Anda di halaman 1dari 36

PEDOMAN PENGORGANISASIAN UKP

DI PUSKESMAS CILACAP SELATAN II

UPTD PUSKESMAS CILACAP SELATAN II


DINAS KESEHATAN KABUPATEN CILACAP
2018
KATA PENGANTAR

Bismillahirrahmaanirrahim
Assalamu’alaikum Wr.Wb.
Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT, seraya berharap semoga segala
aktifitas senantiasa mendapat petunjuk dan ridho-Nya. Atas kekuatan-Nya akhirnya
kami dapat menyelesaikan penyusunan Pedoman pengorganisasian unit kerja
perorangan (UKP) UPTD Puskesmas Cilacap Selatan II yang merupakan salah satu
persyaratan administrasi dalam rangka penerapan tata kelola puskesmas.
Sejalan dengan tuntutan masyarakat dan pemerintah terhadap pelayanan
kesehatan yang diselenggarakan oleh puskesmas, maka puskesmas harus dikelola
sesuai praktik bisnis yang sehat. Dalam upaya memenuhi tuntutan tersebut puskesmas
harus memiliki panduan dalam pengelolaannya. Pola Pedoman pengorganisasian unit
kerja perorangan (UKP) merupakan peraturan internal yang harus dipenuhi oleh
Organisasi Perangkat Pemerintah Daerah atau Unit Kerja yang akan menerapkan Pola
Pedoman pengorganisasian unit kerja puskesmas ini adalah merupakan aturan dasar
yang mengatur tata cara penyelenggaraan Puskesmas, diharapkan dapat menjadi
pedoman dalam melaksanakan kegiatan operasional pelayanan UPTD Puskesmas
Cilacap Selatan II.
Penyusunan pola Pedoman pengorganisasian unit kerja perorangan (UKP) ini
dapat kami selesaikan atas dukungan dari berbagai pihak, oleh karena itu kami
mengucapkan terima kasih yang sebesar – besarnya atas kerjasamanya kepada semua
pihak. Akhirnya kami berharap semoga pola dasar Pedoman pengorganisasian unit
kerja perorangan (UKP) ini dapat digunakan sebagai aturan dan landasan serta
pedoman dalam pelaksanaan operasional UPTD Puskesmas Cilacap Selatan II.
Wassalamualaikum Wr Wb”
Kepala UPTD Puskesmas Cilacap Selatan II

Dr. Reza Prima Muharama


NIP. 19791121 20101 1 012
DAFTAR ISI

BAB I : Pendahuluan
BAB II : Gambaran Umum FKTP
BAB III : Visi, Misi, Falsafah, Nilai dan Tujuan FKTP
BAB IV : Struktur Organisasi FKTP
BAB V : Struktur Organisasi Unit Kerja
BAB VI : Uraian Jabatan
BAB VII : Tata Hubungan Kerja
BAB VIII : Pola Ketenagaan dan Kualifikasi Personil
BAB IX : Kegiatan Orientasi
BAB X : Pertemuan/ Rapat
BAB XI : Pelaporan
1) Laporan Harian
2) Laporan Bulanan
3) Laporan Tahunan
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pola Pengelolaan Keuangan UPTD Puskesmas yaitu suatu pola pengelolaan
keuangan yang memberikan fleksibilitas berupa keleluasaan untuk menerapkan
praktek-praktek bisnis yang sehat untuk meningkatkan pelayanan kepada
masyarakat dalam rangka memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan
kehidupan bangsa, sebagai pengecualian dari ketentuan pengelolaan keuangan
daerah pada umumnya.
Salah satu persyaratan yang harus dipenuhi Puskesmas yang akan
menerapkan pola pengelolaan UPTD sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri
Nomor 61 Tahun 2007 adalah persyaratan administratif berupa pedoman Pedoman
pengorganisasian unit kerja puskesmas UPTD Puskesmas.
UPTD Puskesmas Cilacap Selatan II sebagai unit pelaksana teknis di
lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap yang memiliki tugas dan fungsi
memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, akan memenuhi
persyaratan sebagaimana yang ditetapkan dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri
Nomor 61 Tahun 2007 tersebut untuk menjadi Badan Layanan Umum Daerah.
Pola Pedoman pengorganisasian unit kerja puskesmas ini akan menjadi
acuan tertulis yang sangat penting dalam berinteraksi dalam menjalankan peran
sebagai penyedia jasa layanan publik yang diharapkan dapat meningkatkan nilai
(value) serta citra UPTDD Puskesmas Cilacap Selatan IIdalam jangka panjang.

B. Pengertian Pola Pedoman pengorganisasian unit kerja puskesmas


Mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 61 Tahun 2007
tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah
(UPTD) Pasal 13, pola Pedoman pengorganisasian unit kerja puskesmas
merupakan peraturan internal Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) atau Unit
Kerja yang akan menerapkan Pola Pengelolaan Keuangan (PPK) UPTD.
Selanjutnya dalam pasal 31 dan 32 disebutkan, UPTD beroperasi berdasarkan pola
Pedoman pengorganisasian unit kerja puskesmas atau peraturan internal, yang
memuat antara lain :

1. Struktur organisasi; menggambarkan posisi jabatan, pembagian tugas,


fungsi, tanggung jawab, dan wewenang dalam organisasi.

2. Prosedur kerja; menggambarkan hubungan dan mekanisme kerja antar


posisi jabatan dan fungsi dalam organisasi.

3. Pengelompokan fungsi yang logis; menggambarkan pembagian yang


jelas dan rasional antara fungsi pelayanan dan fungsi pendukung yang
sesuai dengan prinsip pengendalian intern dalam rangka efektifitas
pencapaian organisasi.

4. Pengelolaan sumber daya manusia; merupakan pengaturan dan kebijakan


yang jelas mengenai sumber daya manusia yang berorientasi pada
pemenuhan secara kuantitatif dan kualitatif/kompeten untuk mendukung
pencapaian tujuan organisasi secara efisien, efektif, dan produktif.

C. Prinsip-prinsip Pedoman pengorganisasian unit kerja puskesmas


Prinsip-prinsip Pedoman pengorganisasian unit kerja puskesmas
Puskesmas sebagaimana disebutkan dalam PMK no 44 tahun 2016 terdiri dari :
1. Transparansi;
Merupakan azas keterbukaan yang dibangun atas dasar kebebasan arus
informasi agar informasi secara langsung dapat diterima bagi yang
membutuhkan.
2. Akuntabilitas;
Merupakan kejelasan fungsi, struktur, sistem yang dipercayakan pada UPTD
agar pengelolaannya dapat dipertanggungjawabkan.
3. Responsibilitas;
Merupakan kesesuaian atau kepatuhan dalam pengelolaan organisasi
terhadap prinsip bisnis yang sehat serta perundang-undangan.
4. Independensi;
Merupakan kemandirian pengelolaan organisasi secara profesional tanpa
benturan kepentingan dan pengaruh atau tekanan dari pihak manapun yang
tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan prinsip bisnis yang
sehat.

D. Tujuan Penerapan Pedoman pengorganisasian unit kerja puskesmas


Pola Pedoman pengorganisasian unit kerja puskesmas yang diterapkan
pada Puskesmas bertujuan untuk:
1. Memaksimalkan nilai Puskesmas dengan cara menerapkan prinsip
keterbukaan, akuntabilitas, dapat dipercaya dan bertanggung jawab.
2. Mendorong pengelolaan Puskesmas secara profesional, transparan dan
efisien, serta memberdayakan fungsi dan peningkatan kemandirian organ
Puskesmas.
3. Mendorong agar organisasi Puskesmas dalam membuat keputusan dan
menjalankan kegiatan senantiasa dilandasi dengan nilai moral yang tinggi
dan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku, serta
kesadaran atas adanya tanggung jawab sosial Puskesmas terhadap
stakeholder.
4. Meningkatkan kontribusi Puskesmas dalam mendukung kesejahteraan umum
masyarakat melalui pelayanan kesehatan.
Keberhasilan Puskesmas dalam menerapkan Pedoman pengorganisasian unit
kerja puskesmas yang baik bukan pada tersedianya infrastruktur dari Pedoman
pengorganisasian unit kerja puskesmas melainkan terletak kepada komitmen
dari pimpinan tertinggi puskesmas untuk melaksanakan Pedoman
pengorganisasian unit kerja puskesmas yang diikuti oleh seluruh staf dan
pegawai.Jadi tujuan dari adanya Pedoman Pedoman pengorganisasian unit kerja
puskesmas ini adalah sebagai acuan bagi individu puskesmas dalam
melaksanakan praktik-praktik Pedoman pengorganisasian unit kerja puskesmas
yang baik.
E. Ruang Lingkup
Ruang lingkup Pedoman pengorganisasian unit kerja puskesmas yang akan
diuraikan selanjutnya adalah sebagaimana tertuang dalam bab II dan bab III
meliputi:
1. Struktur organisasi dan prosedur kerja, yang menjelaskan struktur organisasi
UPTD Puskesmas Cilacap Selatan II, pengelompokan fungsi yang logis serta
uraian tentang prosedur kerja atau pola hubungan antarjabatan.
2. Struktur dan proses Pedoman pengorganisasian unit kerja puskesmas, yang
menjelaskan hak, kewajiban, wewenang dan tanggungjawab masing-masing
jabatan dalam pelaksanaan tugas, serta uraian tentang proses Pedoman
pengorganisasian unit kerja puskesmas dan pengaturan UPTD Puskesmas
Cilacap Selatan II.

F. Sumber Referensi Pola Pedoman pengorganisasian unit kerja puskesmas


a. Undang-undang no 29 tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran
b. Undang-undang no
c. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 75 Tahun 2014 tentang Pusat
Kesehatan Masyarakat (Puskesmas)
d. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 43 Tahun 2016 tentang Standar
Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan di Kabupaten/Kota
e. Peraturan Menteri Kesehatan nomor 44 tahun 2016 tentang Managemen
Puskesmas
f. Peraturan Bupati Cilacap Nomor 88 Tahun 2016 tentang Kedudukan,
Susunan Organisasi, tugas dan fungsi serta tata Kerja Dinas Kesehatan
Kabupaten cilacap
g. Peraturan Bupati Cilacap Nomor : 119 Tahun 2016 tentang
Pembentukan Susunan Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis
Daerah Kabupaten Cilacap pada Dinasdan Badan Daerah Kabupaten Cilacap

G. Perubahan Pola Pedoman pengorganisasian unit kerja puskesmas

Pola Pedoman pengorganisasian unit kerja Puskesmas ini akan direvisi


apabila terjadi perubahan terhadap peraturan perundang-undangan yang terkait
dengan pola Pedoman pengorganisasian unit kerja puskesmas Puskesmas
sebagaimana disebutkan di atas, serta disesuaikan dengan fungsi, tanggung
jawab, dan kewenangan organisasi Puskesmas serta perubahan lingkungan.

BAB II
GAMBARAN UMUM DAN PERILAKU PENDUDUK

A. KEADAAN GEOGRAFIS
UPTD Puskesmas Cilacap Selatan II secara administratif berada di :
- Jalan : Lingkar Selatan No.6
- Kelurahan : Tegalkamulyan
- Kecamatan : Cilacap Selatan
- Profinsi : Jawa Tengah
Peta administrasi lokasi Puskesmas sebagaimana terlihat pada gambar 2.1
UPTD Puskesmas Cilacap Selatan II

UPT
Puskesmas
Cilacap
Selatan II

Koordinat lokasi UPTD Puskesmas Cilacap Selatan II adalah :


- 07.43'.17,2” (LS) s.d 07.43'. 18,9” ( LS )
- 109.01 . 04,3” (BT) s.d109.01 .21,5” ( BT )
UPT Puskesmas Cilacap Selatan II merupakan daerah dataran rendah yang
terletak di selatan Kabupaten Cilacap, dengan batas-batas :
Sebelah Utara : berbatasan dengan Kelurahan Mertasinga
Sebelah Timur : berbatasan dengan selat Nusakambangan
Sebelah Barat : berbatasan dengan Kelurahan Sidanegara
Sebelah Selatan : samudra Indonesia

B. KEPENDUDUKAN
1. Penduduk
Penyebaran penduduk di wilayah kerja UPT Puskesmas Cilacap Selatan II cukup
merata. Berikut ini gambaran luas wilayah, jumlah kelurahan, jumlah penduduk,
jumlah rumah
tangga dan kepadatan penduduk di wilayah kerja UPTD Puskesmas Cilacap
Selatan II Tahun 2017
Grafik 2.2.
Jumlah penduduk dirinci menurut jenis kelamin dan umur di wilayah kerja UPTD
Puskesmas Cilacap selatan II tahun 2017
2,500
0 - 4 Th L
2,000 0 - 4 Th P
5 - 9 Th L
1,500
5 - 9 Th P
1,000 10 - 14 Th L
10 - 14 Th P
500 15 - 19 Th L
15 - 19 Th P
0
L P L P L P L P L P L P L P L P L P L P L P L P L P 20 - 24 Th L

0 - 4 5 - 9 10 - 15 - 20 - 25 - 30 - 35 - 40 - 45 - 50 - 55 - ≥ 60 20 - 24 Th P
Th Th 14 Th19 Th24 Th29 Th34 Th39 Th44 Th49 Th54 Th59 Th Th

Tabel 2.3.
Luas wilayah, jumlah kelurahan, jumlah penduduk, jumlah rumah tangga dan
kepadatan penduduk di wilayah kerja UPTD Puskesmas Cilacap Selatan II
Tahun 2017

No Kelurahan Luas Jumlah Jumlah Kepadatan


Wilayah Penduduk Rumah Penduduk
(Km2) Tangga (per Km2)

1 Cilacap 1,7 17.174 6.697 0,10

2 Tegalkamulyan 2,9 20.231 5.848 0,07

Jumlah 4,6 37.405 12.545 0,08

Penduduk di wilayah kerja UPTD Puskesmas Cilacap Selatan II


dikelompokkan menjadi penduduk produktif dan non produktif. Penduduk
produktif (usia 15 – 64 tahun) berjumlah 25.429 jiwa, sedangkan penduduk non
produktif ( usia 0 – 14 tahun dan 65 tahun ke atas) berjumlah 11. 976 jiwa
2. Ekonomi
a. Angka Beban Tanggungan (Dependency Ratio)
Angka Beban Tanggungan adalah angka untuk menyatakan
perbandingan antaranya banyaknya orang berumur tidak produktif (belum
produktif/umur dibawah 15 tahun dan tidak produktif lagi/umur 65 tahun ke
atas) dengan yang umur produktif (umur 15-64 tahun). Angka ini dapat
digunakan sebagai indikator yang secara kasar dapat menunjukkan keadaan
ekonomi suatu negara. Semakin tinggi presentade dependency ratio
menunjukkan semakin tinggi beban yang harus ditanggung penduduk yang
produktif untuk membiayai hidup penduduk yang yang belum produktif dan
tidak produktif lagi. Sedangkan persentase dependency ratio yang semakin
rendah menunjukkan semakin rendahnya beban yang ditanggung penduduk
yang produktif untuk membiayai penduduk yang belum produktif dan tidak
produktif lagi.
Angka beban tanggungan (dependency ratio) penduduk wilayah
UPTD Puskesmas Cilacap Selatan II tahun 2017 sebesar 47,96 % artinya 48
penduduk non produktif ditanggung oleh 100 penduduk produktif.

b. Pertumbuhan Ekonomi
Di wilayah kerja UPTD Puskesmas Cilacap Selatan II terdapat beberapa
industri yang terdiri dari besar, sedang dan kecil sebagaimana disajikan pada
tabel dibawah

Tabel 2.4.
Jumlah Perusahaan/Usaha Industri di Wilayah kerja UPTD Puskesmas Cilacap
Selatan II tahun 2017
No JENIS INDUSTRI JUMLAH PROSENTASE

1 Industri besar 2 4,65

2 Industri sedang 5 11,62

3 Industri kecil 16 37,21

4 Industri rumah tangga 20 46,51

Jumlah Total 43 100

3. Pendidikan
Tingkat pendidikan di wilayah kerja UPTD Puskesmas Cilacap Selatan II
pada tahun 2017 secara keseluruhan sudah mempunyai Sumber Daya Manusia
(SDM) yang baik. Kemampuan membaca dan menulis merupakan ketrampilan
minimum yang dibutuhkan untuk dapat menyerap informasi mengenai pola
hidup bersih dan sehat. Hal ini dapat dilihat dari jumlah penduduk dari tingkat
pendidikan.
Tabel 2.5.
Tabel jumlah penduduk menurut tingkat pendidikan di UPTD Puskesmas
Cilacap Selatan II Tahun 2017
N Kelurahan Tingkat Pendidikan
o
Tdk/Bl Tdk/Bl AK/ Univer
m m SD SMP SMU Diplo sitas
sekolah tamat ma
SD
1 Cilacap 4.72 3.58 6.178 477 695
0 6
2 Tegalkamulyan 3.58 2.92 4.285 302 581
6 4
Jumlah 8.30 6.51 10.46 779 1.276
6 0 3

4. Sosial budaya, perilaku dan lingkungan


Sarana peribadatan dan sarana lainnya sebagai berikut :
a. Tempat Ibadah berjumlah 68 buah
b. Sarana Pendidikan
Upaya kesehatan yang dilaksanakan di UPTD Puskesmas Cilacap
Selatan II tidak terlepas dari sekolah sebagai sarana kegiatan, diantaranya
program UKS, UKGS, Promkes, KRR dan program terkait lainnya. UPTD
Puskesmas Cilacap Selatan II memiliki sasaransekolah yang terdiri dari 9
TK, 13 SD, 1 SMP/MTs, 1 SMU, 1 SMK dan 1 MA. Kegiatan yang
dilaksanakan di sekolah-sekolah tersebut, diantaranya penyuluhan
kesehatan, PHBS Instansi, kantin sehat, kesehatan remaja,
c. Sarana Kesehatan
d. UPTD Puskesmas Cilacap Selatan II sebagai unit pelayanan kesehatan
tingkat pertama didukung oleh dua Balai Pengobatan dengan dua bidan
desa dan dua perawat di setiap sarana tersebut. Masing-masing Bidan desa
tersebut bertanggung jawab kepada Kepala UPT Puskesmas Cilacap
Selatan II dengan menyusun laporan setiap bulannya dan berkoordinasi
dengan pemegang program dalam pelaksanaannya setiap kegiatan di
wilayah kerjanya.
e. Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan salah satu sumber daya yang
sangat penting dalam setiap bidang kegiatan. Dengan SDM yang cukup baik
secara kuantitas maupun kualitas maka diharapkan proses yang dijalankan
akan berjalan dengan baik dan menghasilkan output yang baik pula.
f. UPTD Puskesmas Cilacap Selatan II pada tahun 2017 memiliki staf
sebanyak 32 orang, dengan kualifikasi tenaga medis sebanyak 4 orang,
tenaga paramedis (bidan dan perawat) sebanyak 18 orang, tenaga sanitarian
1 orang, tenaga gizi 1 orang, tenaga apoteker 1 orang, teanaga administrasi
2 orang dan lain-lain 4 orang. Gambaran ketenangan di UPT Puskesmas
Cilacap Selatan II dapat dilihat dalam tabel berikut.

g. Tabel 2.6.
Data Ketenagaan di Puskesmas Cilacap Selatan II Tahun 2017
N JENIS TENAGA PNS PTT WB MAGANG JUMLAH
O
I. STRUKTURAL
Ka. UPT 1 1
Ka. Tata Usaha 1 1

II. FUNGSIONAL
Dokter Umum 1 2 3
Dokter Gigi 1 1
Bidan Puskesmas 5 2 7
Bidan di Desa 2 2
Perawat 7 1 8
Perawat Gigi 1 1
Farmasi 1 1
Sanitarian 1 1
Gizi 1 1
III. ADMINISTRASI
Staf Administrasi
IV. LAIN-LAIN 1 1
4 4

JUMLAH 22 2 1 7 32

BAB III
Visi, Misi, Falsafah, Nilai dan Tujuan FKTP
Puskesmas Cilacap Selatan II
4.1. Visi dan Misi
A. VISI
Degan Paradikma Sehat Kita Wujudkan Masyarakat Sehat Mandiri

B. MISI
Misi uraiannya adalah sebagai berikut :
1. Meningkatkan Sarana dan Prasana
2. Meningkatkan Mutu Pelayanan
3. Meningkatkan Kwalitas Sumber Daya Mausia
4. Meningkatkan Upaya Promotif dan Prefentif Melalui Pemberdayaan
Masyarakat di Bidang Kesehatah
5. Meningkatkan Kerjasama harmonis lintas program dan lintas Setoral

C. Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah


TUJUAN
Tujuan ditetapkan dari analisis internal dan eksternal adalah sebagai berikut :
1) Menurunkan angka kesakitan dan angka kematian penyakit serta
mencegah meluasnya kejadian luar biasa (KLB).
2) Menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB) dan
prevalensi gizi buruk pada balita.
3) Meningkatkan kualitas lingkungan, kemampuan masyarakat untuk
berperilaku hidup bersih dan sehat serta kemandirian individu, keluarga
dan masyarakat.

4) Meningkatkan pembinaan, pengendalian dan pengawasan dalam rangka


ketersediaan, pemerataan, mutu dan pelayanan di bidang farmasi
termasuk obat asli Indonesia, makanan minuman dan perbekalan
kesehatan.
5) Meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pelayanan kesehatan.
6) Meningkatkan kualitas dan kuantitas sumber daya manusia kesehatan
melalui pendidikan dan pelatihan baik formal maupun informal.
7) Mengembangkan sistem informasi kesehatan terpadu dan penelitian
kesehatan sesuai perkembangan IPTEK.
8) Mewujudkan pembiayaan jaminan pemeliharaan kesehatan bagi
masyarakat khususnya masyarakat miskin dan rentan.

D. SASARAN
1) Menurunnya angka kesakitan dan kematian, penyakit, KLB serta
terwujudnya kesehatan lingkungan.
2) Menurunnya Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB) dan
prevalensi gizi buruk pada balita serta peningkatan gizi masyarakat.
3) Terwujudnya Desa/Kelurahan Siaga Aktif dan terwujudnya rumah tangga
sehat.
4) Terwujudnya pembinaan, pengendalian dan pengawasan, ketersediaan
farmasi, makanan minuman dan perbekalan kesehatan.
5) Terwujudnya peningkatan kualitas sarana dan prasarana pelayanan
kesehatan yang bermutu.
6) Terwujudnya peningkatan kualitas dan kuantitas sumber daya manusia
kesehatan.
7) Terwujudnya sistem informasi kesehatan terpadu dan pemanfaatan hasil
penelitian dalam pengambilan keputusan.
8) Meningkatnya cakupan jaminan pemeliharaan kesehatan masyarakat
khususnya masyarakat miskin dan rentan.

4.2. Strategi dan Kebijakan


A. STRATEGI
1) Mengembangkan Desa/Kelurahan Siaga Aktif, meningkatkan peran serta
masyarakat, dan perilaku hidup bersih dan sehat.
2) Mengembangkan sanitasi berbasis masyarakat dengan penerapan
teknologi tepat guna.
3) Penanggulangan masalah gizi dengan pemberian suplemen makanan
(makanan tambahan), deversifikasi makanan dan peningkatan keluarga
sadar gizi.
4) Mengembangkan kemitraan, koordinasi lintas sektoral dan kualitas
Sumber Daya Manusia (SDM) untuk peningkatan kesehatan ibu dan bayi.
5) Meningkatkan kemitraan dalam pengawasan peredaran obat, makanan
dan minuman.
6) Meningkatkan sarana dan prasarana serta menerapkan sertifikasi,
akreditasi dan lisensi pada pelayanan kesehatan.
7) Mengembangkan sistem informasi kesehatan online dan terintegrasi serta
pemanfaatan hasil penelitian sebagai dasar pengambilan keputusan dan
regulasi.
8) Mengembangkan jaminan kesehatan masyarakat.

B. KEBIJAKAN
1) Peningkatan partisipasi masyarakat berperilaku hidup sehat;
2) Peningkatan fungsi sarana prasarana kesehatan;
3) Peningkatan sumber daya manusia;
4) Peningkatan sistem informasi kesehatan dan kewaspadaan / deteksi dini
untuk kasus penyakit menular dan endemik;
5) Peningkatan perencanaan pembangunan yang berwawasan kesehatan;
6) Peningkatan kesehatan ibu, bayi dan balita;
7) Peningkatan status gizi masyarakat.

Guna pencapaian visi misi maka kebijakan program digunakan sebagai


landasan dalam pelaksanaan program dan kegiatan yang terdiri dari :
a. Program Obat dan Perbekalan Kesehatan
b. Program Upaya Kesehatan Masyarakat
c. Program Pengawasan Obat dan Makanan
d. Program Pembangunan Obat Asli Indonesia
e. Program Promosi dan Pemberdayaan Masyarakat
f. Program Perbaikan Gizi Masyarakat
g. Program Pengembangan Lingkungan Sehat
h. Program Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular
i. Program Standarisasi Pelayanaan Kesehatan
j. Program Pelayanan Kesehatan Penduduk Miskin
k. Program Peningkatan dan Perbaikan Sarana dan Prasarana
Puskesmas / Puskesmas Pembantu dan Jaringannya
l. Program Pengadaan, Peningkatan Sarana dan Prasarana Rumah Sakit
/ Rumah Sakit Jiwa / Rumah Sakit Paru-paru / Rumah Sakit Mata
m. Program Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Rumah Sakit / Rumah
Sakit Jiwa / Rumah Sakit Paru-paru / Rumah Sakit Mata
n. Program Kemitraan Peningkatan Pelayanan Kesehatan
o. Program Peningkatan dan Pelayanan Kesehatan Lansia
p. Program Pengawasan dan Pengendalian Kesehatan Makanan
q. Program Peningkatan Keselamatan Ibu Melahirkan dan Anak.

BAB IV

SETRUKTUR ORGANISASI
A. STRUKTUR ORGANISASI
1. Struktur Organisasi dan Uraian Tugas
a. Kedudukan UPTD Puskesmas Cilacap Selatan II dibentuk sesuai Peraturan
Bupati Nomor 88 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi,
tugas dan fungsi serta tata Kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap`
b. Struktur Organisasi UPTD Puskesmas Cilacap Selatan II dibentuk sesuai
Keputusan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap …… tanggal …….
tentang Struktur Organisasi Puskesmas
c. Peraturan Bupati Cilacap Nomor : 119 Tahun 2016 tentang
Pembentukan Susunan Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis
Daerah Kabupaten Cilacap pada Dinasdan Badan Daerah Kabupaten Cilacap
d. Unit Pelaksana Teknis Dinas yang selanjutnya disebut UPTD adalah unsur
pelaksana tugas teknis operasional dan penunjang pada Dinas Kesehatan
Kabupaten
e. Pusat Kesehatan Masyarakat adalah unit pelaksana teknis dinas kesehatan
yang menyelenggarakan upaya pelayanan kesehatan, baik promotif,
preventif, kuratif maupun rehabilitatif yang dilakukan oleh pemerintah,
pemerintah daerah dan/ atau masyarakat.
f. Kepala UPTD Puskesmas adalah merupakan jabatan fungsional yang dijabat
oleh pejabat fungsional tenaga kesehatan yang diberikan tugas tambahan
sebagai Kepala UPTDD Pusat Kesehatan Masyarakat pada Dinas Kesehatan
Kabupaten Cilacap
g. Penanggungjawab teknis adalah merupakan jabatan fungsional yang diberi
tugas tambahan sebagai Penanggungjawab Upaya Kesehatan Masyarakat
Essensial dan Keperawatan Kesehatan Masyarakat; dan atau
Penanggungjawab Upaya Kesehatan Masyarakat Pengembangan; dan atau
Penanggungjawab Upaya Kesehatan Perorangan, Kefarmasian dan
Laboratorium; dan atauPenanggungjawab Jaringan Pelayanan Puskesmas
dan Jejaring Fasilitas Pelayanan Kesehatan pada UPTD Pusat Kesehatan
Masyarakat
Dengan ketentuan tersebut Pemerintah Kabupaten Cilacap membentuk
Pusat Kesehatan Masyarakat yang merupakan Unit Pelaksana Teknis Dinas
pada Dinas Kesehatan.
Berdasarkan ketentuan Peraturan Bupati dan Keputusan Kepala Dinas
Kesehatan Kabupaten Cilacap tersebut kedudukan, tugas, fungsi, dan susunan
organisasi Puskesmas diatur sebagai berikut:
1. Pusat Kesehatan Masyarakat sebagai Unit Pelaksana Teknis Dinaspada
Dinas Kesehatan dipimpin oleh Kepala UPTD yang berkedudukan di bawah
dan bertanggung jawab kepada Kepala Dinas melalui Sekretaris.
2. Puskesmas mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas teknis dinas
kesehatan di bidang penyelenggaraan pelayanan kesehatan masyarakat.
Pusat Kesehatan Masyarakat dalam melaksanakan tugassebagai pelaksana
kebijakan kesehatan untuk mencapai tujuan pembangunan kesehatan diwilayah
kerjanya dalam rangka mendukung terwujudnya kecamatan sehat,
menyelenggarakan fungsi:
1. Penyelenggara UKM tingkat pertama di wilayah kerjanya;
2. Penyelenggaraan UKP tingkat pertama di wilayah kerjanya;
3. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 75 Tahun 2014 tentang Pusat
Kesehatan Masyarakat, pasal 8 berfungsi sebagai wahana pendidikan.
Dalam menyelenggarakan fungsi, Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas)
memiliki susunan organisasi sebagai berikut :
1) Kepala Puskesmas
2) Kasubag Tata Usaha
3) Kelompok jabatan fungsional

Kepala Puskesmas dalam melaksanakan tugas mengkoordinasikan tenaga


fungsional yang ditunjuk dan berada dibawah serta bertanggung jawab kepada
Kepala UPTD, memiliki susunan organisasi sebagai berikut :
1. Penanggungjawab Upaya Kesehatan Masyarakat Essensial dan
Keperawatan Kesehatan Masyarakat
2. Penanggungjawab Upaya Kesehatan Masyarakat Pengembangan
3. Penanggungjawab Upaya Kesehatan Perorangan, Kefarmasian dan
Laboratorium
4. Penanggungjawab Jaringan Pelayanan Puskesmas dan Jejaring Fasilitas
Pelayanan Kesehatan
Subbagian Tata Usaha dipimpin oleh kepala yang berada di bawah dan
bertanggungjawab kepada Kepala UPTD. Subbagian tata usaha mempunyai
tugas menyelenggarakan kegiatansistem informasi Puskesmas,
kepegawaian,rumah tangga dan keuangan.
Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugas mempunyai fungsi:
1. Koordinasi pelaksanaa kegiatan di UPTD Puskesmas
2. Koordinasi penyusunan rencana, program, dan anggaran di UPTD
Puskesmas
3. Pembinaan dan pemberian dukungan administrasi yang meliputi Sistem
Informasi Puskesmas, kepegawaian, rumah tangga, dan keuangan
4. Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan atasan sesuai dengan bidang
tugasnya
LAMPIRAN : Keputusan Kepala Dinas Kesehatan
STRUKTUR ORGANISASI POKJA UKM
Kabupaten Cilacap
UPTD PUSKESMAS CILACAP SELATAN II Nomor :
Tanggal :

KETUA POKJA UKM


Budi Setiyono, S. Kep. Ns

SEKRETARIS I
Yulia Damar Suci, SKM

SEKRETARIS II

Nur Chalil Fatimah

GIZI MASYARAKAT KESEHATAN LINGKUNGAN PENCEGAHAN DAN PROGRAM PENGEMBANGAN


KIA/KB PIS-PK DAN PROMOSI KESEHATAN
PERAWATAN KESEHATAN
PENGENDALIAN PENYAKIT (HIV/AIDS)
Audina, S. Gis. Susi Fatimah, Amd, Keb. Budi Setiyono, S.Kep. Ns. Purwanto, S.ST. MASYARAKAT
Duis Chriswatie Yulia Damar Suci, SKM Anastasia Renwarin, AMK Dr. Reza Prima Muharama
Mukhasin, AMK
Zuhriyah, Amd. Keb.

BIDAN KELURAHAN CILACAP BIDAN KELURAHAN TEGAL KAMULYAN

Endah Purwatiningsih, Amd. Keb. Rahmawati, Amd. Keb.


Widiyaningtyas Wulandari, Amd. Keb. Sumiyah, Amd. Keb.
Posisi jabatan, tugas, tanggung jawab dan wewenang dalam organisasi UPTD
Puskesmas Cilacap Selatan II berdasarkan Peraturanan Bupati Nomor 88 Tahun 2016
tentang Kedudukan, Susunan Organisasi,

I. TUGAS POKOK PJ UKM


a. Melaksanakan tugas sebagai PJ UKM ESENSIAL dan Perkesmas
1. Merumuskan kebijakan upaya kesehatan masyarakat esensial dan
perkemas
2. Pelaksanaan kebijakan upaya kesehatan masyarakat dan perkesmas

3. Memberi bimbingan teknis ,supervisi dan monitoring upaya kesehatan


masyarakat esensial meliputi promosi kesehatan,pelayanan kesehatan
lingkungan,pelayanan KIA_KB yang bersifat UKM,pelayanan gizi yang
bersifat UKM,pelayanan pencegahan dan pengendalian penyakit dan
pelayanan keperawatan kesehatan masyarakat.
4. Melaksanakan evaluasi dan pelaporan upaya kesehatan masyarakat
esensial

b. WEWENANG
1. Melakukan tugas sesuai pendelegasian wewenang

2. Melakukan monitoring kegiatan-kinerja kepada pelaksana upaya UKM


esensial
3. Menerima konsultasi kegiatan UKM esensial

4. Melakukan pertolongan kegawatdaruratan dasar

II. TUGAS POKOK SEKRETARIS


Tugas pokok Sekretaris UKM antara lain:

a. Bertanggungjawab atas tugas pertanggung jawaban berupa surat menyurat,


proposal, LPJ, Sertifikal, dll
b. Bertanggungjawab atas administrasi dan pengarsipan UKM P&K
c. Menjadi server dari semua data valid yang dimiliki oleh UKM P&K, termasuk
data dari tiap departemen
d. Membuat notulensi dalam setiap pertemuan serta mengirimkan data
notulensi tersebut kepada semua peserta rapat
e. Melakuakan pengawasan dan memberikan koreksi kepada WEBSITE,
sosmed, maupun produk pers UKM P&K dan memantau semua kegiatan
dunia maya departemen
f. Menyusun dan mencetak jadwal besar UKM P&K, schedule, dan bertindak
sebagai reminder yang mengingatkan Ketua umum untuk melaksanakan
jadwal tersebut
g. Bertanggungjawab pada inventaris UKM P&K dan pendataan peminjaman-
peminjaman alat dari inventaris tersebut
h. Membantu ketua umum dalam menyusun LPJ berkala dan LPJ akhir
kepengurusan

III. TUGAS POKOK PELAKSANA GIZI


a. Melaksanakan tugas sebagai pelaksana program Gizi-Masyarakat

b. Sebagai petugas Gizi


1. Melakukan asuhan gizi

2 Melakukan pemantauan pada kasus pemberian PMT

3 Mengatur pola makan/diet pasien rawat inap

4 Melaksanakan sistem rujukan internal maupun rujukan eksternal.

c. TUGAS INTEGRASI
1. Melakukan pembinaan kader

2. Pelayanan ANC terpadu

3. Pelayanan capeng terpadu


4. Pemantauan status gizi balita di posyandu

d. WEWENANG
Melakukan terapi dietetik

IV. TUGAS POKOK KIA- KB


a. Melaksanakan tugas sebagai pelaksana KIA-KB
1. Menyusun, menetapkan sasaran mutu dan perencanaan sasaran mutu.

2. Menyusun pedoman-spo KIA-KB .

3 Membuat perencanaantahunan-bulanan dan jadwal harian

4. Mengkoordinir pelaksanaan kegiatan KIA KB di masyarakat

5. Melakukan monitoring kegiatan di klinik dan di lapangan-masyarakat

6. Melakukan evaluasi kegiatan KIA-KB

7. Bertanggung jawab terhadap mutu pelayanan KIA-KB dan Persalinan.

8. Melakukan pelaporan kegiatan-laporan bulanan dan laporan tahunan

9. Mengusulkan sarana dan prasarana terkait kebutuhan pelayanan Klinik


KIA-KB.
10 Ikut serta secara aktif dalam pengembangan peran serta masyarakat di
wilayah kerjanya dan kerjasama lintas sektoral
b. Sebagai pelaksana kebidanan
1. Melakukan tindakan asuhan kebidanan pada individu,pada rawat jalan
dan rawat inap
2. Melakukan pelayanan ANC,persalinan,PNC,KN,KF

3. Melaksanakan sistem rujukan internal maupun rujukan eksternal.

Melakukan pelayanan kesehatan anak (MTBS-MTBM)


3. Melaksanakan pelayanan sesuai dengan prosedur dan instruksi kerja.

4. Melakukan pelayanan pada unit UKBM (posyandu lansia-posy balita-


posbindu)
5. Bertanggung jawab atas kebersihan, kerapian, kenyamanan ruang KIA-
KB dan Persalinan.
6. Bertangggung jawab terhadap kebersihan dan kesterilan alat KIA-KB
Koordinasi dengan unit lain untuk kelancaran pelayanan rawat jalan.
7 Melakukan pembinaan dukun bayii

WEWENANG
1. Melakukan tugas sesuai pendelegasian wewenang

2. Melakukan monitoring kegiatan-kinerja KIA kepada bidan desa

3. Menerima konsultasi kegiatan KIA-KB

4 Melakukan pertolongan persalinan dengan penyulit

5 Melakukan pemasangan KB pasca salin

V. TUGAS POKOK PELAKSANA UPAYA PROMOSI KESEHATAN

Pelaksana upaya promosi kesehatan mempunyai tugas pokok


melaksanakan penyusunan rencana kegiatan,pengkajian, pengolahan
data,pengembangan,dan pemantauan serta evaluasi program promosi
kesehatan di wilayah kerja puskesmas.

Uraian tugas pelaksana Promosi kesehatan kesehatan antara lain:

1. Menyusun rencana kegiatan promosi kesehatan berdasarkan data


program di wilayah kerja puskesmas.
2. Mengkoordinasi pelaksanaan kegiatan promosi kesehatan di wilayah kerja
puskesmas
3. Melaksanakan kegiatan promosi kesehatan meliputi penyuluhan
kesehatan, pembinaan PSM/UKBM, pembinaan PHBS dan fasilitator desa
siaga di wilayah kerja puskesmas.
4. Melaksanakan koordinasi lintas program dan lintas sektoral terkait sesuai
dengan prosedur di wilayah kerja Puskesmas.
5. Mengumpulkan data dan mengolah data kegiatan promosi kesehatan di
wilayah kerja puskesmas.
6. Memantau pelaksanaan kegiatan promosi kesehatan di wilayah kerja
puskesmas.
7. Mengevaluasi hasil kegiatan promosi kesehatan secara keseluruhan.
8. Menginventarisasi permasalahan yang berhubungan dengan pelaksanaan
kegiatan promosi kesehatan di wilayah kerja puskesmas.
9. Membuat catatan dan laporan kegiatan di bidang tugasnya sebagai bahan
informasi dan pertanggung jawaban kepada atasan.
10. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh kepala puskesmas

VI. TUGAS POKOK PELAKSANA P2P


a. Melaksanakan tugas sebagai pelaksana P2P
1. Melakukan perencanaan kegiatan P2P tahunan dan bulanan

2. Membuat jadwal kegiatan

3 Mengadakan surveillance penyakit menular

4. Mengkoordinir kegiatan P2P

5. Membuat pelaporan kegiatan-pelaporan bulanan

WEWENANG
1. Melakukan tugas sesuai pendelegasian wewenang

2. Melakukan monitoring kegiatan-kinerja P2P kepada bidan


desa/pembina wilayah
3. Menerima konsultasi kegiatan P2P

4 Melakukan pemasangan KB pasca salin

2. Penanggung jawab Teknis

a. Penanggung jawab UKM esensial dan keperawatan kesehatan masyarakat


1) Posisi Jabatan
Merupakan pejabat fungsional kesehatan yang diberi tugas tambahan
menjadi penanggungjawab teknis.

2) Tugas
a) Perumusan kebijakan upaya kesehatan masyarakat esensial dan
perkesmas
b) Pelaksanaan kebijakan upaya kesehatan dan perkesmas
c) Pemberi bimbingan teknis, supervisi dan monitoring upaya
kesehatan masyarakat esensial yang meliputi pelayanan promosi
kesehatan termasuk UKS, Pelayanan kesehatan lingkungan,
pelayanan KIA-KB yang bersifat UKM, pelayanan gizi yang bidang
tugasnya

3) Tanggung jawab
c. Mengkordinasikan kegiatan pelayanan upaya kesehatan
masyarakat esensial dan keperawatan kesehatan masyarakat.
d. Melaporkan hasil kegiatan yang meliputi Pelaksanaan evaluasi dan
pelaporan upaya kesehatan masyarakat esensial yang meliputi
pelayanan promosi kesehatan termasuk UKS, pelayanan kesehatan
lingkungan, pelayana KIA-KB yang bersifat UKM, pelayanan gizi
yang bersifat UKM, pelayanan pencegahan dan pengenalian
penyakit, dan pelayanan keperawatan kesehatan masyarakat
4) Wewenang
a. Melakukan tugas sesuai pendelegasian wewenang.
b. Melakukan monitoring dan evaluasi kinerja kepada pelaksana
pelayanan upaya kesehatan mesyarakat dan keperawatan kesehatan
masyarakat yaitu pelayanan kesehatan Ibu dan Anak (KIA), Pelayanan
Promosi Kesehayan (Promkes), Pelayanan Gizi, Pelayanan
Pemberantasan dan Pencegaha Penyakit (P2P), Pelayanan
Kesehatan Lingkungan (Kesling), dan pelayanan keperawatan
kesehatan masyarakat.
c. Menerima konsultasi kegiatan lingkungan terhadap pelaksana
pelayanan kesehatan esensial dan keperawatan kesehatan
masyarakat yaitu meliputi pelayanan kesehatan Ibu dan Anak (KIA),
Pelayanan Promosi Kesehayan (Promkes), Pelayanan Gizi, Pelayanan
Pemberantasan dan Pencegaha Penyakit (P2P), Pelayanan
Kesehatan Lingkungan (Kesling), dan pelayanan keperawatan
kesehatan masyarakat

b. Penanggung jawab UKM Pengembangan


1) Posisi Jabatan
Merupakan pejabat fungsional kesehatan yang diberi tugas tambahan
menjadi penanggungjawab teknis.
2) Tugas
a) Perumusan kebijakan upaya kesehatan masyarakat pengembangan
b) Pelaksanaan kebijakan upaya kesehatan masyarakat pengembangan
c) Pemberi bimbingan teknis,supervisi dan monitoring upaya kesehatan
masyarakat pengembangan yang meliputi pelayanan kesehatan jiwa,
pelayanan kesehatan gigi masyarakat, pelayanan kesehatan
tradisional komplementer, pelayanan kesehatan olah raga, pelayanan
kesehatan indera, pelayanan kesehatan lansia, pelayanan kesehatan
kinerja, pelayanan kesehatan lainnya
d) Pelaksanaan evaluasi dan pelaporan upaya kesehatan masyarakat
pengembangan yang meliputi pelayanan kesehatan jiwa, pelayanan
kesehatan gigi masyarakat, pelayanan kesehatan tradisional
komplementer, pelayanan kesehatan olahraga,pelayanan kesehatan
indera,pelayanan kesehatan lansia,pelayanan kesehatan
kerja,pelayanan keeshatan lainnya.
e) Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan atasan sesuai dengan bidang
tugasnya
3) Tanggung jawab
a) Mengkordinasikan kegiatan pelayanan upaya kesehatan
masyarakat pengembangan.
b) Mengkordinasikan kegiatan pelayanan upaya kesehatan
masyarakat pengembangan.
4) Wewenang
a) Memberikan pelayanan upaya kesehatan masyarakat pengembangan.
b) Melakukan pengembangan sesuai dengan kebutuhan masyarakat
dankemampuan Puskesmas
c) Melakukan koordinasi internal yaitu lintas program dalam
penyelenggaraan upaya kesehatan masyarakat (UKM) esensial dan
keperawatan kesehatan masyarakat dan dengan lintas upaya (UKP).
BAB VIII
POLA KETENAGAAN DAN KUALIFIKASI PERSONIL
STANDAR KUALIFIKASI PERSONIL
No Jabatan Pendidikan Pengalaman
Pelatihan Minimal
Minimal Minimal
1 Kepala Tata DIII semua 5 tahun 1. Manajemen
Usaha bidang Puskesmas
2. Administrasi
Puskesmas
3. Kearsipan/
pengendalian dan
penyimpanan dokumen

2 Ko. SIMPUS D III semua 5 tahun 1. Manajemen


Bidang Puskesmas
2. Pelatihan dan
Workshop
Pengelolaan Rekam
Medis Puskesmas.
3. Bimtek
Pemanfaatan e-
Simpeg.
3 DIII Akuntansi 5 tahun 1. Manajemen
Keuangan
Ko. Puskesmas
Keuangan 2. Manajemen
pengeloaan
Keuangan BPJS

4 DIII semua 5 tahun 1. Manajemen


bidang Puskesmas
Ko. 2. Manajemen
Kepegawaian pengeloaan
kepegawaian

5 DIII semua 5 tahun 1. Manajemen


Ko. Sarana bidang Puskesmas
dan 2. Manajemen
Prasarana pegelolaan sarana
dan prasaran
BAB IX
KEGIATAN ORIENTASI

A. Definisi orientasi

LATAR BELAKANG
Instalasi UPTD Puskesmas Cilacap Selatan IImempunyai tugas
memberikan pelayanan pemeriksaan laboratorium klinik, pendidikan dan penelitian
, menjadi sumber pendapatan Rumah Sakit sekaligus peningkatan kesejahteraan
karyawan Instalasi Patologi Klinik. Budaya kerja di lingkup IPK RSUP DR. Sardjito
yaitu profesionalisme, kepedulian, kepuasan pelanggan, kewirausahaan,
transparansi, efisiensi, keadilan dan dengan keyakinan dasar kejujuran,
kebersamaan, kemandirian, optimisme , keramahan.

Pegawai baru yang ditugaskan di Instalasi UPTD Puskesmas Cilacap


Selatan IIharus mengetahui dan memahami visi, misi, budaya kerja, sistem kerja,
alat-alat yang digunakan untuk pemeriksaan maupun jenis pemeriksaan yang
dilaksanakan di IPK. Untuk dapat mengetahui dan memahami visi,misi, budaya
kerja, sistem kerja, alat-alat yang digunakan, jenis pemeriksaan yang dapat
dilaksanakan di IPK. Untuk hal tersebut dibuat program orientasi bagi pegawai baru
IPK agar pegawai baru tersebut dapat segera beradaptasi di lingkungan IPK
sehingga dapat segera melaksanankan tugas-tugas yang diemban IPK RSUP dr.
Sardjito.

TUJUAN

1. Mengetahui, memahami visi ,misi, maksud dan tujuan IPK RSUP Dr. Sardjito
2. Mengetahui budaya kerja IPK RSUP Dr. Sardjito
3. Mengetahui, memahami sistem kerja di IPK RSUP Dr. Sardjito
4. Mengetahui jenis pemeriksaan di IPK RSUP Dr. Sardjito
5. Dapat melaksanakan tugas yang diberikan di IPK RSUP Dr. Sardjito.
MANFAAT

1. Pegawai baru dapat dan harus mengetahui dan memahami visi, misi, maksud
dan tujuan Puskesmas Cilacap Selatan II
2. Pegawai baru mengetahui budaya kerja Puskesmas Cilacap Selatan II
3. Pegawai baru mengetahui, memahami sistem kerja di Puskesmas Cilacap
Selatan II
4. Pegawai baru dapat mengetahui jenis pemeriksaan yang dapat dilayani di
Puskesmas Cilacap Selatan II
5. Pegawai baru dapat beradaptasi dengan lingkungan Puskesma Cilacap Selatan
II.
6. Pegawai baru dapat segera malaksanakan tugas yang diberikan sesuai dengan
budaya kerja di lingkup Puskesma Cilacap Selatan II.

TEMPAT DAN WAKTU

1. Administrasi rawat jalan : 2 hari


2. Administrasi rawat inap : 2 hari
3. Sampling : 2 hari
4. Kimia : 6 hari
5. Hematologi : 6 hari
6. Infeksi dan Imunologi : 6 hari

MATERI / KEGIATAN

1. Mengamati dan membantu kegiatan pelayanan di ruang administrasi rawat


jalan
2. Mengamati dan membantu pelayanan di ruang sampling
3. Mengamati dan membantu kegiatan di ruang pelayanan administrasi rawat inap
4. Mengamati dan membantu pengumpulan s/d penyusunan hasil pemeriksaan
5. Mengamati dan membantu kegiatan di ruang preparasi spesimen
6. Mengamati dan membantu pelayanan di Kimia
7. Mengetahui jenis pemeriksaan di Kimia
8. Mengamati dan membantu pelayanan di Hematologi dan Urinalisis
9. Mengetahui jenis pemeriksaan di Hematologi dan Urinalisis
10. Mengamati dan membantu pelayanan di Infeksi dan Imunologi
11. Mengetahui Jenis pemeriksaan di Infeksi dan Imunologi
12. Mengisi daftar kehadiran
13. Membuat Laporan Kegiatan Orientasi

B. Tujuan orientasi
Tujuan orientasi untuk memperkenalkan penanggungjawab dan pelaksana
program/ upaya baru pada tugas tugas, organisasi kebijakan organisasi,nilai nilai
pada rekan kerja yang baru serta untuk koordinasi internal lintas program dalam
penyelenggaraan upaya. kesehatan masyarakat (UKM) esensial dan keperawatan
kesehatan masyarakat dan dengan lintas upaya (UKP).
C. Metode orienasi
Metode pelaksanaan Orientasi yaiti melalui :
1. Petugas menerima tugas baru
2. Petugas melaksanakan pengenalan ruangan pelayanan
3. Petugas melaksanakan pengenalan kegiatan upaya
4. Petugas melaksanakan pengenalan pelaporan upaya
5. Petugas mendokumentasikan kegiatan orientas
6. Petugas menyusun laporan kegiatan orientasi
7. Penangung jawab upaya puskesmas menyampaikan laporan hasil kegiatan
orientasi kebagian TU dan Kepala Puskesmas .
8. Pelaksana baru menyampaikan laporan hasil kegiatan kepada penanggung
jawab upaya dan bagian TU / Kepala Puskesmas

9. Bagian TU mendokumentasikan laporan hasil kegiatan orientasi


BAB X

PENUTUP

Penyusunan Pedoman pengorganisasian pokja UKM UPTD Puskesmas


Cilacap Selatan II sebagai aturan dan pedoman dalam melaksanakan kegiatan di UPTD
Puskesmas Cilacap Selatan II, dalam rangka meningkatkan kualitas mutu pelayanan
dibidang kesehatan kepada masyarakat dan meningkatkan kesejasteraan untuk
pegawai UPTD Puskesmas.
Demikianlah semoga bisa bermanfaat dan bisa dijadikan referensi oleh
Puskesmas lain dalam penyusunan Pedoman pengorganisasian Puskesmas.

Kepala UPTD Puskesmas Cilacap


Selatan II

dr. Reza Prima Muharama


NIP. 19791121 201001 1 012