Anda di halaman 1dari 16

ISSN : 1978-6603

PENGARUH PROFITABILITAS DAN INVESMENT OPPORTUNITY SET


TERHADAP DEVIDEN TUNAI PERUSAHAAN GO PUBLIK SEKTOR
PERBANKAN BURSA EFEK INDONESIA

Suardi Yakub #1, Suharsil #2, Jufri Halim#3


#1,2,3
Program Studi Sistem Informasi, STMIK Triguna Dharma
Jl. A.H. Nasution No. 73 F - Medan
E-mail : #1

Abstrak
Tujuan penelitian ini : 1) Untuk mengetahui besarnya pengaruh profitabilitas (profitability) terhadap
kebijakan dividen tunai perusahaan sektor perbankan terbuka (go public) di Bursa Efek Indonesia (BEI). 2)
Untuk mengetahui besarnya pengaruh kesempatan investasi (Investment Opportunity Set ) terhadap
kebijakan dividen perusahaan sektor Perbankan terbuka (go public) di Bursa Efek Indonesia (BEI). 3)
Untuk mengetahui besarnya pengaruh profitabilitas (profitability) dan kesempatan investasi ( Investment
Opportunity Set) terhadap kebijakan deviden tunai perusahaan sektor perbankan terbuka (go public) di
Bursa Efek Indonesia (BEI). Rumusan masalah dalam penelitian ini bagaimana pengaruh profitabilitas dan
Investmen Opportunity Set terhadap kebijakan dividen tunai perusahaan sektor terbuka (go public) di
Bursa Efek Indonesia (BEI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) profitabilitas berpengaruh
negatif terhadap kebijakan dividen tunai. 2) investment opportunity set berpengaruh positif
terhadap kebijakan dividen tunai. 3) hubungan profitabilitas dan investment opportunity set
terhadap kebijakan dividen tunai lemah (tidak kuat) Profitabilitas yang baik perusahaan, hendaknya
dibagi kepada pemegang saham ini akan menambah kepercayaan investor atau publik terhadap
perusahaan. Perusahaan meskipun memiliki peluang untuk berinvestasi kembali perlu diperhatikan
kesejahteraan pemilik atau para pemegang saham dengan memberikan sebagian dari hasil (deviden
tunai), agar mereka memeprcayai dana/saham kepada perusahaan.

Kata Kunci: Prof itabilitas, Investment Opportunity Set, dan Dividen Tunai

Abstract
The purpose of this study: 1) To determine the influence of profitability ( profitability ) of the company's
cash dividend policy of the banking sector is open ( go public ) at the Indonesian Stock Exchange ( BEI ). 2)
To determine the influence of the investment opportunity ( Investment Opportunity Set ) on dividend
policy Banking sector companies open ( go public ) at the Indonesian Stock Exchange ( BEI ). 3 ) To
determine the influence of profitability ( profitability ) and investment opportunities ( Investment
Opportunity Set ) to the company's cash dividend policy of the banking sector is open ( go public ) at the
Indonesian Stock Exchange ( BEI ). The problems of this study the influence of profitability and investmen
Opportunity Set against company dividend policy of the open sector ( go public ) at the Indonesian Stock
Exchange ( BEI ). The results showed that 1 ) negative profitabilitas berpengaruh on dividend policy tunai.
2) berpengaruh investment opportunity set positively to dividend policy. 3) the relationship of
profitability and investment opportunity set against dividend policy is weak ( not strong ). Profitability is a
good company, should be distributed to shareholders will increase the public's confidence investor or
company . Although the company has a chance to return to consider the welfare berinvesasi owners or
shareholders by giving a portion of the proceeds (cash dividends), so they trust funds/shares to the
company.

Keywords: Profitability, Investment Opportunity Set, and DividenTunai.

37
Suardi, Suharsil, Jufri, Pengaruh Profitabilitas Dan Invesment………

PENDAHULUAN diperoleh perusahaan akan dibagikan kepada


Bursa Efek Indonesia (BEI) berperan pemegang saham dalam bentuk dividen atau
sebagai Pasar Modal merupakan wahana akan ditahan untuk menambah modal guna
pengalokasian dana secara efisien. Investor pembiayaan investasi di masa yang akan
dapat melakukan investasi pada beberapa datang (Sartono, 2001: 281). Bagi para
perusahaan melalui pembelian efek-efek yang pemegang saham, dividen merupakan tingkat
baru ditawarkan ataupun yang pengembalian investasi. Bagi pihak
diperdagangkan dipasar modal. sebaliknya manajemen, dividen tunai merupakan arus
perusahaan dapat memperoleh dana yang kas keluar, sehingga kesempatan untuk
dibutuhkan dengan menawarkan instrumen melakukan investasi berkurang. Bagi
keuangan jangka panjang melalui pasar modal kreditor, dividen tunai dapat menjadi
tersebut. Pasar modal sebagai alternatif indikasi mengenai kecukupan kas
investasi, pasar modal memudahkan alternatif perusahaan untuk membayar bunga atau
berinvestasi dengan memberikan keuntungan bahkan melunasi pinjaman.
dengan sejumlah risiko. Peningkatan Aktivitas Peluang investasi perusahaan dapat
Ekonomi Nasional, Dengan keberadaan pasar mempengaruhi dividen yang diterima
modal perusahaan akan lebih mudah pemegang saham. Pernyataan ini sesuai
memperoleh dana, sehingga akan mendorong dengan studi yang dilakukan oleh Sunarto
perekonomian nasional menjadi lebih maju, (2004) dan Sadalia dan Syafitri (2008) yang
yang selanjutnya akan menciptakan menyimpulkan bahwa terdapat hubungan
kesempatan kerja yang luas serta antara IOS dengan kebijakan dividen.
meningkatkan pajak pemerintah. IOS menunjukkan investasi
Bursa Efek Indonesia (BEI) mulai perusahaan atau opsi pertumbuhan yang
mengaplikasikan perdagangan jarak jauh tergantung pada pengeluaran-pengeluaran
(remote trading) 2007 : Penggabungan Bursa modal (discretionary expenditure) yang
Efek Surabaya (BES) ke Bursa Efek Jakarta diputuskan oleh manajer (Myers, 1977).
(BEJ) dan berubah nama menjadi Bursa Efek Menurut Myers, IOS memberikan petunjuk
Indonesia (BEI), yang sudah tercatat 447 yang lengkap tentang tujuan perusahaan
perusahaan dengan 32 perusahaan perbankan yang ditunjukkan dengan nilai perusahaan,
dan 415 perusahaan non perbankan. tergantung pada pengeluaran perusahaan di
Para investor dalam mengivestasikan masa yang akan datang.
dana mereka terhadap perusahaan tentu Memperoleh suatu keuntungan atau
benefit atau keuntungan, serta pengembalian laba adalah merupakan tujuan dari sebuah
investasi yang mereka harapkan dari dana perusahaan yang bertujuan untuk dapat
yang mereka investasi. Dalam melanjutkan kelangsungan hidup perusahaan
mengivestasikan dana tersebut para investor tersebut. Laba yang diperoleh berhubungan
harus melihat kepada bebera hal seperti erat dengan pertumbuhan ekonomi. Laba
tingkat kinerja perusahaan dan resiko yang dapat didefinisikan dengan dua cara. Laba
akan terjadi. Disamping itu investor juga dalam ilmu ekonomi murni didefinisikan
analisa tingkat laba dari perusahaan- sebagai peningkatan kekayaan seorang
perusahaan yang dapat mempengaruhi dalam investor sebagai hasil penanam modalnya,
peroleh deviden yanga akan mereka peroleh. setelah dikurangi biaya-biaya yang
Kebijakan dividen (dividend policy) berhubungan dengan penanaman modal
merupakan keputusan apakah laba yang tersebut termasuk di dalamnya, biaya

38 Jurnal SAINTIKOM Vol. 13, No. 1, Januari 2014


Suardi, Suharsil, Jufri, Pengaruh Profitabilitas Dan Invesment………

kesempatan ( Oportunity Cost ). Sementara menggunakan kesempatan investasi tersebut


itu, laba dalam akuntansi didefinisikan akan mengalami suatu pengeluaran yang lebih
sebagai selisih antara harga penjualan dengan tinggi dibandingkan dengan nilai kesempatan
biaya produksi. Perbedaan diantara keduanya yang hilang.
adalah dalam hal pendefinisian biaya. Deviden adalah pembagian aktiva
Kemampuan perusahaan untuk perusahaan kepada para pemegang saham
menghasilkan laba dalam kegiatan operasinya perusahaan. Dividen dapat dibayar dalam
merupakan fokus utama dalam penilaian bentuk uang tunai ( kas ), saham perusahaan,
prestasi perusahaan, karena laba perusahaan ataupun aktiva lainnya. Semua dividen
selain merupakan indikator kemampuan haruslah diumumkan oleh dewan direksi
perusahaan memenuhi kewajiban bagi para sebelum dividen tersebut menjadi kewajiban
penyandang dananya juga merupakan elemen perusahaan (Simamora, 2000 : 423). Apabila
dalam penciptaan nilai perusahaan yang perusahaan memutuskan untuk membagi
menunjukkan prospek perusahaan di masa laba yang diperoleh sebagai dividen berarti
yang akan datang. Bentuk paling mudah dari akan mengurangi jumlah laba yang ditahan
analisis profitabilitas adalah menghubungkan yang akhirnya juga mengurangi sumber dana
laba bersih (pendapatan bersih) yang intern yang akan digunakan untuk
dilaporkan terhadap total aktiva di neraca. mengembangkan perusahaan. Sedang apabila
Profitabilitas adalah kemampuan perusahaan tidak membagikan labanya
perusahaan memperoleh laba dalam sebagai dividen akan bisa memperbesar
hubungannya dengan penjualan, total aktiva, sumber dana intern Perusahaan dan akan
maupun modal sendiri ( Sartono, 1998 : 130 ). meningkatkan kemampuan perusahaan untuk
profitabilitas adalah sesuatu yang diperoleh mengembangkan perusahaan (Sutrisno, 2000 :
oleh Perusahaan di atas biaya – biaya yang 303).
telah dikeluarkan, yang dapat diartikan selisih Berdasarkan latar belakang masalah
antara pendapatan perusahaan dengan biaya yang telah diuraikan, maka yang menjadi
– biaya yang harus dikeluarkan dalam satu pokok permasalahan dalam penelitian ini
periode akuntansi. Investor di pasar modal adalah apakah IOS berpengaruh pada
sangat memperhatikan kemampuan kebijakan dividen tunai di tahap ekspansi
perusahaan untuk menghasilkan, menunjang
awal, ekspansi akhir, maturiti, dan apakah
dan meningkatkan Profitability. Apa dengan rata-rata pertumbuhan penjualan pada tahap
peningkatannya profitability perusahaan akan ekspansi awal, ekspansi akhir, maturiti
membagikan dividen secara tunai kepada mempengaruhi hubungan antara IOS dengan
pemegang saham. kebijakan dividen tunai.
Hartono (2003 : 58) mengemukakan Istilah Investment Oppportunity Set (IOS)
“Kesempatan Investasi” atau Investment pertama kali diperkenalkan oleh Myers (1977)
Opportunity Set (IOS) menggambarkan yang menguraikan perusahaan sebagai
tentang luasnya kesempatan atau peluang suatu kombinasi antara aktiva riil (assets
investasi bagi suatu perusahaan. Pilihan in place) dan opsi investasi di masa depan.
investasi merupakan suatu kesempatan Opsi investasi di masa depan kemudian
untuk berkembang, namun seringkali dikenal dengan istilah IOS atau set
perusahaan tidak selalu dapat melaksanakan kesempatan investasi. IOS sebagai opsi
semua kesempatan investasi di masa investasi di masa depan dapat ditunjukkan
mendatang. Bagi perusahaan yang tidak dapat

Jurnal SAINTIKOM Vol. 13, No. 1, Januari 2014 39


Suardi, Suharsil, Jufri, Pengaruh Profitabilitas Dan Invesment………

dengan kemampuan perusahaan yang lebih Adapun tujuan penelitian ini adalah:
tinggi di dalam mengambil kesempatan untuk 1. Untuk mengetahui besarnya pengaruh
mendapatkan keuntungan. profitabilitas (profitability) terhadap
Dengan berdasarkan hal-hal diatas maka kebijakan dividen tunai perusahaan sektor
penulis tertarik untuk melaksanakan perbankan terbuka (go public) di Bursa
penelitian ini dengan judul “Pengaruh Efek Indonesia (BEI)
Profitabilitas dan invesment opportunity Set 2. Untuk mengetahui besarnya pengaruh
Terhadap Dividen Tunai Saham pada Sektor kesempatan investasi (Investment
Perbankan Bursa Efek Indonesia“ Opportunity Set ) terhadap kebijakan
dividen perusahaan sektor Perbankan
Batasan Masalah terbuka (go public) di Bursa Efek Indonesia
Untuk menghindari ruang lingkup yang (BEI).
akan jauh meluas, maka penulis membatasi 3. Untuk mengetahui besarnya pengaruh
penelitian pada permasalahan sektor profitabilitas (profitability) dan
perbankan terbuka (go public) di Bursa Efek kesempatan investasi ( Investment
Indonesia (BEI) dan berdasar laporan Opportunity Set) terhadap kebijakan
keuangan dari 2007 – 2011 yang deviden tunai perusahaan sektor
dipublikasikan, dan yang tercatat mulai tahun perbankan terbuka (go public) di Bursa
2007. Penulis juga membatasi pada aktiva Efek Indonesia (BEI).
tetap bersih dan laba bersih bersih setelah
pajak (earning after tax) pengaruh terhadap Manfaat Penelitian
pembagian deviden tunai kepada pemegang Hasil penelitian ini diharapkan dapat
saham. memberikan manfaat bagi berbagai pihak
antara lain:
1. Untuk perkembangan ilmu pengetahuan,
Rumusan Masalah
khususnya dalam bidang manajemen
Berdasarkan latar belakang penulis
keuangan, manajemen investasi dan
merumuskan masalah sebagai berikut :
menajemen resiko. Sehingga investor
1. Apakah ada pengaruh profitabilitas
memahami lebih baik tentang kesempatan
(profitability) terhadap kebijakan dividen
dalam berinvestasi selanjutnya.
tunai saham sektor perbankan terbuka (go
2. Sebagai referensi terhadap penelitian-
public) di Bursa Efek Indonesia (BEI)
penelitian selanjutnya, terutama dibidang
2. Apakah ada pengaruh kesempatan
keuangan dengan ruang lingkup yang lebih
investasi (Investment Opportunity Set )
luas dan mendalam. Sehingga hasilnya
terhadap kebijakan dividen perusahaan
dapat diterapkan secara nyata guna
sektor perbankan terbuka (go public) di
memberi kontribusi yang lebih besar dalam
Bursa Efek Indonesia (BEI).
meningkatan kinerja perusahaan publik dan
3. Apakah ada pengaruh profitabilitas dan
pendapatan masyarakat.
Investmen Opportunity Set terhadap
3. Menjadi sumber informasi yang positif bagi
kebijakan dividen tunai saham sektor
perusahaan dalam mengembangkan modal
terbuka (go public) di Bursa Efek Indonesia
secara lebih cepat, efektif dan efisien dan
(BEI)
merupakan sumber informasi masukan
kepada investor untuk pengambilan
Tujuan Penelitian
keputusan investasi di suatu perusahaan.

40 Jurnal SAINTIKOM Vol. 13, No. 1, Januari 2014


Suardi, Suharsil, Jufri, Pengaruh Profitabilitas Dan Invesment………

4. Penelitian ini juga diharapkan dapat berguna Adalah ukuran keseluruhan kefektifan
bagi banyak pihak. Bagi para investor, calon manajemen dalam menghasilkan laba
investor, analis, dan pemerhati investasi, dengan aktiva yang tersedia disebut juga
hasil penelitian ini dapat memberikan Hasil Atas Investasi (HAI). Semakin tinggi
acuan pengambilan keputusan investasi pengembalian yang dihasilkan semakin
terkait dengan tingkat pengembalian yang baik. Dengan formalasi sebagai berikut :
berupa dividen perusahaan.

Kajian Pustaka
1. Profitabilitas
Profitabilitas adalah kelebihan 2. Return on Equity
penghasilan di atas biaya selama satu periode Adalah ukuran pengembalian yang
akuntansi ( Harahap, 2001 : 226 ). diperoleh pemilik (baik pemegang saham
Profitabilitas merupakan ukuran pokok preferen dan biasa) atas investasi
keseluruhan keberhasilan perusahaan perusahaan. Semakin tinggi semakin baik.
( Simamora, 2000 : 528 ). Profitabilitas adalah Dengan formalasi sebagai berikut :
kemampuan perusahaan memperoleh laba
dalam hubungannya dengan penjualan, total
aktiva, maupun modal sendiri ( Sartono, 1998 :
130 ). 3. Return on Sales.
Berdasarkan definisi – definisi di atas a. Ratio gross margin (margin laba kotor)
bahwa profitabilitas adalah sesuatu yang Adalah ukuran persentase dari
diperoleh oleh Perusahaan di atas biaya – setiap hasil sisa penjualan setelah
biaya yang telah dikeluarkan, yang dapat dikurangi Harga Pokok Penjualan.
diartikan selisih antara pendapatan Semakin tinggi marjin laba kotor
perusahaan dengan biaya – biaya yang harus semakin baik, maka secara relative
dikeluarkan dalam satu periode akuntansi. makin rendah Harga Pokok Penjualan
Investor di pasar modal sangat barang yang dijual. Dengan formalasi
memperhatikan kemampuan perusahaan sebagai berikut :
untuk menghasilkan, menunjang dan
meningkatkan profit. Profitability dapat diukur
beberapa hal yang berbeda, namun dalam
dimensi yang saling terkait. b. Operating Profit Margin (Margin laba
1. Hubungan antara profit dengan sales operasi)
sehingga terjadi residual return bagi Adalah ukuran persentase dari setiap
perusahaan per rupiah penjualan. hasil sisa penjualan setelah dikurangi
2. Return on Investment ( ROI ) atau Return on biaya dan pengeluaran lainnya, Kecuali
Asset ( ROA ). bunga dan pajak, atau laba bersih yang
Adalah yang berkaitan dengan profit dan dihasilkan dari setiap rupiah dari
investasi atau aset yang digunakan untuk operasi perusahaan. Margin laba
menghasilkannya. operasi mengukur laba yang dihasilkan
Ada beberapa rasio yang berkaitan dengan murni dari opersai perusahaan tanpa
profitabilitas: melihat beban keuangan (bunga) dan
1. Return on investmen (ROI)

Jurnal SAINTIKOM Vol. 13, No. 1, Januari 2014 41


Suardi, Suharsil, Jufri, Pengaruh Profitabilitas Dan Invesment………

beban dari pemerintah (pajak). Dengan investasi di masa mendatang. Bagi


formalasi sebagai berikut : perusahaan yang tidak dapat
Laba Operasi menggunakan kesempatan investasi
Marjin laba Operasi 
Penjualan tersebut akan mengalami suatu
pengeluaran yang lebih tinggi
c. Net Profit Margin. (Margin Laba dibandingkan dengan nilai kesempatan
Bersih) yang hilang.
Adalah ukuran persentase dari Kesempatan investasi tidak selalu
setiap hasil sisa penjualan setelah berujud secara fisik tetapi dapat berupa suatu
dikurangi biaya, pengeluaran lainnya kesempatan yang bersifat intangible namun
dan, bunga serta pajak. Dengan memiliki peluang yang memberikan
formalasi sebagai berikut : keuntungan bagi perusahaan. Kesempatan
investasi dapat diukur dengan :
1. Peningkatan aktiva tetap bersih.
Aktiva tetap bersih adalah pengurangan
aktiva tetap dengan penyusutan setiap
2. Investment Opportunity Set ( IOS ) periode. Untuk meningkatkan aktiva tetap
Investasi berarti pula sebagai bersih dapat menggunakan angka indek
pengeluaran pada saat ini dimana hasil pertumbuhan, maka
yang diharapkan dari pengeluaran itu baru
akan diterima lebih dari satu tahun
mendatang. Setiap perusahaan yang
melakukan investasi baru dalam aktiva 2. Laporan aliran kas merupakan ringkasan
tetap selalu dengan harapan bahwa aliran kas untuk suatu periode tertentu.
perusahaan akan memperoleh kembali Laporan aliran kas dapat digunakan untuk
dana yang tertanam dalam investasi. mengetahui sejarah aliran kas. Kas dan
Suatu perusahaan melakukan investasi surat berharga memiliki tingkat likuiditas
terhadap aktiva tetap dalam beberapa sangat tinggi, maka surat berharga
bentuk antara lain : Penggantian aktiva dianggap seperti kas dan merupakan
tetap, ekspansi atau perluasan, cadangan likuiditas yang dapat
Diversifikasi produk, Eksplorasi, Penelitian meningkatkan aliran kas masuk serta
dan pengembangan dan lain-lain. mengurangi aliran kas keluar.
Aliran kas perusahaan dibagi 3 bagian :
Hartono (2003 : 58) mengemukakan
1. Aliran operasi (operating flow)
“Kesempatan Investasi” atau Investment
Aliran kas yang berhubungan langsung
Opportunity Set (IOS) menggambarkan
dengan produksi dan penjualan dari
tentang luasnya kesempatan atau peluang
produk maupun jasa perusahaan.
investasi bagi suatu perusahaan.
2. Aliran investasi (investment flows)
Berdasarkan di atas bahwa pilihan
Aliran kas yang berhubungan pembelian
investasi merupakan suatu kesempatan
dan penjualan aktiva tetap maupun
untuk berkembang, namun seringkali
investasi pada bisnis lain.
perusahaan tidak selalu dapat
3. Aliran Pendanaan (financing flows)
melaksanakan semua kesempatan

42 Jurnal SAINTIKOM Vol. 13, No. 1, Januari 2014


Suardi, Suharsil, Jufri, Pengaruh Profitabilitas Dan Invesment………

Aliran kas yang dihasilkan dari utang dan dan akan meningkatkan kemampuan
transaksi keuangan; termasuk peminjaman perusahaan untuk mengembangkan
dan pembayaran utang, aliran masuk dari perusahaan ( Sutrisno, 2000 : 303 ).
penjualan saham dan aliran kas keluar
untuk membeli kembali saham atau A. Jenis-Jenis Deviden.
membayar deviden kas. a. Cash Dividen (Deviden Kas)
Adalah dividen yg diberikan oleh
3. Deviden perusahaan kepada para pemegang saham
Defenisi ” Deviden ” adalah pembagian dalam bentuk uang tunai (cash). Pada waktu
aktiva perusahaan kepada para pemegang rapat pemegang saham perusahaan
saham perusahaan. Dividen dapat dibayar memutuskan bahwa sejumlah tertentu dari
dalam bentuk uang tunai ( kas ), saham laba perusahaan akan dibagi dalam bentuk
perusahaan, ataupun aktiva lainnya. Semua cash dividen. Di dalam Cash Deviden ini juga
dividen haruslah diumumkan oleh dewan terdapat 3 jenis berbeda menurut tingkat
direksi sebelum dividen tersebut menjadi pertumbuhan devidennya diantaranya adalah:
kewajiban perusahaan ( Simamora, 2000 : 1) Dividen dengan Zero Growth (Zero Growth
423 ). Dividen) adalah dividen yang dibagikan
Dari defenisi di atas bahwa pembagian secara tetap misalnya Rp 100 per saham,
laba kepada para pemegang saham perusahaa maka sepanjang perusahaan itu listing di
sebanding dengan jumlah saham yang Bursa Efek, Dividen yang diterima selalu
dipegang oleh masing - masing pemilik. nominal Rp 100 bukannya dalam
Dividen sebagai pembayaran kepada pemilik persentase
perusahaan yang diambil dari keuntungan 2) Constant Growth Dividen (Dividen dengan
perusahaan, baik dalam bentuk saham pertumbuhan tetap) Yaitu dividen dengan
maupun tunai. Artinya hanya perusahaan yang pertumbuhan dividen yang tetap
membukukan keuntungan dapat membagikan misalnya 8% maka setiap tahun akan
dividen karena dividen diambil dari diperoleh pembagian dividen sebesar
keuntungan besaran dividen tergantung 108% dari dividen saham satu periode
kebijkan dividen masing – masing perusahaan. sebelumnya.
Salah satu kebijakan yang harus 3) Script Dividen (Deviden Hutang) adalah
diambil oleh Manajemen adalah memutuskan suatu surat tanda kesediaan membayar
apakah laba yang diperoleh perusahaan sejumlah uang tertentu yg diberikan
selama satu periode akan dibagi semua atau perusahaan kepada para pemegang saham
dibagi sebagian untuk dividen dan sebagian sebagai dividen. Surat ini berbunga sampai
lagi tidak dibagi dalam bentuk laba ditahan. dgn dibayarkan uang tersebut kepada yg
Apabila perusahaan memutuskan berhak. Script dividen seperti ini biasa
untuk membagi laba yang diperoleh sebagai dibuat apabila pada waktu para pemegang
dividen berarti akan mengurangi jumlah laba saham mengambil keputusan tentang
yang ditahan yang akhirnya juga mengurangi pembagian laba dimana perusahaan
sumber dana intern yang akan digunakan belum (tidak) mempunyai persediaan uang
untuk mengembangkan perusahaan. Sedang cash yg cukup utk membayar dividen cash.
apabila perusahaan tidak membagikan
labanya sebagai dividen akan bisa B. Property Dividen (Deviden Aktiva)
memperbesar sumber dana intern Perusahaan

Jurnal SAINTIKOM Vol. 13, No. 1, Januari 2014 43


Suardi, Suharsil, Jufri, Pengaruh Profitabilitas Dan Invesment………

Adalah dividen yg diberikan kepada para 2. Saxena (1995) menguji bagaimana


pemegang saham dalam bentuk barang- pengaruh growth, beta coefficient,
barang (tak berupa uang tunai ataupun number of common stockholders, insider,
(modal) saham perusahaan). Perusahaan IOS terhadap dividen payout ratio.
melakukan krn uang tunai perusahaan Hasilnya menunjukkan bahwa IOS
tertanam dalam investasi saham perusahaan berpengaruh negatif pada dividend
lain atau persediaan dan penjualan investasi payout ratio.
atau persediaan terutama bila jumlah cukup 3. Mahadwartha dan Hartono (2002)
banyak akan menyebabkan harga jual meneliti tentang pengaruh IOS,
investasi ataupun persediaan turun sehingga kepemilikan manajerial, ukuran
merugikan perusahaan dan pemegang saham perusahaan dan kebijakan hutang
sendiri. terhadap dividend payout ratio. Hasil
penelitiannya menunjukkan bahwa IOS
C. Liquidating Dividen (Deviden Likuidasi) berpengaruh positif terhadap dividend
adalah dividen yg dibayarkan kepada para payout ratio.
pemegang saham dimana sebagian dari
jumlah tersebut dimaksudkan sebagai Kerangka Pemikiran
pembayaran bagian laba (Cash Dividen) Untuk menghindari kesimpangsiuran
sedangkan sebagian lagi dimaksudkan sebagai dalam penelitian, diperlukan satu kerangka
pengembalian modal yg ditanamkan pemikiranyang menjadi pedoman dalam
(diinvestasikan) oleh para pemegang saham ke setiap tahap penelitian yang akan dilakukan.
dalam perusahaan tersebut. Kerangka pemikiran menjadi dasar utama
untuk menetapkan hipotesis untuk
D. Stock Dividen (Deviden Saham) menyelesaikan masalah yang telah
adalah dividen yg diberikan kepada para disampaikan sebelumnya melalui penelitian
pemegang saham dalam bentuk saham-saham yang teratur, tertib dan objektif.
yg dikeluarkan oleh perusahaan itu sendiri. Di 1. Hubungan Profitability dengan dividen
Indonesia saham yg dibagikan sebagai dividen tunai saham.
tersebut disebut saham bonus. Dengan Profitability yang tinggi kemungkin akan
demikian para pemegang saham mempunyai melaku pembagian laba atau dividen
jumlah lembar saham yang lebih banyak kepada pemegang saham atau perusahaan
setelah menerima Stock Dividen. Dividen tidak membagikan kepada kepada
saham dapat berupa saham yg jenis sama pemegang saham. Profitability yang
maupun yg jenis berbeda. meningkat perusahaan melihat peluang-
Penelitian terdahulu peluang dalam bisnis, sehingga laba yang
Beberapa penelitian terdahulu diperoleh di tahan untuk dinvestasikan
tentang IOS sudah pernah dilakukan kembali.
diantaranya oleh : 2. Hubungan kesempatan investasi
1. Sadalia dan Syafitri (2008) yang menguji (Investment Oppurtunity Set ) deviden
pengaruh profitability dan IOS terhadap tunai saham. Kesempatan investasi dapat
dividen tunai perusahaan terbuka di Bursa diukur dengan peningkatan aktiva tetap
Efek Indonesia. Hasilnya menunjukkan bersih. Hal ini sesuai dengan format
bahwa IOS tidak berpengaruh pada laporan arus kas ( statement of cash flow )
dividen tunai. yang mengukur investasi dari aktiva tetap

44 Jurnal SAINTIKOM Vol. 13, No. 1, Januari 2014


Suardi, Suharsil, Jufri, Pengaruh Profitabilitas Dan Invesment………

berwujud dan investasi jangka panjang. 3. Profitabilitas dan Investmen Opportunity


kesempatan untuk melakukan investasi Set berpengaruh positif dan signifikan
kebijakan yang harus diambil oleh secara serempak (simultant) terhadap
Manajemen adalah memutuskan apakah deviden tunai.
laba yang diperoleh perusahaan selama
satu periode akan dibagi semua atau METODELOGI PENELITIAN
dibagi sebagian untuk dividen dan Dalam penelitian ini variabel dapat
sebagian lagi tidak dibagi dalam bentuk diartikan sebagai segala sesuatu yang akan
laba ditahan. menjadi objek pengamatan penelitian.
Berdasarkan kerangka pemikiran Variabel-variabel yang dioperasionalkan dalam
tersebut maka penulis membuat model penelitian ini adalah variabel-variabel yang
Penelitian sebagai berikut : terkandung dalam hipotesis, maka perlu
didefenisikan untuk memudahkan penelitian
yang mana data diperoleh dari data sekunder
melalui situs resmi Bursa Efek Indonesia yaitu
www.bei.co.id sebagai berikut :
1. Teknik Pengumpulan data.
Menurut Kuncoro (2003:103), populasi
adalah kelompok elemen yang lengkap, dan
biasanya berupa orang, objek, transaksi atau
kejadian dimana kita tertarik untuk
Gambar I.1 Kerangka Pemikiran Penelitian mempelajarinya menjadi objek penelitian.
Sumber : olahan penulis, 2013 Dalam penelitian ini adalah seluruh
perusahaan sektor perbankan terbuka (go
Dimana : public) yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia
X1 = Profitability (Independent Variable) sebayak 27 bank, maka di dalam penelitian ini
X2 = Investment Opportunity Set penulis mengambil sampel dari sektor
(Independent Variable) perbankan perusahaan Bursa Efek Indonesia
Y = Deviden Tunai (Dependent Variable) (BEI) yang tercatat dari tahun 2007 – 2011.
Sumber data sekunder adalah data – data
Hipotesis yang dikumpulkan oleh peneliti melalui pihak
Hipotesis adalah perumusan jawaban kedua atau tangan kedua ( Usman, 2003 : 20 ).
sementara terhadap sesuatu soal yang dan bersifat kuantitatif yang bersumber dari
dimaksudkan sebagai tuntunan sementara study dokumentasi dan perpustakaan
dalam penyelidikan untuk mencapai jawaban mengumpulkan dan mengolah data dan
yang sebenarnya. Dalam Penelitian ini penulis informasi yang diperoleh yang berhubungan
membuat hipotesis penelitian sebagai berikut: dengan masalah yang diteliti.
1. Profitabilitas berpengaruh positif dan
signifikan terhadap terhadap deviden 2. Analisis Data
tunai saham. Analisis Kuantitatif yaitu menggunakan
2. Investmen opportunity set berpengaruh analisis kuantitatif melalui perhitungan
positif dan signifikan terhadap deviden statistik dengan menggunakan Uji Interaksi
tunai sering disebut Moderated Regretion Analysis
(MRA) yaitu :

Jurnal SAINTIKOM Vol. 13, No. 1, Januari 2014 45


Suardi, Suharsil, Jufri, Pengaruh Profitabilitas Dan Invesment………

Y = a + b1 X1+ b2 X2 +  dengan nilai VIF tinggi (karena VIF =


1/Tolerance).
Dimana ;
3. Uji Heteroskedastisitas
Y : eviden Tunai Saham (Dependent variable) Uji Heteroskedastisitas bertujuan
X1 : Profitability (Independent variable) menguji apakah dalam model regresi terjadi
ketiadaksamaan variance dari residual suatu
X2 :Investmen Opportunity Set/IOS
pengamatan ke pengamatan yang lain. Jika
(Independent variable)
variance dari residual satu pengamatan ke
a : Konstanta pengamatan yang lain tetap, maka disebut
b : Kemiringan Homokedastisitas dan jika berbeda disebut
Heteroskedastisitas (Ghozali, 2005 : 105).
 : Standar Eror (kesalahan penduga),
Berdasarkan data yang telah diperoleh
Uji interaksi merupakan sebuah kemudian diolah dan dianalisa, proses
pengujian apakah likuiditas dapat pengolahan dengan IBM SPSS 20.00 Statistic.
memperkuat Profitabilitas dan IOS terhadap
Deviden ataukah malah sebaliknya, Likuiditas B. Uji Hipotesis
memperlemah Profitabilitas dan IOS terhadap Hipotesis pada dasarnya adalah suatu
Deviden. anggapan yang mungkin benar dan sering
digunakan sebagai dasar pembuatan
A. Uji Asumsi Klasik keputusan, pemecahan persoalan maupun
1. Uji Normalitas dasar penelitian lebih lanjut.
Dilakukan untuk melihat apakah dalam
model regresi variabel bebas dan variabel 1. Uji Serempak
terikat memiliki data yang berdistribusi Pengujian ini dilakukan untuk
normal atau tidak. Dengan menggunakan mengetahui apakah Profitabilitas dan
grafik, untuk mengetahui apakah data Kesempatan Investasi secara serempak
berdistribusi normal atau mendekati normal berpengaruh signifikan terhadap deviden
bisa juga dilakukan dengan menggunakan uji pada level pengujian hipotesis 5% dengan
statistik non parametrik Kolmogorov-Smirnov uji F hipotesis yang digunakan.
yaitu dengan menggunakan tabel Hipotesis untuk pengujian secara
Kolmogorov-Smirnov Test (Ghozali, 2005:68). serempak adalah :
2. Uji Multikolonieritas H0 : β1 = β2 = 0
Tujuan dari uji multikolonieritas adalah, artinya tidak terdapat pengaruh yang
untuk menguji apakah model regresi signifikan secara serempak antara variabel
ditemukan adanya korelasi antar variabel independen (Profitabilitas dan Kesempatan
bebas. Model regresi yang baik adalah, apabila Investasi) terhadap variabel dependen
tidak terjadi korelasi diantara variabel bebas. (deviden tunai).
Untuk mendeteksi ada atau tidak ada
Ha : β1 ≠ β2≠ 0
multikolonieritas di dalam model regresi
adalah dari (1) nilai tolerance dan lawannya artinya adanya pengaruh yang signifikan
(2)Variance Inflator Factor (VIF). Kedua ukuran secara serempak antara variabel
ini menunjukkan setiap variabel bebas independen (Profitabilitas dan Kesempatan
manakah yang dijelaskan variabel bebas Investasi) terhadap variabel dependen
lainnya. Jika nilai tolerance yang rendah sama (deviden tunai).

46 Jurnal SAINTIKOM Vol. 13, No. 1, Januari 2014


Suardi, Suharsil, Jufri, Pengaruh Profitabilitas Dan Invesment………

Pengujian menggunakan uji F dengan artinya terdapat pengaruh Kesempatan


kriteria pengambilan keputusan adalah : Ho Investasi yang signifikan terhadap deviden
diterima (Ha ditolak), apabila F hitung < F tabel tunai
atau sig F > . ditolak Ho (Ha diterima), Pengujian signifikan dengan kriteria
apabila f hitung > f tabel atau sig f < . pengaruh keputusan adalah : diterima Ho
2. Uji Persial (Ha ditolak) apabila t hitung < t tabel atau sig
Pengaruh individu variabel bebas t > . ditolak Ho (Ha diterima), apabila t
terhadap variabel terikat adalah sebagai hitung > t tabel atau sig t < .
berikut : 3. Koefisien Determinan (R2)
a. Pengaruh Profitabilitas terhadap deviden Koefisien Determinasi (R2) bertujuan
tunai saham untuk mengetahui seberapa besar
Hipotesisnya : kemampuan variabel independen menjelaskan
variabel dependen. Pengolahan data
H0 : β1 = 0
menggunakan computer dengan perangkat
artinya tidak terdapat pengaruh lunak IBM SPSS Statistic 20. Koefisien
Profitabilitas yang signifikan terhadap determinasi terletak pada Tabel Model
Deviden Tunai Summary dan tertulis R Square. Untuk
H0 : β1 ≠ 0, memberikan interprestasi seberapa kuat
hubungan antara variabel penelitian tersebut,
artinya terdapat pengaruh Profitabilitas penulis menetapkan patokan rujukan nilai
yang signifikan terhadap Deviden Tunai interval sebagai berikut :
Pengujian signifikan dengan kriteria 0,00 – 0,199 : Hubungan sangat lemah
pengaruh keputusan adalah : diterima Ho 0,20 – 0,399 : Hubungan lemah
(Ha ditolak) apabila t hitung < t tabel atau sig t 0,40 – 0,599 : Hubungan sedang
> . ditolak Ho (Ha diterima), apabila t 0,60 – 0,799 : Hubungan kuat
hitung > t tabel atau sig t < . 0,80 – 1,00 : Hubungan sangat kuat
b. Pengaruh kesempatan investasi terhadap
4. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Tabel 4.7. Hasil Uji Statistik Koefisien Analisis Kuantitatif yaitu menggunakan
Regresi analisis kuantitatif melalui perhitungan
devidenTunai statistik dengan menggunakan uji interaksi
Hipotesisnya : sering disebut Moderated Regretion Analisys
H0 : β2 = 0, (MRA)
a
Coefficients
artinya tidak terdapat pengaruh
Kesempatan Investasi yang signifikan
terhadap deviden saham.

a. Dependent Variable: Deviden Payout Rasio/DPR


H0 : β2 ≠ 0,

Sumber : Hasil Perhintungan Data dengan IBM


SPSS 20.00 Statistics

Jurnal SAINTIKOM Vol. 13, No. 1, Januari 2014 47


Suardi, Suharsil, Jufri, Pengaruh Profitabilitas Dan Invesment………

Berdsarkan Tabel 4.7. Di atas dapat Output histogram di atas menunjukan pola
dibuat persamaan regresi sebagai berikut : distribusi normal
Gambar 4.2 Normalitas Data
Y = 0,096 – 0.006 X1+ 0.004 X2 + 
Persamaan regresi linier ganda
menjelaskan bahwa koefisien X1 (Profitabitas)
negatif yaitu -0,006, hal ini menunjukan
bahwa profitabilitas adalah tidak searah
dengan deviden tunai saham , berarti
profitabilitas mempunyai pengaruh negatif
terhadap deviden tunai. Koefisien regresi (X2)
invesment opportunity set (IOS) nilainya
positif yaitu sebesar 0.004, ini menunjukkan
bahwa invesment opportunity set (IOS)
memiliki pengaruh positif terhadap deviden Grafik normal pola menunjukan
tunai. Dari persamaan regresi terlihat bahwa penyebaran titik –titik di sekitar garis
pengaruh yang paling dominan diagonal, dan mengikuti garis diagonal
mempengaruhi tingkat deviden tunai saham mengindikasikan model regresi memenuhi
adalah variabel invesment opportunity set asumsi normalitas.
(IOS).
2. Uji Multikolonieritas
4.1. Uji Asumsi Klasik Tujuan dari uji multikolonieritas adalah,
untuk menguji apakah model regresi
1. Uji Normalitas ditemukan adanya korelasi antar variabel
Pada output IBM SPSS 20.00 statistic bebas. Model regresi yang baik adalah, apabila
pada bagian Normal P-P Plot of Regresion tidak terjadi korelasi diantara variabel bebas.
Standardized Residual, dapat dijelaskan bahwa
titik-titik (data-data) cendrung lurus mengikuti Tabel 4.8. Hasil Uji Multikolonieritas
a
Coefficients
garis diagonal sehingga data dalam penelitian
ini cendrung berdistribusi normal, seperti
gambar dibawah.

a. Dependent Variable: Deviden Payout Rasio/DPR


Sumber : Hasil Perhintungan Data dengan IBM
SPSS 20.00 Statistics
a
ollinearity Diagnostics

48 Jurnal SAINTIKOM Vol. 13, No. 1, Januari 2014


Suardi, Suharsil, Jufri, Pengaruh Profitabilitas Dan Invesment………

meningidikasikan tidak terjadi


heteroskedastisitas.
4. Uji Hipotesis
Untuk mengetahui “Pengaruh yang
signifikan antara Profitabilitas dan Invesment
opportunity set/IOS terhadap Deviden Tunai
a. Dependent Variable: Deviden Payout Rasio/DPR Saham” secara simultan dengan
Sumber : Hasil Perhintungan Data dengan IBM menggunakan IBM SPSS 20.00 Statistics
SPSS 20.00 Statistics
diperoleh persamaan regresinya dari output
SPSS sebagai berikut:
Berdasarkan tabel 4.8. nilai VIF diketahui
sebesar 1,003 yang berarti lebih kecil dari 10.
a. Uji F ( Uji Serempak )
Dengan demikian dapat disimpulkan tidak
Untuk mengetahui pengaruh variabel
terjadi multikolinieritas meskipun terdapat
bebas terhadap variabel terikat yaitu
korelasi sesama variabel bebas sebesar 0.08.
“Profitabilitas dan Invesment opportunity
Nilai eigenvalue sebesar 1,514 berada jauh
set/IOS organisasi secara serempak terhadap
diatas nol pada model 1. Ini menunjukkan
Deviden Tunai” dengan menggunakan IBM
tidak pengeluaran Variabel bebas.
SPSS 20.00 Statistics dan tingkat keyakinan 95
3. Uji Heteroskedastisitas % (α = 5%).
Uji Heteroskedastisitas bertujuan Tabel 4.9. Hasil Uji Statistik
menguji apakah dalam model regresi terjadi secara Simultan
b
ketiadaksamaan variance dari residual suatu ANOVA
pengamatan ke pengamatan yang lain. Jika
variance dari residual satu pengamatan ke
pengamatan yang lain tetap, maka disebut
Homokedastisitas dan jika berbeda disebut
Heteroskedastisitas (Ghozali, 2005 : 105).
a. Predictors: (Constant), Invesment oppotunity Set/IOS,
Gambar 4.9. Heteroskedastisitas Profitability
b. Dependent Variable: Deviden Payout Rasio/DPR
Sumber : Hasil olahan data IBM SPSS 20.00
statistic
Pada tabel 4.9. di atas terlihat nilai F
hitung adalah 2,514 dan nilai signifikan 0,102.
Diketahui F tabel dengan tingkat kepercayaan
95% (α = 5%) adalah 4.04. maka Fhitung <
Ftabel (2,514 < 4.04). demikian juga nilai
sign(0.102) > α (0.05), maka Ho diterima dan
menolak Ha. Kesimpulan bahwa dalam
penelitian ini Profitabilitas dan Invesment
opportunity set/IOS secara serempak
Berdasarkan gambar 4.2 terdapat pola (simultan) berpengaruh positif dan signifikan
bahwa titik – titk menyebar di atas dan terhadap deviden tunai di Perusahaan Bursa
dibawah angka sepuluh pada sumbu Y maka Efek Indonesia (BEI) sektor perbankan.

Jurnal SAINTIKOM Vol. 13, No. 1, Januari 2014 49


Suardi, Suharsil, Jufri, Pengaruh Profitabilitas Dan Invesment………

b. Uji Parsial, Pengaruh Profitabilitas 5. Koefisien Determinan (R2)


Terhadap Deviden Tunai. Pengujian Goodness of Fit adalah
Tabel 4.10. Hasil Uji Statistik untuk menentukan kelayakan suatu model
secara Parsial regresi, yang dapat dilihat dari nilai R square
a
Coefficients hasil pengolahan data. Nilai R square dapat
dilihat tabel dibawah ini.
Tabel 4.11 Koefisien Determinan (R2)
b
Model Summary

a. Dependent Variable: Deviden Payout Rasio/DPR


Sumber : Hasil olahan data IBM SPSS 20.00 statistic
Secara Parsial diketahui pengaruh a. Predictors: (Constant), Invesment oppotunity Set/IOS, Profitability
b. Dependent Variable: Deviden Payout Rasio/DPR
Profitabilitas Terhadap Deviden Tunai dapat
Sumber : Hasil Perhintungan Data dengan IBM
dilihat pada tabel 4.10 di atas diperoleh nilai SPSS 20.00 Statistics
thitung sebesar -,400 dan nilai signifikansi Koefisien determinasi atau nilai R
0.692, sedangkan nilai tabel pada tingkat Square terlihat pada tabel 5.11 adalah 0.173
kepercayaan 95% (α = 0,05), degree of bahwa variabel Profitabilitas dan Invesment
freedom (df) 25 (27-2) adalah 1,708. karena opportuncity set/IOS terhadap Deviden Tunai
nilai thitung < ttabel ( -04.00 < 1,708) dan saham perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI)
signifikan t >  (0,692 > 0.05), maka Ho sektor perbankan. sebesar 17,3 %, dan 82,7 %
diterima dan Ha ditolak, bahwa Profitabilitas dipengaruhi oleh variabel lainnya, tetapi
berpengaruhi dan signifikan terhadap deviden korelasi tidak begitu kuat atau dikata lain
Tunai saham Perusahaan Bursa Efek Indonesia lemah, tetapi model regresi dalam penelitian
(BEI) sektor perbankan. ini dapat digunakan untuk estimasi.

c. Uji Parsial, Pengaruh Invesment SIMPULAN


opportunity set/IOS Terhadap Deviden Berdasarkan analisis dan pembahasan
Tunai saham. yang telah diuraikan pada bagian terdahulu
Secara Parsial diketahui pengaruh dapat dikemukakan kesimpulan sebagai
Invesment opportunity set/IOS Terhadap berikut:
Deviden Tunai dapat dilihat pada tabel 4.10 di 1. Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI)
atas diperoleh nilai thitung sebesar 2,183 dan sektor perbankan, memiliki laba bersih
nilai signifikansi 0.039, sedangkan nilai tabel rata-rata meningkat dari tahun 2007-2011
pada tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05), sebesar 51%, aktiva tetap bersih rata-rata
degree of freedom (df) 25 (27-2) adalah meningkat dari tahun 2007-2011 sebesar
1,708. karena nilai thitung > ttabel ( 2.183 > 31%, dan deviden tunai saham sebesar
1,708 ), dan signifikan t <  (0,039 < 0.05) 38%.
maka Ho ditolak dan Ha diterima, bahwa 2. nilai thitung < ttabel ( -4.00 < 1,708) dan
Invesment opportunity set/IOS berpengaruhi signifikan t >  (0,692 > 0.05), maka Ho
positif dan bahwa signifikan terhadap diterima dan Ha ditolak, bahwa
deviden tunai saham sektor perbankan. Profitabilitas berpengaruhi dan signifikan

50 Jurnal SAINTIKOM Vol. 13, No. 1, Januari 2014


Suardi, Suharsil, Jufri, Pengaruh Profitabilitas Dan Invesment………

terhadap Deviden Tunai Perusahaan Bursa Djumahir. 2009. Pengaruh Biaya Agensi,
Efek Indonesia (BEI) sektor perbankan. Tahap Daur Hidup Perusahaan, dan
3. nilai thitung > ttabel ( 2.183 > 1,708 ), dan Regulasi terhadap Kebijakan Dividen p
signifikan t <  (0,039 < 0.05) maka Ho ada Perusahaan Manufaktur di Bursa
ditolak dan Ha diterima, bahwa Invesment Efek Indonesia. Jurnal Manajemen
opportunity set/IOS berpengaruhi positif dan Kewirausahaan, Vol. 11, No. 2
dan bahwa signifikan t <  (0,039 < 0.05) September 2009: 144-153.
terhadap Deviden Tunai Perusahaan Bursa
Efek Indonesia (BEI) sektor perbankan. Elyzabet. 2009. Pengaruh Profitabilitas
4. Koefisien determinasi adalah 0.173 bahwa dan Kesempatan Investasi terhadap
variabel Profitabilitas dan Invesment Kebijakan Dividen, Jurnal Akuntansi
opportunity set/IOS terhadap Devideen Vol.1 No.1 Mei 2009: 70-84.
Tunai perusahaan Bursa Efek Indonesia
(BEI) sektor perbankan. sebesar 17,3 %, Gitosudarmo, Basri. 2002. Manajemen
dan 82,7 % dipengaruhi oleh variabel keuangan, Yogyakarta: BPFE.
lainnya.
Harahap, Syafri, Sofyan. 2001. Teori Akuntansi.
DAFTAR PUSTAKA Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada.
Awat, N. J. 2001. Manajemen Keuangan:
Pendekatan Matematis. Jakarta : Hartono, Jogiyanto. 2003. Teori Portofolio dan
Gramedia Pustaka Utama. Analisis Investasi. Yogyakarta: Edisi 2,
BPFE.
Arikunto, Suhartimi. 2002. Metode Penelitian.
Jakarta: Angkasa. Hanafi, Mamduh M. 2004. Manajemen
Keuangan. Cetakan Pertama.
Ardi Hamzah. 2005. Analisis Rasio Likuiditas,
Yogyakarta: BPFE.
Profitabilitas, Aktivitas, Solvabilitas,
Dan Investment Opportunity Set . Halim. 2005. Analisis Investasi. Jakarta:
Dalam Tahapan Siklus Kehidupan Salemba Empat.
Perusahaan Manufaktur Yang
Terdaftar Di Bursa Efek Jakarta (BEJ) Ikatan Akuntan Indonesia. 2004. Standar
Tahun 2001-2005”. Jurusan Akuntansi Keuangan. per 1 Oktober
Akuntansi FE Universitas Trunojoyo. 2004. Jakarta : Salemba Empat.

Brigham, Houston. 2004. Dasar-Dasar Julianto dan Hartono. 2002. Confirmatory


manajemen keuangan. Jakarta: factor Analysis Gabungan proksi
Salemba Empat. Investment Opportunity Set dan
Hubungannya terhadap Realisasi
De Angelo, H., L. De Angelo dan RM Stulz. Pertumbuhan. Simposium Nasional
2006. Dividend Policy and the Akuntansi 5.pp.192-212.
Earned/Contributed Capital Mix: a Test
of Life Cycle Theory. Journal of Jogiyanto. 2009. Teori Portofolio dan
Financial Economics, Vol. 81: 227-254 Analisis Investasi. Edisi Keenam.

Jurnal SAINTIKOM Vol. 13, No. 1, Januari 2014 51


Suardi, Suharsil, Jufri, Pengaruh Profitabilitas Dan Invesment………

Yogyakarta: BPFE. Di Bursa Efek Indonesia. Jurnal


Manajemen Bisnis, Volume 1,
Munawir S. 2002. Analisis Informasi Nomor 3, September 2008:103-108
Keuangan. Yogyakarta: Liberty.
Sartono, R. Agus. 2001. Ringkasan Teori
Manajemen Keuangan, Edisi Ketiga,
Mahadwartha dan Hartono. 2002. Uji Teori
Yogyakarta: BPFE.
Keagenan Dalam Hubungan
Interdependensi Antara Kebijakan
Subekti, Imam dan Kusuma, Indra Wijaya.
Hutang dan Kebijakan Dividen. Makalah
2001. Asosiasi antara Set Kesempatan
Seminar, Simposium Nasional
Investasi dengan Kebijakan Pendanaan
Akuntansi V, Ikatan Akuntansi
dan Dividen Perusahaan, serta
Indonesia, p.635-647.
Implikasinya pada Perubahan
Harga Saham. Jurnal Riset
Norpratiwi, M.V. Agustina. 2007. Analisis
Akuntansi Indonesia, 4 (1): hal:44-63.
Korelasi Investment Opportunity Set
terhadap Return Saham (pada Saat
Pelaporan Keuangan Perusahaan), Sugiyono. 2007. Metode Penelitian Bisnis.
Jurnal Akuntansi dan Manajemen XVII Cetakan ke-10. Bandung:
(1). hal. 9-22
Sutrisno. 2009. Manajemen Keuangan : Teori,
Riadi dan Ngadlan. 2006. Pengaruh Konsep & Aplikasi. Ekonisia
Investment Opportunity Set (IOS)
Dengan Tingkat Pertumbuhan Tatang Ary Gumanti dan Novi Puspitasari.
(Sustainable Growth) diBursa Efek 2008. Siklus Kehidupan Perusahaan
Jakarta. Pekanbaru: Universitas Riau. dan Kaitannya dengan Investment
Opportunity Set, Resiko, dan Kinerja
Simamora, Henry. 2000. Akuntansi Basis Finansial. Jurnal Riset Ekonomi dan
Pengambilan Keputusan Bisnis. Bisnis Vol.8 No. I Maret 2008.
Jakarta: Salemba Empat.

Soetrisno. 2000. Dasar-Dasar Manajemen


Keuangan, Ekonisia, Yogyakarta : UII.

Supranto, 2009. Statistik Teori dan Aplikasi.


Jakarta: Erlangga.

Sundjaja, Barlian. 2002. Manajemen


Keuangan. Jakarta: PT. Prenhallindo.

Sadalia dan Syafitri. 2008. Pengaruh


Profitability dan Investment
Opportunity Set Terhadap Dividen
Tunai Pada Perusahaan Terbuka

52 Jurnal SAINTIKOM Vol. 13, No. 1, Januari 2014