Anda di halaman 1dari 9

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan
rahmat dan hidayahnya pada kami sehingga Laporan Tahunan Program Bantuan
Operasional Kesehatan (BOK) UPT Puskesmas Saketi dapat terselesaikan.
Penyusunan Laporan Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) UPT Puskesmas
Saketi berpedoman pada lampiran 6 petunjuk teknis Bantuan Operasional Kesehatan
(BOK) Tahun 2014. Laporan ini disusun berdasarkan laporan dan kegiatan program di
Puskesmas secara berjenjang dan jga hasil kegiatan monitoring dan evaluasi.
Kami menyadari bahwa dalam penyusunan Laporan Bantuan Operasional
Kesehatan (BOK) ini masih jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu kami menerima
adanya saran dan kritik yang sifatnya membangun, sehingga dalam penyusunan
Laporan Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) yang akan datang menjadi lebih baik
lagi.
Semoga profil ini dapat bermanfaat dan berguna bagi peningkatan pelayanan
kesehatan masyarakat, khususnya pelayanan kesehatan diwilayah kerja Puskesmas
Saketi. Amiin Ya Robbal Alamin.

Saketi, Januari 2015


Kepala Puskesmas Saketi

YANI SASTRANEGARA, SKM


NIP.

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR................................................................................................ i
DAFTAR ISI............................................................................................................. ii

I PENDAHULUAN...............................................................................................
II TUJUAN..............................................................................................................
III PELAKSANAAN KEGIATAN BOK..............................................................
A. Proses Perencanaan..........................................................................................
B. Proses penyaluran dan pertangungjawaban Dana BOK..................................
C. Pemanfaatan Kegiatan.....................................................................................
IV CAPAIAN PROGRAM.......................................................................................
V REALISASI KEUANGAN................................................................................
VI PERMASALAHAN............................................................................................
VII KESIMPULAN DAN SARAN..........................................................................
LAMPIRAN

ii
I. PENDAHULUAN

Dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, kementerian


kesehatan terus berupaya meningkatkan akses masyarakat pai terhadap pelayanan
kesehatan yang bermutu. Namun pembangunan kesehatan masih menghadapi
berbagai tantangan, antara lain masih terjadinya kesenjangan status kesehatan
masyarakat antar wilayah, antar status sosial dan ekonomi, munculnya berbagai
masalah kesehatan/penyakit baru (new emerging diseases) atau penyakit lama yang
muncul kembali (re-emerging diseases).
Indonesia sebagai salah satu negara anggota Perserikatan Bangsa-bangsa
(PBB) dengan beberapa negara di dunia telah berkomitmen untuk mencapai
Millenium Development Goals (MDGs)/Tujuan Pembangunan Millenium pada tahun
2015 untuk mewujudkan kesejahteraan penduduk. Tujuan bersama dalam MDGs
tersebut meliputi : 1) Menanggulangi kemiskinan dan kelaparan, 2) Mencapai
pendidikan dasar untuk semua, 3) Mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan
perempuan, 4) Menurunkan angka kematian anak, 5) Meningkatkan kesehatan ibu, 6)
Memerangi penyebaran HIV/AIDS, malaria dan penyakit menular lainnya, 7)
Kelestarian lingkungan hidup, 8) Membangun kemitraan global dalam
pembangunan. Dari 8 tujuan MDGs tersebut, 5 diantaranya terkait langsung dengan
bidang kesehatan yaitu MDGs 1, 4, 5, 6 dan 7.
Berdasarkan Laporan pencapaian Tujuan pembangunan Millenium (MDGs) di
Indonesia tahun 2012, sebagian besar target MDGs diperkirakan akan tercapai (on
track) pada tahun 2015, tetapi masih terdapat beberapa target yang memerlukan
upaya lebih keras untuk mencapainya (off track), yaitu penurunan angka kematian
ibu, penurunan angka sebaran HIV/AIDS, dan akses air minum berkualitas yang
terjangkau bagi masyarakat. Hasil yang telah dicapai sampai dengan evaluasi
tersebut harus dipertahankan dan/atau ditingkatkan.
Menurut undang-undang dasar 1945 pasal 28 ayat 1, setiap orang berhak
memperoleh pelayanan kesehatan. Dalam rangka meningkatkan akses pelayanan
kesehatan pada masyarakat maka terus dilakukan peningkatan dan pemerataan
Puskesmas dan jaringannya di semua wilayah termasuk pula daerah tertinggal,

iii
perbatasan dan kepulauan. Demikian dengan upaya kesehatan bersumber daya
masyarakat, khususnya poskesdes dan Posyandu.
Namun demikian, masih terdapat berbagai masalah yang dihadapi oleh
puskesmas dan jaringannya dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan
masyarakat. Masalah tersebut antara lain masih belum tersedianya dana untuk
Operasional kegiatan. Oleh karena itu diluncurkan dana untuk operasional kegiatan
yaitu Bantuan Operasionak Kesehatan (BOK).
Seiring dengan keterbatasan dana BOK yang diperoleh, kami Tim BOK
Puskesmas beserta jajaran berupaya untuk mengalokasikan dana agar terealisasikan,
terutama dialokasikan untuk kegiatan prioritas.

II. TUJUAN

Adapun tujuan dari penyusunan Laporan Bantuan Operasional Kesehatan


(BOK) per maret sampai dengan Desember 2014 yaitu :
1. Menyediakan dukungan biaya untuk upaya pelayanan kesehatan yang bersifat
promotif dan preventif bagi masyarakat.
2. Meningkatkan kualitas manajemen Puskesmas, terutama dalam perencanaan
tingkat Puskesmas dan lokakrya mini Puskesmas.
3. Meningkatkan upaya untuk menggerakkan potensi masyarakat dalam
meningkatkan derajat kesehatannya.
4. Meningkatkan cakupan pelayanan kesehatan yang bersifat promotif dan preventif
yang dilakukan oleh Puskesmas dan jaringannya serta Poskesdes dan Posyandu.
5. Menyediakan dukungan data perkembangan kegiatan yang telah dilaksanakan
berikut hasil pengolahan dan evaluasi data.
6. Menyediakan dukungan data sebagai acuan untuk perencanaan kegiatan di tahun
yang akan datang dengan menerapkan mekanisme reward and punishemt dalam
mengalokasikan dana BOK.

iv
7. Menyediakan dukungan data sebagai acuan untuk melakukan percepatan
pelaksanaan anggaran dan langkah-langkah strategis untuk meningkatkan
kuantitas dan kualitas penyerapan anggaran BOK.
8. Melakukan tertib administrasi sehingga dapat meningkatkan akuntabilitas publik
dalam penyelenggaraan Bantuan Operasional Kesehatan (BOK).

III. PELAKSANAAN KEGIATAN BOK


Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) merupakan bantuan Pemerintah Pusat
kepada Pemerintah Daerah dalam melaksanakan SPM bidang kesehatan untuk
pencapaian MDGs bidang kesehatan tahun 2015 melalui peningkatan kinerja
Puskesmas dan jaringannya serta Poskesdes dan Posyandu dalam menyelenggarakan
pelayanan kesehatan yang bersifat promotif dan preventif. Selain itu dana BOK juga
dialokasikan ke Puskesmas Saketi Kabupaten Pandeglang untuk mendukung
pelaksanaan manajemen BOK di Puskesmas Saketi Dinas Kesehatan Kabupaten
Pandeglang.
1. Proses Perencanaan
Dana BOK di Puskesmas Saketi tahun 2014 sebesar Rp. 96.000.000,-, Proses
perencanaan BOK di Puskesmas Saketi dengan langkah-langkah sebagai berikut :
a. Puskesmas melakukan inventarisasi kegiatan diwilayahnya
b. Menyususn prioritas masalah kesehatan diwilayahnya.
c. Melakukan perencanaan kegiatan untuk tahun mendatang dengan
berpedoman pada petunjuk teknis dan memperhatikan kegiatan yang
dilaksanakan pada tahun bersangkutan.
d. Mengajukan usulan perencanaan kegiatan melalui pertemuan koordinasi
perencanaan BOK yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten.

Proses perencanaan dana BOK Puskesmas Saketi dimulai dari inventarisasi


kegiatan oleh Puskesmas melalui kegiatan perencanaan anggaran yang
diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang dengan menggunakan
menu wajib BOK dan pagu definitif dari Ditjen Bina Gizi dan KIA tahun 2014.
Sedangkan pengajuan usulan RKA BOK dari Kabupaten/Kota ke Kementerian
Kesehatan dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang.

v
2. Proses Penyaluran dan Pertanggung jawaban Dana BOK
Setelah Puskesmas menerima SK Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten
Pandeglang tentang alokasi dana BOK, kemudian Puskesmas melakukan
langkah-langkah sebagai berikut :
a. Menyusun perencanaan bulanan melalui lokakarya mini (lokmin) dengan
memperhatikan Rencana Penepatan Kinerja (RPK) Puskesma Tahunan
berdasarkan Rencana Usulan Kegiatan (RUK).
b. Menyelenggarakan lokakarya mini (lokmin) bulanan (lintas program) setiap
bulan dengan mengundang seluruh staf Puskesmas termasuk Pustu dan bidan
di desa dengan out put POA bulanan Puskesmas.
c. Menyelenggarakan lokakrya mini tribulanan (lintas sektor) di selenggarakan
setiap 3 bulan dengan mengundang Camat, Kepala Desa, kader dan sektor
lain sesuai tema/topik yang menghasilkan kesepakatan kegiatan lintas sektor.
d. Kegiatan BOK dilaksanakan sesuai dengan POA bulanan Puskesmas.
e. Bulan Maret s/d Desember 2014 penyaluran dana BOK ke Puskesmas
menggunakan mekanisme LS melalui Dinas Kesehatan Kabupaten
Pandeglang, dimana Puskesmas mengajukan Surat Permintaan Uang (SPU)
ke PPK Kabupaten Pandeglang dengan melampirkan RAB untuk uang yang
diajukan setiap bulan.
f. Dana Bantuan Operasional Kesehatan di Puskesmas dipertanggungjawabkan
dengan melakukan kegiatan sesuai dengan POA yang telah disusun
berdasarkan petunjuk teknis BOK tahun 2014.
g. Penyaluran dana BOK ke Puskesmas melalui mekanisme LS dengan surat
perjanjian kerjasama oleh PPK dan Kepala Puskesmas, dimana melalui
mekanisme LS ini uang dari KPPN langsung masuk ke rekening Puskesmas
dan diambil dengan menggunakan Surat Perintah Pengambilan Dana (SP2D)
dari Dinas Kesehatan.
h. Sebagai bentuk pertanggungjawaban dana BOK, pengelola
keuangan/bendahara BOK Puskesmas wajib membukukan transaksi
keuangan yang dilaksanakan oleh Puskesmas ke dalam Buku Kas Tunai dan
wajib menginventarisasi dan menyimpan dokumen pelaksanaan seluruh
kegiatan yang telah dilaksanakan.

vi
i. Pertanggungjawaban dana BOK di Puskesmas dibuat dalam bentuk : Surat
Tugas, SPPD, LHP, Daftar Penerima Transport, Kwitansi Pembelian.
3. Pemanfaatan Kegiatan
Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) digunakan untuk kegiatan upaya
kesehatan bersifat promotif, preventif di Puskesmas dan jaringannya serta
Poskesdes dan Posyandu, dialokasikan untuk kegiatan sebagai berikut :
a. KIA termasuk KB (pembinaan kelas ibu hamil, pembinaan kelas ibu bayi dan
balita, pelacakan kematian ibu dan balita, sweeping KGI, kunjungan ibu
hamil, Bufas, Neonatus Risti, dll)
b. Imunisasi (pendataan sasaran, pelaksanaan BIAS, sweeping TT WUS,
sweeping BIAS, pelacakan KIPI, dll)
c. Perbaikan gizi masyarakat (pelayanan posyandu balita, pemberian PMT
penyuluhan, pemberian PMT ibu hamil, pelacakan ibu hamil KEK, pemberian
PMT pemulihan gizi buruk/gizi kurang, dll)
d. Kegiatan promosi kesehatan (validasi data PHBS rumah tangga, penyuluhan
kelompok/MMD, validasi desa siaga, dll)
e. Kesehatan Lingkungan (inspeksi sanitasi TTU dan TPM, kunjungan rumah
klinik sanitasi, surveilans kualitas air, inspeksi rumah sehat, dll)
f. Pengendalian penyakit (pelacakan dan penemuan kasus penyakit menular,
surveilans jentik, pelacakan dan penemuan kasus P2B2, deteksi dini faktor
resiko PTM di posbindu, dll)
g. Kegiatan penunjang upaya kesehatan, antara lain : Survey Mawas Diri (SMD),
pendampingan Musyawarah Masyarakat Desa (MMD), pengelolaaan
administrasi BOK, orientasi kader dan atau tokoh masyarakat, Lokmin
Tk.Kecamatan, penyuluhan kesehatan pada kelompok masyarakat, dll.
h. Kegiatan manajemen Puskesmas, antara lain digunakan untuk penyusunan
rencana tahunan, lokakarya mini Puskesmas, rapat evaluasi tahunan,
Konsultasi teknis Program, ATK, dll.

vii
4. Pencapaian Program
Pencapaian kinerja program dalam pemanfaatan Bantuan Operasional Kesehatan
bulan Maret sampai dengan Desember tahun 2014, sebagai berikut :
a. Capaian Program di Puskesmas
Sampai dengan akhir Desember 2014, capaian program di Puskesmas sudah
mencapai 100 %, lokakarya mini (lokmin) bulanan dan triwulan, sudah
berjalan sesuai dengan POA Puskesmas.
b. Capaian SPM

5. Realisasi Keuangan
No Kegiatan Biaya
1 Upaya Kesehatan
a. KIA termasuk KB Rp.
b. Imunisasi Rp.
c. Perbaikan Gizi Rp.
d. Pengendalian Penyakit Rp.
e. Kesehatan Lingkungan Rp.
f. Promosi Kesehatan Rp.
g. Lain-lain

2 Penunjang Upaya Kesehatan Rp.


3 Manajemen Puskesmas Rp.
4 Barang Penunjang Upaya Kesehatan Rp.

6. Permasalahan
 Belum semua program kegiatan dibiayai dari dana BOK
 Dalam asistensi penyusunan RKA Tahunan di Dinas Kesehatan sering terjadi
ketidaksepahaman antar bidang yang ada di Dinas Kesehatan Kabupaten
Pandeglang.
 Laporan yang masih terlambat masuknya.
 Selalu ada perubahan dalam hal pembuatan format laporan.
7. Kesimpulan dan Saran
Sesuai dengan rencana kegiatan yang dilakukan oleh Tim BOK, dimana ada
rencana kegiatan bulanan yang telah dibuat dan dianggarkan maka dituntut pula
hasil yang diharapkan sesuai dengan program masing-masing. Namun dalam

viii
pelaksanaannya masih banyak kekurangan, diantaranya cakupan yang kurang
terpenuhi atau target sasaran yang belum mencapai hasil. Maka dengan ini kami
Tim BOK selalu mengevaluasi didalam kegiatan lokbul, mencari permasalahan
dan berupaya mencari solusi terbaiknya.

ix