Anda di halaman 1dari 1

5 Juli 2018 adalah hari disahkannya kita mengabdi di Desa Titi Akar kecamatan Rupat

Utara. Awalnya Kami terdiri dari 10 orang, dengan 4 cowok dan 6 cewek. Namun, takdir
berkata lain hingga 2 orang pindah ke desa lain dikarenakan hal yang tidak bisa dihindari.
Ada banyak cerita dalam perjalanan pengabdian. Tidak semua cerita itu indah untuk
dikenang. Hidup bersama orang yang memiliki sifat dan kebiasaan yang berbeda tentu
saja terkadang menimbulkan gesekan. Bahkan jikapun kau sudah mengenalnya
bertahun-tahun tak menjamin semua itu akan berjalan mulus sampai akhir. Tapi apa itu
semua hanya akan menjadi kenangan buruk? Dengan tegas aku akan mengatakan
TIDAK. Bukankah adanya perbedaan akan menambah keindahan sama seperti saat kau
melihat pelangi. Pelangi terlihat Indah dikarenakan warnanya yang berbeda-beda.
Bahkan hari demi hari ku hitung Karena semakin hari semakin berat tinggal bersama
orang-orang yang berbeda kepribadian dengan Ku. Hingga akhirpun Aku Masih
menghitung hari tapi bukan menghitung kapan masa pengabdian akan berakhir
melainkan waktu yang tersisa untuk kita bersama. Sudah 2,678,426 detik kita lalui
bersama. Entah kenapa semua itu terasa singkat. Kita yang berusaha mengabdi di Desa
dengan sebaik yang kita bisa. Jika kalian tidak sepakat dengan ini tidak masalah, Karna
setiap kita berhak menilai dan menulis kisah yang kita alami versi masing-masing. Tapi,
Aku sangat berterimakasih untuk waktu dan kisah yang telah kita lalui bersama selama
pengabdian di Desa Titi Akar. Terimakasih telah membersamai selama pengabdian.
Terimakasih untuk Pak kordes yaitu bapak Hafiz yang susah banget bangun pagi tapi
pandai bikin canai, Pak irwan yang suka ngilang dari posko tapi kalau pertukangan
sangat the best terutama masalah air di posko, Buk Rina yang suka keluyuran bersama
buk delfa sampai cari ayam ke nyirih tapi setiap pulang ke posko selalu bawa buah
tangan(buah-buahan), Buk dinda yang paling lama mandi tapi unjung tombak
kesehatan, buk Vimala suka ketawa gk jelas dan kalau udah merajuk susah bujuknya tapi
wanita paling multitalenta di posko, dan yang terakhir Buk Dina yang suka ngajak keluar
dan kalau bisa pulang ke posko harus jalan yang paling jauh(gak mau Di posko katanya)
tapi dia yang paling banyak fans diantara semua mahasiswa KKN titi akar. Terimakasih
telah menahan diri menghadapi semua kekurangan yang Ku punya hingga kita bisa
menyelesaikan pengabdian ini. Semoga kita semua sukses dengan bidang yang kita jalani
saat ini. KKN Titi Akar... Mantul..Mantul..