Anda di halaman 1dari 16

C.

Intervensi

No Diagnosa Tujuan Intervensi


Keperawatan
1. Ketidakefektifan NOC NIC
Bersihan Jalan 1. Respiratory status : Airway Suction
Nafas Ventilation 1. Pastikan kebutuhan oral / tracheal
2. Respiratory status : airway
suctioning
patency
2. Auskultasi suara nafas sebelum dan
Kriteria Hasil
sesudah suctioning
1. Mendemonstrasikan batuk
3. Informasikan pada klien dan keluaraga
efektif dan suara napas yang
tentang suction
bersih, tidak ada sianosis dan
4. Minta klien nafas dalam sebelum suction
dyspneu (mampu
dilakukan
mengeluarkan sputum, mampu
5. Berikan Oksigen dengan menggunakan
bernapas dengan mudah, tidak
nasal untuk memfasilitasi suction
ada pursed lips)
nasotrakeal
2. Menunjukkan jalan napas
6. Gunakan alat yang steril setiap
yang paten (klien tidak merasa
melakukan tindakan
tercekik, irama nafas dan
7. Anjurkan px untuk istirajat dan nafas
frekuensi napas dalam rentang
dalam setelah kateter dikeluarkan dari
normal, tidak ada suara napas
nasotrakeal
abnormal)
3. Mampu mengidentifikasi 8. Monitor status oksigen
dan mencegah faktor yang 9. Ajarkan px bagaimana cara
dapat menghambat jalan napas menggunakan suction
10. Hentikan suction dan berikan oksigen
apabila px menunjukkan bradikardi,
peningkatan saturasi oksigen dll.

Airway management
1. Buka jalan nafas, gunakan teknik chin lift
atau jaw thrust bila perlu
2. Posisikan px utk memaksimalkan
ventilasi
3. Identifikasikan px perlunya pemasangan
alat jalan nafas buatan
4. Pasang mayo bila perlu
5. Lakukan fisioterapi dada jika perlu
6. Keluarkan sekret dengan batuk atau
suction
7. auskultasi suara nafas,catat adanya suara
tambahan
8. Lakukan suction pada mayo
9. Berikan bronkodilator bila perlu
10 berikan pelembab udara kassa basah
NaCl lembab
11 Atur intake untuk ciran mengoptimalkan
keseimbangan
12. Monitor respirasi dalam status oksigen

2. Nyeri Akut NOC NIC


1. Pain level Pain Management
2. Pain control
1.
3. Comfort level
Lakukan pengkajian nyeri secara
Kriteria Hasil:
komprehensif termasuk lokasi
1. Mampu mengontrol nyeri
karakteristik, durasi, frekuensi, kualitas,
(tahu penyebab nyeri, mampu
dan faktor presipitasi
menggunakan teknik
2.
nonfarmakologi untuk
Observasi reaksi nonverbal dari
mengurangi nyeri, mencari
ketidaknyamanan
bantuan) 3.
Gunakan teknik komunikasi terapeutik
2. Melaporkan bahwa nyeri
untuk mengetahui pengalaman nyeri
berkurang dengan
pasien
menggunakan manajemen
4.
nyeri
Kaji kultur yang mempengaruhi respon
3. Mampu mengenali nyeri nyeri
(skala, intensitas, frekuensi, 5.
dan tanda nyeri) Evaluasi pengalaman nyeri masa lampau
6.
Evaluasi bersama pasien dan tim
4. Mampu menyatakan rasa
kesehatan lain tentang ketidakefekstifan
nyaman setelah nyeri
kontrol nyeri masa lampau
berkurang
7.
Bantu pasien dan keluarga untuk
mencari dan menemukan dukungan
8.
Kontrol lingkungan yang dapat
mempengaruhi nyeri seperti suhu
ruangan, pencahayaan, dan kebisingan
9.
Kurangi faktor presipitasi nyeri
10.
Pilih dan lakukan penanganan nyeri
(farmakologi, nonfarmakologi, dan
interpersonal)
11.
Kaji tipe dan sumber nyeri untuk
menentukan intervensi
12.
Ajarkan tentang teknik nonfarmakologi
13.
Berikan analgetik untuk mengurangi
nyeri
14.
Evaluasi keefektifak kontrol nyeri
15.
Tingkatkan istirahat
16.
Kolaborasikan dengan dokter jika ada
keluhan dan tindakan nyeri tidak
berhasil
17.
Monitor penerimaan pasien tentang
manajemen nyeri
Analgesic Administration
1.
Tentukan lokasi, karakteristik, kualitas,
dan derajta nyeri sebelum pemberian
obat
2.
Cek intruksi dokter tentang jenis obat,
dosis, dan frekuensi
3.
Cek riwayat alergi
4.
Pilih analgesik yang diperlukan atau
kombinasi dari analgesik ketika
pemberian lebih dari satu
5.
Tentukan pilihan analgesik tergantung
tipe dan beratnya nyeri
6.
Tentukan analgesik pilihan, rute
pemberian, dan dosis optimal
7.
Pilih rute pemberian secara IV, IM,
untuk pengobatan nyeri secara teratur
8.
Monitor vital signsebekum dna sesudah
pemberian analgesik pertama kali
9.
Berikan analgesik tepat waktu terutama
saat nyeri hebat
10.
Evaluasi efektivitas analgesik, tanda
dan gejala

3. Hambatan Setelah diberikan asuhan NIC


Mobilitas Fisik keperawatan selama …x24 jam Exercise Therapy
diharapkan mengalami 1. Monitoring vital sign sebelum dan
peningkatan mobilisasi. sesudah latihan serta lihat respon klien.
NOC : 2. Kaji kemamuan klien dalam mobilisasi.
1. Joint Movement : Active 3. Latih klien dalam pemenuhan kebutuhan
2. Mobility Level ADLs sesuai kemampuan klien.
3. Self Care : ADLs 4. Dampingi dan bantu klien saat mobilisasi
Dengan kriteria hasil : dan bantu penuhi kebutuhan ADLs secara
1. Adanya peningkatan dalam mandiri sesuai kemampuan.
mobilitas fisik klien. 5. Ajarkan klien bagaimana merubah posisi
2. Mengerti tujuan dari dan berikan bantuan jika diperlukan.
peningkatan mobilitas.
3. Memverbalisasikan perasaan
dalam meningkatkan kekuatan
dan kemampuan berpindah.
4. Ketidakefektifan Setelah diberikan asuhan NIC
pemberian ASI keperawatan selama …x24 jam Breastfeeding Assistance
diharapkan pola menyusui ibu 1.
efektif dengan kriteria hasil: Evaluasi pola menghisap/menelan bayi
2.
NOC :
Tentukan keinginan dan motivasi ibu
Breast Inefective
untuk menyusui
1. Kemantapan pemberian
3.
ASI: Bayi: perlekatan bayi dan
Evaluasi pemahaman ibu tentang isyarat
proses menghisap payudara
menyusui dari bayi (misalnya reflex
ibu untuk memperoleh nutrisi
rooting, menghisap dan terjaga)
selama 3 minggu pertama 4.
pemberian ASI Kaji kemampuan bayi untuk latch-on
2. Kemantapan pemberian
dan menghisap secara efektif
ASI: Ibu: kemantapan ibu 5.
untuk membuat bayi melekat Pantau keterampilan ibu dlaam
dengan tepat dan menyusu dari menempelkan bayi ke putting
6.
payudara ibu untuk
Pantau integritas kulit putting ibu
memperoleh nutrisi selama 3
7.
minggu pertama pemberian Evaluasi pemahaman tentang sumbatan
ASI kelenjar susudan mastitis
3. Pemeliharaan pemberian 8.
ASI : keberlangsungan Pantau kemampuan untuk mengurangi
pemberian ASI untuk kongesti payudara dengan benar
9.
menyediakan nutrisi bagi
Pantau berat badan dan pola eliminasi
bayo/toddler
4. Penyapihan pemberian bayi
ASI Breast examination
5. Diskontinuitas progresif
Lactation Supression
pemberian ASI
1.
6. Pengetahuan pemberian
Fasilitasi proses bantuan interaktif untuk
ASI: tingkat pemahaman yang
membantu mempertahankan
ditunjukka mengenai laktasi
keberhasilan proses pemberian ASI
dan pemberian makanan bayi
2.
melalui proses pemberian ASI
Sediakan informasi tentang laktasi dan
7. Ibu mengenali isyarat
teknik memompa ASI (secara manual
lapar dari bayi dengan segera
8. Ibu mengindikasikan atau dengan pompa elektrik), cara
kepuasan terhadap pemberian mengumpulkan dan menyimpan ASI
3.
ASI
9. Ibu tidak mengalami nyeri Ajarkan pengasuh bayi mengenai topik-
tekan pada putting topik seperti penyimpanan dan
10. Mengenali tanda-tanda
pencairan ASI dan penghindaran
penurunan suplai ASI
memberi susu botol pada dua jam
sebelum ibu pulang
4.
Ajarkan orang tua mempersiapkan,
menyimpan, menghangatkan dan
kemungkinan pemberian tambahan susu
formula
5.
Apabila penyapihan dipelukan,
informasikan ibu mengenai kembalinya
proses ovulasi dan seputar alat
kontrasepsi yang sesuai.
Lactation Counseling
1.
Sediakan informasi tentang keuntungan
dan kerugian pemberian ASI
2.
Demonstrasikan latihan menghisap, jika
perlu
3.
Diskusikan metode alternative
pemberian makan bayi

5. Gangguan Setelah diberikan asuhan NIC


Eliminasi Urin keperawatan selama …x24 Urinary retention care
diharapkan eliminasi urin pasien 1.
adekuat dengan dengan kriteria Lakukan penilaian kemih yang
hasil: komprehensif berfokus pada
NOC inkontinensia (mis. output urin, pola
1. Kandung kemih kosong berkemih, fungsi kognitif, dan masalah
secara penuh kencing praeksisten)
2. Tidak ada residu urin lebih 2.
dari 100-200 cc Memantau penggunaan obat dengan
3. Intake cairan dalam
sifat antikolinergik atau properti alpa
rentang normal
agonis
4. Bebas dari ISK
3.
5. Tidak ada spasme bladder
6. Balance cairan seimbang Memonitor efek dari obat-obatan yang
diresepkan, seperti calsium channel
blockers dan antikolinergik
4.
Gunakan kekuatan sugesti dengan
menjalankan air atau disiram toilet
5.
Merangsang reflek kandung kemih
6.
Sediakan waktu yang cukup untuk
mengosongkan kandung kemih (10
menit)
7.
Menyediakan manuver Crede, yang
diperlukan
8.
Gunakan teknik double-void
9.
Masukkan kateter kemih
10.
Anjurkan pasien/keluarga untuk
mencatat output urin
11.
Intruksikan cara-cara untuk menghindari
konstipasi atau impaksi tinja
12.
Memantau asupan dan keluaran
13.
Memantau tingkat distensi kandung
kemih dengan palpasi dan perkusi
14.
Membantu ke toilet secara berkala
15.
Memasukkan pipa ke dalam lubang
tubuh untuk sisa
16.
Menerapkan kateterisasi intermiten
17.
Merujuk ke spesialis kontinensia kemih
6. Gangguan Pola Setelah dilakukan asuhan NIC
Sleep Echancement
Tidur keperawatan selama... x 24 jam
1.
diharapkan px tidak terganggu
Determinasi efek-efek medikasi
saat tidur dengan kriteria hasil :
terhadap pola tidur.
NOC 2.
1. Jelaskan pentingnya tidur yang
1. adekuat.
3.
Jumlah jam tidur dalam batas Fasilitas untuk mempertahankan
normal 6-8 jam/hari. aktivitas sebelum tidur (membaca).
2. 4.
Pola tidur, kualitas dalam Ciptakan lingkungan yang nyaman.
5.
batas normal.
3. Kolaborasi pemberian obat tidur.
6.
Perasaan segar sesudah tidur
Diskusikan dengan pasien dan
atau istirahat.
4. keluarga tentang teknik tidur pasien.
7.
Mampu mengidentifikasi hal-
Instruksikan untuk memonitor tidur
hal yang meningkatkan tidur.
pasien.
8.
Monitor waktu makan dan minum
dengan waktu tidur.
9.
Monitor/catat kebutuhan tidur pasien
setiap hari dan jam.
7. Risiko Infeksi Setelah dilakukan asuhan NIC
Kontrol Infeksi
keperawatan selama …. X 24 jam
1. Bersihkan lingkungan setelah
diharapkan status kekebalan px
dipakai px lain
meningkat dengan KH : 2. Pertahankan teknik isolasi
NOC : 3. Batasi pengunjung bila perlu
1. Klien bebas dari tanda dan 4. Instruksikan pada pengunjung untuk
gejala infeksi mencuci tangan saat berkunjung dan
2. Mendeskripsikan proses
setelah berkunjun meninggalkan px
penularan penyakit , faktor 5. Gunakan sabun antimikroba untuk
yang memengaruhi penularan cuci tangan
6. Cuci tangan setiap sebelum dan
serta penatalaksanaannya
3. Menunjukkn kemampuan sesudah tindakan kolaboratif
7. Gunakan baju,sarung tangan sebagai
untuk mencegahtimbunya
alat pelindung
infeksi
8. Pertahankan lingkungan aseptik
4. Jumlah leukosit dalam
selama pemasangan alat
batas normal
9. Ganti letak IV perifer dan line
5. Menunjukkan perilaku
central dan dressing sesuai dg petunjuk
hidup sehat
10. Gunakan kateter intermiten utk
menurunkan infeksi kandung kemih
11. Tingkatkan intake nutrisi
12. Berikan terapi antibiotik bila perlu
infection protection (proteksi terhadap
infeksi)
13. Monitor tanda dan gejala infeksi
sistemik dan lokal
14. Monitor hitung granulosit, WBC
15. Monitor kerentanan terhadap infeksi
16. Pertahankan teknik aseptik pd px yg
beresiko
17. Pertahankan teknik isolasi k/p
18. Berikan perawatan kulit pada area
epidema
19. Inspeksi kulit dan membran mukosa
terhadap kemerahan, panas dan drainase
20. Inspeksi kondisi luka/insisi bedah
21. Dorong masukan nutrisi yg cukup
22. Dorong masukan cairan
23. Dorong istirahat
24. Instruksikan px utk minum
antibiotik sesuai resep
25. Ajarkan px dan keluarga tanda dan
gejala infeksi
26. Ajarkan cara menghindari infeksi
27. Laporkan kecurigaan infeksi
28. Laporkan kultur positif
8. Defisit Perawatan Setelah diberikan asuhan NIC
Self-care assistance: bathing/hygiene
Diri Mandi keperawatan selama …x24 jam
- Pertimbangkan budaya pasien
diharapkan sefisit perawatan diri
ketika mempromosikan aktivitas
pasien teratasi dengan Kriteria
perawatan diri
hasil: - Pertimbangkan usia pasien ketika
NOC : mempromosikan aktivitas perawatan
1. Perawatan diri ostomi: diri
- Menentukan jumlah dan jenis
tindakan pribadi
bantuan yang dibutuhkan
mempertahankan ostomi untuk
- Tempat handuk, sabun, deodorant,
eliminasi
alat pencukur, dan aksesoris lainnya
2. Perawatan diri: aktivitas
yang dibutuhkan di samping tempat
kehidupan sehari-hari (ADL)
mampu untuk melakukan tidur atau di kamar mandi
- Menyediakan artikel pribadi yang
aktivitas perawatan fisik dan
diinginkan (misalnya deodorant, sikat
pribadi secara mandiri atau
gigi, sabun mandi, sampo, lotion, dan
dengan alat bantu
3. Perawatan diri mandi: produk aromaterapi)
- Menyediakan lingkungan yang
mampu untuk membersihkan
terapeutik dengan memastikan hangat,
tubuh sendiri secara mandiri
santai, pengalaman pribadi dan
dengan atau tanpa alat bantu
4. Perawatan diri hygiene: personal
- Memfasilitasi pasien menyikat
mampu untuk
gigi dengan sesuai
mempertahankan kebersihan
- Memfasilitasi pasien mandi
dan penampilan yang rapi - Memantau pembersihan kuku
secara mandiri dengan atau menurut kemampuan perawatan diri
tanpa alat bantu pasien
5. Perawatan diri hygiene - Memantau integritas kulit pasien
- Menjaga kebersihan ritual
oral: mampu untuk merawat
- Memberikan bantuan sampai
mulut dan gigi secara mandiri
pasien sepenuhnya dapat
dengan atau tanpa alat bantu
mengasumsikan perawatan diri
6. Mampu
mempertahankan mobilitas
yang diperlukan untuk ke
kamar mandi dan menyediakan
perlengkapan mandi
7. Membersihkan dan
mengeringkan tubuh
8. Mengungkapkan secara
verbal kepuasan tentang
kebersihan tubuh dan hygiene
oral
9. Defisit Perawatan NOC NIC
Diri Makan 1. Activity intolerance Self Care Assistance : Feeding
2. Mobility: physical impaired 1. Memonitor kemampuan pasien
3. Self care deficit hygiene untuk menelan
2. Identifikasi diet yang diresepkan
4. Self care deficit feeding
3. Mengatur nampan makanan dan
Kriteria hasil
1. Status nutrisi ketersediaan meja menarik
4. Ciptakan lingkungan yang
zat gizi untuk memenuhi
menyenangkan selama waktu makan
kebutuhan metabolik
2. Status nutrisi: Asupan (mis. menempatkan pispot, urinal, dan
makanan dan cairan: kuantitas peralatan penyedotan keluar dari
makanan dan cairan yang pandangan)
5. Pastikan posisi pasien yang tepat
diasup ke dalam tubuh selama
untuk memfasilitasi mengunyah dan
periode 24 jam
3. Perawatan diri: Aktivitas menelan
6. Memberikan bantuan fisik sesuai
kehidupan sehari-hari (ADL)
kebutuhan
mampu untuk melakukan
7. Menyediakan untuk menghilangkan
aktivitas perawatan fisikdan
rasa sakit yang memadai sebelum
pribadi secara mandiri atau
makan
dengan alat bantu 8. Perbaiki makanan di nampan yag
4. Status menelan perjalanan
diperlukan, seperti memotong daging
makanan padat atau cairan
atau menupas telur
secara aman dari mulut ke 9. Buka kemasan makanan
10. Tempatkan pasien dalam posisi
lambung
5. Mampu makan secara nyaman makan
11. Lindungi dengan kain alas dada
mandiri
12. Menyediakan sedotan, sesuai
6. Mengungkapkan makan
kebutuhan atau yang diinginkan
secara mandiri
13. Menyediakan makanan pada suhu
7. Mengungkapkan kepuasan
yang tepat
makan dan terhadap
14. Menyediakan makanan dan
kemampuan untuk makan
minuman yang disukai
sendiri 15. Memantau berat badan pasien
8. Menerima suapan dari 16. Memonitor status hidrasi pasien
17. Menyediakan interaksi sosial
pemberi asuhan
18. Menggunakan cangkir dengan
pegangan yang besar jika perlu
19. Gunakan piring yang berbahan tidak
mudah pecah
20. Memberikan isyarat dan
pengawasan yang tepat.
10 Defisit Perawatan Setelah diberikan
asuhan NIC
Self-care assistance: toileting
. Diri Eliminasi keperawatan selama …x24 jam
1. Pertimbangkan budaya pasien
diharapkan defisit perawatan diri: ketika mempromosikan aktivitas
eliminasi pasien teratasi dengan perawatan diri
2. Pertimbangkan usia pasien ketika
kriteria hasil:
mempromosikan aktivitas perawatan
1. Pengetahuan perawatan
diri
ostomy: tingkat pemahaman
3. Lepaskan pakaian yang penting
yang ditunjukkan tentang
untuk memungkinkan penghapusan
pemeliharaan ostomi untuk 4. Membantu pasien ke
eliminasi toilet/commode/bedpan/fraktur pan/
2. Perawatan diri: ostomi:
urinoir pada selang waktu tertentu
tindakan pribadi untuk 5. Pertimbangkan respon pasien
mempertahankan ostomi terhadap kurangnya privasi
6. Menyediakan privasi selama
untuk eliminasi
3. Perawatan diri: aktivitas eliminasi
7. Memfasilitasi kebersihan toilet
kehidupan sehari-hari (ADL)
setelah selesai eliminasi
mampu untuk melakukan
8. Ganti pakaian pasien setelah
aktivitas perawatan fisik dan
eliminasi
pribadi secara mandiri atau 9. Menyiram toilet/membersihkan
dengan alat bantu penghapusan alat (commode, pispot)
4. Perawatan diri hygiene: 10. Memulai jadwal ke toilet
11. Memulai mengelilingi kamar
mampu untuk
mandi
mempertahankan kebersihan
12. Menyediakan alat bantu
dan penampilan yang rapi
(misalnya, kateter eksternal atau
secara mandiri dengan atau
urinal)
tanpa alat bantu 13. Memantau integritas kulit pasien
5. Perawatan diri eliminasi:
mampu untuk melakukan
aktivitas eliminasi secara
mandiri atau tanpa alat bantu
6. Mampu duduk dan turun
dari kloset
7. Membersihkan diri
setelah eliminasi
8. Mengenali dan
mengetahui kebutuhan
bantuan untuk eliminasi
11. Konstipasi Setelah dilakukan askep selama 2 NIC
x 24 jam diharapkan pola Constipation/ Impaction Management
eleminasi (BAB) pasien teratur 1. Monitor tanda dan gejala konstipasi
2. Monitor bising usus
dengan kriteria hasil:
3. Monitor feses: frekuensi konsistensi
NOC
dan volume
1. Mempertahankan bentuk 4. Konsultasi dengan dokter tentang
feses lunak setiap 1-3 hari penurunan dan peningkatan bising usus
2. Bebas dari 5. Monitor tanda dan gejala ruptur
ketidaknyamanan dan usus/peritonitis
6. Jelaskan etiologi dan rasionalisasi
konstipasi
3. Mengidentifikasi indikator tindakan terhadap pasien
7. Identifikasi faktor penyebab dan
untuk mencegah konstipasi
4. Feses lunak dan berbentuk kontribusi konstipasi
8. Dukung intake cairan
9. Kolaborasikan pemberian laksatif
10. Pantau tanda-tanda dan gejala
konstipasi
11. Pantau tanda-tanda dan gejala
impaksi
12. Memantau gerakan usus, termasuk
konsistensi, frekuensi, bentuk, volume,
dan warna
13. Memantau bising usus
14. Konsultasikan dengan dokter
tentang penurunan/kenaikan frekuensi
bising usus
15. Pantau tanda-tanda dan gejala
pecahnya usus atau peritonitis
16. Menyusun jadwal untuk ke toilet
17. Mendorong meningkatkan asupan
cairan, kecuali dikontraindikasikan
18. Evaluasi profil obat untuk efek
samping gastrointestinal
19. Anjurkan pasien/keluarga untuk
mencatat warna, volume, frekuensi, dan
konsistensi tinja
20. Anjurkan pasien/keluarga untuk diet
tinggi serat
21. Anjurkan pasien/keluarga
penggunaan yang tepat dari obat
pencahar
22. Anjurkan pasien/keluarga pada
hubungan asupan diet, olahraga, dan
cairan sembelit/impaksi
23. Menyarankan pasien untuk
berkonsultasi dengan dokter jika
sembelit atau impaksi terus ada
24. Lepaskan impaksi tinja secara
manual jika perlu
25. Timbang pasien secara teratur
26. Ajarkan pasien atau keluarga
tentang proses pencernaan yang normal
27. Ajarkan pasien/keluarga tentang
kerangka waktu untuk resolusi sembelit
12 Defisiensi Setelah diberikan asuhan NIC
. Pengetahuan keperawatan selama …x15 menit Teaching : disease proces
diharapkan defisiensi pengetahuan 1. Berikan penilaian tentang tingkat
pasien teratasi dengan kriteria pengetahuan pasien tentang proses
hasil: penyakit yang spesifik
2. Jelaskan patofisiologi dari penyakit
NOC
dan bagaimana hal ini berhungan
1. Pasien dan keluarga
dengan anatomi dan fisiologi ,dengan
menyatakan tentang penyakit,
cara yang tepat.
kondisi, prognosis dan
3. Gambarkan tanda dan gejala yang
program pengobatan
biasa pada penyakit, dengan tanda yang
2. Pasien dan keluarga
tepat
mampu melaksanakan
4. Identifikasi kemungkinan penyebab,
prosedur yang dijelaskan
dengan cara yang tepat
secara benar. 5. Sediakan informasi pada pasien
3. Pasien dan keluarga
tentang kondisi, dengan cara yang tepat
mampu menjelaskan kembali 6. Hindari jaminan yang kosong
7. Sediakan bagi keluarga atau SO
apa yang dijelaskan
informasi tentang kemajuan pasien
perawat/tim kesehatan lainnya.
dengan cara yang tepat
8. Diskusikan perubahan gaya hidup
yang mungkin diperlukan untuk
mencegah komplikasi yang akan datang
dan atau proses pengontrolan penyakit.
9. Diskusikan pilihan terapi atau
penanganan.
10. Dukung pasien untuk
mengeksplorasi atau mendapatkan
second informasi atau opinion dengan
cara yang tepat atau diindikasikan.
11. Rujuk pasien pada grup atau agensi
di komunitas lokal, dengan cara yang
tepat.
12. Instruksikan pasien mengenai tanda
dan gejala untuk melaporkan pada
pemberi perawatan kesehatan, dengan
cara yang tepat.