Anda di halaman 1dari 12

TINJAUAN PUSTAKA

PENCEGAHAN PENYAKIT DEGENERATIF DAN


PENGATURAN MAKANAN DALAM KAJIAN
KEDOKTERAN DAN AL-QURAN
Hardisman

Bagian Pendidikan Kedokteran (BPK)


dan Bagian Anestesiologi, Fakultas Kedokteran Universitas Andalas
Email: hardisman@fk.unand.ac.id

Abstrak
Proses kemunduran fungsi tubuh atau degeratif merupakan proses alamiah
tubuh manusia yang harus diperhatikan setiap orang [QS Al-Hajj (22):5, Yaasin
(36):68]. Dalam proses tersebut seseorang akan dapat terkena berbagai penyakit
kronik seperti penyakit kardiovaskuler, obesitas dan diabetes melitus. Meskipun
demikian, dengan gaya hidup yang baik dan pengaturan makanan, resiko
penyakit-penyakit tersebut dapat dicegah. Salah satu resiko dalam terjadinya
penyakit kardiovaskuler adalah hipekoleterolemia dan dislipidemia. Dua kondisi
ini dapat disebabkan asupan makanan yang mengandung lemak dan kolesterol
yang berlebihan. Serta, ketidakseimbangan asupan karbohidrat, lemak, dan serat
juga menjadi resiko terjadinya obesitas dan diabetes melitus. Semua kajian ilmu
kedokteran ini merupakan bukti bahwa peranan pengaturan makanan sangat
penting, sebagaimana yang diterangkan dlama Al-Quran [Al-Baqarah (2):168-
172, Al-Isra` (17):26-27 and Al-A’raf (7):31].
Kata Kunci: Penyakit degeratif, pengaturan makanan, dan Al-Quran.

Abstract
Degenerative is a natural process in human life that every body should
aware [QS Al-Hajj (22):5, Yaasin (36):68]. During the process, someone can get
chronic degenerative diseases such as cardiovascular, obesity and diabetes
mellitus. However, by having good life style and diet regulation, the risk of the
diseases can be prevented. In medical perspective, one of the risks of the
cardiovascular diseases is hypercholesterolemia and dislipidemia. These two
conditions can be caused by excessive intake of lipid and cholesterol. Meanwhile,
imbalance intake of carbohydrate, lipid and food fibre also becomes risk of
obesity and diabetes mellitus. All of these medical analysis become evidences of
the rule of diet regulation which has been written in the Quran [Al-Baqarah
(2):168-172, Al-Isra` (17):26-27 and Al-A’raf (7):31].
Key Words: Degenerative Diseases, diet regulation, and The Qur`an.

39
Majalah Kedokteran Andalas No.1. Vol.34. Januari-Juni 2010 40

Pendahuluan atau menjadi resiko terjadinya penyakit


Dalam al-Qur`an dijelaskan lain. (2,3)
bahwa dalam proses kehidupan manusia Al-Qur`an telah menerangkan
suatu saat ini akan kembali pada bentuk tentang degeneratif merupakan proses
yang lemah [Al-Hajj (22):5 dan Yaasin yang dilalui oleh sebagian manusia,
(36):68],(1) yang dalam ilmu kedokteran seperti yang diterangkan dalam surah
lebih dikenal dengan proses degenerasi. Al-Hajj (22):5 dan Yaasin (36):68.(1)
Keadaan yang buruk dari proses
degenerasi ini adalah munculnya “Hai manusia, jika kamu dalam
berbagai penyakit degeneratif atau keraguan tentang kebangkitan (dari
penyakit-penyakit ketuaan. Namun kubur), Maka (ketahuilah)
dalam al-Qur`an juga disebutkan bahwa Sesungguhnya Kami telah menjadikan
hanya sebagian orang yang jatuh pada kamu dari tanah, kemudian dari setetes
titik terlemah ini, atau tidak semua mani, kemudian dari segumpal darah,
orang bisa menderita penyakit kemudian dari segumpal daging yang
degeneratif. Banyak faktor yang dapat sempurna kejadiannya dan yang tidak
berperan terhadap munculnya berbagai sempurna, agar Kami jelaskan kepada
penyakit ini, pengaturan makanan kamu dan Kami tetapkan dalam rahim,
adalah salah satunya.(2,3) apa yang Kami kehendaki sampai
Pada tulisan ini akan dijelaskan waktu yang sudah ditentukan, kemudian
secara singkat bagaimanakah Kami keluarkan kamu sebagai bayi,
munculnya penyakit degeneratif dan kemudian (dengan berangsur- angsur)
peranan zat gizi terhadap penyakit- kamu sampailah kepada kedewasaan,
penyakit tersebut dalam kajian Al- dan di antara kamu ada yang
Qur`an dan kedokteran modern. Karena diwafatkan dan (adapula) di antara
penyakit degenratif itu cukup banyak, kamu yang dipanjangkan umurnya
pembahasan singkat ini hanya dibatasi sampai pikun, supaya Dia tidak
pada penyakit kardiovaskuler, obesitas mengetahui lagi sesuatupun yang
dan diabetes mellitus. dahulunya telah diketahuinya. dan
kamu Lihat bumi ini kering, kemudian
Penyakit Degeneratif apabila telah Kami turunkan air di
Penyakit degeneratif secara atasnya, hiduplah bumi itu dan
sederhana dapat dikatakan sebagi suburlah dan menumbuhkan berbagai
penyakit pada umur tua. Sesuai dengan macam tumbuh-tumbuhan yang indah.”
arti secara bahasa, kata degeneratif [surah Al-Hajj (22):5].
dalam bahasa Indonesia merupakan
adobsi langsung dari kata “Barangsiapa yang Kami panjangkan
„degenerative’ dalam bahasa ingrgris, umurnya niscaya Kami kembalikan Dia
yang berarti bersifat merosot atau kepada kejadian(nya), maka Apakah
kemunduran dan mengalami perobahan- mereka tidak memikirkan?” [Yaasin
perobahan yang terjadi pada umur tua. (36):68].
Penyakit-penyakit kronis tersebut
diantaranya adalah penyakit jantung Dalam ayat-ayat di atas
koroner (PJK), diabetes mellitus, stroke, dijelaskan bahwa manusia semakin tua
sirosis hepatis, batu empedu dan lain- setelah melewati puncak kedewasaan
lainnya. Penyakit-penyakit tersebut maka ia akan kembali kepada
kadang tidak berdiri sendiri, namun kejadiannya. Manusia akan menjadi
suatu penyakit dapat juga menimbulkan lemah dan mengalami kemunduran dan
Hardisman, PENCEGAHAN PENYAKIT DEGENERATIF DAN 41
PENGATURAN MAKANAN DALAM KAJIAN KEDOKTERAN DAN
AL-QURAN

dalam ilmu kedokteran saat ini dikenal dislipidemia, merokok, rendah


dengan proses degeneratif. konsumsi serat, stress dan kurang gerak
Proses degeneratif ini tidak fisik.(2-5)
hanya bertujuan untuk meningkatkan Dengan melihat kepada faktor-
keimanan dan mengagungkan faktor resiko ini jelas terlihat bahwa
kebesaran Tuhan (tujuan tahuid) [surah peranan zat gizi sangat penting dalam
Al-Hajj (22):5], namun juga bertujuan terjadinya penyakit degeneratif, seperti
untuk stimulasi agar manusia mau kurang konsumsi serat makanan dan
berfikir dan menggali aspek yang ada juga ketidakteraturan pola asupan
dibalik itu. Dengan kata lain, menurut makanan. Kesalahan pola makan ini
Qur`an proses degeneratif yang ada dalam waktu relatif lama dapat
juga harus digali menurut ilmu menimbulkan hiperkolesterolemia dan
pengetahuan [Yaasin (36):68].(1) hiperlipidemia. (2-5) Selengkapanya,
Ayat-ayat tersebut juga pada bagian ini kita lihat bagaimana
menegaskan bahwa proses degeneratif peranan makanan atau pola konsumsi
ini adalah proses alamiah yang akan zat gizi dengan timbulnya penyakit-
dilalui oleh manusia dan kelanjutan penyakit degeneratif tersebut. Seperti
proses pertumbuhan dan perkembangan yang disebutkan diawal, bahwa
manusia. Namun Allah SWT penyakit degeneratif itu cukup banyak,
memberikan contoh, hanya sebagian namun pada buku kecil ini hanya akan
manusia saja yang jatuh kepada pikun dijelaskan penyakit degeneratif yang
(salah satu bentuk degeneratif), yang sering terjadi di masyarakat. Penyakit-
tentunya sinyal-sinyal ini harus digali penyakit yang dibahas pada tulisan sini
dengan ayat-ayat kauniyah (ilmu adalah penyakit jantung dan pembuluh
kedokteran) siapa yang bisa jatuh darah (kardiovaskuler), kegemukan
kedalam degeneratif tersebut.(1) Oleh (obesitas) dan diabetes melitus.
karena, stimulasi itu menjadi alasan
kuat dalam Islam untuk mengkaji Penyakit Kardiovaskuler dan zat Gizi
proses dan penyakit-penyakit Penyakit-penyakit
degeneratif. kardiovaskuler sering ditemukan di
Dalam kajian ilmu kedokteran, masyarakat. Penyakit-penyakit tersebut
proses terjadinya penyakit degeneratif erat kaitannya dengan peningkatan
berlangsung dalam waktu yang lama kadar lemak dan kolestrol darah.
atau kronis. Penyakit degeneratif yang Peningkatan kadar lemak dan kolesterol
muncul pada seseorang adalah akibat darah merupakan manifestasi dari
kesalahan gaya hidup, aktifitas dan pola kesalahan pola konsumsi gizi, misalnya
makannya yang terjadi 15-25 tahun tingginya konsumsi makanan yang
sebelumnya.(2-4) Penyakit degeneratif mengandung asam lemak jenuh, gula
terjadi akibat berbagai faktor baik murni dan kolestrol. Penyakit-penyakit
faktor yang irreversibel ataupun faktor- tersebut diantaranya penyakit jantung
faktor reversibel. Faktor-faktor koroner, sindroma angina pectoris dan
irreversibel yang berpengaruh adalah hipertensi. (2,5,6)
usia jenis kelamin dan genetik. Namun Salah satu penyakit
munculnya penyakit ini lebih banyak kardiovaskuler degeneratif adalah
dipengaruhi oleh faktor-faktor yang penyakit jantung koroner yang
reversibel atau yang dapat dicegah, disebabkan oleh proses aterosklerosis
seperti hiperkolesterolemia, atau pengerasan dan kekakuan pada
Majalah Kedokteran Andalas No.1. Vol.34. Januari-Juni 2010 42

pembuluh darah jantung (arteri yang mengandung lemak jenuh pada


koroner). penyakit jantung koroner makanan.(2,5-9)
sangat berbahaya karena dapat Konsekuensi lain akibat
menyebabkan kematian mendadak dan terjadinya aterosklerosis adalah
dapat juga menyerang usia produktif. hipertensi atau secara sederhana dapat
Namun resiko penyakit ini meningkat dikatakan peningkatan tekanan darah.
sejalan dengan peningkatan umur. Dimana secara klinis, seseorang
Manifestasi atau gejala dan tanda-tanda dinyatakan hipertensi bila tekanan darah
penyakit jantung koroner karena seseorang melebihi dari 140/90mmHg
terjadinya ketidakseimbangan (tekanan darah sistolik lebih dari
kebutuhan oksigen otot jantung 140mmHg dan diastolik lebih dari
(miokardium) dengan asupan dan 90mmHg).(5,7,8) Ateroskleoris atau
ketersediaan oksigen pada jaringan otot kekakuan dan sumbatan pada pembuluh
tersebut. Hal ini terjadi karena darah di selurruh tubuh dapat
terjadinya penyempitan atau mengakibatkan adanya tahan aliran
penyumbatan pada ateri koroner akibat darah. Akibatnya dengan curah jantung
aterosklerosis sehingga aliran darah dan volume aliran darah yang sama
menjadi sangat berkurang ke jaringan dengan pembuluh darah yang kaku akan
otot jantung yang disebut dengan terjadi peningkatan tekanan. Penyakit
iskemia.(2,5-7) ini sangat perlu diwaspadai karena
Berdasarkan mekanisme dapat meneimbulkan berbagai penyakit
terjadinya aterosklerosis ini dapat pada organ lain, seperti gangguan
dilihat bahwa peranan pengaturan pola ginjal, mata dan otak.(5,7)
makan dan asupan jenis zat gizi sangat Dengan melihat berbagai macam
berperan. Framingham study, suatu mekanisme tersebut diatas, dapat dilihat
penelitian yang sangat terkenal dalam bahwa untuk mencegah timbulnya
ilmu kedokteran dalam bidang gizi dan berbagai macam penyakit
penyakit degeneratif menerangkan kardiovaskuler, kadar lemak dan
bahwa banyak faktor yang dapat kolestrol darah haruslah tetap normal.
mempercepat dan meningkatkan resiko Untuk mengatur agar kadar kolesterol
terjadinya aterosklerosis. Faktor-faktor darah tetap dalam kedaan normal perlu
tersebut adalah obesitas, hiperlipidemia pengaturan pola dan jenis makanan
atau dislipidemia, merokok, diabetes secara baik dan optimal.(2,7,9)
melitus, emosi, kurang aktifitas fisik, Prinsip-prinsip diatas secara
genetik, umur, jenis kelamin dan jelas menegaskan bahwa penguturan
kepribadian tipe A.(2,5-8) pola dan jenis makanan sangat
Diantara resiko tersebut, hiperlipidemia dibutuhkan dalam pencegahan
sangat erat kaitannya dengan pola penyakit-penyakit degeneratif
konsumsi zat gizi. Hiperlipidemia dan kardiovaskuler. Penerapan prinsip
dislipidemia, atau peningkatan dan diatas dapat dilakukan dengan cara
ketidakseimbangan lemak darah dalam mengurangi konsumsi lemak yang
tubuh terjadi akibat lanjut dari mengandung asam lamak jenuh serta
peningkatan kadar lemak (trigliserida) kolestrol. Cara lain adalah dengan cara
darah, kolesterol total peningkatan meningkatkan konsumsi asam lemak
LDL-kolesterol dan penururan HDL. esensial dari asam lemak tak jenuh
Peningkatan dan gangguan komposisi seperti asam lemak omega-3. Konsumsi
lemak darah ini dapat terjadi akibat asam lemak esensial yang optimal dapat
kelebiha konsumsi kolesterol dan lemak meningkatkan kadar HDL-kolestrol
Hardisman, PENCEGAHAN PENYAKIT DEGENERATIF DAN 43
PENGATURAN MAKANAN DALAM KAJIAN KEDOKTERAN DAN
AL-QURAN

darah dan menurunkan LDL-kolestrol. Obesitas dan zat Gizi


Sehingga akhirnya seperti yang Obesitas atau yang dikenal
dijelaskan pada berbagai mekanisme dalam bahasa sehari-sehari dikenal
yang disebutkan sebelumnya, dengan dengan kegemukan dialami oleh hampir
rendahnya LDL dan optimalnya kadar oleh seluruh kelompok masyarakat dan
HDL dapat menurunkan resiko setiap zaman, mulai dari zaman dahulu
terjadinya aterosklerosis. Pada khirnya kala hingga zaman moderen saat ini.
akan dapat mencegah timbulnya Akan tetapi, pada masa dan kelompok
penyakit jantung koroner dan masyarakat tertentu, meskipun
(2,5,7-9)
hipertensi. kegemukan cukup sering ditemukan, ia
Selain itu diupayakan agar dianggap sebagai suatu hal yang wajar
konsumsi kalori atau karbohidrat harus saja dan bukan dirasakan sebagai suatu
sesuai dengan kebutuhan tubuh, yang mengganggu apalagi sebagi suatu
aktifitas sehari-hari dan kedaan penyakit. Bahkan pada sebagian
pertumbuhan. Kalori yang dikonsumsi kelompok masyarakat itu atau budaya
haruslah optimal dalam mencukupi tertentu, obesitas menjadi suatu
kebutuhan kalori perhari dan tidak kebanggaan karena dikaitkan dengan
boleh berlebihan. Bila konsumsi kesejahteraan dan tingkat ekonomi.
karbohidrat berlebihan maka tubuh akan Namun seiring dengan perkembangan
menyimpannya dalam bentuk glikogen ilmu pengetahuan dan informasi,
dan lemak sebagai cadangan kalori. pengetahuan masyarakat tentang
Namun, karena penyimpanan dalam kesehatan pun semakin meningkat maka
bentuk glikogen terbatas, bila konsumsi saat ini hamper semua kelompok
kalori sangat berlebihan maka akan masyarakat mulai menyadari bahwa
disimpan dalam lemak (trigliserida) obesitas merupakan suatu kelainan
dengan tidak terbatas. Bila hal ini terus degeneratif yang berbahaya dan dapat
berlanjut maka akan dapat beresiko terhadap timbulnya penyakit
menimbulkan kegemukan atau obesitas. lain. (10-12)
Obesitas akhirnya juga bereiko terhadap Dalam ilmu gizi dan kedokteran,
timbulnya penyakit jantung koroner, prinsip yang digunakan untuk
angina pectoris dan hipertensi. Melalui menentukan apakah seseorang
mekanisme biokimia dalam tubuh, mengalami obesitas atau tidak adalah
obesitas dapat menurunkan kadar HDL dengan mengukur kadar lemak tubuh.
dan meningkatkan LDL-kolestrol, Untuk menentukan kadar lemak tubuh
sehingga akhirnya meningkatkan resiko ini dilakukan dengan cara mengukur
terjadinya aterosklerosis yang indeks masa tubuh (IMT) atau
merupakan proses awal terjadinya mengukur langsung tebal lemak
berbagai penyakit degeneratif dibawah kulit. Pengukuran indeks masa
kardiovaskuler tersebut. Oleh karena itu tubuh digunakan sebagai cara sederhana
pengaturan diet pola makan lainnya dalam menentukan lemak tubuh pada
yang harus dilakukan dalam mencegah usia mulai dari 18 tahun. Secara
penyakit degeneratif kardiovaskuler ini matematis IMT adalah hasil
adalah megontrol asupan kalori atau perhitungan dari berat badan (BB)
karbohidrat.(2,5,7,8) dengan tinggi badan (TB) dalam satuan
Majalah Kedokteran Andalas No.1. Vol.34. Januari-Juni 2010 44

meter yang dikuadratkan, seperti yang Untuk mengetahui peranan gizi


terlihat pada diagram 1. Seseorang atau pengaturan pola dan jenis makanan
dikatakan obesitas berdasarkan dalam mencegah terjadinya obesitas,
pengukuran IMT bila IMT-nya lebih dari maka perlu dijelaskan secara lengkap
30 kg/M2.(10,11) faktor-faktor yang berperan dalam
terjadinya obesitas. Faktor-faktor
tersebut adalah faktor genetik,
IMT = BB Satuannya:
(TB)2 BB dalam Kg
hormonal dan faktor makanan atau zat
TB dalam meter (m) gizi. Faktor-faktor ini secara bersama-
sama berperan dalam menimbulkan
Diagram 1: Formula menentukan Obesitas obesitas. Namun faktor genetik
dan Status Gizi hanyalah merupakan faktor pendahulu
Sumber: Diambil dari berbagai
kepustakaan.(3,4,10-12) atau presdisposisi yang artinya
seseorang tidak dapat menjadi obesitas
Selanjutnya sebagai bila tidak ada peranan faktor lain.
perbandingan dapat juga dilihat keadaan Begitu juga halnya dengan faktor
obesitas dan status gizi lain berdasarkan hormonal, faktor ini hanya berperan
pengukuran IMT. Selengkapnya dalam proses terjadinya obesitas bila
gambaran status gizi ini dapat dilihat faktor-faktor lain ada terutama faktor
pada tabel 1. asupan makanan. Dengan demikian
jelas terlihat bahwa pola dan jenis zat
Tabel 1. Standar Nilai Indeks Masa Tubuh gizi yang dikonsumsi sangat berperan
(IMT) penting. Konsumsi lemak dan
karbohidrat yang sangat berebihan
Nilai IMT Status Gizi
< 16 Malnutrisi buruk
merupakan yang harus diwaspadai. (10-13)
16-17 Malnutrisi sedang Melihat besarnya peran
>17-19 Malnutrisi ringan makanan dalam timbulnya obesitas ini,
20-25 Normal maka pengobatan dan penatalaksanaan
>25-30 Berat badan lebih penderita obesitas terutama adalah
(overweight)
>30-40 Obesitas
dengan tidak menggunakan obat-obatan
>40 Obesitas berat atau non-farmakologis, yang terdiri dari
Sumber: Diambil dari berbagai pengaturan optimal aktifitas jasmani
3,4,10-12)
kepustakaan.( dan pengaturan pola dan jenis makanan.
Pengaturan makanan adalah berupaya
Obesitas yang dialami seseorang mencapai berat badan ideal dengan
dapat berdampak pada gangguan fungsi mengupayakan indeks masa tubuh
tubuh atau resiko medis dan juga dalam batas normal. Sedangkan pada
psikososialnya. Pada zaman sekarang obesitas yang disertai dengan penyakit
ini, masyarakat merasakan adanya lain seperti penyakit jantung dan
dampak psikososial dari obesitas yang diabetes mellitus, pengaturan makanan
dialaminya. Resiko psikososial yang dan asupan gizinya harus disesuaikan
dirasakan adalah adanya hambatan dengan kondisi penyakitnya tersebut.(10)
aktifitas fisik dan interaksi sosial
dengan masyarakat akibat munculnya Diabetes dan Zat Gizi
perasaan kurang percaya diri. Namun Diabetes melitus secara umum
sayangnya masyarakat masih belum dimasyarakat dikenal dengan penyakit
menyadari akan dampak atau resiko gula. Hal ini tidaklah salah karena
medis yang ditimbulkannya.(10-13) diabetes mellitus muncul akibat
Hardisman, PENCEGAHAN PENYAKIT DEGENERATIF DAN 45
PENGATURAN MAKANAN DALAM KAJIAN KEDOKTERAN DAN
AL-QURAN

kelebihan kadar gula (glukosa) darah. Berdasarkan banyaknya laporan


Secara medis seseorang baru dikatakan diabetes melitus ini di Indonesia
menderita diabetes melitus bila diprediksikan dengan peningkatan
pemeriksaan kadar gula darah puasa penduduk sebesar 40% dalam waktu
dan dua jam setelah makan kedua- tiga puluh tahun, akan terjadi
duanya daiatas normal yang disertai peningkatan jumlah kasus diabetes
dengan adanya gejala klinis melitus sekitar 80-130%. Hal ini
(14,15)
minimal. disebabkan tingginya berbagai resiko
Tipe dan klasifikasi diabetes untuk terjadinya penyakit ini. Faktor-
melitus ini bermacam-macam, seperti faktor tersebut termasuk faktor
yang dikeluarkan oleh PERKENI demografi, gaya hidup dan pola makan
(Perkumpulan Endokrinologi Indonesia) serta berobahnya distribusi
(14,15)
dan WHO. Akan tetapi, selain dari penyakit. Faktor demografi yang
kerusakan absolut pada produksi akibat berperan dalam peningkatan jumlah
kerusakan sel-sel beta pankreas, penduduk adalah urbanisasi dan makin
diabetes melitus ini juga dicetuskan banyaknya penduduk yang berusia tua.
oleh ketidakseimbangan pola asupan Peubahan gaya hidup masyarakat saat
kalori, aktifitas dan kebutuhan tubuh. (14) ini juga sangat berperan. Dengan
Oleh karena itu dapat dikatakan terjadinya peningkatan ekonomi,
bahwa pola konsumsi zat gizi sangat masyarakat ingin selalu senang,
berperan penting dalam menimbulkan mengurangi aktifitas fisik dan pola
gejala dan gangguan klinis pada asupan makanan pun tidak seimbang.
penyakit diabetes. Hal ini dibuktikan Disamping itu dengan adanya
dengan adanya peningkatan kasus peningkatan ekonomi, pendidikan dan
diabetes pada berbagai negara-negara kesadaran masyarakat maka kejadian
maju dan berkembang termasuk penyakit infeksi dan kurang gizi makin
Indonesia, terutama pada masa berkurang. Disamping itu kesadaran
peralihan peningkatan status ekonomi. masyarakat pun semakin meningkat
Angka kejadian (prevalensi) untuk mau melakukan konsultasi,
diabetes melitus di Indonesia cukup kontrol kesehatan dan berobat ke rumah
tinggi. Beberapa kepustakaan sakit sehinnga angka kejadian yang
menyebutkan diabetes melitus terjadi tercatat cukup tinggi.(14,16)
sekitar 1,5-2,3% pada penduduk usia Meskipun peningkatan angka
diatas 15 tahun. Angka kejadian ini kejadian diabetes melitus dipengaruhi
selalu meningkat setiap tahunnya pada oleh faktor-faktor lain, namun
beberapa daerah dan kota di Indonesia. peningkatan ini secara bermakna sangat
Bahkan diprediksikan semua penyakit dipengaruhi oleh faktor pola konsumsi
degeneratif di Indonesia akan selalu zat gizi dan gaya hidup. Oleh karena itu
terjadi peningkatan, dan diabetes perlu dilakukan upaya-upaya
melitus adalah salah satunya yang pencegahan dengaan merubah
meningkat cukup cepat. Meningkatnya kabiasaan jelek pada pola makan dan
angka kejadian diabetes melitus di kurang aktifitas pada seseorang.
beberapa daerah di Indonesia adalah Ada alasan kuat mengapa
akibat perubahan kemakmuran daerah diabetes harus benar-benar dicegah
tersebut yang dikuti dengan perubahan karena dapat berakibat fatal bagi fungsi
pola makan dan gaya hidup.(13,14) sistim dan organ tubuh lainnya.
Majalah Kedokteran Andalas No.1. Vol.34. Januari-Juni 2010 46

Diabetes perlu diwaspadai terutama dimensia. Dalam makna luas, sesuai


pada seseorang yang telah mempunayai dengan bukti-bukti kajian ilmu
faktor predisposisi genetik agar kedokteran makna titik terlemah itu
kemungkinan diabetes pada dirinya dapat diartikan sebagai jatuhnya
tidak bermanifestasi menimbulkan seseorang kepada penyakit-penyakit
gejala klinis.(16) degneratif itu. Dengan demikian dapat
dikatakan bahwa penyakit-penyakit
Perspektif Kajian Al-Qur`an degneratif itu dapat dicegah, dan
Setelah kita melihat proses diantara usaha yang dapat dilakukan
sebagian kecil penyakit degeneratif dari dalam pencegahan itu adalah
penyakit jantung dan pembuluh darah pengaturan pola konsumsi dan jenis
(kardiovaskuler), obesitas dan penyakit makanan atau zat gizi.
gula (diabetes melitus), ternyata Konsep pemilihan dan
sebagian faktor-faktor degenratif ini pengaturan jenis dan pola makanan
tidak dapat dihindari. Hal ini dibuktikan yang diatur dalam Al-Qur`an seperti
dengan main meningkatnya jumlah yang telah diuraikan pada bagian
kasus penyakit-penyakit degeneratif sebelumnya bahwa makanan yang
tersebut. Dengan demikian kita diperbolehkan untuk manusia adalah
menyadari bahwa proses degenerasi makanan yang halal dan baik [Al-
merupakan proses yang tidak dapat Qur`an surah Al-Baqarah (2):168 dan
dihindari secara mutlak. Dalam 172, Al-Ma`idah (5):4 dan Al-A‟raf
perspektif kajian Islam, Al-Qur`an juga (7):157].
telah menjelaskan bahwa proses
degeneratif itu merupakan proses yang “Hai sekalian manusia, makanlah yang
sejalan dengan pertambahan umur. halal lagi baik dari apa yang terdapat
Secara tegas Allah menjelaskan dalam di bumi, dan janganlah kamu mengikuti
surah Ar-Ruum (30):54.(1) langkah-langkah syaitan; karena
Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh
“Allah, Dialah yang menciptakan yang nyata bagimu.” [Al-Baqarah
kamu dari keadaan lemah, kemudian (2):168].
Dia menjadikan (kamu) sesudah
Keadaan lemah itu menjadi kuat, “Hai orang-orang yang beriman,
kemudian Dia menjadikan (kamu) makanlah di antara rezki yang baik-
sesudah kuat itu lemah (kembali) dan baik yang Kami berikan kepadamu dan
beruban. Dia menciptakan apa yang bersyukurlah kepada Allah, jika benar-
dikehendaki-Nya dan Dialah yang benar kepada-Nya kamu menyembah.”
Maha mengetahui lagi Maha Kuasa.” [Al-Baqarah (2):168].
[Ar-Ruum (30):54].
Kata-kata baik (tayyiban) dalam
Namun, Al-Qur`an juga arti luas adalah jenis dan pola konsumsi
menjelaskan bahwa meskipun proses makanan yang sesuai dengan kebutuhan
degenerasi itu adalah sesuatu proses tubuh. Disamping itu, ayat-ayat diatas
alamiah, tetapi hanya sebagian kecil juga meemberikan sinyal bahwa
saja manusia yang sampai jatuh pada makanan yang dikonsumsi sangat
titik terlemah. Sebagaimana yang di berpengaruh besar terhadap kesehatan
nyatakan secara tegas dalam surah Al- fisik dan jiwa. Hal ini juga pernah
Hajj (22):5, yang dalam ayat ini dijelaskan oleh Hamka dalam tafsir Al-
dicontohkan adalah pikun atau Azharnya dalam menerangkan makna
Hardisman, PENCEGAHAN PENYAKIT DEGENERATIF DAN 47
PENGATURAN MAKANAN DALAM KAJIAN KEDOKTERAN DAN
AL-QURAN

ayat-ayat pengaturan makanan dalam Tetapi pada penghujung surah Al-


Al-Qur`an, bahwa makanan sangat Baqarah (2):173 dijelaskan bahwa pada
berpengaruh terhadap kesehatan, sikap keadaan darurat atau „terpaksa‟ zat-zat
hidup, jiwa, kehalusan atau kekasaran atau bahan makanan tersebut menjadi
budi seseorang. diboleh-kan dengan sarat hanya
Makanan baik-baik senantiasa sekedarnya.(1)
dianugerahkan oleh Allah SWT untuk
manusia dalam bentuk tumbuh- “Sesungguhnya Allah hanya
tumbuhan, buah-buahan yang beraneka mengharamkan bagimu bangkai, darah,
ragam dan binatang ternak yang daging babi, dan binatang yang (ketika
beraneka ragam pula [Al-Qur`an surah disembelih) disebut (nama) selain
Al-An‟am (6):99, Faathir (35):27-28 Allah. tetapi Barangsiapa dalam
dan Al-Hajj (22): 30], serta telah Keadaan terpaksa (memakannya)
diciptakan juga berbagai macam hewan sedang Dia tidak menginginkannya dan
lainnya untuk kebutuhan manusia tidak (pula) melampaui batas, Maka
[surah Al-An‟am (6):142-146, An-Nahl tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya
(16):5-8 dan 80, Yaasin (36):71-73 dan Allah Maha Pengampun lagi Maha
Al-Mu`min (40):79-80] seperti yang Penyayang.”
dijelaskan pada bagian sebelum nya. [Al-Baqarah (2):173].
Disamping itu telah dihalalkan bagi
manusia sbahagian dari susu hewan Makna keterpaksaan pada ayat
yang mendatangkan manfaat bagi ini adalah bila seseorang mengkonsumsi
manusia [surah An-Nahl (16):63 dan makanan tersebut karena tidak ada lagi
Al-Mu‟munun (23):21]. Semua makanan lain, sehingga kalau ia tidak
makanan yang dihalalkan bagi manusia memakan makanan tersebut bisa
itu bila ditelaah lebih lanjut dengan kelaparan, jatuh sakit dan bahkan
bukti-bukti ilmu kedokteran dan ilmu kematian. Artinya keringanan atau
gizi terbukti bermanfaat besar bagi rukhsah yang dibolehkan untuk
kesehatan manusia. Makanan tersebut mengkonsumsi makanan yang
mengandung zat-zat gizi yang diharamkan adalah semata-mata untuk
dibutuhkan oleh tubuh, dan bila memperthankan nyawa, namun dalam
dikonsumsi secar optimal akan memenuhi kebutuhan darurat ini tidak
mendatangkan kesehatan yang optimal boleh berlebih-lebihan. Dapat dilihat
pula. disini bahwa Al-Qur`an menegaskan
Dalam surah Al-Ma`idah (5):3 apa-apa bahan makanan yang
dan Al-Baqarah (2):173 juga dijelaskan diharamkan, akan tetapi secara tegas
bahwa pengharaman makanan tertentu pula bila kebutuhan yang mendesak
seperti bangkai, darah, daging babi dan bahan-bahan makanan tersebut
hewan yang disembelih bukan dengan dihalalkan dikonsumsi sekedarnya
nama Allah. Bentuk-bentuk makanan karena dilarang pula menjatuhkan diri
ini adalah sebagian contoh makanan- kedalam kebinasaan. Sebagaimana yang
makanan yang tidak baik (tayyiban). dijelaskan dalam Al-Qur`an surah An-
Kan tetapi sampai saat ini, memang Nahl (16):115-116.(1)
ilmu pengetahuan terutama ilmu
kedokteran belum mampu mebuktikan “Sesungguhnya Allah hanya
secara sempurna apa hikmah dibalik mengharamkan atasmu (memakan)
pengharaman semua makanan tersebut. bangkai, darah, daging babi dan apa
Majalah Kedokteran Andalas No.1. Vol.34. Januari-Juni 2010 48

yang disembelih dengan menyebut gizi atau makanan tertentu dengan


nama selain Allah; tetapi Barangsiapa berlebihan. Telah dibuktikan dlam ilmu
yang terpaksa memakannya dengan kedokteran dan gizi bahwa kelebihan
tidak Menganiaya dan tidak pula zat makanan tertentu dapat menjadi
melampaui batas, Maka Sesungguhnya resiko timbulnya penyakit-penyakit
Allah Maha Pengampun lagi Maha degeneratif. Seperti yang telah
Penyayang.” dijelaskan sebelumnya, kelebihan
“Dan janganlah kamu mengatakan konsumsi kalori dapat menjadi resiko
terhadap apa yang disebut-sebut oleh terjadinya obesitas dan diabetes melitus.
lidahmu secara Dusta "Ini halal dan ini Kedua penyakit degenartif ini juga akan
haram", untuk mengada-adakan beresiko untuk timbulnya berbagai
kebohongan terhadap Allah. penyakit degeneratif lain terutama
Sesungguhnya orang-orang yang penyakit-penyakit kardiovaskuler.
mengada-adakan kebohongan terhadap Kelebihan makanan yang
Allah Tiadalah beruntung.” mengandung lemak dan kolestrol secara
[An-Nahl (16):115-116]. langsung juga dapat menyebabkan
hiperlipidemia dan hipekolesterolemia.
Konsep pengaturan pola dan Gangguan keseimbangan lemak darah
jenis makanan dalam Islam ini akhirnya beresiko terhadap
mengharuskah memipilih bahan timbulnya penyakit-penyakit
makanan yang „baik-baik.‟ Penilaian degeneratif terutama penyakit-penyakit
nyang baik-baik harus dipertimbangkan kardiovaskuler dan perlemakan hati.
oleh akal dan ilmu pengetahuan yang Inilah konsep Al-Qur`an tentang
berkembang pada zamannya. Pada saat pengaturan pola dan jenis makanan,
ini, ilmu kedokteran dan gizi telah yakni agar tidak berlebih-lebihan.
membuktikan kelebihan dan tidak Berlebih-lebihan dalam mengkonsumsi
seimbangnya konsumsi makanan atau makanan tertentu telah terbukti
zat gizi tertentu dapat menimbulkan berdampak buruk bagi kesehatan
berbagai penyakit degeneratif, seperti dengan timbulnya berbagai penyakit
penyakit-penyakit kardiovaskuler, degeneratif. Disamping itu ajaran Islam
obesitas dan diabetes melitus. yang diterangkan dalam Al-Qur`an
Pengaturan pola dan konsumsi makanan tentang pengaturan makanan ini bukan
lebih lanjut juga diterangkan dalam Al- hanya untuk tujuan kesehatan jasmani,
Qur`an surah Al-A‟raf (7):31.(1) tetapi juga untuk tujuan aqidah dan
syari‟ah atau peribadatan kepada Allah
“Hai anak Adam, pakailah pakaianmu SWT. Sebagaimana yang diterangkan
yang indah di Setiap (memasuki) bahwa “Allah tidak menyukai orang
mesjid, Makan dan minumlah, dan yang berlebih-lebihan [Al-A‟raf
janganlah berlebih-lebihan. Sesungguh- (7):31].” Secara implisit ayat ini juga
nya Allah tidak menyukai orang-orang bermakna bahwa orang-orang yang
yang berlebih-lebihan.” [Al-A‟raf yakin akan kebenaran dari Allah SWT
(7):31] dan mau mematuhi perintah-Nya akan
mau dan mampu meninggalkan
Ayat diatas menjelaskan perbuatan boros atau berlebih-lebihan
bagaiman konsep Al-Qur`an dalam termasuk dalam mengkonsumsi
mengatur pola dan jenis makanan. makanan. Sehingga dalam perbuatannya
Sesuatu hal yang mutlak dilakukan sehari-hari senantiasa sesuai dengan
adalah agar jangan mengkonsumsi zat yang diatur dalam Al-Qur`an.
Hardisman, PENCEGAHAN PENYAKIT DEGENERATIF DAN 49
PENGATURAN MAKANAN DALAM KAJIAN KEDOKTERAN DAN
AL-QURAN

Lebih luas, Allah SWT benar- Akan tetapi, tidaklah semua orang bisa
benar melarang secara tegas jatuh pada penurunan fungsi yang hebat
penggunaan harta secara berlebih- atau menderita penyakit degeneratif.
lebihan, tentunya termasuk didalanya Berdasarkan kajian ilmu
konsumsi makanan. Sebagai-mana yang kedokteran, dari tiga kelompok
dijelaskan dalam surah Al-Isra‟ (17):26. penyakit yang telah diuraikan pada
tulisan ini (penyakit kardiovaskuler
“Dan berikanlah kepada keluarga- obesitas dan diabetes melitus) terlihat
keluarga yang dekat akan haknya, peranan pengaturan pola konsumsi
kepada orang miskin dan orang yang makanan sangat besar dalam
dalam perjalanan dan janganlah kamu pencegahannya.
menghambur-hamburkan (hartamu) Penyakit-penyakit kardiovas-
secara boros.” [Al-Isra‟ (17):26]. kuler sangat erat kaitannya dengan
proses aterosklerosis, dan hal ini
Oleh karena itu melakukan dipermudah terjadinya oleh kelebihan
kontrol konsumsi dan pola makanan dan gangguan keseimbangan lemak
bagi umat Islam tidak hanya akan darah serta kelebihan kolesterol.
bermanfaat dalam mencegah berbagai Gangguan keseimbangan lemak darah
penyakit degeneratif, tetapi juga (dislipidemia) dan kelebihan kolestrol
bernilai ibadah di sisi-Nya. Oleh karena (hiperkolestrolemia) sangat erat
itu amat beruntunglah orang-orang yang kaitannya dengan konsumsi lemak yang
mau melakukan pengaturan konsumsi berlebihan.
makanan. Bahkan lebih tegas lagi, Obesitas dan diabetes melitus
Allah SWT menegaskan bahwa berbuat juga sangat erat kaitannya dengan pola
boros atau berlebih-lebihan itu benar- konsumsi makanan yang tidak
benar suatu hal yang dilarang dan seimbang. Kelebihan kalori dan lemak
bahkan dianggap sebagi perbuatan yang tinggi menjadi salah satu pemicu
teramat jahat (saudara setan), seperti terjadinya kelainan-kelainan ini.
yang dijelaskan dalam surah Al-Isra‟ Semua kajian dalam ilmu
(17):27. kedokteran ini adalah merupakan
“Sesungguhnya pemboros-pemboros itu pembuktian dari firman Allah SWT
adalah saudara-saudara syaitan dan yang tercantum dalam Al-Qur`an.
syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Allah SWT dalam surah Al-Isra`
Tuhannya.” [Al-Isra‟ (17):27]. (17):26-27 dan Al-A‟raf (7):31 telah
memberikan tuntunan bahwa pola
Kesimpulan mengkonsumsi makanan yang
Proses degenerasi ini adalah diperintahkan adalah secara seimbang
suatu proses yang sejalan dengan dan secukupnya sesuai kebutuhan tubuh
meningkatnya umur yang seharusnya dan tidak berlebih-lebihan. Telah
diwaspadai, sebagaimana yang nyatalah kebenaran firman Tuhan ini,
diterangkan dalam Al-Qur`an surah Al- konsumsi pola dan jenis makanan yang
Hajj (22):5, Ar-Ruum (30):54 dan tidak seimbang mendatangkan bahaya
Yaasin (36):68. Dalam ayat ini secara diantaranya adalah berbagai macam
dikatakan bahwa suatu saat sebahagian penyakit degeneratif. Dalam Al-Qur`an
manusia akan kembali menjadi lemah dinyatakan bahwa pengaturan pola dan
atau terjadi kemunduran fungsi tubuh jenis makanan harus mencakup dan
seperti ia dahulu kala (degenerasi). memenuhi dua syarat utama, yakni
Majalah Kedokteran Andalas No.1. Vol.34. Januari-Juni 2010 50

aspek hukum (halal) secara syariah 9. Silberberg JS. Cholesterol lowering and
yang tegas dan aspek kandungan mortality. Medical Progress 1993;
kebaikan zat nya (tayyiban) [Al- 20(2): 9-11.
Baqarah (2):168-172]. Tayyiban dalam
makna luas dapat berarti harus sesuai 10. O‟Dea JA. Prevention of child obesity;
dengan kebutuhan, tidak berlebihan dan „first do no harm. Heath Education
tidak membahayakan tubuh. Research 2005; 20(2): 259-265.

KEPUSTAKAAN 11. Batch JA, Baur LA. Management and


1. Al-Qur`an dan terjemahannya, prevention of obesity. The Medical
Departemen Agama RI, Jakarta. Journal of Australia (MJA) 2005;
182(3): 130-135.
2. Baras F. Mencegah Serangan Jantung
dengan Menekan Kolesterol. Jakarta,
Gramedia, 1994. 12. Proietto J, Baur LA. Management
obesity‟, The Medical Journal of
Australia (MJA) 2004; 179(1): 63-64.
3. Cameron AJ, Welborn TA, Zimmet
DZ, Dunotan DW, Owen N, Salmon J.
Overweight and obesity in Australia: 13. Margary AM, Daniels LA, Boulton
The 1999-2000 Australian diabetes, TDJ. Prevalence of overweight and
obesity and life style study (AusDiab). obesity in Australian children and
The Medical Journal of Australia adolescence: Reassessment of 1985 and
(MJA) 2003; 175: 472-432. 1995 data giants new standard
international definition. The Medical
Journal of Australia (MJA) 2001; 175:
4. Malik AM. Perubahan Pola Hidup dan 561-564.
Kebiasaan Makan Merupakan Faktor
Penting Peningkatan Prevalensi
Penyakit Kronis. Lokakarya Nasional, 14. Suyono S. Masalah Diabetes di
Jakarta, 306 Desember 1990. Indonesia. Dalam Buku Ajar Ilmu
Penyakit Dalam, Jilid I, Edisi III.
Jakarta, PAPDI, 1996: 571-585.
5. Meilani K. Efek asam lemak tak jenuh
omega-3 dalam upaya pencegahan
aterosklerosis. Ebers Papyrus 1998; 15. Darmono. Diagnosis dan klasifikasi
4(2): 93-104. diabetes mellitus. Dalam Buku Ajar
Ilmu Penyakit Dalam, Jilid I, ed.III.
Jakarta, PAPDI, 1996: 590-596.
6. Rahardja ME. Gizi dan kesehatan
jantung koroner. Ebers Papyrus 1996;
2(4): 239-246. 16. Susman JL, Helseth LD. Reducing the
complication of type II diabetes: a
patient centered approach. American
7. Sitopoe M. Kolesterol Fobia dan Family Physician 1997; 56(2): 471-
Kaitannya dengan Penyakit Jantung. 478.
Jakarta, Gramedia, 1993.

8. Suyono S. Hiperlipidemia. Dalam Buku


Ajar Ilmu Penyakit Dalam, Jilid I, Edisi
III. Jakarta, PAPDI, 1996: 714-724.