Anda di halaman 1dari 7

1

STANDARD OPERATING PROCEDURE (SOP)


(Prosedur Operasional Tetap)
Judul SOP : Penjahitan Luka Perineum
No. Dokumen :
No. Revisi :
Tanggal Mulai Berlaku :
Halaman : 7 lembar

Disusun Oleh : Dikoreksi Oleh : Disahkan Oleh :


Ketua,

Dra. Mariaty Darmawan.,MM

1. Definisi
Perbaikan yang dilakukan dengan memberi perhatian khusus, untuk hasil yang bukan hanya bermanfaat dari aspek
fungsi, tetapi juga kosmetik.
2. Tujuan
a. Mendekatkan jaringan-jaringan perlukaan sehingga proses penyembuhan bisa terjadi
b. Menghentikan perdarahan yang terjadi akibat perlukaan yang menyebabkan pembuluh darah terbuka.
3. Standar Tenaga
Dokter, Perawat, Bidan.
4. Standar Alat dan Bahan
a. Sarana Non Medis
1). Ruang istirahat pasien dengan standart minimal 4 x 3 m.
2). Tempat tidur 1 buah dengan standat minimal
a). Tinggi : 70 cm
b). Lebar : 70 cm
c). Panjang : 2 m
3). Bantal besar 2 buah
4). Perlak / pengalas 1 buah
5). Selimut pasien
6). Standar infus
7). Jam tangan
b. Sarana Medis
1). Bak instrument steril
2). Sepasang sarung tangan
3). Pemegang jarum
4). Jarum jahit otot dan kulit
5). Chromic catgut atau catgut no. 2/0 atau 3/0
6). Pinset
7). Gunting benang
8). Kassa steril
9). Alat suntik sekali pakai 10 ml (buka dan masukkan ke dalam heacting set)
10). Lidokain
11). Kain bersih
12). Kapas DTT
13). Air DTT
2

14). Lampu sorot


15). Larutan klorin 0,5 %
16). Apron
17). Masker
18). Kacamata pelindung
19). Alas kaki/sepatu boot karet
5. Prosedur Alat
a. Mempersiapkan Kelengkapan Alat
b. Posisikan bokong ibu pada sudut ujung tempat tidur, dengan posisi litotomi
c. Menjaga privasi pasien
d. Mencuci tangan
e. Memakai masker
f. Memasang sarung tangan sebelah
g. Mempersiapkan larutan lidokain
h. Memakai sarung tangan kedua
i. Memasang kain bersih di bawah bokong
j. Membersihkan daerah luka dari darah atau bekuan darah
k. Memberitahu ibu akan disuntik
l. Tusukkan jarum suntik pada ujung luka/robekan perineum
m. Lakukan langkah no. s/d untuk ke dua tepi robekan
n. Melakukan penjahitan
o. Masukkan jari ke dalam rektum
p. Membersihakan vagina ibu dari bekas jahitan menggunakan kasa
q. Keringkan dan buat ibu merasa nyaman
r. Berikan petunjuk kepada ibu mengenai cara pembersihan daerah perineum
s. Mintalah agar ibu kembali dalam waktu satu minggu agar anda bisa memeriksanya kembali
6. Prosedur Operasional Tetap (Standard Operasional Prosedure/SOP)

No Kegiatan / Tindakan 1 2 3 4
1 Persiapan Alat
Memastikan semua peralatan tersedia dengan lengkap. Dengan
cara petugas memeriksa kembali peralatan yang akan di bawa ke
ruangan pasien.
Melihat satu persatu peralatan non medis yang seharusnya berada
di ruangan pasien yaitu : Tempat tidur, Bantal besar 2 buah,
Perlak / pengalas 1 buah, Selimut pasien, Standar infus, dan
peralatan perawat yang tidak boleh tertinggal adalah jam tangan
yang ada jarum detiknya.
Memeriksa satu persatu perlatan medis yang akan dibawa dengan
menggunakan troli, troli atas atau pertama berisi : bak instrumen
berisi heacting set. Sedangkan troli bawah atau kedua berisi 1
bengkok besar, masker, apron. Di samping troli sepatu boot karet.
2 Memberitahu Pasien dan Menjelaskan Tujuan
a. Menyapa pasien dengan suara lembut dan ramah sambil
menatap mata pasien
b. Mengucapkan salam (Selamat pagi / siang / sore / malam)
c. Memperkenalkan diri pemeriksa : (nama saya…….saya yang
bertugas pada hari ini… dengan suara lembut dan sopan)
d. Menanyakan Dengan Sopan Dan Ramah Tentang Identitas
3

Pasien
 Maaf nama ibu siapa?
 Alamat ibu dimana?
 Memberitahukan pada ibu prosedur apa yang akan kita
lakukan?
e. Menanyakan keadaan pasien saat ini, keluhan yang di
rasakan?
 Bagaimana kabar ibu?
 Apakah masih terasa lemas atau sudah mendingan?
f. Memberitahukan porsedur yang akan dilakukan
” Ibu saya akan melakukan penjahitan pada jalan lahir ibu, agar
tidak terjadi pendarahan.”
g. Memberikan kesempatan pada pasien untuk bertanya
“Bagaimana ibu? Apakah ibu sudah jelas atas apa yang saya
jelaskan? Apabila masih ada yang kurang jelas, ibu dapat
bertanya apa saja kepada saya terkait penjelasan yang telah
saya sampaikan tentang penjahitan luka pada jalan lahir ibu.”
h. Meminta persetujuan dari Pasien
Bagaimana ibu Setuju atau tidak…… kemudian jika
setuju…..
3 Jaga privasi pasien
a. Tarik sketsel (gorden) untuk menjaga privasi pasien. Caranya
adalah dengan memegang gorden dari tepi kanan/kiri
kemudian tarik perlahan-lahan kearah kanan/kiri tergantung
dengan arah dari pengait/rell gorden.
b. Apabila dikamar pasien tidak terdapat sketsel, maka dapat
menggunakan sampiran. Tarik sampiran yang ada diruangan.
Letakkan disamping tempat tidur pasien dan sampiran dibuka
disesuaikan dengan panjang tempat tidur untuk menjaga
privasi pasien dengan pasien lainnya.
c. Apabila ruangan tidak menggunakan AC maka jendela dibuka
agar dapat terjadi sirkulasi udara yang berada didalam dengan
udara yang berada diluar, dan ini dilakukan agar pasien
merasa nyaman. Cara membuka jendela adalah dengan cara
tangan dominan (kanan/kiri) menarik tuas grendel dan tangan
yang non dominan (kanan/kiri) mendorong jendela ke arah
luar. Kemudian kaitkan pengait yang ada di bingkai jendela ke
jendela.
d. Apabila ruangan menggunakan AC maka jendela tidak perlu
dibuka, hanya cukup membuka gorden, agar pencahayaan
kedalam ruangan tetap baik. Caranya adalah dengan
memegang gorden dari tepi kanan/kiri kemudian tarik
perlahan-lahan kearah kanan/kiri tergantung dengan arah dari
pengait/rell gorden.
4 Cuci tangan
a. Menempatkan diri berdiri di depan wastafel dengan jarak
kurang lebih 15 cm
b. Membuka keran air dengan cara memutar keran ke arah kiri
atau berlawanan arah dengan jarum jam.
4

c. Meletakkan dengan kedua belah tangan di bawah air kran dan


tangan diangkat ke atas 90 sehingga air mengalir dan
membasahi sampai siku (siku tangan berada di dalam
wastafel)
d. Memencet tube botol sabun cair biasa sebanyak 3 ml (2-3 Kali
pencetan) atau sabun cair antiseptik sebanyak 1 ml (1 kali
pencetan), oleskan pada kedua telapak tangan dan gosok
sebanyak 10 kali hingga berbusa.
e. Menggosok kedua telapak tangan sampai jari-jari tangan
secara bergantian sebanyak 10 kali
f. Menggosok punggung tangan kanan dan sela-sela jari dengan
telapak tangan kiri sebanyak 10 kali, lakukan hal yang sama
pada punggung tangan kiri.
g. Menggosok persendian tangan dengan tangan mengepal salah
satu tangan dan dilakukan sebanyak 10 kali, lakukan hal yang
sama pada persendian tangan kiri
h. Menggosok ibu jari tangan kanan dan area sekitarnya dengan
cara memutar mengelilingi ibu jari dengan menggunakan jari-
jari tangan kiri sebanyak 10 kali, lakukan secara bergantian
pada ibu jari tangan kiri.
i. Menggosok garis tangan kanan dengan ujung jari-jari tangan
kiri searah bentuk garis tangan, lakukan secara bergantian
pada tangan kiri.
j. Menggosok pergelangan tangan kanan dengan menggunakan
jari-jari tangan kiri sampai dengan siku, lakukan hal yang
sama pada pergelangan tangan kiri.
k. Membilas kedua tangan di bawah air mengalir dengan cara
menegadahkan tangan ke atas sambil mengosok kedua telapak
tangaa bergantian sehingga air mengalir dan membasahi
sampai siku (siku berada di atas wastafel)
l. Menutup keran dengan tangan kanan yang dilapisi tisue dan
memutar keran tersebut ke arah kanan, memastikan aliran air
sudah berhenti dan membuang bekas tisue ke tempat sampah.
m. Mengeringkan tangan dengan tissue dengan cara
menggosokkan secara sirkuler pada telapak tangan, sampai
siku pada tangan kanan, dan alukan secara bergantian.
n. Membuang sampah tissue bekas pakai pada tempat sampah
non medis.
5 Memakai masker
a. Melihat strip logam tipis di tepi atas masker.
b. Memegang masker pada kedua tali di bagian atasnya.
c. Mengikat kedua tali yang berada di bagian atas, pada puncak
belakang kepala, dan mengikatkan tali yang berada di bagian
bawah pada leher, dengan masker melewati dagu.
d. Mencubit pita logam atas sekitar batang hidung dengan
perlahan.
5

6 Memakai sarung tangan


a. Taburkan bedak ke tangan sebelum memasang sarung tangan
b. Pegang tepi sarung tangan dan masukkan jari tangan yang
sesuai, pastikan ibu jari dan jari-jari lainya tepat pada
posisinya
7 Mempersiapkan larutan lidokain
Isi tabung suntik 10 ml dengan larutan lidokain 1%, dengan teknik satu
tangan, letakkan kembali ke dalam wadah heacting set
8 Lengkapi pemakaian sarung tangan pada ke dua tangan
a. Ulangi pada tangan kiri
b. Setelah terpasang maka kedua tangan disatukan dan jari-jari
masuk diantara sela-sela jari, kemudian dirapatkan
9 Memasang kain bersih di bawah daerah robekan
”Ibu/bapak permisi, bisa diangkat sedikit daerah robekan ibu/bapak.
Saya akan memasangkan kain bersih di bawah robekan ibu/bapak.”
10 Gunakan kasa bersih, untuk membersihkan daerah luka dari darah atau
bekuan darah, dan nilai kembali luas dan dalamnya robekan.
Bagian pertama bersihkan di bagian labia mayora kanan dan kiri dari
atas kebagian bawah, kemudian labia minora kanan dan kiri dari atas ke
bagian bawah, terakhir dari klitoris ke anus.
11 Memberitahu ibu/bapak akan disuntik
”Permisi ya bu/pak, saya akan menyuntikan cairan lidokain di daerah
luka/robekan untuk mengurangi rasa sakit saat penjahitan.”
12 Tusukkan jarum suntik pada ujung luka / robekan
a. Masukkan jarum suntik secara subkutan sepanjang tepi luka
b. Aspirasi untuk memastikan tidak ada darah yang terhisap. Bila ada
darah, tarik jarum sedikit dan kembali masukkan. Ulangi lagi
aspirasi (cairan lidokain yang masuk ke dalam pembuluh darah
dapat menyebabkan gangguan denyut jantung hingga tidak teratur)
c. Suntikkan cairan lidokain 1% secukupnya sambil menarik jarum
suntik pada tepi luka daerah perineum
d. Tanpa menarik jarum suntik keluar dari luka, arahkan jarum suntik
sepanjang tepi luka, lakukan aspirasi, suntikkan cairan lidokain 1%
sambil menarik jarum suntik. (Bila robekan besar dan dalam,
anastesi daerah bagian dalam robekan – alur suntikan anastesi
akan berbentuk seperti kipas : tepi perineum, dalam luka)
e. Lakukan langkah no. a s/d d untuk ke dua tepi robekan
f. Tunggu 1-2 menit sebelum melakukan penjahitan untuk
mendapatkan hasil optimal dari anastesi
13 Penjahitan
a. Lakukan inspeksi vagina dan perineum untuk melihat robekan.
Rabalah dengan ujung jari anda seluruh daerah luka. Lihatlah
dengan cermat dimana ujung luka tersebut
b. Jika ada perdarahan yang terlihat menutupi luka episiotomi, pasang
6

tampon atau kassa ke dalam vagina (sebaiknya menggunakan


tampan bertali)
c. Tempatkan jarum jahit pada pemegang jarum, kemudian kunci
pemegang jarum
d. Pasang benang jahit pada mata jarum
e. Lihat dengan jelas batas luka episiotomi
f. Lakukan penjahitan pertama 1 cm di atas ujung luka
g. Peganglah pemegang jarum dengan tangan lainnya. Gunakan
pemegang jarum (pinset) untuk menarik jarum melalui jaringan.
Jangan sekali-kali menggunakan jari tangan. Menggunakan jari
tangan untuk meraba jarum adalah berbahaya. Bisa menusuk jari
tangan atau melobangi sarung tangan yang akan meningkatkan
risiko terkena infeksi kuman dari darah seperti HIV atau hepatitis
B
h. Ikat jahitan pertama dengan simpul mati. Potong ujung benang
yang bebas (ujung benang tanpa jarum) hingga tersisa kira-kira 1
cm
i. Jahit mukosa vagina dengan menggunakan jahitan jelujur hingga
tepat di belakang lingkaran himen
j. Jarum kemudian akan menembus mukosa vagina, sampai
kebelakang lingkaran himen, dan tarik keluar pada luka. Perhatikan
seberapa dekatnya jarum ke puncak lukanya
k. Gunakan teknik jahitan jelujur saat menjahit lapisan ototnya. Lihat
ke dalam luka untuk mengetahui letak ototnya. Otot biasanya
tampak sedikit lebih merah dan rasanya agak keras bila disentuh.
Penting sekali untuk menjahit otot ke otot. Rasakan dasar dari luka,
ketika sudah mencapai ujung luka, berarti telah menutup lapisan
otot yang dalam
l. Setelah mencapai ujung luka yang paling akhir dari luka, putarlah
arah jarum dan mulailah menjahit ke arah vagina, dengan
menggunakan jahitan untuk menutup jaringan subcuticuler. Carilah
lapisan subcuticuler umumnya lembut. Kini anda membuat jahitan
lapis kedua. Perhatikan sudut jarumnya. Jahitan lapis kedua ini
akan meninggalkan lebar luka kira-kira 0.5 cm terbuka. Luka ini
akan menutup sendiri pada waktu proses penyembuhan
berlangsung
m. Sekarang pindahkan jahitannya dari bagian luka untuk diamankan,
diikat dan dipotong benangnya
n. Ikatlah jahitannya dengan simpul mati. Untuk membuat simpul
tersebut benar-benar kuat, buatlah 1 ½ kali simpul mati
o. Potong kedua ujung benang, dan hanya disisakan masing-masing 1
cm. Jika ujung dipotong terlalu pendek, jahitan mungkin akan bisa
terlepas. Jika hal ini terjadi, seluruh jahitan episiotomi akan
menjadi longgar dan terlepas
15 Membersihkan area luka/robekan dari bekas jahitan menggunakan kasa
di mulai dari bersih ke kotor. Setelah dibersihkan berikan betadin di
luka jahitan.

16 Keringkan dan buat pasien merasa nyaman.

17 Merapikan alat
7

18 Melepas sarung tangan dan mencuci tangan

18 Berikan petunjuk kepada pasien mengenai cara pembersihan daerah


robekan
”Ibu/bapak mengenai cara membersihkan bekas luka jahitan yaitu di
cuci dengan sabun dan air 3 sampai 4 kali setiap hari. Kalau tidak, ibu
harus menjaga agar jahitan tetap kering dan bersih. Ibu juga agar jangan
memasukkan benda apapun ke dalam vagina ya bu.”
19 Mintalah agar pasien kembali dalam waktu satu minggu agar anda bisa
memeriksanya kembali
”Ibu/bapak untuk kunjungan ulang pemeriksaan bekas luka jahitan saya
menganjurkan kembali lagi 1 minggu lagi ya.”
Jika memungkinkan, periksa setiap hari selama 3-4 hari. Lihat, jika ada
bintik merah, nanah atau jahitan yang lepas atau terbuka, atau
hematoma. Hematoma bisa tampak seperti luka lecet atau
pembengkakan yang mengkilap. Periksa dengan cermat untuk
mengetahui apakah ia bertambah besar. Jika panjangnya lebih dari 3-4
cm, rujuklah pasien tersebut ke rumah sakit agar hematoma tersebut
bisa dibuka dan bekuan darahnya bisa dibuang lalu dijahit kembali
20 Evaluasi Tindakan
a. Mengevaluasi tindakan yang baru dilakukan (subyektif
dan obyektif)
21 Dokumentasi