Anda di halaman 1dari 6

Cakradonya Dent J 2016; 8(2):105-110

STUDI DIAMETER TUBULUS DENTIN SETELAH PEMAPARAN


FLUORIDE 1500 ppm (GAMBARAN ATOMIC FORCE
MICROSCOPY)

THE STUDY OF TUBULAR DIAMETER OF DENTINE AFTER


USING FLOURIDE 1500 PPM (ATOMIC FORCE MICROSCOPY)

Abdillah Imron Nasution, Mursal, Iqbal Saputra

Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Syiah Kuala

ABSTRAK
Fluoride sering terdapat di dalam pasta gigi dengan kadar 1500 ppm. Jika fluoride terpapar dengan
dentin, fluoride dapat mengubah struktur dan ukuran kristal Hidroksiapatit yang merupakan
pembentuk dentin. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pemaparan fluoride 1500 ppm
terhadap diameter tubulus dentin. Penelitian ini menggunakan Atomic Force Microscopy dan ukuran
diameter tubulus dentin dianalisis dengan software gwyddion v.2.30. Enam gigi premolar digunakan
sebagai spesimen dan dipotong pada area mahkota dekat CEJ kemudian dihaluskan. Spesimen
dikelompokkan ke dalam enam kelompok yaitu kelompok kontrol dan kelompok yang dipaparkan
larutan fluoride 1500 ppm dengan durasi 1 menit, 3 menit, 5 menit, 8 menit dan 10 menit. Pemaparan
dengan fluoride dilakukan selama 7 hari. Sebanyak 5 tubulus dentin dari masing-masing spesimen
dihitung ukuran diameternya. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa diameter tubulus dentin pada
kelompok kontrol memiliki ukuran rerata yang paling besar yaitu 4,41 µm. Sedangkan ukuran rerata
diameter tubulus dentin pada kelompok perlakuan yaitu 2,63-3,53 µm. Hasil uji analisi statistik one-
way ANOVA dan uji Tukey menunjukkan semua kelompok perlakuan memiliki perbedaan yang
signifikan dengan kelompok kontrol (p<0,05). Dapat disimpulkan bahwa pemaparan larutan fluoride
1500 ppm dapat mengurangi diameter tubulus dentin secara signifikan walaupun belum mampu
menutupi tubulus dentin yang terbuka dengan sempurna.
Kata kunci: fluoride, diameter tubulus dentin,Atomic Force Microscopy.

ABSTRACT
A concentration of 1500 ppm fluoride is often contained in toothpaste . If fluoride exposed to dentin,
it can change the structure and size of hydroxyapatite crystals which is dentinal forming structure.
This study aimed to analyze the effect of 1500 ppm fluoride exposure on dentinal tubules size. This
study used Atomic Force Microscopy and the diameter size of dentinal tubules was analyzed by
software gwyddion v.2.30. The total of six premolars were prepared as specimens and was cut in on
the crown area near CEJ and afterwards was polished. Specimens were divided into six groups as
follows; control group and experimental group which was exposed to 1500 ppm fluoride solution as
long as 1 minute, 3 minutes, 5 minutes, 8 minutes and 10 minutes. Fluoride exposure was conducted
for 7 days. The diameter size of five dentinal tubules of each specimen was counted. The result of this
study showed that diameter size of dentinal tubules in control group had the highest mean value of
4.41 µm. While the mean size of diameter of dentinal tubules in experimental group was 2.63 μm to
3.53 μm. The statistical result of one-way ANOVA and Tukey test showed that all the control groups
had significant difference with the control group (p<0.05). It was concluded that exposure to 1500
ppm fluoride solution could significantly reduce the diameter size of dentinal tubules, although it was
incapable to throughly cover the exposed dentin.
Keyword: fluoride, dentinal tubules diameter, Atomic Force Microscopy

105
Cakradonya Dent J 2016; 8(2):105-110

PENDAHULUAN 1000-1100 ppm, dan beberapa produk di


Email, dentin, dan sementum Eropa kandungannya mencapai 1500 ppm.15
merupakan jaringan keras gigi yang tersusun Kandungan fluoride di Indonesia dan beberapa
dari struktur mineral berupa kristal negara kawasan Asia Tenggara mencapai 1500
hidroksiapatit (Ca10(PO4)6(OH)2). Mineral ppm.17
hidroksiapatit dapat mengalami demineralisasi Sediaan fluoride 1500 ppm bisa
dan larut jika terpapar dengan asam yang didapatkan dari senyawa natrium fluoride
menyebabkan kerusakan jaringan gigi seperti (NaF) yang merupakan sediaan fluoride yang
karies atau erosi.1 Selain itu, struktur mineral sering digunakan pada beberapa produk pasta
ini dapat tersubstitusi oleh ion fluoride gigi, sedangkan senyawa lain yang diizinkan
membentuk fluoroapatit (Ca10(PO4)6F) yang oleh Food and Drug Association (FDA)
membuat jaringan keras gigi seperti email dan sebagai sumber fluoride dalam produk pasta
dentin lebih tahan terhadap asam, sehingga gigi atau obat kumur adalah timah fluoride
fluoride sering digunakan untuk mencegah (SnF), atau sodium monofluorofosfat
karies gigi.2,3,4 (Na2PO3F).3,18
Selain untuk mencegah karies, fluoride
juga dapat digunakan sebagai salah satu bahan BAHAN DAN METODE PENELITIAN
dalam perawatan hipersensitivitas dentin.5,6,7 Adapun alat dan bahan yang digunakan
Hipersensitivitas dentin berkaitan erat adalah Carborundum disc, Bur diamond
dengan peningkatan permeabilitas tubulus fissure dan bur silindris, Mikromotor, Sonde
dentin yang terbuka pada area permukaan gigi. half moon, pemoles aluminium oxide, Gelas
8
Tubulus dentin dapat terbuka jika lapisan ukur, timbangan analitik, Stopwatch, Wadah
pelindung dentin berupa email dan sementum untuk meletakkan specimen, inkubator
hilang karena karies, erosi, abrasi ataupun (Heraeus), Atomic Force Microscopy
atrisi. Permeabilitas tubulus dentin yang tinggi (Nanosurf), Software Gwyddion version 2.30,
dapat menyebabkan cairan di dalam tubulus Gigi, Asam sitrat 6%, aquades.
dentin bergerak karena respon dari suhu, Penelitian ini merupakan penelitian
sentuhan, ataupun perubahan tekanan eksperimental dengan desain post test
sehingga menganggu reseptor saraf di onlycontrol group Penelitian dilakukan di
dalamnya dan menimbulkan sensasi nyeri.9 Laboratorium Program Studi Kedokteran Gigi
Fluoride yang digunakan pada perawatan Fakultas Kedokteran, Laboratorium Dasar
hipersensitivitas gigi dapat berpenetrasi ke Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas
dalam tubulus dentin dan mengubah ukuran Syiah Kuala, dan Laboratorium Fisika
diameter tubulus dentin. Senyawa fluoride Material Fakultas MIPA Universitas Syiah
tersebut akan mengunci tubulus dentin yang Kuala. Waktu penelitian dilaksanakan pada
terpapar dengan lingkungan rongga mulut dan Januari 2013.
menahan stimulus yang memicu Dengan menggunakan alat mikromotor
hipersensitivitas dentin.10,11,12,13 dan carborundum disc, gigi premolar yang
Fluoride merupakan suatu ion yang telah dipersiapkan dipotong lurus dari arah
berasal dari unsur fluor. Unsur fluor tidak mesial ke arah distal pada mahkota gigi di
terdapat dalam bentuk zat tunggal, tetapi dekat garis Cementoenamel Junction (CEJ).
bergabung dengan unsur lain membentuk Setelah permukaan mahkota yang
suatu senyawa fluor. Fluoride secara alami dipotong tersebut rata, spesimen gigi tersebut
merupakan mineral yang terdapat di dalam dihaluskan kembali dengan menggunakan
batuan dan air dalam jumlah yang kecil.14 pemoles aluminium oxide selama 20-30 detik.6
Fluoride juga ditemukan dalam tubuh manusia Setelah penghalusan, spesimen dibilas dengan
dan biasanya bergabung dengan jaringan yang aquades. Setelah dipreparasi, spesimen
terkalsifikasi, misalnya pada tulang dan gigi. direndam dengan larutan asam sitrat (C6H8O7)
Dalam bidang kedokteran gigi, fluoride sering 6% selama 1 menit.
digunakan sebagai salah satu bahan campuran Dentin gigi yang telah dipersiapkan
dalam produk pasta gigi dan obat kumur. 15,16 dikelompokkan ke dalam 6 kelompok.
Kandungan fluoride dalam produk pasta Kelompok pertama direndam dalam aquades
gigi untuk orang dewasa memiliki variasi, di tanpa dipaparkan dengan natrium fluoride
Amerika Serikat biasanya berkisar antara (kelompok kontrol). Sedangkan sisanya

106
Cakradonya Dent J 2016; 8(2):105-110

direndam dalam larutan NaF masing-masing kelompok yang berbeda secara signifikan
selama 1 menit, 3 menit, 5 menit, 8 menit dan (P<0,05). Dengan demikian pemaparan
10 menit. Larutan natrium fluoride yang telah larutan NaF 1500 ppm dapat mempengaruhi
dipersiapkan di tempatkan dalam vial plastik ukuran diameter tubulus dentin.
sebanyak 10 ml untuk setiap spesimen dan Analisis post hoc dengan
diganti setiap kali perendaman. Setelah menggunakan uji Tukey dilakukan untuk
dipaparkan dengan larutan Fluoride, setiap melihat kelompok mana yang menunjukkan
spesimen ditempatkan dalam wadah berisi perbedaan yang bermakna. Hasil uji Tukey ini
aquades dan disimpan dalam inkubator pada dapat dilihat pada Tabel 2.
suhu 37±1oC. Perlakuan terhadap spesimen
tersebut diulangi selama 7 hari. Tabel 2 Perbandingan nilai kemaknaan antar
Area yang diperiksa adalah bagian kelompok perlakuan
permukaan dentin dengan luas permukaan Kelompok pembanding P
yang discan dengan AFM yaitu 20x20 µm
sehingga akan memberikan gambaran yang kontrol 1 menit 0,041*

lebih jelas terhadap keadaan tubulus dentin, 3 menit 0,005*


dan dapat dilakukan pengamatan terhadap 5 menit 0,000*
diameternya. 8 menit 0,000*
Untuk mendapatkan panjang setiap garis 10 menit 0,000*
diameter yang akurat, pembuatan garis dan 1 menit 3 menit 0,933
perhitungan panjang garisnya menggunakan
5 menit 0,315
tool measure distance and direction between
points pada software analisis gambar AFM 8 menit 0,062
Gwyddion version 2.30. 10 menit 0,038*
3 menit 5 menit 0,845
HASIL 8 menit 0,343
Hasil pengukuran diameter tubulus 10 menit 0,242
dentin pada spesimen kontrol yang tidak 5 menit 8 menit 0,948
dipaparkan larutan natrium fluoride 1500 ppm 10 menit 0,876
memiliki nilai rerata yang paling tinggi yaitu
8 menit 10 menit 1,000
sebesar 4,41 µm. Nilai ini berbeda dengan
rerata kelompok perlakuan yaitu antara 2,63
Dari hasil uji analisis ANOVA dan
µm - 3,53 µm seperti yang terdapat pada
Tukey menunjukkan bahwa pemaparan larutan
Tabel 1. Nilai rerata diameter tubulus dentin
natrium fluoride 1500 ppm pada beberapa
cenderung mengalami penurunan sejalan
durasi waktu dapat mengurangi ukuran
dengan kenaikan durasi perendaman.
diameter tubulus dentin secara signifikan
Tabel 1 Ukuran rerata diameter tubulus dentin Diameter tubulus sehingga hipotesis dapat diterima. Berdasarkan
dentin (± SD) uji tingkat lanjut antar kelompok spesimen
Control 1 menit 3 menit 5 menit 8 menit 10 menit
menunjukkan bahwa antar kelompok
perlakuan yang memiliki perbedaan yang
4,41 (± 3,53 (± 3,26 (± 2,93 (± 2,69 (± 2,63 (±
0,22) 0,36) 0,38) 0,67) 0,52) 0,35) bermakna adalah kelompok spesimen yang
diberi perlakuan 1 menit dengan 10 menit.

Hasil uji normalitas data dengan PEMBAHASAN


menggunakan uji Shapiro Wilk menunjukkan Hasil penelitian didapatkan bahwa
data normal (P>0,05) pada semua kelompok ukuran diameter tubulus dentin terbesar
spesimen. Uji homogenitas data juga terdapat pada spesimen kontrol yaitu 4,41 µm.
menunjukkan bahwa data homogen (P>0,05). Beberapa penelitian sebelumnya diketahui
Nilai P>0,05 telah memenuhi syarat untuk bahwa ukuran diameter tubulus dentin normal
dilakukan analisi ANOVA one way yang di area dekat dinding pulpa adalah 3-4 µm.
bertujuan untuk melihat apakah ada Peningkatan ukuran diameter tubulus dentin
perbedaan yang signifikan antar kelompok ini disebabkan oleh prosedur preparasi seperti
spesimen. Hasil analisis ANOVA posisi pemotongan tubulus dentin yang
menunjukkan paling tidak terdapat dua diamati. Penggunaan asam untuk

107
Cakradonya Dent J 2016; 8(2):105-110

menghilangkan smear layer juga ikut Keadaan ini bisa saja disebabkan oleh waktu
mempengaruhi peningkatan diameter tubulus pemaparan yang masih kurang lama.
dentin. Hal ini disebabkan penetrasi asam ke Pemakaian natrium fluoride untuk mengurangi
dalam tubulus dentin yang melarutkan mineral hipersensitivitas dentin juga tidak memberikan
pada dinding tubulus dentin dan memperlebar hasil yang signifikan, seperti penelitian yang
diameter tubulus dentin.20,21 dilakukan oleh Plagmann yang masih
Penurunan diameter tubulus dentin menemukan respon hipersensitivitas setelah
menunjukkan adanya perubahan pada tubulus pemakaian pasta gigi yang mengandung
dentin akibat pengaruh dari fluoride. Ion fluoride 1400 ppm setelah 8 minggu. Respon
fluoride dalam larutan dapat berinteraksi hipersensitivitas dentin yang masih timbul ini
dengan mineral dentin dalam beberapa cara mengindikasikan masih adanya tubulus dentin
yang berbeda. Interaksi antara ion fluoride yang terbuka. 51
dengan kalsium dalam tubulus dentin dapat
membentuk kalsium fluoride (CaF2) yang KESIMPULAN
dapat menurunkan permeabilitas tubulus Pemaparan fluoride 1500 ppm pada
dentin. Pembentukan kalsium fluoride ini durasi waktu 1 menit, 3 menit, 5 menit, 8
menjadi faktor penurunan diameter tubulus menit, dan 10 menit dapat mengurangi
dentin dan penutupan tubulus dentin. diameter tubulus dentin. Semakin lama durasi
Pembentukan kalsium fluoride juga dapat pemaparan fluoride 1500 ppm akan semakin
memicu proses remineralisasi pada mengurangi ukuran diameter tubulus dentin
hidroksiapatite. Menurut Aoba, pembentukan
kalsium fluoride dimungkinkan ketika DAFTAR PUSTAKA
konsentrasi ion fluoride lebih dari 100 ppm 1. Roveri N, Battistella E, Bianchi CL,
dan jumlah kalsium fluoride yang terbentuk Foltran I, Foresti E, Lafisco M dkk.
akan meningkat sejalan dengan peningkatan Surface enamel remineralization:
aktifitas ion fluoride.4 biomimetic apatite nanocrystals and
Fluoride merupakan ion yang sangat Fluoride ions different Effects. Journal of
reaktif. Skala Pauling untuk fluoride adalah Nanomaterials Volume 2009; 10:1-6.
3,98. Hal ini membuat fluoride memiliki sifat 2. Bizang M, Yong-hee P Chun, Winterfeld
elektronegativitas yang tinggi sehingga akan MT, Alterburger MJ, Wolfgang HM,
menimbulkan gaya tarik terhadap ion kalsium Zimmer S. Effect of a 5000 ppm Fluoride
yang berdekatan. Selain dapat membentuk toothpaste and a 250 ppm Fluoride mouth
kalsium fluoride, fluoride juga secara rinse on the demineralisation of dentin
fisikokimia dapat mengendap ke dalam surfaces. BMC Research Notes 2009;
struktur kristal dentin. Fluoride dapat 147(2):1-6
mengganti gugus hidroksida (OH-) pada 3. Rakita PE. Dentifrice Fluoride. Journal
kristal hidroksiapatit yang terdapat pada of Chemical Education.
dentin. Penggantian gugus hidroksida dengan http://www.jce.divched.org, 18
fluoride akan membentuk fluorohidroksiapatit September 2012.
dan fluoroapatit serta mampu memicu proses 4. Aoba T. The effect of fluoride on apatite
remineralisasi.4,47 Miglani juga berpendapat structure and growth. Crit Rev OralBiol
bahwa pemaparan larutan fluoride terhadap Med 1997; 8(2):136-153.
dentin dapat memicu pembentukan kristal 5. Agarwal SK, Tandon R. Praveen G,
fluoroapatit yang jauh lebih stabil Gupta S. Dentine hypersensitivity: a new
dibandingkan kalsium fluoride di dalam vision on old dental science. Indian
tubulus dentin.48 Journal of Dental Science 2010; 2(2):20-
Berdasarkan hasil penelitian, walaupun 30.
terjadi penurunan ukuran diameter yang 6. Arrais AG, Micheloni CD, Giannini M,
signifikan pada spesimen perlakuan Chan D. Occluding Effect of Dentifrices
dibandingkan spesimen kontrol, penggunaan on Dentinal Tubules. Journal of Dentistry
natrium fluoride 1500 ppm sebagai bahan 2003; 31:577-8.
untuk pengobatan hipersensitivitas dentin 7. Ritter AV, Dias W, Miguez P, Caplan
tidak memberikan hasil yang optimal. Hal ini DJ, Swift EJ. Treating cervical dentin
dikarenakan masih adanya tubulus dentin yang hypersensitivity with Fluoride varnish. A
terbuka meskipun pada durasi 10 menit.

108
Cakradonya Dent J 2016; 8(2):105-110

randomized clinical study. JADA 2006; 20. Riset Kesehatan Dasar 2007. Departemen
137:1013-1020 Kesehatan RI, 2008.p.137.
8. Bartold PM. Dentinal Hypersensitivity: a 21. Bray KK. Toothbrushing behavior
Review. Australian Dental Journal 2006; change. American Dental
51(3):212-218. HygienistAssosiation 2010.p.2.
9. Pinto SC, Silveira CMM, Pochapski MT, 22. Mjor IA. Ole Feejerskov. Human Oral
Pilatti GL, Santos FA. Effect of Embriology and Histology. Alih bahasa:
desensitizing toothpastes on dentin. Braz Siregar F. Jakarta: Widya Medika,
Oral Res 2012; 26(5):410-417. 1991.p.81-92.
10. Arrais AG, Chan D, Giannini M. Effect 23. Syngcuk K, Hayeraas J, Haug S.
of Desensitizing Agent on Dentinal Structure and Function of the Dentin-
Tubule Occlusion. J Appl Oral Sci 2004; Pulp
12(2):144-8. Complex.Http://www.4endo.net/9b63ecc
11. Rosing CK, Fiorini T, Liberman DN, oe8, 21 Oktober 2012.
Cavagni J. Dentin Hypersensistivity: 24. Balogh MB, Fehrenbach MJ. Dental
Analisis of Self-Care Product. Braz Oral Embriology, Histology, and Anatomy. 2nd
Res 2009; 23(1):56-63. ed. Missouri: Evolve Elsevier,
12. Akca AE, Gokce S. Kurkcu M, Ozdemir 2006.p.192-201.
A. Clinical Assessment of Bond and 25. Phashley, David H. Richard E.Walton.
Fluoride in Dentin Hypersensitivity. Harold.C.Slavkin. Histology
Gulhane Military Medical Academy andPhysiologi of the Dental Pulp. In
Centerof Dental Sciences Department of Endodentic. 5t h. Chapter 2. USA: Bc
Periodontology 2006; 30(4):92-100. DeckerInc, 2008.p.48-53.
13. Vierra APGF, Hancock R, Dumitriu M, 26. Brand RW, Isselhard DE. Enamel,
Limeback H, Grynpas MD. Fluoride’s dentin, and pulp. In: Anatomy of
effect on human dentin ultrasound Orofacial Structure. 7th ed. Missouri:
velocity (elastic modulus) and tubule Mosby Elsevier, 2003.p. 271-273.
size.Eur J Oral Sci 2006; 114:83-88. 27. Nanci A. Dentin-pulp complex. In: Ten
14. Mc Ginley JS, Stoufflet MN. Cate’s Oral Histology Development,
Fluoridation fact. American Dental Structure and Function. 7t hed. Missouri:
Asosiation 2005:10. Mosby Elsevier, 2008.p.191-214.
15. U.S Departement of Health and Human Avery JK, Chiego DJ Jr. Essential of
Servis. Recommendation for Using Oral Histology and Embriology. A
Fluoride to Prevent and Control Dental ClinicalApproach. 3rded. Missouri:
Caries in the United State. 2001; Mosby Elsevier, 2006.p.108-113.
50(14):13-21 29. Mjor IA. Dentine Permeability: The
16. Jones S, Burt BA, Petersen PE, Lennon Basis of Understanding Pulp Reaction
MA. The Effective Use of Fluorides in and Adhesive Technology. Braz Dent J
Public Health. Bulletin of the World 2009; 20(1):3-16.
Health Organization 2005; 83(9):670- 30. Ghazali FB. Permeability of Dentin.
676. Malaysian Journal of Oral Science 2003;
17. Kadir RA, Latif LA. Fluoride Level in 10(1):27-36.
Dentistry. Annals of Dent Univ Malaya 31. Leventouri T, Antonakos A, Kyriacou A,
1998; 5:2-5 Venturelli R, Liarokapis E, Perdikatsis
18. Badan Pengawasan Obat dan Makanan V. Crystal Structure Studies of Human
Indonesia. Manfaat dan Resiko Fluoride Dental Apatite as Function
dalam Pasta Gigi. 2009; 10(2):10. Age.International Jurnal of Biomaterial
19. Tseveenjaw B, Suominen AL, Housen A, 2009;1-6. Leroy N, Bress E. Structure
Vehkalati MM. The role of sugar, xylitol, and Substitution in Fluoroapatite.
toothbrusing frequency, and use of European Celland Material 2001; 2:36-
fluoride toothpaste in maintenance fo 48.
adult’s health: finding from the Finnish 32. Zurlinden K, Laup M, Jennisen HP.
National Health 2000 survey. Eur J Chemical Functionalzation of a
OralSci 2011; 119: 40-47 Hydroxyapatite Base Bone Replacement
Material for the Immobilization of

109
Cakradonya Dent J 2016; 8(2):105-110

Protein.Werkstofftech 2005; 36(12):820- Analysis. Material Reseach 2007;


828. 10(2):153-159.
33. Jena P. Synthesis and Charaterization of 44. Blanchard CR, AtomicForce Microscopy.
Hidroxyapatite. Rourkela:Institute The Chemical Educator 1996; 1(5):1-8.
ofTechnology, 2007.p.11. Thesis. 45. Vilalta-clemente A, Gloystein K.
34. Tredwin CJ. Sol-gel Derived Principles of Atomic Force (AFM).
Hydroxyapatite, Fluorhidroxyapatite and Greece:
Fluoroapatite Coating fot Titanium Aristotle University,2008.p.1-10.
Implant. London:University College 46. Fantner G. Atomic Force Microscopy.
London, 2009.P.27-29.Thesis\ Advanced bioengineering methode
35. Ki-Young K, Eddi W, Nofal M, Seung- laboratory.
wuk L. Microscopy Study of 47. Nasution, AI. Gambaran nanostruktur
Hidroxyapatite Dissolution as Affected by kristal hidroksi apatit pada email fluorisis.
Fluoride Ion. Languir Jakarta: Universitas Indonesia, 2008.
Article,2011;http://www.pubs.acs.org/La Thesis. H:39-40.
ngmuir, 22 September 2012 48. Miglani S, Aggarwal V, Ahuja B. Dentin
35. Porto ICCM, Andrade AKM, Montes hypersensitivity: recent trend in
MAJR. Diagnosis and Treatment of management. J Conserv Dent 2010;
Dentinal Hypersensitifity. Journal of 13(4): 218-224.
Oral Science 2009; 5(3):323-332. 49. Vierra A, Hancock R, Limback H,
36. Assis JS, Rodrigues LK, Fonteles CR, Schwartz M, Grynpas M. How does
Colares RCR, Souza AMB, Santiago SL. fluoride concentration in the tooth affect
Dentin Hypersensitivity After Treatment apatite crystal size. J Dent Res 2003;
With Desensitizing Agents: A 82(11):909-913.
Randomized, Double-Blind, Split-Mouth 50. Markovic M, Takagi S, Chow LC,
Clinical Trial. Braz Dent J Frukhtbeyn S. Calsium Fluoride
2011;22(2):157-161. precipitation and deposition from 12
37. Pinto SCS, Pochapski MT, Wambier DS, mmol/l fluoride solution with different
Pilatti GL, Santos FA. In Vitro and in calsium addition rate. J Res Natl 2009;
Vivo Analyse of The Effect of 114(5): 293-301.
Desensitizing Agents on Dentin 51. Plagmann HC, konig J, Bernimoulin JP,
Permeability an Dentinal Tubules Rudhart AC, Deschner J. A clinical study
Occlusion. Journal of Oral Science 2010; comparing two high-fluoride dentifrices
32(1):23-32. for the treatment of dentinal
38. Petrou I, Heu R, Stranick , Lavender S, hipersensitivity. Quintessence
Zaidel R, Cummins D. A Breakthrough Internasional 1997; 28(6):403-408.
Therapy for Dentin Hipersensitivity: How
Dental Product Containing 8% Arginine
and Calcium Carbonate Work to Deliver
Effective Relief of Sensitive Teeth. J Clin
Dent 2009; 20:23-31.
39. Lee SY, Kwon HK, Kim BI. Effect of
Dentinal Tubules Occlusion by
Dentifrices Containing Nano Carbonat
Apatit. Journal of Oral Rehabilitation
2008; 35:847-853.
42. Kubinek R, Zapletalova Z, Vujtek M,
Novotny R, Kolarova H, Chmelickova H.
Examination of Dentin Surface Using
AFM and SEM. Modern Research
andEducation Topics in Microscopy
2007; 593-598.
43. Cautinho ET, Moraes JR, Paciornic S.
Evaluation of Microstructure Parameter
of Human Dentin by Digital Image

110