Anda di halaman 1dari 6

1.

Pengertian Pangan Fungsional dari Berbagai Sumber


a. Menurut Goldberg (1994), pangan fungsional didefinisikan sebagai pangan,
baik makanan maupun minuman, yang dapat dikonsumsi sebagai
komponen dalam diet sehari-hari dan bukan berbentuk kapsul, tablet
ataupun bubuk akan tetapi berbentuk cairan atau minuman dan
mempunyai khasiat menyembuhkan atau mencegah penyakit disamping
khasiat zat-zat gizi yang dikandungnya.
b. Menurut Wildman (2001) pangan fungsional dapat didefinisikan sebagai
pangan dengan kandungan (alami maupun yang ditambahkan) yang dapat
memenuhi manfaat kesehatan tergantung dari nilai kandungan gizi pangan.
c. Menurut Muchtadi (2004), suatu pangan dapat dikatakan fungsional
apabila mengandung komponen yang dapat mempengaruhi satu atau
sejumlah terbatas fungsi dalam tubuh tetapi juga bersifat positif sehingga
dapat memenuhi kriteria fungsional atau menyehatkan.
d. Menurut BPOM (2005), pangan fungsional diartikan sebagai pangan olahan
yang mengandung satu atau lebih komponen fungsional yang berdasarkan
kajian ilmiah mempunyai fungsi fisiologis tertentu, terbukti tidak
membahayakan dan bermanfaat bagi kesehatan.
e. Menurut Palupi (2013), Pangan Fungsional adalah Pangan segar atau
olahan yang dapat memberi manfaat terhadap kesehatan dan atau dapat
mencegah suatu penyakit, selain fungsi dasarnya sebagai penyedia zat.
Pangan fungsional adalah ilmu yang dikembangkan dari ilmu pangan.
f. Suplemen pangan merupakan makanan yang mengandung zat - zat gizi dan
non gizi, bisa dalam bentuk kapsul, kapsul lunak, tablet, bubuk, atau cairan
yang fungsinya sebagai pelengkap kekurangan zat gizi yang dibutuhkan
untuk menjaga agar vitalitas tubuh tetap prima. Sebagai pelengkap,
suplemen makanan bukan diartikan sebagai pengga nti (substitusi)
makanan kita sehari-hari (Ida, 2009).
g. Berdasarkan Peraturan Menteri kesehatan Nomor 246/Menkes/Per/V/1990
Pasal 1 menyebutkan bahwa : obat herbal atau obat tradisional adalah
bahan atau ramuan bahan yang berupa bahan tumbuhan, bahan hewan,
bahan mineral, sediaan galenik atau campuran dan bahan-bahan tersebut,
yang secara traditional telah digunakan untuk pengobatan berdasarkan
pengalaman.
h.Nutraceuticals adalah produk makanan atau minuman yang memberikan
manfaat kesehatan dan medis, termasuk pencegahan dan pengobatan
penyakit serta memiliki kandungan nutrisi lebih, seperti pitokemikal,
probiotik, prebiotik (Winarno dan Kartawidjajaputra, 2007).
i. Medical food adalah makanan yang diformulasikan dengan penyediaan
dukungan gizi untuk individu yang tidak dapat mengkonsumsi makanan
dalam jumlah yang cukup dan dalam bentuk biasa, atau dengan penyediaan
dukungan gizi khusus bagi pasien yang perlu kebutuhan fisiologis dan gizi
khusus (Goldberg, 1994).

2. Persamaan dan Perbedaan serta Contoh Pangan Fungsiona, Suplemen


Pangan, Nutraceuticals, Obat Herbal, dan Medical Food
Perbedaan
Persamaan
Pangan Fungsional Contoh Suplemen Pangan Contoh
- Terdiri dari Bentuk fisik berupa Bentuk fisik berupa kapsul,
komponen gizi pangan olahan atau kapsul lunak, tablet, bubuk,
Buah- Hemaviton,
dan non gizi primer atau cairan.
buahan extra joss,
- Terbuat dari Telah melalui uji klinis Dikonsumsi pada waktu
dan diabeton
bahan alami atau dan uji efek fungsional tertentu
sayuran, (BPOM)
sintetis
yoghurt, Hanya melalui uji sifat
- Memberikan efek Harus dikonsumsi
sereal, dll fungsional, tidak wajib uji
positif bagi tubuh setiap hari
klinis
pengkonsumsinya
Persamaan Pangan Fungsional Contoh Obat Herbal Contoh
-Terdiri dari Bentuk fisik berupa Buah- Teh Hijau,
Bentuk fisik berupa serbuk
komponen gizi pangan olahan atau buahan Lavender,
atau cairan
dan non gizi primer dan Lelap,
-eMemberikan efek Harus dikonsumsi sayuran, Dikonsumsi pada waktu Kiranti
positif bagi setiap hari yoghurt, tertentu Sehat
tubuh Telah melalui uji klinis sereal, dll Hanya melalui uji sifat Datang
pengkonsumsiny dan uji efek fungsional fungsional, tidak wajib uji Bulan, Irex,
a klinis dll
Dapat menggunakan
bahan alami atau Menggunakan bahan alami
sintetis
Persamaan Pangan Fungsional Contoh Nutraceuticals Contoh
Bentuk fisik berupa serbuk Lipid
Bentuk fisik berupa
atau cairan sebagai bahan (seperti
pangan olahan atau
tambahan pangan dan asam
primer
medical food lemak
Harus dikonsumsi Dikonsumsi pada waktu omega-3,
- Terdiri dari setiap hari Buah- tertentu karotenoid,
komponen gizi buahan Hanya melalui uji sifat dan
Telah melalui uji klinis
dan non gizi dan fungsional, tidak wajib uji xantofil),
dan uji efek fungsional
- Memberikan efek sayuran, klinis fenol
positif bagi tubuh yoghurt, (dengan
pengkonsumsinya sereal, dll kadar
Dapat menggunakan tertentu
bahan alami atau Menggunakan bahan alami dalam
sintetis makanan),
dan
probiotik.
Persamaan Pangan Fungsional Contoh Medical food Contoh
- Terdiri dari Bentuk fisik berupa
Bentuk fisik berupa olahan
komponen gizi pangan olahan atau
dengan formulasi khusus
dan non gizi primer
Buah- Minyak
- Memberikan efek Harus dikonsumsi Dikonsumsi pada waktu
buahan jagung,
positif bagi tubuh setiap hari tertentu
dan gula
pengkonsumsinya Dikonsumsi secara oral dan
Dikonsumsi secara oral sayuran, jagung, dan
- Melalui uji klinis dengan bantuan alat medis
yoghurt, Quacker
- Dapat
sereal, dll oats.
menggunakan Tidak dibawah
Dibawah pengawasan medis
bahan alami atau pengawasan medis
sintetis

3. Hasil Sintesis Kelompok


a. Pangan Fungsional
Pangan fungsional adalah produk pangan alami ataupun sintesis yang
mengandung komponen bioaktif (gizi dan non gizi) sehingga dapat
memberikan efek kesehatan bagi pengkonsumsinya. Bentuk fisik dari pangan
fungsional bukan berupa tablet, pil, kapsul, atau ekstrak, melainkan berupa
makanan yang biasa dikonsumsi sehari-hari. Pangan fungsional bisa berupa
bahan olahan seperti tempe dan susu fermentasi ataupun berupa bahan
pangan primer yang dapat langsung dikonsumsi seperti pisang dan apel.
Komponen bioaktif yang terdapat dalam pangan fungsional berupa zat gizi dan
zat non gizi yang memiliki sifat dan fungsi tertentu. Komponen bioaktif
tersebut tidak hanya dapat melengkapi kebutuhan gizi tubuh tetapi juga dapat
mencegah timbulnya penyakit tertentu. Selain itu, informasi mengenai sifat
dan efek kesehatan dari komponen bioaktif harus melalui pengujian secara
klinis sehingga dapat diketahui dengan pasti efek kesahatan apa yang akan
didapat setelah mengkonsumsi pangan fungsional.
b. Suplemen Pangan
Suplemen pangan adalah produk pangan alami ataupun sintetis
berbentuk pil, kapsul, atau tablet dan mengandung komponen bioaktif yang
dapat memberikan efek kesehatan dan teruji sifat fungsionalnya. Komponen
bioaktif tersebut dapat berupa zat gizi seperti protein dan zat non gizi seperti
asam lemak omega 3. Komponen bioaktif tersebut dapat kesehatan tubuh
dengan melengkapi kebutuhan nilai gizi tubuh dan mencegah penyakit
tertentu. Berbeda dengan pangan fungsional, suplemen pangan tidak bisa
dikonsumsi sehari-hari karena pengkonsumsian dari suplemen pangan hanya
pada saat kondisi tertentu.
c. Nutraceuticals
Nutraceuticals adalah produk pangan alami berbentuk kapsul atau serbuk
yang mengandung komponen bioaktif sehingga dapat memberikan efek
kesehatan. Komponen bioaktif dalam nutraceuticals berupa zat gizi dan zat
non gizi yang teruji sifat fungsionalnya. Komponen bioaktif tersebut berfungsi
untuk mecegah timbulnya penyakit dan melengkapi kebutuhan gizi tubuh.
Berbeda halnya dengan pangan fungsional ataupun suplemen pangan, dalam
pengkonsumsiannya nutraceuticals tidak bisa langsung dikonsumsi melainkan
merupakan bahan yang perlu ditambahkan pada functional food ataupun
medical food sebelum dapat dikonsumsi.
d. Obat Herbal
Obat herbal adalah jenis obat-obatan alami yang terbuat dari tumbuhan,
hewan, mineral atau perpaduan dari ketiganya, berbentuk kapsul, tablet atau
ekstrak dan telah diuji secara klinis. Obat herbal juga biasa disebut obat
tradisional. Penggunaan obat herbal harus sesuai dengan dosis tertentu dan
tidak dapat dikonsumsi oleh semua orang. Obat herbal hanya dikonsumsi oleh
orang-orang yang terjangkit penyakit tertentu. Karena nantinya obat herbal
akan diberikan pada manusia, maka obat herbal harus lulus uji klinis. Obat
herbal berfungsi untuk mengobati dan merawat penyakit.
e. Medical Foods
Medical Foods adalah pangan alami atau sintetis yang dibuat dengan
formulasi khusus untuk dikonsumsi oleh orang-orang tertentu untuk
memenuhi kebutuhan gizinya dan bukan makanan sehari-hari. Penggunaan
medical foods harus sesuai dengan dosis dan tidak dapat dikonsumsi oleh
semua orang. Salah satu contoh medical foods adalah produk Quaker Oats
yang diformulasikan khusus untuk penderita jantung.
DAFTAR PUSTAKA

. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor


246/Menkes/Per/V/1990/ tentang Usaha Industri Obat Tradisional dan
Pendaftaran Obat Tradisional. Jakarta : Departemen Kesehatan.

BPOM RI. (2005). Peraturan Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan
Republik Indonesia Nomor HK 00.05.41.1384 tentang Kriteria dan Tata
Laksana Pendaftaran Obat Tradisional, Obat Herbal Terstandar dan
Fitofarmaka. Jakarta : Kepala BPOM.

Goldberg. 1994. Functional Foods. Designer Food. Pharmafood. Nutraceitucals.


New York : Chmpman and Hall.

Ida Ayu Manuaba. 2009. Memahami Kesehatan Reproduksi Wanita (2nd.ed).


Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran, ECG.

Muctadi, Deddy. 2004. Komponen Bioaktif dalam Pangan Fungsional. Majalah


Gizi Medik Indonesia Vol. 3 No. 7 Januari 2004

Palupi, N.S. 2013. Pangan Fungsional Dalam Pola Konsumsi untuk Hidup Sehat,
Aktif dan Produkstif. Bogor : Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan,
Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor.

Wildman REC. 2001. Handbook of Nutraceuticals and Functional Foods.


Washington DC : CRC Press.