Anda di halaman 1dari 4

4. Bagaimana melakukan anamnesis secara patient centered?

Patient and Family Centered Care setelah sekian lama dilupakan, kini menjadi
concern serius dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan. Dahulu, dokter
adalah captain of the ship yang menjadi center dalam segala hal yang terkait dengan
pengambilan keputusan dan tanggung jawab dalam pelayanan kesehatan kepada pasien.
Perubahan paradigma ini tidak lain bertujuan untuk mendapatkan outcomes pelayanan
kesehatan yang lebih baik, pegalokasian semberdaya yang tepat, dan mencapai kepuasaan
pasien dan keluarga yang lebih besar. Hal ini dimungkinakan karena Patient and Family
Centered Care adalah pendekatan yang melibatkan pasien, keluarga pasien dan
staf dalam pembuatan kebijakan, program kesehatan, fasilitas yang didapatkan, dan
program perawatan dari hari ke hari. Hal penting dari Patient and Family
CenteredCare adalah sebagai berikut :
1) Dignity dan Respect:
Dalam aspek ini, tenaga kesehatan mendengarkan dan menghormati
pilihan pasein. Pengetahuan, nilai-nilai yang dianut, dan background budaya
pasien ikut berperan penting selama perawatan pasien dan menentukan
outcome pelayanan kesehatan kepada pasien.
2) Information Sharing:
Dalam hal ini, mengkomunikasikan dan menginformasikan secara lengkap
mengenai kondisi pasien dan hal- hal yang berkaitan dengan pasien, maupun
program perawatan dan intervensi yang akan diberikan kepada pasien.
Memberikan Informasi secara lengkap dapat membantu dalam perawatan
pasien dan pembutan keputusan.
3) Participant :
Pasien dan keluarga dilibatkan dan di-support untuk ikut serta dalam
perawatan dan pembuatan keputusan.
4) Collaborative:
Tenaga kesehatan mengajak pasien dan keluarga pasien dalam membuat
kebijaksanaan, perencanaan dan pengembangan program, implementasi dan
evaluasi program yang akan didapatkan oleh pasien.
5. Bagaimana cara menyusun problem list ? Bagaimana problem list dalam scenario ini ?

Problem list memberikan gambaran mengenai:

1) keadan pasien saat ini


2) problem kesehatan masa lampu
3) faktor resiko potensial yang mungkin muncul pada pasien
Ada 2 macam problem list, yaitu :
1) active problem lis
a) Masalah yang sedang dihadapi pasien
b) Masalah yang masih membutuhkan pemeriksaan dan penaganan lebih
lanjut
c) Masalah yang masih membutuhkan pengobatan dan tindakan khusus
d) Masalah yang dapat mempengaruhi kesehatan pasien saat ini

2) inactive problem lis


a) Masalah yg masih tetap ada pada pasien tetapi tidak memerlukan
tindakan mis: penderita polio yang sampai sekarang kecacatan nya masih
ada.
b) Masalah masa lalu yang mungkin menjadi penyebab atau berhubungan
dengan masalah yang sekarang ada, mis: anak sering kejang dan setelah
ditelusuri ternyata anak lahir dgn asfiksia berat.
c) Masalah yang telah lampau tetapi ada kemungkinan kambuh lagi misal:
TB paru

Sedangkan cara membuat Daftar Masalah adalah sebagai berikut :

1) Setiap masalah yang yang perlu di jadikanmasalah harus dimasukkan ke


dalam daftar masalah.

2) Setiap masalahdi beri nomor secara berurutan menurut tanggal ditemukannya


masalah.
3) Setiap masalah ditulis secara jelas dan objektif sesuai fakta yang ada baik
anamnesis, pemeriksaan jasmani, maupun pemeriksaan penunjang.
4) Bila timbul masalah baru, masalah tersebut harus ditambahkan dalam daftar
masalah.
5) Tidak boleh menggunakan istilah yang tidak lazim digunakan.
6) Bila terdapat 2 masalah atau lebih yang saling berhubungan tetapi
penanganannya berbeda masalah ditulis sendiri-sendiri, kecuali bila
penanganannya sama ditulis sindroma (1 masalah).
7) Sekali satu nomor dipakai untuk sebuah masalah -> nomor tidak boleh
digunakan untuk masalah lain walaupun masalah teratas.
8) Daftar masalah diletakkan di bagian terdepan dari berkas rekam medik agar
masalahnya dapat diketahui secara cepat.
9) Dokter harus membuat prioritas penyelesaian masalah.
6. Apa yang dimaksud terapi komprehensif?

Tatalaksana secara komprehensif disini yang dimaksud adalah tatalaksana secara menyeluruh
dimulai dari preventif, kuratif, promotif, dan rehabilitatif dengan standar sebagai berikut :

Pelayanan medis strata pertama untuk semua orang


Pemeliharaan dan peningkatan kesehatan
Deteksi dini
Kuratif medis
Rehabilitasi medis dan sosial
Memerhatikan kemampuan sosial keluarga
Sesuai etik medikolegal
Faktor-faktor yang menghambat penatalaksanaan komprehensif :
1) Terkotak-kotaknya pelayanan kedokteran
Pesatnya perkembangan ilmu dan teknologi kedokteran yang melahirkan
berbagai spesialisasi dan subspesialisasi menimbulkan dampak, kecuali
mendatangkan manfaat banyak, terkotak-kotaknya pelayanan kedokteran.
Sesuai dengan keahlian yang dimiliki, tiap spesialis dan atau subspesialis
hanya menyelenggarakan satu jenis pelayanan kedokteran saja. Akibatnya,
pelayanan kedokteran menyeluruh akan sulit diwujudkan.
2) Mahalnya biaya pelayanan kedokteran
Akibat dari makin mahalnya biaya pelayanan kedokteran tersebut
menyebabkan hanya anggota masyarakat yang mampu yang dapat
menggunakan berbagai pelayanan kesehtaan, sedangkan masyarakat yang
berasal dari golongan kurang mampu, tidak dapat memanfaatkan pelayanan
kedokteran yang diperlukan.
3) Peraturan perundang-undangan
Beberapa peraturan perundang-undangan yang ada di masyarakat
meskipun maksudnya tidak demikian, namun dalam kenyataannya dapat
menjadi faktor penghambat terselenggaranya pelayanan kedokteran
menyeluruh. Contoh paling sederhana adalah larangan menyediakan obat dan
atau melakukan tindakan tubektomi di tempat praktik dokter swasta
perseorangan.
4) Sikap dan kemampuan dokter sebagai penyelenggara pelayanan
Beberapa dokter, karen memiliki sikap tertentu, enggan melakukan
tindakan kedokteran apapun, meskipun tindakan kedokteran tersebut
sebenarnya berada dalam wewenang serta mampu dilakukan. Dokter dengan
sikap yang sepeti ini lebih suka merujuk pasiennta ke berbagai sarana
pelayanan kesehatan lain, serta sering tidak peduli akan tindak lanjutnya.
5) Sikap dan perilaku pasien sebagai pemakai jasa pelayanan
6) Beberapa pasien sering berpindah-pindah tempat dalam memperoleh pelayaan
kedokteran yang diperlukannya.