Anda di halaman 1dari 31

Standar Nasional Indonesia

SNI SNI 03-2926-1992

ICS

Pintu air pengatur dan pengukur romijn

Dewan Standardisasi Nasional – DSN


PINTU AIR PENGUKUR DAN PENGATUR ROMIJN

1. RUANG LINGKUP
Standar ini meliputi definisi, klasifikasi, syarat konstruksi, serta mutu pekerjaan dan
bahan untuk konponen.

2. DEFINISI
Pintu Romijn adalah suatu konstruksi pintu yang dipasang pada bangunan pintu pengukur
dan pengatur yang dilengkapi dengan pintu penguras, seperti pintu-pintu lainnya. Pintu
Romijn juga dapat digerakan dengan tenaga manusia. Setiap pintu Romijn harus
didesain, sehingga dapat menerima aliran air dari hulu dengan ketinggian yang penuh
yang sama dengan naiknya pintu atas secara penuh dan tanpa di hilir, dapat menahan
beban air yang lewat diatas meja ukur pada setiap kedudukan dan dapat menahan setiap
ketinggian air sampai ketinggian penuh di hulu atau sembarang muka air yang lebih
rendah di hilir. Selain itu juga pintu Romijn harus mampu menggontor saluran dimana
pintu tersebut dipasang, dengan memanfaatkan daun pintu bawah.

3. KLASIFIKASI
Pintu air penguku dan pengatur Romijn dapat diklasifikasikan berdasrkan bentang yang
telah distandarkan. Untuk pintu Romijn yang akan dipasang pada bangunan baru, maka
dapat dibuat dengan bentang standar 500, 750, 1.000, 1.250, dan 1.500 mm,yang
kesemuanya dapat dilihat pada tabel dan dapat dipilih sesuai denagn kebutuhan. Apabila
pintu Romijn dipasang pada bangunan yang sudah ada, maka dapat dibuat dengan
gambar, dan bentangnya disesuaikan dengan bangunan yang sudah ada.

TABEL

JENIS PINTU ROMIJN


I II III IV V VI
Bentang 500 500 750 1.000 1.250 1.500
Kedalaman maks. Aliran
330 500 500 500 500 500
pada muka air rencana
Luas maks. Pada muka air
160 300 450 600 750 900
rencana

Apabila ukuran pintu tersebut tidak standar, maka harus ditera untuk mengukur dan
mengatur luah.

4. SYARAT KONSTRUKSI
Konstruksi pintu air Romijn terdiri atas pintu yang mempunyai dua sponing penuntun
dengan ambang bawah dan bagian penumpu roda gigi, daun pintu atas dan bawah
termasuk bingkai pengangkat dan meja ukur, roda gigi penggerak serta alat pembaca
luah.
4.1. Rangka Pintu
Rangka pintu dibuat dari pelat dan potongan baja profil siku yang dirang kai dengan
menggunakan baut atu paku keling, sehingga membentuk dua sponing penuntun dan
dilengkapi dengan ambang bawah dan penumou roda gigi yang ujung-ujungnya
dihubungkan pada bagian sponing. Angker baja dipasang pada bagian luar sponing
untuk menanamkan pada sturktur beton, dimana pintu tersebut dipasang.
Ambang bawah dan bagian penumpu roda gigi dibuat dari potongan baja profil siku,
untuk siku ambang bawah permukaan bagian atasnya harus dimesin untuk menumpu
dan menyekat pada saat posisi pintu diturunkan sepenuhnya.
Untuk memasang dan menuntun gerak alat pembaca luah, maka salah satu sisi
rangka (sponing) diperpanjang sampai diatas penumpu roda gigi. Rangka pintu harus
dilengkapi dengan alat pengunci termasuk gembok, agar pintu bawah dapat dikunci
pada kedudukan tertutup penuh.

4.2. Pintu Bawah


Pintu bawah yang berfungsi sebagai menggontor, dibuat dari pelat baja yang
diperkuat dengan pelat baja dan dilengkapi dengan batang baja yang dipe\asang pada
bagian atas pelat daun pintu sebagai penyekat. Daun pintu dipasang pada dua profil
siku sisi tegak yang memanjang ke atas, dan bagian sisinya dipasang pelat baja untuk
mengurang kelonggaran antara bagian sisi dan sponing. Salah satu profil siku bagian
sisi vertikal menonjol keatas sampai pada kedudukan alat pengunci pada rangka
pintu.

4.3. Pintu Atas


Pintu atas dibuat dari pelat baja yang diperkuat dengan baja profil siku dan batang
pelat, serta dilengkapi dengan batang penyekat yang dipasang pada bagian bawah
pelat daun pintu.
Untuk mencegah kebocoran pada saat posisi pintu tertutup, maka digunakan
penyekat dari karet di bagian sisi dan pojok, yang dipasang pada daun pintu dan
dijepit dengan batang pelat perunggu, kemudian dikencangkan dengan sekrup kepala
benam tahan karat.
Meja ukur yang mampu lepas, dipasang pada bagian atas daun pintu. Meja ukur
dibentuk dan diperkuat dengan pelat untuk mencegah getaran yang dipasang dengan
menggunakan baut baja tahan karat.
Daun pintu dipasang pada dua baja profil siku yang memanjang keatas dan
dihubungakan dengan bagian pengangkat horizontal.

4.4. Roda Gigi Penggerak


Pintu Romijn dilengkapi dengan unit roda gigi penggerak yang dapat digerakan
dengan tenaga manusia, untuk pintu dengan bentang sampai 1.200 mm digunakan
mur penggerak tunggal dan roda gigi tipe A. Sedangkan untuk pintu dengan bentang
lebih dari 1.200 mm, harus dioperasikan dengan menggunakan dua mur penggerak
yang berpasangan, yaitu unit roda gigi tipe B dan unit roda gigi tengah tipe D.Stem
penggerak yang dihubungkan pada pintu atas, dilengkapi dengan penyetop yang
dapat diatur.

4.5. Alat Pembaca Luah


Alat pembaca luah yang dibuat dari bahan perunggu yang digravir harus dipasang
pada pintu Romijn, agar dapat mengukur luah yang lewat diatas meja ukur.
Alat pembaca luah yang tidak bergerak dibagi dalam jenjang sentimeter dan dipasang
pada bagian sponing dengan sekrup penyetel kuningan kepala benam, sedangkan alat
pembaca luah yang bergerak dibagi dalam jenjang liter dipasang pada pemegang
yang terdapat pada profil siku dengan baut kuningan.

5. MUTU PEKERJAAN DAN BAHAN UNTUK KOMPONEN


5.1. Mutu pekerjaan
Mutu pekerjaan akhir pada pembuatan pintu air Romijn harus sesuai dengan gambar
yang disetujui.
Perencanaan, Ukuran dan bahan dari semua harus sedemukian, sehingga tegangan
yang diterima tidak menyebabkan terjadinya perubahan bentuk yang diakibatkan
oleh keausan atau kerusakan akibat kondisiyang buruk dalam pengoperasiannya.

5.2. Mutu Bahan untuk Komponen


Bahan yang digunakan dalam pembuatan pintu tersebut harus baru dan mempunyai
sifat-sifat mekanik yang disyaratkan serta sesuai dengan pekerjaan yang dibuat.
Selain itu juga mutu bahan untuk komponen yang digunakan harus memenuhi syarat,
standar lain yang disetujui.
KETERANGAN

18. Baut pas atau paku keling ukuran M 16 pada sponing


19. Pelat, ukuran (100x12) mm
20. Siku bagian sponing, ukuran (100x100x10) mm
21. Siku pintu terangkat, ukuran (70x70x7)
22. Pelat meja ukur
KETERANGAN
23. Siku bagian sponning, ukuran (100x100x10) mm
24. Bagian atas dinding
25. Las sudut 8 mm
KETERANGAN
26. Ruang persiapan untuk pemasangan kerangka pintu.
27. Batang angka  10 mm.
28. Pelat ukuran (50x20) mm.
29. Batang perapat, ukuran (12x20) mm.
30. Perapat samping dari karet, ukuran (30x10) mm.
31. Karet
32. Pelat pengapit dari perunggu, ukuran (25x4) mm.
33. Pintu atas.
34. Siku bagian ambang bawah, Ukuran (100x100x10) mm.
35. Batang penyekat, ukuran (20x12) mm.
36. Pintu bawah.
37. Pelat penguat ukuran (70x8) mm.
KETERANGAN
38. Lubang  12 mm untuk gembok.
39. Siku bagian sponning, ukuran (100x100x10) mm.
40. Siku ukuran (70x70x7)
41. Garis kedudukan pena pengunci pada posisi ditarik.
KETERANGAN
14. Pelat meja ukur, tebal 6 mm
15. R = 100 mm.
16. Pelat penguat, tebal 8 mm.
17. Siku, ukuran (70x70x7) mm.
18. Pelat, Tebal 8 mm.
19. Batang, ukuran (20x12) mm.
KETERANGAN
20. Siku, ukuran (70x70x7) mm.
21. Batang, ukuran (20x12) mm.
22. Pelat, tebal 8 mm.
23. Pelat, ukuran (70x8) mm.
KETERANGAN
24. Lubang  18 mm untuk baut M16.
25. Siku ukuran (120x80x12) mm, dipotong dari siku ukuran (120x120x12) mm.
26. Pelat, tebal 8 mm.
27. 4 buah baut pengikat M16.
28. 252 mm diatas bagian sponning.
29. Pelat penguat, ukuran (180x100x8) mm.
KETERANGAN

1. Batang, ukuran (20x8) mm.


2. Siku, ukuran (70x70x7) mm.
3. Batang, ukuran (20x12) mm.
4. Pelat, tebal 8 mm.
KETERANGAN
5. Pelat bendung, tebal 8 mm.
6. Pelat penguat, tebal 8 mm.
7. Siku, ukuran (70x70x7) mm.
8. Siku, ukuran (70x70x7) mm.
9. Pelat, tebal 8 mm.
10. Batang, ukuran (20x12) mm.
KETERANGAN

11. Meja ukur mampu = lepas


12. Siku, ukuran (70x70x7) mm.
13. Las sudut 4 mm.
14. Baut baja tahan karat, ukuran M16 dengan jarak pusat 200 mm.
15. Semua pelat tebal 8 mm.
16. Baut baja tahan karat, ukuran M12
17. Karet perapat sudut, panjang 40 mm.
18. 2 buah baut baja tahan karat ukuran M6.
19. Pengapit dari perunggu
20. Pintu atas
21. Siku, ukuran (70x70x7) mm.
22. Pintu bawah
KETERANGAN

23. Pintu bawah 28. Siku bagian sponning, ukuran (100x100x10) mm


24. Pintu atas 29. Baut atau paku keling pengikat sponning, ukuran M16
25. Siku bagian ambang bawah, ukuran (100x100x10) mm 30. Siku bagian ambang bawah, ukuran (100x100x10) mm
26. 2 buah baut, ukuran M16 31. Pelat dinding, tebal 6 mm
27. Siku bagian sponning, ukuran (100x100x10) mm 32. Pelat penguat, tebal 8 mm
KETERANGAN

1. Di-bor dan di-tirus untuk peletakkan stem


2. Lubang kelonggaran  26 mm
3. Batang  25 mm
KETERANGAN

4. Stem, ukuran  42 mm x kisar 8 mm.


5. Baut baja tahan karat bertingkat dari  25 mm mengecil
ke  16 untuk dipasang mur
6. Potongan kanal, ukuran (65x42x5,5) mm
KETERANGAN

7. 4 buah baut pas, ukuran M 12


8. Siku bagian penumpu roda gigi ukuran (120 x 80 x 12) mm
dipotong dari siku ukuran (120 x 120 x 12) mm
9. Pelat, tebal 80 mm
10. Siku bagian sponning, ukuran (100 x 100 x 10) mm
11. Garis batas pen pengunci dalam posisi ditarik
12. Batang  25 mm
KETERANGAN

13. Baut kepala benam, ukuran M 12


14. Garis batas dari pelat pengukur yang bergerak
15. Pelat penguat
16. Penumpu pengukur yang bergerak
17. Pelat penguat
18. Garis batas dari pengukur yang tetap
19. Siku pintu atas, ukuran (70 x 70 x 7) mm
20. Bagian sponning
KETERANGAN
21. Lubang memanjang untuk pemasangan baut pada pelat
ukur
22. Bagian atas dinding
23. Pelat penguat
24. Siku bagian sponning, ukuran (100 x 100 x 10) mm
25. Pelat penguat
26. Siku pintu atas, ukuran (70 x 70 x 7) mm
UNIT RODA GIGI PENGGERAK PINTU TIPE A

KETERANGAN

1. Bos pemegang
2. Pelat ujung, tebal 8 mm
3. Penyetop pintu mampu-atur
4. Pemegang penggerak
5. Siku penumpu roda gigi ukuran (120 x 80 x 12) mm dipotong dari
siku ukuran (120 x 120 x 12) mm
6. Las sudut 4 mm
7. Stem penggerak
KETERANGAN

8. Las sudut 8 mm
9. Penopang mur penggerak
10. Stem penggerak berkisar,  42 mm x kisar 8 mm
11. Gagang penggerak D diameter
12. Sekrup pengunci ukuran M 12
13. Pasak, ukuran (18 x 22 x 240) mm
14. Bantalan peluru dorong tipe SKF no. 51117
15. Batang  16 mm
16. Lihat detail A
17. Mur penggerak
KETERANGAN

18. Lubang  17 untuk dipasang baut M 16


19. Alur pasak
20. Mur perunggu
21. Lubang pada pemegang penggerak untuk pelat pengunci
22. Las titik
23. Baut atau batang diulir ukuran M 16
24. Lihat detail pasak.
KETERANGAN

25. Nipel gemuk


26. Garis kedudukan gembok
27. Pelat pengunci dari baja SS 41 tebal 14 mm
28. Garis kedudukan pelat pengunci saat tidak
dipakai
29. Baja SS 41
UNIT RODA GIGI PENGGERAK PINTU TIPE A

KETERANGAN

30. Mur penggerak


31. Di-gurdi  4 mm untuk alur gemuk
32. Las sudut 4 mm
33. Pasak di-las sampai bos pemegang
34. Bos pemegang
DIMENSI DALAM MM
No TIPE RODA GIGI ANGKA REDUKSI
H W
1 B 292 393 1,5/1
2 C 280 405 2,0/1
UNIT RODA GIGI PENGGERAK PINTU TIPE B, C DAN D
KETERANGAN

TABEL DIMENSION PINYON & RODA GIGI KERUCUT TIPE B, C, D


DIMENSI PANJANG DALAM MM

LAM TIPE B TIPE C TIPE D


NO BANG PINYON RODA GIGI PINYON RODA GIGI PINYON RODA
GIGI
1. ANGKA REDUKSI I 1,5/1 2,0/1 1,5/1
2. BENTUK GIGI STANDAR
3. MODUL M 7
4. SUDUT TEKAN  20 0
5. JUMLAH GIGI Z 24 36 20 40 24 56
6. SUDUT POROS  90 0
7. DIAMETER LINGKARAN 168 252 140 280 168 252
D
JARAK
8. TINGGI GIGI 15,32
9. TINGGI KEPALA GIGI 8,79 5,22 9,42 4,59 8,79 5,22
10. TINGGI KAKI GIGI 6,53 10,10 5,90 10,73 6,53 10,10
11. SISI KERUCUT R 151,43 156,53 151,43
12. JARAK SISI BELAKANG A 160 146 172 134 162 154
13. SUDUT JERUCUT KAKI f 31° 13´ 52° 30´ 24° 24´ 59° 30´ 31° 13´ 52° 30´
14. SUDUT KERUCUT JARAK
BAGI
 33°41´24´´ 56°18´36´´ 26°34´54´´ 63°26´6´´ 33°41´24´´ 56°18´36´´
15. SUDUT KERUCUT KEPALA k 37° 0,5´ 58° 17´ 30° 0,4´ 65° 6´ 36° 0,5´ 56° 17´
16. LEBAR MUKA B 34
17. DIAMETER LINGKARAN
Dk 182,68 257,79 156,84 284,10 182,62 257,79
KEPALA
18. JARAK MUKA LUAR GIGI
T 38,90 66,34 36,21 68,10 40,90 73,34
SAMPAI SISI BELAKANG
19. KELONGGARAN GIGI MIN 0,150 - MAKS 0,500

NO NAMA BAGIAN BAHAN JUMLAH KETERANGAN


1 PINYON S45C CELUP
DINGIN &
2 RODA GIGI S45C TEMPER
KERUCUT
UNTUK RODA GIGI PENGGERAK PINTU TIPE D
KETERANGAN

NO NAMA BAGIAN BAHAN JML KETERANGAN

1 RUMAH BANTALAN FC 20
2 BANTALAN LUNCUR 1 PBC2B
3 PELAT PENAHAN TABEL 8 BJ 52
4 RODA GIGI KERUCUT S45C CELUP DINGIN & TEMPER
5 SEKRUP PENAHAN M 10x1
6 PEMEGANG BANTALAN FC 20
BAGIAN ATAS
7 SEKRUP PENGUNCI
8 POROS SILANG BJ. 60
9 POROS PINYON BJ. 60
10 BAUT PENAHAN M10
11 PASAK Q
12 PASAK R
13 PASAK S
14 PINTON S45C CELUP DINGIN & TEMPER
15 RODA KEMUDI
16 BANTALAN LUNCUR 3 PBC2B
DIMENSI DALAM MM
No TIPE RODA GIGI ANGKA REDUKSI
H W
1 B 292 393 1,5/1
2 C 280 405 2,0/1
PINTU AIR PENGUKUR DAN PENGATUR ROMIJN
KETERANGAN

1.  350 mm untuk pintu dengan bentang 500 mm


 500 mm untuk pintu dengan bentang 750 mm
2. Pemegang alat ukur
3. Batang angker
4. Sponning
5. Penyetop pintu
6. Perletakkan roda gigi pengangkat
7. Stem penggerak,  42 mm x kisar 8 mm
8. Ambang bawah
9. Bagian atas dinding
10. M.A.M. (Muka Air Masimum)
11. M.A.R. (Muka Air Rencana)
12. Unit roda gigi penggerak jenis A
13. Penyetop pintu
14. Platform kerja
15. Pelat meja ukur dalm posisi terangkat penuh
16. Garis kedudukan pelat meja ukur pada posisi diturunkan
17. Permukaan ambang bawah.