PRAKTIKUM_PIPA

LAMPIRAN GAMBAR I

13
LAMPIRAN GAMBAR II

14
MISTAR SIKU PENGGORES

GERGAJI HALUS
KIKIR

15