Anda di halaman 1dari 59
Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal
Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal
Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

Perbedaan Arus Searah Dengan Arus Bolak-Balik Arus searah Arus Bolak-Balik • Frekuensi • Polaritas tegangan
Perbedaan Arus Searah Dengan Arus Bolak-Balik Arus searah Arus Bolak-Balik • Frekuensi • Polaritas tegangan

Perbedaan Arus Searah Dengan Arus Bolak-Balik

Arus searah

Arus Bolak-Balik

Searah Dengan Arus Bolak-Balik Arus searah Arus Bolak-Balik • Frekuensi • Polaritas tegangan tidak boleh terbalik
Searah Dengan Arus Bolak-Balik Arus searah Arus Bolak-Balik • Frekuensi • Polaritas tegangan tidak boleh terbalik

Frekuensi

Polaritas tegangan tidak boleh terbalik

Dapat disimpan

Tegangan / Arus sulit dinaikkan / diturunkan

Energi yang dihasilkan

= 0

( f = 0 )

terbatas

Ada frekuensi ( f ≠ 0)

Polaritas dapat terbalik

Tidak dapat disimpan

Tegangan/Arus dapat dinaikkan / diturunkan

Energi yang dihasilkan bisa sangat besar

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

1. Generator Arus Searah Pengenalan Arus Searah 2. Baterai Atau Accumulator Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

1. Generator Arus Searah

Pengenalan Arus Searah

1. Generator Arus Searah Pengenalan Arus Searah 2. Baterai Atau Accumulator Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal
1. Generator Arus Searah Pengenalan Arus Searah 2. Baterai Atau Accumulator Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

2. Baterai Atau Accumulator

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal
Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal
Generator Arus searah Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

Generator Arus searah

Generator Arus searah Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal
Generator Arus searah Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal
Generator Arus searah Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal
Generator Arus searah Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

Arus Listrik • Arus hanyut ( drift current ) o Jika diberi beda potensial listrik

Arus Listrik

Arus hanyut ( drift current )

Arus Listrik • Arus hanyut ( drift current ) o Jika diberi beda potensial listrik Cirinya

o Jika diberi beda potensial listrik

Cirinya : elektron tertarik oleh medan listrik

Arus difusi ( difusion current )

o Jika ada beda konsentrasi muatan listrik

Arus pergeseran ( displacement current )

o Medan elektromagnet

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

3. Arus Listrik Pengenalan Arus Searah 4. Kuat Arus Listrik Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

3. Arus Listrik

Pengenalan Arus Searah

3. Arus Listrik Pengenalan Arus Searah 4. Kuat Arus Listrik Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal
3. Arus Listrik Pengenalan Arus Searah 4. Kuat Arus Listrik Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal
3. Arus Listrik Pengenalan Arus Searah 4. Kuat Arus Listrik Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

4. Kuat Arus Listrik

3. Arus Listrik Pengenalan Arus Searah 4. Kuat Arus Listrik Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

Pengenalan Arus Searah Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

Pengenalan Arus Searah

Pengenalan Arus Searah Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal
Pengenalan Arus Searah Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal
Pengenalan Arus Searah Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal
Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal
Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal
5. Rapat Arus Listrik Pengenalan Arus Searah Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

5. Rapat Arus Listrik

Pengenalan Arus Searah

5. Rapat Arus Listrik Pengenalan Arus Searah Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal
5. Rapat Arus Listrik Pengenalan Arus Searah Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

Pengenalan Arus Searah 6. Tahanan (Resistansi) Dan Daya Hantar Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

Pengenalan Arus Searah

6. Tahanan (Resistansi) Dan Daya Hantar

Pengenalan Arus Searah 6. Tahanan (Resistansi) Dan Daya Hantar Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal
Pengenalan Arus Searah 6. Tahanan (Resistansi) Dan Daya Hantar Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal
Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal
Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal
Pengenalan Arus Searah Pengaruh Panas Terhadap Logam Kenaikan temperatur menyebabkan kenaikan resistansi konduktor dimana

Pengenalan Arus Searah

Pengaruh Panas Terhadap Logam

Pengenalan Arus Searah Pengaruh Panas Terhadap Logam Kenaikan temperatur menyebabkan kenaikan resistansi konduktor dimana

Kenaikan temperatur menyebabkan kenaikan resistansi konduktor dimana formula sbb :

R (t) = R₀ ( 1 + ἀ₀ t )

R (t) : Resistansi pada t °C

R₀

: Resistansi pada 0 °C

t

: Temperatur pada t °C

ἀ₀

: Koefisien temperatur tahanan pada 0 °C

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

Rangkaian Seri Pengenalan Arus Searah Sifat rangkaian seri : Arus tidak terbagi dan besarnya sama

Rangkaian Seri

Pengenalan Arus Searah

Rangkaian Seri Pengenalan Arus Searah Sifat rangkaian seri : Arus tidak terbagi dan besarnya sama dimana
Rangkaian Seri Pengenalan Arus Searah Sifat rangkaian seri : Arus tidak terbagi dan besarnya sama dimana

Sifat rangkaian seri :

Arus tidak terbagi dan besarnya sama dimana resistansi berada

pada rangkaian listrik yang diserikan ( I1 = I2 = I3 )

Tegangan berbeda tergantung nilai resistansinya ( V1 ≠ V2 ≠ V3 )

R total > R terbesar yang diserikan

R total = Σ R yang diserikan R total = R1 + R2 + R3

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

Rangkaian Paralel Pengenalan Arus Searah Sifat rangkaian paralel : - Arus terbagi dan besarnya berbeda

Rangkaian Paralel

Pengenalan Arus Searah

Rangkaian Paralel Pengenalan Arus Searah Sifat rangkaian paralel : - Arus terbagi dan besarnya berbeda sesuai
Rangkaian Paralel Pengenalan Arus Searah Sifat rangkaian paralel : - Arus terbagi dan besarnya berbeda sesuai

Sifat rangkaian paralel :

- Arus terbagi dan besarnya berbeda sesuai nilai resistansi

- Tegangan sama pada setiap resistansi ( V18 = V27 = V36 = V45 )

R total < R terkecil yang diparalelkan 1/R total = 1/R1 + 1/R2 + 1/R3

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

Pengenalan Arus Searah 7. Potensial Listrik Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

Pengenalan Arus Searah

Pengenalan Arus Searah 7. Potensial Listrik Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal
Pengenalan Arus Searah 7. Potensial Listrik Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

7. Potensial Listrik

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal
Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal
Pengenalan Arus Searah 8. Rangkaian Arus Searah Pada suatu rangkaian akan mengalir arus apabila dipenuhi

Pengenalan Arus Searah

Pengenalan Arus Searah 8. Rangkaian Arus Searah Pada suatu rangkaian akan mengalir arus apabila dipenuhi syarat

8. Rangkaian Arus Searah Pada suatu rangkaian akan mengalir arus apabila dipenuhi syarat sebagai berikut :

suatu rangkaian akan mengalir arus apabila dipenuhi syarat sebagai berikut : Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal
suatu rangkaian akan mengalir arus apabila dipenuhi syarat sebagai berikut : Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

Pengenalan Arus Searah 8. Hukum OHM Bila tegangan (V) diterapkan pada konduktor seperti yang diperlihatkan

Pengenalan Arus Searah

Pengenalan Arus Searah 8. Hukum OHM Bila tegangan (V) diterapkan pada konduktor seperti yang diperlihatkan pada

8. Hukum OHM

Pengenalan Arus Searah 8. Hukum OHM Bila tegangan (V) diterapkan pada konduktor seperti yang diperlihatkan pada

Bila tegangan (V) diterapkan pada konduktor seperti yang diperlihatkan pada gambar, maka

(V) diterapkan pada konduktor seperti yang diperlihatkan pada gambar, maka Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal
(V) diterapkan pada konduktor seperti yang diperlihatkan pada gambar, maka Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal
(V) diterapkan pada konduktor seperti yang diperlihatkan pada gambar, maka Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal
(V) diterapkan pada konduktor seperti yang diperlihatkan pada gambar, maka Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal
(V) diterapkan pada konduktor seperti yang diperlihatkan pada gambar, maka Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

Pengenalan Arus Searah 8. Hukum OHM Bila tegangan (V) diterapkan pada konduktor seperti yang diperlihatkan

Pengenalan Arus Searah

Pengenalan Arus Searah 8. Hukum OHM Bila tegangan (V) diterapkan pada konduktor seperti yang diperlihatkan pada

8. Hukum OHM

Pengenalan Arus Searah 8. Hukum OHM Bila tegangan (V) diterapkan pada konduktor seperti yang diperlihatkan pada

Bila tegangan (V) diterapkan pada konduktor seperti yang diperlihatkan pada gambar, maka

(V) diterapkan pada konduktor seperti yang diperlihatkan pada gambar, maka Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal
(V) diterapkan pada konduktor seperti yang diperlihatkan pada gambar, maka Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal
(V) diterapkan pada konduktor seperti yang diperlihatkan pada gambar, maka Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal
(V) diterapkan pada konduktor seperti yang diperlihatkan pada gambar, maka Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal
(V) diterapkan pada konduktor seperti yang diperlihatkan pada gambar, maka Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

8. Hukum Kirchoff Pengenalan Arus Searah Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

8. Hukum Kirchoff

Pengenalan Arus Searah

8. Hukum Kirchoff Pengenalan Arus Searah Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal
8. Hukum Kirchoff Pengenalan Arus Searah Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal
8. Hukum Kirchoff Pengenalan Arus Searah Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal
8. Hukum Kirchoff Pengenalan Arus Searah Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal
8. Hukum Kirchoff Pengenalan Arus Searah Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

1. Gaya Elektromotoris Pengenalan Arus Bolak Balik phasa Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

1. Gaya Elektromotoris

Pengenalan Arus Bolak Balik

1. Gaya Elektromotoris Pengenalan Arus Bolak Balik phasa Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal
1. Gaya Elektromotoris Pengenalan Arus Bolak Balik phasa Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal
1. Gaya Elektromotoris Pengenalan Arus Bolak Balik phasa Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal
1. Gaya Elektromotoris Pengenalan Arus Bolak Balik phasa Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

phasa

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal
Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal
Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal
Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

Ilustrasi Rangkaian Genartor AC Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

Ilustrasi Rangkaian Genartor AC

Ilustrasi Rangkaian Genartor AC Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal
Ilustrasi Rangkaian Genartor AC Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal
Ilustrasi Rangkaian Genartor AC Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal
Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal
Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal
Pengenalan Arus Bolak Balik Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

Pengenalan Arus Bolak Balik

Pengenalan Arus Bolak Balik Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal
Pengenalan Arus Bolak Balik Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal
Pengenalan Arus Bolak Balik Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

PT PLN ( PERSERO ) Pengenalan Arus Bolak Balik k Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal
PT PLN ( PERSERO ) Pengenalan Arus Bolak Balik k Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

PT PLN ( PERSERO )

Pengenalan Arus Bolak Balik

k Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal
k
Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal
Pengenalan Arus Bolak Balik Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

Pengenalan Arus Bolak Balik

Pengenalan Arus Bolak Balik Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal
Pengenalan Arus Bolak Balik Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

Harga Efektif Pengenalan Arus Bolak Balik Harga efektif  AC Voltmeter (rms : root mean

Harga Efektif

Pengenalan Arus Bolak Balik

Harga Efektif Pengenalan Arus Bolak Balik Harga efektif  AC Voltmeter (rms : root mean square)

Harga efektif AC Voltmeter (rms : root mean square)

DC P = 500 Watt

I

10 Amp ;

t = 1 detik

=

Harga efektif :

AC P = 500 Watt I = 10 Amp ; t = 1 detik

yaitu harga pada AC yang memberi daya yang sama pada DC, jika energinya sama dan periodenya sama.

Energi DC = Energi AC

I² R t

= R

₀ʃᵀ I² dt

I eff

=

√ 1/T

₀ʃᵀ I² dt

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

Pengenalan Arus Bolak Balik Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal
Pengenalan Arus Bolak Balik Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

Pengenalan Arus Bolak Balik

Pengenalan Arus Bolak Balik Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal
Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal
Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal
Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal 2 6
Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal 2 6
Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal 2 6

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

26

Pengenalan Arus Bolak Balik 2. Frekwensi Arus Bolak Balik Frekwensi arus bolak balik dinyatakan sebagai

Pengenalan Arus Bolak Balik

2. Frekwensi Arus Bolak Balik Frekwensi arus bolak balik dinyatakan sebagai berikut :

Arus Bolak Balik Frekwensi arus bolak balik dinyatakan sebagai berikut : Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal
Arus Bolak Balik Frekwensi arus bolak balik dinyatakan sebagai berikut : Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal
Arus Bolak Balik Frekwensi arus bolak balik dinyatakan sebagai berikut : Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal
Arus Bolak Balik Frekwensi arus bolak balik dinyatakan sebagai berikut : Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

Pengenalan Arus Bolak Balik 3. Frekwensi Sistem Frekwensi sistem PLN adalah 50 Hz, yang artinya

Pengenalan Arus Bolak Balik

3. Frekwensi Sistem Frekwensi sistem PLN adalah 50 Hz, yang artinya :

Balik 3. Frekwensi Sistem Frekwensi sistem PLN adalah 50 Hz, yang artinya : Simple, Inspiring, Performing,
Balik 3. Frekwensi Sistem Frekwensi sistem PLN adalah 50 Hz, yang artinya : Simple, Inspiring, Performing,

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

Pengenalan Arus Bolak Balik 4. Tahanan Atau Resistansi Pada Rangkaian Arus Bolak Balik R I

Pengenalan Arus Bolak Balik

4. Tahanan Atau Resistansi Pada Rangkaian Arus Bolak Balik

Bolak Balik 4. Tahanan Atau Resistansi Pada Rangkaian Arus Bolak Balik R I G E Simple,
Bolak Balik 4. Tahanan Atau Resistansi Pada Rangkaian Arus Bolak Balik R I G E Simple,

R

I G E
I
G
E
Bolak Balik 4. Tahanan Atau Resistansi Pada Rangkaian Arus Bolak Balik R I G E Simple,

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal
Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal
Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

Pengenalan Arus Bolak Balik 5. Tahanan Induktif (Reaktansi Induktif) Pada rangkaian listrik hambatan yang terlihat

Pengenalan Arus Bolak Balik

5. Tahanan Induktif (Reaktansi Induktif)

Arus Bolak Balik 5. Tahanan Induktif (Reaktansi Induktif) Pada rangkaian listrik hambatan yang terlihat di alat

Pada rangkaian listrik hambatan yang terlihat di alat ukur adalah hanya tahanan murni (R) saja, tetapi sesungguhnya terdapat hambatan lain yang tidak terlihat (imajiner) yaitu Hambatan itu disebut Reaktansi (X), dimana reaktansi diperoleh dari garis-garis gaya magnit yang timbul pada penghantar saat arus mengalir di penghantar

I

L

G
G

E

L = 2 *∏* f* L

Pada sistem kelistrikan reaktansi dapat dikatakan sebagai hambatan yang tidak terlihat yang dapat mengakibatkan

turunnya tegangan dan kerugian daya reaktif

Besarnya tambahan hambatan di “L” tergantung dari kecepa tan perubahan tegangan yang dipasok, kalau perubahan tega ngan yang dipasok pada “L” dalam bentuk gelombang sinus dengan perubahan 50 kali per detik (50 hz) maka tambahan Hambatan :

- f = Frekwensi gelombang tegangan sinusoidal 50 hz

- L = Nilai induktansi kumparan (Henry)

“R” dan “L” secara listrik dalam bentuk vektoris , membentuk sudut 90° dengan “R”

Maka Impedansi Z = R + jX

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

Pengenalan Arus Bolak Balik 5. Tahanan Induktif (Reaktansi Induktif) I L G E I Simple,

Pengenalan Arus Bolak Balik

5. Tahanan Induktif (Reaktansi Induktif)

Arus Bolak Balik 5. Tahanan Induktif (Reaktansi Induktif) I L G E I Simple, Inspiring, Performing,
Arus Bolak Balik 5. Tahanan Induktif (Reaktansi Induktif) I L G E I Simple, Inspiring, Performing,

I

L

G
G
Arus Bolak Balik 5. Tahanan Induktif (Reaktansi Induktif) I L G E I Simple, Inspiring, Performing,

E

I
I
Arus Bolak Balik 5. Tahanan Induktif (Reaktansi Induktif) I L G E I Simple, Inspiring, Performing,
Arus Bolak Balik 5. Tahanan Induktif (Reaktansi Induktif) I L G E I Simple, Inspiring, Performing,

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

33

6. Pengenalan Arus Bolak Balik Tahanan Kapasitif (Reaktansi Kapasitif) Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal 3 4

6.

Pengenalan Arus Bolak Balik

Tahanan Kapasitif (Reaktansi Kapasitif)

6. Pengenalan Arus Bolak Balik Tahanan Kapasitif (Reaktansi Kapasitif) Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal 3 4
6. Pengenalan Arus Bolak Balik Tahanan Kapasitif (Reaktansi Kapasitif) Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal 3 4
6. Pengenalan Arus Bolak Balik Tahanan Kapasitif (Reaktansi Kapasitif) Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal 3 4
6. Pengenalan Arus Bolak Balik Tahanan Kapasitif (Reaktansi Kapasitif) Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal 3 4
6. Pengenalan Arus Bolak Balik Tahanan Kapasitif (Reaktansi Kapasitif) Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal 3 4
6. Pengenalan Arus Bolak Balik Tahanan Kapasitif (Reaktansi Kapasitif) Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal 3 4

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

34

Pengenalan Arus Bolak Balik 7. Rangkaian Tahanan Resistansi Dan Reaktansi (Kapasitif + Induktif) C L

Pengenalan Arus Bolak Balik

Pengenalan Arus Bolak Balik 7. Rangkaian Tahanan Resistansi Dan Reaktansi (Kapasitif + Induktif) C L R
Pengenalan Arus Bolak Balik 7. Rangkaian Tahanan Resistansi Dan Reaktansi (Kapasitif + Induktif) C L R

7. Rangkaian Tahanan Resistansi Dan Reaktansi (Kapasitif + Induktif)

Rangkaian Tahanan Resistansi Dan Reaktansi (Kapasitif + Induktif) C L R 35 Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal
C L R
C
L
R
35
35

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

E

Pengenalan Arus Bolak Balik Beban Induktif S P (positif) Q (positif) Beban Kapasitif P (positif)

Pengenalan Arus Bolak Balik

Pengenalan Arus Bolak Balik Beban Induktif S P (positif) Q (positif) Beban Kapasitif P (positif) S

Beban Induktif

S P (positif)
S
P (positif)

Q (positif)

Beban Kapasitif

P (positif) S
P (positif)
S

Q (negatif)

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

Kapasitif P (positif) S Q (negatif) Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal Lagging / tertinggal V θ I
Lagging / tertinggal V θ I
Lagging / tertinggal
V
θ
I
θ
θ

I

V

36

Daya Arus Bolak Balik Pengenalan Arus Bolal Balik 1. Daya Listrik Arus Bolak Balik 1

Daya Arus Bolak Balik

Pengenalan Arus Bolal Balik

Daya Arus Bolak Balik Pengenalan Arus Bolal Balik 1. Daya Listrik Arus Bolak Balik 1 Phasa

1. Daya Listrik Arus Bolak Balik 1 Phasa

Pengenalan Arus Bolal Balik 1. Daya Listrik Arus Bolak Balik 1 Phasa Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal
Pengenalan Arus Bolal Balik 1. Daya Listrik Arus Bolak Balik 1 Phasa Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal
Pengenalan Arus Bolal Balik 1. Daya Listrik Arus Bolak Balik 1 Phasa Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal
Pengenalan Arus Bolal Balik 1. Daya Listrik Arus Bolak Balik 1 Phasa Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal
Pengenalan Arus Bolal Balik 1. Daya Listrik Arus Bolak Balik 1 Phasa Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal
Pengenalan Arus Bolal Balik 1. Daya Listrik Arus Bolak Balik 1 Phasa Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal
Pengenalan Arus Bolal Balik 1. Daya Listrik Arus Bolak Balik 1 Phasa Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal
FORMULA DAYA LISTRIK 1 PHASA & 3 PHASA Daya 1 Phasa Daya 3 Phasa Simple,
FORMULA DAYA LISTRIK 1 PHASA & 3 PHASA Daya 1 Phasa Daya 3 Phasa Simple,

FORMULA DAYA LISTRIK 1 PHASA & 3 PHASA

Daya 1 Phasa

Daya 3 Phasa

FORMULA DAYA LISTRIK 1 PHASA & 3 PHASA Daya 1 Phasa Daya 3 Phasa Simple, Inspiring,
FORMULA DAYA LISTRIK 1 PHASA & 3 PHASA Daya 1 Phasa Daya 3 Phasa Simple, Inspiring,

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

38

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal 3 9
Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal 3 9
Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal 3 9

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

39

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal 4 0
Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal 4 0
Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal 4 0

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

40

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal 4 1
Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal 4 1
Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal 4 1

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

41

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal 4 2
Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal 4 2
Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal 4 2

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

42

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal 4 3
Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal 4 3
Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal 4 3

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

43

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal 4 4
Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal 4 4
Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal 4 4

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

44

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal 4 5
Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal 4 5
Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal 4 5

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

45

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal 4 6
Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal 4 6
Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal 4 6

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

46

Pengenalan Arus Bolak Balik Perbaikan Faktor Daya (Ilustrasi Dengan Segitiga Daya) Simple, Inspiring, Performing,

Pengenalan Arus Bolak Balik

Pengenalan Arus Bolak Balik Perbaikan Faktor Daya (Ilustrasi Dengan Segitiga Daya) Simple, Inspiring, Performing,

Perbaikan Faktor Daya (Ilustrasi Dengan Segitiga Daya)

Arus Bolak Balik Perbaikan Faktor Daya (Ilustrasi Dengan Segitiga Daya) Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal 4 7

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

47

Pengenalan Arus Bolak Balik Hubungan Sistem Bintang Σ I = 0 Ir + Is +

Pengenalan Arus Bolak Balik

Hubungan Sistem Bintang

Pengenalan Arus Bolak Balik Hubungan Sistem Bintang Σ I = 0 Ir + Is + It
Pengenalan Arus Bolak Balik Hubungan Sistem Bintang Σ I = 0 Ir + Is + It

Σ I = 0 Ir + Is + It In = 0

Hubungan Bintang (Y)

Σ I = 0 Ir + Is + It – In = 0 Hubungan Bintang (Y)

4 kawat : Beban tidak seimbang (jaringan distribusi)

3 kawat : Beban seimbang

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

48

PT PLN ( PERSERO ) Pengenalan Arus Bolak Balik Hubungan Sistem Delta Rangkaian Delta (

PT PLN ( PERSERO )

Pengenalan Arus Bolak Balik

Hubungan Sistem Delta

PERSERO ) Pengenalan Arus Bolak Balik Hubungan Sistem Delta Rangkaian Delta ( Δ ) : *
PERSERO ) Pengenalan Arus Bolak Balik Hubungan Sistem Delta Rangkaian Delta ( Δ ) : *

Rangkaian Delta (Δ) :

* E line = E fasa

* I

line = √3 I fasa

Biasanya motor tiga fasa, dapat diatur rangkaian Δ-Y melalui saklar yang berguna untuk mengatur arus awal dari motor tiga fasa.

Hubungan Bintang (Y) E fasa = E line/√3 I fasa turun / kecil

Hubungan Delta (Δ)

E fasa = E line

I fasa tetap / stabil

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

49

3. Rugi Rugi Listrik Pengenalan Arus Bolak Balik Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal 50

3. Rugi Rugi Listrik

Pengenalan Arus Bolak Balik

3. Rugi Rugi Listrik Pengenalan Arus Bolak Balik Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal 50
Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal 50
Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal
50
Rugi – Rugi Listrik Pengenalan Arus Bolak Balik Ada 2 macam penyebab losses pada sistem

Rugi Rugi Listrik

Pengenalan Arus Bolak Balik

Rugi – Rugi Listrik Pengenalan Arus Bolak Balik Ada 2 macam penyebab losses pada sistem kelistrikan

Ada 2 macam penyebab losses pada sistem kelistrikan :

- Losses sebagai akibat adanya arus listrik (I²R)

- Losses karena rancangan peralatan listrik (Iron loss, stray loss, windage loss ,dll)

Iron Loss

: disebabkan hysterisis loss , yaitu gesekan molekul yang melawan aliran gaya magnit dalam inti besi menimbulkan panas

Stray Loss : Disebabkan arus Eddy, merupakan arus induksi akibat aliran fluks magnetik pada inti besi

Windage loss :

Disebabkan gesekan udara dan bantalan angin

Penyebab losses lainnya pada peralatan :

- Adanya batasan efisiensi peralatan

- Ketidaksesuaian rancangan atau pemilihan peralatan

- Kurang perawatan

- Power faktor yang rendah

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

51

Pengenalan Arus Bolak Balik 4. Transformator Pengertian Transformator adalah sebuah alat yang mentransfer energi antara

Pengenalan Arus Bolak Balik

4. Transformator

Pengenalan Arus Bolak Balik 4. Transformator Pengertian Transformator adalah sebuah alat yang mentransfer energi antara 2

Pengertian Transformator adalah sebuah alat yang mentransfer energi antara 2 sirkuit yang melalui induksi elektromagnetik. Transformer di mungkinkan untuk di gunakan sebagai perubahan tegangan dengan mengubah tegangan sebuah arus bolak balik dari

satu tingkat tegangan ke tingkat tegangan lainnya dari input ke input alat tertentu

tingkat tegangan lainnya dari input ke input alat tertentu Pembangkit listrik biasanya dibangun jauh dari permukiman

Pembangkit listrik biasanya dibangun jauh dari permukiman penduduk. Proses pengiriman daya listrik kepada pelanggan listrik (konsumen) yang jaraknya jauh disebut transmisi daya listrik jarak jauh. Untuk menyalurkan energi listrik ke konsumen yang jauh, tegangan yang

dihasilkan generator pembangkit listrik perlu dinaikkan mencapai ratusan ribu volt. Untuk itu, diperlukan trafo step up. Tegangan tinggi ditransmisikan melalui kabel jaringan listrik yang panjang menuju konsumen. Sebelum masuk ke rumah-rumah penduduk tegangan diturunkan menggunakan trafo step down hingga menghasilkan 220 V. Transmisi daya listrik jarak jauh dapat dilakukan dengan menggunakan tegangan besar dan arus yang kecil. Dengan cara itu

akan diperoleh beberapa keuntungan, yaitu energi yang hilang dalam perjalanan dapat

dikurangi dan kawat penghantar yang diperlukan dapat lebih kecil serta harganya lebih murah

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

52

Rumus Tegangan Primer & Sekunder Transformator (1) Rumus transformator ideal ini sangat erat kaitannya dengan
Rumus Tegangan Primer & Sekunder Transformator (1) Rumus transformator ideal ini sangat erat kaitannya dengan

Rumus Tegangan Primer & Sekunder Transformator (1)

Rumus transformator ideal ini sangat erat kaitannya dengan lilitan yang ada pada trafo. Mengingat besar kecilnya tegangan dan kuat arus pada trafo ditentukan oleh banyaknya lilitan. Semakin banyak lilitan, maka semakin besar pula tegangan ataupun kuat arus yang dihasilkan, begitu juga sebaliknya. Banyak yang menyebut rumus trafo ideal ini sebagai rumus lilitan trafo atau cara menghitung lilitan trafo. Sebelumnya perlu diketahui bahwa sebuah trafo dikatakan ideal apabila jumlah energi yang masuk ke dalam kumparan primer setara dengan jumlah energi yang keluar pada kumparan sekunder. Berikut adalah rumusnya.

yang keluar pada kumparan sekunder. Berikut adalah rumusnya. Dimana: Vp: Tegangan primer / tegangan input =

Dimana:

Vp: Tegangan primer / tegangan input = Vi (Volt)

Vs: Tegangan sekunder / tegangan output = Vo (Volt)

Np: Jumlah lilitan primer Ns: Jumlah lilitan sekunder Ip: Kuat arus primer / kuat arus input = Ii (Ampere) Is: Kuat arus sekunder / kuat arus output = Io (Ampere)

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

53

Rumus Tegangan Primer & Sekunder Transformator (2) Sebelumnya telah dibahas rumus trafo ideal, namun di
Rumus Tegangan Primer & Sekunder Transformator (2) Sebelumnya telah dibahas rumus trafo ideal, namun di

Rumus Tegangan Primer & Sekunder Transformator (2)

Sebelumnya telah dibahas rumus trafo ideal, namun di lapangan kita tidak pernah menemukan sebuah trafo yang ideal. Saat trafo digunakan, akan muncul energi kalor atau panas yang membuat energi listrik yang ada di kumparan primer menjadi lebih besar daripada energi keluar yang ada pada kumparan sekunder.

Hal tersebut menyebabkan daya primer menjadi lebih besar

dibanding daya sekunder. Berkurangnya daya serta energi listrik yang ada pada sebuah transformator ditentukan oleh besar kecilnya efisiensi trafo. Berikut adalah rumus yang dapat digunakan untuk mengukur efisiensi sebuah trafo atau transformator.

dapat digunakan untuk mengukur efisiensi sebuah trafo atau transformator. Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal 5 4

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

54

Contoh Gambar Transformator Distribusi Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal 5 5
Contoh Gambar Transformator Distribusi Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal 5 5

Contoh Gambar Transformator Distribusi

Contoh Gambar Transformator Distribusi Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal 5 5
Contoh Gambar Transformator Distribusi Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal 5 5

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

55

Penyebab Kematian Karena Listrik Penyebab kematian manusia karena tersengat listrik, disebabkan arus yang melewati tubuh

Penyebab Kematian Karena Listrik

Penyebab Kematian Karena Listrik Penyebab kematian manusia karena tersengat listrik, disebabkan arus yang melewati tubuh

Penyebab kematian manusia karena tersengat listrik, disebabkan arus yang melewati tubuh manusia, karena ada beda tegangan antara fasa dan tanah, dimana manusia sebagai medianya untuk mengalirkan arus lsitrik .

= 0.9 mA
= 0.9 mA

= 50 Volt = 2000 3000 Ω

I (arus) terasa

Saluran pentanahan sebagai pengaman Tegangan sentuh

I (arus) menyebabkan kematian = 50 100 mA

V (teagang) maksimum AC

Tahanan manusia

Contoh : Hukum Ohm V = I*R V = 200 * 0.1 =

Bila manusia terkena arus bocor

maka akan dilalui arus = 20 / 2500 = 0.008 Amp = 8 mA

20 Volt V / R

V = I * R I

=

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

56

Batas Arus yang berpengaruh Terhadap Tubuh Manusia (Tegangan AC) Batas arus Pengaruh Pada Tubuh Manusia
Batas Arus yang berpengaruh Terhadap Tubuh Manusia (Tegangan AC) Batas arus Pengaruh Pada Tubuh Manusia

Batas Arus yang berpengaruh Terhadap Tubuh Manusia (Tegangan AC)

Batas arus

Pengaruh Pada Tubuh Manusia

0

-

0.9

mA

Belum merasakan pengaruhnya

0.9

-

1.2

mA

Belum mulai adanya arus listrik , tetapi tdk menim-

1.2

-

1.6

mA

bulkan kejang-kejang Mulai terasa seakan ada yang merayap dalam tubuh

1.6

-

6.0

mA

Tangan sampai ke siku terasa kesemutan

6.0

-

8.0

mA

Tangan mulai kaku dan rasa kesemutan makin tambah

8.0

-

15.0 mA

Rasa sakit tak tertahankan, penghantar fasa masih dapat dilepaskan

15.0

-

20.0

mA

Otot tidak dapat lagi melepaskan penghantar

20.0

- 50.0

mA

Dapat mengakibatkan kerusakan pada tubuh manusia

50.0 100.0 mA

Batas arus yang dapat menyebabkan kematian

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

57

Lamanya Tegangan sentuh Yang Diijinkan Maks Waktu Yang dijinkan (detik) Tegangan AC (Volt) Tegangan DC

Lamanya Tegangan sentuh Yang Diijinkan

Maks Waktu Yang dijinkan (detik)

Tegangan AC (Volt)

Maks Waktu Yang dijinkan (detik) Tegangan AC (Volt) Tegangan DC (Volt) ̴ < 50 < 120

Tegangan DC (Volt)

̴

< 50

< 120

5

50

120

1

75

140

0.5

90

160

0.2

110

175

0.1

150

200

0.05

220

250

0.03

280

310

Catatan :

Bila manusia teraliri arus AC/DC sama bahayanya, tubuh manusia lebih sensitif 4 6 kali terhadap arus AC dibandingkan arus DC. Tetapi gelombang arus DC didaerah positif saja yang sama bahayanya dengan arus AC.

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

58

SEKIAN & TERIMA KASIH Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal 5 9
SEKIAN & TERIMA KASIH Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal 5 9
SEKIAN & TERIMA KASIH Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal 5 9
SEKIAN & TERIMA KASIH Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal
SEKIAN
&
TERIMA KASIH
Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

59