Anda di halaman 1dari 3

Nama : ANIF ADHA

No Peserta : 18126052310023
Kelas : UNY-523-B
Tugas M3 KB3.1: Analisis Vidio

Soal

Setelah Bapak/Ibu melihat video bagaimana teacher Toni menyelesaikan masalah

belajar dengan teori Konstruktivistik, cobalah Bapak/Ibu membuat simpulan

sebanyak 1 halaman tentang bagaimana cara teacher Toni menerapkan

teori Konstruktivistik dalam pembelajaran? Berikan pula komentar Bapak/Ibu

terhadap penerapan strategi tersebut.

Jawab:
Teacher Tony mengalami kesulitan melibatkan murid-muridnya dalam
pembelajaran. Kurikulumnya saat ini tidak membangun keterampilan komunikasi
dan kolaborasi atau mempromosikan pemikiran kritis dan pemecahan masalah
Ia merasa siswanya pasif dalam proses pembelajaran. siswa nya tidak memiliki
belajar keterampilan berpikir tingkat tinggi dan pemecahan masalah.
Akhirnya teacher tony menggunakan teori konstruktivisme untuk membantu
metode pembelajaranya, sehingga siswa secara aktif terlibat dengan pemecahan
masalah dalam konteks yang bermakna.
Konstruktivisme merupakan proses pembelajaran yang menerangkan bagaimana
pengetahuan disusun dalam pemikiran pelajar. Pengetahuan dikembangkan secara
aktif oleh pelajar itu sendiri dan tidak diterima secara pasif dari orang disekitarnya.
konstruktivisme dapat membantu melibatkan dan memotivasi siswa dengan
membuat mereka mengambil peran yang lebih aktif dalam proses pembelajaran.
Konstruktivisme menggunakan strategi pengajaran interaktif untuk menciptakan
konteks bermakna yang membantu siswa membangun pengetahuan berdasarkan
pengalaman mereka sendiri. onstruktivisme sering digunakan untuk mengajarkan
keterampilan berpikir tingkat tinggi seperti penalaran dan pemecahan masalah
sementara juga membantu siswa mentransfer pengetahuan mereka ke situasi baru
dan berbeda.
Dalam vidiodisebutkan bahwa teacher toni menerapkan teori konstruktivisme
dengan cara:
1. Teaccher Tony harus memutuskan bagaimana secara aktif melibatkan murid-
muridnya dalam sebuah topic
2. Teacher Tony memutuskan untuk menggunakan ide pembelajaran berbasis
masalah untuk secara aktif melibatkan murid-muridnya dengan menantang
mereka untuk menjawab masalah dunia nyata.
3. Guru Tony muncul dengan pertanyaan penting berikut ini:
“Bagaimana kita bisa mengurangi limbah untuk membantu mempertahankan
sumber daya bumi”
4. Guru Tony merencanakan kegiatan berikut untuk membantu siswa menjawab
pertanyaan penting.
a. Siswa pertama akan tur pabrik limbah dan daur ulang lokal untuk belajar
secara langsung bagaimana limbah dan bahan daur ulang dari komunitas
mereka ditangani.
b. Siswa berikutnya akan menimbang dan mencatat berapa kilogram sisa
makanan yang dimasukkan keluarga mereka ke dalam sampah biasa
setiap hari
c. Kemudian dalam kelompok siswa akan meneliti lebih lanjut solusi untuk
masalah dalam buku di internet dan dengan mewawancarai para ahli di
sekitar komunitas mereka dan negara menggunakan telepon dan Skype.
d. Akhirnya kelompok-kelompok siswa akan menentukan bagaimana mereka
ingin menunjukkan solusi mereka terhadap pertanyaan penting.
contohnya mungkin termasuk tayangan slide buku yang dibuat siswa dan
pengumuman layanan masyarakat tentang daur ulang dan empat R
artefak pembelajaran ini dapat ditampilkan kepada anggota komunitas
dan orang tua di malam daur ulang keluarga.

setelah menerapkan prinsip-prinsip guru konstruktivisme ini, siswa Guru Toni lebih
aktif terlibat dalam pembelajaran mereka dengan terlibat dalam pemecahan
masalah, keterampilan berpikir tingkat tinggi, dan kerja kolaboratif. menggunakan
konstruktivisme sangat membantu melibatkan siswa saya.
Komentar Saya:
Pembelajaran dengan pendekatan konstruktivisme ini akan memberikan
keuntungan kepada siswa, yaitu dapat membiasakan siswa belajar mandiri dalam
memecahkan masalah, menciptakan kreativitas untuk belajar sehingga tercipta
suasana kelas yang lebih nyaman dan kreatif, terjalinnya kerja sama sesama siswa,
dan siswa terlibat langsung dalam melakukan kegiatan, dan dapat menciptakan
pembelajaran menjadi lebih bermakna karena timbulnya kebanggaan siswa
menemukan sendiri konsep yang sedang dipelajari dan siswa akan bangga dengan
hasil temuannya, serta melatih siswa berpikir kritis dan kreatif. Sedangkan
kelemahannya adalah siswa dalam mengkonstruksi pengetahuannya, tidak jarang
bahwa hasil konstruksi siswa tidak cocok dengan hasil konstruksi para ahli
matematika, hal ini dapat mengakibatkan salah pengertian (miskonsepsi).