Anda di halaman 1dari 6

Menjadikan Hemat Listrik Sebagai Budaya Dalam Masyarakat

Oleh Prayogo

Pendahuluan

“Energi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan, energi hanya dapat diubah dari satu
bentuk ke bentuk lain” begitulah kurang lebih bunyi hukum kekekalan energi yang sering kita
dengar dan pelajari disekolah. Dewasa ini, perkembangan teknlogi maju dengan pesat hal ini
tentu mengakibatkan penggunaan energi yang besar tidak dapat dihindari, terutama energi
listrik. Namun, besarnya permintaan akan energi listrik tidak diimbangi dengan kemampuan
untuk menyediakan energi yang dibutuhkan, hal ini disebabkan adanya batasan manusia
dalam mengubah energi yang ada menjadi energi listrik, baik disebabkan kurangnya sumber
daya manusia ataupun sumber daya alam yang ada.

Dengan berpatok pada pengetahuan akan hal itu, tentu kita menyadari pentingnya
melakukan penghematan energi listrik pada kehidupan kita saat ini. Karena hampir semua
kegiatan kita di era modern ini membutuhkan energi listrik. mulai dari kegiatan perkantoran,
pertokoan, pabrik/industri, rumah tangga, bahkan aktivitas pribadi pun memerlukan tenaga
listrik. tanpa adanya sumber energi listrik kita tidak bisa bayangkan bagaimana jadinya
kehidupan manusia di masa kini dan mendatang.

Di Indonesia melalui UU No. 15 tahun 1985 tentang ketenagalistrikan, pemerintah


telah mengamanatkan PLN sebagai satu- satunya BUMN pemegang kuasa usaha ketenaga
listrikan untuk memenuhi ketersediaan energi listrik. Tetapi, Karena kemampuan penyediaan
energi listrik yang dibutuhkan oleh masyarakat tidak dapat sepenuhnya mampu dipenuhi oleh
PLN , maka PLN membeli energi listrik dari swasta dengan harga tinggi dan menjual kembai
kepada masyarakat dengan harga rendah sehingga mengakibatkan PLN kerap mengalami
kerugian.

Menyikapi hal itu, tentu penting mensosialisasikan kepada masyarakat agar


menjadikan hemat listrik sebagai budaya dalam kehidupan sehari-hari, dengan memberi
arahan dan metode yang sesuai dengan pola pikir masyarakat. Maka, kegiatan sosialisasi
pentingnya hemat listrik dan penempelan stiker hemat listrik diharapkan mampu merubah
pola masyarakat agar membudayakan hemat listrik dalam kehidupan sehari-hari.
Metode

Metode dalam kegiatan ini adalah cara-cara yang digunakan untuk melakukan
kegiatan sosialisasi hemat listrik dan penempelan stiker hemat listrik guna menimbulkan
kesadaran masyarakat akan pentingnya hemat listrik. Adapun cara yang dilakukan yaitu
pertama melakukan observasi pada lingkungan masyarakat, observasi dilakukan dengan
mensurvei dan menanyakan peralatan listrik apa saja yang sering digunakan oleh masyarakat
dan jenis lampu apa yang digunakan di rumah-rumah. Selanjutnya mengumpulkan
perwakilan masyarakat untuk diberi arahan cara melakukan penghematan listrik dalam
kehidupan sehari-hari, dan yang terakhir melakukan penempelan stiker hemat listrik di setiap
rumah warga untuk dijadikan sarana pengingat akan pentingnya hemat listrik dibarengi
dengan sosialisai cara-cara untuk melakukan penghematan penggunaan energi listrik.
Sasaran dari kegiatan ini meliputi masyarakat RW 03 kelurahan kebumen, dimana
kelurahan kebumen merupakan daerah perkotaan yang padat penduduk, serta memiliki
tingkat penggunaan alat elektronik yang tinggi. Tempat dan waktu pelaksanaan kegiatan ini
yaitu di RW 03 kelurahan kebumen pada bulan Agustus 2018. Keberhasilan kegiatan ini
dapat dilihat dari perubahan tingkah laku masyarakat dalam melakukan penghematan listrik
dari sesudah dan sebelum kegiatan ini dilakukan.

Pelaksanaan dan Pembahasan

Kegiatan dalam upaya menjadikan hemat listrik sebagai budaya dalam masyarakat, terdiri
dari dua tahapan. Tahapan pertama yaitu melakukan sosialisasi dengan menghadirkan tokoh-
tokoh masyarakat serta pemuda-pemuda untuk diberi arahan serta penjelasan akan pentingnya
melakukan penghematan listrik dalam kehidupan sehari-hari, serta upaya-upaya yang dapat
dilakukan masyarakat untuk melakukan hal tersebut.

Dalam tahap pertama ini, kegiatan dilakukan dengan metode ceramah dan diskusi, yang diisi
oleh mahasiswa pendidikan teknik elektro sebagai narasumber, dan perwakilan masyarakat
sebagai peserta. Dalam kegiatan ini, disampaikan penyebab perlunya penghematan listrik
dilakukan, serta apa saja dampak jika kita melakukan penghematan dalam penggunaan energi
listrik, seperti, dengan dilakukan penghematan listrik kita dapat menghemat pengeluaran
keluarga untuk membayar biaya pemakaian listrik, dapat mengefesiensikan penggunaan
energi, dapat mengurangi kerugian negara akibat kerugian yang selalu diderita Perusahaan
Listrik Negara (PLN) setiap tahunya, dan yang terpenting, kita juga menyelamatkan bumi
dengan mengurangi jumlah polusi yang ada, karena kebanyakan pembangkit listrik di
Indonesia saat ini menggunakan bahan bakar batu bara, yang dalam proses pembakaranya
menghasilkan polusi bagi lingkungan dan dapat merusak bumi, oleh sebab itu, melakukan
penghematan listrik dapat mengurangi kebutuhan akan energi listrik dan dapat mengurangi
jumlah polusi yang dihasilkan. Dalam tahap pertama ini, sosialisasi dilakukan dalam 3 sesi,
yaitu sosialisasi dengan perwakilan ibu-ibu PKK, sosialisasi dengan pemuda-pemuda dan
sosialisasi dengan masyarakat, kegiatan sosialisasi ini dilakukan saat terjadi perkumpulan
yang melibatkan narasumber dan peserta, yaitu dalam kegiatan PKK, dalam kegiatan pemuda
dan pentas seni.

Pada tahap kedua upaya untuk menjadikan hemat listrik sebagai budaya dalam masyarakat,
dilakukan kegiatan penempelan stiker hemat listrik disetiap rumah warga, hal ini dilakukan
agar dapat menjadi pengingat untuk selalu menghemat listrik dengan cara menggunakan
listrik seperlunya.

Pada tahap ini, selain melakukan penempelan stiker pada rumah warga, juga dibarengi
dengan sosialisasi secara langsung kepada pemilik rumah tentang cara dan tips yang dapat
dilakukan untuk melakukan penghematan listrik. Yaitu, penghematan listrik di kehidupan
sehari-hari dapat dilakukan dengan 8 cara, sebagai berikut:

1. Pakailah Lampu Hemat Energi. Lampu hemat energi dari jenis CFL (compact
fluorescent light) dan LED (light emiting diode) menggunakan daya listrik yang jauh
lebih kecil dari pada lampu filament (lampu kawat pijar) untuk menghasilkan daya terang
yang sama.
2. Matikan Alat Listrik yang Tidak Terpakai. Biasakan untuk mematikan TV dan AC
ketika meninggalkan ruangan, karena jika membiarkanya tetap menyala merupakan
pemborosan daya listrik dan jangan lupa mematikan alat-alat listrik yang tidak
diperlukan.
3. Gunakan Energi Listrik Lebih Efisien. Menyetrika pakaian sekali sehari akan lebih
hemat listrik daripada menyetrika pakaian dalam jumlah yang sama dua kali sehari karena
setrika listrik memerlukan energi ekstra untuk pemanasan sebelum dapat digunakan.
Energi listrik yang digunakan sebuah mesin cuci untuk mencuci 5 potong pakaian tidak
jauh berbeda dengan energi yang diperlukan untuk mencuci 10 potong pakaian.
4. Ikuti Saran Penggunaan Alat Listrik Secara Hemat. Anda sebaiknya mengetahui cara
menggunakan alat listrik secara hemat energi. Contohnya sering membuka kulkas akan
mengurangi efisiensi pendinginan di dalam kulkas. Membiarkan jendela terbuka pada
ruang ber-AC akan mengurangi efisiensi pendinginan AC.
5. Pilih Alat Elektrik dan Alat Elektronik yang Memilih Fitur Hemat. Karena sekarang
produsen alat elektrik dan alat elektronik telah didorong untuk menciptakan produk yang
lebih ramah energi. Maka, jika mengharuskan untuk membeli peralatan listrik baru,
pilihlah yang memiliki fitur hemat energi.
6. Buka Jendela dan Gorden di Siang Hari. Membuka jendela dan gorden di siang hari
akan memaksimalkan pencahayaan di siang hari sehingga mengurangi kebutuhan listrik
untuk menyalakan lampu di siang hari. Membuka jendela juga bermanfaat untuk
mengurangi hawa panas di dalam rumah sehingga anda mungkin tidak memerlukan
pendingin udara atau kipas angin.
7. Gunakan Tangki Penampung Air. Pompa air sebaiknya tidak sering dinyalakan karena
setiap kali menyalakan pompa air, diperlukan daya listrik awal yang lebih besar daripada
daya listrik yang diperlukan pada operasi stabil. Jika anda menggunakan tangki
penampung air, anda mungkin hanya perlu menyalakan pompa air sekali sekali untuk
mengisi tangki air yang bisa digunakan seharian.
8. Kurangi Penggunaan Alat Listrik. Jika anda ingin mengurangi penggunaan energi
listrik, anda dapat mengurangi penggunaan alat listrik. Beberapa pekerjan yang biasa
dilakukan dengan alat listrik dapat juga dilakukan secara manual. Anda dapat
menghaluskan bumbu masak tanpa blender, mengocok telur tanpa mixer, mengeringkan
cucian tanpa dryer, dan lain sebagainya.

Berikut dokumentasi kegiatan tahap pertama dan kedua dalam upaya menjadikan hemat
listrik sebagai budaya dalam masyarakat.

Gambar sosialisasi hemat listrik dengan PKK Gambar sosialisasi hemat listrik dengan
Pemuda
Gambar sosialisasi hemat listrik dengan Gambar penempelan stiker hemat listrik
masyarakat dibarengi acara pentas seni

Hasil

Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini adalah tersosialisasikanya metode untuk melakukan
penghematan listrik dalam kehidupan sehari-hari oleh masyarakat, dengan mengetahui alasan
mengapa harus dibiasakan melakukan penghematan listrik dalam kehidupan sehari-hari, juga
dengan memberitahu bagaimana cara yang dapat dilakukan untuk melakukan penghematan
listrik, diharapkan masyarakat dapat mulai memunculkan kebiasan-kebiasaan untuk
melakukan penghematan listrik dalam keseharianya.

Dengan kegiatan ini, masyarakat dapat memahami pentingnya melakukan penghematan


listrik, serta manfaat yang nantinya akan diperoleh dengan melakukan penghematan itu dan
dapat menjadikan kegiatan penghematan listrik sebagai budaya dalam kehidupanya.

Kesimpulan

Dalam kegiatan ini, dapat disimpulkan bahwa dengan memberikan sosialisasi kepada
masyarakat tentang alasan dan cara untuk melakukan penghematan dalam penggunaan energi
listrik dapat menjadikan masyarakat memahami akan pentingnya kegiatan penghematan
penggunaan energi listrik dan dengan pahamnya masyarakat akan hal ini, menyebabkan
timbulnya keinginan untuk melakukan penghematan listrik, dan menjadikan penghematan
dalam penggunaan energi listrik sebagai budaya dalam kehidupan sehari-hari.
DAFTAR PUSTAKA

Suyanta, dkk. 2018. Panduan Kuliah Kerja Nyata Universitas Negeri Yogyakarta.
Yogyakarta: Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat.
LPPM. 2018. Makalah Pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN) UNY. Yogyakarta: Lembaga
Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat.
http://vistabunda.com/keterampilan/cara-menghemat-energi-listrik-di-rumah/ (diakses pada
tanggal 2 september 2018, pukul 16.00).

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 1985 Tentang Ketenagalistrikan.

https://www.google.co.id/amp/s/m.liputan6.com/amp/3518415/pln-catatkan-rugi-rp-6-triliun-di-
kuartal-pertama-2018