Anda di halaman 1dari 4

KERANGKA ACUAN KEGIATAN

SANITASI TOTAL BERBASIS MASYARAKAT


DI UPTD PUSKESMAS KEDUNGWUNGU

I. PENDAHULUAN
Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) adalah pendekatan untuk
mengubah perilaku higienis dan saniter melalui pemberdayaan masyarakat
dengan metode pemicuan. Pemicuan adalah cara untuk mendorong perubahan
perilaku higiene dan sanitasi individu atau masyarakat atas kesadaran dan
kemauan sendiri dengan menyentuh / memicu perasaan,rasa malu, rasa jijik,
rasa takut sakit dan takut dosa , pola pikir, perilaku, dan kebiasaan individu atau
masyarakat.
Melalui pemicuan diharapkan masyarakat dapat berperan dan
menyelenggarakan STBM secara mandiri dengan berpedoman pada pilar STBM
Sanitasi total Berbasis Masyarakat yang terdiri atas
1. Stop Buang Air Besar Sembarangan;
2. Cuci Tangan Pakai Sabun;
3. Pengelolaan Air Minum dan Makanan Rumah Tangga;
4. Pengamanan Sampah Rumah Tangga; dan
5. Pengamanan Limbah Cair Rumah Tangga.
Tahap awal kegiatan STBM adalah upaya meningkatkan akses jamban
sehat dengan pemicuan di komunitas masyarakat sehingga semua
masyarakat tanpa terkecuali dapat akses jamban sehat yang merupakan
indicator tercapainya Kelurahan ODF( Open Defecation Free). Pilar
selanjutnya dalam STMB juga dilakukan melalui metode pemicuan yang
diharapkan mampu menumbuhkan rasa keinginan berubah menjadi perilaku
hygiene dan saniter. Dengan terlaksananya STBM diharapkan dapat
memutuskan alur kontaminasi penyakit dan menurunnya angka kesakitan
penyakit berbasis lingkungan dan perilaku.

Dalam pelaksanaan program kesling, Puskesmas Kedungwungu


menerapkan Tata Nilai yang berlaku di Puskesmas Kedungwungu, yaitu
BERKAH (Bersih, Ramah, Konsisten, Handal).

B. LATAR BELAKANG
UPTD Puskesmas Kertosari, Kecamatan Banyuwangi terdiri dari 4
wilayah Kelurahan yakni Kelurahan Kertosari, Karangrejo, Kepatihan dan
Panderejo. Pada tahun 2016 awal jumlah Kepala Keluarga sebesar 7883 dan
jumlah penduduk 25.234 . Data sanitasi tahun 2015 , jumlah rumah sebesar
6773 dengan dengan kepemilikan akses jamban sehat 76,3 %. Angka kesakitan
penyakit berbasis lingkungan antara lain : Diare sebesar 656 penderita,
Faringitis sebesar 2425 , ISPA sebesar 643 penderita, Kulit sebesar 1368 , TB
Paru BTA positif sejumlah 27 penderita dan DBD sejumlah 8 penderita.
Upaya untuk memutuskan mata rantai penularan penyakit berbasis
ingkungan dengan melaksanakan 5 pilar STBM. Dengan meningkatkan akses
jamban sehat, CTPS, mengkonsumsi minuman dan makanan sehat, membuang
sampah pada tempatnya serta tersedianya saluran limbah rumah tangga dapat
mewujudkan lingkungan yang sehat, perilaku higienis dan memutuskan mata
rantai penularan penyakit.
Sehingga kegiatan STBM, merupakan kegiatan yang wajib dilakukan di
UPTD Puskesmas Kertosari sebagai upaya untuk meningkatkan kesehatan
masyarakat, melalui pemberdayaan dan peran serta masyarakat.

C. TUJUAN
C.1 Umum
Mewujudkan perilaku masyarakat yang higienis dan saniter secara mandiri
dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-
tingginya
C.2 Khusus
C.2.1 Meningkatkan perilaku buang air besar di jamban sehat.
C.2.2 Meningkatkan perilaku cuci tangan pakai sabun dengan air bersih
C.2.3 Meningkatkan perilaku pengelolaan air minum dan makanan rumah
tangga yang aman dan bersih
C.2.4 Meningkatkan perilaku membuang sampah pada tempat sampah
C.2.5 Meningkatkan perilaku pengamanan limbah cair rumah tangga di
masyarakat dengan benar.

D. KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN


D.1 Pendataan dan pemetaan wilayah
D.2 Koordinasi dengan pemangku wilayah
D.3 Pembentukan dan pelatihan Tim Fasilitator Puskesmas,
D.4 Pemicuan STBM, dilakukan dengan cara :
a. Menentukan komunitas
b. Melakukan koordinasi dengan pihak-pihak
c. Menyiapkan bahan dan Alat pemicuan.
D.5 Monev Pasca Pemicuan STBM
a. Menindaklanjuti hasil pemicuan
b. Melakukan monitoring dan evaluasi secara periodik terhadap
komunitas yang terpicu
E. CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN
E.1 Persiapan kegiatan
E.2 Perkenalan dan penyampaian tujuan kepada peserta
E.3 Bina suasana
E.4 Pemicuan dan analisa partisipatif
E.5 Transec walk
E.6 Pendampingan
E.7 Monitoring dan evaluasi

F. SASARAN
Sasaran pelaksanaan kegiatan pemicuan di Puskesmas kertosari adalah
terlaksanya pemicuan pada 4 Kelurahan di wilayah kerja Puskesmas Kertosari
dan meningkatnya Kepala Keluarga dan jiwa akses jamban sehat sebesar 78
% dan terlaksanaya Deklarasi 1 Kelurahan ODF.
G. SKEDUL (JADWAL) PELAKSANAAN KEGIATAN

Kegiatan Pemicuan Bulan ke


1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
Perencanaan v
Pendataan sasaran v
Koordinasi & advokasi v v
Pelaksanaan pemicuan stbm v V v V V v V V v V
Monitoring dan evaluasi v v v v v v v

H. EVALUASI PELAKSANAAN KEGIATAN DAN PELAPORAN


Hasil kegiatan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat dievaluasi setiap akhir
kegiatan dan dilaporkan dalam lokakarya mini bulanan dan tribulan .
I. PENCATATAN, PELAPORAN DAN EVALUASI KEGIATAN
Pencatatan , pelaporan dan evaluasi kegiatan kesehatan lingkungan
dalam form laporan kegiatan secara manual dan elektronik dan dievaluasi
dalam lokmin bulanan. Dilaporkan kepada Dinas kesehatan secara berkala.

Mengetahui, Februari 2017


Kepala Puskesmas Kedung wungu Pemegang Program Kesorga

dr. Budi Kasiyono Siswanto, SKM


NIP.19650603202121001 NIP.19690618 200212 1 005