Anda di halaman 1dari 101

DOKUMEN PENGADAAN

Nomor: 027/9.4.29/TENDER/POKJAPEMILIHAN.283/2018

Tanggal: 4 September 2018

Untuk

Pengadaan
Rehab/Pemel Saluran dan Trotoar Jl. Jenggolo (Ljt) Kecamatan
Sidoarjo (Lelang Ulang)

Kelompok Kerja Pemilihan 283-2018


Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setda Kabupaten Sidoarjo
Tahun Anggaran 2018
2

BAB I. UMUM

A. Dokumen Pengadaan ini disusun berdasarkan :


1. Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi;
2. Peraturan Presiden Nomor 16 tahun 2018 tentang Pengadaan
Barang/Jasa Pemerintah;
3. Peraturan Menteri PU Nomor 7 Tahun 2011 yang terakhir diubah
dengan Permen PU Nomor 31 Tahun 2015 tentang Standar dan
Pedoman Pengadaan Konstruksi dan Jasa Konsultansi;
4. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor
05/PRT/M/2014 tentang Pedoman Sistem Manajemen Keselamatan
dan Kesehatan Kerja Konstruksi (SMK3) Bidang Pekerjaan Umum;
5. Surat Edaran Menteri PU Nomor 11/SE/M/2016 tentang Penjelasan
Persyaratan Klasifikasi Bidang dan Kualifikasi Usaha dalam
Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor
31/PRT/M/2015 tentang Perubahan ketiga atas Peraturan Menteri
Pekerjaan Umum Nomor 07/PRT/M/2011 tentang Standar dan
Pedoman Pengadaan Pekerjaan Konstruksi dan Jasa Konsultansi;
6. Peraturan Lembaga Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Nomor 9
Tahun 2018 Tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan
Barang/Jasa Melalui Penyedia.
B. Dokumen Pengadaan ini disusun untuk membantu peserta dalam
menyiapkan dokumen penawaran
C. Dalam hal terdapat pertentangan ketentuan yang tertulis pada Lembar
Data Pemilihan (LDP) dengan Instruksi Kepada Peserta (IKP), maka
yang digunakan adalah ketentuan pada Lembar data Pemilihan (LDP)
D. Dalam dokumen ini dipergunakan pengertian, istilah dan singkatan
sebagai berikut:
Pekerjaan Konstruksi adalah keseluruhan atau sebagian kegiatan yang
meliputi pembangunan, pengoperasian,
pemeliharaan, pembongkaran, dan
pembangunan kembali suatu bangunan;
Kontrak Harga adalah kontrak pengadaan barang/jasa atas
Satuan penyelesaian seluruh pekerjaan dalam batas
waktu tertentu, berdasarkan harga satuan yang
pasti dan tetap untuk setiap satuan/unsur
pekerjaan dengan spesifikasi teknis tertentu,
yang volume pekerjaannya masih bersifat
perkiraan sementara, sedangkan
pembayarannya didasarkan pada hasil
pengukuran bersama atas volume pekerjaan
yang benar-benar telah dilaksanakan oleh
penyedia barang/jasa;
HEA adalah Harga Evaluasi Akhir yang merupakan
penyesuaian atau normalisasi harga terhadap
harga penawaran dalam proses pengadaan
dimana unsur preferensi harga telah
diperhitungkan berdasarkan capaian TKDN dan
3

status perusahaan;
LDP adalah Lembar Data Pemilihan yang memuat
ketentuan dan informasi yang spesifik sesuai
dengan jenis pekerjaan antara lain meliputi
penyiapan, penyampaian, pembukaan, kriteria
dan tata cara penilaian dokumen penawaran,
pengumuman pemenang, dansanggahan;
LDK adalah Lembar Data Kualifikasi yang memuat
ketentuan dan informasi yang spesifik
sesuaidengan kualifikasi yang diperlukan
penyedia barang/jasa antara lain dalam
menyiapkan,mengisi formulir isian kualifikasi,
danmelengkapi pakta integritas;
APIP adalah aparat yang melakukan pengawasan
melalui audit, reviu, pemantauan, evaluasi, dan
kegiatan pengawasan lain terhadap
penyelenggaraan tugas dan fungsi Pemerintah;
Penyedia Penyedia Barang/Jasa Pemerintah yang
selanjutnya disebut Penyedia adalah Pelaku
Usaha yang menyediakan barang/jasa
berdasarkan kontrak;
Subpenyedia adalah penyedia yang mengadakan perjanjian
kerja dengan penyedia penanggung jawab
kontrak, untuk melaksanakan sebagian
pekerjaan (subkontrak);
Kemitraan/Kerjasama adalah kerja sama usaha antar penyedia baik
operasi (KSO) penyedia nasional maupun penyedia asing, yang
masing-masing pihak mempunyai hak, kewajiban
dan tanggung jawab yang jelas berdasarkan
perjanjian tertulis;
Surat Jaminan adalah Surat Jaminan yang selanjutnya disebut
Jaminan adalahjaminan tertulis yang dikeluarkan
oleh Bank Umum/ Perusahaan
Penjaminan/Perusahaan Asuransi/lembaga
keuangan khusus yang menjalankan usaha di
bidangpembiayaan, penjaminan, dan asuransi
untuk mendorong ekspor Indonesia sesuai
dengan ketentuan peraturanperundang-
undangan di bidang lembaga pembiayaan ekspor
Indonesia;
Hari adalah hari kerja untuk pelaksanaan kontrak dan
proses pemilihan secara elektronik dan batas
akhir setiap tahapan adalah hari kerja;
Daftar Kuantitas adalah daftar kuantitas yang telah diisi harga
Harga satuan dan jumlah biaya keseluruhannya yang
merupakan bagian dari penawaran;
Harga Perkiraan adalah perhitungan perkiraan biaya seluruh
Sendiri (HPS) volume pekerjaan dikalikan dengan Harga
Satuan yang disusun dan ditetapkan oleh PPK,
dikalkulasikan secara keahlian berdasarkan data
4

yang dapat dipertanggungjawabkan sudah


termasuk biaya umum, keuntungan pekerjaan,
dan beban pajak, serta digunakan oleh POKJA
Pemilihan untuk menilai kewajaran penawaran
termasuk rinciannya;
Pekerjaan Utama adalah jenis pekerjaan yang secara langsung
menunjang terwujudnya dan berfungsinya suatu
konstruksi sesuai peruntukannya yang ditetapkan
sebagaimana tercantum dalam Dokumen
Pengadaan;
Mata Pembayaran adalah mata pembayaran yang pokok dan
Utama penting yang nilai bobot kumulatifnya minimal
80% (delapan puluh per seratus) dari seluruh
nilai pekerjaan, dihitung mulai dari mata
pembayaran yang nilai bobotnya terbesar yang
ditetapkan oleh POKJA Pemilihan dalam
Dokumen Pengadaan;
Harga Satuan adalah harga satu jenis pekerjaan tertentu per
Pekerjaan (HSP) satu satuan tertentu;
Harga Satuan Dasar adalah harga satuan komponen dari harga
(HSD) satuan pekerjaan (HSP) per satu satuan
tertentu, misalnya:
a. Upah tenaga kerja (per jam, per hari)
b. Bahan (per m, per m2, per m3, per kg,
per ton)
c. Peralatan (per jam, per hari)
Metode Pelaksanaan adalah metode yang menggambarkan
Pekerjaan penguasaan penyelesaian pekerjaan yang
sistematis dari awal sampai akhir meliputi
tahapan/urutan pekerjaan (utama) dan
uraian/cara kerja dari masing-masing jenis
kegiatan pekerjaan utama dan penunjang
pekerjaan utama yang dapat
dipertanggungjawabkan secara teknis;
Personil inti adalah tenaga ahli atau tenaga teknis yang
ditempatkan sesuai penugasan pada organisasi
pelaksanaan pekerjaan;
Bagian Pekerjan adalah bagian pekerjaan bukan pekerjaan utama,
yang disubkontrakan atau pekerjaan spesialis yang ditetapkan
sebagaimana tercantum dalam Dokumen
Pemilihan, yang pelaksanaannya diserahkan
kepada penyedia barang/jasa dan disetujui
terlebih dahulu oleh PPK;
Masa Pelaksanaan adalah jangka waktu untuk melaksanakan
(jangka waktu pekerjaan dihitung berdasarkan SPMK sampai
pelaksanaan) dengan serah terima pertama pekerjaan;
K/L/D/I adalah Kementerian/Lembaga/Satuan Kerja
Perangkat Daerah/Institusi yang menggunakan
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara
5

(APBN) dan/atau Anggaran Pendapatan dan


Belanja Daerah (APBD).
PA adalah Pengguna Anggaran yang merupakan
pejabat pemegang kewenangan penggunaan
anggaran Kementerian/Lembaga/Satuan Kerja
Perangkat Daerah atau Pejabat yangdisamakan
pada Institusi PenggunaAPBN/APBD;
KPA adalah Kuasa Pengguna Anggaran yang
merupakan pejabat yang ditetapkan oleh PA
untuk menggunakan APBN atau ditetapkan oleh
Kepala Daerah untuk menggunakan APBD;
POKJA Pemilihan adalah Kelompok Kerja pada Bagian Pengadaan
Barang dan Jasa Setda Kabupaten Sidoarjo yang
dibentuk untuk melaksanakan Pemilihan
Penyedia Barang/Jasa;
PPK adalah Pejabat Pembuat Komitmen yang
bertanggung jawab atas pelaksanaan pekerjaan;
SPPBJ adalah Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa
yang diterbitkan oleh PPK kepada penyedia
barang/jasa untuk melaksanakan pekerjaan;
TKDN adalah Tingkat Komponen Dalam Negeri yaitu
besarnya komponen dalam negeri pada barang,
jasa, dan gabungan barang dan jasa;
RK3K adalah Rencana Keselamatan dan Kesehatan
Kerja (K3) Konstruksi, merupakan dokumen
lengkap rencana penyelenggaraan SMK3
Konstruksi Bidang PU dan merupakan satu
kesatuan dengan dokumen kontrak suatu
pekerjaan konstruksi, yang dibuat oleh Penyedia
Jasa dan disetujui oleh Pengguna Jasa, untuk
selanjutnya dijadikan sebagai sarana interaksi
antara Penyedia Jasa dengan Pengguna Jasa
dalam penyelenggaraan SMK3 Konstruksi
Bidang PU;
LPSE Layanan Pengadaan Secara Elektronik adalah
unit kerja K/L/D/I yang dibentuk untuk
menyelenggarakan sistem pelayanan pengadaan
barang/jasa secara elektronik;
Aplikasi SPSE aplikasi perangkat lunak Sistem Pengadaan
Secara Elektronik (SPSE) berbasis web yang
terpasang di server LPSE yang dapat di akses
melalui website LPSE;
Form Isian Elektronik Tampilan/antarmuka pemakai berbentuk grafis
berisi komponen isian yang dapat diinput oleh
pengguna aplikasi;
Form Isian Elektronik Form isian elektronik pada aplikasi SPSE yang
Data Kualifikasi digunakan penyedia barang/jasa untuk
menginputkan dan mengirimkan data kualifikasi.
6

E. Pemilihan Langsung dengan pascakualifikasi ini dibiayai dari sumber


pendanaan sebagaimana tercantum dalam LDP.
F. Pemilihan Langsung ini terbuka dan dapat diikuti oleh semua peserta
yang berbentuk badan usaha atau kemitraan/KSO serta perorangan.
G. Pemilihan Langsung ini terbuka dan dapat diikuti oleh semua peserta
yang berbentuk badan usaha tunggal atau kemitraan/KSO.
7

BAB II. INSTRUKSI KEPADA PESERTA (IKP)

A. UMUM
1. Lingkup 1.1 POKJA Pemilihan mengumumkan kepada
Pekerjaan para peserta untuk menyampaikan penawaran
atas paket Pekerjaan Konstruksi sebagaimana
tercantum dalam LDP;
1.2 Nama paket dan lingkup pekerjaan
sebagaimana tercantum dalam LDP;
1.3 Penyedia yang ditunjuk berkewajiban untuk
menyelesaikan pekerjaan dalam jangka waktu
sebagaimana tercantum dalam LDP,
berdasarkan syarat umum dan syarat khusus
kontrak dengan mutu sesuai spesifikasi teknis
dan harga yang tercantum dalam kontrak.

2. Sumber Dana Pengadaan ini dibiayai dari sumber pendanaan


sebagaimana tercantum dalam LDP.

3. Peserta 3.1 Pemilihan langsung ini terbuka dan dapat


diikuti oleh semua peserta yang berbentuk
badan usaha (perusahaan/koperasi),
kemitraan/KSO atau peserta perorangan yang
memenuhi kualifikasi.

3.2 Peserta pada paket pekerjaan konstruksi ini


dipersyaratkan hanya untuk pelaksana
konstruksi dengan kualifikasi Usaha Mikro dan
Usaha Kecil yang memenuhi syarat.

3.3 Tender paket pekerjaan konstruksi


sebagaimana dimaksud pada 3.2 dapat
dikerjakan oleh penyedia jasa dengan
kualifikasi Non Kecil apabila:
a. Tender gagal karena tidak ada penyedia
jasa dengan kualifikasi kecil yang
mendaftar; dan/atau
b. Peralatan utama dan tingkat kesulitan
pekerjaan yang akan dilelangkan tidak
dapat dipenuhi/dilaksanakan oleh penyedia
jasa dengan kualifikasi kecil.

3.4 Dalam hal peserta akan atau sedang


melakukan kemitraan/KSO, baik dengan
perusahaan nasional maupun asing maka
peserta harus memiliki Perjanjian
Kemitraan/Kerja Sama Operasi yang memuat
persentase kemitraan/KSO dan perusahaan
yang mewakili kemitraan/KSO tersebut.
8

3.5 Peserta Kemitraan/KSO dilarang untuk


mengubah Perjanjian Kemitraan/Kerja Sama
Operasi.

4. Larangan 4.1 Peserta dan pihak yang terkait dengan


Korupsi, pengadaan ini berkewajiban untuk mematuhi
Kolusi, dan etika pengadaan dengan tidak melakukan
Nepotisme tindakan sebagai berikut:
(KKN), a. berusaha mempengaruhi anggota POKJA
Penyalah- Pemilihan dalam bentuk dan cara apapun,
gunaan untuk memenuhi keinginan peserta yang
wewenang bertentangan dengan Dokumen
serta Pengadaan, dan/atau peraturan perundang-
Penipuan undangan;
b. melakukan persekongkolan dengan peserta
lain untuk mengatur hasil Tender sehingga
mengurangi/ menghambat/ memperkecil/
meniadakan persaingan yang sehat
dan/atau merugikan pihak lain; dan/atau
Indikasi persekongkolan antar peserta
memenuhi sekurang-kurangnya 2 (dua)
indikasi di bawah ini :
a. Terdapat kesamaan dalam Dokumen
Penawaran, antara lain pada: metode
kerja, bahan, alat, analisa pendekatan
teknis, koefisien, harga satuan dasar
upah, bahan dan alat, harga satuan
pekerjaan, dan/ atau spesifkasi
teknis/barang yang ditawarkan
(merk/tipe/jenis) dan/ atau dukungan
teknis;
b. Seluruh penawaran dari peserta
mendekati HPS;
c. Adanya keikutsertaan beberapa
Penyedia Barang/Jasa yang berada
dalam 1 (satu) kendali; atau
d. Adanya kesamaan/kesalahan isi
dokumen penawaran, antara lain
kesamaan/ kesalahan pengetikan,
susunan, dan format penulisan.
c. membuat dan/atau menyampaikan
dokumen dan/atau keterangan lain yang
tidak benar untuk memenuhi persyaratan
dalam Dokumen Pengadaan ini.
4.2 Peserta yang menurut penilaian POKJA
Pemilihan terbukti melakukan tindakan
sebagaimana dimaksud pada angka 4.1
dikenakan sanksi sebagai berikut:
a. sanksi administratif, seperti digugurkan dari
proses pemilihan langsung atau pembatalan
penetapan pemenang;
b. sanksi pencantuman dalam Daftar Hitam;
c. gugatan secara perdata; dan/atau
d. pelaporan secara pidana kepada pihak
9

berwenang.

4.3 Pengenaan Sanksi dilaporkan oleh Pokja ULP


kepada PA/KPA.

5. Larangan 5.1 Para pihak dalam melaksanakan tugas, fungsi


Pertentangan dan perannya, dilarang memiliki/melakukan
Kepentingan peran ganda atau terafiliasi.
5.2 Para pihak dalam melaksanakan tugas, fungsi
dan perannya, menghindari dan mencegah
pertentangan kepentingan para pihak yang
terkait, baik secara langsung maupun tidak
langsung.
5.3 Pertentangan kepentingan sebagaimana
dimaksud pada angka 5.2 antara lain meliputi:
a. dalam suatu badan usaha, anggota direksi
atau dewan komisaris merangkap sebagai
anggota direksi atau dewan komisaris pada
badan usaha lainnya yang menjadi peserta
pada Tender yang sama;
b. dalam Pekerjaan Konstruksi, konsultan
perencana/pengawas bertindak sebagai
pelaksana Pekerjaan Konstruksi yang
direncanakannya/diawasinya, kecuali dalam
pelaksanaan Kontrak Pengadaan Pekerjaan
Terintegrasi;
c. konsultan manajemen konstruksi berperan
sebagai Konsultan Perencana dan/atau
Konsultan Pengawas;
d. pengurus koperasi pegawai dalam suatu
K/L/D/I atau anak perusahaan pada
BUMN/BUMD yang mengikuti Pengadaan
dan bersaing dengan perusahaan lainnya,
merangkap sebagai anggota POKJA
Pemilihan atau pejabat yang berwenang
menetapkan pemenang Tender;
e. PA, KPA, PPK, anggota POKJA Pemilihan
dan/atau pejabat lain yang berwenang, baik
langsung maupun tidak langsung
mengendalikan atau menjalankan
perusahaan peserta;
Catatan:
Yang dimaksud pejabat lain yang
berwenang adalah pegawai negeri atau
penyelenggara negara, dengan ketentuan
sebagai berikut:
1) Yang dimaksud Pegawai Negeri meliputi:
a) pegawai negeri sebagaimana
dimaksud dalam Undang-undang
tentang Kepegawaian;
b) pegawai negeri sebagaimana
dimaksud dalam Kitab Undang-
undang Hukum Pidana;
c) orang yang menerima gaji atau upah
10

dari keuangan negara atau daerah;


d) orang yang menerima gaji atau upah
dari suatu korporasi yang menerima
bantuan dari keuangan negara atau
daerah; atau
e) orang yang menerima gaji atau upah
dari korporasi lain yang
mempergunakan modal atau fasilitas
dari negara atau masyarakat.
2) Yang dimaksud Penyelenggara Negara
meliputi:
a) Pejabat Negara pada Lembaga
Tertinggi Negara;

b) Pejabat Negara pada Lembaga


Tinggi Negara;
c) Menteri;
d) Gubernur;
e) Hakim;
f) Pejabat negara yang lain sesuai
dengan ketentuan peraturan
perundangundangan yang berlaku;
dan
g) Pejabat lain yang memiliki fungsi
strategis dalam kaitannya dengan
penyelenggaraan negara sesuai
dengan ketentuan peraturan
perundangundangan yang berlaku.

f. hubungan antara 2 (dua) perusahaan yang


dikendalikan, baik langsung maupun tidak
langsung oleh pihak yang sama yaitu lebih
dari 50% (lima puluh perseratus) pemegang
saham dan/atau salah satu pengurusnya
sama.

5.4 Pegawai K/L/D/I dilarang menjadi peserta


kecuali cuti diluar tanggungan K/L/D/I.

6. Pendayaguna 6.1 Peserta berkewajiban untuk menyampaikan


an Produksi penawaran yang mengutamakan material/
Dalam Negeri bahan produksi dalam negeri dan tenaga kerja
Indonesia serta Pekerjaan Konstruksi yang
dilaksanakan di Indonesia.

6.2 Dalam pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi


dimungkinkan menggunakan bahan baku,
tenaga ahli, dan perangkat lunak yang berasal
dari luar negeri (impor) dengan ketentuan:
a. pemilahan atau pembagian komponen
harus benar-benar mencerminkan bagian
atau komponen yang telah dapat diproduksi
di dalam negeri dan bagian atau komponen
yang masih harus diimpor;
11

b. komponen berupa bahan baku belum


diproduksi di dalam negeri dan/atau
spesifikasi teknis bahan baku yang
diproduksi di dalam negeri belum memenuhi
persyaratan;
c. pekerjaan pemasangan, pabrikasi,
pengujian dan lainnya sedapat mungkin
dilakukan di dalam negeri;
d. semaksimal mungkin menggunakan jasa
pelayanan yang ada di dalam negeri,
seperti jasa asuransi, angkutan, ekspedisi,
perbankan, dan pemeliharaan;
e. penggunaan tenaga ahli asing dilakukan
semata-mata untuk mencukupi kebutuhan
jenis keahlian yang belum dapat diperoleh
di Indonesia, disusun berdasarkan
keperluan yang nyata, dan diusahakan
secara terencana untuk semaksimal
mungkin terjadinya alih
pengalaman/keahlian dari tenaga ahli asing
tersebut ke tenaga Indonesia; dan
f. peserta diwajibkan membuat daftar Barang
yang diimpor yang dilengkapi dengan
spesifikasi teknis, jumlah dan harga yang
dilampirkan pada Dokumen Penawaran.

6.3 Pengadaan barang/jasa impor dimungkinkan


dalam hal:
a. barang/jasa tersebut belum dapat
diproduksi/dihasilkan di dalam negeri;
b. spesifikasi teknis barang yang diproduksi
dan/atau kualifikasi teknis tenaga ahli dalam
negeri belum memenuhi persyaratan;
dan/atau
c. volume produksi dalam negeri tidak mampu
memenuhi kebutuhan.

7. Satu 7.1 Setiap peserta, baik atas nama sendiri maupun


Penawaran sebagai anggota kemitraan/KSO hanya boleh
Tiap Peserta memasukkan satu penawaran untuk satu paket
pekerjaan;

7.2 Setiap peserta yang termasuk dalam


kemitraan/KSO dilarang menjadi peserta baik
secara sendiri maupun sebagai anggota
kemitraan/KSO yang lain pada paket pekerjaan
yang sama.

B. DOKUMEN PENGADAAN
8. Isi Dokumen 8.1 Dokumen Pengadaan terdiri dari Dokumen
Pengadaan Pemilihan dan Dokumen Kualifikasi.
8.2 Dokumen Pemilihan terdiri dari:
a. Umum;
12

b. Instruksi Kepada Peserta;


c. Lembar Data Pemilihan;
d. Bentuk Surat Perjanjian, Syarat-Syarat
Khusus Kontrak, Syarat-Syarat Umum
Kontrak;
e. Spesifikasi Teknis dan Gambar;
f. Daftar Kuantitas dan harga;
g. Formulir RK3K
h. Tata Cara Evaluasi Penawaran;
i. Bentuk Dokumen Penawaran:
1) Surat Penawaran untuk e-Lelang 1 File;
2) Surat perjanjian Kemitraan/Kerja Sama
Operasi (apabila peserta berbentuk
Kemitraan/KSO);
3) Dokumen Penawaran Teknis;
4) Formulir Rekapitulasi Perhitungan TKDN
(apabila diberikan preferensi harga).
j. Bentuk Dokumen Lain:
1) Surat Penunjukan Penyedia
Barang/Jasa (SPPBJ);
2) Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK);
3) Jaminan Pelaksanaan;
4) Jaminan Pemeliharaan;
5) Analisa Harga Satuan dan Analisa
Teknik Satuan Pekerjaan pada saat
klarifikasi kewajaran harga terhadap
penawaran di bawah 80% HPS akan
diminta, untuk kepentingan evaluasi dan
tidak menjadi bagian dari ketentuan
kontrak.

8.3 Dokumen Kualifikasi meliputi:


a. Lembar Data Kualifikasi;
b. Pakta Integritas;
c. Isian Data Kualifikasi;
d. Petunjuk Pengisian Data Kualifikasi;
e. Tata Cara Evaluasi Kualifikasi.

8.4 Peserta berkewajiban memeriksa keseluruhan


isi Dokumen Pengadaan ini. Kelalaian
menyampaikan Dokumen Penawaran yang
tidak memenuhi persyaratan yang ditetapkan
dalam Dokumen Pengadaan ini sepenuhnya
merupakan risiko peserta.

9. Bahasa Dokumen Pengadaan beserta seluruh korespondensi


Dokumen tertulis dalam proses pengadaan menggunakan
Pengadaan Bahasa Indonesia.

10. Pemberian 10.1 Pemberian penjelasan dilakukan secara online


Penjelasan melalui aplikasi SPSE sesuai jadwal dalam
aplikasi SPSE.

10.2 Ketidakikutsertaan peserta pada saat


13

pemberian penjelasan tidak dapat dijadikan


dasar untuk menolak/menggugurkan
penawaran.

10.3 Apabila diperlukan POKJA Pemilihan dapat


memberikan informasi yang dianggap penting
terkait dengan dokumen pengadaan.

10.4 Apabila dipandang perlu, POKJA Pemilihan


dapat memberikan penjelasan lanjutan dengan
cara melakukan peninjauan lapangan. Biaya
peninjauan lapangan ditanggun oleh peserta.

10.5 POKJA Pemilihan menjawab setiap


pertanyaan yang masuk, kecuali untuk
substansi pertanyaan yang telah dijawab.

10.6 Apabila diperlukan POKJA Pemilihan pada


saat berlangsungnya pemberian penjelasan
dapat menambah waktu batas akhir tahapan
tersebut sesuai dengan kebutuhan.

10.7 Dalam hal waktu tahap penjelasan telah


berakhir, perserta tidak dapat mengajukan
pertanyaan namun POKJA Pemilihan masih
mempunyai tambahan waktu untuk menjawab
pertanyaan yang masuk pada akhir jadwal.

10.8 Apabila dipandang perlu, POKJA Pemilihan


dapat memberikan penjelasan (ulang).

10.9 Kumpulan tanya jawab pada saat pemberian


penjelasan dalam aplikasi SPSE merupakan
Berita Acara Pemberian Penjelasan (BAPP).

10.10 Jika dilaksanakan peninjauan lapangan dapat


dibuat Berita Acara Pemberian Penjelasan
Lanjutan dan diunggah melalui aplikasi SPSE.

11. Perubahan 11.1 Apabila pada saat pemberian penjelasan


Dokumen terdapat hal-hal/ketentuan baru atau
Pengadaan perubahan penting yang perlu ditampung,
maka POKJA Pemilihan menuangkan ke
dalam Adendum Dokumen Pengadaan yang
menjadi bagian tidak terpisahkan dari
Dokumen Pengadaan.

11.2 Perubahan rancangan kontrak, spesifikasi


teknis, KAK, gambar dan/atau nilai total HPS,
harus mendapatkan persetujuan PPK sebelum
dituangkan dalam Adendum Dokumen
Pengadaan.

11.3 Apabila ketentuan baru atau perubahan


14

penting tersebut tidak dituangkan dalam


Adendum Dokumen Pengadaan, maka
ketentuan baru atau perubahan tersebut
dianggap tidak ada dan ketentuan yang
berlaku adalah Dokumen Pemilihan awal.

11.4 Setelah Pemberian Penjelasan dan sebelum


batas akhir waktu pemasukan penawaran,
POKJA Pemilihan dapat menetapkan
Adendum Dokumen Pengadaan, berdasarkan
informasi baru yang mempengaruhi substansi
Dokumen Pengadaan.

11.5 Setiap Adendum yang ditetapkan merupakan


bagian yang tidak terpisahkan dari Dokumen
Pengadaan.

11.6 POKJA Pemilihan mengumumkan Adendum


Dokumen Pengadaan dengan cara
mengunggah (upload) file adendum dokumen
Pemilihan melalui aplikasi SPSE paling lambat
2 (dua) hari sebelum batas akhir pemasukan
penawaran. Apabila POKJA Pemilihan akan
mengunggah (upload) file Adendum Dokumen
Pemilihan kurang dari 2 (dua) hari sebelum
batas akhir pemasukan penawaran, maka
POKJA Pemilihan wajib mengundurkan batas
akhir pemasukan penawaran.

11.7 Peserta dapat mengunduh (download)


Adendum Dokumen Pengadaan yang
diunggah (upload) POKJA Pemilihan pada
aplikasi SPSE (apabila ada).

12. Tambahan Apabila adendum dokumen pengadaan


Waktu mengakibatkan kebutuhan penambahan waktu
Pemasukan penyiapan dokumen penawaran maka POKJA
Dokumen Pemilihan memperpanjang batas akhir pemasukan
Penawaran penawaran.

C. PENYIAPAN DOKUMEN PENAWARAN


13. Biaya dalam 13.1 Peserta menanggung semua biaya dalam
Penyiapan penyiapan dan penyampaian penawaran.
Penawaran
13.2 POKJA Pemilihan tidak bertanggung jawab
atas kerugian apapun yang ditanggung oleh
peserta.

14. Bahasa 14.1 Semua Dokumen Penawaran harus


Penawaran menggunakan Bahasa Indonesia.

14.2 Dokumen penunjang yang terkait dengan


15

Dokumen Penawaran dapat menggunakan


Bahasa Indonesia atau bahasa asing.

14.3 Dokumen penunjang yang berbahasa asing


perlu disertai penjelasan dalam Bahasa
Indonesia. Dalam hal terjadi perbedaan
penafsiran, maka yang berlaku adalah
penjelasan dalam Bahasa Indonesia.

15. Dokumen 15.1 Dokumen Penawaran pokok/utama paling


Penawaran kurang terdiri atas:
a. Penawaran Administrasi;
b. Penawaran Teknis;
c. Penawaran Harga; dan
d. Dokumen Isian Kualifikasi.
15.2 Dokumen Penawaran meliputi:
a. surat penawaran yang didalamnya
mencantumkan;
1) tanggal;
2) masa berlaku penawaran; dan
3) total harga penawaran.
b. Daftar kuantitas dan harga;
c. surat Perjanjian Kemitraan/Kerja Sama
Operasi (apabila peserta berbentuk
Kemitraan/KSO);
d. Dokumen penawaran teknis yang terdiri
dari:
1) metode pelaksanaan;
2) jangka waktu pelaksanaan pekerjaan
sampai dengan serah terima pertama
Pekerjaan (PHO);
3) jenis, kapasitas dan jumlah peralatan;
4) spesifikasi teknis (bahan/barang tertentu
apabila ada);
5) Analisa Harga Satuan dan Analisa
Teknik Satuan Pekerjaan pada saat
klarifikasi kewajaran harga terhadap
penawaran di bawah 80% HPS akan
diminta, untuk kepentingan evaluasi dan
tidak menjadi bagian dari ketentuan
kontrak;
6) RK3K;
7) daftar personil inti; dan
8) bagian pekerjaan yang akan
disubkontrakkan (apabila ada bagian
pekerjaan yang akan disubkontrakkan;
e. Data Kualifikasi.

16. Harga 16.1 Harga penawaran ditulis dengan jelas dalam


Penawaran angka dan huruf.

16.2 Peserta mencantumkan harga satuan dan


harga total untuk tiap mata
pembayaran/pekerjaan dalam Daftar Kuantitas
16

dan Harga. Jika harga satuan ditulis nol atau


tidak dicantumkan maka pekerjaan dalam
mata pembayaran tersebut dianggap telah
termasuk dalam harga satuan pekerjaan yang
lain dan pekerjaan tersebut tetap harus
dilaksanakan.

16.3 Biaya overhead termasuk untuk


penyelenggaraan Keselamatan dan
Kesehatan Kerja (K3) dan keuntungan serta
semua pajak, bea, retribusi, tenaga kerja,
praktek/magang, dan pungutan lain yang sah
serta biaya asuransi yang harus dibayar oleh
penyedia untuk pelaksanaan paket Pekerjaan
Konstruksi ini telah diperhitungkan dalam total
harga penawaran

17. Mata Uang 17.1 Semua harga dalam penawaran harus dalam
Penawaran bentuk mata uang sebagaimana tercantum
dan Cara dalam LDP.
Pembayaran
17.2 Pembayaran atas pelaksanaan pekerjaan
dilakukan sesuai dengan cara sebagaimana
tercantum dalam LDP dan diuraikan dalam
Syarat-Syarat Umum/Khusus Kontrak.

18. Masa 18.1 Masa berlaku penawaran sesuai sebagaimana


Berlaku tercantum dalam LDP.
Penawaran
dan Jangka 18.2 Apabila evaluasi belum selesai dilaksanakan,
Waktu sebelum akhir masa berlakunya penawaran,
Pelaksanaan POKJA Pemilihan dapat meminta kepada
seluruh peserta secara tertulis untuk
memperpanjang masa berlakunya penawaran
dalam jangka waktu tertentu dan
diperhitungkan paling kurang sampai
perkiraan tanggal penandatanganan kontrak.

18.3 Apabila penetapan pemenang telah


disampaikan dan tidak ada sanggah, tetapi
DPA/DPA-P belum disahkan/ditetapkan,
POKJA Pemilihan dapat meminta secara
tertulis kepada pemenang lelang untuk
memperpanjang masa berlakunya penawaran
dalam jangka waktu tertentu dan
diperhitungkan paling kurang sampai
perkiraan tanggal penandatanganan kontrak.

18.4 Berkaitan dengan 18.2 dan 18.3, maka


peserta dapat:
a. menyetujui permintaan tersebut tanpa
mengubah penawaran;
b. menolak permintaan tersebut dan dapat
mengundurkan diri secara tertulis dengan
17

tidak dikenakan sanksi.

18.5 Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan yang


ditawarkan tidak melebihi jangka waktu
sebagaimana tercantum dalam LDP.

19. Pengisian 19.1 Peserta berkewajiban untuk menyetujui Pakta


Data Integritas dan mengisi form isian elektronik
Kualifikasi data kualifikasi dalam aplikasi SPSE.

19.2 Peserta tidak perlu mengunggah hasil


pemindaian (scan) dokumen administrasi
kualifikasi pada fasilitas unggahan dokumen
penawaran.

19.3 Data Kualifikasi dan pernyataan yang menjadi


bagian kualifikasi dianggap telah disetujui dan
ditandatangani oleh peserta pengadaan,
kecuali untuk penyedia barang/jasa yang
melakukan Kemitraan/Kerja Sama Operasi
(KSO) Formulir Kualifikasi dan pernyataan
yang menjadi bagian kualifikasi ditandatangani
oleh pejabat yang menurut perjanjian
Kemitraan/Kerja Sama Operasi berhak
mewakili Kemitraan/KSO.

20. Pakta 20.1 Pakta Integritas berisi ikrar untuk mencegah


Integritas dan tidak melakukan kolusi, korupsi, dan
nepotisme (KKN), serta akan mengikuti proses
pengadaan secara bersih, transparan, dan
profesional.

20.2 Dengan mendaftar sebagai peserta lelang


pada suatu paket pekerjaan melalui aplikasi
SPSE, maka peserta telah menandatangani
Pakta Integritas, kecuali untuk penyedia
barang/jasa yang melakukan Kemitraan/Kerja
Sama Operasi (KSO), badan usaha yang
ditunjuk mewakili Kemitraan/Kerja Sama
Operasi (KSO) wajib menyampaikan pakta
integritas melalui fasilitas unggahan lainnya
pada form isian elektronik data kualifikasi di
aplikasi SPSE.

21. Surat Pekerjaan ini tidak memerlukan Jaminan Penawaran


Jaminan
Penawaran

D. PEMASUKAN DOKUMEN PENAWARAN


18

22. Penyampula 22.1 File penawaran yang disampaikan oleh peserta


n dan terdiri dari 1 (satu) file penawaran yang telah
Penandaan disandikan/ dienkripsi yang terdiri dari:
Sampul a. Penawaran administrasi;
Penawarn b. Penawaran teknis;
c. Penawaran harga.
22.2 File penawaran disandikan/dienkripsi dengan
Aplikasi Pengaman Dokumen (APENDO)/
Spamkodok.
22.3 Peserta mengirimkan file penawaran yang telah
disandikan/dienkripsi sesuai waktu yang
ditetapkan.
22.4 Data kualifikasi diinput dan dikirimkan melalui
form isian elektronik data kualifikasi pada SPSE.

23. Pemasukkan 23.1 Peserta menyampaikan Dokumen Penawaran


/ kepada POKJA Pemilihan dengan ketentuan:
Penyampaia a. Data kualifikasi disampaikan melalui form
n Dokumen isian elektronik kualifikasi yang tersedia pada
Penawaran aplikasi SPSE.
b. Jika form isian elektronik kualifikasi yang
tersedia pada aplikasi SPSE belum
mengakomodir data kualifikasi yang
disyaratkan POKJA Pemilihan, maka data
kualifikasi tersebut diunggah (upload) pada
fasilitas pengunggahan lain yang tersedia
pada aplikasi SPSE.
c. Dengan mengirimkan data kualifikasi secara
elektronik, peserta menyetujui pernyataan
sebagai berikut:
1) yang bersangkutan dan manajemennya
tidak dalam pengawasan pengadilan, tidak
pailit, dan kegiatan usahanya tidak sedang
dihentikan;
2) yang bersangkutan berikut pengurus
badan usaha tidak masuk dalam daftar
hitam;
3) perorangan yang bertindak untuk dan atas
nama badan usaha tidak sedang dalam
menjalani sanksi pidana;
4) data kualifikasi yang diisikan benar, dan
jika dikemudian hari ditemukan bahwa
data/dokumen yang disampaikan tidak
benar dan ada pemalsuan, maka direktur
utama/pimpinan perusahaan, atau kepala
cabang, atau pejabat yang menurut
perjanjian kerja sama berhak mewakili
badan usaha yang bekerja sama dan
badan usaha yang diwakili bersedia
dikenakan sanksi administratif, sanksi
pencantuman dalam daftar hitam, gugatan
secara perdata, dan/atau pelaporan
secara pidana kepada pihak berwenang
sesuai dengan ketentuan peraturan
19

perundang-undangan.
5) pimpinan dan pengurus badan usaha
bukan sebagai pegawai K/L/D/I atau
pimpinan dan pengurus badan usaha
sebagai pegawai K/L/D/I yang sedang
mengambil cuti diluar tanggungan K/L/D/I.
6) pernyataan lain yang menjadi syarat
kualifikasi yang tercantum dalam dokumen
pengadaan.
d. Untuk penyedia barang/jasa yang berbentuk
konsorsium/kemitraan/bentuk kerjasama lain,
pemasukan kualifikasi dilakukan oleh badan
usaha yang ditunjuk mewakili
konsorsium/kemitraan/ bentuk kerjasama lain.
e. Peserta dapat mengirimkan data kualifikasi
secara berulang sebelum batas akhir waktu
pemasukan Dokumen Penawaran. Data
kualifikasi yang dikirimkan terakhir akan
menggantikan data kualifikasi yang telah
terkirim sebelumnya.
23.2 Dokumen penawaran disampaikan melalui fitur
penyampaian penawaran pada aplikasi SPSE
atau Apendo/ Spamkodok.
23.3 Setelah File penawaran administrasi, teknis dan
harga dienkripsi menggunakan Apendo/
Spamkodok.
23.4 peserta mengunggah (upload) file penawaran
administrasi, teknis dan harga yang telah
terenkripsi (*.rhs) sesuai jadwal yang ditetapkan.
23.5 Peserta dapat mengunggah file penawaran
secara berulang sebelum batas akhir waktu
pemasukan Dokumen Penawaran. File
penawaran terakhir akan menggantikan file
penawaran yang telah terkirim sebelumnya.
23.6 Surat/Form penawaran dan/atau surat/form lain
sebagai bagian dari dokumen penawaran yang
diunggah (upload) ke dalam aplikasi SPSE
dianggap sah sebagai dokumen elektronik dan
telah ditandatangani secara elektronik oleh
pemimpin/direktur perusahaan atau kepala
cabang perusahaan yang diangkat oleh kantor
pusat yang dibuktikan dengan dokumen otentik
atau pejabat yang menurut perjanjian kerjasama
adalah yang berhak mewakili perusahaan yang
bekerjasama.
23.7 Peserta tidak perlu menggunggah (upload) hasil
pemindaian dokumen asli yang bertanda tangan
basah dan berstempel, kecuali surat lain yang
memerlukan tanda tangan basah dari pihak lain.
23.8 Peserta dapat menggunggah (upload) ulang file
penawaran untuk mengganti atau menimpa file
penawaran sebelumnya, sampai dengan batas
akhir pemasukan penawaran.
23.9 Pengguna SPSE wajib mengetahui dan
20

melaksanakan ketentuan penggunaan Apendo/


Spamkodok yang melekat pada Apendo/
Spamkodok.
23.10 Untuk Peserta yang berbentuk konsorsium/
kemitraan/bentuk kerjasama lain, pemasukan
penawaran dilakukan oleh badan usaha yang
ditunjuk mewakili konsorsium/ kemitraan/ bentuk
kerjasama lain.
24. Batas Akhir 24.1 Penawaran harus disampaikan secara elektronik
Waktu melalui aplikasi SPSE kepada POKJA Pemilihan
Pemasukan paling lambat pada waktu yang ditentukan oleh
Penawaran POKJA Pemilihan.

24.2 POKJA Pemilihan tidak diperkenankan


mengubah waktu batas akhir pemasukan
penawaran kecuali:
a. keadaan kahar;
b. terjadi gangguan teknis;
c. perubahan dokumen pengadaan yang
mengakibatkan kebutuhan penambahan
waktu penyiapan dokumen; atau
d. tidak ada peserta yang memasukkan
penawaran sampai dengan batas akhir
pemasukan penawaran.

24.3 Dalam hal POKJA Pemilihan mengubah waktu


batas akhir pemasukan penawaran maka harus
menginputkan alasan yang dapat
dipertanggungjawabkan pada aplikasi SPSE.

24.4 Dalam hal setelah batas akhir pemasukan


penawaran tidak ada peserta yang memasukkan
penawaran, POKJA Pemilihan dapat
memperpanjang batas akhir jadwal pemasukkan
penawaran.

24.5 Pepanjangan jangka waktu sebagaimana


dimaksud pada angka 24.4 dilakukan pada hari
yang sama dengan batas akhir pemasukan
penawaran.

25. Penawaran Aplikasi SPSE menolak setiap file penawaran yang


Terlambat dikirimkan setelah batas akhir waktu pemasukan
penawaran kirim.
21

E. PEMBUKAAN DAN EVALUASI PENAWARAN


26. Pembukaan 26.1 Pada tahap pembukaan penawaran, POKJA
Penawaran Pemilihan mengunduh (download) dan
melakukan dekripsi file penawaran dengan
menggunakan Apendo/Spamkodok sesuai waktu
yang telah ditetapkan.

26.2 Terhadap file penawaran yang tidak dapat dibuka


(didekripsi), POKJA Pemilihan menyampaikan
file penawaran tersebut kepada LPSE untuk
mendapat keterangan bahwa file yang
bersangkutan tidak dapat dibuka dan bila
dianggap perlu LPSE dapat menyampaikan file
penawaran tersebut kepada LKPP.

26.3 Berdasarkan keterangan dari LPSE atau LKPP,


apabila file penawaran tidak dapat
dibuka/didekripsi maka POKJA Pemilihan dapat
menetapkan bahwa file penawaran tersebut tidak
memenuhi syarat sebagai penawaran dan
penyedia barang/jasa yang mengirimkan file
penawaran tersebut dianggap tidak memasukkan
penawaran. Apabila dapat dibuka, maka POKJA
Pemilihan akan melanjutkan proses atas
penawaran yang bersangkutan.

26.4 Apabila penawaran yang masuk kurang dari 3


(tiga) peserta maka POKJA Pemilihan tetap
melanjutkan proses pemilihan dengan melakukan
evaluasi penawaran dan kualifikasi, serta
selanjutnya melakukan negosiasi teknis dan
harga sebagaimana ketentuan angka 27 kepada
peserta yang memenuhi persyaratan kualifikasi.

26.5 POKJA Pemilihan tidak boleh menggugurkan


penawaran pada waktu pembukaan penawaran,
kecuali untuk file penawaran yang sudah
dipastikan tidak dapat dibuka berdasarkan
keterangan LPSE atau LKPP.

27. Evaluasi 27.1 Dokumen penawaran dengan 1 (satu) file


Penawaran (sampul) Sistem Gugur.

27.2 Data yang digunakan POKJA Pemilihan dalam


evaluasi dokumen penawaran adalah data yang
diunggah (upload) pada sistem pengadaan
secara elektronik, sesuai dengan data syarat-
syarat yang tertulis dalam Dokumen Pemilihan.

27.3 Data dokumen elektronik yang rusak (sesudah


mendapat klarifikasi dari LPSE) akibat kesalahan
pengiriman dokumen oleh Penyedia Jasa, yang
mengakibatkan dokumen tersebut tidak dapat
dilakukan evaluasi oleh POKJA Pemilihan, maka
22

dokumen elektronik tersebut dinyatakan tidak


memenuhi syarat.

27.4 Sebelum evaluasi harga, dilakukan koreksi


aritmatik dengan ketentuan:
a volume dan/atau jenis pekerjaan yang
tercantum dalam daftar kuantitas dan harga
disesuaikan dengan yang tercantum dalam
Dokumen Pengadaan;
b apabila terjadi kesalahan hasil perkalian
antara volume dengan harga satuan
pekerjaan, dilakukan pembetulan, dengan
ketentuan harga satuan pekerjaan yang
ditawarkan tidak boleh diubah;
c jenis pekerjaan yang tidak diberi harga
satuan dianggap sudah termasuk dalam
harga satuan pekerjaan yang lain dan harga
satuan pada daftar kuantitas dan harga tetap
dibiarkan kosong;
d jenis pekerjaan yang tidak tercantum dalam
daftar kuantitas dan harga disesuaikan
dengan jenis pekerjaan yang tercantum
dalam Dokumen Pengadaan dan harga
satuan pekerjaan dimaksud dianggap nol;
dan
e hasil koreksi aritmatik pada bagian harga
satuan dapat mengubah nilai total harga
penawaran sehingga urutan peringkat dapat
menjadi lebih tinggi atau lebih rendah dari
urutan peringkat semula.

27.5 Total harga penawaran setelah koreksi aritmatik


yang melebihi nilai total HPS dinyatakan gugur.

27.6 Apabila semua total harga penawaran setelah


koreksi aritmatik diatas nilai total HPS, Tender
dinyatakan gagal.

27.7 Berdasarkan hasil koreksi aritmatik POKJA


Pemilihan menyusun urutan dari penawaran
terendah.

27.8 Pelaksanaan evaluasi dengan sistem gugur


dilakukan oleh POKJA Pemilihan untuk
mendapatkan 3 (tiga) penawaran yang
memenuhi syarat yang dimulai dengan
penawaran terendah setelah koreksi aritmatik.

27.9 Apabila setelah koreksi aritmatik terdapat kurang


dari 3 (tiga) penawar yang menawar harga
kurang dari HPS maka proses lelang tetap
dilanjutkan dengan melakukan evaluasi
penawaran.
23

27.10 POKJA Pemilihan melakukan evaluasi


penawaran yang meliputi:
a. evaluasi administrasi;
b. evaluasi teknis;
c. evaluasi harga; dan
d. evaluasi kualifikasi.

27.11 Ketentuan umum dalam melakukan evaluasi


sebagai berikut:
a. POKJA Pemilihan dilarang menambah,
mengurangi, mengganti, dan/atau mengubah
kriteria dan persyaratan yang telah ditetapkan
dalam Dokumen Pengadaan ini;
b. POKJA Pemilihan dan/atau peserta dilarang
menambah, mengurangi, mengganti, dan/atau
mengubah isi Dokumen Penawaran;
c. Penawaran yang memenuhi syarat adalah
penawaran yang sesuai dengan ketentuan,
syarat-syarat, dan spesifikasi teknis yang
ditetapkan dalam Dokumen Pemilihan ini,
tanpa ada penyimpangan yang bersifat
penting/pokok atau penawaran bersyarat;
d. Penyimpangan yang bersifat penting/pokok
atau penawaran bersyarat adalah:
1) penyimpangan dari Dokumen Pemilihan ini
yang mempengaruhi lingkup, kualitas dan
hasil/kinerja pekerjaan dikarenakan tidak
memenuhi ketentuan sesuai yang
disyaratkan pada IKP 27.13, 27.14, 27.15;
dan/atau dan/atau
2) penawaran dari peserta dengan
persyaratan tambahan yang akan
menimbulkan persaingan usaha tidak
sehat dan/atau tidak adil diantara peserta
yang memenuhi syarat.
e. POKJA Pemilihan dilarang menggugurkan
penawaran dengan alasan:
1) ketidakhadiran dalam pemberian
penjelasan; dan/atau
2) kesalahan yang tidak substansial,
misalnya kesalahan pengetikan,
penyebutan sebagian nama atau
keterangan, surat penawaran tidak berkop
perusahaan.
f. para pihak dilarang mempengaruhi atau
melakukan intervensi kepada POKJA
Pemilihan selama proses evaluasi;
g. apabila dalam evaluasi ditemukan bukti
adanya persaingan usaha yang tidak sehat
dan/atau terjadi pengaturan bersama (indikasi
kolusi/ persekongkolan) antara peserta, P2BJ
dan/atau PPK, dengan tujuan untuk
memenangkan salah satu peserta, maka:
1) peserta yang ditunjuk sebagai calon
24

pemenang dan peserta lain yang terlibat


dimasukkan ke dalam Daftar Hitam;
2) PA, KPA dan/atau pejabat lain yang
berwenang yang terlibat persekongkolan,
dikenakan sanksi administrasi dan/atau
pidana;
3) anggota POKJA Pemilihan dan/atau PPK
yang terlibat persekongkolan diganti,
dikenakan sanksi administrasi dan/atau
pidana;
4) proses evaluasi tetap dilanjutkan dengan
menetapkan peserta lainnya yang tidak
terlibat; dan
5) apabila tidak ada peserta lain
sebagaimana dimaksud pada angka 2),
maka Tender dinyatakan gagal.
h. Apabila indikasi persekongkolan terpenuhi,
maka peserta digugurkan pada tahap evaluasi
administrasi, teknis, harga dan/atau
kualifikasi.

27.12 Evaluasi Administrasi:


a. evaluasi terhadap data administrasi hanya
dilakukan terhadap hal-hal yang tidak dinilai
pada saat penilaian kualifikasi;
b. penawaran dinyatakan memenuhi persyaratan
administrasi, apabila:
1) syarat-syarat substansial yang diminta
berdasarkan Dokumen Pemilihan ini
dipenuhi/dilengkapi, yaitu dengan
dilampirkannya:
a) Surat penawaran;
b) Jaminan penawaran (untuk paket
diatas Rp. 10.000.000.000,00);
c) Surat Kuasa dari direktur
utama/pimpinan perusahaan kepada
penerima kuasa (apabila dikuasakan);
d) Daftar Kuantitas dan Harga;
e) Surat perjanjian Kemitraan/Kerja Sama
Operasi (apabila peserta berbentuk
Kemitraan/KSO);
f) Dokumen penawaran teknis yang
terdiri dari :
(1) metode pelaksanaan;
(2) jangka waktu pelaksanaan
pekerjaan sampai dengan serah
terima pertama Pekerjaan (PHO);
(3) jenis, kapasitas dan jumlah
peralatan;
(4) spesifikasi teknis (bahan/barang
tertentu apabila ada);
(5) analisa teknis satuan pekerjaan
dan analisa harga satuan
pekerjaan (apabila dipersyaratkan
25

dan hanya diminta pada tahap


klarifikasi kewajaran harga apabila
total harga penawaran dibawah
80% HPS dan tidak menjadi
bagian dari ketentuan kontrak);
(6) RK3K;
(7) daftar personil inti; dan
(8) daftar bagian pekerjaan yang akan
disubkontrakkan (apabila
dipersyaratkan);
g) Data kualifikasi.
2) Dokumen administrasi memenuhi kriteria
sebagai berikut :
a) Surat penawaran yang memenuhi
ketentuan sebagai berikut :
(1) jangka waktu berlakunya surat
penawaran tidak kurang dari waktu
sebagaimana tercantum dalam
LDP, dengan ketentuan :
(a) apabila ada perbedaan
penulisan antara angka dan
huruf maka yang diakui adalah
tulisan huruf;
(b) apabila jangka waktu yang
tertulis dalam angka jelas
sedangkan dalam huruf tidak
jelas, maka yang diakui adalah
yang tertulis dalam angka; atau
(c) apabila jangka waktu dalam
angka dan huruf tidak jelas,
maka penawaran dinyatakan
gugur.
(2) Bertanggal;
(3) Dalam hal terdapat kesalahan
penulisan nama Pokja dan/atau
nama paket, maka tidak dapat
dinyatakan gugur;
(4) Dalam hal terdapat kesalahan
tanggal, maka apabila kesalahan
tersebut tidak menyebabkan masa
berlaku surat penawaran menjadi
kurang dari waktu sebagaimana
tercantum dalam LDP maka tidak
dapat dinyatakan gugur.
3) Surat kuasa dari direktur
utama/pimpinan perusahaan kepada
penerima kuasa (apabila dikuasakan);
(a) Harus ditandatangani direktur utama /
pimpinan perusahaan;
(b) Nama penerima kuasa tercantum
dalam akte pendirian/anggaran dasar;
(c) Dalam hal kemitraan, surat kuasa
ditandatangani oleh anggota kemitraan
yang diwakili menurut perjanjian kerja
26

sama.

4) Surat perjanjian kemitraan/kerja sama


operasi (apabila bermitra);
(a) Mencantumkan nama kemitraan sesuai
dengan data kualifikasi;
(b) Mencantumkan lead firm dan
mitra/anggota;
(c) Mencantumkan modal (sharing) dari
setiap perusahaan;
(d) Mencantumkan nama pihak yang
mewakili kemitraan/KSO;
(e) Ditandatangani para calon peserta
kemitraan/KSO.

c. POKJA Pemilihan dapat melakukan klarifikasi


terhadap hal-hal yang kurang jelas dan
meragukan namun tidak boleh mengubah
substansi;
d. Apabila dari 3 (tiga) penawaran terendah ada
yang tidak memenuhi persyaratan administrasi
maka POKJA Pemilihan melakukan evaluasi
administrasi terhadap penawar terendah
berikutnya (apabila ada);
e. apabila hanya ada 1 (satu) atau 2 (dua)
peserta yang memenuhi persyaratan
administrasi, maka evaluasi tetap dilanjutkan
dengan evaluasi teknis; dan
f. apabila tidak ada peserta yang memenuhi
persyaratan administrasi, maka Tender
dinyatakan gagal.

27.13 Evaluasi Teknis:


a. evaluasi teknis dilakukan terhadap peserta
yang memenuhi persyaratan administrasi;
b. unsur-unsur yang dievaluasi teknis sesuai
dengan yang ditetapkan dalam dokumen
pengadaan ini;
c. evaluasi teknis dilakukan dengan sistem gugur
dengan ketentuan:
1) POKJA Pemilihan menilai persyaratan
teknis minimal yang harus dipenuhi
dengan membandingkan pemenuhan
persyaratan teknis sebagaimana
tercantum dalam LDP;
2) Penawaran dinyatakan memenuhi
persyaratan teknis apabila:
a) metode pelaksanaan pekerjaan
memenuhi persyaratan substantif
meliputi :
(1) tahapan/urutan pekerjaan dari awal
sampai akhir secara garis besar bisa
dalam bentuk flowcart, kurva S atau
27

bentuk lainnya;
(2) uraian/cara kerja setiap item
pekerjaan utama dan pekerjaan
penunjang/ sementara yang dapat
dipertanggungjawabkan secara
teknis dan diyakini menggambarkan
penguasaan dalam penyelesaian
pekerjaan;
b) Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan
sampai dengan serah terima pertama
pekerjaan / Provision Hand Over (PHO),
ditawarkan tidak melebihi jangka waktu
yang ditetapkan dalam LDP. Penulisan
jangka waktu pelaksanaan pekerjaan
agar dituangkan secara jelas dalam
angka dan/atau huruf dengan satuan
hari pada jadwal pelaksanaan atau
bentuk lain;
c) Peralatan utama yang ditawarkan
sesuai dengan yang diperlukan dalam
pelaksanakan pekerjaan. Jenis,
kapasitas dan jumlah yang disediakan
untuk pelaksanaan pekerjaan
menggunakan data peralatan yang
tercantum pada isian kualifikasi, dengan
ketentuan :
(1) Peralatan yang ditawarkan laik dan
dapat digunakan untuk penyelesaian
pekerjaan sesuai jadwal
pelaksanaan pekerjaan;
(2) jumlah alat dapat berbeda
sepanjang kapasitas sesuai dengan
yang disyaratkan dan memenuhi
keteknisan operasional;
(3) 1 (satu) alat dapat dipakai untuk
lebih dari 1 (satu) paket pekerjaan
sepanjang kapasitas dan
produktifitas peralatan sesuai
dengan yang disyaratkan dan
memenuhi keteknisan operasional;
(4) Apabila kapasitas dan produktifitas
peralatan secara keteknisan tidak
dapat digunakan untuk lebih dari 1
(satu) paket pekerjaan secara
bersamaan, maka POKJA Pemilihan
melakukan klarifikasi kepada
penyedia untuk menentukan
peralatan tersebut akan
ditempatkan, sedangkan untuk
peralatan pada paket pekerjaan
lainnya dianggap tidak ada dan
28

dinyatakan gugur;
(5) Kepemilikan peralatan dapat
ditunjukan dengan bukti kepemilikan
/ surat perjanjian sewa (surat
dukungan sewa) / sewa beli.
Contoh surat perjanjian sewa
sebagaimana tercantum dalam BAB
XIV Bentuk Dokumen Lain huruf E.
Bentuk Surat Perjanjian Sewa Alat.
b) spesifikasi teknis memenuhi
persyaratan yang ditetapkan dalam
Bab XII Spesifikasi Teknis dan
Gambar, meliputi :
(1) Evaluasi spesifikasi teknis hanya
dilakukan terhadap penawar yang
menyampaikan perubahan
spesifikasi teknis dan berbeda dari
yang ditetapkan dalam dokumen
pengadaan. Spesifikasi teknis tidak
boleh lebih rendah dari yang
dipersyaratkan dalam Dokumen
Pengadaan; dan
(2) Apabila tidak menyampaikan
usulan perubahan spesifikasi
teknis dianggap mengikuti
spesifikasi teknis yang diberikan
untuk pelaksanaan pekerjaan, dan
tidak dilakukan evaluasi, kecuali
spesifikasi bahan/barang tertentu
yang tercantum dalam LDP maka
harus disampaikan identitas
bahan/barang dimaksud meliputi
merek dan tipenya;
c) Personil inti yang akan ditempatkan
secara penuh sesuai dengan
persyaratan yang ditetapkan dalam
LDP serta posisinya dalam
manajemen pelaksanaan pekerjaan
sesuai dengan organisasi
pelaksanaan yang diajukan;
(1) Dalam hal Penyedia mengikuti
beberapa paket pekerjaan
konstruksi atau jasa konsultansi
dalam waktu bersamaan dengan
menawarkan personil yang sama
untuk beberapa paket yang diikuti
dan dalam evaluasi memenuhi
persyaratan pada masing-masing
paket pekerjaan, maka hanya
dapat ditetapkan sebagai
pemenang pada 1 (satu) paket
29

pekerjaan dengan cara melakukan


klarifikasi untuk menentukan
personil tersebut akan
ditempatkan, sedangkan untuk
paket pekerjaan lainnya personil
dinyatakan tidak ada dan
dinyatakan gugur;
(2) Mengingat pemilihan ini dengan
pascakualifikasi, maka apabila
personil inti tidak tercantum atau
berbeda antara dokumen
penawaran teknis dengan isian
kualifikasi, maka harus diteliti
terlebih dahulu personil inti yang
ada dalam isian kualifikasi, karena
yang digunakan dalam evaluasi
adalah yang ada dalam isian
kualifikasi.
(3) Peserta wajib memenuhi
persyaratan tenaga teknis sesuai
ketentuan yang tercantum dalam
SSKK. Apabila peserta tidak dapat
memenuhi persyaratan tenaga
teknis, maka kontrak tidak dapat
ditandatangani dan/atau dianggap
mengundurkan diri PPK dapat
menunjuk pemenang cadangan
berikutnya apabila ada.
d) RK3K memenuhi persyaratan, yaitu :
(1) Uraian pekerjaan dan identifikasi
bahaya K3 minimal sesuai dengan
yang tercantum dalam LDP;
(2) Adanya pengendalian resiko
bahaya K3;
(3) Adanya sasaran dan program K3
yang secara umum
menggambarkan penguasaan
dalam mengendalikan risiko
bahaya K3.
Catatan :
Tatacara penyusunan dan pengisian
RK3K sebagaimana contoh Bentuk
Rencana Keselamatan dan Kesehatan
Kerja Kontrak (RK3K) pada BAB XIV
Bentuk Dokumen Lain.
e) Mengunggah surat-surat dukungan
sebagaimana tercantum dalam LDP.
Apabila surat dukungan tidak
diunggah atau tidak dapat diklarifikasi
kebenarannya maka penawaran
30

dinyatakan gugur.
d. POKJA Pemilihan (apabila diperlukan) dapat
meminta uji mutu/teknis/fungsi untuk
bahan/alat tertentu sebagaimana tercantum
dalam LDP;
e. apabila dalam evaluasi teknis terdapat hal-hal
yang kurang jelas atau meragukan, POKJA
Pemilihan melakukan klarifikasi dengan
peserta. Dalam klarifikasi peserta tidak
diperkenankan mengubah substansi
penawaran. Hasil klarifikasi dapat
menggugurkan penawaran;
f. peserta yang dinyatakan lulus evaluasi teknis
dilanjutkan ke tahap evaluasi harga;
g. apabila dari 3 (tiga) penawaran terendah
setelah koreksi aritmatik ada yang tidak
memenuhi persyaratan teknis maka POKJA
Pemilihan dapat melakukan evaluasi terhadap
penawaran terendah berikutnya (apabila ada)
dimulai dari evaluasi administrasi;
h. apabila hanya ada 1 (satu) atau 2 (dua)
peserta yang lulus evaluasi teknis, maka
evaluasi tetap dilanjutkan dengan evaluasi
harga;
i. apabila tidak ada peserta yang lulus evaluasi
Teknis maka Tender dinyatakan gagal; dan
j. Terhadap peserta yang dinyatakan lulus
evaluasi teknis dilanjutkan untuk dilakukan
evaluasi kualifikasi.

27.14 Evaluasi Harga


a. unsur-unsur yang perlu dievaluasi adalah hal-
hal yang pokok atau penting, dengan
ketentuan:
1) total harga penawaran terkoreksi
dibandingkan nilai total HPS :
a) apabila total harga penawaran
terkoreksi melebihi nilai total HPS,
dinyatakan gugur; dan
b) apabila semua harga penawaran
terkoreksi diatas nilai total HPS, Tender
dinyatakan gagal;
2) harga satuan penawaran yang nilainya
lebih besar dari 110% (seratus sepuluh
perseratus) dari harga satuan yang
tercantum dalam HPS, maka :
a) apabila setelah dilakukan klarifikasi,
ternyata harga satuan tersebut
dinyatakan timpang maka harga satuan
timpang hanya berlaku untuk volume
sesuai dengan Daftar Kuantitas dan
Harga. Jika terdapat harga satuan
yang dinyatakan timpang, dilakukan
negosiasi teknis dan harga. Jika terjadi
31

penambahan volume, harga satuan


yang berlaku sesuai dengan harga
hasil negosiasi;
b) apabila setelah dilakukan klarifikasi,
ternyata harga satuan tersebut dapat
dipertanggungjawabkan/sesuai dengan
harga pasar maka harga satuan
tersebut tidak timpang.
3) mata pembayaran yang harga satuannya
nol atau tidak ditulis dilakukan klarifikasi
dan kegiatan tersebut harus tetap
dilaksanakan. Harganya dianggap
termasuk dalam harga satuan pekerjaan
lainnya;

b. Dilakukan klarifikasi kewajaran harga dengan


ketentuan sebagai berikut:
1) untuk sistem gugur dilakukan klarifikasi
terhadap hasil koreksi aritmatik, apabila
ada koreksi/perubahan;
2) klarifikasi kewajaran harga hanya
dilakukan terhadap peserta yang lulus
evaluasi teknis pertama dan/atau apabila
diperlukan juga terhadap peserta yang
lulus evaluasi teknis kedua dan ketiga
apabila harga penawaran dibawah 80%
(delapan puluh perseratus) HPS dengan
ketentuan:
a) Dilakukan Evaluasi kewajaran harga
dengan ketentuan :
(1) Meneliti dan menilai kewajaran
harga satuan dasar meliputi harga
upah, bahan, dan peralatan dari
harga satuan penawaran. Penyedia
harus dapat membuktikan harga
satuan dasar tersebut dengan
melampirkan data-data sebagai
pembuktian dalam bentuk bukti
pembelian, bukti pembayaran,
brosur/price list dan/atau bentuk
lain. Apabila diperlukan Pokja
dapat melakukan klarifikasi atas
kebenaran data yang disampaikan.
Apabila terdapat perbedaan antara
harga yang disampaikan dengan
harga hasil klarifikasi maka harga
hasil klarifikasi yang akan
dimasukan dalam tabel evaluasi
kewajaran harga. Apabila penyedia
jasa tidak dapat membuktikan atau
bahan tidak dijual atau alat tidak
dimiliki di tempat yang diklarifikasi,
maka harga satuan dasar yang
dimasukan adalah harga pasar/
32

harga satuan dasar hasil survey


untuk penyusunan HPS;
(2) Meneliti dan menilai kewajaran
kuantitas/koefisien dari unsur upah,
bahan, dan peralatan dalam Analisa
Harga Satuan. Apabila penyedia
jasa tidak dapat membuktikan
kewajaran kuantitas/koefisien yang
telah dicantumkan, maka kuantitas/
koefisien yang dicantumkan adalah
kuantitas/koefisien yang ada dalam
AHSP sesuai ketentuan Permen PU
Nomor 28 Tahun 2016;
(3) Hasil penelitian butir 1) dan butir 2)
digunakan untuk menghitung harga
satuan sekurang-kurangnya pada
setiap mata pembayaran utama
yang dinilai wajar tanpa
memperhitungkan keuntungan yang
ditawarkan;
(4) Kemudian dihitung untuk setiap
harga satuan penawaran yang
bukan Mata Pembayaran Utama
dengan mengurangi biaya
keuntungan, sehingga diperoleh
harga satuan penawaran yang
bukan Mata Pembayaran Utama
tanpa keuntungan.
(5) Harga satuan yang dinilai wajar
digunakan untuk menghitung total
harga penawaran yang dinilai wajar
dan dapat dipertanggungjawabkan;
(6) Total harga sebagaimana dimaksud
pada huruf 5) dihitung berdasarkan
volume yang ada dalam daftar
kuantitas dan harga;
b) Apabila total harga penawaran yang
diusulkan lebih kecil dari hasil evaluasi
sebagaimana dimaksud pada butir a),
maka harga penawaran dinyatakan
tidak wajar dan gugur harga;
c) Apabila total harga penawaran lebih
besar dari hasil evaluasi sebagaimana
dimaksud pada butir a), maka harga
penawaran dinyatakan wajar dan
apabila peserta tersebut ditunjuk
sebagai pemenang Tender, harus
bersedia untuk menaikkan Jaminan
Pelaksanaan menjadi 5% (lima
perseratus) dari nilai total HPS; dan
d) Apabila peserta yang bersangkutan
tidak bersedia menaikkan nilai Jaminan
Pelaksanaan, maka penawarannya
digugurkan dan dimasukkan dalam
33

Daftar Hitam.

3) Hasil klarifikasi dituangkan dalam Berita


Acara yang ditandatangani oleh POKJA
Pemilihan dengan Penyedia.

c. Apabila terdapat 2 (dua) calon pemenang


memiliki harga penawaran yang sama, maka
POKJA Pemilihan memilih peserta yang
mempunyai kemampuan teknis lebih besar
dan hal ini dicatat dalam Berita Acara Hasil
Tender;

d. Apabila dalam evaluasi ditemukan bukti harga


tidak wajar akibat terjadinya persaingan usaha
tidak sehat dan/atau terjadi pengaturan
bersama (kolusi/persekongkolan)
sebagaimana ketentuan peraturan dan
perundang-undangan, maka Tender
dinyatakan gagal dan peserta yang terlibat
dimasukkan dalam Daftar Hitam;

e. Apabila dari 3 (tiga) penawaran terendah


setelah koreksi aritmatik ada yang tidak
memenuhi evaluasi harga maka POKJA
Pemilihan dapat melakukan evaluasi terhadap
penawar terendah berikutnya (apabila ada)
dimulai dari evaluasi administrasi;

f. Apabila hanya ada 1 (satu) atau 2 (dua)


peserta yang lulus evaluasi harga, maka
evaluasi tetap dilanjutkan dengan evaluasi
kualifikasi; dan

g. Apabila tidak ada peserta yang lulus evaluasi


harga maka Tender dinyatakan gagal.

27.15 POKJA Pemilihan menyusun urutan 3 (tiga)


penawaran sebagai calon pemenang dan calon
pemenang cadangan 1 dan 2 (apabila ada),
dengan ketentuan dimulai dari penawaran harga
atau penawaran harga terkoreksi yang terendah.

28. Klarifikasi 28.1 Klarifikasi dan negosiasi teknis dan harga


dan dilakukan dalam hal peserta yang memasukkan
Negosiasi penawaran kurang dari 3 (tiga).
Teknis dan
Harga 28.2 Klarifikasi dan negosiasi teknis dan harga
dilakukan bersamaan dengan evaluasi.

28.3 Klarifikasi dan negosiasi teknis dan harga


dilakukan dengan ketentuan :
a. Klarifikasi dan negosiasi teknis dan harga
dilakukan terhadap pekerjaan yang
34

menggunakan Kontrak Harga Satuan;


b. Klarifikasi dan negosiasi teknis dilakukan
terhadap pekerjaan yang menggunakan
Kontrak Harga lumpsum;
c. Klarifikasi teknis dan negosiasi teknis dan
harga dimulai dari penawar urutan terendah
pertama setelah koreksi aritmatik yang
memenuhi persyaratan administrasi dan
teknis;
d. Hal yang diklarifikasi adalah metode
pelaksanaan pekerjaan yang dapat
mempengaruhi harga untuk dilakukan
negosiasi;
e. Apabila klarifikasi dan negosiasi terhadap
penawaran terendah pertama tidak tercapai
kesepakatan, maka penawarannya
dinyatakan gugur dan dilanjutkan negosiasi
terhadap penawaran terendah kedua, apabila
ada.
f. Apabila klarifikasi dan negosiasi terhadap
penawaran terendah pertama telah tercapai
kesepakatan, maka negosiasi tidak dilakukan
terhadap penawaran terendah kedua (apabila
ada).

28.4 Dalam hal seluruh peserta tidak menyepakati


klarifikasi dan negosiasi teknis dan harga maka
Tender dinyatakan gagal.

29. Evaluasi 29.1 Evaluasi kualifikasi dilakukan terhadap calon


Kualifikasi pemenang lelang serta calon pemenang
cadangan 1 dan 2 (apabila ada).

29.2 Evaluasi data kualifikasi hanya dilakukan pada


data kualifikasi yang diinput dan dikirimkan pada
form isian elektronik kualifikasi, dengan
menggunakan metode sistem gugur.

29.3 Pakta integritas telah diisi dan ditandatangani


oleh peserta sebelum pemasukan penawaran
(untuk peserta yang melakukan kemitraan/ KSO).

29.4 Tata cara evaluasi kualifikasi dilakukan sesuai


dengan ketentuan dalam Bab VIII Dokumen
Pengadaan ini.

29.5 Peserta dinyatakan memenuhi persyaratan


kualifikasi apabila:
1) Untuk peserta yang melakukan
Kemitraan/Kerja Sama Operasi (KSO)
formulir kualifikasi ditandatangani oleh
pejabat yang menurut perjanjian
Kemitraan/Kerja Sama Operasi berhak
mewakili Kemitraan/KSO;
35

2) memiliki izin usaha sesuai dengan peraturan


perundang-undangan sebagaimana
tercantum dalam LDK, kecuali peserta
perorangan;
3) perusahaan yang bersangkutan dan
manajemennya tidak dalam pengawasan
pengadilan, tidak bangkrut dan tidak sedang
dihentikan kegiatan usahanya;
4) salah satu dan/atau semua pengurus dan
badan usahanya atau peserta perorangan
tidak masuk dalam Daftar Hitam;
5) memiliki NPWP dan telah memenuhi
kewajiban perpajakan tahun pajak terakhir
(SPT tahunan);
6) Mempunyai atau menguasai tempat
usaha/kantor dengan alamat yang benar,
tetap dan jelas berupa milik sendiri atau
sewa;
7) Secara hukum mempunyai kapasitas untuk
mengikatkan diri padaKontrak yang
dibuktikan dengan:
a. Akta Pendirian Perusahaan dan/atau
perubahannya;
b. Surat Kuasa (apabila dikuasakan); dan
c. Kartu Tanda Penduduk.
8) memperoleh paling sedikit 1 (satu) pekerjaan
sebagai Penyedia dalam kurun waktu 4
(empat) tahun terakhir, baik di lingkungan
pemerintah maupun swasta termasuk
pengalaman subkontrak, kecuali bagi
Penyedia Usaha Mikro, Usaha Kecil dan
Koperasi Kecil yang baru berdiri kurang dari
3 (tiga) tahun;
9) memiliki kemampuan pada bidang pekerjaan
yang sesuai untuk usaha Mikro, Usaha Kecil
serta koperasi kecil serta kemampuan pada
sub bidang pekerjaan yang sesuai untuk
usaha non-kecil;
10) Memiliki kemampuan menyediakan fasilitas
dan peralatan serta personil yang diperlukan
untuk pelaksanaan pekerjaan;
11) memiliki sisa kemampuan paket (SKP),
dengan ketentuan :
a. SKP = KP – jumlah paket yang sedang
dikerjakan
KP = Kemampuan menangani paket
pekerjaan
untuk usaha kecil KP = 5
untuk usaha non kecil KP = 6
atau KP = 1,2 N
N = Jumlah paket pekerjaan
terbanyak yang dapat ditangani
pada saat bersamaan selama
kurun waktu 5 (lima) tahun
36

terakhir;
b. dalam hal kemitraan/KSO, yang
diperhitungkan adalah SKP dari masing-
masing perusahaan yang bermitra/KSO;
c. untuk paket pekerjaan non kecil
perhitungan SKP dipilih yang nilainya
terbesar dari cara sesuai butir a.

12) Memiliki surat keterangan dukungan


keuangan dari bank pemerintah/swasta
sesuai LDK. Dalam hal kemitraan yang
menyampaikan surat dukungan keuangan
hanya lead firm;
13) untuk usaha non-kecil (paket di atas Rp
2.500.000.000,00), memiliki Kemampuan
Dasar (KD) pada pekerjaan yang sejenis dan
kompleksitas yang setara, dengan
ketentuan:
(a) KD = 3NPt
NPt = Nilai pengalaman tertinggi pada
sub bidang pekerjaan yang
sesuai dalam 10 (sepuluh) tahun
terakhir;
(b) dalam hal kemitraan/KSO yang
diperhitungkan adalah KD dari
perusahaan yang mewakili
kemitraan/KSO.
(c) KD sekurang-kurangnya sama dengan
nilai total HPS;
(d) pengalaman perusahaan dinilai dari sub
klasifikasi pekerjaan, nilai kontrak dan
status peserta pada saat menyelesaikan
kontrak sebelumnya;

(e) nilai pengalaman pekerjaan dapat


dikonversi menjadi nilai pekerjaan
sekarang (present value) menggunakan
perhitungan sebagai berikut:

NPs = Npo x Is/Io

NPs = Nilai pekerjaan sekarang;


Npo = Nilai pekerjaan keseluruha
termasuk eskalasi (apabila ada)
saat serah terima pertama;
Io = Indeks dari Biro Pusat Statistik
(BPS) pada bulan serah terima
pertama;
Is = Indeks dari BPS pada bulan
penilaian prakualifikasi (apabila
belum ada, dapat dihitung
dengan regresi linier
berdasarkan indeks bulan-bulan
sebelumnya) Indeks BPS yang
37

dipakai adalah indeks yang


merupakan komponen terbesar
dari pekerjaan;
Indeks BPS yang dipakai adalah indeks
yang merupakan komponen terbesar dari
pekerjaan;

14) dalam hal peserta akan melakukan


Kemitraan/KSO:
(a) peserta wajib mempunyai perjanjian
Kemitraan/Kerja Sama Operasi yang
memuat persentase Kemitraan/KSO dan
perusahaan yang mewakili
Kemitraan/KSO tersebut; dan
(b) untuk perusahaan yang melakukan
Kemitraan/KSO, evaluasi persyaratan
pada huruf (1) sampai dengan huruf (7)
dilakukan untuk setiap perusahaan yang
melakukan Kemitraan/KSO. Khusus
untuk angka 8 evaluasi persyaratan
digabungkan sebagai evaluasi
kemitraan/KSO, sedangkan dukungan
keuangan (angka 10) hanya atas nama
kemitraan/KSO;
(c) persyaratan SBU spesialis,
mekanikal/elektrikal, dan/atau
keterampilan tertentu dapat dipenuhi oleh
salah satu anggota kemitraan/KSO.

15) Memiliki kemampuan pada bidang pekerjaan


yang sesuai yang dibuktikan dengan kontrak
pengalaman dan Berita Acara Serah Terima
hasil pekerjaan.

29.6 Apabila ditemukan hal-hal dan/atau data yang


kurang jelas maka dilakukan klarifikasi secara
tertulis namun tidak boleh mengubah substansi
data isian kualifikasi.

29.7 Evaluasi kualifikasi dalam proses pascakualifikasi


sudah merupakan ajang kompetisi, maka data
yang kurang tidak dapat dilengkapi.

29.8 Apabila tidak ada yang lulus evaluasi kualifikasi,


Tender dinyatakan gagal.

30. Pembuktian 30.1 Pembuktian kualifikasi dilakukan terhadap calon


Kualifikasi pemenang serta calon pemenang cadangan 1
dan 2 (apabila ada) yang dinyatakan lulus pada
evaluasi kualifikasi.
30.2 Pembuktian kualifikasi dilakukan diluar aplikasi
SPSE (offline) dengan memperhitungkan waktu
yang dibutuhkan untuk kehadiran penyedia dan
penyiapan dokumen yang akan dibuktikan.
38

30.3 Apabila peserta tidak dapat menghadiri


pembuktian kualifkasi dengan alasan yang dapat
diterima, maka POKJA Pemilihan dapat
memperpanjang waktu evaluasi dan pembuktian
kualifikasi sekurang-kurangnya 1 (satu) hari
kerja.

30.4 Alasan peserta untuk tidak hadir dalam


pembuktian kualifikasi, harus disampaikan
secara tertulis baik elektronik atau non elektronik
kepada POKJA Pemilihan.

30.5 Apabila setelah diberikan tenggang waktu


sebagaimana tercantum dalam angka 30.3
peserta tidak hadir dalam pembuktian kualifikasi
maka peserta digugurkan;

30.6 Dalam pembuktian kualifikasi harus dihadiri oleh


penanggung jawab penawaran atau yang
menerima kuasa dari direktur utama/pimpinan
perusahaan yang nama pemberi kuasanya
tercantum dalam akta pendirian atau
perubahannya, atau kepala cabang perusahaan
yang diangkat oleh kantor pusat yang dibuktikan
dengan dokumen otentik.

30.7 Pembuktian kualifikasi terhadap alamat


penyedia, peralatan, dan/atau sumber daya
manusia serta persyaratan kualifikasi lainnya
dapat dilakukan dengan verifikasi lapangan
apabila dibutuhkan.
Untuk pembuktian kualifikasi terhadap alamat
cukup melihat dari alamat yang tercantum dalam
izin usaha penyedia, apabila terdapat perbedaan
antara alamat izin usaha dengan alamat yang
tertera pada form kualifikasi SPSE atau dengan
izin usaha yang lain atau alamat yang diterbitkan
kurang jelas dan/atau tidak lengkap, maka akan
dilakukan klarifikasi apabila dibutuhkan.

30.8 Ketidaksesuaian, ketiadaan dan/atau tidak


terklarifikasinya peralatan utama dan personil inti
dalam verifikasi lapangan dengan dokumen
penawaran dapat menggugurkan penawaran.

30.9 Pembuktian kualifikasi dilakukan dengan cara


melihat dokumen asli atau dokumen yang
dilegalisir oleh pihak yang berwenang, dan
meminta dokumennya.

30.10 POKJA Pemilihan melakukan klarifikasi dan/atau


verifikasi kepada penerbit dokumen, apabila
diperlukan.
39

30.11 Apabila hasil pembuktian kualifikasi ditemukan


data tidak benar/pemalsuan data/tidak dapat
menunjukkan dokumen asli atau Salinan
dokumen yang sudah dilegalisir, maka peserta
digugurkan atau badan usaha dimasukkan dalam
Daftar Hitam, dan/atau dilaporkan kepada
Kepolisian atas perbuatan pemalsuan tersebut.

30.12 POKJA Pemilihan dapat tidak meminta seluruh


dokumen kualifikasi apabila penyedia
barang/jasa sudah pernah melaksanakan
pekerjaan yang sejenis sama kompleksitasnya
pada instansi yang bersangkutan dan/atau data
kualifikasi penyedia sudah terverifikasi dalam
Sistem Informasi Kinerja Penyedia (SIKaP).

30.13 Apabila tidak ada penawaran yang lulus


pembuktian kualifikasi, Tender dinyatakan gagal.

30.14 Apabila calon pemenang, calon pemenang


cadangan 1 dan/atau calon pemenang cadangan
2 yang tidak hadir dalam pembuktian kualifikasi
dengan alasan yang tidak dapat
dipertanggungjawabkan dianggap mengundurkan
diri, maka:
a) dibatalkan sebagai calon pemenang; dan
b) dimasukan dalam daftar hitam.

30.15 Apabila calon pemenang, calon pemenang


cadangan 1 dan/atau calon pemenang cadangan
2 mengundurkan diri dengan alasan yang tidak
dapat dipertanggungjawabkan maka:
a) dibatalkan sebagai calon pemenang; dan
b) dimasukan dalam daftar hitam.

31. Berita Acara POKJA Pemilihan membuat dan menandatangani


Hasil Tender Berita Acara Hasil Tender (BAHP) yang paling sedikit
memuat:
a. Nama seluruh peserta;
b. Harga penawaran atau harga penawaran terkoreksi
dari masing-masing peserta;
c. Metode evaluasi yang digunakan;
d. Unsur-unsur yang dievaluasi;
e. Rumus yang dipergunakan;
f. Keterangan-keterangan lain yang dianggap perlu
hal ikhwal pelaksanaan Tender;
g. Jumlah peserta yang lulus dan tidak lulus pada
setiap tahapan evaluasi; dan
h. Tanggal dibuatnya Berita Acara.

F. PENETAPAN PEMENANG
32. Penetapan 32.1 Dalam hal peserta mengikuti beberapa paket
Pemenang pekerjaan yang dilelangkan oleh beberapa ULP
40

dalam waktu yang bersamaan, dan beberapa


penawarannya terendah serta berdasarkan sisa
kemampuan menangani paket (SKP) tidak
mencukupi maka dilakukan klarifikasi untuk
memilih paket pekerjaan berdasarkan peilihan
penyedia jasa setelah mempertimbangkan
ketersediaan peralatan dan personil.

32.2 POKJA Pemilihan melakukan penetapan


pemenang melalui aplikasi SPSE setelah melalui
pembahasan internal anggota POKJA Pemilihan,
atau setelah ditetapkan PA secara offline untuk
nilai paket di atas Rp. 100.000.000.000,00
(seratus miliar rupiah). POKJA Pemilihan dapat
menetapkan pemenang lebih dari 1 (satu)
penyedia sesuai ketentuan yang terdapat dalam
pada informasi paket dalam aplikasi SPSE.

32.3 Apabila terjadi keterlambatan dalam menetapkan


pemenang dan akan mengakibatkan Surat
Penawaran habis masa berlakunya, maka
dilakukan konfirmasi kepada calon pemenang,
calon pemenang cadangan 1 dan 2 (apabila ada)
untuk memperpanjang masa berlaku surat
penawaran secara tertulis sampai dengan
perkiraan jadwal penandatanganan kontrak.

32.4 Calon pemenang, calon pemenang cadangan 1


dan 2 (apabila ada) yang tidak bersedia
memperpanjang masa berlaku surat penawaran
dianggap mengundurkan diri dan tidak
dikenakan sanksi.

33. Pengumuma POKJA Pemilihan mengumumkan pemenang dan


n Pemenang pemenang cadangan 1 dan 2 (apabila ada) melalui
aplikasi SPSE, di website sebagaimana tercantum
dalam LDP.

34. Sanggahan 34.1 Peserta yang memasukkan penawaran dapat


menyampaikan sanggahan secara elektronik
melalui aplikasi SPSE atas penetapan pemenang
kepada POKJA Pemilihan dalam waktu yang
telah ditetapkan dengan disertai bukti terjadinya
penyimpangan dan dapat ditembuskan secara
offline (diluar aplikasi SPSE) kepada PPK,
PA/KPA dan APIP sebagaimana tercantum
dalam LDP.

34.2 Sanggahan diajukan oleh peserta apabila terjadi


penyimpangan prosedur meliputi:
a. kesalahan dalam melakukan evaluasi
b. penyimpangan terhadap ketentuan dan
prosedur yang diatur dalam Peraturan
Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang
41

Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dan


ketentuan yang telah ditetapkan dalam
Dokumen Pemilihan;
c. rekayasa/persekongkolan sehingga
menghalangi terjadinya persaingan usaha
yang sehat; dan/atau
d. penyalahgunaan wewenang oleh Pokja
Pemilihan, pimpinan UKPBJ, PPK, PA/KPA,
dan/atau kepala daerah

34.3 Sanggah disampaikan dalam waktu 5 (lima) hari


kerja setelah pengumuman

34.4 Jawaban sanggah diberikan melalui aplikasi


SPSE atas semua sanggah paling lambat 3 (tiga
hari kerja setelah akhir masa sanggah.

34.5 Apabila sanggah dinyatakan benar/diterima,


Pokja Pemilihan melakukan evaluasi ulang,
pemasukan dokumen penawaran ulang, atau
pemilihan Penyedia ulang

34.6 Apabila sanggah dinyatakan salah/tidak diterima,


penyanggah tidak setuju dengan jawaban
sanggah maka penyanggah dapat
menyampaikan sanggah banding

35. Sanggahan 35.1 Peserta yang tidak puas dengan jawaban


Banding sanggahan dari Pokja Pemilihan P2BJ , dapat
mengajukan sanggahan banding secara tertulis
kepada Pengguna Anggaran / Kuasa Pengguna
Anggaran pejabat yang melaksanakan
pendelegasian sesuai dengan pelimpahan dari
PA.

35.2 selambat-lambatnya 5 (lima) hari kerja setelah


jawaban sanggah dimuat dalam aplikasi SPSE
.Tembusan Sanggah Banding disampaikan
kepada APIP yang bersangkutan.

35.3 Penyanggah Banding harus menyerahkan


Jaminan Sanggah Banding yang ditujukan
kepada Pokja Pemilihan sebesar 1% (satu
persen) dari nilai total HPS dengan masa berlaku
30 (tiga puluh) hari kalender sejak tanggal
pengajuan Sanggah Banding. Untuk pekerjaan
konstruksi terintegrasi, Jaminan Sanggah
Banding besarnya 1% (satu persen) dari nilai
Pagu Anggaran

35.4 Pokja Pemilihan mengklarifikasi atas kebenaran


Jaminan Sanggah Banding kepada penerbit
jaminan dan KPA tidak akan menindaklanjuti
Sanggah Banding sebelum mendapatkan hasil
42

klarifikasi Pokja Pemilihan.

35.5 KPA menyampaikan jawaban Sanggah Banding,


dengan tembusan kepada UKPBJ / Bagian
Pengadaan Barang Jasa paling lambat 14
(empat belas) hari kerja setelah menerima
klarifikasi dari Pokja Pemilihan. Dalam hal KPA
tidak memberikan jawaban Sanggah Banding
maka KPA dianggap menerima Sanggah
Banding.

35.6 Apabila Sanggah Banding dinyatakan


benar/diterima, UKPBJ/ Bagian Pengadaan
Barang Jasa memerintahkan Pokja Pemilihan
melakukan evaluasi ulang atau pemilihan
Penyedia ulang.

G. PENUNJUKAN PEMENANG
36. Penunjukan 36.1 POKJA Pemilihan menyampaikan Berita Acara
Penyedia Hasil Tender (BAHP) kepada PPK dengan
Barang/Jasa tembusan kepada Kepala P2BJ sebagai dasar
untuk menerbitkan Surat Penunjukan
Penyedia Barang/Jasa (SPPBJ).

36.2 PPK menerbitkan SPPBJ apabila pernyataan


peserta pada formulir isian kualifikasi masih
berlaku, dengan ketentuan:
a. tidak ada sanggahan dari peserta;
b. sanggahan terbukti tidak benar; atau
c. masa sanggah berakhir.

36.3 PPK menginputkan data SPPBJ dan


mengunggah hasil pemindaian SPPBJ yang
telah diterbitkan pada aplikasi SPSE dan
mengirimkan SPPBJ tersebut melalui aplikasi
SPSE kepada Penyedia yang ditunjuk.

36.4 Penyedia yang ditunjuk wajib menerima


keputusan tersebut, dengan ketentuan:
a. apabila yang bersangkutan mengundurkan
diri dengan alasan yang dapat diterima
secara obyektif oleh Pokja P2BJ dan
masa penawarannya masih berlaku, yang
bersangkutan tidak dikenakan sanksi;
b. apabila yang bersangkutan mengundurkan
diri dengan alasan yang tidak dapat diterima
secara obyektif oleh POKJA Pemilihan dan
masa penawarannya masih berlaku, maka
yang bersangkutan dimasukkan dalam
Daftar Hitam; atau
c. apabila yang bersangkutan tidak bersedia
ditunjuk karena masa penawarannya sudah
43

tidak berlaku, maka peserta yang


bersangkutan tidak dikenakan sanksi.
36.5 Apabila pemenang yang ditunjuk
mengundurkan diri, maka penunjukan
pemenang dapat dilakukan kepada pemenang
cadangan sesuai dengan urutan peringkat,
selama masa surat penawaran pemenang
cadangan masih berlaku atau sudah
diperpanjang masa berlakunya.

36.6 Apabila semua pemenang yang ditunjuk


mengundurkan diri, maka Tender dinyatakan
gagal oleh PA/KPA setelah mendapat laporan
dari PPK.

36.7 SPPBJ harus diterbitkan paling lambat 4


(empat) hari kerja setelah pengumuman
penetapan pemenang, apabila tidak ada
sanggahan atau 2 (dua) hari kerja setelah
semua sanggahan dijawab.
36.8 Dalam SPPBJ disebutkan bahwa penyedia
harus menyiapkan Jaminan Pelaksanaan
sebelum penandatanganan kontrak.

36.9 SPPBJ ditembuskan kepada unit pengawasan


internal.

36.10 Dalam hal PPK tidak bersedia menerbitkan


SPPBJ karena tidak sependapat atas
penetapan pemenang, maka diberitahukan
kepada PA/KPA untuk diputuskan dengan
ketentuan:
a. apabila PA/KPA sependapat dengan PPK,
dilakukan evaluasi ulang atau Tender
dinyatakan gagal; atau
b. apabila PA/KPA sependapat dengan
Kelompok Kerja P2BJ, PA/KPA
memutuskan penetapan pemenang oleh
Kelompok Kerja P2BJ bersifat final, dan
PA/KPA memerintahkan PPK untuk
menerbitkan SPPBJ.

37. BAHP, Berita 37.1 Pokja P2BJ menuangkan ke dalam BAHP


Acara atau Berita Acara tambahan lainnya segala hal
Lainnya, dan terkait proses pemilihan penyedia secara
Kerahasiaan elektronik yang tidak dapat diakomodir atau
Proses difasilitasi aplikasi SPSE.

37.2 Berita Acara Tambahan lainnya sebagaimana


dimaksud pada angka 36.1 diunggah (upload)
oleh POKJA Pemilihan menggunakan menu
upload informasi lainnya pada aplikasi SPSE.

37.3 Evaluasi penawaran yang disimpulkan dalam


44

Berita Acara Hasil Tender (BAHP) oleh


POKJA Pemilihan bersifat rahasia sampai
dengan saat pengumuman pemenang.

H. TENDER GAGAL DAN TINDAK LANJUT TENDER GAGAL

38. Tender 38.1 POKJA Pemilihan menyatakan Tender gagal,


Gagal dan apabila:
Tindak a. tidak ada penawaran yang lulus evaluasi
Lanjut penawaran;
Tender b. dalam evaluasi penawaran ditemukan
Gagal bukti/indikasi terjadi persaingan tidak sehat;
c. seluruh harga penawaran terkoreksi lebih
tinggi dari HPS;
d. sanggahan dari peserta yang memasukkan
Dokumen Penawaran atas pelaksanaan
Tender yang tidak sesuai dengan ketentuan
serta Dokumen Pengadaan ternyata benar;
e. sanggahan dari peserta yang memasukkan
Dokumen Penawaran atas kesalahan
substansi Dokumen Pengadaan ternyata
benar; atau
f. calon pemenang dan calon pemenang
cadangan 1 dan 2, setelah dilakukan
evaluasi dengan sengaja tidak hadir dalam
klarifikasi dan/atau pembuktian kualifikasi.

38.2 PA/KPA menyatakan Tender gagal, apabila:


a. PA/KPA sebagaimana tercantum dalam
LDP sependapat dengan PPK yang tidak
bersedia menandatangani SPPBJ karena
proses Tender tidak sesuai dengan
Peraturan Presiden No. 16 Tahun 2018
beserta aturan turunannya;
b. pengaduan masyarakat adanya dugaan
KKN yang melibatkan POKJA Pemilihan
dan/atau PPK ternyata benar;
c. dugaan KKN dan/atau pelanggaran
persaingan sehat dalam pelaksanaan
Tender dinyatakan benar oleh pihak
berwenang;
d. sanggahan dari peserta yang memasukan
Dokumen Penawaran atas kesalahan
prosedur yang tercantum dalam Dokumen
Pengadaan Penyedia Barang/Jasa ternyata
benar;
e. Dokumen Pengadaan tidak sesuai dengan
ketentuan;
f. pelaksanaan Tender tidak sesuai atau
menyimpang dari Dokumen Pengadaan;
g. calon pemenang dan calon pemenang
cadangan 1 dan 2 mengundurkan diri; atau
h. pelaksanaan Tender melanggar ketentuan.
45

38.3 Menteri/Pimpinan Lembaga/Pimpinan Institusi


menyatakan Tender gagal, apabila pengaduan
masyarakat atas terjadinya KKN yang
melibatkan KPA, ternyata benar.

Kepala Daerah menyatakan Tender gagal,


apabila pengaduan masyarakat atas terjadinya
KKN yang melibatkan PA dan/atau KPA,
ternyata benar.

38.4 Setelah Tender dinyatakan gagal, maka


POKJA Pemilihan memberitahukan kepada
seluruh peserta.

38.5 Setelah pemberitahuan adanya Tender gagal,


maka POKJA Pemilihan atau POKJA
Pemilihan pengganti (apabila ada) meneliti
dan menganalisis penyebab terjadinya Tender
gagal, untuk menentukan langkah selanjutnya,
yaitu melakukan:
a. evaluasi ulang;
b. penyampaian ulang Dokumen Penawaran;
c. Tender ulang; atau
d. penghentian proses Tender.

38.6 PA/KPA, PPK dan/atau P2BJ dilarang


memberikan ganti rugi kepada peserta Tender
apabila penawarannya ditolak atau Tender
dinyatakan gagal.

38.7 Apabila dari hasil evaluasi penyebab


terjadinya Tender gagal, mengharuskan
adanya perubahan Dokumen Pengadaan,
maka dilakukan pelelengan ulang dengan
terlebih dahulu memperbaiki Dokumen
Pengadaan.

B. JAMINAN PELAKSANAAN

39. Jaminan 39.1 Jaminan Pelaksanaan diberikan Penyedia


Pelaksanaan setelah diterbitkannya SPPBJ dan sebelum
penandatanganan Kontrak.

39.2 Jaminan Pelaksanaan dikembalikan kepada


Penyedia setelah:
a. penyerahan seluruh pekerjaan;
b. penyerahan Jaminan Pemeliharaan
sebesar 5% (lima perseratus) dari nilai
Kontrak; atau
c. pembayaran termin terakhir/bulan
terakhir/sekaligus telah dikurangi uang
retensi sebesar 5% (lima perseratus) dari
nilai Kontrak (apabila diperlukan).
46

39.3 Jaminan Pelaksanaan memenuhi ketentuan


sebagai berikut:
a. diterbitkan oleh Bank Umum (tidak
termasuk bank perkreditan rakyat),
perusahaan penjaminan atau perusahaan
asuransi yang mempunyai program
asuransi kerugian (suretyship) yang
sebagaimana ditetapkan oleh Menteri
Keuangan atau lembaga yang berwenang;
b. masa berlaku Jaminan Pelaksanaan sejak
tanggal penandatanganan Kontrak sampai
dengan serah terima pertama pekerjaan
berdasarkan Kontrak (PHO) sebagaimana
tercantum dalam LDP;
c. nama Penyedia sama dengan nama yang
tercantum dalam surat Jaminan
Pelaksanaan;
d. besaran nilai Jaminan Pelaksanaan tidak
kurang dari nilai jaminan yang ditetapkan;
e. besaran nilai Jaminan Pelaksanaan
dicantumkan dalam angka dan huruf;
f. nama PPK yang menerima Jaminan
Pelaksanaan sama dengan nama PPK yang
menandatangan kontrak;
g. paket pekerjaan yang dijamin sama dengan
paket pekerjaan yang tercantum dalam
SPPBJ;
h. Jaminan Pelaksanaan harus dapat
dicairkan tanpa syarat (unconditional)
sebesar nilai jaminan dalam jangka waktu
paling lambat 14 (empat belas) hari kerja
setelah surat pernyataan wanprestasi dari
PPK diterima oleh penerbit Jaminan;
i. Jaminan Pelaksanaan atas nama
Kemitraan/KSO ditulis atas nama
Kemitraan/KSO atau masing-masing
anggota Kemitraan/KSO (apabila masing-
masing mengajukan Jaminan Pelaksanaan
secara terpisah); dan
j. memuat nama, alamat dan tanda tangan
pihak penjamin.

39.4 PPK mengkonfirmasi dan mengklarifikasi


secara tertulis substansi dan
keabsahan/keaslian Jaminan Pelaksanaan
kepada penerbit jaminan.
39.5 Kegagalan penyedia yang ditunjuk untuk
menyerahkan Jaminan Pelaksanaan
dipersamakan dengan penolakan untuk
menandatangani Kontrak.
39.6 Ketentuan lebih lanjut mengenai pencairan
Jaminan Pelaksanaan diatur dalam Syarat-
Syarat Umum Kontrak.
47

C. PENANDATANGANAN KONTRAK

40. Penanda- Setelah SPPBJ diterbitkan, PPK melakukan finalisasi


tanganan terhadap rancangan Kontrak, dan menandatangani
Kontrak Kontrak pelaksanaan pekerjaan, apabila dananya telah
cukup tersedia dalam dokumen anggaran, dengan
ketentuan sebagai berikut:
40.1. Sebelum penandatanganan kontrak, PPK wajib
memeriksa apakah pernyataan dalam Data Isian
Kualifikasi masih berlaku. Apabila salah satu
pernyataan tersebut tidak terpenuhi, maka
penandatanganan kontrak tidak dapat dilakukan.

40.2. Penandatanganan kontrak dilakukan setelah


penyedia menyerahkan Jaminan Pelaksanaan
(apabila dipersyaratkan), dengan ketentuan:
a. nilai Jaminan Pelaksanaan untuk harga
penawaran terkoreksi antara 80% (delapan
puluh perseratus) sampai dengan 100%
(seratus perseratus) nilai total HPS adalah
sebesar 5% (lima perseratus) dari nilai Kontrak;
atau
b. nilai Jaminan Pelaksanaan untuk harga
penawaran terkoreksi atau dibawah 80%
(delapan puluh perseratus) nilai total HPS
adalah sebesar 5% (lima perseratus) dari nilai
total HPS.

40.3. PPK dan Penyedia tidak diperkenankan


mengubah substansi Dokumen Pengadaan
sampai dengan penandatanganan Kontrak,
kecuali mempersingkat waktu pelaksanaan
pekerjaan dikarenakan jadwal pelaksanaan
pekerjaan yang ditetapkan sebelumnya akan
melewati batas tahun anggaran.

40.4. Dalam hal kontrak tahun tunggal, perubahan


waktu pelaksanaan pekerjaan melewati tahun
anggaran, penandatanganan Kontrak dilakukan
setelah mendapat persetujuan Kontrak tahun
jamak.

40.5. PPK dan penyedia wajib memeriksa konsep


Kontrak meliputi substansi, bahasa, redaksional,
angka dan huruf serta membubuhkan paraf pada
setiap lembar Dokumen Kontrak.

40.6. Menetapkan urutan hirarki bagian-bagian


Dokumen Kontrak dalam Surat Perjanjian, dengan
maksud apabila terjadi pertentangan ketentuan
antara bagian satu dengan bagian yang lain,
maka berlaku urutan sebagai berikut:
48

a. adendum Surat Perjanjian;


b. pokok perjanjian, syarat-syarat khusus Kontrak,
syarat-syarat umum Kontrak;
c. surat penawaran, beserta penawaran harga;
d. spesifikasi teknis;
e. gambar-gambar;
f. daftar kuantitas dan harga; dan
g. dokumen lainnya seperti: jaminan-jaminan,
SPPBJ, BAHP.

40.7. Banyaknya rangkap Kontrak dibuat sesuai


kebutuhan, yaitu:
a. sekurang-kurangnya 2 (dua) Kontrak asli, terdiri
dari:
1) Kontrak asli pertama untuk PPK dibubuhi
materai pada bagian yang ditandatangani
oleh penyedia Jasa Lainnya; dan
2) Kontrak asli kedua untuk penyedia Jasa
Lainnya dibubuhi materai pada bagian yang
ditandatangani oleh PPK;
b. rangkap Kontrak lainnya tanpa dibubuhi
materai, apabila diperlukan.

40.8. Pihak yang berwenang menandatangani kontrak


atas nama penyedia adalah Direktur Utama/
Pimpinan Perusahaan/Pengurus Koperasi yang
disebutkan namanya dalam Akta Pendirian/
Anggaran Dasar, yang telah didaftarkan sesuai
dengan peraturan perundang-undangan.

40.9. Pihak lain yang bukan Direktur Utama/Pimpinan


Perusahaan/Pengurus Koperasi atau yang
namanya tidak disebutkan dalam Akta Pendirian/
Anggaran Dasar, dapat menanda-tangani kontrak,
sepanjang pihak tersebut adalah pengurus/
karyawan perusahaan/karyawan koperasi yang
berstatus sebagai tenaga kerja tetap dan
mendapat atau pendelegasian wewenang yang
sah dari Direktur Utama/Pimpinan
Perusahaan/Pengurus Koperasi atau pihak yang
sah berdasarkan Akta Pendirian/Anggaran Dasar
untuk menanda-tangani kontrak.

40.10. PPK menginputkan data kontrak dan


mengunggah hasil pemindaian dokumen kontrak
yang telah ditandatangani pada aplikasi SPSE
41

BAB III. LEMBAR DATA PEMILIHAN (LDP)

A. LINGKUP 1. Pokja Pemilihan : POKJA PEMILIHAN 283-


PEKERJAAN 2. 2018
Alamat Pokja Pemilihan : Jl. Gubernur Soeryo 1
3. Sidoarjo
Website : www.sidoarjokab.go.id
4. Website LPSE : www.lpse.sidoarjokab.go.id
5. Nama paket pekerjaan : Rehab/Pemel Saluran dan
Trotoar Jl. Jenggolo (Ljt)
Kecamatan Sidoarjo
(Lelang Ulang)
6. Uraian singkat pekerjaan:
i. Pekerjaan umum;
ii. Pekerjaan Drainase;
iii. Pekerjaan Tanah;
iv. Pekerjaan Struktur;
v. Pengembalian Kondisi dan Pekerjaan Minor.

7. Jangka waktu penyelesaian pekerjaan: 60 (Enam


puluh) hari kalender.
B. SUMBER Pekerjaan ini dibiayai dari sumber pendanaan: APBD
DANA Kabupaten Sidoarjo Tahun Anggaran 2018.
C. JENIS 1. Kontrak berdasarkan cara pembayaran : Kontrak
KONTRAK Gabungan;
2. Kontrak berdasarkan pembebanan Tahun
Anggaran : Kontrak Tahun Tunggal;
3. Kontrak berdasarkan sumber pendanaan:
Kontrak Pengadaan Tunggal;
4. Kontrak berdasarkan jenis pekerjaan: Kontrak
Pengadaan Pekerjaan Tunggal.

D. JADWAL Sebagaimana tercantum dalam aplikasi SPSE.


TAHAPAN
PEMILIHAN

E. PENINJAUAN Peninjauan lapangan akan dilaksanakan pada:


LAPANGAN Hari :-
Tanggal : -
Waktu :-
Tempat : -

F. MATA UANG 1. Mata uang yang digunakan Rupiah.


PENAWARAN
DAN CARA 2. Pembayaran dilakukan dengan cara Bulanan.
PEMBAYARAN

G. MASA Masa berlaku penawaran selama 37 (Tiga Puluh


BERLAKUNYA Tujuh) hari kalender sejak batas akhir pemasukan
PENAWARAN Dokumen Penawaran.
42

H. JADWAL Lihat jadwal pemilihan dalam aplikasi SPSE.


PEMASUKAN
DOKUMEN
PENAWARAN

I. BATAS AKHIR Lihat jadwal pemilihan dalam aplikasi SPSE


WAKTU
PEMASUKAN
PENAWARAN
J. PEMBUKAAN Lihat jadwal pemilihan dalam aplikasi SPSE
PENAWARAN

K. DOKUMEN 1. Daftar Personil Inti dan Peralatan Utama Minimal yang


PENAWARAN diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan adalah daftar
yang ada di dalam LDK (Lembar Data Kualifikasi).

2. Pekerjaan utama meliputi :

No. Uraian Pekerjaan


1. Pengadaan dan pemasangan U-ditch 60.80 - 120
cm + Cover (G. 10 TON)
2. Pengadaan dan pemasangan U-ditch 100.100 -
120 cm + Cover (G. 10 TON)
3. Pengadaan dan pemasangan Tutup Bak Kontrol
(manhole) besi tempa 80 x 80 cm (G.5ton)
4. Pengadaan dan pemasangan Tutup Bak Kontrol
(manhole) besi tempa 80 X 80 cm (G. 20ton)
5. Galian Biasa
6. Beton mutu sedang (K-250) fc' 20 Mpa
7. Pasangan Batu alam (Untuk Pintu Masuk / Lantai)
8. Pasangan Keramik Tile
9. Pasang Tegel Alur Jalur Tuna Netra

3. Pekerjaan penunjang/sementara sebagai pendukung


pekerjaan utama meliputi :

NO URAIAN PEKERJAAN
1. Mob / Demob Excavator
2. Papan Nama Proyek
3. Manajemen dan Keselamatan Lalu Lintas
4. Relokasi Utilitas dan Pelayanan PDAM yang ada
5. Relokasi Utilitas dan Pelayanan PLN yang ada
6. Relokasi Utilitas dan Pelayanan lain yang ada
7. Timbunan Pilihan dari Sumber Galian
8. Baja Tulangan U 24 Polos
9. Anyaman Kawat Yang Dilas (Welded Wire Mesh)
Memasang 1 m2 Dinding Batu Merah Uk. (
10.
5x11x22 ) cm Tebal 1/2 Bata Campuran 1Pc : 4 PP
Memasang 1 m2 Plesteran 1PC : 4 PP tebal 15
11.
mm
12. Pembongkaran Pasangan Batu
43

13. Pembongkaran Beton


14. Pipa Drainase PVC AW dia 5 "
15. Pembongkaran Perkerasan Blok Beton
16. Kerb Pracetak Jenis 2 ( Penghalang / Barrier )
Kerb Pracetak Jenis 7a ( Kerb Pada Pelandaian
17.
Trotoar )
Kerb Pracetak Jenis 4 (Penghalang Berparit /
18.
Barrier Gutter ) t=20 cm (K-300)
19. Pengecatan

4. Identifikasi Bahaya
Identifikasi Jenis
No Jenis Pekerjaan Bahaya & Risiko
K3
1. Pengadaan dan  Kecelakaan pada
pemasangan U-ditch saat pengoperasian
60.80 - 120 cm + Cover alat
(G. 10 TON)

2. Pengadaan dan  Kecelakaan pada


pemasangan U-ditch saat pengoperasian
100.100 - 120 cm + alat
Cover (G. 10 TON)
3. Pengadaan dan  Kecelakaan pada
pemasangan Tutup Bak saat pengoperasian
Kontrol (manhole) besi alat
tempa 80 x 80 cm (G.5ton)

4. Pengadaan dan  Kecelakaan pada


pemasangan Tutup Bak saat pengoperasian
Kontrol (manhole) besi alat
tempa 80 X 80 cm (G.
20ton)
5. Galian Biasa  Kecelakaan pada
saat pengoperasian
alat penggalian
 Mata terkena debu
dan pasir material
galian
 Tertimbun / tertimpa
material bekas
galian
6. Beton mutu sedang (K-  Kecelakaan pada
250) fc' 20 Mpa saat pengecoran
beton

7. Pasangan Batu alam (  Kecelakaan pada


Untuk Pintu Masuk / saat pemasangan
Lantai ) Batu alam

8. Pasangan Keramik Tile  Kecelakaan pada


saat pemasangan
Keramik
9. Pasang Tegel Alur Jalur  Kecelakaan pada
Tuna Netra saat pemasangan
Tegel
44

5. Menyampaikan surat dukungan pengadaan U-Ditch


yang merupakan produk pabrikan;
6. Menyampaikan surat dukungan Batching Plant
Concrete.

L. SANGGAHAN, 1. Sanggahan disampaikan melalui aplikasi SPSE.


PENGADUAN 2. Tembusan sanggahan dapat disampaikan di luar
aplikasi SPSE (offline) ditujukan kepada:
a. Pejabat Pembuat Komitmen Kegiatan Rehabilitasi/
pemeliharaan bagian-bagian jalan pada Dinas
Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten
Sidoarjo.
b. PA Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang
Kabupaten Sidoarjo.
c. Inspektur Kabupaten Sidoarjo.
3. Pengaduan disampaikan diluar aplikasi SPSE (offline)
ditujukan kepada Inspektur Kabupaten Sidoarjo.

M. JAMINAN 1. Masa berlaku Jaminan Pelaksanaan selama 74 (Tujuh


PELAKSANAAN puluh empat) hari kalender sejak penandatanganan
kontrak.
2. Jaminan Pelaksanaan ditujukan kepada PPK Kegiatan
Rehabilitasi/ pemeliharaan bagian-bagian jalan pada
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang
Kabupaten Sidoarjo.
3. Jaminan Pelaksanaan dicairkan dan disetorkan pada
Kas Daerah Kabupaten Sidoarjo.

N. JAMINAN 1. Masa berlaku jaminan pemeliharaan selama 365 (tiga


PEMELIHARA ratus enam puluh lima) hari kalender sejak
AN penandatanganan kontrak.
2. Jaminan pemeliharaan ditujukan kepada PPK Kegiatan
Rehabilitasi/ pemeliharaan bagian-bagian jalan Dinas
Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten
Sidoarjo.
3. Jaminan pemeliharaan dicairkan dan disetorkan pada
Kas Daerah Kabupaten Sidoarjo.
45

BAB IV. LEMBAR DATA KUALIFIKASI (LDK)

Lembar Data Kualifikasi (LDK)

A. Lingkup Nama Pokja Pemilihan : POKJA Pemilihan 283-2018


Kualifikasi Alamat Pokja Pemilihan : Jl. Gubernur Soeryo No. 1
Sidoarjo
Website : www.sidoarjokab.go.id
Website LPSE : www.lpse.sidoarjokab.go.id
Nama Paket Pekerjaan : Rehab/Pemel Saluran dan
Trotoar Jl. Jenggolo (Ljt)
Kecamatan Sidoarjo (Lelang
Ulang)

B. Persyaratan 1. Peserta yang berbadan usaha harus memiliki :


Kualifikasi a. Tanda daftar perusahaan;
b. Surat Ijin Usaha Jasa Konstruksi (SIUJK)
Subklasifikasi Jasa Pelaksana Konstruksi Jalan
Raya (kecuali Jalan Layang), Jalan, Rel Kereta
Api, dan Landas Pacu Bandara) dengan
kualifikasi usaha menengah yang masih berlaku;
c. Sertifikat Badan Usaha Jasa Konstruksi (SBUJK)
Subklasifikasi Jasa Pelaksana Konstruksi Jalan
Raya (kecuali Jalan Layang), Jalan, Rel Kereta
Api, dan Landas Pacu Bandara) dengan
kualifikasi usaha menengah yang masih berlaku
dan sudah teregistrasi tahunan sampai tanda
tangan kontrak.

2. Mempunyai atau menguasai tempat usaha/kantor


dengan alamat yang benar, tetap dan jelas berupa
milik sendiri atau sewa.

3. Secara hukum mempunyai kapasitas untuk


mengikatkan diri pada Kontrak yang dibuktikan
dengan :
a. Akta Pendirian Perusahaan dan/atau
perubahannya;
b. Surat Kuasa (apabila dikuasakan); dan
c. Kartu Tanda Penduduk.

4. Memiliki pengalaman pada Subklasifikasi Jasa


Pelaksana untuk Konstruksi Jalan Raya (kecuali jalan
layang), jalan, rel kereta api dan landas pacu bandara
yang dibuktikan dengan kontrak pekerjaan dan Berita
Acara Serah Terima hasil pekerjaan;

5. Memiliki Kemampuan Dasar KD pekerjaan yang


sejenis dan kompleksitas yang setara yang
ditunjukan dengan pengalaman pekerjaan pada
subklasifikasi Jasa Pelaksana untuk Konstruksi Jalan
Raya (kecuali jalan layang), jalan, rel kereta api dan
landas pacu bandara sekurang-kurangnya sebesar
HPS;
46

6. Dalam hal Peserta akan melakukan konsorsium/kerja


samaoperasi/kemitraan/bentuk kerjasama lain harus
mempunyai perjanjian konsorsium/kerja sama
operasi/kemitraan/bentukkerjasama lain;

7. Memiliki kemampuan menyediakan personil yang


diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan sebagai
berikut :

Jabatan/ Pendidikan Sertifikat


No
Jumlah minimal Ketrampilan
1. Site Manager S-1 SKA Ahli Madya
(1 orang) Teknik Jalan

8. Memiliki kemampuan untuk menyediakan


fasilitas/peralatan/perlengkapan melaksanakan
Pekerjaan ini, yaitu:

Kapasitas
No Jenis Peralatan Jumlah
minimal
1. Excavator - 2 unit
2. Dump truck - 4 unit

Peralatan dibuktikan dengan bukti kepemilikan/


surat perjanjian sewa (surat dukungan sewa) / sewa
beli. Apabila bukti kepemilikan dalam bentuk surat
perjanjian sewa (surat dukungan sewa) agar
diupload bersama dengan dokumen penawaran.
Contoh surat perjanjian sewa sebagaimana
tercantum dalam BAB XIV Bentuk Dokumen Lain
huruf E. Bentuk Surat Perjanjian Sewa Alat.

9. Memiliki NPWP dan telah memenuhi kewajiban


perpajakan tahun pajak terakhir (SPT tahunan tahun
pajak 2017);

10. Memiliki surat keterangan dukungan keuangan dari


bank pemerintah/swasta sebesar minimal
Rp. 253.639.900,00 (Dua ratus lima puluh tiga juta
enam ratus tiga puluh sembilan ribu sembilan ratus
rupiah).
47

BAB V. BENTUK DOKUMEN PENAWARAN

A. BENTUK SURAT PENAWARAN PESERTA BADAN


USAHA/KEMITRAAN (KSO) (UNTUK 1 (SATU) FILE)

CONTOH
[Kop Surat Badan Usaha]

Nomor : _______, _____________ 20___


Lampiran :

Kepada Yth.:
POKJA Pemilihan 283-2018
Jl. Gubernur Soeryo No. 1 Sidoarjo
di
SIDOARJO

Perihal : Penawaran Pekerjaan Rehab/Pemel Saluran dan Trotoar Jl.


Jenggolo (Ljt) Kecamatan Sidoarjo (Lelang Ulang)

Sehubungan dengan pengumuman Pemilihan Langsung dengan


Pascakualifikasi dan Dokumen Pengadaan Nomor :
027/9.4.29/TENDER/POKJAPEMILIHAN.283/2018 tanggal 4 September
2018 dan setelah kami pelajari dengan saksama Dokumen Pengadaan dan
Berita Acara Pemberian Penjelasan [serta adendum Dokumen
Pengadaan], dengan ini kami mengajukan penawaran untuk pekerjaan
Rehab/Pemel Saluran dan Trotoar Jl. Jenggolo (Ljt) Kecamatan Sidoarjo
(Lelang Ulang) sebesar Rp. _______________
(__________________________).

Penawaran ini sudah memperhatikan ketentuan dan persyaratan


yang tercantum dalam Dokumen Pengadaan untuk melaksanakan
pekerjaan tersebut.

Penawaran ini berlaku 37 (Tiga Puluh Tujuh) hari kalender sejak


batas akhir pemasukan Dokumen Penawaran.

Sesuai dengan persyaratan, bersama Surat Penawaran ini kami


lampirkan:
1. Daftar Kuantitas dan Harga
2. (Surat perjanjian kemitraan/Kerja Sama Operasi, apabila ada);
3. Dokumen penawaran teknis, terdiri dari :
a. Metode Pelaksanaan;
b. Jangka Waktu Pelaksanaan;
c. Daftar Personil Inti;
d. Jenis, kapasitas dan jumlah peralatan utama minimal yang
dibutuhkan;
e. Spesifikasi teknis;
f. Dokumen RK3K;
4. Dokumen Kualifikasi;
5. Dokumen lain (apabila ada).
48

Dengan disampaikannya Surat Penawaran ini, maka kami


menyatakan sanggup dan akan tunduk pada semua ketentuan yang
tercantum dalam Dokumen Pengadaan.

PT/CV/Firma/Koperasi
__________ [pilih yang sesuai dan cantumkan nama]

[rekatkan meterai Rp 6.000,-


dan tanda tangan]

(nama lengkap wakil sah badan usaha)


[jabatan pada badan usaha]
49

B. BENTUK PERJANJIAN KEMITRAAN/KERJA SAMA OPERASI


(KSO)

CONTOH
SURAT PERJANJIAN KEMITRAAN/
KERJA SAMA OPERASI (KSO)

Sehubungan dengan Tender pekerjaan ________________ yang


pembukaan penawarannya akan dilakukan di ________________ pada
tanggal ________ 20__, maka kami:
______________________________ [nama peserta 1]
______________________________ [nama peserta 2]
______________________________ [nama peserta 3]
______________________________ [dan seterusnya]
bermaksud untuk mengikuti Tender dan pelaksanaan kontrak secara
bersama-sama dalam bentuk kemitraan/Kerja Sama Operasi (KSO).

Kami menyetujui dan memutuskan bahwa:


1. Secara bersama-sama:
a. Membentuk kemitraan/KSO dengan nama kemitraan/KSO adalah
________________
b. Menunjuk ____________________________ [nama peserta 1]
sebagai perusahaan utama (leading firm) untuk kemitraan/KSO dan
mewakili serta bertindak untuk dan atas nama kemitraan/KSO.
c. Menyetujui apabila ditunjuk sebagai pemenang, wajib bertanggung
jawab baik secara bersama-sama atau masing-masing atas semua
kewajiban sesuai ketentuan dokumen kontrak.

2. Keikutsertaan modal (sharing) setiap perusahaan dalam


kemitraan/KSO adalah:
_______________ [nama peserta 1] sebesar _____ % (___________
persen)
_______________ [nama peserta 2] sebesar _____ % (___________
persen)
_______________ [nama peserta 3] sebesar _____ % (___________
persen)
_________________________________ [dst]

3. Masing-masing peserta anggota kemitraan/KSO, akan mengambil


bagian sesuai sharing tersebut pada butir 2. dalam hal pengeluaran,
keuntungan, dan kerugian dari kemitraan/KSO.

4. Pembagian sharing dalam kemitraan/KSO ini tidak akan diubah baik


selama masa penawaran maupun sepanjang masa kontrak, kecuali
dengan persetujuan tertulis terlebih dahulu dari Pejabat Pembuat
Komitmen (PPK) dan persetujuan bersama secara tertulis dari masing-
masing anggota kemitraan/KSO.

5. Terlepas dari sharing yang ditetapkan di atas, masing-masing anggota


kemitraan/KSO akan melakukan pengawasan penuh terhadap semua
aspek pelaksanaan dari perjanjian ini, termasuk hak untuk memeriksa
keuangan, perintah pembelian, tanda terima, daftar peralatan dan
tenaga kerja, perjanjian subkontrak, surat-menyurat, dan lain-lain.
50

6. Wewenang menandatangani untuk dan atas nama kemitraan/KSO


diberikan kepada _________________________ [nama wakil peserta]
dalam kedudukannya sebagai direktur utama/direktur pelaksana
_________________________ [nama peserta 1] berdasarkan
persetujuan tertulis dari seluruh anggota kemitraan/KSO.

7. Perjanjian ini berlaku sejak tanggal ditandatangani.


8. Perjanjian ini secara otomatis menjadi batal dan tidak berlaku lagi bila
Tender tidak dimenangkan oleh perusahaan kemitraan/KSO.

9. Perjanjian ini dibuat dalam rangkap ____ (_______) yang masing-


masing mempunyai kekuatan hukum yang sama.

DENGAN KESEPAKATAN INI semua anggota kemitraan/KSO


membubuhkan tanda tangan di _________ pada hari __________ tanggal
__________ bulan ____________, tahun ________________________

[Peserta 1] [Peserta 2]

(_______________) (________________)

[Peserta 3] [dst

(________________) (________________)]

Catatan:
Surat Perjanjian Kemitraan/Kerja Sama Operasi ini harus dibuat diatas
kertas segel/bermaterai
51

C. BENTUK DOKUMEN PENAWARAN TEKNIS (UNTUK 1 (SATU)


FILE)

Dokumen Penawaran Teknis

[Cantumkan dan jelaskan secara rinci hal-hal berikut. Jika diperlukan,


keterangan dapat dicantumkan dalam lembar tersendiri/tambahan]

1. Metode pelaksanaan pekerjaan


Metode pelaksanaan pekerjaan memenuhi persyaratan substantif
meliputi :
a. tahapan/urutan penyelesaian untuk masing-masing pekerjaan utama
dari awal sampai akhir secara garis besar bisa dalam bentuk
flowcart, kurva S atau bentuk lainnya;
b. uraian cara kerja setiap item pekerjaan utama dan pekerjaan
penunjang/sementara yang dapat dipertanggungjawabkan secara
teknis dan diyakini menggambarkan penguasaan dalam
penyelesaian pekerjaan. Uraian cara kerja tidak termasuk
urutan/tahapan penyelesaian pekerjaan. Uraian cara kerja adalah
bagaimana cara kerja penyedia dalam menyelesaikan pekerjaan
tersebut.
2. Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan (PHO) (tidak melampaui batas
waktu sebagaimana tercantum dalam LDP);
3. Jenis, kapasitas dan jumlah peralatan minimal (sebagaimana tercantum
dalam LDK);
4. Spesifikasi teknis (apabila mengajukan spesifikasi yang berbeda dari
yang ditetapkan);
5. Personil inti yang akan ditempatkan secara penuh [sesuai dengan
persyaratan sebagaimana tercantum dalam LDK, serta posisinya dalam
manajemen pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan organisasi
pelaksanaan yang diajukan];
6. Bagian pekerjaan yang akan disubkontrakkan [sesuai dengan
persyaratan sebagaimana tercantum dalam LDP];
52

D. BENTUK PAKTA INTEGRITAS

Dengan mendaftar sebagai peserta pemilihan pada aplikasi SPSE


maka peserta telah menyetujui dan menandatangani pakta
integritas

[Contoh Pakta Integritas Badan Usaha Dengan Kemitraan/KSO]

PAKTA INTEGRITAS

Kami yang bertanda tangan di bawah ini:


1. Nama : _____________________ [nama wakil sah badan
usaha]

No.Identitas : ___________ [diisi dengan no. KTP/SIM/Paspor]

Jabatan : __________________________

Bertindak : PT/CV/Firma/Koperasi ___________________ [pilih


untuk dan yang sesuai dan cantumkan nama]
atas nama

2. Nama : _____________________ [nama wakil sah badan


usaha]

No.Identitas : ___________ [diisi dengan no. KTP/SIM/Paspor]

Jabatan : __________________________

Bertindak : PT/CV/Firma/Koperasi ___________________ [pilih


untuk dan yang sesuai dan cantumkan nama]
atas nama

3. ......[dan seterusnya, diisi sesuai dengan jumlah anggota kemitraan/KSO]

dalam rangka pengadaan _________ [isi nama paket] pada ________ [isi
sesuai dengan K/L/D/I] dengan ini menyatakan bahwa:

1. tidak akan melakukan praktek Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN);

2. akan mengikuti proses pengadaan secara bersih, transparan, dan


profesional untuk memberikan hasil kerja terbaik sesuai ketentuan
peraturan perundang-undangan;

3. apabila melanggar hal-hal yang dinyatakan dalam PAKTA


INTEGRITAS ini, bersedia menerima sanksi administratif, menerima
sanksi pencantuman dalam Daftar Hitam, digugat secara perdata
dan/atau dilaporkan secara pidana.

__________ [tempat], __ [tanggal] __________ [bulan] 20__ [tahun]

[Nama Penyedia] [Nama Penyedia] [Nama Penyedia]


53

[tanda tangan], [tanda tangan], [tanda tangan],


[nama lengkap] [nama lengkap] [nama lengkap]

[cantumkan tanda tangan dan nama setiap anggota Kemitraan/KSO]


54

L. DATA ISIAN KUALIFIKASI

Isian Data Kualifikasi bagi Peserta selain anggota Kemitraan/KSO


berbentuk Form Isian Elektronik Data Kualifikasi yang tersedia pada
aplikasi SPSE

[FORMULIR ISIAN KUALIFIKASI UNTUK KEMITRAAN/KSO]

Saya yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama : ___________________ [nama wakil sah badan


usaha]

Jabatan : _____________ [diisi sesuai jabatan dalam akta


notaris]

Bertindak : PT/CV/Firma/Koperasi _______________________


untuk [pilih yang sesuai dan cantumkan nama badan
dan atas usaha]
nama

Alamat : ___________________________________

Telepon/Fax : ___________________________________

Email : ___________________________________

menyatakan dengan sesungguhnya bahwa:

1. saya secara hukum bertindak untuk dan atas nama


perusahaan/koperasi/kemitraan/KSO berdasarkan _______________
[akta pendirian/anggaran dasar/surat kuasa/Perjanjian
Kemitraan/Kerja Sama Operasi, disebutkan secara jelas nomor dan
tanggal akta pendirian/anggaran dasar/surat kuasa/Perjanjian
Kemitraan/Kerja Sama Operasi];
2. saya bukan sebagai pegawai K/L/D/I [bagi pegawai K/L/D/I yang
sedang cuti diluar tanggungan K/L/D/I ditulis sebagai berikut : “Saya
merupakan pegawai K/L/D/I yang sedang cuti diluar tanggungan
K/L/D/I”];
3. saya tidak sedang menjalani sanksi pidana;
4. saya tidak sedang dan tidak akan terlibat pertentangan kepentingan
dengan para pihak yang terkait, langsung maupun tidak langsung
dalam proses pengadaan ini;
5. badan usaha yang saya wakili tidak masuk dalam Daftar Hitam, tidak
dalam pengawasan pengadilan, tidak pailit, dan kegiatan usahanya tidak
sedang dihentikan;
6. salah satu dan/atau semua pengurus badan usaha yang saya wakili
tidak masuk dalam Daftar Hitam;
7. data-data badan usaha yang saya wakili adalah sebagai berikut:
55

A. Data Administrasi

1. Nama Badan Usaha : _____________________


2. Status : Pusat Cabang

Alamat Kantor Pusat : _____________________


_____________________

3. No. Telepon : _____________________


No. Fax : _____________________
E-Mail : _____________________
Alamat Kantor Cabang : _____________________
_____________________
4. No. Telepon : _____________________
No. Fax : _____________________
E-Mail : _____________________

B. Landasan Hukum Pendirian Badan Usaha

1. Akta Pendirian Perusahaan/Anggaran Dasar Koperasi


a. Nomor : _______________
b. Tanggal : _______________
c. Nama Notaris : _______________
: _______________
d. Nomor Pengesahan
Kementerian Hukum dan
HAM (untuk yang
berbentuk PT)
2. Akta/Anggaran Dasar
Perubahan Terakhir
a. Nomor : _______________
b. Tanggal : _______________
c. Nama Notaris : _______________

C. Pengurus Badan Usaha

Jabatan dalam Badan


No. Nama No. Identitas
Usaha

D. Izin Usaha
1. No. Surat Izin Usaha
: _______Tanggal ______
________
2. Masa berlaku izin usaha : __________
3. Instansi pemberi izin usaha : __________
4. Kualifikasi Usaha : ___________
5. Klasifikasi Usaha : ___________
56

E. Izin Lainnya (apabila dipersyaratkan)

_____________ Tanggal
1. No. Surat Izin _________ :
________
2. Masa berlaku izin : _______________
3. Instansi pemberi izin : _______________
F. Data Keuangan

1. Susunan Kepemilikan Saham (untuk PT)/Susunan Pesero


(untuk CV/Firma)

No. Nama No. Identitas Alamat Persentase

2. Pajak

a. Nomor Pokok Wajib Pajak : _______________


b. Bukti Laporan Pajak Tahun No. _______ Tanggal
:
terakhir _______

G. Data Personalia (Tenaga ahli/teknis/terampil badan usaha)

Tingkat Jabatan Tahun


Tgl/bln/thn Pengalaman Profesi/
No Nama Pendidika dalam Sertifikat/
lahir Kerja (tahun) keahlian
n pekerjaan Ijazah
1 2 3 4 5 6 7 8

H. Data Fasilitas/Peralatan/Perlengkapan
[cantumkan jika disyaratkan oleh POKJA Pemilihan]

Kapasitas
Jenis atau Merk Status
Tahun Kondisi Lokasi
No. Fasilitas/Peralatan/ Jumlah output dan Kepemilikan/Dukung
pembuatan (%) Sekarang
Perlengkapan pada saat tipe Sewa
ini
1 2 3 4 5 6 7 8 9
57

I. Data Pengalaman Perusahaan


(nilai paket tertinggi pengalaman sesuai sub bidang yang dipersyaratkan
dalam kurun waktu 10 tahun terakhir)

Pemberi Tugas /
Tanggal Selesai
Pejabat
Kontrak Pekerjaan
Pembuat
Nama Sub Ringkasan Berdasarkan
Komitmen
No. Paket Bidang Lingkup Lokasi
Pekerjaan Pekerjaan Pekerjaan BA
Alamat/ No /
Nama Nilai Kontrak Serah
Telepon Tanggal
Terima

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

J. Data Pengalaman Perusahaan Dalam Kurun Waktu 4 Tahun


Terakhir
(untuk perusahaan yang telah berdiri 3 tahun atau lebih. Untuk
perusahaan yang baru berdiri kurang dari 3 tahun tidak wajib mengisi
tabel ini)

Pemberi Tugas / Tanggal Selesai


Pejabat Pembuat Kontrak Pekerjaan
Ringkasa Komitmen Berdasarkan
Nama Paket n Lingkup
No. Lokasi
Pekerjaan Pekerjaa
n Alamat/ No / BA Serah
Nama Nilai Kontrak
Telepon Tanggal Terima

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

K. Data Pekerjaan yang Sedang Dilaksanakan

Pemberi Tugas /
Pejabat
Kontrak Progres Terakhir
Pembuat
Nama Bidang/Sub
Komitmen
No. Paket Bidang Lokasi
Pekerjaan Pekerjaan Kontrak Prestasi
Alamat/ No /
Nama Nilai (rencana) Kerja
Telepon Tanggal
% %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

L. Modal Kerja

Surat dukungan keuangan dari Bank:

Nomor : __________
Tanggal : __________
Nama Bank : __________
Nilai : __________
58

Demikian Formulir Isian Kualifikasi ini saya buat dengan sebenarnya dan
penuh rasa tanggung jawab. Jika dikemudian hari ditemui bahwa
data/dokumen yang saya sampaikan tidak benar dan ada pemalsuan, maka
saya dan badan usaha yang saya wakili bersedia dikenakan sanksi berupa
sanksi administratif, sanksi pencantuman dalam Daftar Hitam, gugatan
secara perdata, dan/atau pelaporan secara pidana kepada pihak
berwenang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

__________ [tempat], __ [tanggal] __________ [bulan] 20__ [tahun]

PT/CV/Firma/Koperasi
__________ [pilih yang sesuai dan cantumkan nama]

[rekatkan meterai Rp 6.000,-


dan tanda tangan]

(nama lengkap wakil sah badan usaha)


[jabatan pada badan usaha]
59

BAB VI. PETUNJUK PENGISIAN DATA KUALIFIKASI

I. Petunjuk Pengisian untuk peserta bukan kemitraan/KSO mengikuti


petunjuk dan penggunaan aplikasi SPSE (User Guide).
II. Kemitraan/KSO
Untuk peserta yang berbentuk kemitraan/KSO masing – masing
anggota kemitraan/KSO wajib mengisi formulir isian kualifikasi untuk
masing – masing kualifikasi badan usahanya dengan petunjuk
pengisian formulir isian kualifikasi sebagai berikut:

A. Data Administrasi
1. Diisi dengan nama badan usaha (perusahaan/koperasi) peserta.
2. Pilih status badan usaha (Pusat/Cabang).
3. Diisi dengan alamat, nomor telepon, nomor fax dan email kantor
pusat yang dapat dihubungi.
4. Diisi dengan alamat, nomor telepon, nomor fax dan email kantor
cabang yang dapat dihubungi, apabila peserta berstatus kantor
cabang.

B. Landasan Hukum Pendirian Usaha


1. Diisi dengan nomor, tanggal dan nama notaris penerbit akta
pendirian perusahaan/anggaran dasar koperasi serta untuk badan
usaha yang berbentuk Perseroan Terbatas diisi nomor pengesahan
dari Kementerian Hukum dan HAM.
2. Diisi dengan nomor, tanggal dan nama notaris penerbit akta
perubahan terakhir badan usaha, apabila ada. Khusus untuk
Perseroan Terbatas, jika terdapat perubahan nama anggota Direksi
dan/atau Dewan Komisaris, pada Pembuktian Kualifikasi peserta
diminta menunjukan asli dan memberikan salinan Bukti
Pemberitahuan dari Notaris selaku Kuasa Direksi yang telah
diajukan melalui Sisminbakum atas Akta Perubahan Terakhir.

C. Pengurus Badan Usaha


Diisi dengan nama, nomor KTP/SIM/Paspor, dan jabatan dalam badan
usaha.

D. Izin Usaha
(Jenis izin usaha disesuaikan dengan bidang usaha dan peraturan
perundang-undangan, contohnya : Izin Usaha di bidang Konstruksi
adalah Izin Usaha Jasa Kontruksi (IUJK).

Untuk persyaratan perizinan bagi Penyedia Asing disesuaikan dengan


praktek bisnis internasional dan/atau ketentuan negara asal Penyedia)

Tabel izin usaha:


1. Diisi dengan jenis surat izin usaha, nomor dan tanggal
penerbitannya.
2. Diisi dengan masa berlaku surat izin usaha.
3. Diisi dengan nama instansi penerbit surat izin usaha.
4. Diisi dengan kualifikasi usaha.
5. Diisi dengan klasifikasi usaha.
60

E. Izin Lainnya (apabila dipersyaratkan)


1. Diisi dengan jenis surat izin, nomor dan tanggal penerbitannya.
2. Diisi dengan masa berlaku izin.
3. Diisi dengan nama instansi penerbit surat izin.

F. Data Keuangan
1. Diisi dengan nama, nomor KTP/SIM/Paspor, alamat pemilik
saham/persero, dan persentase kepemilikan saham/persero.
2. Pajak:
a. Diisi dengan NPWP badan usaha.
b. Diisi dengan nomor dan tanggal bukti laporan pajak tahun
terakhir berupa SPT Tahunan.
3. [Persyaratan perpajakan sebagaimana dimaksud pada angka 2
dikecualikan untuk Penyedia Asing (khusus untuk International
Competitive Biding)]

G. Data Personalia
Diisi dengan nama, tanggal/bulan/tahun lahir, tingkat pendidikan
(SLTP/SLTA/S1/S2/S3), jabatan dalam pekerjaan yang pernah
dilaksanakan, lama pengalaman kerja, profesi/keahlian sesuai dengan
Surat Keterangan Ahli/Surat Keterangan Terampil dan tahun penerbitan
sertifikat/ijazah dari setiap tenaga ahli/teknis/terampil yang diperlukan.

H. Data Fasilitas/Peralatan/Perlengkapan
Diisi dengan jenis, jumlah, kapasitas atau output yang dapat dicapai
pada saat ini, merek dan tipe, tahun pembuatan, kondisi (dalam
persentase), lokasi keberadaan saat ini dan status kepemilikan (milik
sendiri/sewa beli/dukungan sewa) dari masing-masing
fasilitas/peralatan/ perlengkapan yang diperlukan. Bukti status
kepemilikan harus dapat ditunjukkan pada waktu Pembuktian
Kualifikasi.

I. Data Pengalaman Perusahaan


Diisi dengan nama paket pekerjaan, sub bidang pekerjaan yang
dipersyaratkan, ringkasan lingkup pekerjaan, lokasi tempat
pelaksanaan pekerjaan, nama dan alamat/telepon dari pemberi
tugas/Pejabat Pembuat Komitmen, nomor/tanggal dan nilai kontrak,
tanggal selesai paket pekerjaan berdasarkan kontrak, dan tanggal
Berita Acara serah terima (PHO), untuk masing-masing paket pekerjaan
selama 10 (sepuluh) tahun terakhir. Data ini digunakan untuk
menghitung Kemampuan Dasar (KD) pada paket pekerjaan usaha non
kecil.

J. Data Pengalaman Perusahaan Dalam Kurun Waktu 4 Tahun


Terakhir
Diisi dengan nama paket pekerjaan, ringkasan lingkup pekerjaan, lokasi
tempat pelaksanaan pekerjaan, nama dan alamat/telepon dari pemberi
tugas/Pejabat Pembuat Komitmen, nomor/tanggal dan nilai kontrak,
tanggal selesai paket pekerjaan berdasarkan kontrak, dan tanggal
Berita Acara Serah Terima (PHO), untuk perusahaan yang telah berdiri
3 tahun atau lebih. Untuk perusahaan yang baru berdiri kurang dari 3
tahun tidak wajib mengisi tabel ini.

K. Data Pekerjaan Yang Sedang Dilaksanakan


Diisi dengan nama paket pekerjaan, bidang/sub bidang pekerjaan dan
lokasi tempat pelaksanaan pekerjaan, nama dan alamat/telepon dari
61

pemberi tugas/Pejabat Pembuat Komitmen, nomor/tanggal dan nilai


kontrak, serta persentase progres menurut kontrak, dan prestasi kerja
terakhir. Data ini digunakan untuk menghitung Sisa Kemampuan Paket
(SKP).

L. Modal Kerja
Diisi dengan nomor, tanggal, dan nama bank yang mengeluarkan surat
dukungan keuangan serta nilai dukungan paling kurang 10% (sepuluh
perseratus) dari nilai paket (HPS).

M. Kemitraan/KSO
Untuk peserta yang berbentuk kemitraan/KSO masing-masing anggota
kemitraan/KSO wajib mengisi formulir isian kualifikasi untuk masing-
masing kualifikasi badan usahanya.
62

BAB VII. TATA CARA EVALUASI KUALIFIKASI

A. Dokumen Kualifikasi yang akan dievaluasi harus memenuhi


persyaratan sebagai berikut:
1. data kualifikasi untuk peserta yang melakukan kemitraan/Kerja
Sama Operasi ditandatangani oleh pejabat yang menurut
perjanjian Kemitraan/Kerja Sama Operasi berhak mewakili
Kemitraan/KSO;

2. memiliki izin usaha sesuai dengan peraturan perundang-


undangan;

3. perusahaan yang bersangkutan dan manajemennya tidak dalam


pengawasan pengadilan, tidak pailit, kegiatan usahanya tidak
sedang dihentikan dan/atau direksi yang bertindak untuk dan atas
nama perusahaan atau peserta perorangan tidak sedang dalam
menjalani sanksi pidana;

4. salah satu dan/atau semua pengurus dan badan usahanya atau


peserta perorangan tidak masuk dalam Daftar Hitam;

5. memiliki NPWP dan telah memenuhi kewajiban perpajakan tahun


pajak terakhir (SPT Tahunan);

6. memperoleh paling sedikit 1 (satu) pekerjaan sebagai penyedia


dalam kurun waktu 4 (empat) tahun terakhir, baik di lingkungan
pemerintah maupun swasta termasuk pengalaman subkontrak,
kecuali bagi peserta Usaha Mikro, Usaha Kecil dan koperasi kecil
yang baru berdiri kurang dari 3 (tiga) tahun;

7. memiliki kemampuan pada bidang pekerjaan yang sesuai untuk


Usaha Mikro, Usaha Kecil dan koperasi kecil serta kemampuan
pada subbidang pekerjaan yang sesuai untuk usaha non-kecil;

8. memiliki kemampuan menyediakan fasilitas dan peralatan serta


personil yang diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan;

9. menyampaikan daftar perolehan pekerjaan yang sedang


dikerjakan;

10. memiliki surat keterangan dukungan keuangan dari bank


pemerintah/swasta sebagaimana tercantum dalam LDK;

11. dalam hal peserta akan melakukan kemitraan/KSO:


a. peserta wajib mempunyai perjanjian Kerja Sama
Operasi/kemitraan yang memuat persentase kemitraan/KSO
dan perusahaan yang mewakili kemitraan/KSO tersebut;
b. evaluasi persyaratan pada angka 1 sampai dengan angka 10
dilakukan untuk setiap perusahaan yang melakukan
kemitraan/KSO;

12. untuk usaha non-kecil, memiliki Kemampuan Dasar (KD) pada


pekerjaan yang sejenis dan kompleksitas yang setara, dengan
ketentuan:
63

a. KD = 3 NPt
NPt = Nilai pengalaman tertinggi pada sub bidang
pekerjaan yang sesuai dalam 10 (sepuluh) tahun
terakhir;
b. dalam hal kemitraan/KSO yang diperhitungkan adalah KD dari
perusahaan yang mewakili kemitraan/KSO;
c. KD sekurang-kurangnya sama dengan nilai total HPS;
d. pengalaman perusahaan dinilai dari sub bidang pekerjaan,
nilai kontrak dan status peserta pada saat menyelesaikan
kontrak sebelumnya;
e. nilai pengalaman pekerjaan dapat dikonversi menjadi nilai
pekerjaan sekarang (present value) menggunakan
perhitungan sebagai berikut:

NPs = Nilai pekerjaan sekarang


Npo = Nilai pekerjaan keseluruhan termasuk eskalasi
(apabila ada) saat serah terima pertama
Io = Indeks dari Biro Pusat Statistik (BPS) pada bulan
serah terima pertama
Is = Indeks dari BPS pada bulan penilaian
prakualifikasi (apabila belum ada, dapat dihitung
dengan regresi linier berdasarkan indeks bulan-
bulan sebelumnya)
Indeks BPS yang dipakai adalah indeks yang merupakan
komponen terbesar dari pekerjaan;

13. mempunyai Sisa Kemampuan Paket (SKP), dengan ketentuan:


a. SKP = KP – jumlah paket yang sedang dikerjakan
KP = Kemampuan menangani paket pekerjaan
Untuk usaha kecil:
KP = 5
Untuk usaha non kecil:
KP = 6 atau KP = 1,2 N
N = Jumlah paket pekerjaan terbanyak yang dapat
ditangani pada saat bersamaan selama kurun
waktu 5 (lima) tahun terakhir;
b. dalam hal kemitraan/KSO, yang diperhitungkan adalah SKP
dari semua perusahaan yang bermitra/KSO;

14. memiliki Sertifikat Manajemen Mutu (ISO) dan/atau memiliki


Sertifikat Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3),
apabila disyaratkan.

B. POKJA Pemilihan memeriksa dan membandingkan persyaratan dan


data isian peserta dalam Dokumen Kualifikasi dengan data kualifikasi
peserta yang tercantum pada aplikasi SPSE dalam hal:
1. kelengkapan Data Kualifikasi; dan
2. pemenuhan persyaratan kualifikasi.

C. Formulir Isian Kualifikasi untuk KSO yang tidak dibubuhi materai tidak
digugurkan, peserta diminta untuk membayar denda materai sesuai
ketentuan peraturan perundangan-perundangan.
64

D. Apabila ditemukan hal-hal dan/atau data yang kurang jelas maka


POKJA Pemilihan dapat meminta peserta untuk menyampaikan
klarifikasi secara tertulis namun tidak boleh mengubah substansi Data
Kualifikasi yang telah dikirmkan melalui aplikasi SPSE.

E. Evaluasi kualifikasi sudah merupakan kompetisi, maka data kualifikasi


yang kurang tidak dapat dilengkapi.
65

BAB VIII. BENTUK KONTRAK

RANCANGAN SURAT PERJANJIAN

(Terlampir)
66

BAB XII. SPESIFIKASI TEKNIS DAN GAMBAR


SPESIFIKASI TEKNIS

(Terlampir)
67

GAMBAR
(Terlampir)
68

BAB XIII. DAFTAR KUANTITAS DAN HARGA

(Terlampir)
69

MATA PEMBAYARAN UTAMA DAN UMUM

1. Mata Pembayaran Utama

No Uraian Pekerjaan
1. Pengadaan dan pemasangan U-ditch 60.80 - 120 cm + Cover (G. 10
TON)
2. Pengadaan dan pemasangan U-ditch 100.100 - 120 cm + Cover (G. 10
TON)
3. Pengadaan dan pemasangan Tutup Bak Kontrol (manhole) besi tempa 80
X 80 cm (G. 20ton)
4. Beton mutu sedang (K-250)
5. Pengadaan dan pemasangan Tutup Bak Kontrol (manhole) besi tempa 80
x 80 cm (G.5ton)
6. Galian Biasa
7. Timbunan Pilihan dari sumber galian
8. Pasangan Batu alam ( untuk pintu masuk / lantai)
9. Anyaman Kawat Yang Dilas (Welded Wire Mesh)

2. Mata Pembayaran Umum

No Uraian Pekerjaan
1. Baja Tulangan U 24 Polos
2. Pasangan Keramik Tile
3. Kerb Pracetak Jenis 7a (Kerb pada Pelandaian Trotoar)
4. Kerb Pracetak Jenis 2 (Penghalang / Barier)
5. Pasangan Tegel Alur Jalur Tuna Netra
6. Pembongkaran Perkerasan Blok Beton
7. Kerb Pracetak Jenis 4 (Penhalang Berparit / Barier Gutter) t = 20 cm (K-
300)
8. Pembongkaran Beton
9. Pipa Drainase PVC AW dia 5 "
10. Manajemen dan Keselamatan Lalu Lintas
11. Relokasi utilitas dan pelayanan PDAM yg ada
12. Relokasi Utilitas dan Pelayanan PLN yang ada
13. Relokasi utilitas dan pelayanan Lain yg ada
14. Pengecatan
15. Mob / Demob Excavator
16. Memasang 1 m2 dinding bata merah ukuran (5X11X22) cm tebal 1/2 bata,
campuran spesi 1 PC : 4 PP
17. Memasang 1 m2 Plesteran 1 PC : 4 PP, tebal 15 mm
18. Papan Nama Proyek
70

CONTOH

ANALISA HARGA SATUAN PEKERJAAN

JENIS PEKERJAAN : ....................


SATUAN MATA
PEMBAYARAN : ....................

VOLUME : ....................

No. Uraian Satuan Kuantitas Harga Satuan (Rp) Jumlah (Rp) Ket

(1) (2) (3) (4) (5) (6) = (4)x(5) (7)

I. UPAH

1 ............... ........ ........ ........ ........

2 ............... ........ ........ ........ ........

II. BAHAN

1 ............... ........ ........ ........ ........

2 ............... ........ ........ ........ ........

III. PERALATAN

1 ............... ........ ........ ........ ........

2 ............... ........ ........ ........ ........

IV. JUMLAH ( I + II + III ) ........

V. BIAYA UMUM ........

VI. BIAYA KEUNTUNGAN ........

VII. TOTAL ( IV + V + VI ) ) ........

Catatan :
AHSP hanya diminta dan disampaikan oleh penyedia jika penawaran kurang dari
80% dari nilai total HPS.
71

BAB XIV. BENTUK DOKUMEN LAIN

A. BENTUK SURAT PENUNJUKAN PENYEDIA BARANG/JASA


(SPPBJ)

[kop surat K/L/D/I]

Nomor : __________ __________, __ __________


20__
Lampiran : __________

Kepada Yth.
__________
di __________

Perihal : Penunjukan Penyedia untuk Pelaksanaan Paket Pekerjaan


__________
_________________________________________

Dengan ini kami beritahukan bahwa penawaran Saudara nomor


__________ tanggal __________ perihal __________ dengan [nilai
penawaran/penawaran terkoreksi] sebesar Rp_____________
(____________________) kami nyatakan diterima/disetujui.

Sebagai tindak lanjut dari Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa


(SPPBJ) ini Saudara diharuskan untuk menyerahkan Jaminan Pelaksanaan
dan menandatangani Surat Perjanjian paling lambat 14 (empat belas) hari
kerja setelah diterbitkannya SPPBJ. Kegagalan Saudara untuk menerima
penunjukan ini yang disusun berdasarkan evaluasi terhadap penawaran
Saudara, akan dikenakan sanksi sesuai ketentuan.

Satuan Kerja __________


Pejabat Pembuat Komitmen

[tanda tangan]

[nama lengkap]
[jabatan]
NIP. __________

Tembusan Yth. :
1. ____________ [PA/KPA K/L/D/I]
2. ____________ [APIP K/L/D/I]
3. ____________ [POKJA Pemilihan]
......... dst
72

B. BENTUK SURAT PERINTAH MULAI KERJA (SPMK)

[kop surat satuan kerja K/L/D/I]

SURAT PERINTAH MULAI KERJA (SPMK)

Nomor: __________
Paket Pekerjaan: __________

Yang bertanda tangan di bawah ini:

_______________ [nama Pejabat Pembuat Komitmen]


_______________ [jabatan Pejabat Pembuat Komitmen]
_______________ [alamat satuan kerja Pejabat Pembuat Komitmen]

selanjutnya disebut sebagai Pejabat Pembuat Komitmen;

berdasarkan Surat Perjanjian __________ nomor __________ tanggal


__________, bersama ini memerintahkan:

_______________ [nama Penyedia Pekerjaan Konstruksi]


_______________ [alamat Penyedia Pekerjaan Konstruksi]
yang dalam hal ini diwakili oleh: __________

selanjutnya disebut sebagai Penyedia;

untuk segera memulai pelaksanaan pekerjaan dengan memperhatikan


ketentuan-ketentuan sebagai berikut:

1. Macam pekerjaan: __________;

2. Tanggal mulai kerja: __________;

3. Syarat-syarat pekerjaan: sesuai dengan persyaratan dan ketentuan


Kontrak;

4. Waktu penyelesaian: selama ___ (__________) hari


kalender/bulan/tahun dan pekerjaan harus sudah selesai pada tanggal
__________

5. Denda: Terhadap setiap hari keterlambatan pelaksanaan/penyelesaian


pekerjaan Penyedia akan dikenakan Denda Keterlambatan sebesar
1/1000 (satu per seribu) dari Nilai Kontrak atau bagian tertentu dari Nilai
Kontrak sebelum PPN sesuai dengan Syarat-Syarat Khusus Kontrak.
73

__________, __ __________ 20__

Untuk dan atas nama __________


Pejabat Pembuat Komitmen

[tanda tangan]

[nama lengkap]
[jabatan]
NIP: __________

Menerima dan menyetujui:

Untuk dan atas nama __________

[tanda tangan]

[nama lengkap wakil sah badan usaha]


[jabatan]
74

C. BENTUK SURAT-SURAT JAMINAN

Jaminan Pelaksanaan dari Bank

[Kop Bank Penerbit Jaminan]

GARANSI BANK
sebagai
JAMINAN PELAKSANAAN
No. ____________________

Yang bertanda tangan dibawah ini: __________________________________ dalam


jabatan selaku ____________________________ dalam hal ini bertindak untuk dan
atas nama ______________________ [nama bank] berkedudukan di
_________________________________________ [alamat]

untuk selanjutnya disebut: PENJAMIN

dengan ini menyatakan akan membayar kepada:


Nama : ___________________________________ [nama PPK]
Alamat :
_______________________________________________

selanjutnya disebut: PENERIMA JAMINAN

sejumlah uang Rp _______________________________________________


(terbilang ________________________________________________________)
dalam bentuk garansi bank sebagai Jaminan Pelaksanaan atas pekerjaan
_________________ berdasarkan Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa
(SPPBJ) No. ________________ tanggal _________________, apabila:
Nama : _____________________________ [nama penyedia]
Alamat :
_______________________________________________

selanjutnya disebut: YANG DIJAMIN

ternyata sampai batas waktu yang ditentukan, namun tidak melebihi tanggal batas
waktu berlakunya Garansi Bank ini, lalai/tidak memenuhi kewajibannya kepada
Penerima Jaminan berupa:
a. Yang dijamin tidak menyelesaikan pekerjaan tersebut pada waktunya dengan baik
dan benar sesuai dengan ketentuan dalam Kontrak;
b. Pemutusan kontrak akibat kesalahan Yang Dijamin.
sebagaimana ditentukan dalam Dokumen Pengadaan yang diikuti oleh Yang
Dijamin.

Garansi Bank ini dikeluarkan dengan ketentuan sebagai berikut:


1. Berlaku selama __________ (____________) hari kalender, dari tanggal
_____________________ s.d. ____________________
2. Tuntutan pencairan atau klaim dapat diajukan secara tertulis dengan
melampirkan Surat Pernyataan Wanprestasi dari Penerima Jaminan paling
lambat 14 (empat belas) hari kalender setelah tanggal jatuh tempo Garansi
Bank sebagaimana tercantum dalam butir 1.
3. Penjamin akan membayar kepada Penerima Jaminan sejumlah nilai jaminan
tersebut di atas dalam waktu paling lambat 14 (empat belas) hari kerja tanpa
syarat (Unconditional) setelah menerima tuntutan pencairan dari Penerima
75

Jaminan berdasar Surat Pernyataan Wanprestasi dari Penerima Jaminan


mengenai pengenaan sanksi akibat Yang Dijamin cidera janji/lalai/tidak
memenuhi kewajibannya.
4. Penjamin melepaskan hak-hak istimewanya untuk menuntut supaya benda-
benda yang diikat sebagai jaminan lebih dahulu disita dan dijual untuk melunasi
hutang Yang Dijamin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1831 Kitab Undang-
Undang Hukum Perdata.
5. Tidak dapat dipindahtangankan atau dijadikan jaminan kepada pihak lain.
6. Segala hal yang mungkin timbul sebagai akibat dari Garansi Bank ini, masing-
masing pihak memilih domisili hukum yang umum dan tetap di Kantor
Pengadilan Negeri ________.

Dikeluarkan di : _____________
Pada tanggal : _____________

[Bank]

Materai Rp.6000,00

Untuk keyakinan, pemegang


Garansi Bank disarankan untuk
________________
mengkonfirmasi Garansi ini ke
_____[bank]
[Nama dan Jabatan]
76

Jaminan Pelaksanaan dari Asuransi/Perusahaan Penjaminan

[Kop Penerbit Jaminan]

JAMINAN PELAKSANAAN

Nomor Jaminan: __________________ Nilai: ___________________

1. Dengan ini dinyatakan, bahwa kami: _____________________ [nama],


_____________ [alamat] sebagai Penyedia, selanjutnya disebut TERJAMIN, dan
_____________________ [nama penerbit jaminan], _____________ [alamat]
sebagai Penjamin, selanjutnya disebut sebagai PENJAMIN, bertanggung jawab
dan dengan tegas terikat pada _____________________ [nama PPK],
_________________________ [alamat] sebagai Pemilik Pekerjaan, selanjutnya
disebut PENERIMA JAMINAN atas uang sejumlah Rp ________________
(terbilang __________________________________)

2. Maka kami, TERJAMIN dan PENJAMIN dengan ini mengikatkan diri untuk
melakukan pembayaran jumlah tersebut di atas dengan baik dan benar
bilamana TERJAMIN tidak memenuhi kewajiban dalam melaksanakan pekerjaan
__________________ sebagaimana ditetapkan berdasarkan Surat Penunjukan
Penyedia Barang/Jasa (SPPBJ) No. _______________ tanggal
________________untuk pelaksanaan Tender pekerjaan ______________
yang diselenggarakan oleh PENERIMA JAMINAN.

3. Surat Jaminan ini berlaku selama ____ (____________) hari kalender dan
efektif mulai dari tanggal ___________ sampai dengan tanggal __________

4. Jaminan ini berlaku apabila:

a. TERJAMIN tidak menyelesaikan pekerjaan tersebut pada waktunya dengan


baik dan benar sesuai dengan ketentuan dalam Kontrak;
b. Pemutusan kontrak akibat kesalahan TERJAMIN.

5. PENJAMIN akan membayar kepada PENERIMA JAMINAN sejumlah nilai


jaminan tersebut di atas dalam waktu paling lambat 14 (empat belas) hari kerja
tanpa syarat (Unconditional) setelah menerima tuntutan pencairan secara tertulis
dari PENERIMA JAMINAN berdasar Keputusan PENERIMA JAMINAN mengenai
pengenaan sanksi akibat TERJAMIN cidera janji.

6. Menunjuk pada Pasal 1832 KUH Perdata dengan ini ditegaskan kembali bahwa
PENJAMIN melepaskan hak-hak istimewa untuk menuntut supaya harta benda
TERJAMIN lebih dahulu disita dan dijual guna dapat melunasi hutangnya
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1831 KUH Perdata.

7. Tuntutan pencairan terhadap PENJAMIN berdasarkan Jaminan ini harus sudah


diajukan selambat-lambatnya dalam waktu 30 (tiga puluh) hari kalender sesudah
berakhirnya masa berlaku Jaminan ini.

Dikeluarkan di _____________
pada tanggal _______________

TERJAMIN PENJAMIN
77

Materai Rp.6000,00

_____________________ __________________
[Nama dan Jabatan] [Nama dan Jabatan]

Untuk keyakinan, pemegang


Jaminan disarankan untuk
mengkonfirmasi Jaminan ini ke
_____[Penerbit Jaminan]
78

Jaminan Uang Muka dari Bank

[Kop Bank Penerbit Jaminan]

GARANSI BANK
sebagai
JAMINAN UANG MUKA
No. ____________________

Yang bertanda tangan dibawah ini: __________________________________ dalam


jabatan selaku ____________________________ dalam hal ini bertindak untuk dan
atas nama ______________________ [nama bank] berkedudukan di
_________________________________________ [alamat]

untuk selanjutnya disebut: PENJAMIN

dengan ini menyatakan akan membayar kepada:


Nama : ___________________________________ [nama PPK]
Alamat :
_______________________________________________

selanjutnya disebut: PENERIMA JAMINAN

sejumlah uang Rp _____________________________________


(terbilang ________________________________________________________)
dalam bentuk garansi bank sebagai Jaminan Uang Muka atas pekerjaan
_________________ berdasarkan Kontrak No. ________________ tanggal
__________________, apabila:
Nama : _____________________________ [nama penyedia]
Alamat :
_______________________________________________

selanjutnya disebut: YANG DIJAMIN

ternyata sampai batas waktu yang ditentukan, namun tidak melebihi tanggal batas
waktu berlakunya Garansi Bank ini, Yang Dijamin lalai/tidak memenuhi kewajibannya
dalam melakukan pembayaran kembali kepada Penerima Jaminan atas uang muka
yang diterimanya, sebagaimana ditentukan dalam Dokumen Kontrak.

Garansi Bank ini dikeluarkan dengan ketentuan sebagai berikut:


1. Berlaku selama __________ (____________) hari kalender, dari tanggal
_____________________ s.d. ____________________
2. Tuntutan pencairan atau klaim dapat diajukan secara tertulis dengan
melampirkan Surat Pernyataan Wanprestasi dari Penerima Jaminan paling
lambat 14 (empat belas) hari kalender setelah tanggal jatuh tempo Garansi
Bank sebagaimana tercantum dalam butir 1.
3. Penjamin akan membayar kepada Penerima Jaminan sejumlah nilai jaminan
tersebut di atas atau sisa Uang Muka yang belum dikembalikan Yang Dijamin
dalam waktu paling lambat 14 (empat belas) hari kerja tanpa syarat
(Unconditional) setelah menerima tuntutan pencairan dari Penerima Jaminan
berdasar Surat Pernyataan Wanprestasi dari Penerima Jaminan mengenai
pengenaan sanksi akibat Yang Dijamin cidera janji/lalai/tidak memenuhi
kewajibannya.
4. Penjamin melepaskan hak-hak istimewanya untuk menuntut supaya benda-
benda yang diikat sebagai jaminan lebih dahulu disita dan dijual untuk melunasi
79

hutang Yang Dijamin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1831 Kitab Undang-
Undang Hukum Perdata.
5. Tidak dapat dipindahtangankan atau dijadikan jaminan kepada pihak lain.
6. Segala hal yang mungkin timbul sebagai akibat dari Garansi Bank ini, masing-
masing pihak memilih domisili hukum yang umum dan tetap di Kantor
Pengadilan Negeri ________.

Dikeluarkan di : _____________
Pada tanggal : _____________

[Bank]

Materai Rp.6000,00

Untuk keyakinan, pemegang


Garansi Bank disarankan untuk
________________
mengkonfirmasi Garansi ini ke
_____[bank]
[Nama dan Jabatan]
80

Jaminan Uang Muka dari Asuransi/Perusahaan Penjaminan

[Kop Penerbit Jaminan]

JAMINAN UANG MUKA

Nomor Jaminan: __________________ Nilai: ___________________

1. Dengan ini dinyatakan, bahwa kami: _____________________ [nama],


_____________ [alamat] sebagai Penyedia, selanjutnya disebut TERJAMIN, dan
_____________________ [nama penerbit jaminan], _____________ [alamat]
sebagai Penjamin, selanjutnya disebut sebagai PENJAMIN, bertanggung jawab
dan dengan tegas terikat pada _____________________ [nama PPK],
_________________________ [alamat] sebagai Pemilik Pekerjaan, selanjutnya
disebut PENERIMA JAMINAN atas uang sejumlah Rp ________________
(terbilang __________________________________)

2. Maka kami, TERJAMIN dan PENJAMIN dengan ini mengikatkan diri untuk
melakukan pembayaran jumlah tersebut di atas dengan baik dan benar bilamana
TERJAMIN tidak memenuhi kewajiban dalam melaksanakan pekerjaan
_______________________ sebagaimana ditetapkan berdasarkan Kontrak No.
_______________ tanggal _____________________ dari PENERIMA
JAMINAN.

3. Surat Jaminan ini berlaku selama ____ (____________) hari kalender dan
efektif mulai dari tanggal ___________ sampai dengan tanggal __________

4. Jaminan ini berlaku apabila:


TERJAMIN tidak memenuhi kewajibannya melakukan pembayaran kembali
kepada PENERIMA JAMINAN senilai Uang Muka yang wajib dibayar menurut
Dokumen Kontrak.

5. PENJAMIN akan membayar kepada PENERIMA JAMINAN sejumlah nilai


jaminan tersebut di atas atau sisa Uang Muka yang belum dikembalikan
TERJAMIN dalam waktu paling lambat 14 (empat belas) hari kerja tanpa syarat
(Unconditional) setelah menerima tuntutan pencairan secara tertulis dari
PENERIMA JAMINAN berdasar Keputusan PENERIMA JAMINAN mengenai
pengenaan sanksi akibat TERJAMIN cidera janji.

6. Menunjuk pada Pasal 1832 KUH Perdata dengan ini ditegaskan kembali bahwa
PENJAMIN melepaskan hak-hak istimewa untuk menuntut supaya harta benda
TERJAMIN lebih dahulu disita dan dijual guna dapat melunasi hutangnya
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1831 KUH Perdata.

7. Tuntutan pencairan terhadap PENJAMIN berdasarkan Jaminan ini harus sudah


diajukan selambat-lambatnya dalam waktu 30 (tiga puluh) hari kalender sesudah
berakhirnya masa berlaku Jaminan ini.

Dikeluarkan di _____________
pada tanggal _______________

TERJAMIN PENJAMIN
81

Materai Rp.6000,00

_____________________ __________________
[Nama dan Jabatan] [Nama dan Jabatan]

Untuk keyakinan, pemegang


Jaminan disarankan untuk
mengkonfirmasi Jaminan ini ke
_____[Penerbit Jaminan]
82

Jaminan Pemeliharaan dari Bank

[Kop Bank Penerbit Jaminan]

GARANSI BANK
sebagai
JAMINAN PEMELIHARAAN
No. ____________________

Yang bertanda tangan dibawah ini: __________________________________ dalam


jabatan selaku ____________________________ dalam hal ini bertindak untuk dan
atas nama ______________________ [nama bank] berkedudukan di
_________________________________________ [alamat]

untuk selanjutnya disebut: PENJAMIN

dengan ini menyatakan akan membayar kepada:


Nama : ___________________________________ [nama PPK]
Alamat :
_______________________________________________

selanjutnya disebut: PENERIMA JAMINAN

sejumlah uang Rp _____________________________________


(terbilang ________________________________________________________)
dalam bentuk garansi bank sebagai Jaminan Pemeliharaan atas pekerjaan
_________________ berdasarkan Kontrak No. _______________ tanggal
________________, apabila:
Nama : _____________________________ [nama penyedia]
Alamat :
_______________________________________________

selanjutnya disebut: YANG DIJAMIN

ternyata sampai batas waktu yang ditentukan, namun tidak melebihi tanggal batas
waktu berlakunya Garansi Bank ini, lalai/tidak memenuhi kewajibannya kepada
Penerima Jaminan berupa:
Yang Dijamin tidak memenuhi kewajibannya melakukan pemeliharaan sebagaimana
ditentukan dalam Dokumen Kontrak.

Garansi Bank ini dikeluarkan dengan ketentuan sebagai berikut:


1. Berlaku selama __________ (____________) hari kalender, dari tanggal
_____________________ s.d. ____________________
2. Tuntutan pencairan atau klaim dapat diajukan secara tertulis dengan
melampirkan Surat Pernyataan Wanprestasi dari Penerima Jaminan paling
lambat 14 (empat belas) hari kalender setelah tanggal jatuh tempo Garansi
Bank sebagaimana tercantum dalam butir 1.
3. Penjamin akan membayar kepada Penerima Jaminan sejumlah nilai jaminan
tersebut di atas dalam waktu paling lambat 14 (empat belas) hari kerja tanpa
syarat (Unconditional) setelah menerima tuntutan pencairan dari Penerima
Jaminan berdasar Surat Pernyataan Wanprestasi dari Penerima Jaminan
mengenai pengenaan sanksi akibat Yang Dijamin cidera janji/lalai/tidak
memenuhi kewajibannya.
4. Penjamin melepaskan hak-hak istimewanya untuk menuntut supaya benda-
benda yang diikat sebagai jaminan lebih dahulu disita dan dijual untuk melunasi
83

hutang Yang Dijamin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1831 Kitab Undang-
Undang Hukum Perdata.
5. Tidak dapat dipindahtangankan atau dijadikan jaminan kepada pihak lain.
6. Segala hal yang mungkin timbul sebagai akibat dari Garansi Bank ini, masing-
masing pihak memilih domisili hukum yang umum dan tetap di Kantor
Pengadilan Negeri ________.

Dikeluarkan di : _____________
Pada tanggal : _____________

[Bank]

Materai Rp.6000,00

Untuk keyakinan, pemegang


Garansi Bank disarankan untuk
________________
mengkonfirmasi Garansi ini ke
_____[bank]
[Nama dan Jabatan]
84

Jaminan Pemeliharaan dari Asuransi/Perusahaan Penjaminan

[Kop Penerbit Jaminan]

JAMINAN PEMELIHARAAN

Nomor Jaminan: __________________ Nilai: ___________________

7. Dengan ini dinyatakan, bahwa kami: _____________________ [nama],


_____________ [alamat] sebagai Penyedia, selanjutnya disebut TERJAMIN, dan
_____________________ [nama penerbit jaminan], _____________ [alamat]
sebagai Penjamin, selanjutnya disebut sebagai PENJAMIN, bertanggung jawab
dan dengan tegas terikat pada _____________________ [nama PPK],
_________________________ [alamat] sebagai Pemilik Pekerjaan, selanjutnya
disebut PENERIMA JAMINAN atas uang sejumlah Rp ________________
(terbilang __________________________________)
8. Maka kami, TERJAMIN dan PENJAMIN dengan ini mengikatkan diri untuk
melakukan pembayaran jumlah tersebut di atas dengan baik dan benar bilamana
TERJAMIN tidak memenuhi kewajiban dalam melaksanakan pekerjaan
_________________ sebagaimana ditetapkan berdasarkan Kontrak No.
_______________ tanggal _____________________ dari PENERIMA
JAMINAN.
9. Surat Jaminan ini berlaku selama ____ (____________) hari kalender dan
efektif mulai dari tanggal ___________ sampai dengan tanggal __________
10. Jaminan ini berlaku apabila:
TERJAMIN tidak memenuhi kewajibannya melakukan pemeliharaan
sebagaimana ditentukan dalam Dokumen Kontrak.
11. PENJAMIN akan membayar kepada PENERIMA JAMINAN sejumlah nilai
jaminan tersebut di atas dalam waktu paling lambat 14 (empat belas) hari kerja
tanpa syarat (Unconditional) setelah menerima tuntutan pencairan secara tertulis
dari PENERIMA JAMINAN berdasar Keputusan PENERIMA JAMINAN mengenai
pengenaan sanksi akibat TERJAMIN cidera janji.
12. Menunjuk pada Pasal 1832 KUH Perdata dengan ini ditegaskan kembali bahwa
PENJAMIN melepaskan hak-hak istimewa untuk menuntut supaya harta benda
TERJAMIN lebih dahulu disita dan dijual guna dapat melunasi hutangnya
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1831 KUH Perdata.
13. Tuntutan pencairan terhadap PENJAMIN berdasarkan Jaminan ini harus sudah
diajukan selambat-lambatnya dalam waktu 30 (tiga puluh) hari kalender sesudah
berakhirnya masa berlaku Jaminan ini.
Untuk keyakinan, pemegang
Jaminan disarankan untuk Dikeluarkan di _____________
mengkonfirmasi Jaminan ini ke
_____[Penerbit Jaminan] pada tanggal _______________

TERJAMIN PENJAMIN

Materai Rp.6000,00

_____________________ __________________
[Nama & Jabatan] [Nama & Jabatan]
85

D. BENTUK RENCANA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA


KONTRAK (RK3K)
CONTOH

BENTUK RK3K USULAN PENAWARAN

............. RENCANA KESELEMATAN DAN KESEHATAN KERJA


KONTRAK (RK3K)
[Logo & Nama
Perusahaan] [digunakan untuk usulan penawaran]

DAFTAR ISI
A. Kebijakan K3
B. Perencanaan K3
B.1. Identifikasi Bahaya, Sasaran K3 Proyek, Pengendalian Resiko K3,
Program K3, dan Biaya K3
B.2. Pemenuhan Peraturan Perundang-undangan dan Persyaratan Lainnya
C. Pengendalian Operasional K3

A. KEBIJAKAN K3
.............................................................................................................................
.............[diisi oleh penyedia jasa berupa pernyataan tertulis yang berisi
komitmen untuk menerapkan K3 berdasarkan skala resiko dan peraturan
perundang-undangan K3 yang dilaksanakan secara konsisten]
A.1. Perusahaan Penyedia Jasa harus menetapkan Kebijakan K3 pada
kegiatan konstruksi yang dilaksanakan
A.2. Kebijakan K3 yang ditetapkan harus memenuhi ketentuan sebagai
berikut:
1. Mencakup komitmen untuk mencegah kecelakaan kerja dan penyakit
akibat kerja serta peningkatan berkelanjutan SMK3;
2. Mencakup komitmen yang mematuhi peraturan perundang-undangan
dan persyaratan lain yang terkait dengan K3;
3. Sebagai kerangka untuk menyusun sasaran K3.

B. PERENCANAAN K3
Di dalam membuat rencana K3, PPK memberikan identifikasi awal dan
penyedia jasa harus menyampaikan pengendalian resiko pada saat
penawaran berdasarkan identifikasi awal tersebut.
86

B.1. Identifikasi Bahaya, Sasaran K3 Proyek, Pengendalian Resiko K3,


dan Program K3
Penyusunan Identifikasi Bahaya, Sasaran K3 Proyek, Pengendalian
Resiko K3, dan Program K3 sesuai dengan format pada tabel di bawah :
87

TABEL 1. IDENTIFIKASI BAHAYA, PENILAIAN RESIKO, PENGENDALIAN RESIKO K3 DAN PROGRAM K3


[digunakan untuk usulan penawaran]
(Contoh Pengisian) Halaman : ...... /
......
No. URAIAN PEKERJAAN IDENTIFIKASI SASARAN K3 PROYEK PENGENDALIAN PROGRAM SUMBER DAYA
BAHAYA RESIKO K3
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
1 Pekerjaan galian pada Tertimbun Nihil kecelakaan fatal 1.1. Penggunaan 1. Pengadaan Bahan (Turap,
basement bangunan turap peralatan kerja, dll)
gedung dengan kondisi 2. SDM (diisi dengan jumlah SDM
tanah labil yang diperlukan dan kualifikasi
sesuai dengan yang dibutuhkan)
1.2. Menyusun 1. SDM menyusun instruksi kerja
instruksi kerja 2. Sosialisasi instruksi kerja (.....
kali)
1.3. Menggunakan Pengadaan rambu dan barikade
rambu peringatan
dan barikade
1.4. Melakukan 1. Instruktur
pelatihan kepada 2. Materi/modul
pekerja
2 Dst
88

Ketentuan Pengisian Tabel 1 :


1. Kolom (1), (2) dan (3) harus diisi minimal sesuai dengan identifikasi
bahaya sebagaimana yang telah tercantum dalam LDP;
2. Kolom (4) sampai dengan (6) diisi oleh Penyedia Jasa pada saat
penawaran dengan keterangan kolom sebagai berikut :
Kolom 4 : Diisi uraian sasaran k3 (tujuan) yang ingin dicapai
terhadap identifikasi bahaya pada kolom (3)
Kolom 5 : Diisi bentuk pengendalian risiko K3. Bentuk pengendalian risiko
menggunakan hirarki pengendalian risiko (Eliminasi, Substitusi,
Rekayasa, Administrasi, APD), diisi oleh Penyedia Jasa pada
saat penawaran (belum memperhitungkan penilaian risiko dan
skala prioritas.
Keterangan :
1. Eliminasi adalah mendesain ulang pekerjaan atau
mengganti material/ bahan sehingga bahaya dapat
dihilangkan atau dieliminasi.
Contoh: seorang pekerja harus menghindari bekerja di
ketinggian namun pekerjaan tetap dilakukan
dengan menggunakan alat bantu.
2. Substitusi adalah mengganti dengan metode yang lebih
aman dan/ atau material yang tingkat bahayanya lebih
rendah.
Contoh: penggunaan tangga diganti dengan alat angkat
mekanik kecil untuk bekerja di ketinggian.
3. Rekayasa teknik adalah melakukan modifikasi teknologi
atau peralatan guna menghindari terjadinya kecelakaan.
Contoh: menggunakan perlengkapan kerja atau peralatan
lainnya untuk menghindari terjatuh pada saat
bekerja di ketinggian.
4. Administrasi adalah pengendalian melalui pelaksanaan
prosedur untuk bekerja secara aman.
Contoh: pengaturan waktu kerja (rotasi tempat kerja)
untuk mengurangi terpaparnya/ tereksposnya
pekerja terhadap sumber bahaya, larangan
menggunakan telepon seluler di tempat tertentu,
pemasangan rambu-rambu keselamatan
89

5. APD adalah alat pelindung diri yang memenuhi standard


dan harus dipakai oleh pekerja pada semua pekerjaan
sesuai dengan jenis pekerjaannya.
Contoh: Pemakaian kacamata las dan sarung tangan kulit
pada pekerjaan pengelasan.
Kolom 6 : Diisi program sumber daya yang dicanangkan untuk
melaksanakan pengendalian resiko kerja di kolom (5)
90

B.2. Pemenuhan Perundang-undangan dan Persyaratan Lainnya

Daftar Peraturan Perundang-undangan dan Persyaratan K3


yang digunakan sebagai acuan dalam melaksanakan SMK3
Konstruksi Bidang PU antara lain sebagai berikut:
a) UU No. 18 Tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi;
b) Peraturan Pemerintah Nomor 50 tahun 2012 tentang
Penerapan SMK3;
c) Peraturan Menteri PU Nomor :05/PRT/M/2014 tentang
Pedoman Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan
Kerja (SMK3K) Konstruksi Bidang Pekerjaan Umum.

C. Pengendalian Operasional K3
Pengendalian operasional berupa prosedur kerja/petunjuk kerja, yang
harus mencakup seluruh upaya pengendalian pada Tabel 1 kolom (5),
diantaranya :
1. Upaya pengendalian berdasarkan lingkup pekerjaan sesuai Tabel
1 kolom (5).
2. Rencana penunjukan personil yang akan ditugaskan menjadi
Penanggung Jawab Kegiatan SMK3.
3. Prediksi dan rencana penanganan kondisi keadaan darurat tempat
kerja;
4. Rencana prosedur/petunjuk kerja yang perlu disiapkan
5. Rencana program pelatihan/sosialisasi sesuai pengendalian risiko
pada Tabel 1 kolom (5).;
6. Sistem pertolongan pertama pada kecelakaan;

PT/CV/ Firma / Kemitraan (KSO)


.................
[pilih yang sesuai dan cantumkan nama]

...................................
Jabatan
91

E. BENTUK SURAT PERJANJIAN SEWA ALAT


CONTOH

SURAT PERJANJIAN SEWA ALAT


Nomor :...........................

Yang bertanda tangan di bawah ini :


1. Nama : [nama pimpinan tertinggi dari perusahaan pemilik alat]
Jabatan : [jabatan pimpinan tertinggi]
Yang bertindak untuk dan atas nama perusahaan :
PT/CV.........................
Selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA

2. Nama : [nama pimpinan tertinggi dari perusahaan yang


menyewa alat]
Jabatan : [jabatan pimpinan tertinggi yang menyewa]
Yang bertindak untuk dan atas nama perusahaan :
PT/CV.........................
Selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA

Telah bersepakat melakukan sewa menyewa peralatan pekerjaan konstruksi


dengan ketentuan sebagai berikut :

Pasal 1
PIHAK PERTAMA secara sadar bersedia menyewakan peralatan pekerjaan
konstruksi kepada PIHAK KEDUA.

Pasal 2
PIHAK PERTAMA menyatakan bahwa peralatan pekerjaan konstruksi
sebagaimana dimaksud dalam pasal (1) adalah benar milik PIHAK
PERTAMA yang dibuktikan dengan melampirkan salinan dokumen bukti
kepemilikan peralatan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari Surat
Perjanjian ini.

Pasal 3
PIHAK KEDUA menyatakan bahwa benar berminat dan menyewa peralatan
pekerjaan konstruksi sebagaimana dimaksud dalam pasal (1) dari PIHAK
PERTAMA.

Pasal 4
Peralatan Pekerjaan Konstruksi sebagaimana yang dimaksud dalam pasal
(1) Surat Perjanjian ini adalah :
No. Lokasi
Nama Kapasitas Registrasi alat
No Banyaknya Satuan Merk/Type
Alat Alat /Mesin/Bukti Saat
Kepemilikan ini
1. Dump 2 Unit Dyna 3 kubik

Dst
92

Pasal 5
Rincian Harga Sewa Peralatan Pekerjaan Konstruksi sebagaimana dimaksud
dalam pasal (4) adalah:
Harga Jangka Biaya
Perkiraan
Nama sewa per waktu Sewa
No Banyaknya Tanggal
Alat unit per sewa (cxdx
Sewa
jam (jam) e)
a b c d e f g

Dst

Pasal 6
(1) PIHAK KEDUA bertanggung jawab terhadap kerusakan, pemeliharan,
pengamanan dan pengoperasian peralatan tersewa selama dalam masa
sewa maupun saat mobilisasi/demobilisasi.
(2) Setelah Perjanjian sewa-menyewa ini berakhir, PIHAK KEDUA diwajibkan
untuk menyerahkan kembali peralatan yang disewanya dalam keadaan
terawat baik.
(3) Dalam masa berlakunya perjanjian ini, PIHAK KEDUA dilarang
menyewakan peralatan yang disewanya kepada pihak lain.
(4) Sejak berlakunya perjanjian ini, PIHAK PERTAMA tidak akan
menyewakan peralatan yang disewa oleh PIHAK KEDUA kepada pihak
lain.
(5) PIHAK KEDUA mempunyai hak secara penuh untuk menggunakan
peralatan yang disewa.

Pasal 7
Apabila terjadi perselisihan dan tidak bisa diselesaikan secara kekeluargaan
atau musyawarah untuk mufakat, kedua belah pihak bersepakat untuk
menyelesaikannya secara hukum dan kedua belah pihak telah sepakat untuk
memilih tempat tinggal yang umum dan tetap di ( ------ Kantor Kepaniteraan
Pengadilan Negeri ------ ).

Pasal 8
Surat perjanjian sewa menyewa ini dibuat rangkap 2 (dua) dan
ditandatangani kedua belah pihak di ( ----- tempat ------) pada hari ( ---------)
tanggal [( ------) ( --- tanggal dalam huruf ---)] ( --- bulan dalam huruf ---) tahun
[( --- -) ( --- tahun dalam huruf ---)] dimana masing-masing pihak berada
dalam keadaan sadar serta tanpa adanya paksaan atau tekanan dari pihak
manapun juga.

PIHAK PERTAMA PIHAK KEDUA


CV/PT........................... CV/PT...........................

Tanda tangan dan stempel


perusahaan diatas Meterai
Rp.6.000
(.................................) (.................................)
Jabatan Jabatan
93

Demikian dokumen pengadaan ini dibuat dan ditetapkan untuk


dipergunakan sebagaimana mestinya.

Sidoarjo, 4 September 2018


POKJA PEMILIHAN 283-2018

1. MOHAMMAD MASYKUR
Ketua ..........................

2. DONA TRISTI H.K., SE., MM


Sekretaris ..........................

3. MASRONI
Anggota ..........................