Anda di halaman 1dari 7

BAB I

LATAR BELAKANG

1.1 Latar Belakang


Fraud merupakan suatu kegiatan disengaja yang melanggar hukum dan berdampak
pada kerugiaan salah satu pihak atau lebih. Menurut ACFE fraud terbagi menjadi tiga
jenis yaitu penyalahgunaan aset, korupsi, dan laporan keuangan. Penyalahgunaan aset
suatu kegiatan fraud yang sering dilakukan oleh karyawan dengan skema menggunakan
aset yang ada perusahaan untuk kepentingan pribadi karyawan, korupsi merupakan
fraud yang dilakukan oleh dua orang atau lebih untuk kepentingannya dengan skema
menyuap seseorang yang memiliki akses kunci untuk pelaku (fraudster) dalam
melakukan kejahatannya. Selanjutnya fraud laporan keuangan merupakan suatu fraud
yang sering dilakukan oleh top manajemen dengan tujuan menaikan harga saham
perusahaan, skema yang dilakukan pada fraud laporan keuangan suatu skema yang
pengungkapan atau pelaporan yang tidak sesuai dengan prinsip akuntansi yang
berterima umum (PABU) di Indonesia.
Pada fraud laporan keuangan selain tujuannya untuk menaikan harga saham
perusahaan pelaku (fraudsters) salah satu tujuan lainnnya adalah untuk menghindari
pajak yang harus dibayarkan oleh manajemen perusahaan kepada pemerintah atas laba
yang didapatkan. Skema permainan fraud laporan keuangan yang sering dilakukan yaitu
menaikan atau menurunkan laba perusahaan yang lebih dikenal dengan manajemen laba
atau window dressing. Oleh karna itu, untuk mendeteksi apabila perusahaan melakukan
suatu kegiatan kecurangan (fraud) yang tidak sesuai dengan prinsip yang berlaku umum
di Indonesia, auditor investigasi dapat mendeteksinya dengan tiga cara yaitu analisis
vertikal, analisis horizontal, dan analisis rasio. Analisis vertikal merupakan analisis
yang membandingkan akun-akun yang ada di laporan keuangan pada suatu periode,
analisis horizontal merupakan analisis yang membandingkan akun-akun yang ada di
laporan keuangan pada periode yang sedang berjalan dengan periode sebelumnya,
sedangkan analisis rasio suatu analisis yang menggunakan analisis-analisis rasio
manajemen keuangan.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang maka latar belakang makalah ini yaitu sebagai
berikut:
1. Bagaimana analisis vertikal dapat digunakan untuk mendeteksi fraud laporan
keuangan ?
2. Bagaimana analisis horizontal dapat digunakan untuk mendeteksi fraud laporan
keuangan ?
3. Bagaimana analisis rasio dapat digunakan untuk mendeteksi fraud laporan
keuangan ?
1.3 Tujuan Makalah
Berdasarkan uraian rumusan masalah maka tujuan penelitian makalah ini yaitu
sebagai berikut:
1. Memahami bagaimana analisis vertikal dapat digunakan untuk mendeteksi fraud
laporan keuangan.
2. Memahami bagaimana analisis horizontal dapat digunakan untuk mendeteksi fraud
laporan keuangan.
3. Memahami bagaimana analisis rasio dapat digunakan untuk mendeteksi fraud
laporan keuangan.
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Analisis Laporan Keuangan dalam Mendeteksi Fraud


Laporan keuangan merupakan laporan pertanggungjawaban posisi aktivitas
perusahaan yang dilaporkan dalam suatu periode tertentu, biasanya pada per 31
Desember. Laporan keuangan tidak hanya sebagai suatu laporan pertanggungjawaban
posisi aktivitas perusahaan melainkan sebagai cerminan eksistensi perusahaan terhadap
proses aktivtas yang ditawarkan oleh perusahaan kepada masyarakat. Oleh karena itu,
dengan adanya dorongan bagaimana perusahan harus tetap bertahan (eksistensi) di
masyarakat dan menaikan harga saham yang tinggi menyebabkan tekanan yang sangat
kuat untuk top manajemen (fraudster) perusahaan melakukan fraud laporan keuangan.
Selain itu juga ada pula motivasi untuk menghindari pembayaran pajak yang tinggi
kepada pemerintah dari laba yang dihasilkan oleh perusahaan, dengan melakukan
manajemen laba atau mempermainkan akun transaksi beban yang ada di laporan
keuangan.
Komponen laporan keuangan terdiri dari lima yaitu laporan laba/rugi, perubahan
modal, neraca, arus kas, dan catatan atas laporan keuangan. Skema fraud laporan
keuangan yang sering dilakukan yaitu pengungkapan dan penyajian yang tidak tepat
seperti dalam laporan keuangan di neraca pada akun pendapatan kontrak jangka panjang
yang diakui terlebih dahulu sebagai pendapatan dan akuntan mencatat adanya kas yang
masuk di perusahaan. Padahal berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) dan
Prinsip Akuntansi yang Berterima Umum (PABU) kontrak jangka panjang tersebut
tidak dapat akui sebagai adanya kas yang masuk di perusahaan melainkan piutang.
Dengan demikian untuk mendeteksi bahwa perusahaan melakukan fraud laporan
keuangan yang dilakukan oleh pelaku (fraudster)., auditor akuntansi forensik investigasi
dapat melakukan analisis laporan keuangan yang terdiri dari analisis vertikal, horizontal,
dan rasio. Tujuan utama dari analisis laporan keuangan tersebut diharapkan dapat
mengindentifikasi kelamahan dan kelebihan perusahaan, kinerja perusahaan dalam
suatu periode tertentu, dan terutama tidak kalah penting adalah untuk mendeteksi fraud
dalam laporan keuangan.
2.1.1 Analisis Vertikal dalam Mendeteksi Fraud Laporan Keuangan
Analisis vertikal merupakan analisis laporan keuangan yang membandingkan
hubungan akun-akun di laporan keuangan dengan total total yang dimilikinya. Apabila
terjadi kenaikan-penurunan yang signifikan pada suatu akun yang ada di laporan
keuangan, auditor akuntansi forensik dapat mendeteksi, menelusuri dan
menginvestigasinya lebih lanjut secara cepat, tepat, tanggap terhadap fraud yang terjadi.
Dengan demikian analisis vertikal dapat menyoroti kejanggalan suatu perubahaan akun
yang sangat signifikan pada periode tertentu. Berikut adalah ilustrasi kasus sederhana
dalam mendeteksi suatu fraud, perubahaan akun beban upah (overstatements) yang
signifikan dan yang berdampak pada perubahaan laba dengan tujuan untuk menghindari
pembayaran pajak yang tinggi.

PT. Yuhoie Korporat Manufakturing


Laporan Laba/Rugi
Untuk Tahun yang Berakhir 2018 dan 2017

Tabel 2.1
Analisis Vertikal
2018 2017
Jumlah Presentasi Jumlah Presentasi

Pendapatan 100.000.000 100% 90.000.000 100%

Beban Operasional
Upah 30.000.000 30% 3.000.000 3%
Sewa 5.000.000 5% 5.000.000 5,5%
Utilitas 3.000.000 3% 4.000.000 4,4%
Penyusutan 10.000.000 10% 10.000.000 11,1%
Listrik dan Air 2.000.000 2 2.000.000 2,2%
Lain-lain 3.000.000 3% 3.500.000 3,8%
Total Beban 53.000.000 53% 27.500.000 30%

Laba Bersih
47.000.000 47% 62.500.000 70%
Sebelum Pajak
Berdasarkan tabel 2.1 Analisis Vertikal pada laporan laba/rugi perusahaan PT.
Yuhoie Korporat Manufakturing untuk tahun yang berakhir 2018 dan 2017. Dari
analisis vertikal terdapat nilai tingkat signifikan yang sangat tinggi terhadap nominal
akun beban upah yang mengalami kenaikan 10 kalipat dari tahun sebelumnya, dimana
pada tahun 2017 beban upah yang sebesar Rp 3.000.000 mengalami kenaikan yang
sangat tinggi dan signifikan di tahun 2018 yaitu sebesar Rp 30.000.000. Hal ini dapat
menjadi acuan dasar bagi auditor akuntansi forensik untuk mendeteksi dan
menginvestigasi suatu kecurangan (fraud) yang dilakukan oleh PT. Yuhoie Korporat
Manufakturing untuk menghindari pembayaran pajak yang tinggi.
Nilai akun nominal beban upah dari analisis vertikal yang mengalami perubahaan
sangat signifikan menjadi langkah awal auditor akuntansi forensik mendeteksi dan
melakukan investigasi secara mendalam terkait dengan beban upah yang mengalami
kenaikan 10 kali lipat di tahun 2018 tersebut. Auditor akuntansi forensik dapat memulai
mendeteksi dan menginvestigasi dari transaksi-transaksi pembayaran upah atau suatu
kontrak perjanjian upah karyawan, apakah adanya kelebihan pembayaran atau
terjadinya skema pembayaran karyawan hantu (ghost employee schemes)
2.1.2 Analisis Horizontal dalam Mendeteksi Fraud Laporan Keuangan
Analisis horizontal merupakan analisis yang membandingkan laporan keuangan
pada peiode yang berjalan dengan periode sebelumnya atau periode beberapa saat yang
lalu. Pada saat melakukan perbandingan dalam analisis horizontal, periode awal akan
dijadikan sebagai dasar acuan saat menganalisis perbandingan horizontal. Berikut
adalah ilustrasi kasus sederhana dalam mendeteksi suatu fraud, perubahaan akun beban
penyusutan (overstatements) yang signifikan dan yang berdampak pada perubahaan laba
tinggi dengan tujuan untuk menaikan harga saham dan nilai perusahaan yang ada
dipasaran masyarakat.
PT. Yuhoie Korporat Manufakturing
Laporan Laba/Rugi
Untuk Tahun yang Berakhir 2018 dan 2017

Tabel 2.2
Analisis Horizontal
2018 2017 Jumlah Persen

Pendapatan 95.000.000 100.000.000 -5.000.000 -5%

Beban Operasional
Upah 7.000.000 7.500.000 -500.000 -6,6%
Sewa 5.000.000 4.000.000 1.000.000 25%
Utilitas 3.500.000 3.000.000 500.000 16,6%
Penyusutan 1.000.000 20.000.000 -19.00.000 -95%
Listrik dan Air 4.000.000 8.000.000 -4.000.000 -50%
Lain-lain 1.000.000 2.500.000 -1.500.000 -60%
Total Beban 21.500.000 45.000.000 -23.500.000 -52%

Laba Bersih 73.500.000 55.000.000 18.500.000 33%

Berdasarkan tabel 2.2 Analisis Horizontal yang membandingkan laporan keuangan


pada laporan laba/rugi perusahaan PT. Yuhoie Korporay Manufakturing untuk yang
berakhir di tahun 2018 dan 2017, terdapat tiga akun beban yaitu penyusutan, listrik dan
air, dan lain-lain yang presentasi penurunannya lebih dari 50% jika dibandingkan pada
tahun 2017 dengan tahun 2018. Penurunan atau understatement yang sangat signifkan
terhadap tiga akun beban tersebut akan berpengaruh pada laba yang dihasilkan oleh
perusahaan PT. Yuhoie Korporay Manufakturing. Dengan demikian, penurunan
(understatement) pada tiga beban akun tersebut dapat dijadikan sebagai dasar acuan
untuk mendeteksi suatu kecurangan (fraud) laporan keuangan di PT. Yuhoie Korporay
Manufakturing
Penurunan atau understatement tersebut mengindentifikasikan untuk auditor
akuntansi forensik mendeteksi suatu skema fraud laporan keuangan yaitu
understatement, auditor akuntansi forensik dapat menelusuri dari beban penyusutan
apakah adanya perubahan penilaian beban pada aset – aset perusahaan yang secara tidak
konsisten tahun – tahun sebelumnya dan metode beban penyusutan apa yang digunakan
oleh perusahaan. Pada beban listrik dan air dapat ditelusuri dari transaksi-transaksi
rekening pembayaran listrik dan air oleh perusahaan dan volume penggunaan listrik dan
air yang digunakan dalam satu periode akuntansi. Selanjutnya akun beban lain-lain
auditor akuntansi forensik apa saja pembebanan perusahaan yang termasuk atau yang
tergolong dalam akun beban lain-lain.
2.1.3 Analisis Rasio dalam Mendeteksi Fraud Laporan Keuangan