Anda di halaman 1dari 2

Manajemen Pakan

Dalam usaha peternakan ruminansia, pakan merupakan yang paling tinggi dalam hal biaya,
biayanya bisa mencapai sekitar 70% - 80%. Makanan merupakan faktor penting dalam suatu usaha
peternakan. Tanpa pakan yang berkualitas baik dan jumlah yang mencukupi maka walaupun ternak
tersebut merupakan bbibit unggul maka tidak akan memperlihatkan keunggulannya secara maksimal
(Pranata, dkk., 2016).

Pakan yang baik adalah pakan yang mengandung protein, karbohidrat, lemak, vitamin dan
mineral. Pakan yang dikonsumsi sapi merupakan salah satu factor penting dalam produksi ternak,
karena nutrisi pakan yang masuk dalam tubuh digunakan secara optimal untuk pembentukan sel-sel
kelamin, termasuk untuk memproduksi spermatozoa (Sunami, dkk., 2017).

Dalam menyusun pakan ternak ada beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu tersedianya
bahan baku pakan yang digunakan, kandungan zat-zat pakan dari bahan baku tersebut, dan kebutuhan
zat paknnya. Pemberian zat pakan harus disesuaikan dengan kebutuhan ternak karena kebutuhan zat
pakan dan jumlah konsumsi yang berlebihan dapat menyebabkan pertambahan berat badan yang tidak
maksimal (kuswati dan Susilawati, 2016).

Pakan tambahan atau penguat adalah pakan yang mempunyai kandungan gizi tinggi dengan
kandungan serat kasar yang relative rendah, mudah dicerna dan kaya nilai gizi. Pakan konsentrat dapat
berasal dari pencampuran bahan-bahan yang bersumber dari local setempat, serta memanfaatkan
limbah pertanian maupun hasil agroindustry seperti dedak padi, dedak jagung, dan ampas tahu (Sodiq,
dkk., 2017).

Pakan sumber serat (hijauan) potensial sebaiknya terdiri atas limbah pertanian yang berharga
murah dan dapat diberikan sebesar 1-10% dari bobot badan. Semakin rendah kualitas pakan sumber
serat, maka dianjurkan jumlah pemberian semakin menurun.Pengembangan sapi potong di daerah
potensial hijauan pakan ternak yang berkualitas, maka penggunaan konsentrat murah atau komersial
dapat ditekan serendah mungkin dan bahkan dapat ditiadakan (Bahri, dkk., 2015)
DAFTAR PUSTAKA

Bahri, S., Matondang, R. H., Hasinah, H., Setiadi, B., Mariyono., Talib, C., Hendayana, R.,
Bustaman, S., Sani, Y., Affandy, L., Priyanti, A., dan Tiesnamurti, B. 2015. Pedoman Teknis Laboratorium
Lapang dan Sekolah Lapang Pembibitan dan Penggemukan Sapi Potong (LL dan SL-PPSP). Bogor: Pusat
Penelitian dan Pengembangan Peternakan.

Kuswati dan Susilawati, T. 2016. Industri Sapi Potong. Malang: UB Press.

Pranata, A., Kardaya, D., dan Harsi, T. 2016. Pemberian Pakan Konsentrat dengan Kadar Protein
yang Berbeda Terhadap Respon Superovulasi Sapi Simental. Jurnal Peternakan Nusantara. Vol 2(1): 18-
26.

Sodiq, A., Suwarno., Fauziyah, F. R., Wakhidati, Y. N., dan Yuwono, P. 2017. Sistem Produksi
Peternakan Sapi Potong di Pedesaan dan Strategi Pengembangannya. Jurnal Agripet. Vol 17(1): 60-66.

Sunami, S., Isnaini, N., dan Wahjuningsih, S. 2017. Kualitas Semen Segar dan Recovery Rate (RR)
Sapi Limousin Pada Musim yang Berbeda. Jurnal Ternak Tropika. Vol 18(1): 36-50.