Anda di halaman 1dari 7

PEMISAHAN ALAT- ALAT Disahkan oleh Kepala

: UPTD Puskesmas
No. Kode
Selomerto I
Terbitan :

No. Revisi :

SPO Tgl. Mulai Berlaku :


Dr. Sumanto
UPTD Halaman :
PUSKESMAS NIP.19640909 200212 1 001
SELOMERTO 1

 Alat – alat yang terpakai terjaga kebersihanya / steril sehingga siap di


1. Tujuan
pakai
 Alat – alat steril tidak terkontaminasi dengan yang kotor sehingga
diharapkan jika ada kegawat daruratan dapat segera di pakai
 Mencegah terjadinya infeksi silang
 Mencegah peralatan cepat rusak
2. Kebijakan Sebagai pedoman untuk pemisahan alat - alat yang bersih dan alat
yang kotor, alat yang memerlukan sterilisasi, alat yang membutuhkan
perawatan lebih lanjut (tidak siap pakai), serta alat-alat yang
membutuhkan persyaratan khusus untuk peletakannya

2. Ruang lingkup Puskesmas Selomerto 1

3. Definisi  Pemisahan alat adalah kegiatan memilah – milah alat dan


memisahkannya dalam tempat yang berbeda, pemisahan alat disini
meliputi pemisahan alat yang bersih dan alat yang kotor, alat yang
memerlukan sterilisasi, alat yang membutuhkan perawatan lebih
lanjut (tidak siap pakai), serta alat-alat yang membutuhkan
persyaratan khusus untuk peletakannya.
 Alat bersih adalah alat – alat medis yang telah dipergunakan dan
sudah di cuci atau dibersihkan,
 Alat kotor adalah alat – alat medis yang telah dipergunakan tetapi
belum dicuci atau dibersihkan,
 Alat yang memerlukan sterilisasi adalah alat medis yang sudah dicuci
atau dibersihkan, namun dalam penggunaannya perlu disterilkan
 Alat yang membutuhkan perawatan lebih lanjut adalah alat yang
tidak bisa segera digunakan karena membutuhkan perbaikan atau
penggantian suku cadang,
 Alat yang membutuhkan persyaratan khusus untuk peletakannya
adalah alat yang dalam peletakan dan penyimpanannya harus
memperhatikan ketentuan – ketentuan khusus, jika tidak akan
mengurangi fungsi alat tersebut atau alat tersebut bisa mengalami
kerusakan.
4. Prosedur 1. Koordinator barang mengidentifikasi alat – alat
yang ada di ruang perawatan yaitu BP Umum, KIA, Poli Gigi,
Kesling, Gizi, UGD dan ruang rawat inap,
2. Koordinator barang mengelompokkan alat – alat
tersebut kedalam jenis – jenis alat yang membutuhkan
sterilisasi, alat yang membutuhkan perawatan lebih lanjut
(tidak siap pakai), serta alat-alat yang membutuhkan
persyaratan khusus untuk peletakannya,
3. Koordinator barang membuat daftar alat – alat
yang membutuhkan sterilisasi, alat yang membutuhkan
perawatan lebih lanjut (tidak siap pakai), serta alat-alat
yang membutuhkan persyaratan khusus untuk
peletakannya,
4. Koordinator barang mensosialisasikan daftar
alat – alat tersebut kepada koordinator di tiap – tiap
ruangan,
5. Koordinator barang dan koordinator ruangan
mendiskusikan mengenai tempat – tempat terpisah yang
akan digunakan untuk meletakkan barang tersebut,
6. Koordinator barang memberikan kode untuk
masing – masing tempat yang akan digunakan untuk
meletakkan alat – alat tersebut,
7. Koordinator di tiap – tiap ruangan
menempelkan daftar alat tersebut di dalam ruangan dan
mensosialisasikan kepada semua petugas di masing –
masing ruangan termasuk tempat dank ode tempat yang
akan digunakan untuk meletakkan alat – alat tersebut,
8. Koordinator ruangan dan petugas ruangan
menyiapkan tempat untuk alat – alat tersebut,
9. Setiap akhir tugas/ shift tiap petugas di masing
– masing ruangan mengidentifikasi alat – alat yang ada di
ruangan masing – masing,
10. Petugas menggunakan handscoon sebelum
melakukan pemisahan,
11. Petugas di tiap ruangan memisahkan alat yang
kotor, alat yang bersih, alat – alat yang membutuhkan
sterilisasi, alat yang membutuhkan perawatan lebih lanjut
(tidak siap pakai), serta alat-alat yang membutuhkan
persyaratan khusus untuk peletakannya,
12. Petugas di tiap ruangan meletakkan alat – alat
yang membutuhkan sterilisasi, alat yang membutuhkan
perawatan lebih lanjut (tidak siap pakai) dan alat-alat yang
membutuhkan persyaratan khusus untuk peletakannya di
tempat sesuai dengan kode yang telah ditentukan,
13. Petugas mencuci alat yang kotor dengan air
mengalir dan mengeringkannya,
14. Petugas mensterilisasikan alat yang perlu
dsterilisasikan,
15. Petugas meletakkan atau menyimpan alat di
tempat yang sudah ditentukan,
16. Petugas di tiap ruangan mendokumentasikan
kegiatan yang telah dilakukan.
5. Diagram Alir

6. Referensi
7. Dokumen Terkait BP Umum, KIA, Poli Gigi, Kesling, Gizi, UGD dan ruang rawat inap

8. Distribusi

9. Rekaman Historis Perubahan

Tgl. Mulai
No Yang Dirubah Isi Perubahan
Diberlakukan
PEMISAHAN ALAT- ALAT
No. Kode :
Terbitan :
DAFTAR No. Revisi :
TILIK Tgl. Mulai berlaku :
UPTD PUSKESMAS Halaman :
SELOMERTO 1

TIDAK
NO KEGIATAN YA TIDAK BER
LAKU

1. Apakah koordinator barang mengidentifikasi alat –


alat yang ada di ruang perawatan yaitu BP Umum,
KIA, Poli Gigi, Kesling, Gizi, UGD dan ruang rawat
inap?
2. Apakah koordinator barang mengelompokkan alat –
alat tersebut kedalam jenis – jenis alat yang
membutuhkan sterilisasi, alat yang membutuhkan
perawatan lebih lanjut (tidak siap pakai), serta
alat-alat yang membutuhkan persyaratan khusus
untuk peletakannya?
3. Apakah koordinator barang membuat daftar alat –
alat yang membutuhkan sterilisasi, alat yang
membutuhkan perawatan lebih lanjut (tidak siap
pakai), serta alat-alat yang membutuhkan
persyaratan khusus untuk peletakannya?
4. Apakah koordinator barang mensosialisasikan
daftar alat – alat tersebut kepada koordinator di
tiap – tiap ruangan?
5. Apakah koordinator barang dan koordinator
ruangan mendiskusikan mengenai tempat –
tempat terpisah yang akan digunakan untuk
meletakkan barang tersebut?
6. Apakah koordinator barang memberikan kode
untuk masing – masing tempat yang akan
digunakan untuk meletakkan alat – alat tersebut?
7. Apakah koordinator di tiap – tiap ruangan
menempelkan daftar alat tersebut di dalam
ruangan dan mensosialisasikan kepada semua
petugas di masing – masing ruangan termasuk
tempat dank ode tempat yang akan digunakan
untuk meletakkan alat – alat tersebut?
8. Apakah koordinator ruangan dan petugas ruangan
menyiapkan tempat untuk alat – alat tersebut?
9. Apakah setiap akhir tugas/ shift tiap petugas di
masing – masing ruangan mengidentifikasi alat –
alat yang ada di ruangan masing – masing?
10 Apakah petugas menggunakan handscoon
sebelum melakukan pemisahan?
11. Apakah petugas di tiap ruangan memisahkan alat
yang kotor, alat yang bersih, alat – alat yang
membutuhkan sterilisasi, alat yang membutuhkan
perawatan lebih lanjut (tidak siap pakai), serta
alat-alat yang membutuhkan persyaratan khusus
untuk peletakannya?
12. Apakah petugas di tiap ruangan meletakkan alat –
alat yang membutuhkan sterilisasi, alat yang
membutuhkan perawatan lebih lanjut (tidak siap
pakai) dan alat-alat yang membutuhkan
persyaratan khusus untuk peletakannya di tempat
sesuai dengan kode yang telah ditentukan?
13. Apakah petugas mencuci alat yang kotor dengan
air mengalir dan mengeringkannya?
14. Apakah petugas mensterilisasikan alat yang perlu
dsterilisasikan?
15. Apakah petugas meletakkan atau menyimpan alat
di tempat yang sudah ditentukan?
16. Apakah petugas di tiap ruangan
mendokumentasikan kegiatan yang telah
dilakukan?

CR =
Selomerto, 2013
Pelaksana /Auditor