Anda di halaman 1dari 2

Menetapkan Materialitas Kinerja dan Menilai Risiko Inheren (Tahap I)

Sejumlah transaksi sering kali dapat mempengaruhi utang usaha, yakni saldo sering kali
berjumlah besar. Oleh karena itu auditor menetapkan materialitas kinerja tinggi untuk utang
usaha. Auditor sering kali menilai risiko inheren yang sedang atau besar, hal itu dilakukan
karena mengacu pada tujuan audit mengenai saldo pisah batas dan kelengkapan karena
berpotensi terhadap kurang saji saldo akun.

Menilai Risiko Pengendalian dan Merancang serta Melaksanakan Pengujian


Pengendalian dan Pengujian Substantif atas Transaksi (Tahap I dan II)

Setelah menetapkan materialitas dan kinerja risiko inheren untuk utang usaha, auditor menilai
risiko pengendalian berdasarkan pemahaman terhadap pengendalian internal, hal tersebut akan
berdampak pada luasnya pengujian substantif oleh auditor.

Ilustrasi pengaruh pengendalian internal :

1. Klien memiliki pengendalian internal yang efektif terhadap pencatatan dan akuisisi.
Dimulai dari pencatatan barang hingga rekonsiliasi laporang perusahaan klien dengan
vendor dapat berjalan dengan efektif dan tepat waktu. Dalam situasi ini, verifikasi utang
usaha akan memerlukan sedikit upaya audit karena auditor telah menyimpulkan bahwa
pengendalian internal beroperasi secara efektif.
2. Klien tidak memiliki pengendalian internal yang efektif. Sering terjadi penundaan dalam
mengakuisisi hingga pengeluaran kas dilakukan. Ketika menghadapi situasi seperti ini,
kemungkinan besar akan terjadi kurang saji saldo utang usaha. Maka diperlukan pengujian
atas rincian saldo utang usaha secara ekstensif.

Setelah menilai risiko pengendalilian, auditor merancang dan melaksanakan pengujian


pengendalian serta pengujian substantive atas transaksi akuisisi dan pengeluaran kas.
Pertanyaan :

Apakah efektifitas pengendalian internal akan selalu berkolerasi negatif terhadap tangkat salah
saji? Haruskah auditor tetap melaksanakan pengujian substantive?