Anda di halaman 1dari 4

Judul : Saman

Pengarang : Ayu Utami

Penerbit : KPG

Cetakan : 19

Tahun Terbit : 2001

Jumlah Halaman : 195

Sinopsis

Laila adalah perempuan yang memiliki rumah produksi kecil yang mendapat
kontrak untuk membuat profil perusahaan Texcoil Indonesia. Laila tidak bekerja
sendiri, dia ditemani temannya yang bernama Toni. Laila mulai merasa asing sebagai
satu-satunya wanita ditempat kerja ini. Itu seorang Seismoclypse, oil servis yang
kami kontrak untuk logging, ujar Rosano respresentatif Texcoil sambil berjalan
menuju orang-orang yang membenahi alat sensor yang baru diturunkan dari crane.
Cano panggilan Rosano memperkenalkan satu persatu pekerjanya kepada Laila dan
Toni. Yang pertama ada Sigar Situmorang, insinyur analisi kandungan minyak.
Hasyim Ali, operator mesin dan anak magang atau insinyur yunior asuhan Sihar yang
bernama Iman. Sihar adalah orang yang membuat Laila tertarik saat pertama kali
ketemu. Sihar berbicara dengan tutur kata orang perkotaan Jakarta yang terdengar
nyaman ditelinga mungkin karna laila tertarik padanya. Setelah makan mereka
masing-masing bekerja lagi. Laila berkeliling untuk menemukan sudut gambar yang
unik tetapi lirikan matanya tidak bisa berhenti untuk mencari keberadaan Sihar.
Ditemukanlah Sihar yang berda didpan container kerja. Rosano mengahampiri kedua
insinyur itu, sepertitanda-tanda persoalan akan berlangsung. Cano yang memilik
jabatan lebih tinggi dibandingkan Sihar dan Iman memerintahkan mereka untuk
menjalankan tugasnya tanpa memperhatiakn resiko yang akan terjadi. Perdebatan
merekanpun tidak terhindari dan Siharpun dicoret dari daftar nama pekerjanya.
Kecelakaanoun terjadi akibat keangkuhan Cano yang mengakibatkan 2 pekerjanya
tewas dalam kecelakaan itu. Salah satunya adalah Hasyim Ali teman dekat Sihar.
Analisis Sihar betul, gas dan zat alir dibawah padat sekali mengakibatkan energy
yang perkasa. Sementara itu Cano cuma bisa bilang kami juga menyesal karna
kejadian ini. sihar yang tidak bisa menerima kenyataan ini menyimpan denpan yang
amat kepada Cano, dia ingin sekali meledakkan kepala Cano karena dengan cara itu
Cano dapat dihukum karena kekuasaan orang tua Cano membuat dia bebas dari polisi
atau hakim. Laila yang khawatir dengan ide Sihae itu memintanya untuk tidak
melakukan hal mitu karena bisa membahayakan Sihar. Harus ada orang yang mau
mendukung keluarga korban untuk mencari keadilan. Harus ada LSM-LSM yang
mengusiknya terus, kata Sihar. Laila diminta untuk membatu Sihar untuk mengurus
masalah ini dan Laila mengenalakn Sihar pada teman masa kecilnya yang sekarang
bernama Saman. Akhirnya Sihar dan Laila tidak berpisah. Sihar dan Saman
merencanakan sesuatu untuk memasukan Cano kedalam penajara. Rencana itupun
berhasil Cano masuk penjara dengan tuduhan memperkosa gadis desa dan
membunuhnya.

Saman sebenarnya bukan nama aslinya. Nama yang sebenarnya adalah


Wisanggeni. Dia berprofesi sebagai pastor dan ditugaskan di Perabumilih kota dia
waktu kecil. Tanpa Wisanggeni sangka dia berada dirumah waktu dia kecil, rumah
yang memberi dia pengalaman yang luar biasa waktu kecil. Belakang rumahnya
adalah kebun yang sangat luas dan berbatasan dengan pepohonan yang semakin jauh
semakin rapat. Dia tidak diperbolehkan kesana oleh ayahnya. Disanalah dia tahu
bahwa ibunya berhubungan dengan orang yang tidak berwujud yang mengambil
kedua calon adiknya. Sekarang rumah itu ditempati sebuah keluarga yang aneh
menurut masyarakat disana. Seorang ibu dan ketiga anaknya. Salah satu anak
perempuannya gila dan berwajah seram karena sejak lahir kepalanya sangat kecil.
Seperti dikuasai oleh roh jahat. Perempuan itu bernama Upi. upi ditempatkan
disebuah kandang yang baunya tidak enak karena ibunya takut kalau dia kambuh lagi
dan mengosok-gosokkan pahanya ketiang listrik. Wisanggeni yang tidak tega melihat
kandang yang ditempati Upi akhirnya Wisanggeni membuatkan tempat yang layak
untuk Upik. Tidak lama setelah itu Perabumulih diteror oleh perusahaan yang
menginginkan hak atas kebun karet warga. Banyak para gadis diperkosa, rumah-
rumah warga dibakar supaya warga mau memberikan hak atas kebun karet yang
menurut perusahan itu sudah tidak bisa menguntungkan lagi. Tetapi warga dan Wis
berusaha mempertahankan kebun karet tersebut. Wis tertangkap dan disiksa untuk
memeberikan keterangan bahwa Wis adalah seorang mata-mata. Saat dipenjara Wis
selalu teringat sama Upi yang berada dikandang, Wis takut kalau Upi diperkosa dan
dibunuh. Ketakutan Wis terjadi karena kandang Upi dibakar dan tidak ada yang
menolong Upi akhirnya Upi meninggal. Penjara yang ditempati Wis saat itu terbakar
dan Wis bisa melarikan diri dengan keadaan yang lemas tanpa daya dan pingsan dan
dibawa kerumah sakit. Setelah sadar Wis menemui Pater Westenberg dan
menceritakan kejadian yang dia alama selama di Perabumulih. Pater Westenberg juga
mengatakan kalau Wis dicari-cari oleh orang. Kejadian itu membuat Wis atau yang
bernama Wisanggeni mengubah identitasnya, sampai peristiwa itu selesai
dipengadilan kira-kira dua tahun. Wis memilih nama Saman untuk mengganti
namanya yang asli.

Di New York, Laila bertemu dengan teman-temannya yaitu Shakuntala atau


tala, Yasmin, dan Cok. Disana mereka tinggal bersama dan Laila bercerita bahwa dia
masih menunggu Sihar kekasih Laila yang sudah mempunyai Istri dan anak. Tetapi
Laila masih saja menunggu Sihar untuk menghubunginya. Tala yang pergi dari
Jakarta karena tidak cocok sama ayah dan adiknya bercerita bahwa dia sudah tidur
dengan banyak laki-laki bahkan sampai melakukan hubungan suami istri. Menurut
dia kebudayaan barat membuat dia bebas untuk apa saja. Tala menasehati Laila
supaya tidak melakukan hubungan suami istri jika katemun dengan Sihar. Tidak cuma
Tala, tetapi Cok juga sudah berhubungan dengan para lelaki. Teman-teman Laila suka
sekali hubungan seks tetapi mereka melarang Laila untuk memberikan
kehormatannya untuk lelaki hidung belang seperti Sihar. Sekian lama Laila
menunggu Sihar untuk menghubunginya akhirnya Sihar menghubungi Laila dan
mereka kencan disebuah hotel. Tetapi Laila tidak sampai melakukan hubungan seks
dengan Sihar. Karena Sihar lebih memilih anak dan istrinya dibandingkan Laila.
Akhirnya mereka tidak pernah ketemu lagi.
Makna atau gagasan yang diambil

Novel Saman ini menceritakan seorang gadis yang bernama Laila yang
mencintai seorang lelaki yang sudah mempunyai anak dan istri. Dia tidak perduli jika
lelaki itu sudah mempunyai keluarga. Laila mempunyai teman-teman yang suka
berhubungan seks dengan para lelaki. Pengalaman teman-teman Laila membuat Laila
ingin melakukan hubungan seks dengan Sihar. Seharusnya menjadi seorang
perempuan harus bisa menjaga kehormatannya untuk suaminya kelak, tidak untuk
diberikan pada lelaki yang sudah berkeluarga atau lelaki hidung belang. Novel ini
juga menunjukan nilai kemanusiaa yang ditunjukan oleh Wisanggeni. Wisanggeni
tidak tega saat melihat Upi yang dikurung dikandang yang berbau tidak enak.
Akhirnya Wis membuatkan sebuat tempat tinggal untuk Upi. Wisanggeni juga
membantu para masyarakat Prabumulih untuk mempertahankan kebun karet milik
warga. Karena ada perusahaan yang menginginkan kebun karet warga Perabumulih
dengan cara apapun.

Kelebihan

Kelebihan novel ini yaitu mengingatkan kita bahwa kehormatan seorang


wanita itu sangat penting dan jangan coba-coba untuk memberikannya pada lelaki
yang belum menjadi suami. dan juga dalam membatu orang kita tidak harus melihat
apakah orang itu sempurna ataupun cacat.

Kekurangan

Cerita dalam novel ini sangat rumit dan melompat-lompat sehingga pembaca
kesulitan untuk memahami cerita yang ada didalamnya. Bahasa yang digunakan juga
kurang pantas untuk dibaca anak dibawah umur karena menggunakan bahasa yang
seronok. Isi ceritanya berbelit-belit dan berputar-putar tidak langsung pada persoalan.
Alur yang digunakan alur campuran.