Anda di halaman 1dari 23

Bab I

PENDAHULUAN

Diare didefinisikan sebagai meningkatnya frekuensi buang air besar dan berubahnya
konsistensi menjadi lunak atau bahkan cair. Diare cair akut adalah buang air besar lembek
atau cair bahkan dapat berupa air saja dengan frekuensi lebih dari 3 kali atau lebih sering dari
biasanya dalam 24 jam dan berlangsung kurang dari 7 hari.1 Diare biasanya merupakan tanda
adanya infeksi pada gastrointestinal yang dapat disebabkan oleh bakteri, virus dan parasit.
Infeksi dapat terjadi akibat kurangnya kebersihan pada seseorang. Infeksi virus terbanyak
disebabkan oleh rotavirus yang dapat menyebabkan diare akut.1,3,4

Berdasarkan data World Health Organization(WHO) ada sekitar 2 miliar kasus diare
diseluruh dunia setiap tahunnya dan 1,9 juta balita mengalami diare per tahun,terbanyak pada
negara berkembang. Diare merupakan penyebab kematian kedua setelah pneumonia pada
anak-anak berusia dibawah 5 tahun.1,5,,6 Di Indonesia penyebab utama diare akut berdarah
adalah shigella, salmonella, campylobacter jejuni, Escherichia coli (E.coli) dan entamoeba
hystolitica.1,2 Diare merupakan penyakit urutan pertama yang menyebabkan pasien rawat inap
di rumah sakit berdasarkan data kementrian kesehatan republik Indonesia. Bila dilihat per
kelompok umur diare tersebar di semua kelompok umur dengan prevalensi tertinggi
terdeteksi pada anak balita (1-4 tahun) yaitu 16,7%.7,8

Berikut ini merupakan lapor kasus tentang diare akut tanpa dehidrasi pada seorang
anak yang dirawat di di ruang Irina E, RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado.

1
Bab II
LAPORAN KASUS

Identitas Pasien

Nama : A.L

Jenis Kelamin : Laki-laki

Lahir Tanggal/Umur : 27 april 2013/ 1 tahun

Di : Puskesmas Tuminting

BBL : 3800 gram

Kebangsaan : Indonesia

Suku Bangsa : Gorontalo

Agama : Islam

Identitas Orang Tua

Nama Ayah : Tn. A.L

Umur Ayah : 30 tahun

Status perkawinan Ayah : Perkawinan pertama

Nama Ibu : Ny. A.K

Umur Ibu : 29 tahun

Status perkawinan Ibu : Perkawinan Pertama

Pekerjaan Ayah : Buruh

Pendidikan Ayah : SMP

Pekejaan Ibu : IRT

Pendidikan Ibu : SMP

Alamat : Maasing LK.II

2
Partus : Spontan

Oleh : Bidan

Dikirim oleh : IRDA

Dengan diagnosa : Diare Akut tanpa dehidrasi

Tanggal : 3 mei 2014

Jam : 13.00 WITA

Masuk ke ruangan : Irina E Bawah

ANAMNESIS

Anamnesis diberikan oleh : ibu penderita (alloanamnesis)

Anak Tunggal

Umur Keterangan

♀ 10 tahun sehat

1 tahun sakit

Family Tree

Keterangan

: penderita

3
Keluhan Utama : BAB cair sejak ± 2 hari sebelum masuk rumah sakit.
Demam sejak ± 2 hari sebelum masuk rumah sakit.

Penderita datang masuk Rumah sakit oleh orang tuanya yang merupakan rujukan
RS.Sity Maryam dengan keluhan BAB cair sejak ± 2 hari sebelum masuk rumah sakit dengan
frekuensi 8 kali per hari , dengan volume 1/2 gelas aqua. Ampas (+) BAB cair berwarna
kuning, disertai lendir berwarna putih ,darah tidak ada. Kemudian pasien dibawa ke dokter
spesialis anak dan di berikan obat syrup, setelah itu BAB berubah menjadi encer dan mulai
berubah menjadi berwarna kuning kehijauan.Tidak ada keluhan muntah , keluhan demam
dirasakan oleh ibunya sejak 2 hari SMRS, demam hangat pada perabaan kepala, namun tidak
di ekstremitas. Demam turun dengan obat penurun panas. Riwayat batuk beringus dikeluhkan
juga oleh ibu penderita yang hilang timbul . BAK seperti biasa, minum masih bisa.

Anamnesis Ante Natal

ANC teratur 10 kali di Puskesmas

Imunisasi TT sebanyak 2 kali

Selama hamil ibu sehat, dan ibu tidak pernah menderita penyakit apa pun

Penyakit yang sudah pernah dialami

Morbili :(-)

Varicella :(-)

Pertussis :(-)

Diare :(+)

Cacing :(+)

Batuk/pilek :(-)

4
Kepandaian/Kemajuan Bayi

Pertama kali membalik : 4 bulan

Pertama kali tengkurap : 8 bulan

Pertama kali duduk : 10 bulan

Pertama kali merangkak : 9 bulan

Pertama kali berdiri : 1 bulan

Pertama kali berjalan : belum bulan

Pertama kali tertawa : 2 bulan

Pertama kali berceloteh : 8 bulan

Pertama kali memanggil mama :8 bulan

Pertama kali memanggil papa : 8 bulan

Anamnesis makanan terperinci dari bayi sampai sekarang

ASI : Lahir- sekarang

PASI : (-)

Bubur susu : 5 bulan - sekarang

Bubur saring : 1 tahun

Bubur halus : (-)

Nasi lembek : (-)

5
Riwayat Imunisasi

DASAR LANJUTAN

I II III IV I II III

BCG +

POLIO + +

DTP +

CAMPAK -

HEPATITIS B +

Keterangan: Imunisasi yang didapat oleh penderita belum lengkap.

Riwayat Keluarga

Hanya penderita yang sakit seperti ini dalam keluarga.

Keadaan Sosial, Ekonomi, Kebiasaan dan Lingkungan

Penderita tinggal di rumah beratap genteng, dinding beton, lantai ubin. Rumah
memiliki 5 kamar tidur. Rumah di huni oleh 7 orang yang terdiri dari 5 orang dewasa,
dan 2 orang anak-anak. WC dan kamar mandi berada di dalam rumah.
Sumber air minum : aqua isi ulang
Sumber penerangan listrik : PLN
Penanganan sampah : Dibuang pada tempat pembuangan sampah

6
PEMERIKSAAN FISIK

Umur : 12 bulan BB : 8,6 kg TB : 74 cm

Status gizi menurut WHO : Baik

Tanggal 12 April 2014

O: Keadaan umum : Tampak sakit

Kesadaran : Compos mentis

Vital Sign

Nadi : 130×/menit kuat angkat, reguler

Respirasi : 50×/menit

Suhu : 37,8°C

Kulit

- Warna : sawo matang


- Efloresensi : (-)
- Pigmentasi : (-)
- Jaringan parut : (-)
- Lapisan lemak : cukup
- Turgor : kembali agak lambat
- Tonus : normal
- Oedema : (-)
Kepala

- Bentuk : mesosefal
- Ubun-ubun besar : datar
- Rambut : Hitam, tidak mudah dicabut
- Mata : Konjungtiva tidak anemis, sklera tidak ikterik, refleks kornea
kesan normal, refleks cahaya normal, lensa jernih, gerakan normal ke
segala arah, tekanan bola mata kesan normal pada palpasi, pupil bulat
isokor dengan diameter 3 mm.

7
- Telinga : sekret (-)
- Hidung : sekret (-)
- Mulut
o Bibir : sianosis (-)
o Selaput mulut : basah
o Lidah : beslag (-)
o Gigi : karies (-)
o Gusi : perdarahan (-)
o Bau pernapasan : foetor (-)
- Tenggorokan
o Tonsil : T1 – T1 hiperemis (-)
o Faring : hiperemis (-)
- Leher
o Trakea : letak di tengah
o Kelenjar : pembesaran KGB (-)
o Kaku kuduk : (-)
o Lain-lain : (-)
Thorax

- Bentuk : Simetri
- Rachitis Rosary : (-)
- Ruang Intercostal : Normal
- Precordial bulging : (-)
- Xiphosternum : (-)
- Harrison’s groove : (-)
- Pernapasan paradoksal : (-)
- Retraksi : (-)
PARU-PARU
- Inspeksi : simetris, retraksi (-)
- Palpasi : stem fremitus kanan = kiri
- Perkusi : sonor kanan = kiri
- Auskultasi : Sp. Bronkovesikuler, Rhonki -/-, Wheezing -/-

8
JANTUNG

- Detak Jantung : 130×/menit


- Iktus : cordis tidak tampak
- Batas kiri : linea midclavicularis sinistra
- Batas kanan : linea parasternalis dextra
- Batas atas : ICS II – III
- Bunyi jantung apex : M1 > M2
- Bunyi jantung aorta : A1 > A2
- Bunyi jantung pulmo : P1 < P2
- Bising : (-)
Abdomen

- Bentuk : datar, lemas, Bising usus (+) meningkat, turgor


kulit kembali lambat
- Lien : tidak teraba
- Hepar : tidak teraba

Genitalia : laki-laki, normal

Anggota gerak : akral hangat, CRT ≤ 2”

Tulang belulang : deformitas (-)

Otot-otot : eutoni (-)

Reflex-reflex : Reflex fisiologis (+), reflex patologis (-)

Tanda – tanda dehidrasi :

1. Air mata : (+)


2. mata cowong (-).
3. UUB datar
4. mukosa mulut basah
5. turgor kulit kembali cepat
6. BAK (+)

9
Resume

Pasien laki-laki 12 bulan, BB = 8,6 kg, TB = 74 cm, masuk rumah sakit pada tanggal
3 mei 2014 jam 15.00 WITA. Keluhan : BAB cair sejak 2 hari sebelum masuk rumah
sakit dengan frekuensi 8 kali, volume 1/2 gelas aqua. BAB cair berwarna kuning,
lendir ada, darah tidak ada. Deman sejak 2 hari SMRS.

KU : Tampak sakit Kes : CM


N : 130 ×/m R : 50 ×/m Sb : 37,8°C

Kepala : conjungtiva anemis (-), sklera ikterik (-) pernafasan cuping hidung (-),

air mata (+), mata cowong (-), UUB datar, mukosa mulut basah.

Leher : trakea letak tengah, pembesaran KGB (-)

THT : Tonsil T1/T1 hiperemis -/-, faring hiperemis (-)

Tho : simetris, retraksi (-)

Cor/Pulmo : dbn

Abd : cembung, lemas, Bising usus (+) meningkat, turgor kulit kembali cepat.

Hepar/Lien : ttb

Ext : akral hangat, CRT ≤ 2 ”.

Tanda – tanda dehidrasi: Air mata (+), mata cowong (-). UUB datar, mukosa mulut

basah, turgor kulit kembali cepat, BAK (+)

Diagnosa : Diare Akut tanpa dehidrasi

Terapi : - paracetamol 3x 90 mg (3/4 cth)

- Zinc 1 X 20 mg(1 tab)

- Bubur tempe 1 X 1 sachet

- Oralit (50-100cc tiap BAB cair atau muntah)

Pro: DL, Na, K, Cl, Feses lengkap

10
Tabel 1. Hasil laboratorium 3 Mei 2014
Analisa Feses

Konsistensi Cair

Warna Kuning kehijauan

Bau Khas

Parasit -

Leukosit -

Eritrosit -

Telur cacing -

Bakteri +++++

Tabel 2 Hasil laboratorium 3 mei 2014


Hematologi

Leukosit 20.200 /mm3

Eritrosit 4.96 /mm3

Hemoglobin 11.8 gr/dL

Hematokrit 35.14 %

Trombosit 342.000 /mm3

Natrium 136 mEq/L

Kalium 3,5 mEq/L

Chlorida 104 mEq/L

11
FOLLOW UP

Tanggal 3 mei 2014 (ruang gastro)

S : Demam (+) BAB cair (+) 5 kali, minum berkurang

O : keadaan umum: tampak sakit kesadaran: compos mentis

TD: 90/60 N: 124 x/menit R: 40 x/menit S: 37,5˚C

Kepala : Konjungtiva anemis (-), sklera ikterik (-), PCH (-), air mata (-), mata
cowong (-), UUB datar, mukosa mulut basah.

Thorax : simetris, retraksi (-)

Cor/Pulmo : dalam batas normal

Abdomen : datar, lemas, Bising usus (+) meningkat, turgor kulit kembali cepat.

Hepar/Lien : tidak teraba

Ext : akral hangat, CRT ≤ 2 ”

A : Diare Akut Tanpa Dehidrasi

P : - IVFD kaen 3B (HS) 39cc/jam =13gtt/m

- Inj. Ceftriaxone 1x700 mg iv (1)

- paracetamol 3x 90 mg (3/4 cth)

- Zinc 1 X 20 mg (1 tab)

- Bubur tempe 1 X 1 sachet

- Oralit (50-100cc tiap BAB cair atau muntah)

Tanggal 4 mei 2014

S : Demam (+) BAB cair (+) 4 kali, intake (+) baik

12
O : keadaan umum: tampak sakit kesadaran: compos mentis

TD: 90/60 N: 124 x/menit R: 40 x/menit S: 37,5˚C

Kepala : Konjungtiva anemis (-), sklera ikterik (-), PCH (-), air mata (-), mata
cowong (-), UUB datar, mukosa mulut basah.

Thorax : simetris, retraksi (-)

Cor/Pulmo : dalam batas normal

Abdomen : cembung, lemas, Bising usus (+) meningkat, turgor kulit kembali cepat.

Hepar/Lien : tidak teraba

Ext : akral hangat, CRT ≤ 2 ”

A : Diare Akut Tanpa Dehidrasi

P : - Inj. Ceftriaxone 1x700 mg (2) INT

- paracetamol 3x 90 mg (3/4 cth)

- Zinc 1 X 20 mg (1 tab)

- Bubur tempe 1 X 1 sachet

- Oralit (50-100cc tiap BAB cair atau muntah)

Tanggal 5 mei 2014

S : Demam (-) BAB cair (+) 4 kali, ampas (+) lender(+) minum (+), muntah (-)

O : keadaan umum: tampak sakit kesadaran: compos mentis

TD: 90/60 N: 124 x/menit R: 40 x/menit S: 36,8˚C

Kepala : Konjungtiva anemis (-), sklera ikterik (-), PCH (-), air mata (-), mata
cowong (-), UUB datar, mukosa mulut basah.

Thorax : simetris, retraksi (-)

13
Cor/Pulmo dalam batas normal

Abdomen : datar , lemas, Bising usus (+) meningkat, turgor kulit kembali

cepat.

Hepar/Lien : tidak teraba

Ext : akral hangat, CRT ≤ 2 ”

A : Diare Akut Tanpa Dehidrasi

P : - Inj. Ceftriaxone 1x700 mg (3) INT

- paracetamol 3x 90 mg (3/4 cth) (k/p)

- Zinc 1 X 20 mg (1 tab)

- Bubur tempe 1 X 1 sachet

- Oralit (50-100cc tiap BAB cair atau muntah)

Pro : UL, DL

Tabel 3. Hasil laboratorium 5 mei 2014


Analisa Urine

Warna Kuning Muda

Kejernihan Jernih

Kristal -

Silinder -

Leukosit -

Eritrosit -

14
Tabel 4. Hasil laboratorium 5 mei 2014
Hematologi

Leukosit 9500 /mm3

Eritrosit 4.96 /mm3

Hemoglobin 11.7 gr/dL

Hematokrit 35.14 %

Trombosit 352.000 /mm3

Tanggal 6 mei 2014

S : Demam (-), BAB padat (+) 1 kali, minum (+), intake (+)

O : keadaan umum: tampak sakit kesadaran: compos mentis

TD: 90/60 N: 98 x/menit R: 28 x/menit S: 36,8˚C

Kepala : Konjungtiva anemis (-), sklera ikterik (-), PCH (-), air mata (+), mata
cowong (-), UUB datar, mukosa mulut basah.

Thorax : simetris, retraksi (-)

Cor/Pulmo dalam batas normal

Abdomen : cembung, lemas, Bising usus(+) N, turgor kulit kembali cepat.

Hepar/Lien : tidak teraba

Ext : akral hangat, CRT ≤ 2 ”

A : Post Diare Akut Tanpa Dehidrasi

15
P : - Cefixime 2x45mg

- paracetamol 3x 90 mg (3/4 cth) (k/p)

- Zinc 1 X 20 mg (1 tab)

- Bubur tempe 1 X 1 sachet

- Oralit (50-100cc tiap BAB cair atau muntah)

- Liprolac 1x1 sachet

Tanggal 7 mei 2014

S : Demam (-), BAB padat (+) 1 kali, minum (+), intake (+) baik

O : keadaan umum: tampak sakit kesadaran: compos mentis

TD: 90/60 N: 130 x/menit R: 28 x/menit S: 36,8˚C

Kepala : Konjungtiva anemis (-), sklera ikterik (-), PCH (-), air mata (+), mata
cowong (-), UUB datar, mukosa mulut basah.

Thorax : simetris, retraksi (-)

Cor/Pulmo dalam batas normal

Abdomen : cembung, lemas, Bising usus(+) N, turgor kulit kembali cepat.

Hepar/Lien : tidak teraba

Ext : akral hangat, CRT ≤ 2 ”

A : Post Diare Akut Tanpa Dehidrasi

P : - Cefixime 2x45mg

- paracetamol 3x 90 mg (3/4 cth) (k/p)

- Zinc 1 X 20 mg (1 tab)

- Bubur tempe 1 X 1 sachet

16
- Oralit (50-100cc tiap BAB cair atau muntah)

- Liprolac 1x1 sachet

- rawat jalan

17
Bab III

PEMBAHASAN

Diare didefinisikan sebagai meningkatnya frekuensi buang air besar dan berubahnya
konsistensi menjadi lunak atau bahkan cair. Diare cair akut adalah buang air besar lembek
atau cair bahkan dapat berupa air saja dengan frekuensi lebih dari 3 kali atau lebih sering dari
biasanya dalam 24 jam dan berlangsung kurang dari 14 hari.1

Berdasarkan data World Health Organization(WHO) ada sekitar 2 miliar kasus diare
diseluruh dunia setiap tahunnya dan 1,9 juta balita mengalami diare per tahun, terbanyak
pada negara berkembang.1,6 Diare merupakan penyakit urutan pertama yang menyebabkan
pasien rawat inap di rumah sakit berdasarkan data kementrian kesehatan republik Indonesia.
Bila dilihat per kelompok umur, diare tersebar di semua kelompok umur dengan prevalensi
tertinggi terdeteksi pada anak balita (1-4 tahun) yaitu 16,7%. Pada survey yang dilakukan
kemenkes tahun 2010 diketahui bahwa proporsi terbesar penderita diare pada balita adalah
kelompok umur 6 – 11 bulan yaitu sebesar 21,65%.8,9 Cara penularan diare umumnya melalui
cara fekal – oral yaitu melalui makanan atau minuman yang tercemar oleh enteropatogen,
atau kontak langsung tangan dengan penderita atau barang-barang yeng telah tercemar tinja
penderita atau tidak langsung melalui lalat.2

Diare dapat disebabkan oleh proses infeksi maupun non infeksi. Proses infeksi dapat
disebabkan oleh bakteri, virus dan parasit. Bakteri yang dapat menyebabkan diare seperti
Campylobacter jejuni; salmonella; shigella; vibrio cholera; dan escherichia coli, virus
misalnya rotavirus; calcivirus; atau astovirus dan parasit yang menjadi penyebab diare seperti
giardia lamblia; entamoeba hystolytica; atau blastocystis homonis.6,7,10 Di negara berkembang
kuman patogen penyebab penting diare akut pada anak-anak yaitu rotavirus, eschericia coli
enterotoksigenik, shigella, Campylobacter jejuni dan Cryptosporidium. Sedangkan proses
non infeksi yang dapat menyebabkan terjadinya diare antara lain defek anatomis,
malabsorbsi, endokrinopati, keracunan makanan, infeksi non gastrointestinal, alergi susu sapi,
defisiensi imun dan lain-lain.2,11

Secara garis besar terdapat 2 mekanisme terjadinya diare yaitu diare osmotik dan diare
sekretorik. Diare osmotik terjadi karena adanya bahan yang tidak diserap sehingga
menyebabkan bahan intraluminal pada usus halus bagian proksimal tersebut bersifat
hipertonis dan menyebabkan hiperosmolaritas akibatnya terjadi perbedaan tekanan osmosis

18
antara lumen usus yang menyebabkan tekanan osmotik di rongga usus meningkat yang akan
menarik air dan elektrolit ke dalam lumen usus, sehingga air dan elektrolit terbuang bersama
feses dan timbul diare. Sedangkan, diare sekretorik terjadi akibat rangsangan tertentu,
misalnya toksin pada dinding usus yang akan merangsang peningkatan sekresi air dan
elektrolit ke dalam rongga usus, sekresi air dan elektrolit ini menyebabkan air dan elektrolit
terbuang bersama feses dan timbul diare. Dikenal 2 bahan yang menstimulasi seksresi lumen
yaitu enterotoksin bakteri dan bahan kimia serta asam lemak. Toksin penyebab diare ini
terutama bekerja dengan cara meningkatkan konsentrasi intrasel cAMP, cGMP atau Ca++
yang selanjutnya akan mengaktifkan protein kinase sehingga menyebabkan fosforilasi
membran protein yang mengakibatkan perubahan saluran ion sehingga terjadi diare.2,5

Diare yang tidak segera diatasi dapat menyebabkan dehidrasi, gangguan elektrolit dan
keseimbangan asam basa akibat dari kehilangan air dan elektrolit.2,12 Derajat dehidrasi dapat
dinilai berdasarkan kriteria gabungan dari WHO , Maurice King dan MMWR antara lain:

Tabel 5. Derajat dehidrasi2,13


Gejala Tanpa dehidrasi, Dehidrasi ringan – Dehidrasi berat,
sedang, kehilangan BB > 9%
Kehilangan BB < 3%
kehilangan BB 3% -
9%

Kesadaran Baik Normal, lelah, Apatis, Letargi,


gelisah, irritable Tidak Sadar

Denyut jantung Normal Normal – meningkat Takikardi, bradikardi


pada kasus berat

Kualitas nadi Normal Normal – melemah Lemah, kecil, tidak


teraba

Pernapasan Normal Normal – cepat Dalam

Mata Normal Sedikit cowong Sangat cowong

Ubun-ubun besar Normal Sedikit cekung Sangat cekung

Air mata Ada Berkurang Tidak ada

19
Mukosa mulut Basah Kering Sangat kering

Turgor kulit Segera kembali Kembali < 2” kembali > 2”

CRT Normal Memanjang Memanjang, minimal

Ekstremitas Hangat Dingin Dingin, sianotik

Kencing Normal Berkurang Minimal

Diare dapat didiagnosa melalui anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan


penunjang. Pada anamnesis anak didapatkan anak berusia 12 bulan dengan keluhan keluhan
sejak ± 2 hari sebelum masuk rumah sakit dengan frekuensi 8 kali per hari , dengan volume
1/2 gelas aqua. Ampas (+) BAB cair berwarna kuning, disertai lendir berwarna putih ,darah
tidak ada. Tidak ada keluhan muntah , keluhan demam dirasakan oleh ibunya sejak 2 hari
SMRS, demam hangat pada perabaan kepala, namun tidak di ekstremitas. Demam turun
dengan obat penurun panas. Pemeriksaan fisik bertujuan untuk melihat ada tidaknya tanda-
tanda dehidrasi yang dapat terjadi akibat diare, pada kasus tidak didapatkan tanda – tanda
dehidrasi. Pemeriksaan penunjang yang dilakukan pada diare bertujuan untuk melihat
penyebab dari diare yang dapat terjadi karena adanya bakteri atau parasit. Hasil urinalisa serta
hasil analisa feses yang dilakukan, didapatkan adanya bakteri, tidak ada parasit atau darah
pada feses pasien namun, dari pemeriksaan darah yang dilakukan menunjukkan adanya
peningkatan leukosit yaitu 18.400/mm3. Pasien ini didiagnosa dengan diare akut tanpa
dehidrasi.2,6,7

Pengobatan diare bertujuan untuk mencegah dehidrasi, jika tidak ada tanda-tanda
dehidrasi; mengobati dehidrasi secepatnnya, jika ada; mengurangi durasi dan keparahan
diare, dan timbulnya pada episode mendatang, dengan memberikan suplemen zinc; serta
mencegah kekurangan nutrisi, dengan memberi makanan selama dan setelah dehidrasi.
Departemen kesehatan dengan merujuk pada panduan WHO menetapkan lima pilar
penatalaksanaan diare pada anak balita baik yang dirawat di rumah maupun di rumah sakit,
yaitu;1-3,7,10,11
1. Rehidrasi dengan menggunakan oralit baru. Cairan oralit diberikan segera bila anak diare,
untuk mencegah dan mengatasi diare. Larutan oralit diberikan pada anak setiap kali buang

20
air besar dengan ketentuan dosis untuk anak berumur < 2 tahun yaitu 50-100 ml tiap kali
BAB sedangkan, untuk anak berumur > 2 tahun yaitu 100-200 ml tiap kali BAB.
2. Zinc diberikan selama 10 hari berturut-turut. Dosis zinc pada anak dibawah umur 6 bulan
yaitu 10 mg (½ tablet) per hari sedangkan dosis zinc pada anak diatas umur 6 bulan yaitu
20 mg (1 tablet) per hari.
3. ASI dan makanan tetap diteruskan. Hal ini bertujuan untuk mencegah kehilangan berat
badan serta pengganti nutrisi yang hilang. Adanya perbaikan nafsu makan menandakan
fase kesembuhan.
4. Antibiotik selektif. Antibiotik diberikan apabila ada indikasi seperti diare berdarah, kolera
atau bukti adanya infeksi.
5. Nasihat kepada orang tua. Edukasi yang dapat diberikan pada orang tua yang anaknya
tidak dirawat di rumah sakit yaitu kembali segera jika demam, tinja berdarah, berulang,
makan atau minum sedikit, sangat haus, diare makin sering, atau belum membaik dalam 3
hari.

Saat ini terapi tambahan pada anak yang mengalami diare yaitu dengan pemberian
bubur tempe.14 Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh IPB menunjukkan pemberian
tempe dapat mempercepat proses penyembuhan diare pada anak.15 Penelitian yang dilakukan
oleh Roubus pada tahun 2008 menunjukkan bahwa tempe dapat mengurangi adhesi dari
enterotoksin eschericia coli (ETEC) pada sel epitel intestinal. Hal ini karena adanya interaksi
ETEC dengan komposisi dari tempe itu sendiri.16

Pada kasus ini terapi yang diberikan sudah sesuai dengan lima pilar terapi yang
ditetapkan oleh departemen kesehatan serta menambahkan terapi terbaru dengan memberikan
bubur tempe. Terapi yang diberikan pada pasien ini yaitu oralit ad lib (50-100cc tiap BAB
cair atau muntah), zinc 1 X 1 tablet (20mg), bubur tempe 2 X 1 sacchet. Selain itu, diberikan
terapi antibiotik karena adanya peningkatan jumlah leukosit dan demam sesuai hasil
pemeriksaan lab berupa injeksi Inj. Ceftriaxone 1x700 mg iv.

Prognosis pada penderita ini adalah bonam karena penanganan penderita pada kasus ini
sudah tepat sehingga mencegah komplikasi yang dapat timbul. Prognosis yang baik juga
didukung dengan kepatuhan penderita untuk meminum obat.

21
DAFTAR PUSTAKA

1. WHO. Diarrhoea Treatment Guidelines: Including new recommendations for the use of
ORS and zinc supplementation for Clinic-Based Healthcare Workers. USA. 2005.

2. Juffrie M, dkk, editor. Buku Ajar Gastroenterologi-Hepatologi Jilid 1. Cetakan ketiga.


Jakarta: Badan Penerbit IDAI. 2012.

3. Guandalini S, editor. Textbook of Peditric Gastroenterlogy and Nutrition. UK: Taylor


and Francis Group. 2005.

4. Liacouras CA, Picolli DA, editor. Pediatric Gastroenterology. USA: Mosby Inc. 2008.

5. Wahab S, Editor. Nelson: Ilmu Kesehatan Anak Vol. 2. Edisi 15. Jakarta: EGC. 2000.

6. Farthing M, et al. World Gastroenterology Organisation practice guideline: Acute


diarrhea. World Gastroenterology Organisation. Reviewed 2008 March.

7. Farthing M, et al. World Gastroenterology Organisation Global Guidelines: Acute


diarrheain adults and children: A Global Perspective. World Gastroenterology
Organisation. Reviewed 2012 Feb.

8. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Situasi Diare di Indonesia. Kemenkes RI.


2011.

9. Yusuf S. Profil Diare di Ruang Rawat Inap Anak. Sari Pediatri. 2011;13(4):265-70.

10. Schwartz MW, editor. Pedoman Klinis Pediatri. Jakarta: EGC. 2005.

11. Marcdante KJ, Kliegman RM, Jenson BH, Behrman RE. Nelson: Essentials of Pediatrics.
6th ed. Canada: Saunders. 2011.

12. Fleisher GR, Ludwig S, editor. Textbook of Peditric Emergency Medicine. 6th ed.
Philadelpia: Lipincot Williams & Wilkins. 2010.

13. Pringle K, et al. Comparing the accuracy of the three popular clinical dehydration scales
in children with diarrhea. International Journal of Emergency Medicine. 2011;4(58) :1-6.

14. Hartiningrum SY. Pengaruh Pemberian Formula Preda dan Tempe Terhadap lama
Penyakit Diare Akut pada Anak Usia 6-24 Bulan Studi di RSU RA. Kartini Kabupaten
Jepara Tahun 2010 [tesis]. Semarang: Universitas Diponegoro. 2010

15. Vivaldy, Anton. Studi Pengaruh Intervensi Tempe Untuk Mempercepat Penyembuhan
Diare Pada Anak Balita [skripsi]. Repository Institut Pertanian Bogor. 2011.

22
16. Roubus VJ, Nout MJR, Beumer RR, Meulen JVD, Zwietering MH. Fermented soya bean
(tempe) extracts reduce adhesion of enterotoxigenic Escherichia coli to intestinal
epithelial cells. Journal of Applied Microbiology. 2008;106:1013-21.

23