Anda di halaman 1dari 3

RS.

SANTA MARIA
Jl. Jend. A Yani No. 68
Pekanbaru – Riau DURANTE ANESTESI
Telp (0761) 28831
( Selama Anestesi Berlangsung )
No Dokumen : No Dokumen : No Dokumen :
13/OK/02/12 13/OK/02/12 13/OK/02/12
Tanggal Terbit: Ditetapkan Oleh
STANDAR 1 Maret 2012 Direktur RS Santa Maria Pekanbaru
PROSEDUR
OPERASIONAL
Dr.Arifin
PENGERTIAN Suatu pelayanan yang diberikan kepada pasien mulai dari pasien
dipindahkan ke meja operasi sampai pasien selesai di operasi ( tutup luka
operasi )

TUJUAN Terlaksananya pelayanan medis di Kamar Bedah secara optimal dan


terkoordinasi dengan baik

KEBIJAKAN SK Direktur tentang Kebijakan Pelayanan Kamar Operasi

PROSEDUR
Dokter Anastesi memastikan bahwa seluruh obat-obat anestesi yang di
perlukan serta peralatan anestesi yang di butuhkan telah disiapkan
dengan optimal.
2. Sebelum melakukan induksi, dokter anestesi kembali melakukan
assesmen prainduksi terhadap pasien dengan menyebutkan
identitas pasien secara lengkap untuk memastikan bahwa telah tepat
pasien yang meliputi :
-. Nama pasien,
- Umur
- Jenis kelamin
- diagnosa
- Nama dokter operator
- Nama dokter anestesi
- jenis operasi dan lokasi operasi
- Gelang yang dipakai pasien sesuai dengan identitasnya.
RS SANTA MARIA
Jl Jend.A Yani No 68
Pekanbaru-Riau DURANTE ANESTESI
Telp (0761)28831
( Selama Anestesi Berlangsung )

No Dokumen : No.Revisi : B Halaman : 2 / 2


13/OK/02/12

PROSEDUR
3. Dokter anestesi dibantu perawat anestesi melakukan pemeriksaan
fisik dan tanda-tanda vital pasien dengan memasang alat monitoring
pada pasien.
4. Bila keadaan pasien memungkinkan untuk dilakukan tindakan
anestesi, Dokter anestesi melakukan tindakan anestesi dibantu oleh
perawat anestesi/perawat yang berpengalaman anestesi, sesuai
dengan rencana tindakan anestesi terhadap pasien tersebut.
5.Untuk pasien yang dilakukan general anestesi, perawat anestesi
menyambungkan pernafasan pasien dengan mesin anestesi, membuka
gas anestesi sesuai instruksi dokter anestesi, dan memasang tidal
volume sesuai dengan berat badan pasien.
5. Dokter anestesi mengkaji kondisi sistim kardiovaskuler pasien,
pernafasan, EKG, tidal volume, kadar gas darah, konsentrasi gas
alveolar serta suhu tubuh pasien post induksi terhadap pasien.
6. Perawat anestesi mendokumentasikan semua tindakan anestesi yang
diberikan, masalah yang timbul serta koreksi dari masalah tersebut
dan seluruh perkembangan pasien selama proses anestesi
berlangsung, kemudian disimpan dalam rekam medis pasien.

UNIT TERKAIT Kamar Operasi