Anda di halaman 1dari 12

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Penyakit kardiovaskuler merupakan jenis penyakit yang melibatkan
jantung atau pembuluh darah. Penyakit ini masih merupakan salah satu
penyebab utama kematian didunia.Menurut organisasi kesehatan dunia
(WHO), 63% penyebab kematian didunia disebabkan oleh penyakit kronis
dengan penyakit cardiovaskuler sebagai penyebab utamanya.Dari berbagai
penyakit cardiovaskuler,penyakit yang menunjukkan case fatalitu rate(CFR)
tertinggi adalah penyakit cardiovaskuler akibat gangguan hantaran dan
aritmia jantung sebesar 13,95%.CFR yang paling rendah yaitu penyakit
jantung iskemik lainhnya sebesar 5,99% sedangkan infark miokard akut
memiliki CFR sebesar 13,31%.Penyakit jantung terjadi akibat proses
berkelanjutan, dimana jantung secara berangsur kehilangan kemampuannya
untuk melakukan fungsi secara normal.penyebab utamanya,dimana jantung
tidak mampu mengkompensasi ketidakefisienan fungsinya dan
mempertahankan sirkulasi darah normal melalui pembesaran dan
peningkatan denyut nadi. Dalam keadaan tidak terkompensasi
(Decompensatio Cordis), sirkulasi darah yang tidak normal menyebabkan
sesak nafas (dyspnea), rasa lelah, dan rasa sakit di daerah jantung.
berkurangnya aliran darah dapat menyebabkan kelainan pada fungsi ginjal,
hati, otak, serta tekanan darah, yang berakibat pada terjadinya resorpsi
natrium. Hal ini akhirnya menimbulkan edema. Penyakit jantung menjadi akut
bila disertai infeksi (Endocarditis atau Carditis), gagal jantung, setelah
myocard infarct, dan setelah operasi jantung.
Jantung merupakan organ yang sangat penting bagi manusia, karena
jantung diperlukan untuk memompa darah ke seluruh tubuh sehingga tubuh
mendapatkan oksigen dan sari makanan yang diperlukan untuk metabolisme
tubuh. Karena itu, jantung perlu dijaga agar dapat menjalankan fungsinya
dengan baik. Salah satu yang perlu dihindari adalah penyakit jantung koroner
yang merupakan salah satu penyakit yang berbahaya yang bisa

1
menyebabkan serangan jantung. Penyakit kardiovaskuler, terutama jantung
koroner, yang ditandai dengan serangan jantung, masih menempati peringkat
pertama penyabab kematian di Indonesia.
.
Dengan melihat fenomena yang terjadi sekarang ini, dapat dikatakan
bahwa penyakti jantung merupakan salah satu penyakti degeneratif yang
seringkali dihadapi masyarakat dan merupakan predisposisi atau juga akibat
untuk berbagai penyakit degeneratif lainnya. Salah satu penyebab utamanya
adalah pola gaya hidup yang tidak selaras dengan pola hidup sehat termasuk
salah satunya pengaturan pola makan yang tidak benar. Dalam masa
pengobatan, pasien pengidap penyakit jantung memerlukan perawatan,
pengobatan dan didukung dengan asupan makanan yang menunjang
pengobatan. Dengan pengaturan diet kusus yang di rancang untuk memenuhi
kebutuhan asupan gizi penderita penyakit jantung.

B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan Penyakit jantung
2. Apa saja Klasifikasi penyakit
3. Apa saja penyebab penyakit Jantung?
4. Apa yang dimaksud dengan Diet pada pada penyakit jantung?
5. Apa tujuan dari pemberian diet penyakit jantung?
6. Apa saja prinsip diet pada penderita jantung?
7. Apa saja syarat diet penyakit jantung?
8. Apa saja Klasifikasi diet pada penderita jantung?
9. Apa saja jenis diet penyakit jantung?
10. Bagaimana bahan makanan sehari dalam diet penyakit jantung?

C. Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan diet
2. Untuk mengetahui tujuan dari pemberian diet
3. Untuk mengetahui prinsip dalam pemberian diet
4. Untuk mengetahui syarat dalam pemberian diet
5. Untuk mengetahui klasifikasi dalam pemberian diet
6. Untuk mengetahui jenis-jenis dalam pemberian diet
2
7. Untuk mengetahui apa saja bahan makanan yang dianjurkan dan tidak
dianjurkan dalam pemberian diet
8. Untuk mengetahui bagaimana diet untuk mencegah penyakit jantung

D. Ruang Lingkup
Makalah ini disusun mulai dari pengertian, tujuan, prinsip, klasifikasi,
indikasi dan kontraindikasi, prinsip, syarat, bahan makanan dalam pemberian
diet, serta jenis-jenis diet penyakit jantung.

E. Metode Penulisan
Metode yang dipakai dalam makalah ini adalah metode kepustakaan
yaitu, metode yang dilakukan dengan mempelajari dan mengumpulkan data
dari pustaka yang berhubungan dengan alat, baik berupa buku maupun
informasi di internet.

3
BAB II
TINJAUAN TEORI

A. Pengertian Penyakit Jantung


Penyakit Kardiovaskuler atau yang disebut penyakit jantung umumnya
mengacu pada kondisi yang melibatkan penyempitan atau pemblokiran
pembuluh darah yang bisa menyebabkan serangan jantung, nyeri dada
(angina) atau stroke.Kondisi jantung lainnya yang mempengaruhi otot ja,katup
atau ritme juga dianggap bentuk penyakit jantung (American Heart
Assiciation,2017).
B. Klasifikasi penyakit jantung
Berikut adalah penjelasan dari klasifikasi penyakit jantung
1. Diagnosis Normal
2. Diagnosis Hypertensive Heart Disease (HHD) adalah istilah yang diterapkan
untuk menyebutkan penyakit jantung secara keseluruhan mulai dari left
ventricle hyperthrophy(LVH),aritmia jantung,Penyakit jantung koroner,dan
penyakit jantung kronis yangb disebabkan karena peningkatan tekanan darah
baik secara langsung maupun tidak langsung.(theHeart.org.2014)
3. Diagnosis Congestuve Heart Failure (CHF) adalah suatu kondisi dimana
jantungmengalami kegagalan dalam memompa darah guna mencukupi
kebutuhan sel-sel tubuh akan nutrien dan oksigen.
4. Diagnosis Angina Pectoris adalah istilah medis untuk nyeri dada atau
ketidaknyamanan akibat penyakit jantung koroner.Hal itu terjadi ketika otot
jantung tidak mendapat darah sebanyak yang dibutuhkan( American Heart
Association,2016).
C. Penyebab Penyakit jantung
Berdasarkan centers for Disease Control and prevention, 2015, faktor-
faktor penyebab penyakit jantung adalah:
a .Diet Tidak sehat
Diet lemak jenuh dan kolesterol mengakibatkan penyakit jantung,selain
itu terlalu banyak garam (sodium) dalam makanan bisa menaikkan
kadar tekanan darah.
b Kurang aktivitas

4
Tidak cukup aktivitas fisik mengakibatkan penyakit jantung, hal ini juga
dapat meningkatkan kemungkinan memilliki kondisi medis lain yang
merupakan faktor resiko
c Obesitas
Obesitas adalah kelebihan lemak tubuh.,obesitas dikaitkan dengan
kadar kolesterol dan trigliserida yang lebih tinggi dan menurunkan
kadar kolesterol baik.selain penyakit jantung,obesitas juga bisa
menyebabkan tekanan darah tinggi dan diabetes.
d Alkohol
Konsumsi alkohol bisa menaikkan kadar tekanan darah dan berisiko
terkena penyakit jantung.ini juga meningkatkan kadar trigliserida suatu
bentuk kolesterol,yang bisa mengeraskan areteri.
e Merokok
Kadar nikotin meningkatkan tekanan darah dan karbon monpksida
mengurangi jumlah oksigen yang dibawa oleh darah.paparan asap
rokok orang lain dapat meningkatkan resiko penyakit jantung bahkan
untuk bukan perokok
f Tekanan darah tinggi keluarga
Merupakan factor resiko pada penderita penyakit jantung.ini adalah
kondisi medis yang terjadi saat tekanan darah arteri dan pembuluh
darah lainnya terlalu tinggi.Menurunkan tekanan darah dengan
perubahan gaya hidup atau dengan pengobatan bisa mengurangi
resiko penyakit jantung dan serangan jantung.
g Diabetes dan kolesterol
Diabetes dan kolesterol adalah salah satu factor pencetus penyakit
jantung.kolesterol adalh zat yang berlemak,jika mengkonsumsi lebih
banyak ,kolesterol ekstra bisa terbentuk didinding arteri ,termasuk
jantung.hal ini menyebabkan penyempitan arteri dan bisa menurunkan
aliran darah ke jantung,otak,ginjal dan bagian tuybuh
lainnya.sedangkan diabetes menyebabkan gula terbentuk
didalam.Resiko kematian akibat penyakit jantung bagi orang dewasa
dengan diabetes adalah dua samapi empat kali lebih tinggi daripada
oramg dewasa yang tidak menderita.
h Genetik dan Riwayat keluarga
5
Faktor genetic kemungkinan berperan dalam tekanan darah
tinggi,penyakit jantung dan kondisi terkait lainnya.Resiko penyakit
jantung bisa mneingkat bahkan lebih bila factor keturunan
dikombinasikan dengan pilihan gaya hidup yang tidak sehat,seperti
merokok dan makan makanan yang tidak sehat.
i Usia
Resiko penyakit jantung meningkat seiring bertambahnya usia.

D. Diet Pada Penderita Penyakit Jantung


Pengertian diet adalah aturan makan khusus untuk sehat dan
sebagainya (atas petunjuk ahli),yang mengandung arti berpantang atau
menahan diri terhadap makanan tertentu untuk kesehatan,mengatur kuantitas dan
jenis makanan untuk mengatur BB atau penyakit. Diet berasal dari bahasa
Yunani, diet yang berarti cara hidup. Hartono (2000) mengatakan bahwa diet
adalah pengaturan jenis dan jumlah makanan dengan maksud tertentu seperti
mempertahankan kesehatan serta status nutrisi dan membantu
menyembuhkan penyakit.

Diet jantung (diet pada penderita penyakit jantung) adalah pengaturan


pola makan khusus terhadap penderita penyakit jantung baik kuantitas
maupun jenis makanan. Diet jantung terdiri atas empat jenis yaitu:
1. Diet jantung I , makanan yang diberikan dalam bentuk cairan.
2. Diet jantung II, makanan yang diberikan dalam bentuk saring atau lunak.
3. Diet jantung III, makanan yang diberikan dalam bentuk lunak atau biasa.
4. Diet jantung IV, makanan yang diberikan dalam bentuk biasa.

E. Tujuan Diet
Tujuan diet penyakit jantung adalah:
1. Memberikan makanan secukupnya tanpa memberatkan kerja jantung
2. Menurunkan berat badan, bila terlalu gemuk.
3. Mencegah atau menghilangkan penimbunan garam atau air.
4. Menurunkan kadar kolesterol dibawah 130mg/dl dan kadar kolesterol total
sebesar 200 mg/dl.

6
F. Prinsip Diet
1. Nilai kalori dalam diet dikurangi bila pasien bertubuh gemuk atau
overweight.
2. Jika pasien memperlihatkan gejala edema, biasanya digunakan preparat
diuretic untuk mengurangi volume cairan ekstraseluler. Volume cairan
ekstraseluler ditentukan oleh kandungan natriumnya. Preparat diuretik
bekerja mencegah penyerapan kembali natrium oleh tubulus ginjal.
Kadang- kadang sebagai tindakan pelengkap, dibutuhkan pula
pembantasan konsumsi natrium.
3. Baik jumlah total lemak dalam makanan maupun proporsi yang dihasilkan
oleh lemak jenuh harus dikurangi kalau kadar lipid serum meningkat. Jika
kadar fraksi lipid yang mengandung kolesterol itu naik, konsumsi
kolesterol dari makanan harus di batasi.

G. Syarat Diet
Syarat- syarat diet penyakit jantung adalah sebagai berikut:
1. Energi cukup, untuk mencapai dan mempertahankan berat badan normal
2. Protein cukup, yaitu 0,8 g/ kg BB.
3. Lemak sedang, yaitu 25- 30% dari kebutuhan energy total, 10% berasal
dari lemak jenuh, dan 10- 15% lemak tidak jenuh.
4. Kolesterol rendah, terutama jika disertai dengan dislipidemia .
5. Vitamin dan mineral cukup, hindari penggunaan supplement kalium,
kalsium, dan magnesium jika tidak dibutuhkan .
6. Garam rendah, 2- 3 g/ hari, jika disertai hipertensi atau edema.
7. Makanan mudah cerna dan tidak menimbulkan gas.
8. Serat cukup untuk menghindari konstipasi.
9. Cairan cukup,  2 liter/ hari sesuai kebutuhan.
10. Bentuk makanan disesuaikan dengan keadaan penyakit, di berikan dalam
porsi kecil.
11. Bila kebutuhan gizi tidak dapat dipenuhi melalui makanan dapat diberikan
tambahan berupa makanan enteral, parenteral, atau supplement gizi.

7
H. Klasifikasi Pemberian Diet
1. Diet Jantung I
Diet jantung I diberikan kepada pasien penyakit jantung akut seperti
Myocard Infarct (MCI) atau Dekompensasio Kordis berat. Diet diberikan
berupa 1-1,5 liter cairan/hari selama 1-2 hari pertama bila pasien dapat
menerimanya. Diet ini sangat rendah energi dan semua zat gizi, sehingga
sebaiknya hanya diberikan selama 1-3 hari.

2. Diet Jantung II
Diet jantung II diberikan dalam bentuk makanan saring atau lunak. Diet
diberikan sebagai perpindahan dari diet jantung I, atau setelah fase akut
dapat teratasi. Jika disertai hipertensiatau edema, diberikan sebagai diet
jantung II rendah garam. Diet ini rendah energi, protein, kalsium dan
tiamin.

3. Diet Jantung III


Diet jantung III diberikan dalam bentuk makanan lunak atau biasa. Diet ini
diberikan sebagai perpindahan dari diet jantung II atau kepada pasien
jantung dengan kondisi yang tidak terlalu berat. Jika disertai hipertensi
atau edema, diberikan sebagai diet jantung III rendah garam. Diet ini
rendah energi dan kalsium, tetapi cukup zat gizi lain.

4. Diet Jantung IV
Diet jantung IV diberikan dalam bentuk makanan biasa. Diet diberikan
sebagai perpindahan dari diet jantung III atau kepada pasien jantung
dengan keadaan ringan. Jika disertai hipertensi atau edema, diberikan
sebagai diet jantung IV rendah garam. Diet ini cukup energi dan zat gizi
lain kecuali kalsium.

8
I. Bahan Makanan yang Dianjurkan dan Tidak Dianjurkan

Bahan Makanan Dianjurkan Tidak Dianjurkan


Sumber karbohidrat Beras ditim atau disaring; Makanan yang
roti, mi, kentang, mengandung gas atau
makaroni, biskuit, tepung alkohol, seperti; ubi,
beras/ terigu/ sagu aren/ singkong, tae singkong,
sagu ambon, kentang gula dan tape ketan
pasir, gula merah, madu,
dan sirup
Sumber protein Daging sapi, ayam dengan Daging sapi dan ayam
hewani lemak rendah, ikan, telur, yang berlemak; gajih,
susu rendah lemak dalam sosis, ham, hati, limpa,
jumlah yang ditentukan babat, otak, kepiting dan
kerang-kerangan, keju dan
susu penuh
Sumber protein Kacang-kacangan kering, Kacang-kacangan kering
nabati seperti; kacang kedelai yang mengandung lemak
dan hasil olahannya, cukup tinggi seperti
seperti; tahu dan tempe kacang tanah, kacang
mete, dan kacang bogor
Sayuran Sayuran yang tidak Semua sayuran yang
mengandung gas, seperti mengandung gas, seperti
bayam, kangkung, kacang kol, kembang kol, lobak,
bunci, kacang panjang, sawi, dan nangka muda
wortel, tomat, labu siam,
dan tauge
Buah-buahan Semua buaha-buahan Buah-buahan segar yang
segar, seperti pisang, mengandung alkohol atau
pepaya, jeruk, apel, gas, seperti durian dan
melon, semangka, dan nangka matang
sawo
Lemak Minyak jagung, minyak Minyak kelapa dan minyak
kedelai, margarin, kelapa sawit, santan

9
mentega dalam jumlah kental
terbatas dan tidak untuk
menggoreng tetapi untuk
menumis, kelapa atau
santan encer dalam
jumlah terbatas
Minuman Teh encer, coklat, sirup Teh/kopi kental, minuman
yang mengandung soda
dan alkohol, seperti bir
dan wiski
Bumbu Semua bahan bumbu Lombok, cabe rawit, dan
selainbumbu tajam dalam bumbu-bumbu lain yang
jumlah terbatas tajam

10
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan
Penyakit jantung merupakan salah satu penyakit degeneratif yang
seringkali dihadapi masyarakat dan merupakan predisposisi atau juga akibat
untuk berbagai penyakit degeneratif lainnya. Salah satu penyebab utamanya
adalah pola gaya hidup yang tidak selaras dengan pola hidup sehat termasuk
salah satunya pengaturan pola makan yang tidak benar.
Diet pada penyakit jantung adalah pola makan yang diatur untuk
pasien yang mengalami gangguan jantung agar tidak menimbulkan resiko
terjadinya penyakit degeneratif lainnya. Pengaturan dietnya bisa berupa diet
rendah garam dan diet rendah kolestrol lemak terbatas, yang bertujuan untuk
memberikan makanan secukupnya tanpa memberatkan kerja jantung,
menurunkan berat badan bila terlalu gemuk, serta mencegah atau
menghilangkan penimbunan garam atau air.

B. Saran
Untuk mencegah atau membantu pasien dengan penyakit jantung dalam
modifikasi diet, kelompok menyarankan beberapa hal seperti dibawah ini:
1. Mempertahankan berat badan yang ideal
2. Mengurangi konsumsi total lemak
3. Mengurangi konsumsi garam

11
DAFTAR PUSTAKA

Brickner ME, H. L. (2000). Tinjauan tentang jantung. Singapura: Hooi Ping CheeDr.Andri
dr.Andry Hartono, S. (2006). Penyakit kardiovaskuler. Jakarta.
E.Beck, M. (2000). Pengenalan Ilmu Gizi. Yogyakarta: Yayasan Essentia
MedicaPengetahuGizi Pada Pasien Jantung. Diperoleh pada tanggal 18 Oktober 2015
dari
http://doc.pengetahuan.gizi.jantung.co.id Yudi, (2011). Pengetahuan dan Gizi. Diperoleh
tanggal 17 Oktober 2015 dari http://www.gizi.com
WHO.2016. Prevention of cardiovaskuler Disease.WHO epidemiologi sub Region AFRD and
AFRE.Genewa.
http://hiduplestari.worddpress.com/diet-sehat/diet-untuk-penderita -jantung.2015,jakarta

12