Anda di halaman 1dari 14

MAKALAH

Kasus yang Berkenaan dengan Identitas Nasional Indonesia

mengenai Bendera Merah Putih

Dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah Kewarganegaraan

Disusun oleh :
Retno Anesti (032016041)
Denis Kurnia Sudjana (032016043)
Hanifa Nur Afifah (032016045)
Asri Sartika Putri Suhada (032016046)
Sintia Mustopa (032016050)
Utari Ayunda Oktariani (032016053)
Teni Setiawati (032016057)
Cut Afnon Zulfa Rianggreini (032016061)
Badriatun Naimah (032016062)
Rico Nuralim (032016070)
Aprilia Hannum (032016072)

S1 KEPERAWATAN
STIKes ‘AISYIYAH BANDUNG
2016/2017
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa. Atas berkat
rahmat dan hidayah-Nya pulalah makalah ini dapat diselesaikan dengan baik yang
berjudulKasus yang Berkenaan dengan Identitas Nasional Indonesia mengenai
Bendera Merah Putih

Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas mata kuliah
Kewarganegraan dan untuk menambah pengetahuan kami terhadap kasus yang
berkenaan dengan Bendera Merah Putih.

Kami menyadari makalah ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, kami
mengharapkan kritik dan saran untuk perbaikan makalah ini pada masa yang akan
datang. Demikian semoga dengan adanya penulisan makalah ini bermanfaat bagi
kami khususnya dan pembaca umumnya.

Bandung, 15 Maret 2017

Penulis

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ................................................................................................... i


DAFTAR ISI ................................................................................................................. ii
BAB I
PENDAHULUAN ........................................................................................................ 1
A. Latar Belakang Masalah ..................................................................................... 1
B. Rumusan Masalah .............................................................................................. 2
C. Tujuan ................................................................................................................ 2
BAB II
PEMBAHASAN .......................................................................................................... 3
A. Definisi ............................................................................................................... 3
B. Penetapan Sang Merah Putih sebagai Bendera Nasional ................................... 3
C. Fungsi Sang Merah Putih ................................................................................... 3
D. Kasus yang berkaitan dengan Sang Merah Putih ............................................... 4
E. Aturan Hukum Pidana Terhadap Penghina Bendera Negara ............................. 7
BAB III
PENUTUP .................................................................................................................. 10
A. Kesimpulan ...................................................................................................... 10
B. Saran ................................................................................................................. 10
DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................ 11

ii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Istilah “Identitas Nasional” secara terminologis adalah suatu ciri yang


dimilki oleh suatu bangsa secara filosofis membedakan bangsa tersebut
dengan bangsa lain. Berdasarkan pengertian tersebut maka tiap bangsa
memiliki identitas masing-masing, antara bangsa satu dengan bangsa lainnya
memiliki ciri khas yang berbeda-beda, untuk menjadi pandangan tentang jati
diri dan kepribadian yang sebenarnya yang dimiliki didalam bangsa tersebut.
Istilah kepribadian sebagai suatu identitas adalah keseluruhan atau totalitas
dari faktor-faktor biologis, psikologis, sosiologis yang mendasari tingkahlaku
individu. Maka, pengertian kepribadian sebagai identitas nasional suatu
bangsa adalah keseluruhan atau totalitas dari individu-individu sebagai unsur
yang membentuk bangsa tersebut. Oleh karena itu, pengertian identitas
nasional suatu bangsa tidak dapat dipisahkan dengan pengertian “Peoples
Character”, “National Character”, atau “National Identity”.
Bendera adalah sepotong kain yang kerap dikibarkan di tiang, pada
umumnya digunakan sebagai simbolis dengan maksud memberikan sinyal
atau-pun identifikasi. Hal tersebut paling sering digunakan untuk
melambangkan suatu negara untuk menunjukkan kedaulatannya. Hal yang
sama seperti yang diterapkan pada negara Indonesia yang memiliki bendera
berwarna merah-putih.
Bendera awalnya digunakan untuk membantu koordinasi militer di
medan perang, dan bendera mulai berevolusi menjadi sebuahalat umum untuk
menyatajan sinyal dasar dan identifikasi. Namun pada bendera nasional
dijadikan sebagai simbol-simbol patriotik kuat dengan interpretasi yang
bervariasi, studi tentang bendera lebih spesifik dijelaskan dalam ilmu

1
2

vexillology. Namun saat ini banyak sekali pelecehan yang dilakukan


masyarakat terhadap bendera merah putih.

B. Rumusan Masalah
1. Apa kasus yang berkaitan dengan pelecehan Bendera Merah Putih ?
2. Dasar hukum apa saja yang berkaitan dengan pelecehan Bendera Merah
Putih ?

C. Tujuan
1. Untuk mengetahui kasus yang berkaitan dengan Bendera Merah Putih
2. Untuk mengetahui dasar hukum yang berkaitan dengan pelecehan Bendera
Merah Putih.
BAB II
PEMBAHASAN

A. Definisi
Identitas adalah suatu ciri atau tanda yang dimiliki seseorang atau
sekelompok orang yang bisa membedakan dari orang lain atau kelompok lain.
Nasional adalah menunjukan pada sifat khas kelompok yang memiliki
cirri-ciri kesamaan baik fisik seperti budaya, agama, bahasa, maupun non fisik
seperti keinginan, cita-cita, dan tujuan.
Identitas nasional adalah identitas suatu kelompok masyarakat yang
memiliki ciri dan melahirkan tindakan secara kolektif yang diberi sebutan
nasional.

B. Penetapan Sang Merah Putih sebagai Bendera Nasional


Sang Saka Merah Putih merupakan julukan kehormatan terhadap
bendera Merah Putih negara Indonesia. Pada mulanya sebutan ini ditujukan
untuk bendera Merah Putih yang dikibarkan pada tanggal 17 agustus 1945 di
Jalan Pegangsaan Timur 56, Jakarta. Mulai tahun 1969 bendera itu tidak dapat
digunakan lagi karena sudah tua dan digantikan oleh duplikatnya.
Dalam UUD 1945, bab 1, pasal 1, ditetapkan bahwa Negara Indonesia
ialah Negara keseatuan yang berbentuk Republik. Dalam UUD 1945 pasal 35
ditetapkan pula bahwa bendera Negara Indonesia ialah Sang Merah Putih.
Dengan demikian sejak ditetapkannya UUD 1945 Sang Merah Putih
merupakan bendera Kebangsaan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

C. Fungsi Sang Merah Putih


1. Merupakan identitas dan jati diri bangsa.
2. Merupakan kedaulatan bangsa.
3. Merupakan lambang tertinggi bangsa.

3
4

D. Kasus yang berkaitan dengan Sang Merah Putih


Pelecehan bendera Merah Putih yang dilakukan oleh sekelompok organisasi
FPI.
Bendera Indonesia yang dibawa oleh para demonstran dicoret dengan
tulisan bahasa Arab. Sehingga bendera Indonesia tersebut jadi mirip bendera
Arab Saudi. Seseorang menduga yang ditulis di bendera itu kalimat Syahadat
umat Islam. Dan yakin bahwa kalimat tersebut memang mempunyai makna
suci dalam ajaran agama Islam. Namun dalam konteks simbol negara maka
penggambaran tulisan ini pada bendera Indonesia menjadi salah kaprah.
Kesakralan bendera kita sudah diatur dalam undang-undang nomor 24 tahun
2009. Pada pasal 24 poin d disebutkan
“Setiap orang dilarang mencetak, menyulam, dan menulis huruf, angka,
gambar atau tanda lain dan memasang lencana atau benda apapun pada
Bendera Negara”
Mencorat-coret gaya alay yang lagi naik gunung saja kita tidak boleh,
apalagi jika menggambarnya hingga jadi mirip bendera negara lain, nanti bisa
disalahm artikan. Coba bayangkan kita menggambar simbol negara lain di
bendera kita (terlepas dari nilai spiritualnya, misalkan Bintang Daud gitu)
pasti akan terjadi kehebohan dan kontroversi. Mungkin para pendukung ormas
ini berpikir dengan menggambar simbolisasi bahasa Arab maka mereka akan
‘aman’ saja, tapi sebetulnya ini malah menjadi poin kritikan. Karena ini malah
menunjukkan ada rasa sentimen kepada rasa nasionalisme asli Indonesia
dengan berlindung dibalik simbol Agama yang juga sering digunakan pada
bendera-bendera negara Timur Tengah. Setelah itu, hebatnya mereka
melakukan ‘pelecehan’ bendera ini di depan kantor Polisi sambil
menyanyikan lagu Indonesia Raya. Entah mereka bernyali besar atau memang
tidak tahu apa yang mereka lakukan.
5

Apalagi sekarang sudah banyak dugaan-dugaan bahwa ormas-ormas


radikal ini juga menjadi semacam sayap pasukan dari grup-grup teroris radikal
yang memang banyak bersemayam dari Timur Tengah, dan kebanyakan di
tempati oleh oknum-oknum dari Arab Saudi. Selain itu jika melihat track
record pendiri ormas radikal yang ada di Indonesia, hampir bisa dipastikan
mereka memiliki koneksi atau hubungan tertentu dengan pihak negara Arab
Saudi. Dan doktrinasi ajaran mereka kepada para pengikutnya adalah salah
satunya dengan Arabisasi. Sehingga tak heran dari bahasa macam Fitsa Hats,
hingga bendera pun mungkin secara alam bawah sadar mulai terpengaruh oleh
budaya Arab. Dan ini tidak bisa kita bilang sepenuhnya.
Kapolri Jenderal Tito Karnavian tampak geram dan langsung
menginstruksikan anggota Polri untuk menyelidiki kasus dugaan penghinaan
bendera merah putih yang terjadi saat aksi demo massa Front Pembela Islam
(FPI) di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan,
Senin (16/1/2016) lalu.
Diketahui, di tengah-tengah kerumunan massa ada berkibar bendera
merah putih yang telah dicoret dengan tulisan Arab dan gambar silang pedang
berwarna hitam. Saat ini, polisi tengah mencari siapa yang membuat dan
membawa bendera tersebut.
Coretan yang disengaja pada bendera merah putih tersebut, menurut
dia, merupakan suatu pelanggaran. Pelaku pun dapat diancam dengan
hukuman kurungan selama satu tahun penjara.
"Bendera merah putih tidak boleh diperlakukan tidak baik, di
antaranya membuat tulisan di bendera dan lain-lain. Itu ada undang-
undangnya, hukumannya satu tahun," tutur dia. Oleh sebab itu, dia meminta
agar anak buahnya mengusut kasus ini secara maksimal. Dia ingin melihat,
apakah pelaku maupun koordinator aksi berani mempertanggungjawabkan
tindakan itu.
6

Apalagi, gambar dan rekaman video berkibarnya bendera merah putih


yang dicoret dengan tulisan Arab itu telah viral di sejumlah media sosial.
Bendera merah putih dikibarkan massa ormas Front Pembela Islam
(FPI) ketika berdemo di Mabes Polri pada Senin lalu, membuat banyak
masyarakat jengkel. Mereka dianggap telah melecehkan lambang negara
dengan menambah tulisan Arab dan gambar pedang.
Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (Wantim MUI), Nazri
Adlani, menegaskan tidak setuju bendera merah putih, Sebab, itu merupakan
lambang nasional sehingga tidak boleh dituliskan apapun. "Bendera Merah
putih itu tidak boleh ditambah-tambah," ujar Nazri di Kantor Pusat MUI,
Jakarta , Rabu kemarin.
Bekas Sekretaris Umum MUI tahun 1995-2000, ini mengimbau
masyarakat tidak terprovokasi kemunculan bendera merah putih bertulisan
Arab tersebut. Nazri menilai kemunculan bendera tersebut bermaksud untuk
menyudutkan umat muslim. "Ini mungkin kita mau disudutkan," ungkapnya.
Selain itu, Nazri juga menegaskan bahwa bendera merah putih
merupakan bendera nasional haruslah dijaga kemurniannya. Sehingga jangan
sampai dicoret-coret, apalagi oleh rakyatnya sendiri.
"Perlu kita beritahu supaya bendera merah putih itu Lambang negara.
Harus dijaga dengan segala kekuatan," tegasnya.
Kapolri Jenderal Tito Karnavian menegaskan akan memeriksa tentang
kebenarannya. Dia menegaskan ada undang-undang yang mengatur terkait
lambang negara.
"Kita kembali ke aturan hukum. Negara kita negara hukum. Kalau itu
tidak diatur undang-undang paling masalahnya masalah moralitas dan masalah
sosial. Tapi kita lihat ada aturan undang-undang cara memperlakukan kepada
lambang negara termasuk bendera. Bendera yang sudah rusak ada aturannya
tidak boleh dikibarkan ada ancaman satu tahun," ungkap Tito.
7

Tito menegaskan, bendera merah putih harus dihormati. Tidak boleh


membuat tulisan di bendera dan lain-lain. "Itu ada undang-undang yang
mungkin di negara lain tidak dilarang tapi di negara kita dilarang ada
hukumannya satu tahun (kurungan)," tambahnya.
Tentunya, kata Tito, pihaknya memastikan akan melakukan
penyelidikan mengenai hal tersebut. Polisi akan memanggil penanggungjawab
aksi tersebut.
"Siapa yang membuat siapa yang mengusung. Penanggung jawab
korlapnya akan kita panggil. Siapa ini. Dan kita melihat sportifitas. Jangan
sampai nanti mohon maaf akal akalan bilang tidak tahu padahal tahu itu
berbohong diri sendiri. Nanti seperti hasilnya kadang tertangkap atau tidak
tapi saya mendorong agar maksimal penyelidikan ini," tegasnya.

E. Aturan Hukum Pidana Terhadap Penghina Bendera Negara


Bendera Merah Putih resmi dijadikan sebagai bendera nasional
Indonesia sejak tanggal 17 Agustus 1945. Telah ada pengaturan mengenai
ketentuan ukuran bendera, penggunaan, penempatan, hingga aturan pidana
terhadap pihak yang menghina Bendera Negara. Aturan tersebut termuat
dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2009 tentang
Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan.
Pada Pasal 24 Undang-Undang tersebut, diatur soal apa saja yang
dilarang dilakukan terhadap Bendera Negara.
Setiap orang dilarang:
1. Merusak, merobek, menginjak-injak, membakar, atau melakukan
perbuatan lain dengan maksud menodai, menghina, atau merendahkan
kehormatan Bendera Negara;
2. Memakai Bendera Negara untuk reklame atau iklan komersial;
8

3. Mengibarkan Bendera Negara yang rusak, robek, luntur, kusut, atau


kusam;
4. Mencetak, menyulam, dan menulis huruf, angka, gambar atau tanda
lain dan memasang lencana atau benda apapun pada Bendera Negara;
dan
5. Memakai Bendera Negara untuk langit-langit, atap, pembungkus
barang, dan tutup barang yang dapat menurunkan kehormatan Bendera
Negara.

Aturan sanksi pidana terhadap mereka yang melanggar hal tersebut di atas
juga tegas diatur dalam Undang-Undang itu.
Pasal 66
Setiap orang yang merusak, merobek, menginjak-injak, membakar,
atau melakukan perbuatan lain dengan maksud menodai, menghina, atau
merendahkan kehormatan Bendera Negara sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 24 huruf a, dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun
atau denda paling banyak Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).
Pasal 67
Dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun atau denda paling
banyak Rp 100.000.000,00 (seratus juta rupiah), setiap orang yang:
1. Dengan sengaja memakai Bendera Negara untuk reklame atau iklan
komersial sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24 huruf b;
2. Dengan sengaja mengibarkan Bendera Negara yang rusak, robek, luntur,
kusut, atau kusam sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24 huruf c;
3. Mencetak, menyulam, dan menulis huruf, angka, gambar atau tanda lain
dan memasang lencana atau benda apapun pada Bendera Negara
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24 huruf d;
9

4. Dengan sengaja memakai Bendera Negara untuk langit-langit, atap,


pembungkus barang, dan tutup barang yang dapat merendahkan
kehormatan Bendera Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24 huruf
e.
10

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Istilah “Identitas Nasional” secara terminologis adalah suatu ciri yang dimilki
oleh suatu bangsa secara filosofis membedakan bangsa tersebut dengan
bangsa lain.Bendera adalahsepotong kain yang kerap dikibarkan di tiang, pada
umumnya digunakan sebagai simbolis.Hal tersebut paling sering digunakan
untuk melambangkan suatu negara untuk menunjukkan kedaulatannya.
Namun saat ini masyarakat indonesia salah menggunakan bendera merah
putih banyak masyarakat yang melakukan pelecehan terhadap bendera merah
putih .

B. Saran
Berdasarkan pembahasan dalam makalah ini kami sarankan bahwa sebaiknya
warga negara indonesia lebih menghargai perjuangan pahlawan yang sudah
memerdekakan negara Indonesia salah satunya dengan menghargai Bendera
Merah Putih.
11

DAFTAR PUSTAKA

TN.2017. [online]. Tersedia : http://www.mabesajo.com/2017/01/lecehkan-bendera-


indonesiafpi-coret.html?m=1 . diakses : 08 Maret 2017

TN.2017. [online]. Tersedia : http://m.tribunnews.com/nasional/2017/01/18/bendera-


merah-putih-dicoreti-pedang-dan-tulisan-arab-saat-demo-fpi-kapolri-geram. diakses :
08 Maret 2017

TN.2017. [online]. Tersedia : https://m.merdeka.com/peristiwa/tulisan-arab-di-


bendera-merah-putih-milik-fpi-bikin-keki.html. diakses : 08 Maret 2017

TN.2017. [online]. Tersedia : https://kumparan.com/taufik-rahadian/aturan-hukum-


pidana-terhadap-penghina-bendera-negara. diakses : 08 Maret 2017