Anda di halaman 1dari 8

Roh Kudus Pembaru Gereja

OLEH REDAKSI · 18/08/2014






Dalam sejarah gereja mula-mula, kehidupan Jemaat selalu ditandai


dengan persekutuan doa, penyelidikan Alkitab, puasa dan memuji Allah,
bahkan pengutusan misi pun tidak terlepas dan doa, puasa dan firman
Tuhan. Dengan demikian pembaruan yang dilakukan oleh Rob Kudus,
selalu berkaitan dengan doa, puasa, pengajaran dan penyelidikan firman
Tuhan secara benar.

Sesudah Yesus naik ke surga, Dia telah mempersiapkan‘jemaat’ yang


akan meneruskan pelayanan-Nya di dunia ini (Kis. 1:8-9).Jemaat itu
senantiasa bertekun dengan sehatidalam doa bersama-sama, sekaligus
menantikan janjiYesus untuk mengutus penolong, yaitu Roh
Kebenaranyang akan memimpin merekakepadaseluruhkebenaran(Yoh.
16:13). Selama sepuluh hari sesudahkenaikan Yesus, mereka terus
menerus berdoa kepada Allah dalam satu hati.Mereka senantiasa
berkumpul dalam bait Allah (Luk. 24:35, Kis. 1:14) dan memuliakan Allah.
Ketika tiba hari Raya Pentakosta mereka berkumpul dalam satu
tempat(Kis.2:1).

Kedatangan Rob Kudus persis pada waktu mereka sedang berkumpul,


berdoa dan menyelidiki firman Tuhan. Dikatakan oleh Alkitab bahwa Roh
Kudus turun dan mereka semua penuh dengan Roh Kudus dan mereka
dimampukan untuk berbicara tentang perbuatan-perbuatan besar yang
dilakukan Allah dalam bahasa yang sama sekali mereka tidak mengerti.
Pada saat itu juga terjadilah kebangunan rohani besar pertama bagi
jemaat itu.

Mereka semua diharui oleh kuasa Roh Kudus, diubah dan penakut kepada
keheranian yang herapi-api untuk membenitakan karya Kristus.
Gereja pada inasa proto Reformasi tidak lagi menunjukkan corak jemaat
mula-mula, hal itu. ditandai dengan perselisihan-perselisihanteologis,
rutinisme, bahkan adayangterperosok dalam sinkretisme. Dalam situasi
kejenuhan dan penyelewenganfirman Tuhan,Tuhan menaruh beban
pembaruan kepada“manusia manusia Tuhan” yang sering disebut “Perintis
perintis Reformasi”.

John Wycliffe (1320 – 1384)


Seorang yang sangat taat pada Alkitab, dan menyatakan bahwa Alkitablah
satu-satunya sumber (sola sriplura). Ketaatannya pada Alkitab merupakan
kekuatannya dalam mengkritik penyelewengan gereja: indulgensi,
Iransub, stansiasi dan lain-lain. Pengikutnya telah meratakan jalan reformasi
di lnggris.

Yohanes Hus (1370 – 1415)


Hus adalah tokoh pembaru Cekoslowakia (Bohemia) yang sangat
dipengaruhi Wycliffe. Keberaniaanya meneruskan perjuangan Wycliffe
membuat dia dikucilkan dan dibakar di Konstanz. Namun Hus menjadi
benih reformasi Luther.

Masa Reformasi
Mengapa Reformasi timbul pada zaman Luther dan tidak sebelumnya?
Tentunya hal ini tidak lepas dan waktu Tuhan (kairos).
Marthin Luther (1483 – 1516)
Masa Reformasi dapat dikatakan. dimulai dengan penyelidikan Alkitab.
Sejarah gereja membuktikan apabila Alkitab digali dan diandalkan, Tuhan
berkarya dalampembaharuan rohani. Saat yang penting dalam
perkembangan teologianya yaitu pada saat Ia dengan serius menafsirkan
Roma 1:17“Sebabdidalamnya nyata kebenaran Allahyang bertolak dan
iman dan memimpinkepadaiman, sepertiada tertulis orang benar akan
hidupoleh iman. Sehinggasola fide menjadi pusat teologia Reformasi.
Penelitian Alkitab begitufundamental pada zamanreformasi.
Masalah penjualan surat indulgensi, mendorong Luther untuk
memakukan 95 dalil (31 Okt. 1517) di pintu gerbang istana Wittenberg,
sebagai undanganuntuk mendiskusikan masalah indulgensi. Pengucilan
oleh gereja Roma Katolik terhadap Luther, selama kurang dari satu tahun
(Des. 1521 – Sept. 1522) di purl Wartburg, ia pergunakan
untukmenterjemahkan Alkitab Perjanjian Baru (PB) dalam bahasa Jerman.
Sejak semulaReformasi adalah gerakan Alkitab (soal scriptura). “Alkitab
harus memenuhi tangan, lidah, mata, telinga dan hati semua orang”.
Reformasi bukan hanya gerakan pembaruan teologis dan gerejawi saja,
tetapi juga suatu kebangunan rohani (revival movement). Tidak heran
apabila reformasi merupakan zaman penterjemahan Alkitab ke dalam
banyak bahasa di Eropa Utara.

Gerakan Anabaptis
Gerakan Anabaptis bukan suatu organisasi atau denominasi.Gerakan ini
hampir serentakmuncul di Eropa (Swiss, Jerman Selatan, Austria, Movia
dan lain-lain). Dengan datangnya reformasi banyak orang Kristen
mengharapkan bahwa jemaat-jemaat lokalmenurut PB akan bangun,
namun reformasi yang masih berorientasi pada teologia belum
mewujudkan pola jemaat mula-mula yang misioner. Oleh karenaitu
diantara gerakan ini ada kelompok-kelompok yang radikal, ekstrem dan
militan, tetapi banyak jugadiantaranya yang alkitabiahyaituberkerinduan
mendirikan jemaat-jemaat sesuai pola PB dan kemudian berhasil dihimpun
dan dipersatukan oleh Menno Simon (1496 – 1561) menjadi
gerejaMennonit yang misioner

Prinsip gerakan Anabaptis adalah menganggap Alkitab sebagai sumber


otoritas satusatunya (solascriptura) buatimandankehidupan mereka.
Semuagerakan Anabaptis memperlihatkan semangatpenginjilan yang
didorongolehkerinduanuntukmendirikan jemaat-jemaat lokal pola PB.

Gerakan Reformasi Inggris


Faktor penunjang gerakan reformasi di Inggris, salah satunya
adalahketidakpuasan sebagian bangsa lnggristerhadappemerintahan Paus
di Roma. Juga tidak ketinggalanpengaruh tulisan-tulisan Luther
khususnya bagiThomasCranmer yang diangkat menjadi uskup di
Canterbury tahun1533. Tetapi golonganyang berusaha keras menjauhkan
Gereja Anglikan dan sisa-sisa gereja Katolik Roma adalah “Puritanisme”
dandikemudian hari berkembang menjadi Gereja Babtis (John Smyth
dan Thomas Heiwys). Gereja inilah yang mengutus William Carey tahun
1792 ke India. Ada beberapa penekanan keyakinan Puritanisme antara
lain. Pertama, keselamatan pribadi seutuhnya danAllah (sola gratia).
Kedua, mengakui otoritas tertinggi dan Alkitab. Ketiga, gereja harus
diorganisiratas dasar firman Tuhan. Keempat, masyarakat adalah satu
kesatuan yang utuh.

Masa Penyegaran Rohani (Revival Movement)


Selama kurang lebih 200 tahun (1550 – 1750) Eropa mengalami suatu
zaman Ortodoksi dimana terjadi perselisihan teologis antara
sesamagereja,semuapihakberusaha mengalimatkan dogma-dogma gereja
setelitidan setepat mungkin serta sifatnyakonfrontatif, eksklusif dan bahkan
sampai terjadi suasana panas dan tajam.

Kemudian zaman Ortodoksi ini dilanjutkan dengan zaman Rasionalisme


dan pencerahan dalam mana Wahyudan Inspirasi Alkitab ditolak, kejadian
ajaib ditolak rasio, kenaikan Kristus diragukan, Alkitab dianggap sama
dengan naskah kuno yang perlu diteliti secara kritis dan skeptis, teologia
dianggap tidak relevan lagi, dunia ilmu pengetahuan berkembang dengan
sangat pesat, sehingga manusia mendewakan rasio.

Pietisme
Di tengah-tengah perkembangan zaman ortodoxi dan pencerahan,
timbulah suatu gerakan baru dalam protestanisme yang rindu akan
pembaharuan gereja danpembangunan jemaatmenurut PB. Gerakan ini
disebut “Pietisme”.

Mereka melihat kekristenan telah mentradisi, formal dan ikut-ikutan serta


tidakmemperlihatkan kehidupan rohani yang sehat dan buahbuah Roh
Kudus. Anggota gereja sudah mulaiacuh tak acuh terhadap gereja. Situasi
ini merupakan “gerbang” bagi atheisme dan komunisme. Dalam
situasiseperti ini, Pietisme dipakai Allah untuk menghidupkan gereja,
dengan penekananpenekanan: kelahiran kembali, penelitian Alkitab,
Pengaraban Injil (P1), kesucian hidup, doa, diakonia, misi dan
pendistribusian Alkitab.

Pietiesme telah menjadi akar gerakan penyegaran rohani diEropadan


bagian lain di dunia (terniasuk Amerika Utara). Semangat Puritanisme
dihidupkan kembali. Gerakan yang dimulai dengan kelompok doa,
membaca dan mendiskusikan firman Allah, dipakai Tuhan luar biasa untuk
membangunkan gereja dan kesuaman, bahkan andil dalam misi sedunia.

Gerakan Methodis di Inggris harus dilihat bersama-sama dengan gerakan


Pietisme di Eropa daratan danThe Great Awekening diAmerika Utara. Ketiga
gerakan ini mempunyaipenekanan teologis dan rohani yang sama. Situasi
gerakan Anglikan sebelum gerakanMethodis sangat menjunjung tinggi
materialisme, hanyut dalam “isme’ ide-ide yang kabur, kemerosotan moral,
dan agamawi, pemimpin gereja sibuk dengan pesta pora.
Secara khusus Tuhan memakai John Wesley, George Whitefield, dan
Charles Wesley. Kebangunan Rohani di Inggris melalui mereka telah
menyelaniatkan Inggris dan revolusi berdarah seperti di Perancis.Titik tolak
dankekuatan gerakan ini terdapat pada: kelompokdoa dan penyelidikan
Alkitab, doa dan puasa, dan penekanan teologispembenaran karena iman.
Roh Kudus bekerja mulai dan kelompok doa (cell group) yang
berorientasi pada Alkitab. Dampak gerakan ini bagi gereja: khotbahdi luar
gereja, gerakan kaum awam, wanita boleh berkhotbah, gerakan misi
modem, dan cell groups.
Satu tahun setelah John Wesley meninggal (1791), puluhan badan misi
didirikan di banyak negara, atas prakarsa orang-orang Kristen Injili. Hal ini
merupakan doa banyak pemimpin Kristen yangmeminta intervensi Allah
dalammengatasi kesuaman rohani dibanyakgerejaEropadanAmerika, juga
kekacauan peperangan dan politik sampai permulaan abad keXIX.

Gelombang-gelombangyang dimulai di Eropa,lnggrisdan AmerikaUtara


sejak permulaanabad XIX. Melaluibahan-bahan misi diatas telah banyak
misionaris diutuske negara-negaraAfrika (Uganda, Kenya,Ruanda,
Tanzania); Asia (India, Tiongkok, Korea dan Indonesia); dan Amerika Latin
(Chili, Argentina, dan Brasil).
Melihat gelombang-gelombang kebangunan rohani ini nampaklah peran
manusia Tuhan, seperti: Frelinghuysen,Tenent,Jonathan Edwards, George
Whtefield. Mereka orang-orang yang berdoa, berpuasa, menyerahkan diri
untuk dipakai Tuhan, berdisiplin tinggi, sedia berkurban, sehingga sangat
berpotensi untuk dipakai Tuhan dalam memperbarui umat-Nya. Mereka
sangat menjunjung tinggi Alkitab, sehingga Roh Kudus bekerja dengan
luar biasa melalui mereka. Sebab mereka tahu bahwa gereja hanya dapat
bertahan hidup apabila bergantung sepenuhnya pada Alkitab (Yoh. 15:1-
8).

Menyadari status ge-reja sebagai “pengantin perempuan” Kristus, maka


Allah menghendaki agar gereja tetap dalam kondisi yang dikehen daki
Allah yaitu, kudus dan tak bercacat pada kedatangan Kristus sebagal
mempelal laki-Jaki (II Pet. 3:14).

Dalam sepanjang sejarah gereja, ada tendensi untuk “mengkotakmatikan”


struktur dan organ isasi gereja, bahkan ada usaha mempolitisir gereja dan
akibatnya gereja tidak lagi mem beritakan firman Tuhan di bawah
otoritasnya (firman Tuhan), tetapi gereja semakin diikat tradisi dan
sakramentalisme. Gereja harus berorientasi dan tertanam kuat dalam
firmari Tuhan, juga peka terhadap kehendak Roh Kudus, sehingga apabila
Ia bekerja untuk memperbarui dan menguduskan dengan mak sud
menempatkan gereja pada proporsi Se benarnya, gereja harus slap
menerimanya.

Dalam “Gerakan-gerakan Pembaruan”


Allah sering memakai orang (kelompok) tertentu untuk memperbarui kasih
dan kesetiaan gereja terhadap Dia bila mulai suam. Hal ini tampak dalam
fakta sejarah hingga sekarang. Karya pembaharuan Roh Kudus tidak bisa
dibendung oleh tradisi gereja yang sudah “beku’ sekalipun. Dewasa ini
bagaimana gerakan “Kharismatik” misalnya, tumbuh de ngan subur dalam
gereja. Dan pengamatan di lapangan, diantara kelompok-kelompok pribadi
‘Kharismaitik” terlihat sangat menekankan Roh Kudus, bahkan kehausan
akan firman Tuhan (Alkitab), doa dan puasa bagi kehidupan orang
percaya.
Namun yang tidak sehat apabila ada kegerakan rohani yang sifatnya
memaksakan karya Rob Kudus (domestic exclusive), serta penafsiran yang
salah terhadap karya Roh Kudus.
Dengan demikian gerakan pembaruan yang benar adalah gerakan yang
dilakukan oleh Roh Kudus sendiri sebagai pribadi atas orang-orang yang
mengandalkan Alkitab dan doa (Kis. 1:14,16; 2:42).

Dalam individuindividu
Roh Kudus adalah pribadi, sehingga kar yanya pun bersifat pribadi.
Sejarah gereja membuktikan bagaimana pribadi tertentu di pakai Tuhan
dalam karya pembaruan-Nya (Luther, Calvin, Spenner, John Wesley dan
lain-lain).

Pembaruan yang dilakukan oleb Roh Kudus tidak pernah lepas dan
Alkitab. Justru dalam usaha mengerti dan menerapkan firman Tuhan
secara benar, di situ karya Roh Kudus bekerja. Orang percaya tidak bisa
hidup tanpa Alkitab. Roh Kudus akan memperbaharui hidup
kepribadiannya apabila orang itu mempunyal kehausan yang dalam
terhadap firman Tuhan.

*dituliskan oleh Yakobus Here, B. Th, adalah staf Perkantas – Yogyakarta