Anda di halaman 1dari 18

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kehamilan merupakan proses yang fisiologis dan alamiah. Masa kehamilan
dimulai dari konsepsi sampai lahirnya janin. Lamanya hamil normal adalah 280 hari
(40 minggu atau 9 bulan 7 hari) dihitung dari hari pertama haid terakhir (Sarwono
Prawirahardjo).
kehamilan melibatkan berbagai perubahan fisiologi antara lain perubahan fisik,
perubahan sistem pencernaan, respirasi, sirkulasi, darah, metabolisme, taktus
urinarus serta perubahan psikologis. Pada umumnya kehamilan berkembang dengan
normal namun kadang tidak sesuai yang diharapkan. Sulit diprediksi apakah ibu
hamil akan bermasalah selama kehamilannya. Oleh karena itu asuhan antenatal
merupakan cara penting untuk memonitor dan mendukung kesehatan ibu hamil
normal dan mendeteksi ibu dengan kehamilan normal. (Sarwono prawirahardjo)
Kehamilan dibagi menjadi 3 trimester yaitu trimester I (0-12 minggu), trimester II
(12-28 minggu) dan trimester III (28-40 minggu). Komplikasi yang mungkin terjadi
pada trimeser I adalah mual, muntah, yang berlebihan.
1.2 Tujuan
1.2.1 Tujuan Umum
a. Agar penulis dapat memperoleh pengetahuan dan pengalaman yang
merupakan implementasi dari teori yang telah diperoleh saat perkuliahan
sehingga penulis mampu menerapkan dan terlatih dalam melaksanakan
asuhan.
b. Untuk menambah informasi dan wawasan mahasiswa kebidanan mengenai
masalah kehamilan fisiologis trimester III.
1.2.2 Tujuan Khusus
a. Melakukan pengkajian data pada klien dengn kehamilan fisiologis trimester
III.
b. Mengidentifikasi diagnose dan masalah pada klien dengan kehamilan fisiolgis
trimester III.

1
c. Mengidentifikasi masalah potensial pada klien dengan kehamilan fisiolgis
trimester III.
d. Mengidentifikasi keutuhan dasar segera pada klien dengan kehamilan fisiolgis
trimester III.
e. Membuat rencana asuhn pada klien dengan kehamilan fisiolgis trimester III.
f. Melaksanakan rencana asuhn pada klien dengan kehamilan fisiolgis trimester
III.
g. Membuat evaluasi asuhan yang telah dilakukan
1.3 Manfaat
1.3.1 Bagi Institusi Pendidikan
Sebagai salah satu bahan kepustakaan penanganan kasus tentang
kehamilan fisiologis trimester III.
1.3.2 Bagi Mahasiswa
Diharapkan mahasiswa dapat mengetahui dan memahami tentang
kehamilan fisiologis trimester III.

1.4 Teknik pengumpulan data


1.4.1 Anamnesa
Yaitu mengumpulkan data dengan cara tanya jawab secara langsung
antara petugas dengan klien dan keluarga.
1.4.2 Observasi
Yaitu melakukan pengamatan langsung terhadap perubahan yang terjadi
pada klien.
1.4.3 Study Kepustakaan
Yaitu dengan mempelajari buku-buku dan makalah tentang asuhan
kebidanan pada ibu hamil fisiologis trimester III.
1.4.4 Pemeriksaan Fisik
Yaitu pemeriksaan pada klien yang meliputi inspeksi, palpasi, auskultasi
dan perkusi untuk memperoleh data objektif.
1.4.5 Dokumentasi
Yaitu memperoleh data dengan melihat data yang sudah ada dalam status
klien dan catatan medik.

2
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Konsep Dasar
2.1.1 Pengertian
Kehamilan adalah pertumbuhan dan perkembangan janin intra uteri sejak
konsepsi dan berakhir sampai permulaan persalinan. (Manuaba, Ida Bagus
Gde, 1994, hal. 4)
Konsepsi adalah penyatuan satu telur dan sperma untuk menentukan
awalnya kehamilan. (Bobak, Irene M., 2000, hal. 184)
2.1.2 Tanda-tanda Kehamilan
1. Tanda tidak pasti hamil ( presumptive sign )
a. Amenorea
b. Mual ( nausea ) dan muntah ( emesis )
c. Mengidam
d. Syncope ( pingsan )
e. Tidak ada selera makan
f. Lelah ( fatique )
g. Payudara tegang
h. Sering miksi
2. Tanda mungkin hamil ( probavility sign )
a. Pembesaran perut
b. Tanda piskacek, uterus tempat nidasi tumbuh lebih cepat, sehingga
pertumbuhan uterus tidak beraturan.
c. Tanda Chadwick, perubahan warn menjadi kebiruan pada vulva –
vagina, termasuk servik.
d. Tanda hegar pelembutan pada isthmus uteri
e. Tanda goodells pelembutan pada servik dari keadaan tidak hamil
seperti cuping hidung selembut bibi atau daun telinga.
f. Braxton hicks, kontraksi-kontraksi kecil sejak kehamilan 6/8 minggu
dan tidak menyakitkan.
g. Teraba ballotament, pengapungan

3
3. Tanda pasti kehamilan ( positif sign )
a. Gerakan janin
b. Dapat diraba dan di kenal bagian-bagian janin
c. Dapat di dengar denyut jantung janin
( buku panduan belajar asuhan kebidanan I, 2014 )

2.1.3 Perubahan Fisiologis Wanita Hamil


1. Uterus
a. Berat
Mengalami pertumbuhan berat dari berat normal + 30 gram
menjadi 1.000 gram.
b. Bentuk
Uterus pada wanita tidak hamil kira-kira sebesar telur ayam, pada
kehamilan 8 minggu uterus membesar sebesar telur bebek, pada
kehamilan 12 minggu kira-kira sebesar telur angsa.
c. Konsistensi
Pada minggu pertama istmus uteri mengadakan hipertrofi
menyebabkan istmus menjadi panjang dan lunak (tanda hegar), pada
triwulan terakhir istmus menjadi bagian korpus uteri dari berkembang
menjadi segmen bawah uterus.
2. Serviks uteri
Serviks mengalami hipervaskularisasi akibat hormon estrogen
yang meningkat sehingga konsistensi serviks menjadi lunak, kelenjar-
kelenjar di servik akan berfungsi lebih dan mengeluarkan sekresi lebih
banyak.
3. Vagina dan vulva
Adanya hipervaskularisasi mengakibatkan vagina dan vulva
tampak lebih merah, agak kebiruan (tanda chadwick).
4. Ovarium

4
Dengan terjadinya kehamilan indung telur yang mengandung
korpus luteum gravidarum akan meneruskan fungsinya sampai
terbentuknya plasenta yang sempurna pada umur 16 minggu.
(Sarwono, Ilmu Kebidanan , 2005, hal. 89-95)
5. Payudara
a. Penampakan payudara pada ibu hamil adalah :
a) Payudara menjadi lebih besar.
b) Areola payudara makin hiperpigmentasi, hitam.
c) Glandula montgomery makin tampak.
d) Pengeluaran ASI belum berlangsung karena prolaktin belum
berfungsi, karena hambatan dari PIH (prolacting inhibity hormone)
untuk mengeluarkan ASI.
e) Setelah persalinan, hambatan prolaktin tidak ada, sehingga
mengeluarkan ASI dapat berlangsung.
6. Sirkulasi darah
a. Volume
Volume darah dalam kehamilan bertambah secara fisiologik dengan
adanya pengenceran darah (hidremia / hemodulasi), bertambahnya
hemodulasi darah mulai tampak sekitar umur 16 minggu sampai
puncaknya pada umur 30 minggu, volume darah bertambah sekitar 25-
30 %. Curah jantung akan bertambah kira-kira 30 %.
b. Sel darah
Sel darah merah meningkat jumlahnya, namun penambahan
plasma jauh lebih besar sehingga konsentrasi dalam darah menjadi
lebih dan jumlah leukosit meningkat sampai 10.000/ml dan produksi
trombosit pun meningkat. Jumlah protein, albumin dan globulin
menurun pada triwulan pertama dan meningkat perlahan-lahan pada
akhir kehamilan, sedangkan betaglobulin dan bagian-bagian fibrinogen
terus meningkat.

5
7. Sistem respirasi
Pada wanita hamil, kebutuhan O2 meningkat kira-kira 20 %.
Disamping itu, terjadi desakan diafragma karena dorongan rahim yang
membesar pada umur hamil 32 minggu. Oleh sebab itu ibu hamil akan
bernafas lebih dalam sekitar 20-25 % dari biasanya.
8. Traktus digestivus
Karena pengaruh hormon estrogen, pengeluaran asam lambung
meningkat sehingga :
a. Penegluaran air liur berlebihan (hipersalivasi).
b. Terjadi mual dan pusing terutama pagi hari (morning sickness).
c. Muntah (emesis gravidarum).
d. Progesteron menyebabkan gerak usus berkurang dan dapat
menyebabkan obstipasi.
(Manuaba, Ida Bagus Gde, 1998 , hal. 109)
9. Traktus urinarius
Pada bulan-bulan pertama kehamilan kandung kencing tertekan
oleh uterus yang memulai membesar, sehingga timbul sering kencing.
Gangguan ini terjadi lagi pada akhir kehamilan, bila kepala janin mulai
turun ke bawah pintu atas panggul, menyebabkan kandung kencing
tertekan dan timbul gangguan sering kencing kembali. Pada glomerolus
bertambah sekitar 69 % oleh karena hemodilusi. Ureter lebih membesar
selama kehamilan karena pengaruh progesteron, ureter kanan lebih
membesar daripada ureter kiri karena lebih banyak mendapat tekanan dari
kolon dan sigmoid di sebelah kiri dan tekanan rahim yang membesar
sehingga terjadi perputaran rahim ke arah kanan.
(Manuaba, Ida Bagus Gde, 1998 , hal. 110)
10. Kulit
Terjadi hiperpimentasi antara lain strie gravidarum, livide dan alba
pada areola mammae dan papilla mammae, linea nigra dan alba, chloasma
gravidarum (pada pipi), hiperpigmentasi disebabkan oleh pengaruh
melanophore stimulazing hormone lobus hipofisis anterior.

6
(Manuaba, Ida Bagus Gde, 1998 , hal. 110)
11. Metabolisme
a. Terjadi peningkatan metabolisme basal (BMR) sehingga 15-20%
terutama pada trimester terakhir.
b. Keseimbangan asam-alkali, sedikit mengalami perubahan.
a) Wanita tidak hamil : 155 mEq/liter.
b) Wanita hamil : 145 mEq/liter.
c) Serum metrium : turun dari 142 ke 135 mEq/liter.
d) Plasma bikarbonat : turun dari 25 ke 22 mEq/liter.
c. Keperluan protein meningkat untuk pertumbuhan, perkembangan
janin, perkembangan organ kehamilan dan persiapan laktasi,
kebutuhan protein kurang lebih ½ gr/kg BB atau sebutir telur ayam
sehari.
d. Hidrat arang wanita hamil sering dijumpai glukosuria.
e. Kadar kolesterol meningkat sampai 350 mg/lebih per 100 cc.
f. Metabolisme mineral.
a) Kalsium : 1,5 gram sehari untuk pertumbuhan tulang
30-40 gram.
b) Fosfor : 2 gram/hari.
c) Zat besi : + 800 mg / 30-50 mg/hari.
d) Air : cenderung mengalami retensi cairan.
g. BB naik sekitar 6,5-16,5 kg.
h. Kebutuhan kalori meningkat terutama hidrat arang, khususnya
kehamilan 5 bulan ke atas.
Tulang dan gigi
Persendian panggul akan terasa lebih longgar karena ligamen
melunak, juga terjadi sedikit pelebaran pada tulang persendian. Apabila
kebutuhan kalsium janin kurang dari pemberian makanan, maka
kekurangan itu akan diambil dari kalsium pada tulang-tulang ibu. Oleh
sebab itu pemberian tambahan kalsium pada ibu yang hamil sangat
penting untuk mencegah pengeroposan tulang.

7
(Mochtar Rustam, Sinopsis Obstetri, 1998, hal. 38)
2.1.4 Perubahan / Ciri Khas Janin pada Kehamilan Trimester III
Janin mengalami perubahan-perubahan seiring dengan bertambahnya
umur kehamilan. Perubahan pada trimester III antara lain :
1. 28 minggu
a. PB : 35 cm, BB : 1.000 gram.
b. Kulit kemerahan menutupi serviks caseosa.
c. Bayi lahir, dapat bernafas, menangis dan lemah (immatur).
2. 32 minggu
a. PB : 40-43 cm, BB : 1.700 gram.
b. Kulit merah dan keriput.
c. Bayi lahir kelihatan seperti orang tua (little oldman).
3. 36 minggu
a. PB : 46 cm, BB : 2.500 gram.
b. Muka berseri, tidak keriput.
c. Sudah ada lapisan lemak di bawah kulit.
4. 40 minggu
a. PB : 50-55 cm, BB : 3.000 gram.
b. Kulit licin,verniks caseosa banyak, rambut kepala tumbuh baik,
hampir tidak ada lanugo, kuku melebihi ujung jari.
c. Pada laki-laki, testis sudah masuk dalam skrotum. Pada perempuan,
labia mayora sudah menutupi labia minora.
2.1.5 Keluhan pada Trimester III
1. Nafas pendek dan sesak
Penyebab : Rahim yang membesar, mendesak diafragma, sehingga
diafragma dapat naik sekitar 4 cm.
Cara mengatasi : Tidur dengan bantal yang tinggi, menghindari adanya
beban yang berlebihan pada perut, berhenti merokok bila ibu merokok.
2. Insomnia
Penyebab : Gerakan janin, otot kram, serin kencing, nafas pendek dan
lain-lain.

8
Cara mengatasi : Sengaja relaksasi, memijat, mengganjal badan dengan
bantal, susu hangat, mandi sebelum tidur, hindari makan / minum yang
mengandung cafein pada petang dan malam hari.
3. Serin kencing
Penyebab : Meningkatnya volume darah, berubahnya fungsi kandung
kemih karena hormon, berkurangnya kapasitas kantong kemih karena
pembesaran uterus.
Cara mengatasi : Anjurkan ibu memakai pembalut perineal.
4. Ketidaknyamanan perineal
Penyebab : Tekanan dari pembesaran uterus terutama ketika berdiri dan
berjalan, biasanya pada hamil ganda / lebih dari satu.
Cara mengatasi : Istirahat, relaksasi, pemakaian korset, rujuk ke dokter
bila nyeri / sensasi panas.
5. Kontraksi Braxton Hicks
Penyebab : Intensifikasi uterus untuk persiapan bersalin.
Cara mengatasi : Tenangkan hati pasien, istirahat, lakukan teknik
pernafasan, relaksasi.
6. Kaki kram
Penyebab : Tekanan syaraf yang mensyarafi ekstremitas bawah karena
pembesaran uterus, mengurangi tingkat penyebaran kalsium serum atau
menambah serum phospor. Faktor-faktor yang mengganggu : kelelahan
berjinjit, merentangkan kaki, atau saat berjalan, minum lebih dari 1 liter
susu per hari.
Cara mengatasi : Melakukan spasme relaksasi yaitu melakukan gerakan
dorso flexes kaki dengan menekan lutut, gerakan ini dilakukan dengan
bantuan orang lain, massase dan pemanasan yang mempengaruhi otot,
berdiri di atas permukaan yang dingin, menganjurkan ibu untuk
mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung kalsium.
7. Oedem

9
Penyebab : Tekanan oleh rahim yang membesar pada vena-vena panggul.
Oedem bertambah bila berdiri yang lama, sikap yang tidak baik, pakaian
yang kotor.
Cara mengatasi : Istirahat yang teratur dan cukup dengan kaki dinaikkan,
memperbanyak minum, memakai korset untuk menyokong dan
mengangkat uterus sehingga memudahkan drainage vena lympatik, posisi
tidur miring ke kiri untuk mempermudah sirkulasi darah.
(Bobak, Irene M., 2000, hal. 361)
8. Sakit punggung
Penyebab : Perut yang semakin membesar sehingga titik berat badan
pidah ke depan, spasmus dan otot-otot pinggang.
Cara mengatasi : Istirahat cukup, pemakaian korset, pemberian
analgetica.
9. Haemoroid
Penyebab : Uterus yang membesar dan menekan vena sehingga
menimbulkan bendungan darah di dalam rongga panggul.
Cara mengatasi : Defekasi yang teratur.
(Obstetri Fisiologi, 1983, hal. 216)
2.1.6 Perubahan Psikologis pada Ibu Hamil Trimester III
1. Ambivalen (kadang-kadang repson seorang wanita terhadap kehamilan
bersifat mendua).
2. Merasa cemas dan takut.
3. Merasa takut kehilangan (terpisah dari bayinya).
4. Gelisah menunggu hari kelahiran anak.
5. Mulai mempersiapkan segala sesuatu untuk calon anak.
6. Takut kelak tidak bisa merawat bayinya.
7. Merasa canggung, buruk dan memerlukan dukungan yang sering.
8. Depresi ringan (mungkin terjadi).
(Anonim, 2001, Asuhan Antepartum, hal. 3-10)

10
2.1.7 Tanda-tanda Bahaya dalam Kehamilan
Tanda-tanda bahaya dalam kehamilan antara lain :
1. Perdarahan pervaginam.
2. Nyeri abdomen.
3. Kondisi hipertensi
a. Gangguan penglihatan, kabur, melihat ada bintik hitam.
b. Bengkak di muka atau jari dan ujung sakrum.
c. Nyeri kepala hebat, kadang-kadang atau terus menerus.
d. Otot sangat sensitif atau kejang-kejang.
e. Nyeri epigastrum (sakit perut hebat).
4. Infeksi
a. Panas – demam.
b. Kencing panas, kadang-kadang sakit pinggang belakang bokong dan
samping.
c. Diare.
5. Diabetes melitus.
6. Pengeluaran cairan dari vagina : air ketuban.
7. Janin tidak bergerak sebanyak biasanya.
(Bobak, Perawatan Maternitas dan Ginekologi, 2000, hal. 358, dan
Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal Neonatal, 2002, N-3)
2.1.8 Asuhan Antenatal
Untuk menghindari resiko komplikasi pada kehamilan dan persalinan,
anjurkan setiap ibu hamil untuk melakukan kunjungan antenatal komprehensif
yang berkualitas minimal 4 x. berikan informasi mengenai pererncanaan
persalinan dan pencegahan komplikasi ( P4K ) kepada ibu .
Trimester Jumlah kunjungan minimal Waktu kunjungan
yang dianjurkan
I 1X Sebelum minggu 16
II 1X Antara minggu 24-28
III 2X Antara minggu 30-32
Antara minggu 36-38

11
2.1.9 Tujuan antenatal adalah :

a. Mengenali dan menangani penyulit-penyulit yang mungkin dijumpai


dalam kehamilan, persalinan dan nifas.
b. Mengenali dan mengobati penyakit-penyakit yang mungkin diderita sedini
mungkin.
c. Menurunkan angka morbiditas dan mortalitas ibu dan anak.
d. Memberikan nasehat-nasehat tentang cara hidup sehari-hari dan keluarga
berencana, kehamilan, persalinan, nifas dan laktasi.
(Mochtar, Rustam, Sinopsis Obstetri,1998, hal. 47-48)
2.2 Konsep Dasar Asuhan Kebidanan ANC Trimester III
2.2.1 Pengumpulan data dasar
1. Data Subyektif
a. Biodata
Nama :
Umur :
Alamat :
Agama :
Pendidikan :
Pekerjaan :
b. Keluhan utama
a) Odema kaki
b) Kram tungkai
c) Varises
( Menurut varney, 2006 )
d) Nyeri punggung ( Menurut Bobak, 2000 )
c. Riwayat kesehatan
a) Riwayat kesehatan sekarang
Ibu menceritakan kronologis mengenai riwayat keleuhan
yang dirasakan.

12
b) Riwayat kesehata yang lalu
Untuk mengetahui apakah ibu pernah atau sedang
menderita penyakit yang dapat mempengaruhi kehamilan, meliputi
penyakit keturunan ataupun penyakit menular (TBC, HIV-AIDS,
hepatitis dan lain-lain) dan menahun.
c) Riwayat kesehatan keluarga
Untuk mengetahui adakah penyakit keturunan dalam
keluarga, anak kembar atau penyakit menular yang dapat
mempengaruhi kehamilan dan persalinan
d. Riwayat kehamilan, persalinan, nifas yang lalu

No Keham Persalina Nifas Anak


ilan n
UK Penyuli Jeni Penolong J B Menyusu Penyuli Umur/hidup
t s K B i t /mati

e. Riwayat kehamilan sekarang


Kehamilan ke- :
HPHT :
UK :
Menarche :
Haid teratur atau tidak :
Siklus haid :
Lamanya haid :
Haid nyeri atau tidak :
f. Riwayat KB
Untuk mengetahui metode KB apa yang dipakai ibu sebelum
hamil, berapa lama, apakah ada keluhan selama pemakaian. Hal ini

13
penting untuk mengetahui kondisi alat reproduksi ibu dan pengaruhnya
bagi kehamilan saat ini.
g. Riwayat perkawinan
Berapa kali menikah dan lamanya menikah.
h. Pola kebiasaan sehari-hari
Untuk mengetahui apakah pola kebiasaan ibu hamil sudah sesuai
dengan standar kesehatan meliputi pola kebisaan nutrisi, eliminasi,
aktifitas, istirahat, personal hygiene.
2. Data Obyektif
a. Pemeriksaan umum
Keadaan umum : Baik
Kesadaran : Compos mentis
TTV :TD:120/80-140/100 mmHg S:36,5-37,5 C
:N :60-100 x/menit RR: 16-24 X/menit
BB :bertambah 3kg pada TM III ( pudjiati )
TB :>145 cm
LILA :23,5 cm
b. Pemeriksaan fisik
a) Inspeksi
Kepala : bersih, tidak ada benjolan.
Muka :tidak ada chloasma gravidarum, sclera putih, konjungtiva
merah muda, tidak oedema, lidah bersih.
Dada :hyperpigmentasi pada areola mamae, puting susu
menonjol.
Perut :Membesar, terlihat hyperpigmentasi, linea alba, strie
gravidarum atau bekas luka.
Vulva :Keadaan perineum bersih, adanya tanda chadwick, tidak ada
condylomata dan fluor.
Ekstremitas bawah : tidak varices, oedema, luka.
b) Palpasi
Payudara : Kolostrum sudah keluar.

14
Abdomen : Palpasi Leopold.
Leopold I : TFU teraba 3 jari di bawah px, teraba
bulat, besar, lunak, tidak melenting, dan susah digerakan.
Leopold II : Di bagian sebelah kanan teraba panjang
rata seperti papan dan terasa ada tahanan keras. Di bagian
kanan perut ibu teraba bagian-bagian yang kecil dan
menonjol dari janin.
Leopold III : Di bagian bawah perut ibu teraba satu
bagian yang bulat, keras, melenting dan mudah digerakan.
Kepala masih bisa digoyangkan.
Leopold IV :-
c) Auskultasi
DJJ: 120-160 x/menit, di punctum maximum.
TBJ:800-3300 gram
d) Perkusi
Apabila reflek patella terlalu kuat merupakan gejala tekanan
darah tinggi pada ibu.
2.3.2 Interprestasi data dasar
Diagnosa :
Ny “..” G..P….UK….minggu Trimester III fisiologis janin
tunggal/hidup/intrauterine
Subjektif :
Ibu mengatakan bernama Ny “..” berumur ..tahun hamil yang ke- .. tidak
pernah keguguran.Ibu mengatakan HPHT ….. Ibu mengatakan masih
merasakan gerakan janin.
Obyektif :
Leopold I : TFU teraba 3 jari di bawah px, teraba bulat, besar, lunak, tidak
melenting, dan susah digerakan.
Leopold II : Di bagian sebelah kanan teraba panjang rata seperti papan dan
terasa ada tahanan keras. Di bagian kanan perut ibu teraba bagian-bagian yang
kecil dan menonjol dari janin.

15
Leopold III : Di bagian bawah perut ibu teraba satu bagian yang bulat, keras,
melenting dan mudah digerakan. Kepala masih bisa digoyangkan.
Leopold IV : -
Palpasi : DJJ : 120-160 kali/menit, di punctum maksimum.
2.3.3 Masalah potensial
-
2.3.4 Identifikasi kebutuhan segera
-
2.3.5 Intervensi
1. Lakukan komunikasi terapeutik.
Hasil :Agar ibu lebih kooperatif terhadap tindakan yang dilakukan oleh
petugas kesehatan.
2. Berikan informasi tentang perubahan fisik normal pada trimester III.
Hasil :Informasi tentang perubahan fisiologis pada ibu hamil trimester III
dapat mempengaruhi sikap dan persepsi ibu secara positif sehingga ibu
dapat menerima perubahan yang terjadi.
3. Anjurkan ibu untuk mengkonsumsi makanan yang bergizi seimbang.
Hasil :Makanan yang bergizi dan seimbang dapat menunjang pertumbuhan
dan perkembangan janin serta menjaga kesehatan ibu.
4. Anjurkan ibu untuk beristirahat cukup.
Hasil :Dengan beristirahat cukup dapat menjaga stamina ibu tetap baik.
5. Anjurkan ibu untuk tetap menjaga kebersihan diri dan jalan lahir.
Hasil :Pada usia kehamilan trimester III terjadi penurunan bagian bawah
janin yang akan menekan kandung kemih yang menyebabkan ibu sering
BAK. Oleh karena itu, ibu perlu menjaga kebersihan jalan lahir sehingga
dapat menghindari terjadinya infeksi jalan lahir.
6. Anjurkan ibu untuk melakukan perawatan payudara.
Hasil :Perawatan payudara bermanfaat menjaga payudara tetap bersih dan
mempersiapkan untuk meneteki bayi setelah melahirkan.
7. Anjurkan ibu untuk kontrol kembali sesuai jadwal yang ditetapkan.

16
Hasil :Dengan kontrol kembali, petugas kesehatan dapat mengetahui
pertumbuhan janin dan kesehatan ibu.
8. Berikan informasi kepada ibu tentang tanda-tanda persalinan.
Hasil :Dengan mengetahui tanda-tanda persalinan ibu dapat segera datang
ke petugas kesehatan.
9. Memberikan ibu obat penambah darah (Fe) dan vitamin.
Hasil :Ibu hamil dengan usia kehamilan trimester III sering terjadi
hemodilusi sehingga perlu pemenuhan kebutuhan zat besi (Fe) dan vitamin
untuk pertumbuhan janin.
2.3.6 Implementasi
1. Melakukan komunikasi terapeutik.
Hasil :Agar ibu lebih kooperatif terhadap tindakan yang dilakukan oleh
petugas kesehatan.
2. Memberikan informasi tentang perubahan fisik normal pada trimester III.
Hasil :Informasi tentang perubahan fisiologis pada ibu hamil trimester III
dapat mempengaruhi sikap dan persepsi ibu secara positif sehingga ibu
dapat menerima perubahan yang terjadi.
3. Menganjurkan ibu untuk mengkonsumsi makanan yang bergizi seimbang.
Hasil :Makanan yang bergizi dan seimbang dapat menunjang pertumbuhan
dan perkembangan janin serta menjaga kesehatan ibu.
4. Menganjurkan ibu untuk beristirahat cukup.
Hasil :Dengan beristirahat cukup dapat menjaga stamina ibu tetap baik.
5. Menganjurkan ibu untuk tetap menjaga kebersihan diri dan jalan lahir.
Hasil :Pada usia kehamilan trimester III terjadi penurunan bagian bawah
janin yang akan menekan kandung kemih yang menyebabkan ibu sering
BAK. Oleh karena itu, ibu perlu menjaga kebersihan jalan lahir sehingga
dapat menghindari terjadinya infeksi jalan lahir.
6. Menganjurkan ibu untuk melakukan perawatan payudara.
Hasil :Perawatan payudara bermanfaat menjaga payudara tetap bersih dan
mempersiapkan untuk meneteki bayi setelah melahirkan.
7. Menganjurkan ibu untuk kontrol kembali sesuai jadwal yang ditetapkan.

17
Hasil :Dengan kontrol kembali, petugas kesehatan dapat mengetahui
pertumbuhan janin dan kesehatan ibu.
8. Memberikan informasi kepada ibu tentang tanda-tanda persalinan.
Hasil :Dengan mengetahui tanda-tanda persalinan ibu dapat segera datang
ke petugas kesehatan.
9. Memberikan ibu obat penambah darah (Fe) dan vitamin.
Hasil :Ibu hamil dengan usia kehamilan trimester III sering terjadi
hemodilusi sehingga perlu pemenuhan kebutuhan zat besi (Fe) dan vitamin
untuk pertumbuhan janin.
2.3.7 Evaluasi
Jam :
S : …..
O : …..
A : …..
P : ……

18