Anda di halaman 1dari 4

UJIAN TENGAH SEMESTER

MATA KULIAH PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN


TEMATIK

Oleh :
Tri Warwanti
NIM : 1715100042
Kelas : Non Reguler Konversi PGSD 2017
Semester : 1 (satu)

Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar


Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Widya Dharma Klaten
2018
1. Tiga metode pembelajaran yang bisa digunakan dalam pembelajaran
tematik
A. Metode Pembelajaran Keterhubungan (Connected)
Connected Model (keterkaitan) adalah model pengembangan kurikulum yang
menggabungkan secara jelas satu topik dengan topik berikutnya, satu konsep dengan
konsep lainnya, satu kemampuan dengan kemampuan lainnya, kegiatan satu hari
dengan hari lainnya, dalam satu mata pelajaran. Metode pembelajaran tipe connected
atau keterhubungan pada prinsipnya mengupayakan adanya keterkaitan antara
konsep, keterampilan, topik, ide, kegiatan dalam suatu bidang studi. Model ini tidak
melatih siswa untuk melihat suatu fakta dari berbagai sudut pandang, karena dalam
model ini keterkaitan materi hanya terbatas pada satu bidang studi saja. Metode ini
menghubungkan beberapa materi, atau konsep yang saling berkaitan dalam satu
bidang studi. Materi yang terpisah-pisah akan tetapi mempunyai kaitan, dengan
sengaja dihubungkan dan dipadukan dalam sebuah topik tertentu.

B. Metode Pembelajaran Jaring Laba-Laba ( Webbed Model)


Pembelajaran model Webbed adalah pembelajaran yang pengembangannya dimulai
dengan menentukan tema tertentu yang menjadi tema sentral bagi keterhubungan
berbagai bidang studi. Kelebihan dari model jaring laba-laba (Webbed) meliputi:
 Penyeleksian tema sesuai dengan minat akan memotivasi anak untuk belajar
 lebih mudah dilakukan oleh guru yang belum berpengalaman
 Memudahkan perencanaan
 Pendekatan tematik dapat memotivasi siswa
 Memberikan kemudahan bagi anak didik dalam melihat kegiatan-kegiatan
dan ide-ide berbeda yang terkait

C. Metode Terpadu (Intergrated)


Integrated Model adalah model pengembangan kurikulum yang menggunakan
pendekatan lintas bidang ilmu utama dengan mencari keterampilan, konsep dan sikap
yang tumpangtindih. Dalam konteks pembelajaran TK, Integrated Model adalah
model pengembangan kurikulum yang menggunakan pendekatan lintas bidang
pengembangan. Model ini berusaha memberikan gambaran yang utuh pada anak
tentang tujuan melakukan kegiatan-kegiatan yang terdapat dalam bidang-bidang
pengembangan.

2. Prinsip – prinsip pembelajaran tematik

1. Peserta didik mencari tahu, bukan diberi tahu.


2. Fokus pembelajaran diarahkan kepada pembahasan kompetensi melalui tema yang
paling dekat dengan kehidupan peserta didik.
3. Terdapat tema yang menjadi pemersatu sejumlah kompetensi dasar yang berkaitan
dengan berbagai konsep, keterampilan dan sikap.
4. Sumber belajar tidak terbatas pada buku.
5. Peserta didik dapat bekerja secara mandiri maupun berkelompok sesuai dengan
karakteristik kegiatan yang dilakukan
6. Guru harus merencanakan dan melaksanakan pembelajaran agar dapat
mengakomodasi peserta didik yang memiliki perbedaan tingkat kecerdasan,
pengalaman, dan ketertarikan terhadap suatu topik.
7. Kompetensi Dasar mata pelajaran yang tidak dapat dipadukan dapat diajarkan
tersendiri.
8. Memberikan pengalaman langsung kepada peserta didik (direct experiences) dari
hal-hal yang konkret menuju ke abstrak.
9. Kegiatan pembelajaran tematik yang dirancang dalam silabus bukan merupakan
urutan kegiatan pembelajaran, melainkan bentuk kegiatan pembelajaran untuk
mencapai Kompetensi Dasar guru dapat melakukan penyesuaikan.

3. Tahapan-tahapan dalam pembelajaran tematik


a. Menentukan tema
Tema dapat ditetapkan oleh pengambil kebijakan, guru, atau ditetapkan bersama
dengan peserta didik.
b. Mengintegrasikan tema dengan kurikulum
Pada tahap ini guru harus mampu mendesain tema pembelajaran dengan cara
terintegrasi sejalan dengan tuntutan kurikulum, dengan mengedepankan dimensi
sikap, pengetahuan, dan keterampilan.
c. Mendesain rencana pembelajaran
Tahapan ini mencakup pengorganisasian sumber belajar, bahan ajar, media belajar,
termasuk kegiatan ekstrakurikuler yang bertujuan untuk menunjukkan suatu tema
pembelajaran terjadi dalam kehidupan nyata. Misalnya, pembelajaran di kelas yang
didasarkan atau diperkaya hasil karya wisata, kunjungan ke museum, dan lain-lain.
d. Melaksanakan Aktivitas Pembelajaran
Tahapan ini memberi peluang kepada peserta didik untuk mampu berpartisipasi dan
memahami berbagai persepektif dari suatu tema. Hal itu memberi peluang bagi guru
dan peserta didik melakukan eksplorasi suatu pokok bahasan.